Anda di halaman 1dari 25

HECTING LUKA

Siti Arifah, M.Kes


DEFINISI

Hecting/penjahitan luka adalah suatu tindakan


untuk mendekatkan tepi luka dengan benang sampai
sembuh dan cukup untuk menahan beban fisiologis.

Jahitan digunakan untuk hemostasis atau untuk


menghubungkan struktur anatomi yang terpotong
(Sabiston,1995).
INDIKASI

Setiap luka dimana untuk penyembuhannya


perlu mendekatkan tepi luka.
TEKNIK PENJAHITAN LUKA

1. Jahitan Primer jahitan yang digunakan untuk


mempertahankan kedudukan tepi luka yang saling
dihubungkan selama proses penyembuhan sehingga
dapat sembuh secara primer.

2. Jahitan Kontinyu jahitan dg sejumlah penjahitan


dari seluruh luka dengan menggunakan satu benang
yang sama dan disimpulkan pada akhir jahitan serta
dipotong setelah dibuat simpul. Digunakan untuk
menjahit peritonium kulit, subcutis dan organ.
Cont

3. Jahitan Simpul/Kerat/Knot teknik ikatan yang


mengakhiri suatu jahitan.
Digunakan untuk memperkuat & mempertahankan
jahitan luka sehingga jahitan tidak terlepas atau
mengendor.
JARUM BEDAH

Penting utk
penempatan benang
pada jaringan shg
harus dirancang scr
khusus utk
menimbulkan trauma
jaringan seminimal
mungkin.
SPESIFIKASI JENIS JARUM

1. Terbuat dari bahan yang keras


2. Tidak mudah patah
3. Tidak mudah bengkok
4. Tajam
5. Penetrasi halus terhadap jaringan
6. Tidak mudah berkarat
7. Trauma jaringan minimal
JENIS JARUM BEDAH

1. Taper Point utk jaringan yang lembut dan mudah


utk ditembus.
2. Tappercut Neddle ujung memotong, bentuk tubuh
lancip. Utk jaringan tangguh (keras), spt dua jarum
dalam satu.
3. Reverse Cutting pemotongan tepi pada kurva luar.
Utk jaringan tangguh, sulit menembus jaringan.
KLASIFIKASI BENANG BEDAH

1. Absorbable/ Non-Absorbable
2. Natural/ Syntetic
3. Braided/ Monofilament
Absorbable/ Non-Absorbable

Benang Absorbable jenis benang yang dpt


dicerna oleh enzim di dalam tubuh/ dipecah melalui
proses hidrolisa di dalam tubuh dan diserap oleh
jaringan.
Benang Non-Absorbable tetap tinggal di dalam
tubuh dan akan dibungkus oleh jaringan fibrosa bila
tdk diangkat.
Natural/ Syntetic

Natural benang bedah alami dibuat dari bahan yg


dapat ditemukan di alam: Gut (usus) sapi atau
kambing, silk (sutra.
Syntetic diciptakan karena ada beberapa
kekurangan yg dimiliki oleh benang bedah alami,
khususnya reaksi jaringan dan absorption rate yg
tidak dpt diprediksi.
Braided/ Monofilament

Braided multifilament dibuat dari beberapa helai


benang yang dipilin/ dikepang bersama-sama. Hal ini
menyebabkan meningkatnya kekuatan taris benang dan
fleksibilitas yg lbh baik.

Monofilament benang monofilament dibuat dari 1 helai


bahan yg memungkinkan benang tsb:
- memberikan trauma minimal thd jaringan
- mencegah berkembang biaknya bakteri yg dpt
menyebabkan infeksi pada jahitan
SPESIFIKASI BENANG BEDAH

1. Steril
2. Mudah digunakan
3. Reaksi jaringan yang minimal
4. Kekuatan memegang jaringan hingga luka sembuh
scr optimal
5. Simpul yang aman
6. Lentur
7. Ukuran yg sesuai
JENIS BENANG BEDAH

1. Plain Cat Gut


Diserap tubuh dalam waktu 7-10 hari
Warna : putih dan kekuningan
Kegunaan :
- mengikat sumber perdarahan kecil
- menjahit subkutis
- menjahit kulit terutama daerah
longgar (perut, wajah) yang tak
banyak bergerak dan luas lukanya kecil.
Plain catgut harus disimpul paling sedikit 3 kali, karena
dalam tubuh akan mengembang.
Cont
2. Chromic CatGut
Berbeda dengan plain catgut, sebelum dipintal
ditambahkan krom, shg menjadi lebih keras dan
diserap lebih lama 20-40 hari.
Warna : coklat dan kebiruan
Kegunaan :
- penjahitan luka yang dianggap
belum merapat dalam waktu
10 hari
- bila mobilisasi harus segera
dilakukan.
Cont
3. Vicryl
Benang sintetis kemasan atraumatis.
Diserap tubuh tidak menimbulkan reaksi jaringan.
Dalam subkuitis bertahan 3 minggu, dalam otot
bertahan 3 bulan
Warna : ungu
Penggunaan :
- bedah mata
- ortopedi, urologi
- bedah plastic
Cont

4. Silk (sutera)
Bersifat tidak licin seperti sutera biasa karena sudah
dikombinasi dengan perekat, tidak diserap tubuh.
Warna : hitam dan putih
Kegunaan :
- menjahit kulit
- mengikat pembuluh arteri
(arteri besar)
PRINSIP PENJAHITAN LUKA

1. Penyembuhan akan terjadi lebih cepat bila tepi-


tepi kulit dirapatkan satu sama lain
2. Tegangan dari tepitepi kulit harus seminimal
mungkin atau kalau mungkin tidak ada sama
sekali.
3. Semua area luka harus ditutup sebersih mungkin
dan tertutup seluruhnya.
4. Perlu diperhatikan pertimbangan estetis
Cont

5. Jahitan halus tetapi banyak yang dijahit pada


jarak yang sama lebih disukai daripada jahitan
yang lebih besar dan berjauhan.
6. Setiap jahitan dibiarkan pada tempatnya hanya
selama diperlukan. Oleh karena itu jahitan pada
wajah harus dilepas secepat mungkin (48 jam - 5
hari), sedangkan jahitan pada dinding abdomen
dan kaki harus dibiarkan selama 10 hari atau
lebih.
PENGANGKATAN JAHITAN

Muka / leher hr 5
Perut hr 7 10
Telapak tangan hr 10
Jari tangan hr 10
Tungkai atas hr 10
Tungkai bawah hr 10-14
Dada hr 7
Punggung hr 10-14
KOMPLIKASI

Overlapping
tjd sebagai akibat tidak dilakukan adaptasi
luka sehingga luka menjadi tumpang tindih dan luka
mengalami penyembuhan yg lambat dan apabila
sembuh hasilnya akan buruk
Nekrosis
jahitan yg terlalu tegang dapat menyebabkan
avaskularisasi shg menyebabkan kematian jaringan
Cont

Infeksi
tjd karena teknik penjahitan yg tidak steril , luka
yg telah terkontaminasi dan adanya benda asing yg
masih tertinggal
Perdarahan
terapi antikoagulan atau pada pasien dg
hipertensi
Cont
Hematoma
tjd pada pasien dg pembuluh darah terpotong
dan tidak dilakukan ligasi/pengikatan shg perdarahan
trs berlangsung dan menyebabkan bengkak
Dead Space (Ruang/rongga mati)
adanya rongga pada luka yg terjadi karena
penjahitan yg tidak lapis demi lapis
Cont

Sinus
bila luka infeksi sembuh dg meninggalkan saluran
sinus, biasanya ada jahitan multifilamen yaitu
benang pd dasar sinus yg bertindak sbg benda asing
Dehisensi
luka yg membuka sebelum waktunya disebabkan
karena jahitan yg terlalu kuat atau penggunaan
bahan benang yg terlalu buruk
Abses
infeksi hebat yg telah menghasilkan produk
pus/nanah