Anda di halaman 1dari 20

KELOMPOK 13

1. Lodewik Kalabori (2014-30-135)


2. Abeci rommer (2014-30-157)
3. Melissa G. Matrutty (2014-30-111)
4. Elvi Marisa E. Van Cappele (2014-30-128)
5. Resty Yustia siauta (2014-30-061)
6. Ryan Rasyid (2014-30-059)
7. Andre Loiluro (2014-30-
ASPEK KEPERILAKUAN PADA
PERSYARATAN PELAPORAN
Tujuan Pembelajran

1. Syarat-Syarat
2. Persyaratan Pelaporan
Pelaporan
Mempengaruhi Perilaku

4. Penilaian Dampak Terhadap 3. Dampak Dari Persyaratan


Pengiriman Informasi Pelaporan
1. SYARAT PELAPORAN
Dunia saat ini penuh dengan persayaratan untuk
melaporkan informasi kepada orang lain tentang siapa atau
apakah kita ini, bagaiman kita menjalankan hidup kita,
bagaimana kita mengerjakan pekerjaan kita, bagaimana
keadaan dari orang dan benda untuk mana kita
bertanggungjawab. Hal-hal ini pada umumnya disebut
sebagai persayaratan pelaporan, meskipun beberapa
diantaranya mungkin tidak dapat dipaksakan. Kebanyakan
riset akuntansi keperilakuan mengenai dampak informasi
telah memfokuskan pada bagaimana penerima menggunakan
informasi yang dilaporkan guna membuat penilaian dan/atau
keputusan. Informasi yang dilaporkan adalah bagian yang
penting dari proses pengelolaan dan pengendalian organisasi.
2. BAGAIMANA PERSYARATAN PELAPORAN
MEMPENGARUHI PERILAKU

Persayaratan pelaporan mempengaruhi perilaku


pelapor bukanlah sesuatu yang baru ataupun unik
bagi manajemen dan akuntansi. Manajer dan badan
regulasi menggunakan persyaratan pelaporan baik
untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan
dalam mengevaluasi perilaku dan kinerja. Suatu
mekanisme untuk memastikan integritas informasi
yang dilaporkan adalah bagian yang paling penting
dari desain atas persyaratan pelaporan manapun.
2.1 ANTISIPASI PENGGUNAAN

Ketika persyaratan pelaporan dikenakan umum bagi si pengirim berpikiruntuk


bertanya :

Mengapa mereka memerlukan informasi ini


Bagaimana mereka akan menggunakannya
Apakah si penerima akan mengambil suatu tindakan yang berkaitandengan pengirim
Selanjutnya si penerima menggunakan informasi yang dilaporkan
sebagaisuatu dasar untuk evaluasi kinerja dan penilaian lainnya, pertimbangan
sipengirim mengenai penggunaan yang mungkin sangat mendasar.
Pengirim menggunakan persyaratan pelaporan itu bersama-sama
denganinformasi lainnya untuk mengantisipasi bagaimana penerima
akan beraksi terhadap informasi yang dilaporkan karena orang pada umumnya
bereaksi dengan cara-cara yang mereka yakin akan mengarah pada hasil yang mereka
inginkan, pengirim informasi tersebut mencoba untuk menyimpulkan bagaimana
penerima informasi akan menggunakan dan bereaksi terhadap informasi yang
disediakan
2.2. PREDIKSI SI PENGIRIM MENGENAI
PENGGUNAAN SI PEMAKAI

Penerima menyatakan secara jelas bagaimana mereka


menginginkan sipengirim untuk berperilaku. Jika pengirim
bertanggung jawab terhadap penerima, maka si pengirim ingin
berperilaku dalam cara yang akan menyenangkan si penerima. Apa
yang diharuskan dilaporkan oleh si pengirim adalah suatu tanda
bagi pengirim, sebelum tindakan diambil, mengenai tindakan dan
hasil yang penting bagi si penerima.
Dalam kasus ini pelapor memiliki pekerjaan yang sulit untuk
menebak kapan dan bagaimana informasi tersebut akan digunakan.
Mereka kemungkinan besar akan berdasarkan prediksi
mereka pada bagaimana informasi yang dilaporkan digunakan
dalam situasi yang serupa dalam pengalaman mereka,
atau bagimana mereka akan menggunakan jika mereka ada pada
posisi si peminta informasi, bersama sama dengan informasi apapun
yang tersedia mengenai bagaimana laporan ini akan digunakan.
2.3. INSENTIF ATAU SANKSI
Kekuatan dan sifat dari kekuasaan penerima
terhadap pengirim adalah penentu yang penting
mengenai seberapa besar kemungkinan bahwa
sipengirim akan mengubah perilakunya. Semakin
besar potensi yang ada bagi si penerima untuk
memberikan penghargaan atau sanksi
kepada pengirim, semakin hati-hati pengirim akan
bertindak dalam memastikan bahwa informasi yang
dilaporkan dapat diterima oleh penerima
2.4. PENENTUAN WAKTU
Waktu adalah faktor penting dalam menentukan apakah
persyaratan pelaporan akan menyebabkan perubahan dalam
perilaku pengirim atau tidak. Agar persyaratan pelaporan
dapat menyebabkan pengirim mengubah perilakunya, ia
harus mengetahui persyaratan pelaporan tersebut sebelum
ia bertindak, maka tidak ada peluang untuk mengubah
perilaku masa lalu. Kebanyakan persyaratan pelaporan
bersifat repetitif dalam konteks manajemen, sehingga jika
persyaratan pelaporan yang pertama dikenakan setelah
perilaku yang dilaporkan terjadi, pelapor akan mengetahui di
depan bahwa laporan berikutnya harus dibuat.
2.5. STRATEGI RESPONS ITERATIF
Ketika suatu persyaratan pelaporan baru dikenakan, starategi yang
paling murah adalah untuk terus berperilaku seperti biasa, melaporkan
sejujurnya perilaku tersebut, dan menunggu respons dari penerima. Jika tidak
ada respons, maka strategi tersebut dapat diteruskan. Umpan balik negatif dari
penerima yang mengindikasikan bahwa perilaku yang dilaporkan
tidak diinginkan, memperbaiki estimasi pengirim mengenai perilaku apa yang
diinginkan oleh penerima dan bagaimana ia akan merespons.
Kemungkinan pelapor mengubah perilakunya dalam menanggapi
persyaratan pelaporan saja bergantung paling tidak sebagian pada :

Seberapa jelas apa yang diinginkan oleh penerima untuk terjadi,


Seberapa jelas untuk apa informasi yang dilaporkan tersebut
akan digunakanoleh penerima
Penghargaan atau sanksi apa yang dapat diberiakan oleh penerima
kepada pengirim
Penghargaan atau sanksi manakah yang mungkin digunakan oleh penerima
Seberapa besar perubahan dalam perilaku pada suatu
dimensi dapatmemengaruhi kinerja pada dimensi-dimensi penting lainnya.
2.6. PENGARAH PERHATIAN
Suatu persyaratan pelaporan dapat menyebabkan pengirim
mengubah perilakunya, bahkan jika ia tidak mengharapkan penerima
bereaksi terhadap informasi yang dilaporkan. Hal itu mungkin karena
informasi memiliki suatu cara untuk mengarahkan perhatian pada
bidang-bidang yang berkaitan dengannya yang dapat mengarah pada
perubahan perilaku. Meskipun dampak mengarahkan perhatian
mungkin kurang ampuh dan kurang rentan terhadap prediksi
dibandingkan dengan dampak antisipasi, dampak tersebut
dapat memengaruhi perilaku dalam beberapa situasi.
Dampak tersebut akan terjadi dalam situasi dimana terdapat
cukup banyak kelonggaran dalam sistem yang memungkinkan
pengirim untuk mengubah perilakunya tanpa dampak negatif
terhadap aspek-aspek lain dari kinerja. Hal ini umumnya lebih
rendah dibanding dengan dampak antisipasi.
DAMPAK DARI PERSYARATAN PELAPORAN

Dampak pelaporan dapat mempengaruhi perilaku di


semua bidang akuntansi: keuangan , perpajakan,
manajerial dan sosial. Kompleksitas dari lingkungan
akuntansi adalah penghalang terhadap penilai
dampak dari persyaratan pealaporan. Berikut
penjabarannya:
1. Bidang Akuntansi Keuangan

Badan-badan yang berwenang dalam akuntansi keuangan di


Amerika Serikat, termasuk Securities Exchange
Commission (SEC), Financial Accounting Standards Board(FASB),
dan Financial Executive Research Foundation(FERF), telah
mengakui dampak potensial yang dimiliki oleh persyaratan
pelaporan terhadap perilaku korporat. FASB dan FERF baru-baru ini
mulai mendorong dan mendukung investigasi mengenai dampak
semacam itu dan mempertimbangkannya secara eksplisit dalam
proses penetapan standar.

Terdapat beberapa prinsip akuntansi yag diterapkan setelah


diperdebatkan terlebih dahulu mengenai dampak mengenai yang
ditimbulkannya. Beberapa hal yang kontraversial dari pernyataan
standar akuntansi tersebut merupakan contoh mengenai bagaimana
prinsip akuntansi mempengaruhi perilaku.
Contoh-contoh tersebut meliputi: Bagaimana perlakuan
atas kerugian akibat melemahnya mata uang rupiah terhadap
dolar? dan bagaimana perlakuan atas kelebihan nilai
pembayaran kontrak utang dalam mata uang
asing?. Setelah mengalami proses perdebatan dari berbagai
kelompok (pemerintah, praktisi bisnis, akademisi) melahirkan
ISAK (Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan) No. 4 yang
menginterpretasikan PSAK (Peryataan Standar Akuntansi
Keuangan) No. 10 mengenai transaksi dalam mata uang
asing. Dalam interpretasi tersebut dinyatakan bahwa kerugian
yang ditimbulkan oleh tigkat inflasi yang luar biasa (di atas
133%) dan melibatkan transaksi operasi dalam mata uang
dolar dapat dikapitalisasi oleh organisasi/perusahaan.
Prinsip akuntansi yang kontraversial lainnya termasuk
perlakuan atas biaya penelitian dan pengembangan, serta
persyaratan pelaporan akuntansi atas inflasi yang
mengharuskan dibuatnya penyesuaian dalam laporan
keuangan. Demikian pula halnya dengan akuntansi untuk
minyak dan gas bumi.
2. Bidang Akuntansi Perpajakan
Meski relatif belum dieksplorasi, akuntansi perpajakan
sangat sensitif terhadap persyaratan pelaporan, bahkan
segelintir orang meyakini pelanggaran hak konstitusional
dalam pandangan bahwa persyaratan pelaporan pajak
rumit dan sulit bagi pembayar pajak pada umumnya.
Persyaratan pelaporan pun dikenakan pada karyawan
demi terciptanya kepatuhan pembayar pajak terhadap
hukum mengenai perpajakan. Jarang pembayar pajak
yang mencoba menghindar dari pajak karena informasi
pajaknya akan dilaporkan oleh orang lain kepada kantor
pajak. Selain itu, peluang untuk berbuat curang pun
sangat kecil karena adanya sanksi dari kantor perpajakan
atas segala kecurangan.
3. Bidang Akuntansi Sosial

Hanya sedikit saja yang diketahui mengenai dampak dari akuntansi


sosial terhadap pengirim informasi. Masih terdapat relatif sedikit
akuntansi sosial bagi publik, dan kebanyakan riset mengenai hal itu
berkaitan dengan dampak terhadap penerima dari informasi yang
dilaporkan.
Karena akuntansi sosial eksternal masih bersifat sukarela, maka tidak
terdapat dampak apa pun terhadap persyaratan pelaporan, meskipun
masih terdapat dampak terhadap pelaporan secara sukarela. Karena
akuntansi sosial merupakan bidang perhatian yang relatif baru dan
sering kali mengalami konflik dengan kriteria kinerja yang sudah
lebih mapan, maka terutama sangat penting untuk menggabungkan
persyaratan pelaporan dengan pedoman keperilakuan dan sanksi untuk
ketidakpatuhan yang sangat eksplisit. Polusi dan keamanan produk
adalah bidang sensitive lainnya dari akuntansi sosial.
4. Bidang Akuntansi Manajemen
Manajemen suatu organisasi dapat memberlakukan
persyaratan pelaporan internal sesuai keinginannya. Pos-
pos yang dilaporkan diantaranya bersifat keuangan,
operasional, sosial, atau suatu kombinasi. Data atau
informasi akuntansi manajemen jarang dipublikasikan
pada pihak ekstern organisasi. Sulit pula untuk
digeneralisasi karena perbedaan dan keunikan sistem dari
masing-masing organisasi.
Menurut hasil riset bahwa kadang kala persyaratan
pelaporan menghasilkan dampak yang dapat diamati
terhadap perilaku pelapor dan kadang kala tidak.
Keanekaragaman faktor-faktor yang dipertimbangkan
menjadikannya sulit untuk memprediksi kapan dan apa
dampak yang akan terjadi karenanya
PENILAIAN DAMPAK TERHADAP PENGIRIM
INFORMASI
Salah satu metode penilaian dampak dari persyaratan
pelaporan ialah melalui pengambilan keputusan deduktif
yang melibatkan penalaran logis mengenai interaksi
persyaratan pelaporan dengan motivator lainnya guna
membentuk perilaku manajer. Sebaiknya metode ini
digunakan sebelum pemberlakuan persyaratan pelaporan.
Adapun metode kedua, yaitu melakukan survei yang
berisi pertanyaan-pertanyaan yang telah diprediksi
jawabannya kepada pelapor mengenai perilakunya.
Metode ketiga ialah mengamati perilaku pelapor apabila
dengan dan tanpa menggunakan persyaratan pelaporan.
Masalah dalam kondisi alamiah ialah banyak hal-hal lain
yang mengalami perubahan bersama dengan persyaratan
pelaporan. Hal ini yang menyulitkan untuk menentukan
penyebab perilaku pelapor yang sedang diamati. Ketika
post hoc analysis atas data sekunder digunakan, maka
ukuran-ukuran perilaku yang diminati kemungkinan tidak
akan tersedia.
Meskipun terdapat kesulitan kesulitan tersebut, penting
untuk mencoba menentukan bagaimana persyaratan
pelaporan telah mempengaruhi perilaku pelapor dalam
cara yang menguntungkan dan dapat diprediksi ataupun
sebaliknya. Sebagaimana dengan kebanyakan tugas
evaluasi kinerja, kombinasi dari beberapa metode
penilaian kemungkinan besar akan memberikan hasil yang
paling andal.