Anda di halaman 1dari 8

Skandal kasus yang terkait

dengan layanan trasportasi atau


yang terkenel dengan nama uber
yang berbasis di san fransico
Uber yang di duga melanggar UUD sebagaimana
dilaporkan bloomberg yang dikutip kompas.com
dari BBC Indonesia yang menyatakan bahwa
departemen kehakiman AS menyoroti
pembayaran yang tak lasim yang dilakukan oleh
uber.
Hal ini terlihat dari adanya transaksi yang muncul
dalam laporan pengeluaran yang mengungkap
seorang karyawan uber kemudian beberapa kali
mengirim uang kepada polisi agar uber dapat
terus beroperasi pada kantor tesebut. Yang
dikutip dari media asing blooberg
Uber langsung memecat karyawan tersebut.
Allan jiang selaku bisnis uber di Indonesia
yang menyetujui laporan pengeluaran itu, cuti,
dan kemudia mengundurkan diri dari uber.
Kantor berita treuters mengatakan bahwa
laporan yang dibuat bloomberg benar adanya.
Terhadap kasus uber ini tidak hanya terbatas
di Indonesia saja, tetapi di lintas negara
(malaysia,korsel,cina,thailand, india) yang
diduga juga mendapat uang pelicin dari uber
Kasus suap atau pungutan liar perusahaan uber
merupakan kasus yang masuk dalam isue
internasional. Untuk itu dapat terkait dengan
banyaknya pihak yang terkait diantaranya pihak
kepolisisan dalam negeri dan pihak kepolisian
luar negeri serta departemen kehakiman AS.
Sehingga Presiden Joko Widodo sangat agresif
untuk memberantan pungli (pungutan liar)
dengan membentuk team pemberantas pungli di
sejumlah instansi. Setelah terendus oleh
departemen hukum AS Uber akhirnya mengakui
kejadian yang terjadi di Indonesia itu
Adapun acuan teori yang mendasari kasus
tersebut, yakni UUD nimor 11 tahun 1980
mendefinisikan suap sebagai tindakan memebri
atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang
dengan maksud untuk membujuk supaya orang
itu berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu
dalam tugasnya, yang berlawanan dengan
kewenangan atau kewajibannya yang
menyangkut kepentingan umum, juga menerima
sesuatu atau janji yang berlawanan dengan
kewenangan atau kewajiban yang menyangkt
kepentingan umum
Ada empat zona titik rawan korupsi di
kepolisian yakni (1) "zona pelayanan" dalam
urusan pemberian izin, registrasi, verifikasi
dan sebagainya, (2) korupsi di zona
kewenangan, khususnya dalam tugas selaku
penegak hukum, (3) Korupsi fiskal atau
anggaran, dalam pos belanja barang, (4)
korupsi di manajemen personalia, khususnya
saat rekruitmen, promosi, mutasi bahkan
diklat untuk jabatan yang strategis. (Kastorius
Sinaga, 2006).
Pelanggaran terhadap UUD yang
berlaku
Pelanggaran terhadap UU larangan penyuapan yang
dipakai FCPA (Foreign Corrupt Practices Act) ada dua hal
yakni
1. Peraturan anti penyuapan :
melarang pembayaran, pemberian uang, atau apapun
yang bernilai kepada pegawai atau pejabat asing untuk
mendapatkan atau menjaga kelangsungan bisnis
2. Peraturan Accounting :
Perusahaan yang terdaftar di SEC securities Exchange
Commission semacam BEI atau Bursa Efek Indonesia
harus mempunyai sistem kontrol dan pencatatn yang
benar atas akuntansinya