Anda di halaman 1dari 1

BAB 10 - LO - 2

Begitu kita menentukan apakah arus keluar adalah biaya bagi perusahaan, langkah
selanjutnya adalah memutuskan kapan harus dikenali. Kerangka kerja tersebut
menetapkan dua kriteria untuk pengakuan biaya pada paragraf 83:

Item yang memenuhi definisi elemen harus dikenali jika:

- Mungkin saja manfaat ekonomi masa depan yang terkait dengan barang tersebut
akan mengalir ke atau dari entitas; dan

- Item tersebut memiliki biaya atau nilai yang dapat diukur dengan reliabilitas.

Untuk biaya yang harus diakui dalam laporan keuangan, harus memenuhi kedua
kriteria pengakuan tersebut. Pertama, harus 'mungkin' bahwa arus keluar manfaat
ekonomi masa depan telah terjadi. Kerangka kerja tersebut menyatakan bahwa
konsep probabilitas sesuai dengan ketidakpastian karakteristik lingkungan dimana
entitas beroperasi. Penilaian tingkat ketidakpastian yang melekat pada arus
manfaat ekonomi masa depan harus dilakukan berdasarkan bukti yang tersedia
pada saat laporan keuangan disusun (paragraf 85)

Jika kriteria probabilitas ditafsirkan kurang lebih 50 persen, penerapannya bisa


bertentangan dengan karakteristik kualitatif kehati-hatian (kerangka kerja, paragraf
37). kehati-hatian adalah dimasukkannya tingkat kehati-hatian dalam pelaksanaan
penilaian yang diperlukan dalam membuat perkiraan yang diperlukan dalam
kondisi ketidakpastian, sehingga aset atau pendapatan tidak dilebih-lebihkan dan
kewajiban atau biaya tidak dikurangi. Ingatlah bahwa karakteristik kualitatif lain,
netralitas, memerlukan informasi Dalam laporan keuangan menjadi bentuk bebas
bias (Pasal 36). Dengan demikian mempersiapkan idealnya, harus berhati-hati
dalam penilaian dan estimasi mereka, namun tidak menciptakan bias dalam
informasi yang dilaporkan. Misalnya, berlebihnya biaya yang mencerminkan
kehati-hatian yang berlebihan dan kurangnya netralitas tidak akan dapat diterima
karena informasinya tidak dapat diandalkan.

Kriteria kedua mensyaratkan bahwa biaya dapat diukur dengan reliabilitas. untuk
kasus di mana perkiraan diperlukan (misalnya biaya penyusutan, penyisihan
piutang) namun bukti untuk mendukung keabsahan taksiran akan diperlukan.

Kerangka kerja yang ditunjukkan dari pada suatu biaya harus diakui dalam laporan
laba rugi ketika penurunan manfaat ekonomi masa depan yang terkait dengan
penurunan aset atau kenaikan kewajiban telah timbul dan dapat diukur dengan
andal (Pasal 94). Ini berarti, pada dasarnya, pengakuan biaya terjadi bersamaan
dengan pengakuan kenaikan kewajiban atau penurunan aset. Misalnya, perubahan
nilai kewajiban untuk imbalan kerja menimbulkan kenaikan atau kerugian untuk
dimasukkan dalam pendapatan. Dari sudut pandang standar setter, biaya atau
kerugian timbul setelah perubahan nilai aset atau kewajiban. Dalam prakteknya,
menentukan kapan mengenali biaya atau kerugian bisa menjadi bahan perdebatan.