Anda di halaman 1dari 11

Manajemen Aksi

By : Jainul Rahmat Aripin,SE.


Manajemen aksi adalah suatu cara yang digunakan
untuk mengatur suatu aksi massa agar tetap
terkoordinir dan sesuai dengan rencana dan target
awal.

Beberapa macam aksi antara lain :


Aksi simpatik,
Aksi damai,
Aksi solidaritas.
Berdasarkan sifatnya aksi dibedakan :
- Aksi Sporadis, Yaitu aksi yang tidak di
dahului dengan suatu konsep serta
perencanaan yang matang
- Aksi Terencana, yaitu suatu aksi yang
mempunyai target berjangka, konsep,
perencanaan yang jelas dan matang.
Tahap-tahap Aksi Meliputi :
PERENCANAAN AKSI
Pengalihan issu yang akan diangkat. Contoh : Issu politik, Issu Ekonomi,
Issu Kemanusiaan, dll
Pembahasan issu yang diangkat yang meliputi : (1) Isuu Sentral/ Grand Issu
(Issu yang langsung muncul dari suatu fenomena), (2) Issu Turunan (Issu yang
merupakan biasan, tarikan Dari Issu sentral)
Penentuan target aksi. Target aksi meliputi : (*) Target Maksimal -> Tujuan
yang hendak di capai (Turunnya Soeharto oleh Gerakan Reformasi 1998), (*)
Target Minimal : Opini Publik, Solidaritas
Perangkat Aksi Meliputi :

 Orator : fungsinya oras di depan


 Koordinator lapangan : Bertanggung jawab terhadap aksi dilapangan
 Massa : Fungsinya sebagai unsur anggota aksi
Propaganda : pemahan isue kepada massa aksi dan masyarakat
Agigator : penyemangat / yel yel
Aster : asisten teritori
Mediator : tim presleles dan media massa
Negosiator : loby dengan eksternal
Perlengkapan : bendera
Konsumsi : konsumsi massa
PELAKSANAAN AKSI

Dalam tahapan inilah peran, fungsi dari perangkat aksi


diaplikasikan sesuai dengan tugas masing-masing,
komunikasi serta koordinasi antar perangkat aksi tidak
boleh terputus karena perubahan situasi di lapangan
sangatlah cepat, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan
dalam suatu aksi dapat dihindari, misalnya : Provokasi,
Infiltran, Represif aparat, Chaos.
EVALUASI
mengetahui kesolidan massa aksi
mengukur tingkat keberhasilan aksi (target)
mengetahui kelemahan, kesalahan aksi

PENGAWALAN ISSU
Tahap ini merupakan pasca aksi dan dijalankan untuk aksi yang
mengusung issu yang bersifat jangka panjang, dengan tujuan
agar issu yang diangkat selalu ada kolerasi, terkawal dan
konsisten, sehingga target-target berjangka dapat terpenuhi.
TEKNIK ORASI

Sebelum melakukan orasi, terlebih dahulu mempelajari Psikologi massa dan Type massa.
Mengobarkan semangat massa dengan memekikkan jargon-jargon, yel-yel secara berapi-
api.
Orator harus menunjukkan performance yang agresif (kharisma)
Seorang orator harus menguasai materi (issu) yang hendak/sedang diangkat.
Menggunakan bahasa yang jelas (sesuai dengan tipe massa) lantang dan doktriner melalui
retorika-retorika yang dapat menghagemoni massa.
Menarik simpati massa melalui ekspresi wajah.
ATURAN HUKUM

UU. NO. 9 TAHUN 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan


pendapat di muka umum.
Beberapa hal; penting dalam undang-undang ini :
1. Penyampaian pendapat dimuka umum tidak boleh dilaksanakan
ditempat tertentu, antara lain Istana Presiden (Radius 100m), tempat
ibadah (Radius 150 m), Instalasi militer dan obyek vital nasional (Radius
500 m) dari pagar luar.
2. Dilarang membawa benda-benda yang membahayakan keselamatan
umum (Sajam, Molotov, dll)
3. Menyampaikan laporan atau pemberitahuan tertulis kepada pihak
kepolisian setempat selambat-lambatnya 3x24 jam sebelum aksi
dilakukan, apabila ini tidak dilakukan, aksi dapat dibubarkan.
4. Surat pemberitahuan memuat tentang tujuan dan maksud aksi, waktu
dan acara, rute, jumlah massa, penanggung jawab aksi dimana dalam
UU ini 100 massa 1 orang penanggung jawab.
. kalau pemuda sudah berumur
21, 22
sama sekali tidak berjuang, tak
bercita-cita,
tak bergiat untuk tanah air dan
bangsa...
pemuda yang begini
baiknya digunduli saja
kepalanya...
(pesan Bung Karno)