Anda di halaman 1dari 124

Zainal Abidin, M.Farm., Apt.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 51 TAHUN 2009
TENTANG
PEKERJAAN KEFARMASIAN

Pekerjaan Kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu


Sediaan Farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi
atau penyaluranan obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep
dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat
dan obat tradisional.
Pelayanan obat atas resep dokter Compounding dan Dispensing

Tenaga Kefarmasian adalah tenaga yang melakukan Pekerjaan


Kefarmasian, yang terdiri atas Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian.

Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan
telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker.

Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga yang membantu Apoteker


dalam menjalani Pekerjaan Kefarmasian, yang terdiri atas Sarjana Farmasi,
Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi, dan Tenaga Menengah
Farmasi/Asisten Apoteker.
Coumpounding

Penyiapan (preparation), pencampuran (mixing), pemasangan (asembling),


pembungkusan (packaging), dan pemberian label (labelling) dari obat atau alat
sesuai dengan resep dokter yang berlisensi atas inisiatip yang didasarkan atas
hubungan dokter/pasien/ farmasis/compounder dalam praktek profesional (USP,
2004)

Kegiatan menyiapkan, menimbang, mencampur, mengemas dan memberikan etiket


pada wadah. Dalam melaksanakan peracikan obat harus dibuat suatu prosedur
tetap dengan memperhatikan dosis, jenis dan jumlah obat serta penulisan etiket
yang benar (Kepmenkes 2004).
Pelayanan Resep
 Resep
adalah permintaan tertulis seorang dokter, dokter gigi atau dokter
hewan yang diberi ijin berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku kepada apoteker pengelola apotek untuk menyediakan
dan menyerahkan obat-obatan bagi penderita
(SK.Men.Kes.No.922/Men.Kes/Per/X/1993)

Pelayanan Resep
1. Persiapan (Skrining resep)
persyaratan administratif, Kesesuaian farmasetik, Pertimbangan klinis
2. Peracikan obat.
Penimbangan, pencampuran, Penulisan Etiket, Pengemasan.
3. Penyerahan Obat.
Informasi Obat, Konseling
4. Monitoring Penggunaan Obat.

1 dan 2 Compounding, 3 dan 4 Dispensing


Persiapan Menimbang Mencampur

Memberikan
Mengemas etiket/label
pada wadah.

Pemeriksaan
Penandaan Pembersihan
Akhir
LEVELS OF COMPOUNDING
(USP 2004)
Level 1 Nonsteril (topikal)
Mencampur satu atau dua krim atau Mencampur krim dengan
alkohol, air, dll. (sesuai dengan instruksi label pabrik).
Level 2 Nonsteril (topikal)
Pembuatan krim, salep topikal nonsterl, Pembuatan dengan
tidak ada batasan dosis (jumlah banyak).
Level 3. Nonsteril (reconstituting atau flavoring)
Rekonstitusi berdasarkan instruksi label pabrik
Penambahan penambah citra rasa (flavoring).
Level 4 Steril (injeksi sederhana, misalnya, rekonstitusi untuk
pemakaian yang segera)
Pembuatan injeksi untuk pemakaian yang segera
Level 5 Nonsteril (bentuk sediaan)
Pembuatan bentuk sediaan padat (tablet, kapsul)
Pembuatan bentuk sediaan cair (emulsi, larutan, suspensi, dll)
Pembuatan supositoria, lozengs (tablet hisap)
Level 6 Steril (optalmik/otik)
Pembuatan larutan optalmik dan suspensi otik
Level 7 Steril (injeksi kompleks)
Pembuatan injeksi untuk banyak pasien
Pembuatan injeksi tidak untuk pemberian yang segera
Pembuatan total parenteral nutritions (TPNs)
Pembuatan injeksi multikomponen
Level 8 Injeksi steril yang lain dan sediaan tempel (patch)
Pembuatan injeksi kemoterapeutik atau implan
Pembuatan trandermal medication
Level 9 Steril (radiopharmaceuticals)
Pembuatan radiopharmaceuticals
CATEGORIES OF COMPOUNDING
(USP 2006)

Kategori 1 Nonsteril - Simpel


Biasanya, mencampur dua atau lebih produk komersial
Kategori 2 Nonsteril – kompleks
Biasanya, compounding dengan jumlah banyak obat atau
bila dibutuhkan perhitungan
Kategori 3 Steril – Risk level I
(Lihat Low Risk Level dalam USP general chapter (797)
Kategori 4 Steril – Risl level II
(Lihat Medium – Risk Level dalam USP general chapter (797)
Kategori 5 Steril – Risk Level III
Lihat High – Risk Level dalam USP general Chapter (797)
Kategori 6 Radiopharmaceuticals (Radiofarmaseutik
Pembuatan radiofarmaseutik
Kategori 7 Veterinary (Kedokteran Hewan)
Pembuatan veterinary pharmaceuticals (farmaseutik
kedokteran hewan)
RESPONSIBILITIES OF THE COMPOUNDER
(TANGGUNG JAWAB PERACIK)

a. Compounder (peracik) yang diperkerjakan dalam peracikan obat atau


peracikan makanan (nutriceutical) harus ahli dalam peracikan dan harus
terus mengembangkan ilmunya dengan mengikuti seminar dan/atau
mempelajari literatur yang cocok.
b. Seorang compounder harus tidak asing secara detail dengan semua
Pharmaceutical Compounding – Nonsterile Preparations (795),
Pharmaceutical Compounding – Sterile Preparations (797).
Sebagai tambahan, compounder harus bertanggung jawab untuk berikut :
- Mengesahkan semua pesanan resep;
- Menyetujui atau menolak semua komponen, pengemas produk
obat, penutup, material dalam proses, dan pelabelan;
- Membuat dan mengkaji ulang semua catatan compounding untuk
menjamin bahwa tidak terjadi kesalahan dalam proses compounding;
- Menjamin pemeliharaan yang cocok, kebersihan, dan pemakaian
semua peralatan yang dipakai dalam praktek peracikan obat;
- Menjamin bahwa hanya personil yang diberi wewenang oleh
supervisor compounding akan dekat daerah operasi peracikan obat;
- Menjamin bahwa produk obat dan komponen produk obat adalah
tidak termasuk daftar produk obat yang telah ditarik dari peredaran
untuk alasan kesehatan masyarakat;
c. Compounder harus menjamin bahwa personil yang diperkerjakan dalam
peracikan memakai pakaian yang bersih sesuai dengan tipe sepatu atau
item lain yang diperlukan untuk melindungi personil dari kena bahan
kimia dan mencegah kontaminasi obat.
d. Compounder harus melaksanakan prosedur untuk mencegah
kontaminasi silang bila meracik dengan obat (misalnya penisilin) yang
membutuhkan perhatian khusus untuk mencegah kontaminasi silang.
Personil
Tugas
Pakaian kerja
Kualifikasi
Mempunyai pendidikan , pelatihan,
kecakapan yang diperlukan dalam melakukan
compounding
Menilai ketepatan resep tentang keamanan,
tujuan pengobatan dan dosis untuk pasien
(skrining R/)
Menghitung jumlah bahan yang dibutuhkan
Menyiapkan tempat dan peralatan yang akan
digunakan dalam keadaan siap pakai dan
bersih
1.Melakukan pemeriksaan kelengkapan
dan keabsahan resep
nama,
nama
tanda alamat,
dokter, tanggal
tangan atau umur, jenis
nomor ijin penulisan
paraf dokter kelamin dan
praktek, resep,
serta berat badan
alamat
pasien
Resep yang asli harus ada
 Inscriptio : Nama, No.SIP, Alamat, Tempat/tgl
R/
 Invocation : tanda R/
 Praescriptio : Nama obat, Bentuk Sediaan Obat,
Dosis
 Signatura : Pro, Signa
 Subcriptio : Tanda tangan/Paraf dokter.
• bentuk sediaan
• dosis
2.Melakukan
• frekuensi
pemeriksaan
• kekuatan
kesesuaian • stabilitas
farmasetik • inkompatibilitas
• cara dan lama pemberian obat
3.Mengkaji aspek klinis yaitu :
Membuatkan
kesesuaian
kartu
adanya alergi, (dosis, durasi,
pengobatan
efek samping, jumlah obat dan
pasien
interaksi kondisi khusus
(medication
lainnya).
record).
4. Jika ada keraguan terhadap resep
hendaknya dikonsultasikan kepada dokter
penulis resep dengan memberikan
pertimbangan dan alternatif seperlunya,
bila perlu menggunakan persetujuan
setelah pemberitahuan.
Penandaan pada resep :
Penandaan pada resep :
 Cito
 Urgent
 Statim
 P.I.M
 p.p /pro paupere
 ”n.i”/ne
 Iteratie (Iter).
Penulisan Resep Dalam Bahasa Latin, karena :
 Bahasa universal, bahasa medical science sehingga
bisa dipahami oleh tenaga medis secara universal
 Menjaga kerahasiaan
 Menyamakan persepsi (dokter dan apoteker)
 Bahasa Latin relatif tidak banyak mengalami
perubahan (bahasa mati) sehingga memudahkan
dalam penulisan

Compounding & Dispensing Sabtu, 20 Januari 2018 20


 Obat
 Dosis
 Waktu pemberian
 Cara pemberian
 Penderita
 Bentuk sediaan
Menimbang/mengambil bahan sesuai dengan
formula/resep
Mencampur sesuai dengan urutan/peraturan
Memasukkan dalam wadah
Obat hendaknya dikemas dengan rapi dalam kemasan
yang cocok sehingga terjaga kualitasnya
Pemberian Etiket harus jelas dan dapat dibaca.

Dalam melaksanakan peracikan obat, harus dibuat suatu prosedur


tetap dengan memperhatikan dosis, jenis dan jumlah obat serta
penulisan etiket yang benar
ASPEK FISIKO-KIMIA
◦ Derajat halus
 Obat yang sangat halus (1-5 mikron ) ⇨ kadar obat dlm darah 2-3 x
lebih tinggi dari serbuk biasa sehingga dosis pemberian dapat
diturunkan menjadi 2-3 kali, contoh : griseofulvin, digoxin
◦ Bentuk kristal zat aktif
 Amorf: kloramfenikol palm. lebih baik diabsorpsi pd GIT daripada
kristal
 Penisilin G kristal lebih stabil daripada amorf ⇨ respon terapi yang baik
◦ Keadaan kimia obat
 Hidrat lebih lambat diabsorpsi dari pada zat anhidrat mis : Ampisilin
anhidrat lebih cepat dari Ampisilin trihidrat
 Dibuat kompleks dengan EDTA, (untuk mempercepat absorpsi Mannitol
dan Heparin),
 Hormon bentuk ester tidak dirusak asam lambung
 Tolbutamid Na. kecepatan dissolusi 10.000 X tolbutamid
 Kulit, diambil bentuk esternya (betametazon 17-valerat)
 Zat tambahan (Prednison dgn pengisi Ca sulfat tdk berefek, dg laktosa
berefek)
◦ Alat dan keadaan fisis, dapat berpengaruh kecepatan terlarut zat aktif
- Makin keras tekanan tablet yg dibuat makin sukar terlarutnya zat aktif
Persyaratan sediaan racikan :

Kalau tidak dikatakan lain, sediaan racikan


yang akan dibuat menjamin tiap sediaan
mengandung zat aktif tidak kurang 90,0
persen dan tidak lebih dari 110 persen
perhitungan secara teori dari yang tertera
pada label per unit berat atau volume
sediaan.
Wadah penyimpanan tergantung sifat fisika dan
kimia sediaan.

Syarat wadah:
Tidak bereaksi secara fisika maupun kimia dengan
sediaan.
Menjamin keamanan, identitas, kekuatan, kualitas dan
kemurnian sediaan
Sistem pengukuran
Berat : kg, g, mg, pound,
grain, ounces
Volume : L, mL, gallon, oz,
Panjang : km, m, kaki, mil
 1 Pound = 454 g
 1 gram = 15, 432 grain
 1 grain = 64,8 mg
 1 gallon = 3785 mL
 1 oz = 29,57 mL
 1 sendok makan = 15 ml
 1 sendok teh = 5 ml
 1 kg = 2,2 pound
 1 pound = 12 ounces
 % b/b
 % b/v
 % v/v
 Molaritas
 Normalitas
 ppm
PHARMACEUTICAL COMPOUNDING
CALCULATION

METODE DASAR memecahkan berbagai masalah


perhitungan farmaseutika , ada 2 :

1. RASIO; besar relatif 2 kuantitas yg sama


contoh : 1 :4 (1/4) atau 4 : 1
PROPORSI ; pernyataan kesamaan 2 rasio
contoh ; 1 : 4 = 4 : 16
bisa ditulis a : b = c : d atau a/b = c/d
2. ANALISIS DIMENSIONAL
- Metode pemecahan soal yg menerapkan faktor kesetaraan
dan faktor konversi satuan yg di perlukan u/ meyakinkan
bahwa faktor-faktor s/ persamaan memiliki dimensi yg sama
1. Berapa g dekstrosa yg diperlukan u/ menyiapkan 4000 ml
larutan 5 % b/v?
Faktor kesetaraan larutan 5 % b/v (5 g dlm 100 ml larutan)
5g/100 ml x 4000 ml = 200 g
2. Berapa ons cairan yg terkandung dlm 2,5 L ?
Faktor konversi satuan 1 L = 1000 ml
1 0ns cairan = 29,57 ml
1 ons/29,57 ml x 1000 ml/ 1 L x 2,5 L = 84,5 ons cairan
1. Sistem metrik
sistem bobot & ukuran berbasis desimal.
Mudah : kesalahan sering terjadi karena salah menempatkan koma, konversi satuan yg
tdk benar, penulisan yg tdk jelas atau salah menafsirkan satuan.
contoh : 500 g lebih baik digunakan dibanding 0,5 kg
2. Sistem Lazim : sistem apotek & sistem avoirdupois
1. Sistem apotek : tradisional yg digunakan dlm farmasi
minim (m), grain (gr), skrupel (Э), dram ( ), ons ( ), pon (lb)
2. sistem avoidupois : grain (gr), ons (oz), pon.
ukuran volume : 1 pint (pt) = 16 ons (fl oz)
1 kuart (qt) = 2 pint
1 gallon (gal) = 4 kuart
KONVERSI ANTAR SISTEM :
Proses pengubahan suatu bobot atau ukuran dari satu sistem
menjadi sistem lain.
1 ons cairan (fз) = 29,57 ml
1 pt = 473 ml 1 gal = 3785 ml
1 g = 15,43 gr 1 gr = 65 mg
1 ons =(437,5 gr) = 28,35 g

Contoh :
R/ sirup obat batuk mengandung 1/8 gr kodein fosfat per sendok
The ( 5 ml) . Brp gram kodein fosfat u/ membuat 1 pint sirup.
1/8 gr / 5 ml x 0,065 g/ 1 gr x 473 ml /1 pint = 0,769 g
METODE ALIKUOT PADA PENIMBANGAN DAN
PENGUKURAN
ALIKUOT : Suatu pecahan, porsi, atau bagian yang dikandung dlm
jumlah pasti beberapa kali pd yg lain
Contoh :
alikuot ke dua puluh dari 200 g, artinya 1/20 dari 200 g

MENIMBANG DENGAN METODE ALIKUOT


Merupakan s/ metode yg dpt digunakan u/ menimbang jlh sedikit
dgn tingkat akurasi yg diinginkan dgn cara menimbang porsi yg
lebih besar dari yg diperlukan , mengencerkan dgn s/ bhn inert
kemudian menimbang porsi(alikuot) campuran dan dihitung agar
mengandung zat yg diperlukan sejumlah yg diinginkan
Contoh :
R/ memerlukan 5 mg obat, timbangan yg ada kepekaannya 6 mg
& gallat tdk lebih 5 %. Bagaimana menimbang 5 mg dgn
menggunakan metode alikuot dgn laktosa sebagai pengencer
jawab :
jlh minimum yg dpt ditimbang= 100 %/5% x 6 mg = 120 mg
1. Tentukan yg mau ditimbang: misal 5 mg x 25 = 125 mg
2. encerkan dgn bhn pengencer : 125 + 2875 = 3000 mg
3. HAsil pengenceran yg ditimbang :
1/25 x 3000 = 120 mg
MENGUKUR VOLUME DENGAN METODE ALIKUOT
CONTOH :
R/ memerlukan 0,5 ml HCl dng menggunakan gelas ukur 25 ml
yg dikalibrasi dlm satuan 1 ml. Bagaimana jlh HCl yg diperlukan dpt
diperoleh dgn metode alikuot dgn menggunakan air sebagai
pengencer )
Jawab :
Misalnya : pengali 8, dan 3 ml sebagai vol. porsi alikuot
ukur ( 8 x 0,5 ml ) = 4 ml (HCl)
encerkan dengan air 20 ml
u/ membuat 8 x 3 ml = 24 ml (hasil pengenceran)
Bukti : 4 ml/24 ml x 3 ml = 0,5 ml (HCl)
Sediaan cair
larutan, suspensi, emulsi
Sediaan padat
pulvis, pulveres
Sediaan semi padat
krim, salep, gel, pasta
PULVERES/PULVIS
 Mudah untuk penyesuaian dosis sesuai
dengan umur dan berat badan pasien.
 Masih sedikitnya sediaan obat yang khusus
untuk anak-anak sehingga harus dibuat
dalam bentuk sediaan puyer.
 Biaya pengobatan menjadi lebih murah.
 Sediaan puyer bisa membantu dan
memudahkan pasien anak-anak yang
kesulitan untuk minum obat dalam bentuk
sediaan tablet
 Jika tidak tersedia bentuk sediaan lain
 Tablet yang digerus bukan tablet salut enterik, tablet
oros, tablet modified released , tablet effervescent
 Untuk meminimalkan ketidakseragaman bobot maka
pembagian puyer hanya boleh dibagi paling banyak
untuk 20 bungkus (sesuai dengan standar Farmakope
Indonesia edisi 4).
 Selalu memperhatikan kelembapan ruangan, suhu
ruangan, kebersihan ruangan ketika akan melakukan
peracikan puyer karena ada obat-obat tertentu ada
yang bersifat higoskopis (mudah menyerap lembab)
sehingga obat akan rusak jika ruangan terlalu lembab.
 Kebersihan, kelengkapan pelindung diri dan sikap
harus diperhatikan ketika akan meracik obat.
 Bila memungkinkan puyer dapat dibuat langsung
dari bentuk sediaan serbuknya/bahan bakunya dan
bukan dengan penggerusan dari bentuk sediaan
tablet.
 Mencantumkan waktu kadaluarsa (Beyond use date)
pada racikan sediaan puyer tersebut. Tujuan
pencantuman waktu kadaluarsa (Beyond use date)
ini supaya pasien paham kapan sebaiknya puyer
tersebut seharusnya tidak boleh digunakan
lagi(dalam rangka untuk meningkatkan patient
safety).
 Kapsul cangkang keras
 Kapsul cangkang lunak
 Sama dengan pulveres
 Pemilihan cangkang (No 000 - 5)
1. Pencampuran bahan
2. Pemilihan ukuran kapsul
3. Pengisian kapsul
4. Membersihkan kapsul
5. Wadah dan pemberian etiket + label
 BO+bahan tambahancampurkan
Proses pencampurannya seperti pada serbuk
 Untuk bobot bahan obat/campuran bahan
serbuk 65 mg- 1g
 Bila bobot BO terlalu kecil + pengisi inert
(SL, glukosa, amilum, selulosa mikrokristal)
 Pengisian harus penuhmempengaruhi
absorbsi.
 Bila terlalu penuh jadikan 2 kapsul &
sesuaikan aturan pakainya
 Sesuaikan usia pasiennya
 Hitung bobot BO atau campuran BO
perkapsul, misal X g
 Pilih cangkang kapsul dengan kapasitas
yang setara/ mendekati bobot BO
 Tara isi cangkang kapsul dg bahan inert,
misal Y g
 X=Y BO langsung masuk kapsul
 X<<YBO + pengisi ad Y
 X>>Y jadikan 2 kapsul
 BO padat
a. Tanpa alat:
- camp BO dibagi dalam jumlah yg sesuai
dlm resep
- Masukkan tiap bag ke induk kapsul ad
2/3 bag vol
- Induk kapsul dibalik dan ditekan-tekan
pd sisa serbuk ad mauk semua
- Tutup kapsul
b. Dengan alat
- induk kapsul diletakkan berjajar pada alat
- Tuangkan campuran BO ke permukaan alat &
ratakan dg sudip ad seluruh serbuk masuk
ke induk kapsul
- Tutup kapsul
- induk kapsul kosong ditara dg cara
meletakkan nya di atas kotak karton yg
dilubangi tengahnya dg pijakan
- Teteskan camp BO cair sambil dihitung
sesuai bobot yang diminta (meneteskan
dg tegak lurus), mis n tetes
- Selanjutnya tinggal meneteskan n tetes
pd cangkang yg lain
- Kapsul ditutup + oleskan sedikit
mucilago gom arab di atas induk
kapsul/air, lalu tutup.
Mucilago : 2 gom arab + 3 air
 Menghilangkan sisa BO di luar dinding kapsul
 Menghilangkan rasa dan bau tidak enak
 Mencegah rusaknya dinding kapsul
R/ Vit C 25 mg
Thiamin B1 2 mg
Nicotinic acid 25 mg
mf da in caps dtd No XXV
R/ Asetosal 0,400
Mfla da in caps dtd No X
S2dd cap I

Pro : Tn Anang
1. BO higroskopis dan delikuesen
2. BO merupakan campuran eutektik
3. BO merusak cangkang kapsul
4. BO OTT (Obat Tak tercampurkan)
 BO disekat dengan MgCO3/MgO sebelum
dimasukkan kapsul
 Wadah harus tertutup rapat
R/ Luminal Na 0,015
KI 0,100
Aminofilin 0,200
mf da in caps dtd no XXX
 Menyebabkan lembek dan lengket dalam
penyimpanan
 Disekat dengan bahan inert MgCO3, MgO,
kaolin (120 mg/kapsul)
 Dibiarkan terjadi etektik lalu dikeringkan
dengan bahan inert
R/ Camphor 65 mg
salol 100 mg
Aspirin 125 mg
kafein sitrat 50 mg
mf da in caps dtd No X
 Cairan yg mengandung air dan larutan-
larutan sangat pekat (ichtyol) dibuat
massa pil dulu masukkan kapsul
 Cairan yang mengandung etanol < 90%
dibuat massa pil dulu
 BO dengan kadar fenol tinggi(kreosot)
dibuat massa pil atau BO diencerkan
dengan minyak lemak sampai kadarnya
<40%
 R/ Kreosot 0,500
mfla da in caps No X
 @ BO disekat dengan bahan inert sebelum
masuk kapsul
 BO dibuat pil dalam kapsul
 BO dibuat kapsul dalam kapsul
 Wadah gelas atau plastik
 Disimpan :
- di tempat sejuk
- dalam wadah tertutup rapat
- (+) zat pengering
- terlindung dari cahaya langsung
 Larutan
 Suspensi
 Emulsi
Meracik larutan
LARUTAN = SOLUTION = SOLUTIO
LARUTAN : Sediaan cair yg mengandung suatu bahan kimia
terlarut, kecuali dinyatakan lain, air suling sb pelarut

• Zat yg dilarutkan dlm air : Solutio aquosa = solutio


contoh : solutio Acidi Borici
• Zat yg dilarutkan dlm alkohol/spiritus = Sol. spirituosa
contoh : Sol. Iodii spirituosa, Sol. Camphorae spiritosa
• Zat yg dilarutkan dlm eter : Sol. etherea
contoh : sol. Camphorae etherea
• Zat yg dilarutkan dlm minyak/oleum : sol oleosa
contoh : sol. Camphorae oleosa

SOLUTIO : Larutan jernih , bila perlu dilakukan


penyaringan
MACAM-MACAM SEDIAAN BENTUK LARUTAN
1. COLLYRIA (OBAT CUCI MATA)
2. COLLUTORIA/COLLUTIO ORIS ( OBAT CUCI MULUT)
3. COLLUNARIUM (OBAT CUCI HIDUNG)
4. GARGARISMA/GARGLE ( OBAT KUMUR )
5. GUTTAE/ DROPS
6. INJECTIO
7. ENEMA/CLYSMA
8. DOUCHE
9. ELIKSIR
10. POTIO
11.SYRUP, DLL
PEMBUATAN LARUTAN :
• U/ membuat s/ larutan diperlukan :
1. zat yg akan dilarutkan (solventum ): padat, cair, gas
2. pelarut (solvent); air, gliserin, minyak, alkohol, dll

Larutan terjadi kalau zat pdt bersinggungan dgn s/ cairan, maka


zat pdt tsb terbagi secara molekuler dalam cairan tsb.

• Kecepatan melarut s/ zat tergantung pd :


- btk & sifat zat padat yg akan dilarutkan
- sifat bahan pelarut
- temperatur
- jlh zat yg akan dilarutkan
- terdptnya bhn lain yg sdh terlarut
Pemanasan tdk dpt dilakukan, jika :
• pelarutnya aqua aromatikum, cairan etanol
• zat yg dilarutkan terurai oleh panas
• larutan yg mengandung gas (saturasi)

zat yg dilarutkan terurai oleh panas


1. Ascal/ acetysalicylas Calcicus Ca.salisilat & as. Asetat
2. Na-Luminal, Na-barbital fenil etil setil ureum yg sukar larut
3. Kloralhidrat kloroform & Asam formiat
4. Na subkarbonat (NaHCO3) Na2 CO3 + CO2
5. Pepsin (Enzim) jika dipanaskan > 70 oC in aktif
Cara melarutkan zat :
1. Zat yg mdh larut dilarutkan dlm botol
2. Zat yg sukar larut dilarutkan dgn pemanasan
3. Zat yg terbentuk hidrat , maka air dimasukkan dulu agar tdk
terbentuk senyawa hidrat yg lebih lambat larut.
contoh : glukosa, borax, NaBr
4, zat yg meleleh dlm air panas & membtk tts besar dlm dasar
wadah, maka dlm melarutkan digoyang-goyangkan u/
mempercepat larutnya zat tsb. contoh : codein, nipagin,
klorbutanol
5. zat-zat yg mdh menguap , dilarutkan dlm botol tertutup &
dipanaskan dgn suhu serendah-2nya sambil digoyang-2kan
camphora, as. Benzoat, asam salisilat
Yg perlu diperhatikan dlm melarutkan zat berikut :

• Asam Borat (Acidum boricum):


- Gunakan yg kristal, larutkan dgn air panas,
- jika ada gliserin larutkan dlm gliserin dulu
• Argentum proteinicum (Protargol)
- taburkan di atas air 2 x bobotnya, diamkan 15 mnt ditempat gelap
- gerus dgn gliserin, lalu tbhkan air hingga larut
• Argentum colloidal (Collargol)
- gerus dgn sedikit air (1/4 x bobotnya), kmd tambah sisa airnya
- masukkan dlm botol, tambah air dan kocok kuat
• Sublimat (Hydrargiri bi chloridum)
dilarutkan dgn cara penghangatan
•Permanangas Kalicus (PK) /KMnO4
- grs dlm lumpang dgn air hangat, dinginkan tanpa dikocok ,
dekantasi, dpt disaring dengan penyaring asbes atau gelas wol
• Pepsin : campur dgn air 10 x bobotnya, kmd + HCl
• Succus liquirittiae / glycyrrizae succus
- jlh sedikit , gerus dlm lumpang dgn air sama banyak , aduk sambil
menambahkan air hingga larut
- lh banyak, larutkan dlm air mendidih 10 x succus
• Camphora (kamfer)
kamfer digerus halus, kmd masukkan dlm botol kering &
tambahkan spiritus fortior 2 x bobot kamfer, kocok sampai larut
tambahkan air panas yg tersedia , kocok kuat-kuat
• Gentian violet & metilen biru
taburkan zat tsb dlm cawan & biarkan bbrp lama tanpa diaduk
• Rivanol & Mercurochrom
dilarutkan dlm air hangat
Aqua aromaticum : larutan jenuh m.atsiri atau zat aromatik
atau zat-zat yg mudah menguap dlm air
Contoh: aqua camphorae, aqua rosarum , aqua mentha piperitae
Pembuatannya :
1. Metode Destilasi
2. Metode larutan/solution
2 ml atau 2 g zat dikocok selama 15 mnt dgn air suling qs
u/ membuat 1 L, biarkan selama 12 jam & saring melalui
kertas saring yg tlh dibasahi
3. Metode alternate solution
2 g zat dicampur dgn 15 g adsorben (talk), tambahkan air
suling 1 L dikocok selama 10 menit . Saring .
PENYARINGAN :
SOLUTIO harus jernih , maaka perlu disaring jika ada pengotoran
u/ obat minum : kapas hidrofil/kain kasa /kertas saring yg cocok
Larutan kolloidal : protargol, argentum kolloidal tdk disaring
Bila diperlukan dienap tuangkan.

Penyimpanan :
umumnya botol coklat u/ menghindari kerusakan obat o/ cahaya
cont : sol. Iodii sprituosa, sol. Lugoli, sol. Nitratis argenti
ada juga botol putih contohnya lar. yg mengandung garam Fe
( cahaya dpt menghambat oksidasi Ferro menjadi Ferri )
CONTOH RESEP SOLUTIO (OBAT LUAR)

 R/ Acidi borici 6  Gargarisma Kan


Aqua dest. ad 200
ml R/ Zinci chloridi 1
S. boorwater Kalii et Alum sulfat 1
Acid. Salycilicum 0,3
Ol. Menth.pip. gtt II
 Iodium Tincture
Aquadest ad 300
R/ Iodii 2 ml
Natr, Jodid 2,5 filtra
Spir. 50 % ad 100 ml S.garg.3 d.d
S.u.e
SUSPENSI/ MIXTURAE AGITANDAE

• Sediaan yg mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus

yg tidak larut terdispersi dalam cairan pembawa

Kapan suatu obat diracik bentuk suspensi ?


• Bila obat dalam suhu kamar tdk larut dlm pelarut yg tersedia

• Umumnya ditambahkan bahan pensuspensi untuk mencegah


pengendapan dari obat yg tdk larut
• dapat u/ obat luar maupun obat minum
Kriteria Suspensi yang baik

- Zat yg terdispersi harus halus


- tdk cepat mengendap
- bila mengendap, jika dikocok
harus segera terdispersi kembali

- dapat dituang dari wadah dg cepat & homogen


Beberapa faktor penting dalam penyiapan sediaan suspensi :

1. derajat kehalusan partikel yg terdispersi :


2. tdk terbentuk garam komplek yg tdk dpt/lambat
terabsorpsi dari sal. cerna
3. tidak terbentuk kristal
4. derajat viskositas cairan : ditambahkan bahan
pensuspensi (PGS 1-2%, PGA 2-5%, tragakan 0,5-2%,
CMC 0,5-1,5 %, bentonit 1-1.5% )
CONTOH PENYIAPAN SUSPENSI :

• Umumnya untuk skala peracikan di apotek digunakan


pulvis gummosus (PGS) atau PGA u/ obat minum

• Banyaknya PGS tdk tergantung pd banyaknya serbuk


tetapi tergantung pd besarnya volume cairan

• Untuk zat berkhasiat keras : PGS 2 %, sedangkan


yg tdk berkhasiat keras PGS 1 % dari jlh cairan

Pengecualian :
• Mg oksida, Mg sub karbonat : serbuknya ringan
dpt disuspensikan tanpa zat pensuspensi
• Carbo adsorben, carbo ligni (sbg obat diare) tdk boleh
ditambahkan musilago PGS krn mengurangi daya kerjanya
1. Cara penyiapan suspensi yg menggunakan PGS :
• Bahan digerus dgn PGS , kemudian ditambahkan air
sebanyak 7 x PGS yg dipakai.
• Jika zat padat dlm campuran cukup banyak : air yg
ditambahkan bisa lebih dari 7 x PGS.
2. Cara penyiapan suspensi yg menggunakan PGA
PENGEMASAN, PENYIMPANAN & PEMBERIAN ETIKET

• Suspensi harus dikemas dlm wadah tertutup erat/kedap yg

mempunyai mulut wadah yg cukup besar untuk memudahkan


penuangan dari suspensi.
• Tidak terlalu penuh , sehingga memudahkan untuk dikocok
• Sediaan harus disimpan pada suhu kamar atau dingin tergantung
dari sifat fisika kimia bahan obat.
• Pada etiket harus selain aturan pakai harus dituliskan
kocok dahulu atau kocok dahulu sebelum digunakan
Contoh resep suspensi u/ obat luar

R/ R/ Camphorae 3
Calamine 5 Sulfur praecip. 20
Zinci Oxyd. 5 Mucil. Gi. Arab. 10
Bentonite 1,25 Sol. Hyrat. Calc.
Aq.dest ad 100 Aq. Rosarum aa 140
f.l.a. suspeonsio f.l.a suspensio
S.u.e.
S. Lotio Kummerfeldi

R/ Procaine Penicillin G 3.000.000 IU vials No. VI


S/ pro inj.
R/ Codein 10 mg tab. No. X
OBH Syrup fl. No 1
m.f. suspensio
StddC I
1. PENIMBANGAN
◦ Potio Alba = 100 g
◦ Tripyron = 2,5 g = 5 tablet @ 500 mg
◦ Luminal = 100 mg = 3⅓ tablet @ 30 mg
◦ Codein = 100 mg = 5 tablet @ 20 mg
◦ PGS = 2/100 X 102,7 = 2.054 g

2. CARA KERJA
a. Masukkan Luminal tab. ke dalam lumpang + Codein tab.
+ tripyron tab. gerus ad homogen
b. Suspensikan dengan PGS, tambahkan aqua dest. ± 10 ml
c. Gerus sampai terbentuk massa suspensi yang homogen
d. Tambahkan Potio Alba , gerus ad homogen
e. Masukkan ke dalam botol, beri etiket
Emulsi : sediaan yg mengandung bahan obat cair atau larutan
obat , terdispersi dalam cairan pembawa, distabilkan
dengan zat pengemulsi atau surfaktan yg cocok

Peracikan emulsi di apotek PGA, tragakan, kuning telur,


Na-CMC
Metode GOM : dibuat emulsi inti (korpus emulsi ) dulu
a. Metode gom kering (kontinental)
b. Metode Gom basah (Inggris)
c. Metode botol (modifikasi metode gom kering u/ m.atsiri)
RATIO KOMPONEN PENYUSUN EMULSI INTI

emulgator m.Atsiri /m.mineral Minyak lainnya

Akasia (PGA) 3:2:1 atau 2:2:1 4:2:1


Tragakan 30 : 2 : 1 40 : 2 : 1

Metode Gom kering :


PGA 1 bgn dan 4 bgn minyak sedikitdemi sedikit digerus
homogen, kemudian ditambahkan 2 bgn air sekaligus dan
digerus sampai terbentuk emulsi inti . Emulsi ini di-
gerus > = 5 menit , baru ditambahkan bahan-bahan lain .
Obat yg larut dlm air dilarutkan dlm air & ditambah-
ke emulsi inti. Obatyg larut dlm minyak dilarutkan dlm minyak.
METODE GOM KERING BASAH (INGGRIS)
- PGA 1 bgn digerus dgn 2 bgn air sampai terbtk musilago,
- Tambahkan minyak sedikit demi sedikit dgn triturasi yg konstan
sampai terbtk emulsi inti. Emulsi ini digerus sampai 5 mnt,
lalu baru ditambah bhn-bhn lainnya.

METODE BOTOL
- Variasi dari metode gom kering, hanya menggunakan botol
- digunakan u/ pembuatan emulsi dari m. atsiri atau minyak lainnya
yg tdk kental

Zat-zat yg dpt mengendapkan PGA : ASAM, BASA, LAR. GARAM,


ALKOHOL, ADSTRIGENT
Mengatasinya : ditambahkan dlm keadaan seencer-encernya ke
dlm emulsi inti
• Emulsi dgn ekstrak kental :
- jlh ekstrak sedikit : gom 2,5 % dari bobot emulsi
- jika disamping ekstrak terdpt m.lemak, mk gom yg digunakan :
. Untuk ekstrak : gom sama banyak
. Untuk m.lemak : gom ½ x bobot minyak
. Air yg ditambahkan : 1,5 X bobot gom

. Emulsi dengan Balsam


- PGA : BALSAM : AIR = 1 : 1 : 1,5
- jika terdapat juga m.lemak, maka gom yg digunakan
PGA : BALSAM = 1 : 1, PGA : minyak =1:2
Cara : buat korpus emulsi dgn minyak dulu dgn seluruh gom,
setelah jadi tambahkan balsam sedikit demi sedikit,
aduk perlahan & encerkan dgn air.
EMULSI DGN EMULGATOR LAIN :

a. KUNING TELUR : k.telur digerus dgn air 3 ml, kmd


tambahkan minyak sedikit demi sedikit, setelah diencerkan
saring dng kain kasa

b. Na-CMC
taburkan CMC dlm air panas, biarkan beberapa saat, kmd
aduk kuat dgn pengaduk elektrik sampai CMC larut.
Masukkan minyak lemaknya, aduk kembali dgn mixer.
Aprox. volume Aprox. weight
Dosing measure
(ml) (g)
1 drop 0,05 0,05
1 teaspoonful 5 5
1 tablespoonful 15 15
20 drops of aqueous solution 1 1
60 drops of ethanolic solution 1,25 1
Kelarutan
Hidrat dan anhidrat kristal
Kadar / Konsentrasi
Pengenceran
Konversi satuan
Perhitungan tetesan
Perhitungan buffer
Perhitungan tonisitas
Perhitungan HLB
 Cream
 Gel
 Pasta
 Salep
1. Salep/ ointment : basis lemak
contoh : vaselin, salep ikhtiol
2. Krim : basis emulsi a/m atau m/a
contoh : vanishing cream & cold cream
3. Pasta : salep yg bhn pdt > 50 %
contoh : Zinci pasta
4. Cerata : basis lemak, kadar lilin yg tinggi
contoh : Ceratum labiale
5. Jelly /GEl : lebih cair
contoh : bioplacenton gel
FUNGSI SALEP /SEDIAAN SETENGAH PADAT :
1. Emolient
2. Protektif/ pelindung
3. Pembawa/vehicle bhn obat u/pengobatan kulit

SALEP YG BAIK :
1. Stabil sec .kimia & fisika
2. Lembut, rata, tdk berbutir dan mnggumpal
3. Mudah dioleskan
4. Agak mencair & melunak pd suhu kamar
5. Menghasilkan penyerapan yg baik
1. Zat-zat yg larut dlm campuran lemak yg tersedia, dilarutkan
didalamnya & jika perlu dilakukan dgn penghangatan.
- Kamfer, mentol, timol, fenol, guajakol, jika tdk terdapat
minyak dilarutkan dgn sedikit eter , baru vaselin.
- Iod dilarutkan dlm eter dulu
- Metilsalisilat : dilarutkan dlm bagian-bagian lemak dlm
botol bermulut lebar, dihangatkan pd penangas air sampai
tercampur homogen
2. Zat-zat yg mudah larut dlm air , dpt dilarutkan dlm air asal
air yg digunakan dpt diserap oleh camp. lemak yg digunakan.
yg dimaksudkan dgn mudah larut , jika banyak air yg
digunakan kurang dari bobot zat itu sendiri.
contoh : tannin, KI, Na-penisilin
Protargol , ditabur dahulu di air yg bobotnya sama, didiamkan
15 ‘ . Atau dgn menggerus dg bbrp tetes gliserol sebelum
ditambah air
Air yg digunakan harus dikurangkan dari massa salep.
3. Zat-Zat yg tdk larut dlm air maupun minyak, diserbukkan
terlebih dahulu dan diayak dng ayakan no.100, kemudian
digerus dengan ½ atau 1 bgn basis lemaknya, jika perlu telah
dicairkan terlbih dahulu.

- ZnO dan As. Borat diayak dahulu sebelum ditimbang


- Kesalahan yang sering dilakukan :
Zat padat dicampur sedikit dasar salep : tapal yg tebal
Zat padat dicampur terlalu banyak basis terjadi :bintik-2
ini masih dpt diatasi dgn jln mencairkan salepnya.
4. Jika salep-salep dibuat dgn jln mencairkan, maka campuran

harus diaduk sampai dingin.

yg sangat penting dlm pembuatan salep lebur , suatu sabun


jangan turut dipanaskan

AIR DALAM SALEP :


-VASELIN dapat menyerap air 5%
- ADEPS LANAE dapat menyerap air 25 – 30 %.
BAHAN-BAHAN YG DITAMBAHKAN TERAKHIR :

1. IKHTIOL
2. BALSAM-BALSAM (PERU BALSAM)
3. GLISEROL
Dicampur setelah dingin.
4. Serbuk pualam & serbuk batu apung
diayak dengan ayakan no. 25 (B-10), jangan digerus (diaduk
saja).
PENGEMASAN
-Tube
-Pot plastik
Jika obatnya mempunyai DM, harus dikemas per pemakaian

ATURAN PAKAI (signatura )


s.u.e atau s.u.c
ETIKET : warna biru
R/ Amoksisilin 125 mg/ 5ml
mf solutio 60 mL
Berapa jumlah Amoksilin yang harus
ditimbang jika tersedia amoksisilin trihidrat
Diketahui BM amoksisilin 365
 Buat 100 larutan NaCl 0,9 %
 Buat krim Gentamisin 1% 5 gram
Buat larutan Asam asetat encer 100 ml encer
jika tersedia Asam asetat glasial
(Asam asetat encer tidak kurang dari 5,7%
dan tidak lebih 6,3%; Asam asetat glasial
tidak kurang dari 99,5%)

Buat larutan H2O2 10% jika tersedia


H2O2 60 %
Dosis pemakaian untuk bayi 0,25 ml.
Berapa jumlah tetesan yang diberikan
kepada pasien jika 2 ml larutan setara
dengan 56 tetes
R/ Nystatin 150.000 units / g
mf unguenta 10 g

Berapa g jumlah Nystatin yang ditimbang


Jika diketahui 4400 units/mg
R/ Hidrokortisone ointment 2%
mf ointment 20 g
Tersedia hidrokortisone ointment 10 %, 0,25 %

R/ Dextrose 15% 100 ml


Tersedia 50 % dextrose dan 5 %
3. Hal2 yang perlu diperhatikan terakhir sebelum
penyerahan (pemeriksaan terakhir) :
Homogenitas
Keseragaman sediaan
Kebenaran sediaan

4. Penandaan
(sesuai sediaan)
Memuat informasi antara lain:
 Nama bahan aktif generik dan kimia
 Kekuatan
 No batch
 Tanggal kadaluarsa
 Cara penyimpanan

5. Kebersihan
Alat dan tempat dibersihkan
11
Compounding & Dispensing Sabtu, 20 Januari 2018 7
 Salinan tertulis dari suatu resep yang
ditandatangani oleh Apoteker Pengelola
Apotek
 Copy Resep digunakan sebagai pengganti
resep bila sebagian obat belum diambil
 Pemberian salinan resep jika?
 Penandaan pada salinan Resep?

11
Compounding & Dispensing Sabtu, 20 Januari 2018 9
 Jika obat baru diambil sebagian jumlahnya
 Jika obat baru diambil sebagian dari Resep
 Jika ada penandaan iter pada Resep

12
0
 Jika sudah diambil : det
 Jika belum diambil : ….

12
1
12
2
12
3
12
Compounding & Dispensing Sabtu, 20 Januari 2018 4