Anda di halaman 1dari 33

EKOLOGI PEMERINTAHAN

Oleh:
Dr. Drs. A. Widanarto, M.Si.
Ekologi berasal dari Bahasa Yunani yaitu
“Oikos” yang artinya rumah atau tempat
tinggal, atau dengan kata lain lingkungan
tempat organisme-organisme tinggal.
Sedangkan “Logos” yang artinya ilmu.
Pertama kali diperkenalkan oleh Ernest
Haeckel dari Jerman pada tahun 1896.
Secara harfiah ekologi adalah ilmu tentang
mahkluk hidup dalam rumahnya, atau dapat
diartikan juga sebagai ilmu tentang rumah
tangga mahluk hidup.
• Perbedaan Ekologi dan Lingkungan yaitu :
• - Persoalan Lingkungan = “pemikiran
manusia untuk memperbaiki agar udara dan air
yang terkena polusi diubah menjadi udara dan
air yang segar, dan sehat untuk kepentingan
sendiri.
• - Persoalan Ekologi = “pemikiran
manusia yang semakin luas dan mendalam
tentang bagaimana upaya melestarikan danau,
mencegah efek insektisida terhadap berbagai
spesies binatang, mencegah masuknya
pencemaran terhadap sumber air minum,
mencegah perubahan iklim terhadap produksi
dan perubahan habitat.
• Pengertian Ekologi menurut para ahli :
1. Fuad Amsyari
• Ekologi yaitu sesuatu ilmu yang mempelahari hubungan
antara satu organism dengan yang lainnya dan antara
organisme-organisme tersebut dengan lingkungannya.
2. H. Sitanggang
• Ekologi yaitu ilmu yang mempelajari saling hubungan
antara lingkungan dengan faktor-faktor lingkungan
sendiri dan saling hubungan antara unsur sesuatu faktor
dengan sesamanya serta saling hubungan dengan
lingkungan.
3. Miller
• Ekologi yaitu ilmu mengenai hubungan timbal balik
antara organisme dan sesamanya serta dengan
lingkungan tempat tinggalnya.
4. Prajudi Atmosudirjo
• Ekologi yaitu tata hubungan total (menyeluruh)
dan mutual (timbal balik) antara satu organisme
dengan linkungan sekelilingnya.
5. Odum
• Ekologi yaitu suatu studi yang mempelajari
struktur dan fungsi ekosistem.
6. Kendelihgh
• Ekologi yaitu ilmu yang mempelajari hubungan
timbal balik antara organisme yang satu dengan
yang lainnya.
• Ekologi berkaitan dengan berbagai ilmu
pengetahuan yang relevan dengan kehidupan
(peradaban) manusia.
• Seorang yang belajar ekologi sebenarnya
bertanya tentang berbagai hal berikut :
bagaimana alam bekerja, bagaimana proses
adaptasi dapat berlangsung, apa yang
diperlukan oleh organisme dan apa pula yang
dihasilkannya, bagaimana mereka berinteraksi
dengan spesies lainnya, dan bagaimana
individu-individu dalam spesies diatur sebagai
populasi serta bagaimana pula eksotisme yang
dimuculkan.
• Komponen-komponen yang ada di dalam
lingkungan hidup meliputi komponen abiotik dan
biotik yang merupakan satu kesatuan yang tidak
dapat dipisahkan dan membentuk suatu sistem
kehidupan yang disebut ekosistem.
• Suatu ekosistem akan menjamin
keberlangsungan kehidupan apabila lingkungan
itu dapat mencukupi kebutuhan minimum dari
kebutuhan organisme. Maka keberadaan
komponen-komponen tersebut ada yang
senatiasa tersedia dan ada yang terbatas.
Seperti populasi beberapa jenis flora ataupun
fauna (biotik) yang akhir-akhir ini punah dan
sinar udara (abiotik) yang senantiasa tersedia.
• Pengertian Ekologi Pemerintahan
• Yaitu suatu ilmu yang mempelajari adanya
proses saling mempengaruhi sebagai
akibat adanya hubungan normatif secara
total dan timbal balik antara pemerintah
dengan lembaga-lembaga tinggi Negara
maupun antar pemerintah, vertikal-
horisontal, dan dengan masyarakatnya.
• Fungsi-fungsi Ekositem :
1. Pengedar (media), energi terutama
bagi unsur-unsur abiotik
2. Penghasil energi utama
3. Pengguna energi utama
4. Penghancur energi utama
• Bentuk-bentuk Ekosistem
1. Ekosistem Alamiah
• Yaitu ekosistem yang terbentuk secara
alami oleh alam dan belum terjamah oleh
tangan manusia. Contohnya lautan, hutan,
dan sungai.
2. Ekosistem Buatan
• Yaitu ekosistem yang sengaja dibuat oleh
manusia untuk kehidupan berbagai
organisme. Contohnya danau buatan.
• Pola-pola Hubungan Antar Organisme :
a. Hubungan yang bersifat netral
• Yaitu pengaruh suatu organisme yang selalu
sama terhadap organisme dari spesies lain.
b. Hubungan yang bersifat kompetitif
• Yaitu hubungan yang saling memperebutkan
untuk masing-masing organisme.
c. Hubungan Mutualisme
• Yaitu hubungan dimana organisme yang satu
membutuhkan organisme yang lain dalam
perkembangannya.
• Dimensi Pemerintahan
Dimensi pemerintahan ini dapat dikaji berdasarkan salah
satu teori dari Aristoteles, yaitu teori organisme.
- Asumsi teori ini menyatakan bahwa Negara atau
pemerintahan itu adalah kodrat dan merupakan satu
organisme yang mempunyai kehidupan tersendiri.
- Dalam bukunya “politics” Aristoteles menyatakan
bahwa Negara adalah satu masyarakat paguyuban
(perkumpulan) yang paling tinggi di atas masyarakat
paguyuban lainnya.
- “Dimana Negara bersifat kodrat dan memiliki semua sifat
organisme yang terdapat pada mahluk hidup”.
- Tingkatan paguyuban menurut Aristoteles yaitu :
1. Keluarga
2. Kehidupan bermasyarakat secara berkelompok
3. Kehidupan bernegara
• Perbedaan manusia dengan mahluk hidup
lainnya dalam kehidupan bernegara menurut
Aristoteles :
1. Dalam hal pemenuhan kebutuhan sehari-hari,
hidup berkelompok, adanya pimpinan, adanya
tatanan juga dapat dijumpai dalam dunia hewan
(semut, lebah).
2. Yang tidak terdapat pada kehidupan hewan
adalah tujuan kebahagiaan, kesusilaan, seperti
dalam kehidupan manusia bernegara.
3 Kehidupan bernegara sebagai kehidupan
berkelompok yang secara bersama-sama
berusaha mencapai tujuan.
• Penyesuaian dalam dimensi
pemerintahan :
• 1. Penyesuaian kedaulatan dengan
pencapaian tujuan dalam kehidupan
bernagara.
• 2. Penyesuaian dengan
lingkunagannya, baik faktor lingkungan
eksternal dan internal.
• Disamping penyesuaian kedaulatan tersebut
harus ada keseimbangan diantaranya :
a. Kelompok masyarakat dengan kelompok
lain.
b. Kehidupan kelompok dengan kehidupan
perorangan (individu)
c. Hubungan antara individu dengan individu
lainnya.
d. Hubungan antara warga dengan sumber
daya dan kekayaan alam yang tersedia.
e. Hubungan warga Negara perseorangan dan
secara bersama dengan lingkungan sosial,
budaya, dan lingkungan alam semesta.
• Menurut Fuad Amsyari, lingkungan dapat
dibedakan atas tiga kategaori yaitu :
1. Lingkungan fisik yaitu segala sesuatu
yang berbentuk benda mati.
2. Lingkungan biologis yaitu segala
sesuatu yang berupa organisme hidup
selain manusia.
3. Lingkungan sosial yaitu manusia-
manusia lain yang berada disekitarnya,
seperti tetangga dan teman.
Fuad Amsyari juga menegaskan bahwa
salah satu studi ekologi yang sangat
penting dalam rangka mempelajari
ekologi pemerintahan adalah ekologi
manusia.
Pengertian dari ekologi manusia adalah
ilmu pengetahuan yang mempelajari
secara seksama adanya proses saling
mempengaruhi antara manusia dan
manusia dengan lingkungannya.
• Prinsip-prinsip dan asas-asas dasar ekologi
• Pendekatan ekologi adalah masalah yang sangat penting
demi eksistensinya manusia dalam usaha menjaga kelestarian
lingkungan dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmu.
• Secara umum Fuad amsyari menjelaskan bahwa prinsip-prinsip
ekologi ada 4 yaitu :
1. Prinsip bahwa setiap masalah hidup itu dapat menimbulkan suatu
stimulus negatif yang secara langsung atau tidak, menghancurkan
eksistensi manusia.
2. Prinsip perlu adanya tindak adaptasi yang menyeluruh yang
mengarah kepada suatu perbaikan ekosistem, agar menjadi lebih
stabil dan harmonis,bebas dari ancaman stimulus negatif yang
sama untuk masa mendatang.
3. Prinsip apabila tindak adaptasi yang dilakukan manusia itu
merupakan suatu stimulus negatif baru bagi organisme lain
(binatang dan tumbuhan), maka segala usaha itu harus lebih
mendahulukan kepentingan populasi manusiannya dari pada
kepentingan populasi lainnya.
4. Prisip tindak adaptasi apapun yang akan dikerjakan harus
berorientasi pada pemikiran untuk kemanfaatannya.
• Menurut Prof. F.W. Riggs menyebutkan
ada 5 hal yang mempengaruhi bekerja
suatu sistem dalam ekologi pemerintahan
:
1. Keadaan penduduk
2. Struktur sosial
3. Sistem ekonomi
4. Ideologi Negara
5. Sistem politik
• Sedangkan menurut Farrel Weady yang
mempengaruhi bekerja suatu sistem
dalam ekologi pemerintahan yaitu :
1. Keadaan penduduk
2. Wilayah
3. Teknologi
4. Cita-cita dan harapan
5. Kepribadian
• Lingkungan Pemerintahan
• Lingkungan Fisik Pemerintahan
• Yaitu lingkungan alam bersama tumbuhan dan hewan
yang ada di suatu wilayah Negara, termasuk manusia
sebagai salah satu faktor yang selalu berproses dengan
lingkungannya.
• Dalam kaitan ini dipelajari bagaimana manusia di daerah
panas dapat menyesuaikan diri dengan kemampuan fisik
menahan terik matahari. Sebaliknya bagaimana yang
tinggal di daerah kutub menahan dinginnya cuaca.
Ilustrasinya seperti kemampuan orang Aborigin bertahan
hidup dengan menetralisir pengaruh panas di sekitar
kulitnya dan bagaiman peredaran darah orang-orang
Eskimo menambah metabolisme di sekitar kulit
menetralisir pengaruh dingin. Dengan pengetahuan
lingkungan fisik inilah dapat dijelaskan perkembangan
dan pengaruh hubungan lingkungan dengan kehidupan
manusia, serta sebaliknya pengaruh kehidupan manusia
terhadap lingkungannya.
• Lingkungan fisik pemerintahan dapat digolongkan ke
dalam 3 kelompok yaitu : Letak geografis, Kesuburan
dan Kekayaan Alam, dan Penduduk (manusia sebagai
lingkungan fisik).

• 1. Lingkungan Geografis
Lingkungan ini dapat memberi pengaruh terhadap
kehidupan fisik dan kehidupan kejiwaan manusia.
Penyesuaian dengan lingkungan geografis antara lain
memberi pengaruh terhadap :
- Bentuk tubuh dan sifat-sifat fisik tubuh
- Cara hidup dan bentuk bermukim serta
berkelompok
- Penyebaran dan penyesuaian budaya serta seni
- Cara berfikir dan cara mempertahankan diri
• Pengaruh lingkungan geografis terhadap kehidupan
bernegara dapat dibagi menjadi 7 aspek yaitu :
a. Letak Negara Dalam Rotasi Bola Bumi.
Perbedaan letak Negara ini mengakibatkan adanya
perbedaan musim. Negara yang memiliki 4 musim akan
berbeda dengan Negara yang memiliki 2 musim dalam
cara mengatur kehidupan bernegaranya.
Contoh: Negara yang produksi bahan makanannya
dilakukan pada musim panas, harus berfikir tentang
persediaan bahan makanan dan bahan pemanas
sebelum musim dingin tiba.
b. Bentuk Daratan.
Negara yang berada di dataran tinggi (bergunung-
gunung) akan berbeda dengan Negara yang berada di
dataran rendah yang landai, dalam hal : pengembangan
konstruksi, transportasi, seni, dan budaya. Begitu pula
dengan Negara dengan daratan yang bersifat benua
akan berbeda dengan Negara yang berbentuk
kepulauan dalam hal pengaturan masalah angkutan dan
transportasi.
c. Bentuk Air.
Bentuk permukaan air (bodies of water) akan
berpengaruh terhadap cara hidup masyarakat di suatu
Negara, seperti Negara yang dialiri sungai-sungai besar
yang landai akan berbeda pembangunannya dengan
Negara yang hanya memiliki sungai-sungai kecil dengan
aliran air yang deras serta daratan yang berbukit-bukit.
d. Kesuburan Tanah dan Mineral.
Negara dengan lahan subur untuk persawahan akan
berbeda pengurusannya dengan Negara yang memiliki
lahan hanya untuk perkebunan tanaman keras.
Perbedaan tersebut berdampak pada cara penataan
pemukiman, pengembangan teknologi, dan prasarana.
Demikian juga halnya dengan perbedaan sumber-
sumber mineral yang dimiliki akan berpengaruh terhadap
perbedaan jenis industri dan kerajinan.
e. Iklim. Iklim dapat menentukan jenis tanaman dan
hewan yang dapat dikembangkan untuk pertanian dan
peternakan. Perbedaan-perbedaan tersebut dapat
mangakibatkan perbedaan sifat dan watak penduduk,
corak perekonomian serta sikap dan perilaku
pemerintahnya. Demikian juga dengan jaringan dengan
Negara-negara lain dalam bidang ekspor/impor hasil
produksi.
f. Bentuk-Bentuk Fisik Perbatasan Negara.
Sifat fisik perbatasan Negara memberi pengaruh
terhadap sikap dan perilaku pemerintahannya, terutama
dalam hubungannya dengan Negara-negara tetangga.
• Perbatasan fisik Negara dapat dibedakan atas 5 bentuk
yaitu :
- Perbatasan Negara dalam bentuk gunung
- Perbatasan Negara dalam bentuk gurun
- Perbatasan Negara dalam bentuk sungai
- Perbatasan Negara dalam bentuk lautan
- Perbatasan Negara dalam bentuk daratan
• Pengaruh positif/negatif terhadap
kecilnya wilayah Negara :
- Mudah membina kesatuan internal,
tanpa terlalu banyak mempersoalkan
perbedaan agama, ras dan bahasa
sebagai potensi konflik.
- Dengan wilayah yang kecil, biaya
yang diperluakan untuk memelihara
ketertiban, keamanan, dan pertahanan
relative tidak besar.
• 2. Sumber Daya dan Kekayaan Alam
Sejak awal kehidupan manusia selalu
berhubungan dengan sumber daya alam .
Hubungan ini berjalan secara terus menerus
dalam proses yang saling mempengaruhi
dengan melakukan berbagai macam
penyesuaian. Sungai dan lautan yang pada
awalnya belum optimal dimanfaatkan oleh
manusia, justru saat ini setelah mengalami
proses penyesuaian, telah memberikan manfaat
yang sangat besar terhadap kehidupan
manusia. Di samping sebagai sarana
perhubungan dan transportasi, juga sebagai
sumber bahan makanan, seperti ikan dan
tumbuhan air.
• a. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam ialah berbagai potensi yang terdapat
di dalam lingkungan alam yang dapat diubah menjadi
bahan atau energy untuk kepentingan hidup manusia.
Melalui proses penyesuaian, berbagai potensi seperti :
air, tenaga gerak udara, tenaga panas bumi, sinar
matahari, tinggi rendahnya permukaan daratan dapat
disesuaikan dengan kepentingan hidup manusia.
Lingkungan yang berbeda telah menimbulkan
perbedaan cara-cara penyesuaian manusia dalam
memanfaatkan sumber daya alam yang ada di
sekitarnya, dan perbedaan ini pula yang mengakibatkan
adanya perbedaan kemampuan antar manusia dan antar
bangsa. Sumber daya alam antara lain seperti
kesuburan tanah, keadaan iklim, musim, air dan lain-lain,
akan mempengaruhi kehidupan manusia disekitarnya.
Karena perbedaan tersebut dan perbedaan kemampuan
manusia, maka ada Negara yang berkembang sebagai
Negara pertanian dan pusat perdagangan.
b. Kekayaan Alam
Kekayaan alam pada dasarnya juga merupakan
sumber daya alam. Namun secara spesifik,
kekayaan alam diberi pengertian yaitu berbagai
jenis tumbuhan, hewan, dan berbagai material
dalam kandungan bumi, baik yang berupa cair,
maupun benda padat yang dapat memberi
manfaat kepada manusia dan bangsa yang
memilikinya terhadap perubahan peradaban,
cara dan sikap hidup suatu bangsa serta
perilaku pemerintahan dan pola hubungan antar
bangsa.
• 3. Penduduk
a. Penduduk Sebagai Lingkungan Fisik
Manusia sebagai faktor lingkungan fisik (factor
biologis) harus selalu melakukan proses
penyesuaian dengan lingkungan sekitarnya.
Manusia sebagai faktor biologis berbeda dengan
faktor biologis lainnya (tumbuhan dan hewan).
Tumbuhan dan hewan dalam proses regenerasi,
perkembangan, penyebaran dan persaingan
hidup di antara sesamanya lebih bersifat
individual. Sedangkan manusia dalam proses
seperti itu selalu dalam hubungan yang bersifat
kelompok.
• b. Penduduk Sebagai Faktor Ekonomi
Dalam ilmu ekonomi, manusia disebut sebagai
salah satu faktor produksi (Faktor Tenaga
Kerja), kemampuan manusia dalam
kehidupannya berkelompok sebagai satu
bangsa (Negara) adalah yang menetukan dapat
tidaknya suatu bangsa itu memenuhi
kebutuhannya. Bila penduduk dapat digerakkan
sebagai faktor ekonomi mengolah sumber-
sumber dan kekayaan alam, maka kehidupan
mereka akan lebih sejahtera dan akan dapat
bertahan dalam proses persaingan dengan
bangsa atau negara lain.
• c. Jumlah Penduduk dan Daya Dukung
Lingkungan
Bila penduduk tidak dapat digerakkan sebagai faktor
ekonomi, maka penduduk tidak menjadi pendorong bagi
keseimbangan, melainkan menjadi beban yang akan
merusak keseimbangan dengan lingkungan. Idealnya
jumlah penduduk tidak boleh bergerak bebas untuk
selalu bertambah, tetapi harus dibatasi oleh
keseimbangan daya dukung foktor-faktor lingkungan.
Pada beberapa abad yang lalu pada waku manusia
hidup berburu dan berpindah-pindah, jumlah penduduk
tidak berkembang dengan cepat, tingkat kelahiran dan
kematian hampir selalu seimbang. Hal ini berbeda
setelah manusia memasuki cara hidup pertanian dan
peternakan dengan hidup bermukim tetap, pertumbuhan
penduduk berkembang dengan cepat.
• d. Pengendalian Pertambahan
Penduduk
Ketidakseimbangan pertumbuhan pendu-
duk dengan lingkungan akan menim-
bulkan kemelaratan dan kemiskinan. Oleh
karena itu perlu dilakukan pengendalian
tingkat kelahiran di samping upaya
pengembangan faktor-faktor daya yang
tersedia. Misalnya di Indonesia
pengendalian penduduk mendapat
prioritas utama dari pemerintah melalui
program keluarga berencana (KB).