0% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
2K tayangan29 halaman

Bahan Non Logam

Bahan non logam meliputi plastik termoseting dan termoplastik, asbes, kaca, keramik, bahan perapat, dan isolator listrik. Plastik termoseting dan termoplastik memiliki berbagai jenis dan kegunaan luas. Asbes berbentuk serat yang tahan api. Kaca dan keramik diproduksi dari bahan alam dan tahan suhu tinggi. Bahan perapat digunakan untuk meredam getaran dan mencegah kebocoran. Sedangkan isolator listrik mengurangi al

Diunggah oleh

Arif Hermawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
2K tayangan29 halaman

Bahan Non Logam

Bahan non logam meliputi plastik termoseting dan termoplastik, asbes, kaca, keramik, bahan perapat, dan isolator listrik. Plastik termoseting dan termoplastik memiliki berbagai jenis dan kegunaan luas. Asbes berbentuk serat yang tahan api. Kaca dan keramik diproduksi dari bahan alam dan tahan suhu tinggi. Bahan perapat digunakan untuk meredam getaran dan mencegah kebocoran. Sedangkan isolator listrik mengurangi al

Diunggah oleh

Arif Hermawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAHAN NON LOGAM

A. Plastik Thermosetting

B. Plastik Thermoplastik

C. Asbes

D. Kaca

E. Keramik

F. Bahan Perapat (Paking)

G. Bahan Isolator
 A. Plastik Thermosetting

 1. Macam-macam bahan thermosetting

a. Fenol Formaldehid
Bahan-bahan thermosetting dipergunakan secara umum karena adanya
polimer dasar fenol dan formaldehid. Penggabungan dua polimer ini dengan
sejumlah reaksi kondensasi.
Kadang-kadang diberi pengisi (bahan tambahan) yang berkisar antara 50 –
80% dari berat butiran seluruhnya untuk meningkatkan kekuatan tumbuk.
Pada prinsipnya penggunaan fenol-formaldehid (PF) untuk peralatan listrik,
pegangann pintu, dan sebagainya. Pemakaian sebagai laminasi paling
banyak untuk isolasi listrik.
2. Urea-Formaldehid
Sifat tidak berbau, tidak ada rasa, dan tahan air. Selain sebagai lem yang
tahan basah juga dipergunakan untuk tutup botol alat-alat makan, dan
sebagainya.
3. Melamin-formaldehid
Sifat tidak berbau, tidak ada rasa, dan macam warna tidak terbatas. Lebih
tahan air, tahan alkali dan tahan panas. Jenis pemakaiannya antara lain
untuk alat-alat makan, peralatan rumah tangga untuk bagian tahan larutan,
dan sebagainya.
 2. Bahan pengisi dan kegunaannya

Plastik bisa didapat dalam berbagai bentuk, misal serbuk, lembaran, film, batang,
pipa, cairan. Bahan plastik ini sangat beragam dan luas pemakainnya seperti:

a. Plastik + serbuk kayu = bahan yang dapat menahan gaya tumbuk

b. Plastik + mika = bahan yang dapat menahan daya panas yang tinggi dan banyak
dipakai dalam teknik listrik

c. Plastik + selulose alfa = bahan yang dapat menahan gaya tumbuk dan dipakai
untuk pembuatan plastik bening

d. Plastik + kain kapas = bahan yang dapat menahan kekuatan dan mengurangi
sifat-sifat pekerjaan penghalusan
e. Plastik + kertas = bahan yang dapat menahan daya beban tumbuk

f. Plastik + asbes = bahan yang dapat mempertinggi sifat penyekatan dan ketahanan
panas

g. Plastik + grafit = bahan pembuatan alat / mesin seperti bantalan untuk mesin
listrik ringan

h. Plastik + karbon = bahan yang dapat mempertinggi ketahanan reaksi kimia dan
penghantar arus listrik.

i. Plastik + kanvas = bahan yang dapat menambah kekukuhan dan bahan menjadi
sedikit elastis digunakan untuk roda gigi tak berbunyi.
 2. Cara Pembuatan Plastik Thermosetting

1. Bahan baku berbentuk biji-biji kering + bahan tambah dimasukkan dalam


cetakan
2. Dipanaskan hingga 150 C
3. Ditekan kira-kira 150 atm
4. Bahan akan mencair dan memenuhi model
5. Selanjutnya dipanasi lagi, maka bahan tersebut mengeras lalu tutup cetakan
dibuka
6. Benda diangkat.
Proses berlangsung pada temperatur tinggi. Untuk mendapatkan hasil permukaan
yang halus maka cetakan harus dipolis.
 B. Plastik Thermoplastik

 1. Macam-macam bahan thermoplastik

a. Polietilen (CH2 = CH2)


Prinsip penambahan:
1. (CH2 = CH2) + 2% karbon Hitam = memperbaiki stabilitas bahan apabila terkena
sinar matahari secara langsung.
2. (CH2 = CH2) + > 10 % karet = mencegah terjadinya pecah
3. (CH2 = CH2) + pigmen = menghasilkan warna yang diinginkan
b. Polivinil Khlorida (PVC) (CH2 = CH Cl)
Material ini betul-betuk keras dan kaku pada suhu biasa. Tambahan yang
dicampurkan adalah:
1. (PVC) + pigmen = menghasilkan warna
2. (PVC) + plasticiser = mendapatkan sifat plastik
3. (PVC) + filler = mendapatkan suatu sifat atau harga yang lebih murah
PVC mempunyai sifat tahan zat kimia dan larutan keras, fungsinya untuk pembuatan
tangki kimia, pipa-pipa, isolasi kawat listrik, mantel dsb.
c. Polistiren (CH2 = CH, C6H5)
Polistiren adalah bahan yang rapuh dan transparan untuk memperbaikinya menjadi
bahan yang ulet maka + 5-25% stirene butadien.
Polistiren tahan asam dan juga sangat bagus sebagai bahan isolator listrik.
Kebanyakan digunakan dalam perlengkapan listrik, bagian-bagian refrigenerator,
tempat makanan, boneka dsb.

d. Poliamid dan Poliester


Dihasilkan dengan reaksi kondensasi polimeisasi, nama umum adalah nilon. Nilon
tahan terhadap larutan keras dan zat kimiawi. Prinsip penggunaan nilon adlah dibuat
serat dan dicetak untuk perlengkaan listrik, roda gigi, katup-katup dan bantalan.
 2. Cara Pembuatan Plastik Thermoplastik

Diproses dengan tiga cara yaitu:


a. Proses pembentukan vakum
Dilakukan untuk komponen yang relatif besar. Dalam metode ini tidak dibutuhkan
cetakan yang mahal.
b. Proses pembentukan dengan injeksi
1. resin pertama-tama dipanaskan pada selinder pemanas
2. ditekan melalui lubang menuju ke cetakan
3. didinginkan dan menjadi padat
c. Proses pembentukan dengan proses ekstrusi
Ekstrusi adalah proses yang mempergunakan panas dan tekanan untuk melelehkan
polietilen dan polivinil khlorida yang di dorong melewati cetakan dengan ukuran
yang sangat teliti pada produksi bersambung.
 C. ASBES

 1. Macam-macam Asbes

Asbes adalah suatu jenis material yang terdiri atas asam kersik dan magnesium
yang berbentuk serat, tidak kuat, dan mdah putus, tetapi tidak dapat terbakar.

 2. Sifat-sifat Asbes

a. Berwarna kelabu keperak


b. Tidak dapat terbakar
c. Tahan panas tinggi
 3. Kegunaan Asbes

a. Asbes berkualitas tinggi digunakan untuk melapisi rem mobil


b. Serat asbes murni digunakan untuk keperluan kimia
c. Tali dan kain asbes banyak digunakan untuk bermacam-macam keperluan
seperti : kaos tangan, baju tahan api, isolasi listrik dan panas, bahan packing
dan peredam bunyi.
 3. Cara Pengolahan Asbes

1. Asbes digiling dalam mesin giling


2. Diusahakan dalam penggilingan sebanyak mungkin diperoleh serat-serat
yang panjang
3. Serat yang sudah digiling + kapas diteruskan ke mesin pemintalan sehingga
menjadi benang tunggal
4. Diteruskan ke mesin perangkapan untuk disatukan menjadi satu pintal
 D. KACA

 1. Bahan Baku Kaca

Kaca merupakan suatu zat yang terdapat pada bahan tanah kersik dalam bentuk
pasir kuarsa (SiO2), serta mempunyai campuran soda, potas, batu kapur, dan timah
hitam.

 2. Macam-macam Kaca

a. Gelas silika
b. Gelas alkali
c. Gelas kapur soda
d. Gelas timah
e. Gelas bor
Bentuknya :
a. Kaca transparan
b. Kaca pundar
c. Kaca pemulangan
d. Kaca cermin
e. Kaca liat
 3. Sifat-sifat Kaca

a. Kerapatan zatnya besar


b. Pada temperatur biasa kekerasanya besar
c. Sangat rapuh
d. Pada bidang patahnya terlihat kilatan kuat
e. Tidak larut dalam air
f. Sangat tahan terhadap pengaruh asam, gas, dan uap
g. Penghantar kalor dan listrik jelek
 4. Kegunaan Kaca

a. Untuk keperluan rumah tangga dan kendaraan


b. Penyekat antara dua ruangan
c. Bahan isolasi dalam teknik listrik

 5. Cara Pengolahan Kaca

1. Bahan dasar dipanaskan pada suhu sekitar 1500 C pada tungku khusus
2. Bahan dasar + bahan tambah setelah dipanaskan suhunya diturunkan
sampai 1300 C untuk dibersihkan melalui alat penyekat dan juga sebagai
pengaduk.
3. Bubur kaca bening baru dibentuk pada suhu 800 C sampai 1100 C
 E. KERAMIK

 1. Macam-macam Bahan Keramik

Bahan baku dipakai S, O2, Al2O3, dan MgO, bahan baku dari keramil cina adalah
tanah liat seperti kaolin dan serisit.

 2. Sifat-sifat Keramik

a. Tidak menghisap air


b. Dapat pecah
c. Pada pembuatan perselin, suhunya pembakaran 900 C, suhu lanjutan sampai
1500 C.
d. Keramik jenis stetit tahan terhadap perubahan-perubahan temperatur dan
getaran-getaran mekanis
 3. Kegunaan Keramik

a. Jenis porselin dipakai dalam isolator dan sekering


b. Jenis stetit dipakai sebagai bahan isolasi pada alat-alat pemanas, setrika,
soldir, sakelar dan busi motor bensin

 5. Cara Pembuatan Keramik

1. Bahan dasar / baku di atas di aduk merata


2. Dicetak
3. Dibakar menjadi suatu benda
 F. BAHAN PERAPAT (PAKING)

 1. Macam-macam Bahan Paking

Bahan-bahan paking dibagi dalam 3 golongan:


a. Bahan-bahan paking non metalik
b. Bahan-bahan paking setengah metalik
c. Bahan-bahan paking metalik/ logam
Perapatannya dibagi dalam 2 golongan :
a. Perapat statis (bagian - bagian yang tidak bergerak)
b. Perapat dinamis (bagian-bagian yang bergerak : perapat batang, perapat poros)
 2. Sifat-sifat dan Kegunaan Bahan Paking

Bahan dasar paking dan sifatnya :


a. Kertas dan karton : bersifat mudah rusak/pecah, dipakai pada saluran minyak
b. Fiber : bersifat sangat keras, banyak dipakai pada brander las, pompa bensin,
karburator, pipa bensin
c. Gabus : bersifat kenyal dan tahan minyak, untuk paking-paking pelat
d. Klingerit : bersifat lunak, dipakai untuk merapatkan flens-flens saluran pipa uap,
tutup-tutup silinder dan bagian-bagian yang bersuhu tinggi.
e. Kulit : sifat liat, banyak digunakan untuk tekanan yang tetap pada pesawat-
pesawat air seperti pompa-pompa.
f. Tembaga asbes : bersifat tahan terhadap suhu yang tinggi dadn mempunyai
daya pegas, banyak digunakan sebagai perapat pada kepala selinder.
g. Aluminium plastik : sifat pada temperatur yang tinggi dimana selama motor bekerja
maka pelat ini akan menjadi keras dan berpadu sehingga dapat menutup dengan
sempurna.
h. Paking cincin : sifat keras karena dibuat dari baja lunak kegunaan untuk perapat
yang mempunyai tekanan yang tinggi, misal sambungan pipa-pipa uap.
i. Paking sumbat bus : sifat agak lunak tapi rapuh terutama yang dibuat dari tali
asbes, yang dibuat dari logam putih (timbel + timah + antinom) bersifat keras.
Paking jenis ini banyak dipakai pada keran penutup uap
j. Cincin pembalik minyak : sifat elastis dibuat dari bahan karet sintetis, digunakan
untuk mesin-mesin yang ditempatkan dalam ruangan kotor dan berdebu
 G. BAHAN ISOLATOR

 1. Macam-macam Bahan Isolator Listrik

a. Bahan sintetis : contoh plastik dari termoplastik : polietilen, PVC, teflon,


polistiren, nilon, akulon. Golongan termohad : bekelit, pertinaks, poliester.
b. Bahan bukan sintetis:
 Tekstil (kain lena, blacu dan sutera)
 Keramik (porselen dadn steatit)
 Mika
 Kertas
 2. Sifat-sifat dan Penggunaan Bahan Isolator Listrik

Bahan dasar isolator dan sifatnya :


a. Tekstil : menghisap air, kain lena blacu digunakan untuk menggulung lilitan motor
dinamo, kain sutera untuk lilitan kecil dan kawat halus pada isolator listrik.
b. Keramik: tidak menghisap air, mudah pecah, digunakan untuk isolator dan
sekering.
c. Mika : berwaarna bening dan tidak dapat terbakar, penggunaan sebagai bahan
isolasi pada alat-alat pemanas.
d. Kertas : berwarna abu-abu dan mudah terbakar. Kertas dicelupkan dalam
parafin/lilin digunakan untuk menyekat daun-daun kondensator.
 3. Macam-macam Bahan Isolator Panas

Bahan isolasi harus memenuhi persyaratan:


a. Koefisien daya hantar panas harus rendah
b. Daya tahan lembab yang baik
c. Daya tahan suhu tinggi dan massa jenis rendah
 4. Sifat-sifat Penggunaan Bahan Isolator Panas

Berikut bahan isolator panas dan sifat-sifatnya:


a. Tembaga dan aluminium : dapat memantulkan panas kembali dengan sempurna,
contoh pada motor bensin dan motor diesel
b. Wol terak dan wol kaca : koefisien daya hantar panas rendah, penggunaan pada
pelat cetakan
c. Maknesia : koefisien daya hantar panas rendah, untuk menembah kekuatan
dicampur dengan asbes, penggunaan pada pelat cetakan
d. Tanah kersik : koefisien daya hantar panas rendah, biasanya dicampur dengan
serat asbes untuk pelat cetakan

Anda mungkin juga menyukai