Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN KASUS

Kejang Demam Sederhana

Bayu Hernawan Rahmat Muharia


1102013054

PEMBIMBING:
Dr. Nurifah Sp.A
Identitas Pasien

 Nama : An A

 Umur : 2 tahun 4 bulan

 Jenis Kelamin : Laki - laki

 Alamat : Asrama brimob KS. Tubun.


Bogor

 Agama : Islam

 Nomor RM : 93-31-19

TANGGAL MASUK : 26 November 2018


Identitas Orang tua

BAPAK
IBU
NAMA : Tn P
NAMA : Ny U
UMUR : 35
UMUR : 30
PEKERJAAN: Polisi
PEKERJAAN: Ibu RT
PENDIDIKAN: Akpol
PENDIDIKAN: sma
RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG
KELUHAN UTAMA :
kejang ± 5 jam SMRS

Keluhan tambahan :
demam dan batuk
RIWAYAT PERJALANAN
PENYAKIT
Pasien datang dibawa oleh
orang tuanya ke IGD RS
POLRI dengan keluhan kejang
sejak kurang lebih 5 jam Demam terjadi
SMRS. Kejang yang terjadi
sebanyak 1 kali. Lamanya ± 3
kurang lebih 1 hari Pasien juga
mengeluhkan batuk
menit. Saat kejang tangan SMRS. Demam berdahak kurang
kanan dan kiri pasien mengepal muncul tiba-tiba lebih 2 hari SMRS.
dan kedua lengan atas serta
tungkai bawah bergetar seperti dan dirasakan Batuknya. jarang dan
orang menggigil. Mata tidak terus menerus tidak menentu, dahak
mendelik keatas, tidak keluar namun tidak brwarna putih. Pasien
busa dari mulut pasien dan juga mengeluhkan
lidah tidak tergigit. Saat kejang terlalu tinggi. terdapat pilek. Tidak
pasien tidak sadar dan setelah Pasien hanya ada sakit telinga
kejang pasien sadar namun
badan pasien menjadi lemas. minum obat maupun cairan yang
Ibu pasien mengatakan bahwa penurun panas keluar dari telinga.
Buang air besar dan
sebelum kejang pasien dari dokter namun kecil tidak ada
mengalami demam tetapi tidak
terlalu tinggi. Ini merupakan tidak ada keluhan.
serangan kejang yang kedua, perbaikan.
serangan pertama pada bulan
januari 2018. Kejang juga
didahului oleh demam.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

 Kejang pada bulan Januari 2018, riw. Penyempitan


saluran kemih (RSCM)
 Trauma : di sangkal

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Penyakit yang sama disangkal.


 RIWAYAT
TUMBUH
KEMBANG
 RIWAYAT
 Pasien tidak mengalami
IMUNISASI gangguan maupun
 Lengkap keterlambatan tumnuh
kembang

 RIWAYAT SAUDARA
KANDUNG
 Pasien merupakan anak pertama
di keluarga
 Pasien tidak mempunyai adek
atau kakak
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Umum
- Keadaan umum: Tampak Sakit
ringan
- Kesadaran: Kompos mentis
- Frekuensi nadi: 114X/mnt
- Frekuensi napas: 22X/mnt
- Suhu tubuh: 36,5C
Status antropometri
Berat Badan : 12,5 kg
Tingi Badan : 90 cm
WFA (Weight for Age) : 12,5/13x100 % = 96%
LFA (Length for Age) : 90/91x100% = 98 %
WFL ( Weight for Length) : 12,5/13x100%= 96%
STATUS GENERALIS

 Pemeriksaan Sistematis
a. Kepala
- Bentuk dan ukuran: bulat, normosefal
- Rambut dan kulit kepala: hitam, distribusi merata,
tidak mudah dicabut
- Mata: konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik,
isokor, refleks cahaya +/+
- Telinga:sulit dinilai
Hidung: pernafasan cuping hidung (-).

- Mulut: mukosa mulut kering, tonsil T1/T1, faring


hiperemis (-)

- Leher: Kelenjar getah bening tidak teraba


Toraks
- Inspeksi: pergerakan dinding dada simetris.

- Palpasi: pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri,


Stem fremitus kanan = kiri
- Auskultasi: bunyi nafas dasar vesikuler, bunyi
nafas tambahan (ronki dan wheezing tidak ada)
Bunyi jantung I – II murni, gallop (-), murmur(-)
Abdomen:
- inspeksi: perut tampak mendatar
- auskultasi: bising usus (+)
- palpasi: supel
- perkusi: hipertimpani
Ekstremitas: akral hangat, oedem (-),

sianosis(-)

Anus : dalam batas normal

Rangsang meningeal:

- kaku kuduk : (-)


PEMERIKSAAN LAB

Jenis pemeriksaan Hasil lab Nilai normal


Hb 12,3 g/dl 13-16
leukosit 21.600 /mm3 5000-10.000
ht 36,9 % 40-48
Trombosit 332.000 /mm3 150.000-450.000
Urine Lengkap HASIL NILAI RUJUKAN UNIT

Warna Kuning muda

Kejernihan Keruh

Reaksi/Ph 7,0 5-8,5

Berat Jenis 1.010 1.000-1.030

Protein - Negative

Bilirubin - Negative

Glukosa - Negative
Keton - Negative Keton

Darah/Hb - Negative Darah/Hb

Nitrit - Negative Nitrit

Urobilinogen 1,0 0,1-1,0 IU Urobilinogen

Leukosit + Negative Leukosit

Sedimen Leukosit 10-12 0-5 /LPB Sedimen Leukosit

Sedimen Eritrosit 0-2 1-3 /LPB Sedimen Eritrosit

Sedimen Sel Epitel + /LPK Sedimen Sel Epitel


DIAGNOSIS

 Kejang demam Sederhana

 ISPA

 Sepsis

 ISK
penatalaksanaan
 IVFD RL 14 tpm/24 jam

 Inj Cefotaxime 3 x 500 mg

 Inj Dexamethasone 3 x 2,5 mg

 Ambroxole 6 mg

 Salbutamol 0,6 mg

 Cetirizine ¼ tab

 Kenacort ¼ tab
Definisi
Adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan
suhu tubuh (suhu rektal di atas 38°C) yang
disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium
Penyebab Demam

INFEKSI NON-INFEKSI
 Virus  Alergi
Trauma
 Bakteri

 Auto-imun
 Tumbuh Gigi
Mekanisme Pengaturan Suhu Tubuh
 Input
Ujung saraf & suhu
darah

Anterior
Hypothalamus  Hypothalamus
Set point
Thermostat
Homothermal
37C/98.6F; pm > am
 Output
Suhu/temperatur tubuh
PATOFISIOLOGI
IDAI (2016)
Diagnosis
Pemeriksaan Fisik :
Anamnesis : •Kesadaran : apakah terdapat penurunan
•Adanya kejang, jenis kejang , kesadaran, kesadaran
lama kejang •Suhu tubuh: apakah terdapat demam
•Suhu sebelum/saat kejang, frekuensi dalam •Tanda rangsang meningeal: kaku kuduk,
24 jam, interval, keadaan anak pasca kejang Bruzinski I dan II, Kernique, Lasuque dan
•Penyebab demam di luar infeksi susunan pemeriksaan nervus cranial
saraf pusat (gejala infeksi saluran napas •Tanda peningkatan tekanan intrakranial:
akut/ISPA, infeksi saluran kemih/ISK. Otitis ubun ubun besar (UUB) membonjol, papil
media akut/OMA, dll) edema
•Riwayat perkembangan, riwayat kejang •Tanda infeksi di luar susunan saraf pusat
demam dan epilepsi dalam keluarga seperti infeksi saluran pernapasan, faringitis,
•Singkirkan penyebab kejang yang lain otitis media, infeksi saluran kemih dan lain
(misalnya diare/muntah yang mengakibatkan sebagainya yang merupakan penyebab
gangguan elektrolit, sesak yang demam
mengakibatkan hipoksemia, asupan kurang •Pemeriksaan neurologi: tonus, motorik,
yang dapat menyebabkan hipoglikemia) reflex fisiologis, reflex patologis11
Pemeriksaan Penunjang :
• Lab  darah tepi, kadar gula darah, elektrolit, dapat dilakukan atas indikasi
• Lumbal pungsi
• EEG
PEMBERIAN OBAT SAAT
DEMAM

 ANTIPIRETIK

 Paracetamole 10 – 15 mg/kgbb/kali

 Ibuprofen 5 – 10 mg/kgbb/
ANTIKONVULSAN

 INTERMITTEN  RUMATAN

 Diazepam oral 0,3  As. Valproat 15 – 40


mg/kgbb/kali atau rektal mg/kgbb/hari dibagi
0,5 mg/kgbb/kali dalam 2 dosis
sebanyak 3 kali/hari
dengan dosis maksimal  Fenobarbital 3 – 4
7,5mg/hari mg/kgbb/hari 1 – 2 dosis
Edukasi

Beberapa hal yang harus dikerjakan, bila kembali kejang .

 Tetap tenang dan tidak panik.

 Kendorkan pakaian yang ketat terutama disekitar leher

 Bila tidak sadar, posisikan anak terlentang dengan kepala miring. Bersihkan
muntahan atau lendir di mulut atau hidung. Walaupun kemungkinan lidah
tergigit, jangan memasukan sesuatu ke dalam mulut.

 Ukur suhu, observasi dan catat lama dan bentuk kejang.

 Tetap bersama pasien selama kejang.

 Berikan diazepam rektal. Dan jangan diberikan bila kejang telah berhenti.

 Bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih.
SAJIAN KASUS
N Kasus Teori
o

1 Pasien laki laki usia 2 tahun 4 bulan diantar ibunya dengan Kejang demam adalah bangkitan
keluhan kejang 1x ± 3 menit sebelum masuk rumah sakit. kejang yang terjadi pada anak berumur
Sebelumnya pasien mengalami demam dan batuk pilek. 6 bulan sampai 5 tahun yang
Pasien memiliki riwayat kejang yang didahului oleh demam mengalami kenaikan suhu tubuh (suhu
pada bulan Januari diatas 38°C dengan metode pengukuan
suhu apapun) yang disebabkan oleh
proses ekstracranial.
Bila ada riwayat kejang tanpa demam
sebelumnya maka tidak disebut sebagai
kejang demam

2 Pasien mengalami kejang 1x ± 3 menit. Pada saat kejang Kejang demam sederhana adalah
tangan kanan dan kiri pasien mengepal dan kedua lengan atas kejang demam yang berlangsung
serta tungkai bawah bergetar seperti orang menggigil singkat kurang dari 15 menit, bentuk
kejang umum ( tonik dan atau klonik),
serta tidak berulang dalam 24 jam.
3 Pasien mengalami kejang dengan suhu tubuh tidak terlalu Menurut teori Kejang demam
tinggi yaitu 37,6 °C adalah bangkitan kejang yang
terjadi pada anak berumur 6 bulan
sampai 5 tahun yang mengalami
kenaikan suhu tubuh (suhu diatas
38°C dengan metode pengukuan
suhu apapun) yang disebabkan oleh
proses ekstracranial.
Disebabkan oleh ambang batas
kejang
Pada pasien tidak dilakukan Pemeriksaan laboratorium tidak
pemeriksaan hema 1 secara rutin dikerjakan secara rutin pada
hanya dilakukan 1 kali kejang demam, tetapi dapat
pemeriksan penunjang yaitu dikerjakan untuk mengevaluasi
hema 1 pada tanggal 26 november sumber infeksi penyebab demam.
2018 Pemeriksaan laboratorium yang
dapat dikerjakan atas indikasi
misalnya darah perifer, elektrolit,
dan gula darah
ALUR TATALAKSANA KEJANG NEONATUS

Bila kejang berulang dalam


2 hari, berikan luminal 5
mg/kg/hari per oral
sampai bebas kejang 7 hari.
Bila kejang berulang setelah
bebas kejang 2 hari, ulangi
pemberian luminal dari
awal