Anda di halaman 1dari 22

Dr SLAMET POERNOMO SpF.

DFM
KOMBES POL ( P )
PENDAHULUAN
 Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
dianggap ‘wilayah privat’ sehingga banyak
kasus yang terjadi tapi tidak dilaporkan.
 Besar kemungkinan angka sesungguhnya dari
kasus KDRT sangat banyak  Iceberg
Phenomenon
 KDRT paling banyak dialami oleh perempuan
dan anak
 Keluhan utama:

 Nyeri pada kepala dan leher

 Riwayat penyakit sekarang:


2 jam sebelum terjadi Karena tidak kena, lalu
Korban dan suami korban
pemukulan, suami korban suami korban mendekati
bertengkar mulut , karena
memarahi korban karena korban dan memukul
motor yang akan dipakai emosi suami korban
pelipis kanan korban
suaminya ke pasar tidak ada mengambil batu dan
dengan kepalan tangan
karena dipinjam oleh dilempar ke arah korban
keponakannya
sebelah kanan

Rambut korban juga korban dicekik dari arah


dijambak lalu korban depan dan kepalanya
diseret sampai korban diputar – putar oleh
terjatuh suaminya
ANAMNESIS
 Pemukulan oleh suaminya bukan yang pertama kali
terjadinya.
 Suami (tersangka) korban juga sering mengancam
korban sambil membawa golok dan mengancam
bahwa umur korban tinggal dua minggu lagi  hidup
korban tidak tenang dan gelisah
 Suami (tersangka) sering mengkonsumsi alkohol dan
tidak berperkerjakan tetap (kerja serabutan) sehingga
selama menikah yang menafkahi keluarga adalah
korban.

 Korban pembantu RT : Biasa krn majikan kecewa


atas kesalahan yg sepele
UNDANG - UNDANG KEKERASAN DALAM RUMAH
TANGGA
NOMOR 23 TAHUN 2004

Pasal 1
Dalam Undang Undang ini yg dimaksud dengan :
1. Kekerasan Dalam Rumah Tangga adalah setiap
perbuatan ter-hdp seseorang terutama perempuan,
yg berakibat timbulnya kesengsaraan / penderitaan
fisik,seksual, psikologis dan / atau penelantaran
rumah tangga termasuk ancaman utk melakukan
perbuatan, pemaksaan, / perampasan kemerdekaan
secara melawan hukum dlm lingkup rumah tangga
Pasal 2
(1) Lingkup rumah tangga dlm UU ini meliputi:
a. Suami , istri dan anak.
b.Orang orang yg mempunyai hubungan kelurga
dgn hubungan darah, perkawinan,persusuan,
pengasuhan & perwalian yg menetap dalam
rumah tangga dan /atau, orang yang bekeja
membantu rumah tangga dan menetap dalam
rumah tangga tersebut.
Bentuk-Bentuk KDRT

Kekerasan Kekerasan
Fisik Psikis

Penelataran
Kekerasan
Rumah
Seksual
Tangga
KEKERASAN PSIKIS
PEMERIKSAAN DOKTER
1. ANAMNESA
2. PEMERIKSAAN FISIK
- KEADAAN UMUM, KESADARAN,
EMOSI, KOOPERATIF
- T , N, S, P
3. PERLUKAAN , LOKASI GAMBARAN
LUKA , UKURAN
4. TANDA – TANDA GG PSIKOLOGIS
5. TINDAKAN DAN PERAWATAN
KEKERASAN SEKSUAL

@ LEBIH SULIT KARENA SERING TIDAK ADA SAKSI

@ PEMERIKSAAN MEDIS HARUS DISERTAI DGN


PENGGUMPULAN & PENCARIAN BARANG BUKTI
@ BARAN BUKTI YG HRS DICARI AL :

1. SEL SPERMA.
2. SISA SISA PERSETUBUHAN ,
- RAMBUT KEMALUAN
- BEKAS GIGITAN
- KEROKAN KUKU
- ADA / TIDAK KEHAMILAN
- ADA / TIDAKNYA PENYAKIT KEMALUAN
PERMASALAHAN DLM PEMBUKTIAN KASUS
PERKOSAAN :

- KORBAN TERLAMBAT DATANG


- KORBAN SUDAH MANDI
- KORBAN SUDAH MENCUCI PAKAIAN
- KOEBAN SUDAH MEMBUANG PAKAIAN
Faktor penyebab dan Pencetus
KDRT

Pernikahan terpaksa

Penyalahgunaan Dugaan
obat dan alkohol perselingkuhan

Gangguan Masalah social -


psikologis/psikiatrik ekonomi

Tekanan pekerjaan
UU No.23 tahun 2004
 Pasal 15: setiap orang yang mendengar, melihat, atau
mengetahui terjadinya KDRT WAJIB melakukan upaya-
upaya sesuai dengan batas kemampuannya untuk
Mencegah berlangsungnya TP
Memberikan perlindungan kepada korban
Memberikan pertolongan darurat
Membantu proses pengajuan permohonan penetapan
perlindungan
 Pasal 26 (1): korban berhak melaporkan secara langsung
KDRT kepada kepolisian baik di tempat korban berada
maupun di tempat kejadian perkara
 Pasal 26(2): korban dapat memberikan kuasa kepada
keluarga atau orang lain untuk melaporkan KDRT kepada
pihak kepolisian.
PENANGANAN KORBAN KDRT

Rumah Sakit PEMDA


PPT/PKT

KORBAN RPK KEJAKSAAN

LSM
LBH
KEHAKIMAN

RMH AMAN
(SHELTER)
KETENTUAN PIDANA KDRT
Sanksi Hukum Korban KDRT
(Pasal 45-49)

No. Keterangan Pidana Denda

1 Kekerasan fisik Paling lama 5 Paling Banyak


tahun Rp15.000.000
2 Luka berat paling lama Paling banyak
10 tahun Rp30.000.000
3 Korban meninggal Paling lama Paling banyak
15 tahun Rp45.000.000
4 Penyakit yg tidak paling lama 4 paling banyak
menggangu kegiatan bulan Rp5.000.000
sehari-hari