Anda di halaman 1dari 21

METABOLISME KARBOHIDRAT

METABOLISME

• Metabolisme adalah suatu proses kimiawi yang


terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Proses
metabolisme adalah pertukaran zat atau organisme
dengan lingkungannya. Istilah Metabolisme berasal
dari bahasa Yunani, yaitu dari kata metabole yang
berarti perubahan. Sehingga dapat dikatakan bahwa
metabolisme adalah makhluk hidup mendapat,
mengolah dan mengubah suatu zat melalui proses
kimiawi untuk mempertahankan hidupnya.
Metabolisme Karbohidrat

• Metabolisme karbohidrat merupakan sesuatu


proses kimia yang terjadi di dalam tubuh
makhluk hidup dengan tujuan untuk
mengolah karbohidrat, baik itu anabolisme
atau reaksi pembentukan maupun
katabolisme atau reaksi pemecahan.
PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT

1. Glikogenesis
Glikogenesis adalah proses metabolisme karbohidrat yang merubah
glukosa menjadi glikogen atau dengen kata lain, proses pembentukan
glikogen dari glukosa.

Ada beberapa tahapan dalam proses pembentukan glikogen, sebagai


berikut:
• Tahap pertama, glukosa menjadi glukosa-6-fosfat dibantu oleh enzim
glukokinase, serta mendapat tambahan energi dari fosfat dan ATP.
• Tahap kedua, glukosa-6-fosfat berreaksi dengan enzim glukomutase
menjadi glukosa-1-fosfat.
• Tahap ketiga, glukosa-1-fosfat berreaksi dengan Uridin Tri Phospat atau
yang sering disingkat UTP, dikatalisis oleh Uridil Transferase dan
menghasilkan UDP-Glukosa (Uridin Difosfat Glukosa) dan PPi (Pirofosfat).
• Tahap keempat; tahap terakhir, terjadi kondensasi antara glukosa nomor
satu dan UDP-glukosa dalam rantai primer glikogen yang kemudian
menghasilkan rantai glikogen baru dengan satu tambahan unit glukosa.
Glikolisis
Glikolisis merupakan peristiwa, seperti yang sudah
disinggung sedikit di atas, penguraian karbohidrat
menjadi piruvat.

Piruvat adalah senyawa penting dalam biokimia; dihasilkan


dari metabolisme glukosa yaitu glikolisis. Ada beberapa
sifat dalam proses glikolisis ini, Sebagai berikut:
• Oksidasi glukosa / glikogen menjadi piruvat laktat.
• Dapat berlangsung secara anaerob dan aerob.
• Diperlukan adanya energi dan enzim.
• Membentuk karbohidrat yang memiliki atom tiga.
• Terjadi sintesis ATP dari ADP + Pi
Daur Krebs
Piruvat dialihbentukkan menjadi asam laktat, sebagian asetat, dan
etanol. Asesat, khususnya asetil koenzim-A bisa diolah kembali dalam
lingkaran trikarboksilat; salah satu proses siklis.

Hal demikian dinyatakan oleh Krebs pada tahun 1937, sehingga sampai
sekarang disebut dengan nama Daur Krebs; jalur metabolisme
penting dan utama dari berbagai senyawa hasil metabolisme.
Tahapan dalam daur krebs sebagai berikut:
• Fase pertama, terurainya atas CO, asam piruvat dan suatu zat yang
memiliki asetat (atom C). Senyawa kemudian bersatu dengan koenzim
A menjadi asetil koenzim A.
• Fase kedua, bersatunya asam oksalo asetat dan asetil koenzim A
hingga tersusun asam sitrat.
PENYAKIT GANGGUAN METABOLISME
KARBOHIDRAT
1. Diabetes Melitus
Diabetes Melitus (DM) adalah kelainan metabolisme
karbohidrat, di mana glukosa darah tidak dapat digunakan
dengan baik, sehingga menyebabkan keadaan
hiperglikemia. DM merupakan kelainan endokrin yang
terbanyak dijumpai. Penderita DM mempunyai risiko
untuk menderita komplikasi yang spesifik akibat
perjalanan penyakit ini, yaitu retinopati (bisa
menyebabkan kebutaan), gagal ginjal, neuropati,
aterosklerosis (bisa menyebabkan stroke), gangren, dan
penyakit arteria koronaria (Coronary artery disease).
Kekurangan Kalori dan Protein (KKP)

Penyakit kekurangan kalori dan protein pada


dasaraya terjadi karena defisiensi energi dam
defisiensi protein, disertai susunan hidangan
yang tidak seimbang. Penyakit KKP terutama
menyerang anak yang sedang tumbuh, dan
dapat pula menyerang orang dewasa, yang
biasanya kekruangan makan secara
menyeluruh.
Kencing manis
Penyakit diabetes melitus atau kencing manis
merupakan gangguan metabolik yang
berkaitan glukosa. Para peneliti dan ilmuwan
unumaya sependapat, dasar penyakit ini ialah
defisiensi hormon insulin. Hormon ini
dihasilkan dalam ke lenjar pankreas dan
mempunyai fungsi memetabolisme glukosa.
Obesitas
Obesitas atau kegemukan adalala kelebihan gizi
yang ditandai dengan adanya penimbunan
lemak secara berlebihan dalan tubuh sehingga
menaikkan berat Badan. Kegemukan hanya
dapat terjadi jika ada kelebihan energi karena
berBagai sebab, antara lain kelebihan zat gizi,
kelainan baagian otak tertentu, kelainan
hormon endokrin, faktor keturunan, dan
akibat pemakaian obat tertentu.
Galaktosemia

Galaktosemia adalah kadar glukosa yang tinggi


dalam darah, etiologinya disebabkan oleh
kekurangan atau bahkan ketidakpunyaan
tubuh terhadap enzim galaktose 1-fosfat uridil
transfarase.
Glikogenosis

Glikogenosis (Penyakit penimbunan glikogen)


adalah sekumpulan penyakit keturunan yang
disebabkan oleh tidak adanya 1 atau beberapa
enzim yang diperlukan untuk mengubah gula
menjadi glikogen atau mengubah glikogen
menjadi glukosa (untuk digunakan sebagai
energi).
Intoleransi Fruktosa Herediter
Intoleransi Fruktosa Herediter adalah suatu penyakit
keturunan dimana tubuh tidak dapat menggunakan
fruktosa karena tidak memiliki enzim
fosfofruktaldolase. Sebagai akibatnya, fruktose 1-
fosfatase (yang merupakan hasil pemecahan dari
fruktosa) tertimbun di dalam tubuh, menghalangi
pembentukan glikogen dan menghalangi
perubahan glikogen menjadi glukosa.
Fruktosuria

Fruktosuria merupakan suatu keadaan yang tidak


berbahaya, dimana fruktosa dibuang ke dalam air
kemih. Fruktosuria disebabkan oleh kekurangan
enzim fruktokinase yang sifatnya diturunkan. 1 dari
130.000 penduduk menderita fruktosuria.
Fruktosuria tidak menimbulkan gejala, tetapi kadar
fruktosa yang tinggi di dalam darah dan air kemih
dapat menyebabkan kekeliruan diagnosis dengan
diabetes mellitus. Tidak perlu dilakukan pengobatan
khusus.
Pentosuria
Pentosuria adalah suatu keadaan yang tidak berbahaya,
yang ditandai dengan ditemukannya gula xylulosa di
dalam air kemih karena tubuh tidak memiliki enzim
yang diperlukan untuk mengolah xylulosa. Pentosuria
hampir selalu hanya ditemukan pada orang Yahudi.
Pentosuria tidak menimbulkan masalah kesehatan,
tetapi adanya xylulosa dalam air kemih bisa
menyebabkan kekeliruan diagnosis dengan diabetes
mellitus. Tidak perlu dilakukan pengobatan khusus.
Intoleransi Pada Laktosa (Lactose
Intolerance)
Intoleransi Pada Laktosa (Lactose Intolerance)
merupakan gangguan pencernaan yang terjadi
karena kurang atau tidak adanya enzim
lactose.baik primer yang biasanya karena
keturunan atau sekunder karena adanya
kelainan mukosa usus dan sering ditemukan
pada anak-anak/ bayi dengan gejala diare.
Lebih dari setengah orang dewasa menderita
Intoleransi terhadap lactose.
Kekurangan Isomaltase-Sukrosa
Kekurangan enzim ini menyebabkan intoleransi
terhadap sukrosa didalam makanan.
Penanganannya dilakukan dengan
menghindari sukrosa.
Kerusakan Disakarida Bawaan (Bereditary
defects)
Kekurangan enzim disakaridase menyebabkan
intoleransi terhadap disakarida (disaccharide
intolerance).