Anda di halaman 1dari 26

Oleh: Resti Iswani

Radiografi Ekstraoral → pencitraan foto


sinar-X dalam bidang kedokteran gigi,
dimana posisi film pada saat pemotretan
ditempatkan di luar rongga mulut.

Foto Rontgen ekstra oral digunakan untuk


melihat area yang luas pada rahang dan
tengkorak.
Secara umum radiografi ekstraoral
diindikasikan untuk :
Facial trauma
Pathology
Orthodonti
Patokan anatomi dalam penempatan posisi
pasien selama radiografi ekstraoral
adalah garis canthomeatal → garis yang
menghubungkan titik pusat dari kanal
auditori eksternal dengan canthus
(salah satu sudut mata di mana kelopak
mata atas dan bawah bertemu)
POSISI PASIEN
PADA
FOTO EKSTRAORAL
Macam – Macam
Radiografi Ekstraoral
Proyeksi
Cephalometrik Proyeksi
Proyeksi Posteroanterior Reverse-
Waters
Towne

Proyeksi Proyeksi
Submento- Lateral
vertex Oblique
Mandibula

Proyeksi Radiografi
Lateral Panoramik
Cephalometrik Ekstraoral
• Foto Rontgen yang digunakan untuk melihat keadaan sekitar
Definisi lateral tulang muka, diagnosa fraktur dan keadaan patologis tulang
tengkorak dan muka

• Mengevaluasi bagian cranium dan kerangka wajah untuk


mengetahui apakah terdapat suatu penyakit, trauma, kelainan,
hubungan rahang dan pertumbuhan skeletal.
Indikasi • Biasa digunakan pada bagian orthodontic
• Visualisasi terbaik untuk melihat bagian seluruh bagian cranium dan
kerangka wajah dari sisi kiri atau kanan

• Reseptor gambar → paralel dengan bidang


midsagital pasien.
• Pasien → sisi kiri mengarah ke reseptor gambar
• Filter pada kepala tube → di atas aspek anterior
Teknik
dari sinar
• Sinar X Sentral →Tegak lurus bidang midsagital
pasien dan reseptor gambar, dipusatkan di atas
meatus auditori eksternal.
FOTO LATERAL CEPHALOMETRIK
• Foto ini bisa digunakan untuk melihat dasar tengkorak, posisi
Definisi kondilus, sinus sphenoidalis, lengkung mandibula, dinding lateral
sinus maksila, dan arcus zigomatikus.

• Mengevaluasi bagian arcus zygomaticum dan maxilla untuk


Indikasi
mengetahui apakah terdapat suatu penyakit, trauma dan kelainan.

Kontra
• Pasien dengan suspek spinal injury
indikasi

• Reseptor gambar → paralel dengan bidang


transversal pasien dan tegak lurus dari bidang
midsagital dan bidang koronal.
• Leher pasien ditarik ke belakang sejauh mungkin,
Teknik • Sinar X Sentral →Tegak lurus reseptor gambar,
langsung dari bawah mandibula mengarah ke
vertex dari tengkorak, dipusatkan sekitar 2 cm ke
anterior dari garis yang menghubungkan kondilus
kiri dan kanan.
• Foto Rontgen yang digunakan untuk melihat sinus maksilaris,
Definisi sinus ethmoidalis, sinus frontalis, sinus orbita, sutura zigomatiko
frontalis, dan rongga nasal.

• Paling baik digunakan untuk mengevaluasi fraktur di bagian


facial yaitu daerah arcus zygomatic, orbital, spina nasalis,
Indikasi septum nasalis, cavum nasalis dan processus coronoideus.
• Bisa juga untuk melihat bagian frontal, maxilla dan sinus
sphenoid.

• Reseptor gambar → di depan pasien dan


tegak lurus dengan bidang midsagital.
• Kepala pasien → dimiringkan ke atas →
garis canthomeatal membentuk sudut
Teknik
37º dengan reseptor gambar.
• Sinar X Sentral →Tegak lurus dengan
reseptor gambar dan berkumpul di area
sinus maksilaris.
• Foto Rontgen yang digunakan untuk melihat kelainan pertumbuhan
dan perkembangan, penyakit, trauma, atau tengkorak,juga
Definisi
memberikan gambaran struktur wajah (sinus frontalis, fossanasalis,
dan orbita)

• Mengevaluasi kelainan, trauma, penyakit di bagian cranium


• Mendeteksi perubahan yang progresif di bagian mediolateral
Indikasi cranium
• Mengevaluasi bagian orbital, frontal, sinus ethmoideus, septum
nasalis dan fossa nasalis.

• Reseptor gambar → di depan pasien, tegak


lurus dengan bidang midsagital dan paralel ke
bidang koronal.
• Pasien → garis canthomeatal membentuk
sudut 10º dengan bidang horizontal dan
Teknik bidang Frankfurt tegak lurus dengan reseptor
gambar.
• Sinar X Sentral → tegak lurus dgn reseptor
gambar, posterior ke anterior (Posteroanterior),
paralel dgn midsagital pasien, dan berpusat
di bagian hidung.
• Foto Rontgen ini digunakan untuk pasien yang kondilusnya
Definisi mengalami perpindahan tempat dan juga dapat digunakan untuk
melihat dinding postero lateral pada maksila.

• Mengevaluasi kelainan, trauma (fraktur), penyakit di bagian leher


condilus
Indikasi • Melihat hubungan condilus karena memiliki visualisasi yang baik arah
posterolateral
• Bisa juga untuk melihat bagian occipital, foramen magnum, petrous
ridge.

• Reseptor gambar → di depan pasien tegak


lurus dengan bidang midsagital dan paralel
dengan bidang koronal.
• Pasien → kepala dimiringkan ke bawah
sehingga garis canthomeatal membentuk
Teknik
sudut 25º-30º dengan reseptor gambar.
• Sinar X Sentral → Tegak lurus dengan reseptor
gambar dan paralel dengan bidang
midsagital pasien dan berpusat sejajar
dengan kondilus.
• Proyeksi Badan Mandibula → Mengevaluasi adanya kelainan,
penyakit ataupun trauma seperti fraktur di daerah premolar, molar
Indikasi dan batas inferior mandibula.
• Proyeksi Ramus Mandibula → Mengevaluasi bagian ramus dari sisi
mandibula kearah kondilus

• Proyeksi Badan Mandibula


• Reseptor gambar → berlawanan dengan sisi pipi pasien yang akan
diperiksa dan berpusat di area gigi molar-premola
Teknik • Pasien → kepala dimiringkan ke arah sisi yang akan diperiksa dan
mandibula diprotusikan.
• Sinar X Sentral → Diarahkan ke area gigi molar-premolar dari titik 2 cm
di bawah sudut pada sisi mandibula yang berlawanan.
Proyeksi Ramus Mandibula
Reseptor gambar → di sekitar ramus, diletakkan lebih ke posterior agar
kondilus terfoto. Batas paling bawah dari kaset diletakan secara
paralel, minimal 2 cm di bawah batas inferior mandibula.
Teknik Kepala → dimiringkan ke arah sisi yang akan diperiksa. Mandibula
protusif.
Diarahkan secara langsung ke bagian tengah ramus, 2 cm di bawah
garis inferior dari sisi berlawanan mandibula area molar
pertama.
teknik radiografi ekstra oral untuk
menghasilkan gambaran tomografi
dari struktur yang meliputi permukaan
baik maksila, mandibula serta struktur
pendukungnya.
- Cakupan luas
- Dosis radiasi rendah untuk pasien
- Prosedur nyaman
- Memungkinkan untuk pasien yang
tidak dapat membuka mulut
- Lebih komunikatif untuk pasien
- Anatomis gigi tidak detail
- Overlap proksimal gigi premolar
- Sering terjadi distorsi geometris dan
pembesaran ukuran
- Objek klinis penting terdapat di luar
fokus (image layer), sehingga akan
memberikan gambaran yang
mengalami distorsi atau bahkan sama
sekali tidak terlihat
- evaluasi trauma
- lokasi gigi molar ketiga
- penjalaran penyakit rahang
- lesi besar yang sudah diketahui
atau dicurigai
- perkembangan geligi (khususnya
pada periode geligi campuran)
- sisa akar
- anomali perkembangan
• Lepas semua barang logam pada kepala dan
leher pasien
• kepala pasien pada cephalostat
• pasien menggigit bite block
• Bidang mid-sagital berada di tengah x-ray
unit
• Bidang sagital tegak lurus lantai

• Orbito-meatal (Frankfurt) Plane sejajar lantai.


• punggung dan leher pasien tegak
• Instruksikan pasien untuk mengangkat lidah
ke palatum
• Pasien tidak bergerak selama pemotretan
4 2 4

5 1 5

3 3

Bagian 1 : Gigi Geligi


Bagian 2 : Hidung dan sinus
Bagian 3 : Badan mandibula
Bagian 4 : Condylus
Bagian 5 : Ramus dan tulang belakang
Bagian 6 : Os Hyoid