Anda di halaman 1dari 9

 Menurut Undang-undang nomor 17 tahun 2003,

Keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban


negara yang dapat dinilai dengan uang, serta
segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa
barang yang dapat dijadikan milik negara
berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban
tersebut.
 Dari sisi obyek, meliputi semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai
dengan uang, termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal, moneter dan
pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan, serta segala sesuatu baik berupa
uang, maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung
dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.
 Dari sisi subyek, meliputi seluruh obyek sebagaimana tersebut di atas yang
dimiliki negara, dan/atau dikuasai oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah,
Perusahaan Negara/Daerah, dan badan lain yang ada kaitannya dengan keuangan
negara.
 Dari sisi proses, mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan
pengelolaan obyek sebagaimana tersebut di atas mulai dari perumusan kebijakan
dan pengambilan keputusan sampai dengan pertanggunggjawaban.
 Dari sisi tujuan, meliputi seluruh kebijakan, kegiatan dan hubungan hukum yang
berkaitan dengan pemilikan dan/atau penguasaan obyek sebagaimana tersebut di
atas dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan negara.
 Presiden selaku Kepala Pemerintahan memegang
kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian
dari kekuasaan pemerintahan;
 Menteri Keuangan selaku Pengelola Fiskal dan Wakil
Pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang
dipisahkan;
 Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna
Anggaran/Pengguna Barang kementerian negara/lembaga
yang dipimpinnya
Uraian Outlook 2018 APBN 2019
A. Penerimaan Perpajakan 1.548.485,0 1.786.378,6
l. PPh 761.200,3 894.448,70
2. PPN 564.682,4 655.394,90
3. PBB 17.433,90 19.103,6
4. Pajak Lainnya 7.614,90 8.608,7
5. Cukai 155.504,8 165.501,0
6. Bea Masuk 37.600,4 38.899,3
7. Bea Keluar 4448,4 4.422,50
B. Penerimaan Negara Bukan Pajak 349.158,3 378.297,9
1. Penerimaan SDA 169.196,3 190.754,8
2. Pendapatan dari Kekayaan Negara Dipisahkan 44.695,40 45589,3
3. PNBP Lainnya 91.962,1 94.069,3
4. Penerimaan BLU 43.304,60 47.884,50
C. Penerimaan Hibah 5.383,20 435,3
Total (dalam miliar rupiah) 1.903.026,5 2.165.111,8
PENDAPATAN NEGARA (ribuan rupiah) 2.165.111.815.814
A.
Defisit anggaran sebesar
I. PENERIMAAN DALAM NEGERI 2.164.676.505.814
Rp296 triliun terbanyak
1. PENERIMAAN PERPAJAKAN 1.786.378.650.376
dihasilkan dari biaya
2. PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK 378.297.855.438
investasi sebesar Rp75,9
II. PENERIMAAN HIBAH 435.310.000
triliun lalu dari pinjaman luar
B. BELANJA NEGARA 2.461.112.052.481
negeri sebesar Rp30,189
I. BELANJA PEMERINTAH PUSAT 1.634.339.518.949
II. TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA 826.772.533.532
triliun. Hal ini terlihat pada
C. KESEIMBANGAN PRIMER -20.114.968.787
tabel 3 tentang perbandingan
D. SURPLUS/ (DEFISIT) ANGGARAN (A - B) -296.000.236.667
pembiayaan anggaran dari
% Defisit Anggaran terhadap PDB -1,84
tahun 2014-2019.
E. PEMBIAYAAN ANGGARAN (I + II + III + IV) 296.000.236.667
I. PEMBIAYAAN UTANG 359.250.583.103
II. PEMBIAYAAN INVESTASI -75.900.341.459
III. PEMBERIAN PINJAMAN -2.350.004.977
IV. PEMBIAYAAN LAINNYA 15.000.000.000
Pengelolaan Utang Luar Negeri 2018-2019
(miliar rupiah)
2018 2019
Uraian
Outlook APBN
a. Pembayaran Bunga Utang Dalam Negeri 232.017,4 255.844,9
b. Pembayaran Bunga Utang Luar Negeri 17.387,6 20.040,4
Jumlah 249.405,0 275885,3
Keterangan: Tingkat bunga SPN-3 bulan (%) Rata-
rata nilai tukar (Rp/USD) 5,0 13.973,0 5,3 15.000,0
(sumber: Kementerian Keuangan, 2019)
Selain informasi anggaran yang
cukup transparan dan akuntabel,
kementerian keuangan juga
memberikan akses seluas-
luasnya kepada masyarakat yang
membutuhkan informasi atau
data mengenai keuangan negara
dengan menyediakan portal-
portal digital