0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
379 tayangan25 halaman

Panduan Diagram Sebab Akibat Fishbone

Diagram ini menjelaskan bagaimana diagram sebab akibat atau diagram tulang ikan dapat digunakan untuk menganalisis masalah kualitas produk dengan mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, mulai dari faktor utama hingga penyebab sekunder dan tersier."

Diunggah oleh

amalia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
379 tayangan25 halaman

Panduan Diagram Sebab Akibat Fishbone

Diagram ini menjelaskan bagaimana diagram sebab akibat atau diagram tulang ikan dapat digunakan untuk menganalisis masalah kualitas produk dengan mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, mulai dari faktor utama hingga penyebab sekunder dan tersier."

Diunggah oleh

amalia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIAGRAM SEBAB AKIBAT

Amalia Adriatna Putri (061740421536)


Umi Nopitasari (061740421557)
Diagram sebab akibat (diagram tulang ikan)
 Diagram sebab akibat adalah diagram yang menunjukkan hubungan antara karakteristik mutu dan faktor.

 Diagram dipergunakan tidak hanya untuk karakteristik mutu produk tapi juga untuk bidang lain.

 Diagram ini disebut juga sebagai diagram fishbone karena bentuknya yang menyerupai kerangka tulang
ikan, yang bagian-bagiannya meliputi kepala, sirip, dan duri.

 Diagram fishbone merupakan suatu alat visual untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan secara grafik
menggambarkan secara detail semua penyebab yang berhubungan dengan suatu permasalahan.
Diagram Fishbone
 Menurut Scarvada konsep dasar dari diagram fishbone adalah permasalahan
mendasar diletakkan pada bagian kanan dari diagram atau pada bagian kepala
dari kerangka tulang ikannya. Penyebab permasalahan digambarkan pada sirip
dan durinya.

 Diagram ini dipakai untuk menemukan faktor-faktor yang berpengaruh pada


karakteristik kualitasnya.
Diagram Fishbone
 Diagram fishbone ini umumnya digunakan pada tahap mengidentifikasi permasalahan
dan menentukan penyebab dari munculnya permasalahan tersebut. Selain digunakan
untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan penyebabnya, diagram fishbone ini
juga dapat digunakan pada proses perubahan.

 Untuk membuat diagram sebab akibat ini, diperlukan adanya saran / brainstorming
yang merupakan teknik untuk mengumpulkan pendapat yang kreatif secara diskusi
bebas. Dalam diskusi bebas tersebut tak boleh ada kritik terhadap pendapat orang lain,
tak boleh melarang orang berbicara dan harus dapat mengmbil mufakat dari adanya
pendapat orang lain tersebut. Makin banyak pendapat maka makin baik.
Diagram Fishbone
5 faktor utama manajemen yang perlu diperhatikan untuk menentukan faktor
yang berpengaruh :
manusia (man)
mesin/alat (machine)
material (bahan)
metode (method)
lingkungan (environment)
Atau lebih dikenal dalam bahasa inggris istilah 4M-1E atau :4M-1L untuk kita.
Diagram Fishbone

Diagram Sebab–Akibat menunjukkan hubungan antara:


 AKIBAT : kualitas.
 SEBAB : faktor-faktor yang berpengaruh/ mengakibatkan
sesuatu pada kualitas.
Diagram Fishbone
Disamping variabel-variabel itu manajemen pun
mengidentifikasikan kemungkinan timbulnya variabel
lingkukngan.
Diagram Fishbone

 Setelah penyebab- penyebab yang paling mungkin ditandai, maka


dapat digunakan untuk mengarahkan kegiatan pengumpulan data ketika
mencoba membuktikan penyebab sebenarnya masalah tersebut.

 Agar dapat menganalisis gagasan yang dikemukakan selama


brainstorming, mengelompokkan gagasan menjadi satu dibawah
judul-judul yang sesuai. Hal ini dapat membantu untuk menandai
penyebab-penyebab masalah yang penting.
Manfaat Diagram Sebab Akibat
Diagram Sebab-Akibat ( Fishbone) dapat digunakan untuk menganalisis permasalahan baik pada
level individu, tim, maupun organisasi.

1.Memfokuskan individu, tim, atau organisasi pada permasalahan utama.

2.Memudahkan dalam mengilustrasikan gambaran singkat permasalahan tim/organisasi.

3.Menentukan kesepakatan mengenai penyebab suatu masalah.

4.Membangun dukungan anggota tim untuk menghasilkan solusi.

5.Memfokuskan tim pada penyebab masalah.

6.Memudahkan visualisasi hubungan antara penyebab dengan masalah.

7.Memudahkan tim beserta anggota tim untuk melakukan diskusi dan menjadikan diskusi lebih
terarah pada masalah dan penyebabnya.
Langkah-Langkah Pembuatan Diagram Sebab Akibat
1. Tentukan masalah/sesuatu yang akan diperbaiki/diamati dan diusahakan
adanya “ukuran” untuk masalah tersebut, sehingga dapat dibandingkan
hasil sebelum dan sesudah perbaikan dilakukan. Gambarkan panah dengan
kotak diujung kanannya – dan tuliskan masalah/ sesuatu yang akan
diperbaiki itu, di dalam kotak.

Minuman kopi tidak enak

Gambar Masalah yang Akan Diperbaiki


2. Cari faktor-faktor utama apa
yang berpengaruh atau
mempunyai akibat pada
masalah tersebut.
– Tuliskan dalam kotak-kotak yang
telah dibuat di atas dan dibawah
panah yang ada, kemudian tarik
panah dari kotak ke panah yang
ada.
3. Cari lebih lanjut faktor-faktor yang lebih terperinci yang berpengaruh/mempunyai akibat pada
faktor utama tersebut.
Tuliskan faktor-faktor itu dikiri/kanan panah penghubung tadi dan buatlah panah dibawah
faktor bagian tadi, menuju garis penghubung.
4. Carilah penyebab-penyebab utama :
• Dari diagram yang sudah lengkap di atas, carilah penyebab yang (paling) utama, dengan
menganalisa data yang ada dan buatlah urutannya dengan menggunakan diagram
pareto.

• Bila analisa data tak dapat dilakukan, pilihlah faktor-faktor yang diduga sangat
berpengaruh dan lakukanlah voting (pemilihan dengan suara terbanyak) untuk
menemukan urutannya, serta gambarkan pada diagram.
• Catatan:
• Masalah pokok yang akan diteliti selalu dicantumkan dalam kotak segi empat
sebagai “kepala ikan”, sedang faktor-faktor penyebab sebagai “tulang belulangnya”
• Jangan membuat diagram menyerupai kepala, dengan lidi-lidi daunnya seperti
gambar dibawah ini
Contoh Penerapan Diagram Sebab-Akibat
Perusahaan ABC bergerak di bidang manufaktur. Perusahaan ini memproduksi sepatu olahraga, karena begitu
pesatnya pertumbuhan pasar sehingga memaksa perusahaan ini menjaga kualitas agar tetap bisa bersaing
dengan para pesaingnya. Namun pada kuartal akhir tahun 20xx perusahaan ini mengalami penuruanan
penjualan karena produk dinilai cacat oleh distributor. Untuk mengatasi permasalahan ini, manajer produksi
diminta menganalisa dan mencari akar permasalahan sehingga banyak produk yang cacat, sehingga
diharapkan penjualan produk awal tahun depan bisa meningkat. Namun sebelum manajer produksi melakukan
analisa, sudah ada evaluasi yang menjelaskan bahwa banyaknya produk cacat dikarenakan rendahnya kualitas
bahan baku sepatu yang didapat.
Manajer produksi, akhirnya menetapkan ingin menggunakan
Diagram sebab-akibat sebagai bahan pencari akar penyebab dari masalah
tersebut:

1. Manajer produksi menentukan Masalah yang terjadi. Masalah


yang muncul misalnya “ banyaknya produk cacat”.

2. Menuliskan masalah tersebut pada kepala ikan yang merupakan


akibat atau effect.

3. Manajer produksi menuliskan faktor – faktor yang mungkin


menjadi penyebab utama masalah pada banyaknya produk cacat
di akhir kuartal tahun 20xx.
Dimisalkan yang menjadi faktor penyebab utama masalah ini adalah :
a.Machine (Mesin)
b.Method (Metode atau proses produksi)
c.Material (Bahan baku)
d.Man power (Tenaga kerja).
4. Manajer produksi mencari penyebab – penyebab sekunder yang mungkin mempengaruhi
penyebab utama. misalnya kemungkinan penyebab masalah sekunder pada tulang Machine
bersumber dari kerusakan mesin dan kesalahan setting mesin produksi. Kemungkinan penyebab
masalah sekunder pada Tulang Material terkait layout produksi, misalkan disebabkan oleh dua
kemungkinan yakni kualitas bahan baku rendah dan pemasok barang baku. Sedangkan,
kemungkinan penyebab masalah sekunder pada tulang Man Power dimisalkan berasal dari
kemampuan tenaga kerja dan kemampuan mandor.
5. Manajer produksi mencari
penyebab – penyebab tersier
yang mungkin bisa
mempengaruhi penyebab –
penyebab sekunder.

Penyebab sekunder dinyatakan cukup menjadi akar permasalahan pada tiap pokok
tulang permasalahan.
6. Manajer produksi menetukan
item-item yang penting dari
seiap faktor pada hasil diagram
langkah kelima dan menandai
(dalam hal ini diberi warna
hijau) bahwa faktor-faktor
tersebut yang paling mungkin
mempunyai pengaruh nyata
terhadap banyaknya produk.

Dari diagram tulang ikan di atas dapat dilihat bahwa ternyata, banyaknya produk cacat tidak hanya disebabkan oleh
material atau bahan baku yang tidak berkualitas, namun juga dipengaruhi oleh tenaga kerja, metode atau system
operasi dan mesin yang digunakan.
•Rendahnya kualitas bahan baku ternyata memang mempengaruhi
kualitas produk dan ternyata ada hal lain yang menyebabkan bahan
Tahap terakhir adalah baku ini bermasalah dikarenakan suplai bahan baku dari suppliar
Material yang mempunyai standar kualitas yang berbeda
Kesimpulan. Dari
hasil analisis, Manajer
•Tata Layout yang tiak mendukung proses produksi sehingga
produksi ,memperlambat jalannya produksi (hanya mempengaruhi lamanya
proses produksi)
Method
menyimpulkan ada
beberapa cara yang
dapat dilakukan untuk •Kesalahan setting mesin yang tidak sesuai dengan standar produk
yang ingin dihasilkan
kembali menjaga Machine

kualitas produk untuk


•Pengalaman kerja ya rendah membuat hasil produk kurang
maksimal. Hal-hal lain juga ikut mempengaruhi seperti skill,
awal kuartal tahun motivasi, kepemmimpinan seorang mandor juga mempengaruhi
karyawan dalam bekerja untuk menghasilkan produk yang
2011 Man Power berkualitas
Hubungan Antara Diagram Pareto dan Diagram Sebab-Akibat
1. Gambarkan kembali Diagram Pareto jumlah absen karyawan PT. Semen Baturaja
Tahun 1982 – didampingi dengan diagram sebab-akibat dari masalah tersebut:

Diagram Pareto dan Sebab-Akibat


Jumlah Absen Karyawan PT. Semen
Baturaja Tahun 1982
2. Penyebab paling besar digambar paling depan pada diagram tulang
ikan dan berangsur-angsur ke belakang, sesuai pentingnya faktor
penyebab.

“Brainstorming” sangat berperan dalam menyusun diagram sebab-akibat. Pikiran-


pikiran bebas sangat berarti, walaupun timbul gagasan-gagasan yang tampaknya
remeh; dalam “brainstorming” jangan dilontarkan kritik terhadap suatu pemikiran.

Anda mungkin juga menyukai