0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
933 tayangan14 halaman

Hos Tjokroaminoto

Dokumen tersebut membahas biografi singkat Hos Tjokroaminoto, salah satu tokoh pergerakan nasional Indonesia yang berperan besar dalam membangkitkan semangat kemerdekaan. Ia merupakan guru besar tokoh-tokoh seperti Soekarno, Semaoen, Kartosoewirjo, dan Alimin yang kemudian memiliki ideologi berbeda. Dokumen juga menjelaskan dampak pemikiran Tjokroaminoto bagi bangsa Indonesia.

Diunggah oleh

Ann Integra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
933 tayangan14 halaman

Hos Tjokroaminoto

Dokumen tersebut membahas biografi singkat Hos Tjokroaminoto, salah satu tokoh pergerakan nasional Indonesia yang berperan besar dalam membangkitkan semangat kemerdekaan. Ia merupakan guru besar tokoh-tokoh seperti Soekarno, Semaoen, Kartosoewirjo, dan Alimin yang kemudian memiliki ideologi berbeda. Dokumen juga menjelaskan dampak pemikiran Tjokroaminoto bagi bangsa Indonesia.

Diunggah oleh

Ann Integra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama Kelompok :

1. Mario Adi Setiawan (19040274026)


2. Laila Safitri (19040274025)
3. Desy Safriana (19040274016)
4. Niken Ayu Nur Cahyani (19040274009)
5. Sekar Dewi Maharani (19040274021)
6. Anggi Puspitasari (19040274027)
Latar Belakang
Hos Tjokroaminoto adalah ketua salah satu organisasi pergerakan terbesar di
Hindia Belanda, Sarekat Islam. Rumah milik Hos Tjokroamnioto juga digunakan
sebagai kos-kosan oleh istrinya. Beberapa penghuni kos-kosan yang pernah
tinggal dan menjadi murid Tjokroaminoto adalah Soekarno, Semaoen, Alimin,
Musso, Kartosoewirjo. Bisa dikatakan ia merupakan guru bangsa terhebat dari
Indonesia. HOS Cokroaminoto merupakan guru besar dari Ir Soekarno, Muso
dan Kartosuwiryo, dimana ketiganya kelak melahirkan tiga ideologi politik
berbeda yang dianut oleh bangsa Indonesia. Atas jasa-jasa dan perjuangan HOS
Cokroaminoto, ia kemudian dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.
Biografi HOS Tjokroaminoto
Biografi HOS Cokroaminoto Singkat
• HOS Tjokroaminoto memiliki nama lengkap Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto
• Ia lahir di Ponorogo, Jawa Timur pada tanggal 16 Agustus 1882.
• Ayahnya bernama RM Tjokroamiseno yang bekerja sebagai seorang pejabat
pemerintahan. Sementara kakek HOS Cokroaminoto bernama RM Adipati
Tjokronegoro dikenal sebagai Bupati Ponorogo.

Riwayat Pendidikan HOS Cokroaminoto


• Mengenyam pendidikan OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren).
di sekolah Belanda yang khusus diperuntukkan untuk orang Belanda dan pejabat
pemerintahan.
• Setelah berhenti dari jabatannya sebagai patih, Tjokroaminoto melanjutkan
pendidikannya di Burgerlijke Avondschool (Sekolah Teknik Mesin).
Riwayat Pekerjaan HOS Tjokroaminoto
• Setelah lulus, Tjokroaminoto bekerja sebagai juru tulis di Ngawi, yang kemudian
diangkat menjadi Pegawai Pemerintah
• Hos Tjokroaminoto kemudian menikah dengan RA Soeharsikin, dan dikaruniai anak
bernama Siti Oetari dan Harsono Tjokroaminoto
• Bulan September 1905, Hos Tjokroaminoto berhenti dari jabatannya.
• Selama menempuh studi di Surabaya, ia bekerja di di Firma Coy & Co dari tahun 1907
– 1910.
• Tahun berikutnya, ia kemudian bekerja sebagai seorang teknisi yang kemudian
diangkat sebagai ahli kimia di pabrik gula di wilayah Rogojampi, Jawa timur.
• Ia bekerja di Pabrik Gula hingga tahun 1902. Selanjutnya ia kembali ke Surabaya dan
bekerja di biro teknik.

Bergabung Dengan SI
• Tahun 1912, Haji Samanhudi (pendiri sarekat dagang islam) mengajak Tjokroaminoto
bergabung.
• Ketika HOS Cokroaminoto bergabung pada tahun 1912, ia kemudian mengubah nama
nama Sarekat Dagang Islam menjadi Sarekat Islam.
• Dibawah kepemimpinan (1914) HOS Cokroaminoto, Sarikat Islam diakui oleh
pemerintah kolonial Belanda dan memiliki badan hukum yang jelas.
• Dalam kongresnya, Sarekat Islam bertujuan ingin merdeka, memiliki pemerintahan
sendiri dan menyatukan seluruh bangsa Indonesia.
• Di tahun pertama kepemimpinan Tjokroaminoto, anggota resmi SI tercatat mencapai
400.000 orang.
SI MERAH DAN PUTIH & WAFATNYA HOS TJOKROAMINOTO

Dalam kongres-kongres SI, Cokroaminoto mulai melancarkan ide pembentukan


nation (bangsa) dan pemerintahan sendiri.
Pada tahun 1920, ia dijebloskan ke penjara dengan tuduhan menghasut dan
mempersiapkan pemberontakan untuk menggulingkan pemerintah Belanda. Pada
April 1922, setelah tujuh bulan meringkuk di penjara, ia kemudian dibebaskan.
Cokroaminoto kemudian diminta kembali untuk duduk dalam Volksraad, namun
permintaan itu ditolaknya karena ia sudah tak mau lagi bekerjasama dengan
pemerintah Belanda.
Selain itu ada juga masalah lain yang timbul dalam tubuh SI dengan masuknya
infiltrasi komunisme, dengan terbentuknya SI merah dan SI putih. Sayangnya SI
merah yang di pimpin Semaun berhasil membunjuk tokoh - tokoh muda seperti
Alimin, Tan Malaka, dan Darsono . Saat jurang perpisahan antara SI Merah dan SI
putih semakin lebar tinbul pernyataaan Komintern (Partai Komunis Internasional)
yang menentang Pan-Islamisme (apa yang selalu menjadi aliran HOS dan rekan-
rekannya).
Hal ini mendorong Muhammadiyah pada Kongres Maret 1921 di Yogyakarta
untuk mendesak SI agar segera melepas SI merah dan Semaun karena memang
sudah berbeda aliran dengan Sarekat Islam.
Cokroaminoto meninggal di Yogyakarta Indonesia 17 Desember 1934 pada umur
52 tahun. Ia di makamkan di TMP Pekuncen Yogyakarta setelah jatuh sakit sehabis
mengikuti kongresi SI di Bajarmasin.
GAGASAN KEBANGSAAN
Di atas podium Kongres Sarekat Islam di Bandung pada 17-24 Juni 1916, Hadji
Oemar Said (H.O.S.) Tjokroaminoto berorasi dengan nada tinggi. Gagasan itu
disebutnya dengan istilah zelfbestuur atau pemerintahan sendiri.

“Orang semakin lama semakin merasakan, baik di Nederland maupun di Hindia,


bahwa zelfbestuur sungguh diperlukan. Orang semakin lama semakin merasakan, bahwa
tidak pantas lagi Hindia diperintah oleh negeri Belanda, bagaikan seorang tuan tanah yang
menguasai tanah-tanahnya!”

Gagasan yang membuat nama HOS Tjokroaminoto dikenal luas:

“Bangsa Ini Harus Merdeka!”

Gagasan yang ia sampaikan pada murid – muridnya :


“jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan, dan
bicaralah seperti orator”
HUBUNGAN HOS
TJOKROAMINOTO DENGAN
PARA TOKOH YANG MENJADI
MURIDNYA
Semaoen adalah murid Hos Tjokroaminoto yang juga
indekost di rumahnya. Pada umur 15 tahun ia
bergabung dengan SI dan beberapa waktu kemudian ia
menempati jabatan sebagai Sekretaris.

Kartosoewirjo. Pada tahun 1927, ia didepak dari sekolah


kedokteran setelah kedapatan menyimpan buku buku komunis,
yang ia dapatkan dari pamannya (Mas Mareo Kartodikromo) yang
gemar mengkritik pemerintahan Hindia Belanda. Kartosoewirjo
akhirnya mondok di rumah HOS Tjokroaminoto. Mereka berdua
cepat sekali klop. Kartosoewirjo kembali aktif di politik melalui
partai SI dan menduduki jabatan sekretaris umum.
Alimin aktif dalam organisasi pergerakan nasional. Ia
bergabung dengan SI karena dinilai lebih jelas garis
perlawanannya terhadap pemerintahan Belanda. Ia juga
pernah tinggal di rumah Hos Tjokroaminoto. Ia murni
ingin belajar dengan Hos Tjokroaminoto.

Di Surabaya, Soekarno tinggal di rumah sahabat orang tuanya,


Hos Tjokroaminoto. Tatkala hendak mendaftar di HBS (Hoogere
Burger School), Soekarno diantar oleh Hos Tjokroaminoto
sendiri. Ia dibonceng dan diantar menemui Tuan Bot (Direktur
sekolah itu). Selama indekost di rumah Hos Tjokroaminoto,
Soekarno juga berguru pada Hos Tjokroaminoto sesuai dengan
keinginan ayahnya. Ia pun menikahi putri sulung Hos
Tjokroaminoto, Siti Oetari.
HOS TJOKROAMINOTO SEBAGAI SURI TAULADAN
BAGI PARA TOKOH

Teladan kepemimpinan Tjokroaminoto hidup dalam diri tokoh-tokoh bangsa


sesudahnya. Teladan kepemimpinan etis Tjokroaminoto dihidupkan oleh daya
rasionalitas, kearifan konsensual, dan komitmen keadilan dalam dirinya yang
dapat menghadirkan sintesis positif sekaligus dapat mencegah kekuasaan
otoriter.
Keteladanan ini juga dicerminkan Tjokroaminoto melalui keteguhan iman,
kemampuan berfikir rasional dan ketinggian ilmu berpadu kepiawaian dalam
berpolitik, sehingga figurnya menjadi acuan dalam mendorong bangkitnya
pergerakan kebangsaan di era 1920 an.

“…saya mencoba, mengikuti, bukan saja Tjokroaminoto, tetapi segala


ajaran Tjokroaminoto, aku coba, aku ikhtiarkan, aku usahakan, aku
laksanakan, oleh karena aku kagum kepada guruku yang bernama Haji
Oemar Said Tjokroaminoto…” (Ir. Soekarno, 1966).
DAMPAK BAGI BANGSA DAN APA YANG
RELEVAN PADA SAAT INI

Pemikiran H.O.S. Cokroaminoto mengandung nilai-nilai kebangsaan yang


muaranya digunakan untuk melawan penindasan Kolonial Belanda bersama para
tokoh perjuangan yang lain. Dampak bagi bangsa dan hal-hal yang relevan pada
saat ini ialah:

- Berkat gagasannya, ia telah melahirkan tokoh-tokoh penting dalam


kemerdekaan Indonesia.
- Sikap-sikap yang bisa diteladani oleh generasi muda penerus bangsa sekarang
antara lain:

1. semangat perang
2. berani ambil resiko
3. pantang menyerah
KILAS BALIK
Apa yang membuat Hos Tjokroaminoto
mundur dari jabatan Pegawai
Pemerintah

Bagaimana bisa murid-murid


Hos Tjokroaminoto bisa berbeda
– beda ideologi?

Apa latar belakang tokoh – tokoh tersebut


berguru pada Hos Tjokroaminoto?

Bagaimana Hos Tjokroaminoto bisa


dipenjara di penjara Kalisosok?

Nilai – nilai yang ditanamkan Hos


Tjokroaminoto agar muncul rasa
Nasionalisme, dan sikap apa yang
tercermin dari Hos Tjokroaminoto
pada murid muridnya

Anda mungkin juga menyukai