Anda di halaman 1dari 21

PENGANTAR RISET

KEPERAWATAN
SYARIFAH SULKIAH, S.Kep.,Ns
Riset Keperawatan ?
• Riset (penelitian)
Proses pencarian kebenaran yang belum
terungkap secara sistematis meliputi
pengumpulan dan analisis informasi (data)
• Riset keperawatan
Proses pencarian kebenaran secara sistematis
yang didesain untuk meningkatkan pemahaman
kita tentang isu-isu yang terkait dengan
keperawatan, antara lain praktik keperawatan,
pendidikan keperawatan, dan administrasi
keperawatan
Riset Keperawatan ?
• Merup. Pencarian sesuatu sec. sistematis
dengan penekanan bahwa pencarian ini
dilakukan terhadap masalah yg dpt
dipecahkn
• Merupakan suatu karya dlm bidang
keperawatan yg ditulis berdasarkan
kenyataan ilmiah diperoleh dri sbgai hasil
penelitian lapangan ( klinik & laboratorium)
Evidence-based practice
adalah integrasi hasil penelitian dengan
pengalaman klinik dan nilai pasien untuk
menyediakan asuhan yang berkualitas dengan
biaya yang terjangkau.

Penelitian qualitatif, quantitatif dan hasil


penelitian berguna untuk menghasilkan ilmu
baru.
Mengapa riset penting untuk EBP
 Gambaran
Mengidentifikasi dan memahami fenomena dan hubungan
antar fenomena.
 Penjelasan
Mengklarifikasi hubungan antar fenomena dan
mengidentifikasi alasan mengapa peristiwa tertentu terjadi.
 Prediksi
Memperkirakan outcome yang spesifik pada situasi tertentu.
 Kontrol
Jika outcome suatu situasi bisa diprediksi, langkah selanjutnya
adalah mengontrol atau memanipulasi situasi untuk
mendapatkan hasil yang diinginkan.
Hambatan dalam EBP
Terbagi 3 yaitu:
1. Hambatan dari perawat
* pengetahuan riset tidak adekuat.
* rendahnya perhatian terhadap riset.
* minat yang kurang terhadap riset.
* role model yang kurang.
* gagal dalam penggunaan riset pada
peran klinikal dan manajerial.
* kurang penguatan dan percaya diri.
2. Hambatan dari riset

* kurang fokus pada masalah klinik.


* komunikasi temuan tidak adekuat.
* hasil riset tidak dipublikasi.
* desiminasi tidak aplikatif untuk klinik.
3. Hambatan dari organisasi atau institusi
* manajemen yang tidak ingin berubah.
* perawat tidak diijinkan untuk
menggunakan hasil penelitian.
* beban kerja perawat yang terlalu banyak.
* tidak mempunyai wewenang untuk
mengimplementasikan hasil riset.
* dukungan dan kerjasama yang kurang seperti
perawat senior, dokter, tenaga kesehatan lain.
Pentingnya Riset dalam Keperawatan 1
• Memperkuat dasar-dasar keilmuan yang nantinya akan
menjadi landasan dalam kegiatan praktik klinik,
pendidikan, dan manajemen keperawatan.
• Peningkatan kualitas pelayanan keperawatan melalui
pemanfaatan hasil penelitian ilmiah
• Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembiayaan
pelayanan keperawatan
• Memahami fenomena secara profesional sehingga dapat
menyusun perencanaan, memprediksi hasil,
pengambilan keputusan, dan meningkatkan perilaku
sehat klien.
Peran perawat pada riset
keperawatan
• Diploma: Membantu identifikasi masalah,
membantu pengumpulan data, menggunakan
hasil riset di lapangan dengan pengawasan.

• Sarjana: Mengkritisi penemuan riset,


menggunakan hasil riset di lapangan.
• Master: Berkolaborasi di proyek penelitian,
menyediakan keahlian klinik untuk research
• Doktor: Mengembangkan ilmu dan teori
keperawatan melalui riset, melakukan riset
yang didanai secara mandiri.
• Postdoc: Mengembangkan dan
mengkoordinir program riset yang didanai
Karakteristik Riset Keperawatan
• Riset kep. Harus berfokus pd variabel yg dpt
meningkatkn askep pd klien
• Riset kep. Mempunyai potensi untuk
berkonstribusi pd pengembangan teori &
kumpulan/tubuh ilmu pengetahuan
keperawatan
• Masalah riset merupakan mslh riset
keperawatan apabila perawat mempunyai akses
& kendali terhadap fenomena yg diteliti
• Perawat yg tertarik pd peneliti hrs mempunyai
keingintahuan & pertanyaan yg perlu dijwb sec.
ilmiah
Menurut Grave dan Hirnle(1996)Proritas
riset keperawatan adalah :
• Meningkatkan kesehatan, kesejahteraan dan
kemampuan untuk merawat diri sendiri bagi tiap
kelompok usia,sosial dan kultural.
• Meminimalkan atau mencegah perilaku dan
lingkungan yang menimbulkan masalah
kesehatan dan berdampak pada menurunnya
kualitas konsep dan produktivitas
• Meminimalkan dampak negatif teknologi
kesehatan
• Memastikan bahawa askep yg diperlukan bagi
kelompok yang beresiko
• Mengklarifikasikan fenomena praktik
keperawatan
• Memastikan prinsip etik sebagai pegangang dalam
melakukan riset keperawatan
• Mengembangkan instrumen untuk mengukur hasil
intervensi keperawatan
• Mengembangkan metodologi yg integratif untuk
mengkaji manusia sec. holistik dlm konteks keluarga &
gaya hidup
• Mendesain & mengevaluasi model elternatif pelayanan
kesehatan & sistem pemberian pelayanan kesehatan
sehingga perawat mampu meningkatkan mutu &
menghemat biaya yg dikeluarkan dlm me2nuhi keb.
Masyarakat
• Mengidentifikasi & menganalisis faktor histori &
kontemporer yg mempengaruhi bentuk keterlibatan
kep. Profesional dlm pengembangan kebijaksanaan
kesehtn nasional
Sejarah Riset Keperawatan

Nightingale
Fokus: lingkungan yang sehat seperti
ventilasi, kebersihan, air bersih dan gizi
berperan penting terhadap peningkatan
kesehatan fisik dan mental.
Riset untuk perubahan yang signifikan
pada masyarakat seperti pengujian air,
peningkatan sanitasi, pencegahan
kelaparan dan penurunan morbiditas dan
mortalitas.
Sejarah Riset Keperawatan
Riset keperawatan 1900-1970
1920 dan 1930: studi kasus.
1950: ANA mengembangkan fungsi, standar dan
kualifikasi perawat profesional.
1960: riset diperkenalkan pada institusi
keperawatan S1 dan S2, jumlah penelitian klinik
meningkat fokus pada peningkatan kualitas
asuhan dan pengembangan indikator outcome
pasien.
1970s: pengembangan model, konsep dan teori
untuk menuntun praktek klinik.
Sejarah Riset Keperawatan
• Riset keperawatan 1980 dan 1990
Publikasi penelitian klinik meningkat, jurnal
keperawatan bertambah, tetapi penggunaan hasil
riset di lapangan masih sedikit.
Penelitian qualitatif berkembang pesat

• Riset keperawatan abad 21


Pengembangan ilmu untuk implementasi EBP
Tahapan perkembangan Riset Keperawatan

1. Fase Stimulasi
Bangkirnya kegairahan riset keperawatan
2. Fase individualistis
Perawat secara individu melakukan riset mandiri dengan
bimbingan ahli statistik.
3. Fase Penyatuan
Pengembangan jejaring (network) peneliti keperawatan
4. Fase keseimbangan
Kolaborasi beberapa hal penelitian ilmiah
Ruang lingkup riset keperawatan

• Keperawatan Medikal Bedah


• Keperawatan Maternitas
• Keperawatan Anak
• Keperawatan jiwa
• Keperawatan gerontik
• Keperawatan keluarga
• Keperawatan komunitas
• Manajemen keperawatan
• Pendidikan keperawatan
Kesimpulan
• Riset keperawatan adalah untuk mencari kebenaran
yang sistematis pada tingkat praktik, pendidikan, dan
administrasi keperawatan
• Riset diawali dengan adanya masalah yang kemudian
ditinjau secara literatur dilanjutkan dengan
metodologi penelitian
• Peran perawat sebagai peneliti menjadi penting guna
meningkatkan kualitas layanan keperawatan
• Pendekatan penelitian keperawatan untuk
mendapatkan informasi dari klien dapat dilakukan
dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif
TERIMA KASIH ATAS
PERHATIANNYA