Anda di halaman 1dari 12

ASSALAMUALAIKUM WR. WB.

ASPEK LEGAL
DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN 

KELOMPOK 4
 
 ALDO ANGGA PUTRA (1914301086)
 RARA SUCI ARIYATI(1914301077)
 SINDI ARTIKA (1914301065)
 TASYA DWINTA (1914301056)
 
1. DEFINISI ASPEK LEGAL KEPERAWATAN

        Aspek legal keperawatan adalah aspek peraturan perawat dalam


memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup wewenang dan
tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk hak
dan kewajibannya yang di atur dalam undang undang keperawatan.
2. HAK – HAK PERAWAT

Perawat berhak mendapatkan perlindungan hukum dalam


melaksanakan tugas sesuai profesinya.
Perawat berhak untuk mengembangkan diri melalui
kemampuan sosialisasi sesuai dengan latar belakang
pendidikannya.
Perawat berhak untuk menolak keinginan pasien atau klien
yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,
serta standart dan kode etik profesi.
Perawat berhak untuk mendapatkan informasi lengkap dari
pasien atau klien atau keluarganya tentang keluhan kesehatan
dan ketidakpuasannya terhadap pelayanan yang diberikan.
3. KEWAJIBAN PERAWAT :

Perawat wajib mematuhi semua peraturan institusi yang


bersangkutan.
Wajib memberikan pelayanan kesehatan / asuhan keperawatan
sesuai standart profesi.
Wajib menghormati hak-hak pasien / klien.
Wajib membuat dokumentasi askep secara akurat,
berkesinambungan.
Wajib berkolaborasi dengan tenaga medis/ tenaga kesehatan
terkait lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan
keperawatan kepada pasien atau klien.
Menaati semua peraturan perundang-undangan
Perawat berhak untuk meningkatkan ilmu pengetahuannya
berdasarkan perkembangan IPTEK dalam bidang
keperawatan/kesehatan secara terus menerus.
Perawat berhak untuk diperlakukan secara adil oleh institusi
pelayanan maupun pasien / klien.
Perawat berhak mendapatkan jaminan perlindungan
terhadap resiko kerja yang dapat menimbulkan bahaya fisik
maupun stress emosional.
Perawat berhak diikutsertakan dalam penyusunan dan
penetapan kebijaksanaan pelayanan kesehatan.
4.  Aspek Etik Keperawatan
Prinsip etika keperawatan dalam memberikan layanan
keperawatan kepada individu, kelompok atau keluarga dan
masyarakat, yaitu:
1. Otonomi (Autonomi)
2. Beneficience (Berbuat Baik)
3. Justice (Keadilan)
4. Nonmaleficince (tidak merugikan)
5. Veracity (Kejujuran)
6. Fidelity (Menepati janji)
7. Confidentiality (Kerahasiaan)
8. Accountability (Akuntabilitasi)
5. Legislasi dalam keperawatan.
Legislasi Keperawatan adalah proses pembuatan undang-
undang atau penyempurnaan perangkat hokum yang sudah ada
yang mempengaruhi ilmu dan kiat dalam praktik keperawatan.
 Fungsi Legislasi Keperawatan, yaitu:
a) Memberi perlindungan  kepada masyarakat terhadap pelayanan
keperawatan yang diberikan.
b) Memelihara  kualitas layanan keperawatan yang diberikan.
c) Memberi kejelasan batas kewenangan setiap katagori tenaga
keperawatan.
d) Menjamin adanya perlindungan hukum bagi perawat.
e) Memotivasi pengembangan profesi.
f) Meningkatkan proffesionalisme tenaga keperawatan
7. Undang- Undang tentang Keperawatan.
Undang-undang praktik keperawatan sudah lama menjadi
bahan diskusi para perawat. PPNI pada kongres Nasional ke
duanya di Surabaya tahun 1980 mulai merekomendasikan
perlunya bahan-bahan perundang-undangan untuk perlindungan
hukum bagi tenaga keperawatan. Tidak adanya Undang-Undang
perlindungan bagi perawat menyebabkan perawat secara penuh
belum dapat bertanggung jawab terhadap pelayanan yang mereka
lakukan.
Berikut adalah Undang-undang tentang keperawatan :
a) UU No. 9 tahun 1960, tentang pokok-pokok kesehatan
b) UU No. 6 tahun 1963 tentang tenaga kesehatan
c) UU kesehatan No. 14 tahun 1964, tentang wajib keja paramedis.
d) SK Menkes No. 262/per/VII/1979 tahun 1979.
e) UU kesehatan No. 23 tahun 1992
Pernyataan UU Kesehatan No. 23 Th. 1992 yang dapat dipakai
sebagai acuan pembuatan UU praaktik keperawatan adalah :
1. Pasal 32 ayat 4
Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu
kedokteran dan ilmu keperawatan, hanya dapat dilaksanakan oleh
tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan
untuk itu.
2. Pasal 53 ayat I
Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum
dalam melaksanakan tugas sesui dengan profesinya.
3. Pasal 53 ayat 2
Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban
untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien.
WASSALAMUALAIKUM WR. WB.