Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIARE PADA ANAK

Dosen Pembimbing :
Ns. Titi Astuti, M.Kep., Sp.Mat

Pembimbing Lahan :
Ns. Santi Hardina, S.Kep

Disusun Oleh :
1. ElVA Nuri Sakina 1914301055
2. Sindi Artika 1914301065
3. Sinta Rizqiani 1914301082
4. Sila Restu Ria 1914301088
5. Rara Suci Ariyati 1914301077
6. Ayu Wandira 1914301101

STr Tingkat 3 Reguler 2

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG
JURUSAN KEPERAWATAN TANJUNGKARANG
SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
TAHUN AKADEMIK 2020/2021
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Diare

Sasaran : Ibu balita

Hari/ Tanggal : Kamis / 14 Oktober 2021

Waktu : 9.30 – 10.15 (30 menit)

Tempat : Ruang Anak di RSD A. Dadi Tjokrodipo

I. Tujuan Penyuluhan
 Tujuan Umum
Setelah mendapat penyuluhan diharapkan ibu-ibu dapat mengetahui tentang Diare dan
penatalaksanaannya di rumah.

 Tujuan Khusus
Setelah selesai mengikuti penyuluhan, diharapkan :
 Peserta dapat menjelaskan pengertian diare
 Peserta dapat menjelaskan penyebab diare
 Peserta dapat menjelaskan jenis diare
 Peserta dapat menjelaskan Komplikasi diare
 Peserta dapat menjelaskan pengobatan diare di rumah

II. Materi Penyuluhan


 Terlampir

III. Metode
 Ceramah
 Tanya jawab

IV. Media
 Leaflet
 flipchart

V. Pengorganisasian
Pembimbing klinik : Ns. Santi Hardina, S.Kep
Pembimbing Akademik : Ns. Titi Astuti,M.Kep., Sp.Mat
Penyaji : Rara Suci Ariyati
Moderator : Sila Restu Ria
Observer : Ayu Wandira
Fasilitator : Sindi Artika
Sinta Rizqiani
Elva Nuri Sakinah

Job Description
1. Moderator : Mengarahkan jalannya acara
2. Penyaji : Menyampaikan materi penyuluhan dan menjawab pertanyaan
3. Fasilitator : Membantu mengarahkan peserta untuk bergerak secara aktif dalam
diskusi
4. Observer : Mengamati dan mencatat proses jalannya penyuluhan, mengevaluasi
jalannya penyuluhan

VI. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta


1 3 menit Pembukaan Mendengarkan pembukaan
a) Membuka kegiatan dengan yang disampaikan oleh
mengucapkan salam moderator
b) Memperkenalkan diri
c) Menjelaskan tujuan dari
penyuluhan
d) Menyebutkan materi yang akan
diberikan
e) Menyampaikan kontrak waktu

2 15 menit Pelaksanaan Mendengarkan dan memberi


Penyampaian materi oleh pemateri : umpan balik terhadap materi
a) Menggali pengetahuan peserta yang disampaikan
tentang diare
b) Menjelaskan pengertian tentang
diare
c) Menyebutkan penyebab diare
d) Menyebutkan tanda dan gejala
diare
e) Menjelaskan tentang
penanganan diare di rumah
f) Menjelaskan tentang
pencegahan diare

3 5 menit Tanya jawab Mengajukan pertanyaan


Memberikan kesempatan kepada
peserta untuk bertanya tentang materi
yang kurang dipahami

4 4 menit Evaluasi Menjawab pertanyaan


Menanyakan kembali kepada peserta
tentang materi yang telah diberikan dan
reinforcement kepada peserta yang
dapat menjawab

5 3 menit Penutup Mendengarkan dengan


a) Menjelaskan kesimpulan dari seksama dan menjawab salam
materi penyuluhan
b) Ucapan terimakasih
c) Salam penutup

VII. Kriteria Evaluasi


1. Evaluasi struktur
a) Peserta hadir di tempat penyuluhan
b) Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang anak RSD A. Dadi
Tjokrodipo

2. Evaluasi proses
a) Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
b) Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar

3. Evaluasi hasil
Setelah penyuluhan diharapkan sekitar 80% peserta penyuluhan mampu mengerti dan
memahami penyuluhan yang diberikan sesuai dengan tujuan khusus
MATERI PENYULUHAN

KONSEP DASAR DIARE

A. PENGERTIAN DIARE
Diare adalah keadaan buang air besar lebuh dari 3x dalam sehari dengan konsistensi cair atau
lunak (Nanda, 2015). Berdasarkan definisi dari WHO (World Health Organization) DIARE
adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair,
bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering dari biasanya (tiga kali atau lebih)
dalam satu hari.
Berdasarkan lamanya maka diare dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari
2. Diare kronis/persisten adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari

B. PENYEBAB
1. Adanya infeksi bakteri & virus pada saluran cerna meliputi infeksi bakteri (Vibrio, E.
coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Yersinia, Aeromonas, dsb), infeksi virus
(Enterovirus, Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus, dll), infeksi parasit (E. hystolytica,
G.lamblia, T. hominis) dan jamur (C. albicans).

2. Makanan dan Minuman yang tidak sehat


a. Makanan Contoh: Makanan yang tidak dicuci bersih, makanan yang
terkontaminasi oleh debu, lalat, kecoa Makanan yang sudah basi atau beracun.
b. Minuman Contoh: Mengonsumsi air minum yang dimasak tidak terlalu lama,
menggunakan air minum yang tercemar, menggunakan botol susu yang kurang
bersih
3. Lingkungan yang kumuh atau kotor.
4. Perilaku, contoh : tidak mencuci tangan sebelum makan, tidak mencuci tangan
sebelum dan sesudan buang air besar atau kecil, tidak membuang tinja disembarang
tempat.
C. TANDA DAN GEJALA
1. Buang air besar lebih dari 3x / hari dengan konsistensi cair.
2. Penderita merasa haus, mulut dan lidah kering, tulang pipi menonjol, mata cekung, ubun-
ubun tampak cekung pada bayi.
3. Kulit perut bila dicubit kembali keasal berlangsung pelan dan lambat.
4. Nafsu makan menurun, muntah, muka tampak pucat
5. Cengeng, gelisah dan demam cukup tinggi

D. DERAJAT DEHIDRASI DIARE


1. DIARE TANPA DEHIDRASI Kehilangan cairan < 5% Berat Badan penderita diare.
Tanda-tandanya:
 Balita tetap aktif
 Memiliki keinginan untuk minum seperti biasa
 Mata tidak cekung
 Turgor kembali segera

2. DIARE DEHIDRASI RINGAN/SEDANG Kehilangan cairan 5 -10% Berat Badan


penderita diare.
Tanda-tandanya:
 Gelisah atau rewel
 Mata cekung
 Ingin minum terus/rasa haus meningkat
 Turgor kembali lambat

3. DIARE DEHIDRASI BERAT Kehilangan carian > 10% Berat Badan penderita diare.
Tanda-tandanya:
 Lesu/lunglai, tidak sadar
 Mata cekung
 Malas minum
 Turgor kembali sangat lambat ≥ 2 detik

E. PENULARAN DIARE PADA ANAK TERJADI DENGAN CARA 4F


1. Feces (tinja)
Feces adalah ampas pembuangan makanan dari pencernaan tubuh yang berisi kotoran dan
kuman penyakit. Maka dari itu setelah buang air besar, sangat diwajibkan untuk orang tua
membiasakan pada anak-anak untuk mencuci tangannya dengan sabun antiseptik hingga
benar-benar bersih.
2. Finger (jari)
Sudah bukan hal aneh lagi jika anak-anak kecil sangat suka memasukkan jarinya ke
dalam mulut. Pada saat itulah kemungkinan besar virus, kuman, bakteri, parasit, dan
micro–organisme yang menempel pada jari anak masuk ke dalam tubuh.
3. Fly (lalat)
Lalat banyak hinggap di tempat-tempat kotor seperti tumpukan sampah. Setelah hinggap
di tumpukan sampah, lalat juga senang hinggap pada makanan. Makanan yang tidak
ditutup dan dihinggapi oleh lalat dapat memicu terjadinya perpindahan sumber penyakit
dari sampah ke makanan.
4. Food (makanan)
Makanan atau susu yang sudah terlalu lama terkena udara sudah tercemar dengan parasit
yang tidak terlihat mata. Begitu pula dengan makanan yang dimasak kurang matang dan
makanan yang disimpan dalam wadah yang tidak higienis menjadi penyebab diare pada
anak kecil.

F. PENCEGAHAN DIARE PADA ANAK


Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah diare adalah
1. Kebersihan perorangan pada anak. Mencuci tangan sebelum makan dan setiap habis
bermain, memakai alas kaki jika bermain di luar rumah
2. Membiasakan anak defekasi di jamban dan jamban harus selalu bersih agar tidak ada
lalt
3. Kebersihan lingkiungan untuk menghindarkan adanya lalat
4. Makanan harus selalu tertutup
5. Kepada anak yang sudah dapat membeli makanan sendiri agar diajarkan untuk tidak
membeli makanan di tempat jajanan yang terbuka
6. Air minum harus selalu dimasak. Bila sedang terjangkit penyakit diare selain air
harus bersih juga harus dimasak
7. Pada anak yang minum dari botol (dot), botol harus dicuci dan dimasak (rebus) setiap
mau digunakan
8. Pada ibu menyusui sebelum menyusui bayinya, mencuci tangan terlebih dahulu
G. PENATALAKSANAAN DIRUMAH

1. Rencana Terapi A : Penangana Diare dirumah


a. BERI CAIRAN TAMBAHAN
 Beri ASI lebih sering dan lebih lama pada setiap kali pemberian
 Jika anak yang mendapat ASI eksklusif, beri ORALIT atau air matang
sebagai tambahan
 Jika anak yang tidak mendapat ASI eksklusif, beri susu yang biasa
diminum dan ORALIT atau cairan rumah tangga sebagai tambahan (kuah
sayur, air tajin, air matang, dsb)
AJARI IBU CARA MENCAMPUR DAN MEMBERIKAN
ORALIT. BERI IBU 6 BUNGKUS ORALIT (200 ML) UNTUK
DIGUNAKAN DIRUMAH
a. Cuci tangan sebelum menyiapkan
b. Siapkan 1 gelas (200 cc) air matang
c. Gunting ujung pembungkus oralit
d. Masukkan seluruh isi oralit ke dalam gelas yang berisi air tersebut
e. Aduk hingga bubuk oralit larut
f. Siap untuk diminum

TUNJUKKAN KEPADA IBU BERAPA BANYAK


ORALIT/CAIRAN LAIN YANG HARUS DIBERIKAN SETIAP
KALI ANAK BAB :
 Sampai umur 1 tahun : 50 – 100ml setiap kali BAB
 Umur 1-5 tahun : 100 – 200ml setiap kali BAB

Katakan pada ibu :


 Agar meminumkan sedikit-sedikit tapi sering dari mangkuk/cangkir/gelas
 Jika anak muntah, tunggu 10 menit. Kemudian lanjutkan lagi dengan
lebih lambat
 Lanjutkan pemberian cairan tambahan sampai diare berhenti
b. BERI OBAT ZINC
Zat gizi zinc dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat
regenerasi sel yang rusak. Penelitian telah membuktikan bahwa pada anak diare,
pemberian zinc dapat menurunkan keparahan diare 2-3 bulan berikutnya, bahkan
dapat meningkatkan selera makan anak.

 Pastikan semua anak yang menderita diare mendapatkan tablet zink


kecuali bayi muda
 Cara pemberian tablet zink
 Larutkan tablet dengan sedikit air atau ASI dalam sendok teh (tablet
akan larut kurang lebih 30 detik), segera berikan pada anak
 Apabila anaka muntah sekitar setengah jam setelah pemberian tablet
zinc, ulangi pemberian dengan cara memberikan potongan lebih kecil
dilarutkan beberapa kali hingga satu dosis penuh
 Ingatkan ibu untuk memberikan tablet zinc setiap hari selama 10 hari
penuh, meskipun diare sudah berhenti
 Bila anak menderita diare dehidrasi berat dan memerlukan cairan infus,
tetap berikan tablet zinc segera setelah anak bisa minum atau makan
Beri ZINC 10 hari berturut-turut walaupun diare sudah berhenti. Dapat diberikan
dengan cara dikunyah atau dilarutkan dalam 1 sendok air matang atau ASI
 Umur < 6 bulan diberi 10 mg (1/2 tablet) per hari
 Umur > 6 bulan diberi 20 mg (1 tablet) per hari

c. LANJUTKAN PEMBERIAN MAKAN


1. Berikan ASI sesuai keinginan bayi
2. Berikan makanan keluarga yang bervariasi seperti makanan hewani dan
buah-buahan yang kaya vitamin A serta sayuran
3. Berikan ¾ mangkuk sampai 1 mangkuk setiap makan (1 mangkuk = 250
ml)
4. Berikan 3-4 kali setiap hari
5. Tawari 1 atau 2 kali makanan selingan antara waktu makan. Anak akan
memakannya jika lapar
6. Lanjutkan memberi makan anak dengan pelan-pelan dan sabar. Dorong
anak untuk makan tapi jangan memaksa

d. KAPAN HARUS KEMBALI


Nasihati ibu untuk kembali segera jika : BAB anak bercampur darah, dan anak
malas untuk minum.
 Jika anak diare persisten maka kunjungan ulangnya 3 hari
 Jika anak diare dehidrasi ringan / sedang, jika tidak ada perbaikan
maka kunjungan ulangnya 3 hari
 Diare tanpa dehidrasi, jika tidak ada perbaikan kunjungan ulangnya
yaitu 3 hari

2. Rencana Terapi B : Penanganan dehidrasi ringan/sedang dengan oralit


Berikasn oralit di klinik sesuai anjuran selama periode 3 jam

Umur sampai < 4 bulan 4-12 bulan 12-24 bulan 2-5 tahun
Berat Badan < 6 kg 6-10 kg 10-12 kg 12-19 kg
Jumlah cairan 200-400 400-700 700-900 900-1400
TENTUKAN DAN SEJUMLAH ORALIT UNTUK 3 JAM PERTAMA
Jumlah oralit yang diperlukan = berat badan (kg) X 75 ml Digunakan umur
hanya bila berat badan anak tidak diketahui
 Jika anak menginginkan, boleh diberikan lebih banyak dari pedoman
diatas
 Untuk anak berumur kurang dari 6 bulan yang tidak menyusu, berikan juga
100-200 ml air matang selama periode ini.

TUNJUKKAN CARA PEMBERIAN ORALIT


 Minumkan sedikit-sedikit tapi sering dari cangkir/mangkuk/gelas.
 Jika anak muntah, tunggu 10 menit. Kemudian berikan lagi lebih
lambat
 Lanjutkan ASI selama anak mau
BERI TABLET ZINC SELAMA 10 HARI, KECUALI BAYI MUDA SETELAH 3
JAM
 Ulangi penilaian dan klasifikasikan kembali derajat dehidrasinya
 Pilih rencana terapi yang sesuai untuk melanjutkan pengobatan
 Mulailah memberi makan anak

JIKA IBU MEMAKSA PULANG SEBELUM PENGOBATAN SELESAI

 Tunjukkan cara menyiapkan cairan oralit dirumah


 Tunjukkan berapa banyak oralit yang harus diberikan untuk
menyelesaikan 3 jam pengobatan
 Beri bungkus oralit yang cukup untuk rehidrasi dengan 6 bungkus lagi sesuai
yang dianjurkan dalam rencana terapi A
 Jelaskan 4 aturan perawatan oralit dirumah
1) Beri cairan tambahan
2) Beri tablet Zinc selama 10 hari
3) Lanjutkan pemberian makan
4) Kapan harus kembali
3. Rencana Terapi C : Penangana Dehidrasi berat dengan cepat

Dapatkah saudara memberi cairan intravena??


Tidak Ya
Lanjutkan kebawah 1) Beri cairan intravena secepatnya. Jika anak bisa minum, beri
oralit melalui mulut, sementara infus disiapkan. Beri
100m/kgBB cairan RL (ringer laktat), jika tidak tersedia
gunakan Naclyang dibagi sebagai berikut :
Umur Pemebrian Pemberian
pertama 30 selanjutnya 70
ml/kg selama : ml/kg selama :
Bayi (> 28 hari – 1 jam 5 jam
<12 bulan
Anak (12 bulan -5 30 menit 2 ½ jam
tahun

2) Periksa kembali anak setiap 15-30 menit. Jika nadi belum


teraba, beri tetesan lebih cepat
3) Beri oralit (±5 ml/kg/jam) segera setelah anak mau minum,
biasanya setelah 3-4 jam (bayi) atau 1-2 jam (anak) dan
berianak tablet zinc sesuai dosis dan jadwal yang
dianjurkan.
4) Periksa kembali bayi sesudah 6 jam atau anak sesudah 3 jam
. nilai dehidrasinya. Kemudian pilih rencana terapi yang
cocok
Apakah ada fasilitas cairan intravana yang terdekat (dalam 30 menit)?
Tidak Ya
1) Rujuk segera untuk pengobatan intravena
2) Jika anak bisa minum, beri ibu larutan oralit dan tunjukkan
cara meminumkan pada anak sedikit demi sedikit selama
dalam perjalanan

Apakah saudara telah dilatih menggunakan pipa orogstrik unutk rehidrasi?


Tidak Ya
1) Mulailah melakukan rehiddrasi dengan oralit melalui pipa
orogastrik : beri 20 ml/kg/jam (total120 ml/kg)
2) Periksa kembali anak setiap 1-2 jam
 Jika anak muntah terus atau perut makin kembung,
beri cairan lebih lambat
 Jika setelah 3 jam keadaan hidrasi tidak membaik,
rujuk anak untuk pengobatan intravena
3) Sesudah 6 jam, periksa kembali anak. Klasifikasikan
dehidrasi. Kemudian tentukan rencana terapi yang sesuai
(A,B,C) unutk melanjutkan penanganan
CATATAN : Jika mungkin, amati anak sekurang-kurangnya 6 jam setelah
rehidrasi untuk meyakinkan bahwa ibu dapat mempertahankan hidrasi dengan
pemberian cairan oralit per oral
DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI. 2019. Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Jakarta. Depkes RI

KemenKes RI. 2011. Buletin Situasi Diare di Indonesia. Jakarta. KemenKes RI

KemenKes RI. 2011. Panduan Sosialisasi tatalaksana diare balita. Jakarta. KemenKes RI