Anda di halaman 1dari 40

MANAJEMEN

PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

AGUS HIKMAT
Manajemen Keuangan atau Pembiayaan
APA ITU
Apa Yang Anda Ketahui Tentang
Manajemen Pembiayaan
Pendidikan ?
“Sebuah kompleksitas, yang di dalamnya akan terdapat saling
keterkaitan pada setiap komponen, yang memiliki rentang yang
bersifat makro (satuan pendidikan) hingga yang makro (nasional),
yang meliputi sumber-sumber pembiayaan pendidikan, sistem dan
mekanisme pengalokasiannya, efektivitas dan efesiensi dalam
penggunaan dana, akuntabilitas hasil penggunaannya yang di ukur
dari perubahan yang terjadi pada semua tataran, khususnya
sekolah, dan permasalah-permasalahan yang terkait dengan
pembiayaan pendidikan”
(Hamdani)
JADI, MANAJEMEN PEMBIAYAAN
PENDIDIKAN ADALAH……

Segenap kegiatan yang berkenaan dengan penataan


sumber, penggunaan, dan pertanggung-jawaban dana
pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan untuk
mencapai tujuan kegiatan sekolah
KEGIATAN MANAJEMEN
PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

PENYUSUNAN PEMBUKUAN PEMERIKSAAN


ANGGARAN (ACCOUNTING) (CONTROLLING)
(BUDGETING)
AZAS PENGELOLAAN ANGGARAN

1. Azas plafond
“Anggaran belanja yang boleh diminta tidak melebihi jumlah tertinggi yang
ditentukan.”

2. Azas pengeluaran berdasarkan mata anggaran.


“Pengeluaran pembelanjaan harus didasarkan atas mata anggaran yang
telah ditetapkan”

3. Azas tidak langsung


“Setiap penerima uang tidak boleh digunakan secara langsung untuk suatu
keperluan pengeluaran.”
PRINSIP PENGELOLAAN ANGGARAN

Keadilan Efisiensi Transparansi

Akuntabilitas
Prinsip Manajemen Keuangan Yang
Prinsip Baik
Pengertian
Kewajiban mempertanggungjawabkan kepada
Akuntabilitas masyarakat tentang apa yang dikerjakan sesuai
dengan mandat yang diterima.
keterbukaan informasi dan dalam membuat
Transparansi kebijakan-kebijakan keuangan sehingga dapat
diketahui dan diawasi oleh masyarakat.
adanya kesempatan yang sama untuk menda-
Keadilan
patkan pelayanan publik yang berkualitas.
pengelolaan keuangan dipercayakan kepada staf
yang memiliki integritas dan kejujuran yang
Integritas
tinggi sehingga peluang korupsi dapat
diminimalkan.
Value for Money
 Ekonomis ; pemerolehan masukan dengan
kualitas dan kuantitas tertentu pada tingkat
harga yang terendah.
 Efisien ; pencapaian output yang
maksimum dengan input tertentu, atau
input minimum untuk output tertentu.
 Efektif ; perbandingan outcome dengan
output, atau tingkat pencapaian hasil
program dengan target yang ditetapkan.
Hal-Hal yang Berpengaruh Terhadap
Pembiayaan Pendidikan
2. Faktor internal
1. Faktor eksternal
a) Tujuan pendidikan
a)Berkembangnya demokrasi
b) Pendekatan yang digunakan
pendidikan
c) Materi yang disajikan
b)Kebijakan pemerintah d) Tingkat dan jenis pendidikan

c)Tuntunan akan pendidikan

d)Adanya inflasi
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBIAYAAN
PENDIDIKAN

Pendanaan pendidikan dalam hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara
pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat. Sesuai dengan amanat UU No. 20
tahun 2003 tentang Sisdiknas dan PP No 48 tahun 2008 tentang pendidikan, anggaran.

Anggaran belanja untuk melaksanakan fungsi pendidikan pada Rencana Anggaran


Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja
Daerah (RAPBD) harus sekurang-kurangnya 20% dari total belanja Negara atau daerah.
LANJUTAN…

Pengelolaan pembiayaan pendidikan tersebut harus mematuhi regulasi yang


telah ditetapkan pada UU No. 17 tahun 2003 tentang keuangan Negara.
Pengelolaan keuangan Negara itu sendiri harus menerapkan kaidah-kaidah
sebagai berikut:
1. Akuntabilitas berorientasi pada hasil
2. Profesionalitas
3. Proporsionalitas
4. Keterbukaan dalam pengelolaan keuangan Negara
5. Pemeriksaan keuangan oleh badan pemeriksa yang bebas dan mandiri.
BIAYA PENDIDIKAN

Biaya pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi 3 :


1. Biaya satuan pendidikan yang meliputi : a). Biaya investasi (investasi lahan
dan non lahan), b). Biaya operasi (personalia dan non personalia), c).
Bantuan biaya pendidikan, d). Beasiswa
2. Biaya penyelenggaraan/ pengelolaan pendidikan yang terdiri atas a). Biaya
investasi (lahan dan non lahan), b). Biaya operasi (personalia dan non
personalia)
3. Biaya pribadi peserta didik
KARAKTERISTIK BIAYA PENDIDIKAN

1. Biaya pendidikan selalu naik, perhitungan pembiayaan pendidikan


dinyatakan dalam satuan unit cost.
2. Biaya terbesar dalam pelaksanaan pendidikan adalah biaya pada faktor
manusia. Pendidikan dapat dikatakan sebagai “human investment”, yang
artinya biaya terbesar diserap oleh tenaga manusia.
3. Unit cost pendidikan akan naik sepadan dengan tingkat sekolah
4. Unit cost pendidikan di pengaruhi oleh jenis lembaga pendidikan. Biaya
untuk sekolah kejuruan lebih besar daripada biaya untuk sekolah umum.
5. Komponen yang dibiayai dalam sistem pendidikan hampir sama dari tahun
ke tahun.
PENGANGGARAN BERBASIS SEKOLAH

Berkaitan dengan di sahkannya UU No.23 Tahun 2003 tentang


Sistem Pendidikan Nasional, pengangaran pendidikan mengalami
perubahan dengan sentral pengelolaan diserahkan ke pihak sekolah
KEUNGGULAN PENGANGGARAN BERBASIS
SEKOLAH

1. Desantralisasi yang dilaksanakan secara radikal memungkinkan staff sekolah


terlibat secara penuh di dalam manajemen penganggaran sekolah.
2. Keterlibatan guru menumbuhkan komitmen dan motivasi bagi mereka untuk
bekerja lebih keras.
3. Jika masyarakat andil dalam pembuatan keputusan, akan muncul keterlibatan
masyarakat yang lebh luas di sekolah.
4. Keputusan berbasis sekolah akan lebih mudah dipertanggungjawabkan
5. Anggaran yang ada akan lebih aman karena adanya efisiensi
6. Pembuatan keputusan di bidang keuangan dapat dengan cepat dilakukan,
meskipun ketika terjadi perubahan mata anggaran.
RAPBS(Rencana Pendapatan dan Biaya Sekolah

Tujuan penyusunan anggaran di samping sebagai pedoman


pengumpulan dana dan pengeluarannya, juga sebagai pembatasan
dan pertanggungjawaban sekolah terhadap uang-uang yang
diterimanya
Landasan Hukum Pembiayaan Pendidikan

Dasar Filosofis
Dasar Yuridis

Baharuddin (2010:117)
Dasar Yuridis

Peraturan
UUD 1945 perundang-
Pancasila
undangan
Pancasila

landasan hukum atas


setiap penyelenggaraan
segala bentuk kegiatan

Misalnya dalam sila kelima


pancasila yang berbunyi
’’keadilan sosial bagi
seluruh rakyat indonesia”,
segala bentuk penyelenggaraan
kegiatan, atas berdasarkan
kesejahteraan bersama, termasuk
dalam lingkup pembiayaan
pendidikan sekalipun
Undang-undang Dasar
1945

Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar


1945 dalam alinea ke-4, disebutkan adanya
perkataan mencerdasan kehidupan bangsa
ini berarti bahwa setiap lapisan masyarakat
berkewajiban untuk serta melaksanakan
pendidikan sebagai upaya mempertahankan
kedaulatan Republik Indonesia

Oleh karena itu, setiap yang mendukung


terlaksananya pendidikan tersebut harus
dilaksanakan sebaik mungkin
Peraturan Perundang-
undangan

Lembaga pendidikan dalam melaksanakan tugasnya, menerima


dana dari berbagai sumber. Penerimaan dari berbagai sumber tersebut,
perlu dikelola dengan baik dan benar. Banyak pendekatan yang
digunakan dalam pengelolaan penerima keuangan pendidikan, namun
dalam pelaksanaannya pendekatan-pendekatan tersebut memiliki
berbagai persamaan.
Sejalan dengan adanya Manajemen Berbasis Sekolah/ Madrasah (MBS/M)
dapat mengali dan mencari sumber dana dari pihak masyarakat, baik secara
perorangan maupun secara kelembagaan.
Dasar filosofis

Seperti yang telah dikemukakan bahwa proses pendidikan tidak dapat


berjalan tanpa dukungan biaya. Hal ini dikarenakan segala kegiatan
yang dilakukan sekolah memerlukan dana. Hampir dapat dipastikan
bahwa proses pendidikan tidak dapat berjalan tanpa dukungan biaya
yang memadai. Sementara itu pendidikan nasional kita, dihadapkan
pada masalah peningkatan, kualitas, pemerataan kesempatan,
keterbatasan anggaran, dan belum terpenuhinya sumber dana dari
masyarakat secara profesional sesuai prinsip pendidikan sebagai
tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan orang
tua.
Orang Tua

Pemilik
sekolah Pemerintah
atau Pusat
yayasan

Sumber
Keuangan
Sekolah

Siswa Masyarakat

Fasilitas
Sekolah
Orang Tua

Saat pemerintah tidak


Kontribusi orang tua mempunyai kemampuan Negara
semakin penting untuk membiayai kebutuhan Berkembang
sekolah yang memadai

di negara yang pemerintahannya mampu pun terkadang


orang tua masih ingin menyumbang, misalnya alat
transportasi, komputer, dan biaya untuk kunjungan
belajaar karena mereka menghendaki anak mereka
memperoleh pendidikan yang terbaik.
Pemerintah Pusat

Membantu sekolah secara financial dalam beberapa cara misalnya sebagai


berikut.

Memberikan dana hibah


Membayar gaji para guru
untuk sekolah

Membiayai proyek bangunan Membantu proyek


dan rehabilitasi sekolah untuk pencarian dana sekolah
daerah tertentu berupa penyediaan
Pemerintah daerah

Dana ini berasal dari


Tiap pemerintah ini
pendapatan yang dikumpulkan
mempunyai taggung jawab
daerah berupa pajak, namun
untuk menempatkan dan
pemerintah daerah, biasanya
membuka sekolah,
menghadapai kesulitan untuk
menyediakan saran fisik,
meyakinkan bahwa pajak telah
fasilitas ruang kelas dan
terkumpul penuh pada
perlengkapan kantor
waktunya

Hal tersebut karena jumlah tenaga


terlatih dalam bidangnya kurang
dan tugas penarikan pajak kurang
menghargai pemerintah daerah.
Masyarakat

Masyarakat terlibat dalam

Proyek pembangunan sekolah

Memberikan hibah tanah untuk


kepentingan sekolah

Pengumpulan dana untuk


sekolah tertentu didaerahnya

Pengumpulan dana untuk usaha


swasembada dengan melibatkan
alumni sekolah
Fasilitas sekolah

Fasilitas sekolah dapat menghasilkan uang yang besar jumlahnya, misalnya dengan jalan :

menyewakan aula membuka usaha pertanian bagi yang


memiliki lahan kebun dan kolam

menyewakan tempat bermain (lapangan


olahraga)

membuka jasa wartel membuka jasa photo copy

mendirikan kantin dan koperasi


sekolah
Siswa

Siswa dapat menjadikan sumber keuangan yang baik. Hal ini tergantung pada
kondisi sekolah dan kemampuan manajerial pimpinan sekolah dan stafnya.
Cara yang dapat ditempuh untuk memanfaatkan siswa antara lain :

Usaha perkebunan,
perternakan (unggas, sapi,
kambing, lebah) kerajinan

Kegiatan pengumpulan dana


seperti pergelaran seni, tari-tarian,
drama, pertandingan, pameran
atau bazar dan pencarian donatur
untuk amal
Pemilik Sekolah atau Yayasan

Sebagian sekolah dibangun oleh badan-badan


keagamaan atau yayasan usaha sosial yang bukan
pemerintah. Pembangunan dan pembukaan sekolah
tersebut biasanya mengandung tujuan khusus,
biasanya menyangkut kesejahteraan moral dan
spiritual anak-anak. Badan atau yayasan seperti ini
memberikan bantuan pada sekolah dengan berbagai
cara misalnya: melalui penyedian tanah dan
bangunan, peralatan serta tenaga.
Kategori Biaya Pendidikan

Biaya Langsung dan Tidak


Langsung

Kategori Biaya
Pendidikan

Biaya Masyarakat Dan


Biaya Pribadi
Biaya Langsung dan
Tidak Langsung

Direct cost (biaya langsung)


yaitu biaya yang langsung Indirect cost (biaya tidak
berproses dalam produksi langsung) adalah
pendidikan di mana biaya pengeluaran yang tidak
pendidikan ini secara langsung secara langsung mendukung
dapat meningkatkan mutu proses pendidikan.
pendidikan.
Biaya Masyarakat dan
Biaya Pribadi

Biaya masyarakat dapat dikatakan sebagai


biaya publik, yaitu sejumlah biaya yang harus
dibayar oleh masyarakat untuk pendidikan,
baik melalui sekolah maupun melalui pajak
yang dihimpun oleh pemerintah kemudian
digunakan untuk membiayai pendidikan

Biaya pribadi adalah biaya yang dikeluarkan


oleh keluarga untuk membiayai sekolah
anaknya dalam bentuk uang sekolah, uang
kuliah, pembelian buku, dan dana hidup siswa.
Pendekatan Biaya
Satuan Pendidikan

Pendekatan makro

Pendekatan Biaya
Satuan Pendidikan

Pendekatan mikro
Pendekatan Makro

Pendekatan makro, mendasarkan


perhitungan pada keseluruhan
jumlah pengeluaran pendidikan
yang diterima dari berbagai sumber
dana, kemudian dibagi jumlah
peserta didik (Fattah, 2009: 134).

Faktor utama yang menentukan


perhitungan biaya satuan dalam sistem
pendidikan adalah kebijakan dalam
pengalokasian anggaran pendidikan
disetiap negara. Satuan biaya
pendidikan disetiap negara sangat
berberiasi, yang disebabkan oleh
perbedaan cara penyalenggaraan
pendidikan
Pendekatan Mikro

Pendekatan mikro, mendasarkan


perhitungan biaya berdasarkan alokasi
pengeluaran perkomponen pendidik yang
digunakan oleh peserta didik. Satuan biaya
pendidikan merupakan biaya rata-rata yang
dikeluarkan untuk melaksanakan
pendidikan di sekolah/madrasah, per
murid, per tahun anggaran.
Dengan demikian, satuan biaya
ini dapat diketahui dengan jalan
membagi seluruh jumlah
pengeluaran sekolah/madrasah
setiap tahun dengan jumlah
peserta didiknya pada tahun
yang bersangkutan
Fungsi Pembiayaan
Pendidikan

Menurut Baharuddin (2010: 148), fungsi pembiayaan pendidikan yaitu :

Memungkinkan penyelenggaraan
pendidikan dilakukan secara
Memungkinkan ketercapaian
efesien, dalam artian, dana yang
kelangsungan hidup lembaga
diperoleh, dapat digunakan untuk
pendidikan
pencapaian tujuan tertentu yang
diinginkan

Dapat mencegah adanya


Mengambarkan target-target yang kekeliruan, kebocoran, atau
akan dicapai sekolah atau penyimpangan penggunaan
madrasah dana dari rencana semula