Anda di halaman 1dari 25

LN Week 8

Green Computing
ANALISIS KONSEP DAN PENERAPAN GREEN COMPUTING
DALAM UPAYA PENGGUNAAN TEKNOLOGI YANG SEHAT
PADA PEMERINTAH KOTA PRABUMULIH
 Konsep kegiatan ramah lingkungan dalam kegiatan sehari - hari yang telah
dikenal dengan kampanye Go Green / Green Life menjadi salah satu bentuk
perwujudan kesadaran bagi setiap elemen masyarakat agar peduli terhadap
lingkungannya.
 Salah satu perwujudan diantara banyak program ramah lingkungan yang
menitik beratkan pada produksi serta pemanfaatan perangkat teknologi
informasi dan komunikasi serta infrastrukturnya adalah Green IT Dishub
Kominfo Pemerintah Kota Prabumulih
Kendala di Kantor Dishub Kominfo
Pemerintah Kota Prabumulih
 Permasalahan dimana belum adanya penerapan Green IT di Kantor Dishub
Kominfo Pemerintah Kota Prabumulih dimana salah satunya adalah masih ada
perangkat komputer yang masih menggunakan monitor jenis tabung (CRT)
dimana monitor tersebut menggunakan kapasitas daya yang lebih besar serta
menghasilkan panas yang cukup tinggi.
 Penggunaan printer yang belum terpusat atau belum berbasis print server
dimana masing - masing PC mengunakan printer.
 Perangkat jaringan atau LAN sudah terpasang, sehingga hal tersebut
mengakibatkan pemborosan pemakaian energi listrik serta seringnya
pengguna.
 Penggunaan media penyimpanan data di kantor Dinas Perhubungan
Komunikasi dan Informatika Kota Prabumulih sering menggunakan USB Flash
Disk dan Harddisk Eksternal, penggunaan perangkat tersebut memang lebih
praktis tetapi sering bermasalah seperti terserang virus, rusak, hilang dan
sebagainya, dalam segi green computing.
Solusi di Kantor Dishub Kominfo
Pemerintah Kota Prabumulih
 Perlunya mengganti beberapa komponen atau perangkat komputer yang masih
menggunakan tipe monitor CRT dengan menggunakan layar LCD / LED yang lebih
praktis, hemat daya listrik dan hemat tempat.
 Solusi pengembangan topologi star ke topologi infrastruktur, Pada mode
infrastruktur access point berfungsi untuk melayani komunikasi utama pada jaringan
wireless. Access point mentransmisikan data pada PC dengan jangkauan tertentu
pada suatu daerah. Penambahan dan pengaturan letak access point dapat
memperluas jangkauan dari WLAN.
 Masih belum dimanfaatkan sistem jaringan yang terpasang dengan menggunakan
sistem print server atau print sharing, hal ini dapat diamati dimana sebagaian
printer terpasang pada masing-masing meja karyawan sehingga penggunaaan printer
menjadi tidak efisien serta dalam sisi green computing sangat boros penggunaan
energi listrik serta limbah pembuangan tinta pada masing-masing printer.
 Dalam segi pengiriman data di kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan
Informatika Kota Prabumulih sudah menerapkan sistem green ITyaitu
menggunakan file elektronik berupa email , tidak menggunakan cara lama
atau konvensional seperti pengiriman surat karena menghindari penggunaan
kertas atau biasa disebut dengan paperless method untuk mengurangi sampah
carbon footprintserta limbah tinta.
 Mengggunakan sistem penyimpanan online dimana penyimpanan online lebih
hemat biaya, dapat diakses dari mana saja asal terkoneksi ke internet, lebih
aman, dan bebas limbah. Salah satu penyimpanan online yang gratis adalah
Google Drive yang dapat digunakan dengan menggunakan akun gmail dengan
kapasitas 5 GB.
Kesimpulan

 Penerapan Green IT sudah terlaksana dengan baik di kantor Dinas


Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Prabumulih terutama
penggunaan laptop, sebagaian monitor LCD, Paperless Method dan
penggunaan jaringan wireless atau Wifi untuk penghematan terhadap sumber
daya di instansi tersebut.
 Adapun beberapa perangkat dan infrastruktur yang belum menerapkan Green
IT yaitu perangkat monitor CRT (Tabung), media penyimpanan , Kartu
Graphis, Kabel jaringan UTP , alat pendingin ruangan server dan Printer.
LN Week 10

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)


CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM)
ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) DAN CUSTOMER
RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM)

 ERP adalah sebuah sistem yang mengintegrasikan proses setiap line dalam
manajemen perusahaan secara transparansi dan memiliki akuntabilitas yang
cukup tinggi. Sistem ERP dapat meningkatkan kinerja perusahaan dengan
mempercepat semua proses dan akhirnya akan dapat meningkatkan
pendapatan perusahaan.
 CRM merupakan sebuah filosofi bisnis yang menggambarkan suatu strategi
penempatan client sebagai pusat proses, dan aktivitas. Konsep ini telah
dikenal dan banyak diterapkan untuk meningkatkan pelayanan di perusahaan.
Jaya Utama Motor

 Jaya Utama Motor merupakan salah satu perusahaan dagang yang berlokasi di
jalan M.yamin No. 149, Kota Padang.
 Jaya Utama Motor merupakan salah satu perusahaan dagang yang bergerak di
bidang penjualan suku cadang kendaraan, khususnya mobil. Jaya Utama telah
memiliki aplikasi penjualan sendiri, namun dalam proses bisnis sehari-
harinya, Jaya Utama masih melakukan transaksi penjualan secara manual.
Aplikasi digunakan hanya untuk unit tertentu saja, sehingga kurang efisien.
 Selain pembayaran tunai, Jaya Utama juga menerima metode pembayaran
berupa kredit. Namun masih banyak pelanggan yang mangkir dalam
pembayaran, sehingga perlu adanya Customer Relationship Management
(CRM). Oleh karena itu, dibutuhkan penerapan Enterprise Resource Planning
(ERP) untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Kendala pada perusahaan Jaya Utama
Motor
 Aplikasi penjualan yang dimiliki oleh Jaya Utama Motor tidak memiliki menu
pengelolaan inventory sehingga jumlah stok barang tidak dapat diupdate.
Masalah lain yang dapat terjadi yaitu kesalahan dalam pencatatan dan
penghitungan jumlah penjualan pada faktur. Faktur tersebut juga memiliki
kemungkinan rusak, tercecer, dan hilang.
 Selain menerima pembayaran cash dari pelanggan dalam proses penjualan,
Jaya Utama Motor juga menerima pembayaran berupa kredit atau cicilan,
karena kebanyakan pelanggan Jaya Utama membeli barang berupa grosir
untuk dijual kembali, sehingga sulit melakukan pembayaran lunas di awal.
Use Case Diagram

Use case diagram sistem pembelian, persediaan, penjualan dan CRM yang
diusulkan pada Jaya Utama Motor terdiri atas 3 aktor yaitu manajer yang
merangkap sebagai kasir, sekretaris dan staf gudang.
Solusi pada kendala Jaya Utama Motor

Penerapan Aplikasi Dolibarr


Pada tahapan ini dilakukan penerapan untuk masing-masing proses bisnis di Jaya Utama Motor yaitu
pembelian barang, persediaan barang di gudang, penjualan barang, dan Customer Relationship
Management.
1. Penjualan Barang Kepada Customer:
a. Membuat Order:
Langkah awal adalah membuat order. Prosedur ini berada pada menu commercial dan submenu Order card.
Kemudian pilih Predefine Prodcut to Sell

b. Validasi Order
Setelah selesai membuat order, maka dilakukan pemilihan lokasi tempat penyimpanan barang yang akan
dijual.
c. Membuat Invoice
Langkah selanjutnya membuat invoice dari order yang sudah dilakukan.

d. Validasi Invoice
Setelah itu dilakukan validasi terhadap invoice yang dibuat tadi, agar tidak terjadi
kesalahan nantinya.

e. Melakukan Pembayaran
Jika invoice nya sudah valid maka baru bisa dilakukan pembayaran.
Setelah dilakukan penerapan aplikasi Dolibarr ERP-CRM, data sudah dapat
tersimpan dengan baik pada Database dan laporan yang dihasilkan pun bisa
dikeluarkan secara otomatis dari Aplikasi.
LN Week 9
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT
Supply Chain Management

Supply Chain Management adalah jaringan perusahaan - perusahaan yang secara


bersama - sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk
ketangan pemakain akhir
ANALYZE INFORMATION SHARING IN THE SUPPLY CHAIN
MANAGEMENT OF PT. GRAB INDONESIA MANADO BRANCH
 Grab sebelumnya dikenal sebagai grab taxi merupakan salah satu platform di Indonesia dan
paling sering digunakan di AsiaTenggara, menyediakan layanan kebutuhan sehari-hari bagi para
pelanggan termasuk perjalanan, pesan-antar makanan, pengiriman barang dan pembayaran
menggunakan dompet digital.
 Saat ini Grab juga adalah "decacorn" (sebutan untuk startup yang memiliki pendapatan
perusahaan sebesar US$10 miliar atau 10 kali lipat dari "unicorn") pertama di Asia Tenggara.
Information sharing adalah intesitas dan kapasitas perusahaan dalam interaksinya untuk saling
berbagi informasi kepada partner berkaitan dengan strategi-strategi bisnis bersama. Information
sharing juga memungkinkan anggota rantai pasok untuk mendapatkan, menjaga, dan menyampaikan
informasi yang dibutuhkan untuk memastikan pengambilan keputusan menjadi efektif, dan
merupakan faktor yang mampu mempererat elemen-elemen kolaborasi secara keseluruhan oleh
karena itu kemacetan industri dapat dikurangi dengan adanya information sharing (Simatupang dan
Sridharan, 2008).
Informaton Sharing (Pembagian Informasi) adalah aliran informasi secara terus menerus antara
mitra kerja baik formal maupun informal yang diakses secara terus menerus. (Chang, 2013). Adapun
Indikator-indikator didalamnya yaitu:
1. Scope dalam information sharing merupakan cakupan atau ruang lingkup yang menentukan
secara keseluruhan siapa pengguna informasi, siapa yang menerima informasi dan apa yang
harus dilakukam agar informasi tersebut tetap disampaikan secara terus-menerus.
2. Impact atau dampak dalam information sharing merupakan pembagian informasi yang diberikan
antar perusahaan (didalamnya seluruh karyawan sampai konsumen) untuk supaya memberi
manfaat kepada si penerima.
3. Ukuran dan penggunaan dalam berbagi informasi harus memiliki porsi dan menggunakannya
secara tepat sesuai prosedur perusahaan.
4. Kompleksitas masalah bisnis dalam berbagi informasi dapat diartikan banyaknya variable atau
faktor-faktor yang mempengaruhi proses penggunaan informasi.
5. Keterbukaan informasi dalam hal ini yaitu pemberian akses kepada pengguna informasi untuk
mendapatkan keseluruhan informasi yang dibutuhkan sesuai prosedur yang ditentukan.
6. Arus informasi dalam information sharing merupakan aliran informasi yang mengalir dari
tingkatan ketingkatan.
7. Kualitas informasi dalam Information sharing adalah sejauh mana informasi secara konsisten
dapat memenuhi persyaratan dan harapan semua orang yang membutuhkan informasi tersebut.
Informasi harus memiliki beberapa karakteristik agar dapat berguna dalam
pengambilan keputusan rantai pasok:
1. Akurat. Informasi harus menggambarkan kondisi yang sebenarnya dan dapat
dipercaya.
2. Tepat. Mempertimbangkan informasi apa saja yang sesuai dan dibutuhkan
oleh perusahaan.
3. Dapat diakses saat dibutuhkan.
Kendala yang terjadi

Kendala yang sering terjadi dalam sistem Grab ialah keadaan jaringan atau
network connection yang dapat menghambat orderan atau pesanan yang
dilakukan konsumen, karena dalam sistem ini mereka menggunakan teknologi
yang menghubungkan langsung konsumen dan driver secara langsung tampa
melewati pihak server dari PT Grab, hal atau kasus yang sering terjadi yaitu
dimana seorang driver mengkorfirmasi permintaan konsumen dan
menyelesaikannya tanpa mengantarkan konsumen ketempat tujuan konsumen.
 Selain itu Grab yang mengembangkan layanan ke Grab Food juga telah membantu
banyak sekali usaha bisnis kuliner. Dari sisi mikro ekonomi, para pengusaha
kuliner ini mendapatkan keuntungan setelah bermitra dengan Grab. Pertama,
Grab Food membantu memperluas jangkauan konsumen dengan mudah. Banyak
yang awalnya pengusaha kuliner rumahan dan hanya melayani daerah sekitar
kemudian bisa berekspansi dengan layanan Grab Food, karena dengan Grab Food,
pelanggan yang jauh bisa mendapatkan makanan yang diinginkan dengan mudah.
Driver akan mengantarkan makanan ke tempat pelanggan dengan cepat.

 Information sharing dapat membantu perusahaan dalam memperbaiki efisiensi


dan efektifitas rantai pasokan serta merupakan faktor yang paling penting untuk
mencapai koordinasi yang efektif dalam rantai pasokan serta menjadi pengendali
disepanjang rantai pasokan
Referensi
 Murugesan, San. 2008. Harnessing Green IT : Principles and Practices. IEEE Computer Society IT Pro, pp
27 -28.
 Agus, I Putu. 2015. Green Computing. INFORMATIKA. Bandung
 Tarigan, Z. J., Tjipto, S. I., Yunita, S., & Gosal, I. J. (2015). Analisa Implementasi Enterprise Resources
Planning pada Perusahaan.
 Wibisono, S. (2005). Enterprise Resource Planning (ERP) Solusi Sistem Informasi Terintegrasi .
 Komariah, N. (2011). Aplikasi Customer Relationship Management (CRM) Dalam Layanan Informasi Di
Perpustakaan .
 Anatan 2008. Supply chain management teori dan aplikasi: edisi kesatu. Alfabeta, Bandung.
 Eman, M. 2017. Analisis Information Sharing pada PT. Grab Indonesia Cabang Manado. Jurnal emba.,
vol.5 no.2 Hal 666-677. ISSN. 2303-1174.
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/1592.5.
 Diakses Februari 2020.
 Heizer, J., dan Render, B. 2015. Manajemen Operasi: Keberlangsungan Dan Rantai Pasokan. Edisi
sebelas. Diterjemahkan oleh: Hirson Kurnia, Ratna Saraswati, David Wijaya. Salemba Empat, Jakarta.