Menghitung Return dan Risiko Portofolio
Menghitung Return dan Risiko Portofolio
&
RESIKO PORTOFOLIO
Return Realisasian
merupakan return yg sudah terjadi dan dihitung menggunakan
data historis. Return realisasian penting karena digunakan
sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan. Return
realisasian ini juga berguna sebagai dasar penentuan return
ekspektasian (expected return) dan resiko dimasa mendatang.
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Beberapa pengukuran return realisasian yang banyak digunakan
adalah return total (total return), return relatif (relative return), return
kumulatif (cumulative return), dan return disesuaikan (adjusted
return). Sedangkan rata-rata dari return dapat dihitung berdasarkan
rata-rata aritmatika (arithmetic mean), dan rata-rata geometrik
(geometric mean).
Return Total (Total Return)
Merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu
periode yg tertentu. Return total sering disebut dengan istilah return
saja. Persamaan return total adalah :
Pt – Pt-1 + Dt
=
Pt-1
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Contoh :
Return Total dari tahun 1990 s/d 1996 dari saham PT ‘A’ yang
membayar dividen tahunan ditunjukkan dlm tabel berikut ini :
Periode Harga Saham (Pt) Dividen (Dt) Return (Rt)
Pt – Pt-1 + Dt / 12 Pt – Pt-1 + Dt / 52
&
Return = Return =
Pt-1 Pt-1
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Return Relatif (Relative Return)
Return total dapat bernilai negatif atau positif. Kadangkala
untuk perhitungan tertentu, misalnya rata-rata geometrik yang
menggunakan perhitungan pengakaran, dibutuhkan suatu
return yang harus bernilai positif. Return relatif dapat
digunakan, yaitu dengan menambahkan nilai satu terhadap
nilai return total sebagai berikut :
Notasi :
IKK = Indeks Kemakmuran Kumulatif, mulai dari periode
pertama sampai ke n
KK0 = Kekayaan awal, biasanya digunakan nilai Rp. 1
Rt = Return periode ke-t, mulai dari awal periode (t=1)
sampai akhir periode (t=n)
Contoh :
Indeks kemakmuran kumulatif untuk saham PT ‘A’ mulai dari
tahun 1989 s/d tahun 1996 tampak dalam tabel berikut ini :
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Periode Return (Rt) Indeks Kemakmuran Kumulatif (IKK)
1989 - 1,000
1990 0,060 1,060
1991 0,077 1,142
1992 0,095 1,250
1993 0,193 1,492
1994 0,047 1,562
1995 0,113 1,738
1996 0,112 1,933
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Indeks kemakmuran kumulatif ini menunjukkan kemakmuran
akhir yg diperoleh dalam suatu periode tertentu. Misalnya
dengan membeli saham ‘A’ diakhir tahun 1989, maka pada
akhir tahun 1991, kemakmuran akan menjadi sebesar
114,20% dari kemakmuran semula. Jika saham dipertahankan
lagi, maka pada akhir tahun berikutnya akan menjadi sebesar
125,00% dari nilai semula di akhir tahun 1990 dengan
perhitungan sbb :
IKK1992 = 1 (1 + 0,060) (1 + 0,077) (1 + 0,095)
= 1,250 atau 125 %
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Indeks kemakmuran kumulatif dapat juga dihitung
berdasarkan perkalian nilai-nilai komponennya sbb :
IKK = PHK . YK
Notasi :
IKK = Indeks Kemakmuran Kumulatif
PHK = Perubahan Harga Kumulatif
YK = Yield Kumulatif
Tabel berikut ini menunjukkan contoh hasil perhitungan indeks
kemakmuran kumulatif yang dihitung dari perkalian perubahan
harga kumulatif dengan yield kumulatif, yaitu sbb :
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Notasi :
RA = Rata-Rata Arithmatik
Rn = Return untuk periode ke n
n = Jumlah dari return
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Rata-Rata Geometrik (Geometric Mean)
Digunakan untuk menghitung rata-rata yang memperhatikan
tingkat pertumbuhan kumulatif dari waktu ke waktu. Berbeda
dengan rata-rata arithmatika yang tidak mempertimbangkan
pertumbuhan, rata-rata geometrik lebih tepat digunakan untuk
menghitung rata-rata return dari surat-surat berharga yang
melibatkan beberapa periode waktu. Rata-rata geometrik
dihitung dengan rumus :
IKKt = (1+RG) n . bv
Notasi :
IKK = Indeks Kemakmuran Kumulatif
t = Periode ke t
n = Lama periode dari periode dasar ke periode ke-t
bv = Nilai dasar
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Dari tabel sebelumnya, rata-2 geometrik untuk return dari
tahun 1990 s/d tahun 1996 adalah :
RG = [(1+0,060) (1+0,077) (1+0,095) (1+0,193) (1+0,047)
(1+0,113) (1+0,112)1/7 - 1
= 0,0987
Indeks Kemakmuran Kumulatif untuk tahun 1996 dapat
dihitung sebesar :
IKK1996 = (1 + 0,0987)7 . 1
= 1,933136
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Return Ekspektasian
Merupakan return yg digunakan untuk pengambilan keputusan
investasi. Return ini penting dibandingkan dengan return
historis karena return ekspektasian merupakan return yang
diharapkan dari investasi yang akan dilakukan.
Return ekspektasian dapat dihitung berdasarkan beberapa
cara sebagai berikut, yaitu :
a. Berdasarkan nilai ekspektasian masa depan
b. Berdasarkan nilai-nilai return historis
c. Berdasarkan model return ekspektasian yang ada
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
a. Berdasarkan nilai ekspektasian masa depan
Dengan adanya ketidakpastian (uncertainty) berarti
investor akan memperoleh return dimasa mendatang yang
belum diketahui persis nilainya.
Return ekspektasian dapat dihitung dengan metode nilai
ekspektasian (expected value method) yaitu mengalikan
masing-masing hasil masa depan (outcome) dengan
probabilitas kejadiannya dan menjumlah semua produk
perkalian tersebut.
n
E(Ri) = ∑ (Rij . Pj)
j=1
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Notasi :
E(Ri) = return ekspektasian suatu aktiva atau sekuritas ke-i
Rij = hasil masa depan ke-j untuk sekuritas ke-i
Pj = probabilitas hasil masa depan ke-j
(untuk sekuritas ke-i)
n = Jumlah dari hasil masa depan
Contoh :
Dibawah ini merupakan lima buah hasil masa depan
dengan probabilitas kemungkinan terjadinya untuk masing-
masing kondisi ekonomi yang berbeda-beda.
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Kondisi Eknomi Hasil Masa depan Probabilitas
(j) ( Rij ) ( Pj )
Resesi -0,09 0,10
Cukup Resesi -0,05 0,15
Normal 0,15 0,25
Selanjutnya return ekspektasian dapat dihitung sebesar :
Baik 0,25 0,20
Sangat Baik 0,27 0,30
5
E(Ri) = ∑ (Rij . Pj)
j=1
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
E(Ri) = Ri1 . P1 + Ri2 . P2 + Ri3 . P3 + Ri4 . P4 + Ri5 . P5
= - 0,09 (0,10) – 0,05 (0,15) + 0,15 (0,25)
+ 0,25 (0,20) + 0,27 (0,30)
= 0,152 atau 15,2 %
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
b. Berdasarkan nilai-nilai return historis
Tiga metode dapat diterapkan untuk menghitung return
ekspektasian dengan menggunakan data historis, yaitu
sbb :
1. Metode rata-rata (mean method)
Mengasumsikan bhw return ekspektasian dapat
dianggap sama dengan rata-2 nilai historisnya tanpa
memperhitungkan pertumbuhan dari return-2 nya.
2. Metode trend (trend method)
return ekspektasian dianggap sama dengan rata-2
nilai historisnya dan memperhitungkan pertumbuhan
dari return-2 nya.
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
3. Metode jalan acak (random method)
beranggapan bahwa distribusi data return bersifat
acak sehingga sulit digunakan untuk memprediksi,
sehingga diperkirakan return terakhir akan terulang
dimasa depan.
Contoh :
Berikut ini merupakan lima periode terakhir return
mingguan historis sebagai berikut :
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Minggu ke Return (Ri)
-5 0,30%
-4 0,40%
-3 0,05%
-2 0,20%
-1 0,25%
σ= Var(Ri)
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Contoh :
Berdasarkan data sebelumnya (data lima kondisi ekonomi yg
berbeda-beda) maka varian dari return ekspektasian dapat dihitung
sebesar :
Var(Ri) = (Ri1-E(Ri))2 . p1 + (Ri2-E(Ri))2 . p2 + (Ri3-E(Ri))2 . p3
+ (Ri4-E(Ri))2 . p4 + (Ri5-E(Ri))2 . p5
= (-0,09 - 0,152) 2 . 0,10 + (-0,05 - 0,152) 2 . 0,15
+ (0,15 - 0,152) 2 . 0,25 + (0,25 - 0,152) 2 . 0,20
+ (0,27 - 0,152) 2 . 0,30
= 0,000586 + 0,00612 + 0,000001 + 0,001921
+ 0,00418
= 0,018
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Besarnya deviasi standar adalah akar dari varian, yaitu
sebesar :
σ= 0,018 = 0,134
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Resiko berdasarkan Data Historis.
Resiko yang diukur berdasarkan data historis dapat
dinyatakan sebagai berikut :
n
∑ [Xi – E(Xi)]2
SD = i=1
n–1
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Notasi :
SD = Standar Deviasi
Xi = nilai ke-i
E(Xi) = Nilai Ekspektasian
n = Jumlah dari observasi data historis untuk sampel
besar dengan n (paling sedikit 30 observasi) dan
untuk sampel kecil digunakan (n-1).
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Menghitung return dan resiko untuk sekuritas tunggal berguna
untuk digunakan menghitung return dan resiko portofolio.
Return realisasian dan return ekspektasian dari portofolio
merupakan rata-rata tertimbang return dari return-return
seluruh sekuritas tunggal.
Akan tetapi, resiko portofolio tidak harus sama dengan rata-
rata tertimbang resiko-resiko dari seluruh sekuritas tunggal.
Resiko portofolio bahkan dapat lebih kecil dari rata-rata
tertimbang resiko masing-masing sekuritas tunggal.
Return Portofolio
Return realisasian portofolio merupakan rata-rata tertimbang
dari return-return realisasian masing-masing sekuritas tunggal
didalam portofolio tersebut.
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Secara matematis, return realisasian portofolio dapat ditulis
sbb :
n
Rp = ∑ (wi . Ri)
i=1
Notasi :
Rp = Return realisasian portofolio
Wi = Porsi dari sekuritas i thd seluruh sekuritas di portofolio
Ri = Return realisasian dari sekuritas ke-i
n = Jumlah dari sekuritas tunggal
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Sedangkan return ekspektasian portofolio merupakan rata-rata
tertimbang dari return-return ekspektasian masing-masing
sekuritas tunggal di dalam portofolio. Return ekspektasian
dapat dinyatakan secara matematis sbb :
n
E(Rp) = ∑ (wi . E(Ri))
i=1
Notasi :
E(Rp) = Return ekspektasian dari portofolio
Wi = Porsi dari sekuritas i thd seluruh sekuritas di portofolio
E(Ri) = Return ekspektasian dari sekuritas ke-i
n = Jumlah dari sekuritas tunggal
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Contoh :
Suatu portofolio terdiri dari 3 macam sekuritas dengan
proporsi yang sama, yaitu masing-masing 1/3 bagian. Return-
return yang diekspektasi dimasa mendatang untuk masing-
masing sekuritas adalah untuk sekuritas pertama sebesar
15%, sekuritas kedua sebesar 18%, sekuritas ketiga sebesar
21%. Besarnya return ekspektasian portofolio adlah sebesar :
n
E(Rp) = ∑ (wi . E(Ri))
i=1
= 1/3 . 15% + 1/3 . 18% + 1/3 . 21%
= 18%
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Resiko Portofolio
Tidak seperti halnya return portofolio yang merupakan rata-rata
tertimbang dari seluruh return sekuritas tunggal, resiko
portofolio tidak merupakan rata-rata tertimbang dari seluruh
resiko sekuritas tunggal. Resiko portofolio mungkin dapat lebih
kecil dari resiko rata-rata tertimbang masing-masing sekuritas
tunggal.
Konsep dari resiko portofolio pertama kali diperkenalkan secara
formal oleh harry M. Markowitz ditahun 1950-an. Markowitz
menunjukkan bahwa secara umum resiko mungkin dpt
dikurangi dg menggabungkan beberapa sekuritas tunggal
kedalam bentuk portofolio. Persyaratan utama untuk dapat
mengurangi resiko didalam portofolio ialah return masing-
masing sekuritas tdk berkorelasi secara positif & sempurna.
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Portofolio dengan dua aktiva
Misal suatu portofolio terdiri dari dua aktiva, yaitu sekuritas A
dan B. Porsi sekuritas A didalam portofolio adalah sebesar a
dan porsi sekuritas B didalam portofolio adalah sebesar b atau
(1 – a). Return realisasian sekuritas A dan B berturut-turut
adalah RA dan RB. Dengan demikian return realisasian dari
portofolio merupakan rata-rata tertimbang return-return
sekuritas A dan B adalah sebesar :
Rp = a . RA + b . RB
Notasi :
Cov(RA , RB) = Kovarian return antara saham A & saham B
RAi = Return masa depan saham A kondisi ke-i
RBi = Return masa depan saham B kondisi ke-i
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
E(RA) = Return ekspektasian saham A
E(RB) = Return ekspektasian saham B
pi = Probabilitas terjadinya masa depan untuk
kondisi ke-i
n = Jumlah dari kondisi masa depan dr i = 1,n.
Contoh :
Tabel berikut ini menunjukkan return realisasian untuk saham A
(RA) dan return realisasian untuk saham B (RB) selama 3
periode.
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
RB - 0,10 * - - -
σ2A - - 0,023 * - -
- - - 0,023 * -
σ2B
- - - - -0,023 *
σA,B
Keterangan: *Lihat perhitungan dibawah ini
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Return ekspektasian dihitung berdasarkan cara rata-rata
arithmatika. Rata-rata arithmatika untuk return-return saham A
dan saham B selama tiga periode adalah sebesar :
E(RA) = RA = (0,250 + 0,100 – 0,050) / 3 = 0,100
E(RB) = RB = (-0,050 + 0,100 + 0,250) / 3 = 0,100
Resiko yang dihitung sebesar varian dari return-return selama
3 periode untuk saham A dan saham B adalah sebesar :
σ2A = (0,023 + 0,000 + 0,023) / 3 – 1 = 0,023
σ2B = (0,023 + 0,000 + 0,023) / 3 – 1 = 0,023
Sedangkan kovarian dari return-return selama 3 periode untuk
saham A & B adalah sebesar :
σA , B = (-0,023 + 0,000 - 0,023) / 3 – 1 = -0,023
3. Diversifikasi
Resiko yang dapat di-diversifikasikan adalah resiko yang tidak
sistematis atau resiko spesifik dan unik untuk perusahaan.
Diversifikasi resiko ini sangat penting untuk investor, karena
dapat meminimumkan resiko tanpa harus mengurangi return
yang diterima. Investor dapat melakukan diversifikasi dengan
membentuk portofolio berisi banyak aktiva, membentuk
portofolio secara random atau diversifikasi secara metode
markowitz.
Diversifikasi dengan banyak aktiva
Mengikuti hukum statistik bahwa semakin besar ukuran
sampel, semakin dekat nilai rata-rata sampel dengan nilai
ekspektasian dari populasi. Hukum ini disebut dengan Hukum
Jumlah Besar (Law of Large Number).
3. Diversifikasi
Asumsi yang digunakan disini adalah bahwa tingkat hasil (rate of
return) untuk masing-masing sekuritas secara statistik adalah
independen. Ini berarti bahwa rate of return untuk satu sekuritas
tidak terpengaruhi oleh rate of return sekuritas yang lainnya.
Dengan asumsi ini, deviasi standar yang mewakili resiko dari
portofolio dapat ditulis sebagai berikut :
σi
σp =
√n
Dari rumus tersebut terlihat bahwa resiko dari portofolio akan
menurun dengan cepat dengan semakin besarnya jumlah sekuritas
(n).
3. Diversifikasi
Misalnya suatu portofolio berisi dengan 100 buah sekuritas
yang mempunyai deviasi standar yang sama sebesar 0,25
untuk tiap-tiap sekuritasnya. Resiko portofolio ini adalah
sebesar σp = 0,25 / √100 = 0,025. semakin banyak sekuritas
yang dimasukkan ke portofolio, semakin kecil resiko
portofolionya. Kenyataannya, asumsi rate of return yang
independen untuk masing-masing sekuritas adalah kurang
realistis, karena umumnya return sekuritas berkorelasi satu
dengan yang lainnya.
3. Diversifikasi
Diversifikasi secara random
Diversifikasi secara random (random atau naive
diversification) merupakan pembentukan portofolio dengan
memilih sekuritas-sekuritas secara acak tanpa memperhatikan
karakteristik dari investasi yg relevan seperti misalnya return
dari sekuritas itu sendiri. Investor hanya memilih sekuritas
secara acak.
Efek dari pemilihan sekuritas secara acak terhadap resiko
portofolio diteliti oleh Fama (1976). Deviasi standar masing-
masing sekuritas dihitung menggunakan data return bulanan
dari bulan Juli 1963 sampai dengan Juni 1968. Sekuritas
pertama yang dipilih secara acak mempunyai deviasi standar
sekitar 11%.
3. Diversifikasi
Kemudian sekuritas kedua juga dipilih secara acak dan
dimasukkan ke dalam portofolio dengan proporsi yg sama.
Deviasi standar portofolio turun menjadi sekitar 7,2%.
Langkah-langkah yang sama dilakukan sampai dengan 50
sekuritas. Penurunan resiko portofolio terjadi dengan cepat
sampai dengan sekuritas ke 10 sampai ke 15. Setelah
sekuritas ke 15, penurunan resiko portofolio menjadi lambat.
Hasil ini menunjukkan bahwa keuntungan diversifikasi dapat
dicapai hanya dengan sekuritas yang tidak terlalu banyak,
yaitu hanya kurang dari 15 sekuritas sudah dapat mencapai
diversifikasi optimal.
3. Diversifikasi
Diversifikasi secara Markowitz
Sekuritas-sekuritas yang mempunyai korelasi lebih kecil dari
+1 akan menurunkan resiko portofolio. Semakin banyak
sekuritas yang dimasukkan ke dalam portofolio, semakin kecil
resiko portofolio.