0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
293 tayangan66 halaman

Menghitung Return dan Risiko Portofolio

Dokumen tersebut membahas tentang perhitungan return dan risiko portofolio investasi. Return adalah hasil yang diperoleh dari investasi, baik return yang sudah terjadi maupun yang diharapkan. Dokumen menjelaskan berbagai metode pengukuran return seperti return total, return relatif, return kumulatif, serta cara menghitung risiko portofolio dengan diversifikasi.

Diunggah oleh

Muhammad Ishomudin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
293 tayangan66 halaman

Menghitung Return dan Risiko Portofolio

Dokumen tersebut membahas tentang perhitungan return dan risiko portofolio investasi. Return adalah hasil yang diperoleh dari investasi, baik return yang sudah terjadi maupun yang diharapkan. Dokumen menjelaskan berbagai metode pengukuran return seperti return total, return relatif, return kumulatif, serta cara menghitung risiko portofolio dengan diversifikasi.

Diunggah oleh

Muhammad Ishomudin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RETURN

&
RESIKO PORTOFOLIO

By : Agung Modrajad, SE.,MM


Sub Bagian :
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva Tunggal
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
3. Diversifikasi
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return
dapat berupa return realisasian (yg sudah terjadi) atau return
ekspektasian (yg belum terjadi tetapi yg diharapkan akan
terjadi dimasa mendatang).

Return Realisasian
merupakan return yg sudah terjadi dan dihitung menggunakan
data historis. Return realisasian penting karena digunakan
sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan. Return
realisasian ini juga berguna sebagai dasar penentuan return
ekspektasian (expected return) dan resiko dimasa mendatang.
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Beberapa pengukuran return realisasian yang banyak digunakan
adalah return total (total return), return relatif (relative return), return
kumulatif (cumulative return), dan return disesuaikan (adjusted
return). Sedangkan rata-rata dari return dapat dihitung berdasarkan
rata-rata aritmatika (arithmetic mean), dan rata-rata geometrik
(geometric mean).
Return Total (Total Return)
Merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu
periode yg tertentu. Return total sering disebut dengan istilah return
saja. Persamaan return total adalah :

Return = Capital gain (loss) + Yield


1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Capital gain (loss) merupakan selisih dari harga investasi
sekarang relatif dengan harga periode yang lalu :
Pt – Pt-1
Capital gain (loss) =
Pt-1
Dengan demikian Persamaan return total menjadi :
Pt – Pt-1
Return = + Yield
Pt-1
Keterangan :
Pt = harga investasi sekarang
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Pt-1 = harga investasi periode lalu
Yield = Persentase dividen thd harga saham
periode sebelumnya
Untuk saham biasa yang membayar dividen periodik sebesar
Dt rupiah per lembarnya, maka yield adalah sebesar Dt / Pt-1
dan return total dapat dinyatakan sebagai berikut :
Pt – Pt-1 Dt
Return = +
Pt-1 Pt-1

Pt – Pt-1 + Dt
=
Pt-1
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Contoh :
Return Total dari tahun 1990 s/d 1996 dari saham PT ‘A’ yang
membayar dividen tahunan ditunjukkan dlm tabel berikut ini :
Periode Harga Saham (Pt) Dividen (Dt) Return (Rt)

1989 1750 100 -


1990 1755 100 0,060
1991 1790 100 0,077
1992 1810 150 0,095
1993 2010 150 0,193
1994 1905 200 0,047
1995 1920 200 0,113
1996 1935 200 0,112
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Sebagai ilustrasi cara perhitungan, return total untuk tahun
1990 & 1991 dihitung sebagai berikut :
R1990 = (1755 – 1750 + 100) / 1750
= 0,060 atau 6 %
R1991 = (1790 – 1755 + 100) / 1755
= 0,077 atau 7,7 %
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Return Total dapat juga dihitung dari penjumlahan capital gain
(loss) dan dividen yield seperti tampak di tabel berikut ini :

Periode Capital Gain (loss) Dividen Yield Return


(1) (2) (3) (4) = (2) + (3)
1990 0,0029 0,0571 0,060
1991 0,0199 0,0570 0,077
1992 0,0112 0,0838 0,095
1993 0,1105 0,0829 0,193
1994 -0,0522 0,0995 0,047
1995 0,0079 0,1050 0,113
1996 0,0078 0,1042 0,112
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Sebagai ilustrasi untuk tahun 1990, capital gain (loss), dividen
yield dan total return dihitung sebagai berikut :
Gain1990 = (1755 – 1750) / 1750
= 0,0029 atau 0,29 %
Yield1990 = 100 / 1750
= 0,0571 atau 5,71 %
R1990 = 0,0029 + 0,0571
= 0,060 atau 6 %
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Dividen umumnya dibayarkan per kuartal atau per tahun. Jika
dividen per tahun akan digunakan untuk menghitung return
total untuk periode yang lebih pendek, misalnya return
sebulan, maka dividen sebulan dapat dianggap sebagai
dividen setahun dibagi 12. Jika dividen setahun digunakan
untuk menghitung return total mingguan, maka dividen
seminggu dapat dianggap sebagai dividen setahun dibagi 52.

Pt – Pt-1 + Dt / 12 Pt – Pt-1 + Dt / 52
&
Return = Return =
Pt-1 Pt-1
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Return Relatif (Relative Return)
Return total dapat bernilai negatif atau positif. Kadangkala
untuk perhitungan tertentu, misalnya rata-rata geometrik yang
menggunakan perhitungan pengakaran, dibutuhkan suatu
return yang harus bernilai positif. Return relatif dapat
digunakan, yaitu dengan menambahkan nilai satu terhadap
nilai return total sebagai berikut :

Return Relatif = Return Total + 1


1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Return Kumulatif (Cumulative Return)
Return total mengukur perubahan kemakmuran yaitu perubahan
harga dari saham dan perubahan pendapatan dari dividen yang
diterima. Perubahan kemakmuran ini menunjukkan tambahan
kekayaan dari kekayaan sebelumnya. Return total hanya
mengukur perubahan kemakmuran pada waktu tertentu saja,
tetapi tidak mengukur total dari kemakmuran yang dimiliki. Untuk
mengetahui total kemakmuran, indeks kemakmuran kumulatif
(cumulative wealth index) dapat digunakan. IKK (indeks
kemakmuran kumulatif) mengukur akumulasi semua return mulai
dari kemakmuran awal (KK0) yang dimiliki sebagai berikut :
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
IKK = KK0 (1 + R1) (1 + R2) ... (1 + Rn)

Notasi :
IKK = Indeks Kemakmuran Kumulatif, mulai dari periode
pertama sampai ke n
KK0 = Kekayaan awal, biasanya digunakan nilai Rp. 1
Rt = Return periode ke-t, mulai dari awal periode (t=1)
sampai akhir periode (t=n)
Contoh :
Indeks kemakmuran kumulatif untuk saham PT ‘A’ mulai dari
tahun 1989 s/d tahun 1996 tampak dalam tabel berikut ini :
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Periode Return (Rt) Indeks Kemakmuran Kumulatif (IKK)

1989 - 1,000
1990 0,060 1,060
1991 0,077 1,142
1992 0,095 1,250
1993 0,193 1,492
1994 0,047 1,562
1995 0,113 1,738
1996 0,112 1,933
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Indeks kemakmuran kumulatif ini menunjukkan kemakmuran
akhir yg diperoleh dalam suatu periode tertentu. Misalnya
dengan membeli saham ‘A’ diakhir tahun 1989, maka pada
akhir tahun 1991, kemakmuran akan menjadi sebesar
114,20% dari kemakmuran semula. Jika saham dipertahankan
lagi, maka pada akhir tahun berikutnya akan menjadi sebesar
125,00% dari nilai semula di akhir tahun 1990 dengan
perhitungan sbb :
IKK1992 = 1 (1 + 0,060) (1 + 0,077) (1 + 0,095)
= 1,250 atau 125 %
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Indeks kemakmuran kumulatif dapat juga dihitung
berdasarkan perkalian nilai-nilai komponennya sbb :
IKK = PHK . YK

Notasi :
IKK = Indeks Kemakmuran Kumulatif
PHK = Perubahan Harga Kumulatif
YK = Yield Kumulatif
Tabel berikut ini menunjukkan contoh hasil perhitungan indeks
kemakmuran kumulatif yang dihitung dari perkalian perubahan
harga kumulatif dengan yield kumulatif, yaitu sbb :
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal

Periode Capital Dividen Perubahan Yield Indeks


gain (loss) Yield Harga Kumulatif Kemakmuran
Kumulatif Kumulatif
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1990 0,0029 0,0571 1,003 1,057 1,060

1991 0,0199 0,0570 1,023 1,117 1,142

1992 0,0112 0,0838 1,034 1,211 1,250

1993 0,1105 0,0829 1,148 1,311 1,492

1994 -0,0522 0,0995 1,088 1,442 1,562

1995 0,0079 0,1050 1,097 1,593 1,738

1996 0,0078 0,1042 1,105 1,759 1,933


1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Sebagai ilustrasi perhitungan, perubahan harga kumulatif (PHK),
yield kumulatif (YK) dan indeks kemakmuran kumulatif (IKK) untuk
tahun 1991 dapat dihitung sbg berikut :
PHK1991 = (1+capital gain (loss)1990) (1+capital gain (loss)1991)
= (1+0,0029) (1+0,0199)
= 1,023
YK1991 = (1+Yield1990) (1+Yield1991)
= (1+0,0571) (1+0,0570)
= 1,117
IKK1991 = (PHK1991) (YK1991)
= (1,023) (1,117) = 1,142
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Return Disesuaikan (Adjusted Return)
Return disesuaikan adalah tingkat return yang disesuaikan
dengan tingkat inflasi. Persamaan :
(1 + R)
RIA = -1
(1 + IF)
Notasi :
RIA = Return disesuaikan dengan tingkat inflasi
R = Return Nominal
IF = Tingkat Inflasi
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Contoh :
Return sebesar 17% yang diterima setahun dari sebuah surat
berharga jika disesuaikan dengan tingkat inflasi sebesar 5%
untuk tahun yang sama, akan memberikan return riil sebesar :
RIA = [(1 + 0,17) / (1 + 0,05)
= 0,11429 atau 11,429%
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Rata-Rata Arithmatika (Arithmetic Mean)
Digunakan utk menghitung rata-2 return dari waktu ke waktu.
Dengan persamaan :

RA = (R1 + R2 + ... Rn) / n

Notasi :
RA = Rata-Rata Arithmatik
Rn = Return untuk periode ke n
n = Jumlah dari return
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Rata-Rata Geometrik (Geometric Mean)
Digunakan untuk menghitung rata-rata yang memperhatikan
tingkat pertumbuhan kumulatif dari waktu ke waktu. Berbeda
dengan rata-rata arithmatika yang tidak mempertimbangkan
pertumbuhan, rata-rata geometrik lebih tepat digunakan untuk
menghitung rata-rata return dari surat-surat berharga yang
melibatkan beberapa periode waktu. Rata-rata geometrik
dihitung dengan rumus :

RG = [(1+R1) (1+R2) ... (1+Rn)]1/n - 1


1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Notasi :
RA = Rata-rata Geometrik
Rn = Return untuk periode ke n
n = Jumlah dari return
Contoh :
Harga dari suatu saham pada periode ke-0 (periode awal)
adalah Rp. 500,-. Pada periode selanjutnya (periode ke-1),
harga saham ini meningkat menjadi Rp. 600,- dan turun di
periode ke-2 menjadi Rp. 550,-. Return untuk masing-masing
periode adalah sbb :
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
R1 = (Rp. 600 – Rp. 500) / Rp. 500
= 0,2 atau 20%
R2 = (Rp. 550 – Rp. 600) / Rp. 600
= -0,0833 atau -8,33%
Rata-rata return :
RA = (0,2 – 0,0833) / 2
= 0,05833 atau 5,833%
RG = [(1+0,2) (1-0,0833)]1/2 – 1
= 0,04833 atau 4,833%
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Jika dihitung dengan metode rata-2 arithmatika, pertumbuhan
harga saham ini adalah 5,833%. Jika return ini benar dan harga
bertumbuh dengan tingkat 5,833% maka untuk periode kedua,
harga saham ini seharusnya menjadi (Rp. 500 x 1,05833 x
1,05833) = Rp. 560,03. padahal harga saham ini diakhir periode
ke-2 adalah sebesar Rp. 550. dengan demikian return yang
dihitung dengan metode rata-rata arithmatika kurang tepat.
Jika dihitung dengan metode rata-2 geometrik, pertumbuhan
harga saham ini adalah 4,833%. Dengan menggunakan tingkat
pertumbuhan ini, harga saham diakhir periode ke-2 menjadi
(Rp. 500 x 1,04833 x 1,04833) = Rp. 550 dan sesuai dengan
nilai yang sebenarnya.
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Rata-rata geometrik juga banyak digunakan untuk menghitung
indeks kemakmuran kumulatif. Jika rata-2 geometrik diketahui,
indeks kemakmuran kumulatif untuk suatu periode tertentu dapat
dihitung dengan menggunakan rumus :

IKKt = (1+RG) n . bv
Notasi :
IKK = Indeks Kemakmuran Kumulatif
t = Periode ke t
n = Lama periode dari periode dasar ke periode ke-t
bv = Nilai dasar
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Dari tabel sebelumnya, rata-2 geometrik untuk return dari
tahun 1990 s/d tahun 1996 adalah :
RG = [(1+0,060) (1+0,077) (1+0,095) (1+0,193) (1+0,047)
(1+0,113) (1+0,112)1/7 - 1
= 0,0987
Indeks Kemakmuran Kumulatif untuk tahun 1996 dapat
dihitung sebesar :
IKK1996 = (1 + 0,0987)7 . 1
= 1,933136
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Return Ekspektasian
Merupakan return yg digunakan untuk pengambilan keputusan
investasi. Return ini penting dibandingkan dengan return
historis karena return ekspektasian merupakan return yang
diharapkan dari investasi yang akan dilakukan.
Return ekspektasian dapat dihitung berdasarkan beberapa
cara sebagai berikut, yaitu :
a. Berdasarkan nilai ekspektasian masa depan
b. Berdasarkan nilai-nilai return historis
c. Berdasarkan model return ekspektasian yang ada
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
a. Berdasarkan nilai ekspektasian masa depan
Dengan adanya ketidakpastian (uncertainty) berarti
investor akan memperoleh return dimasa mendatang yang
belum diketahui persis nilainya.
Return ekspektasian dapat dihitung dengan metode nilai
ekspektasian (expected value method) yaitu mengalikan
masing-masing hasil masa depan (outcome) dengan
probabilitas kejadiannya dan menjumlah semua produk
perkalian tersebut.
n
E(Ri) = ∑ (Rij . Pj)
j=1
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Notasi :
E(Ri) = return ekspektasian suatu aktiva atau sekuritas ke-i
Rij = hasil masa depan ke-j untuk sekuritas ke-i
Pj = probabilitas hasil masa depan ke-j
(untuk sekuritas ke-i)
n = Jumlah dari hasil masa depan
Contoh :
Dibawah ini merupakan lima buah hasil masa depan
dengan probabilitas kemungkinan terjadinya untuk masing-
masing kondisi ekonomi yang berbeda-beda.
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Kondisi Eknomi Hasil Masa depan Probabilitas
(j) ( Rij ) ( Pj )
Resesi -0,09 0,10
Cukup Resesi -0,05 0,15
Normal 0,15 0,25
Selanjutnya return ekspektasian dapat dihitung sebesar :
Baik 0,25 0,20
Sangat Baik 0,27 0,30

5
E(Ri) = ∑ (Rij . Pj)
j=1
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
E(Ri) = Ri1 . P1 + Ri2 . P2 + Ri3 . P3 + Ri4 . P4 + Ri5 . P5
= - 0,09 (0,10) – 0,05 (0,15) + 0,15 (0,25)
+ 0,25 (0,20) + 0,27 (0,30)
= 0,152 atau 15,2 %
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
b. Berdasarkan nilai-nilai return historis
Tiga metode dapat diterapkan untuk menghitung return
ekspektasian dengan menggunakan data historis, yaitu
sbb :
1. Metode rata-rata (mean method)
Mengasumsikan bhw return ekspektasian dapat
dianggap sama dengan rata-2 nilai historisnya tanpa
memperhitungkan pertumbuhan dari return-2 nya.
2. Metode trend (trend method)
return ekspektasian dianggap sama dengan rata-2
nilai historisnya dan memperhitungkan pertumbuhan
dari return-2 nya.
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
3. Metode jalan acak (random method)
beranggapan bahwa distribusi data return bersifat
acak sehingga sulit digunakan untuk memprediksi,
sehingga diperkirakan return terakhir akan terulang
dimasa depan.

Contoh :
Berikut ini merupakan lima periode terakhir return
mingguan historis sebagai berikut :
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Minggu ke Return (Ri)
-5 0,30%
-4 0,40%
-3 0,05%
-2 0,20%
-1 0,25%

Return-return ekspektasian dapat dihitung sbb :


1. Metode rata-rata :
E(Ri) = (0,30+0,40+0,05+0,20+0,25) % / 5
= 0,24%
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
2. Metode trend dpt ditarik garis lurus dengan kesalahan
terkecil. Dengan metode ini akan dihasilkan E(Ri) =
0,35%
3. Metode random, maka nilai return ekspektasian adalah
nilai terakhir yg terjadi, yaitu E(Ri) = 0,25%.
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
c. Berdasarkan Model Return Ekspektasian
Model-model untuk menghitung return ekspektasian
sangat dibutuhkan. Sayangnya tidak banyak model yang
tersedia. Model yang tersedia yang populer dan banyak
digunakan adalah single index method dan model CAPM.
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Resiko
Resiko sering dihubungkan dengan penyimpangan atau
deviasi dari outcome yang diterima dengan yang diekspektasi.
Van Horne dan wachowics, Jr. (1992) mendefinisikan resiko
sebagai variabilitas return terhadap return yang diharapkan.
Resiko berdasarkan probabilitas.
Penyimpangan standar deviasi merupakan pengukuran yang
digunakan untk menghitung resiko.

SDi = (E([Ri – E(Ri)]2))1/2


1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Selain deviasi standar, resiko juga dapat dinyatakan dalam
bentuk varian.
Var(Ri) = SDi2 = E([Ri – E(Ri)]2)

Deviasi standar adalah akar dari varian :

σ= Var(Ri)
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Contoh :
Berdasarkan data sebelumnya (data lima kondisi ekonomi yg
berbeda-beda) maka varian dari return ekspektasian dapat dihitung
sebesar :
Var(Ri) = (Ri1-E(Ri))2 . p1 + (Ri2-E(Ri))2 . p2 + (Ri3-E(Ri))2 . p3
+ (Ri4-E(Ri))2 . p4 + (Ri5-E(Ri))2 . p5
= (-0,09 - 0,152) 2 . 0,10 + (-0,05 - 0,152) 2 . 0,15
+ (0,15 - 0,152) 2 . 0,25 + (0,25 - 0,152) 2 . 0,20
+ (0,27 - 0,152) 2 . 0,30
= 0,000586 + 0,00612 + 0,000001 + 0,001921
+ 0,00418
= 0,018
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Besarnya deviasi standar adalah akar dari varian, yaitu
sebesar :

σ= 0,018 = 0,134
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Resiko berdasarkan Data Historis.
Resiko yang diukur berdasarkan data historis dapat
dinyatakan sebagai berikut :

n
∑ [Xi – E(Xi)]2
SD = i=1
n–1
1. Menghitung Return & Resiko Aktiva
Tunggal
Notasi :
SD = Standar Deviasi
Xi = nilai ke-i
E(Xi) = Nilai Ekspektasian
n = Jumlah dari observasi data historis untuk sampel
besar dengan n (paling sedikit 30 observasi) dan
untuk sampel kecil digunakan (n-1).
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Menghitung return dan resiko untuk sekuritas tunggal berguna
untuk digunakan menghitung return dan resiko portofolio.
Return realisasian dan return ekspektasian dari portofolio
merupakan rata-rata tertimbang return dari return-return
seluruh sekuritas tunggal.
Akan tetapi, resiko portofolio tidak harus sama dengan rata-
rata tertimbang resiko-resiko dari seluruh sekuritas tunggal.
Resiko portofolio bahkan dapat lebih kecil dari rata-rata
tertimbang resiko masing-masing sekuritas tunggal.
Return Portofolio
Return realisasian portofolio merupakan rata-rata tertimbang
dari return-return realisasian masing-masing sekuritas tunggal
didalam portofolio tersebut.
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Secara matematis, return realisasian portofolio dapat ditulis
sbb :

n
Rp = ∑ (wi . Ri)
i=1

Notasi :
Rp = Return realisasian portofolio
Wi = Porsi dari sekuritas i thd seluruh sekuritas di portofolio
Ri = Return realisasian dari sekuritas ke-i
n = Jumlah dari sekuritas tunggal
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Sedangkan return ekspektasian portofolio merupakan rata-rata
tertimbang dari return-return ekspektasian masing-masing
sekuritas tunggal di dalam portofolio. Return ekspektasian
dapat dinyatakan secara matematis sbb :
n
E(Rp) = ∑ (wi . E(Ri))
i=1
Notasi :
E(Rp) = Return ekspektasian dari portofolio
Wi = Porsi dari sekuritas i thd seluruh sekuritas di portofolio
E(Ri) = Return ekspektasian dari sekuritas ke-i
n = Jumlah dari sekuritas tunggal
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Contoh :
Suatu portofolio terdiri dari 3 macam sekuritas dengan
proporsi yang sama, yaitu masing-masing 1/3 bagian. Return-
return yang diekspektasi dimasa mendatang untuk masing-
masing sekuritas adalah untuk sekuritas pertama sebesar
15%, sekuritas kedua sebesar 18%, sekuritas ketiga sebesar
21%. Besarnya return ekspektasian portofolio adlah sebesar :
n
E(Rp) = ∑ (wi . E(Ri))
i=1
= 1/3 . 15% + 1/3 . 18% + 1/3 . 21%
= 18%
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Resiko Portofolio
Tidak seperti halnya return portofolio yang merupakan rata-rata
tertimbang dari seluruh return sekuritas tunggal, resiko
portofolio tidak merupakan rata-rata tertimbang dari seluruh
resiko sekuritas tunggal. Resiko portofolio mungkin dapat lebih
kecil dari resiko rata-rata tertimbang masing-masing sekuritas
tunggal.
Konsep dari resiko portofolio pertama kali diperkenalkan secara
formal oleh harry M. Markowitz ditahun 1950-an. Markowitz
menunjukkan bahwa secara umum resiko mungkin dpt
dikurangi dg menggabungkan beberapa sekuritas tunggal
kedalam bentuk portofolio. Persyaratan utama untuk dapat
mengurangi resiko didalam portofolio ialah return masing-
masing sekuritas tdk berkorelasi secara positif & sempurna.
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Portofolio dengan dua aktiva
Misal suatu portofolio terdiri dari dua aktiva, yaitu sekuritas A
dan B. Porsi sekuritas A didalam portofolio adalah sebesar a
dan porsi sekuritas B didalam portofolio adalah sebesar b atau
(1 – a). Return realisasian sekuritas A dan B berturut-turut
adalah RA dan RB. Dengan demikian return realisasian dari
portofolio merupakan rata-rata tertimbang return-return
sekuritas A dan B adalah sebesar :
Rp = a . RA + b . RB

Return portofolio ekspektasian adalah sebesar :

E(Rp) = E(a . RA) + E(b . RB)


2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Apabila nilai ekspektasian suatu variabel dikalikan dengan
suatu konstanta adalah sama dengan nilai konstantanya
dikalikan dgn nilai ekspektasian variabelnya, yaitu E(a . RA)
adalah sama dengan a . E(RA) dan E(b . RB) adalah sama
dengan b . E(RB), maka :

E(Rp) = a . E(RA) + b . E(RB)


2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Salah satu pengukur resiko adalah deviasi standar atau varian
yang merupakan kuadrat dari deviasi standar. Resiko yang
diukur dengan ukuran ini mengukur resiko dari seberapa besar
nilai tiap-tiap item menyimpang dari rata-ratanya. Resiko
portofolio juga dapat diukur dengan besarnya deviasi standar
atau varian dari nilai-nilai return sekuritas-sekuritas tunggal
yang ada didalamnya. Dengan demikian varian return
portofolio yang merupakan resiko portofolio dapat dituliskan
sebagai berikut :

Var(Rp) = σp2 = E[Rp – E(Rp)] 2


2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Substitusikan return portofolio ekspektasian dng return
portofolio ekspetasian (konstanta) sehingga menjadi :

Var(Rp) = E[(a . RA + b . RB) – E(a . RA + b . RB)]2


= E[a . RA + b . RB – E(a . RA) – E(b . RB)]2
= E[a . RA + b . RB – a . E(RA) – b . E(RB)]2
= E[(a . RA – a . E(RA)) + (b . RB – b . E(RB))]2
= E[(a . (RA – E(RA)) + (b . (RB – E(RB))]2
= E[(a2 . (RA – E(RA))2 + (b2 . (RB – E(RB))2
+ 2 . a . b . (RA – E(RA)) . (RB – E(RB))]
= a2 . E[RA – E(RA)]2 + b2 . E[RB – E(RB)]2
+ 2 . a . b . E[(RA – E(RA)) . (RB – E(RB))]
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
atau di sempurnakan menjadi :

Var(Rp) = σp2 = a2 . Var (RA) + b2 . Var (RB)


+ 2 . a . b . Cov(RA , RB)
Kovarian antara return saham A dan B yang ditulis sebagai
Cov(RA , RB) atau σRA , RB , menunjukkan arah pergerakan dari
nilai-nilai return sekuritas A dan B. Nilai kovarian yang positif
menunjukkan nilai-nilai dari dua variabel bergerak ke arah
yang sama, yaitu satu meningkat yang lainnya juga
meningkat, atau jika satu menurun yang lainnya juga
menurun.
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Nilai kovarian yang negatif menunjukkan nilai-nilai dari dua
variabel bergerak ke arah yang berlawanan, yaitu jika satu
meningkat yang lainnya menurun atau jika satu menurun yang
lainnya meningkat. Nilai kovarian yang nol menunjukkan nilai-
nilai dari dua variabel independen , yaitu pergerakan satu
variabel tidak ada hubungannya dengan pergerakan variabel
lainnya.
Kovarian dapat dihitung menggunakan cara probabilitas
maupun menggunakan data historis.
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Kovarian dengan cara probabilitas
Kovarian yg dihitung dengan menggunakan probabilitas dapat
dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Cov(RA , RB) = σRA , RB =


n
∑ [RAi – E(RA)] . [RBi – E(RB)] . pi
i=1

Notasi :
Cov(RA , RB) = Kovarian return antara saham A & saham B
RAi = Return masa depan saham A kondisi ke-i
RBi = Return masa depan saham B kondisi ke-i
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
E(RA) = Return ekspektasian saham A
E(RB) = Return ekspektasian saham B
pi = Probabilitas terjadinya masa depan untuk
kondisi ke-i
n = Jumlah dari kondisi masa depan dr i = 1,n.

Kovarian menggunakan data historis


kovarian yang dihitung dengan menggunakan data historis dapat
dilakukan dengan rumus sebagai berikut :
Cov(RA , RB) = σRA , RB =

n [RAi – E(RA) . (RBi – E(RB)]



i=1 n
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Notasi :
Cov(RA , RB) = Kovarian return antara saham A & saham B
RAi = Return masa depan saham A kondisi ke-i
RBi = Return masa depan saham B kondisi ke-i
E(RA) = Return ekspektasian saham A
E(RB) = Return ekspektasian saham B
n = Jumlah dari observasi data historis untuk
sampel besar (minimal 30 observasi) dan untuk
sampel kecil digunakan (n-1).

Contoh :
Tabel berikut ini menunjukkan return realisasian untuk saham A
(RA) dan return realisasian untuk saham B (RB) selama 3
periode.
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio

Periode Return A Return B


Ke (RA) (RB) (RA - RA)2 (RB - RB)2 (RA - RA) . (RB - RB)
1 0,25 -0,05 (0,25-0,10)=0,023 0,023 -0,023
2 0,10 0,10 (0,10-0,10)=0,000 0,000 0,000
3 -0,05 0,25 (-0,05-0,10)=0,023 0,023 -0,023
RA 0,10 * - - - -

RB - 0,10 * - - -

σ2A - - 0,023 * - -

- - - 0,023 * -
σ2B
- - - - -0,023 *
σA,B
Keterangan: *Lihat perhitungan dibawah ini
2. Menghitung Return & Resiko Portofolio
Return ekspektasian dihitung berdasarkan cara rata-rata
arithmatika. Rata-rata arithmatika untuk return-return saham A
dan saham B selama tiga periode adalah sebesar :
E(RA) = RA = (0,250 + 0,100 – 0,050) / 3 = 0,100
E(RB) = RB = (-0,050 + 0,100 + 0,250) / 3 = 0,100
Resiko yang dihitung sebesar varian dari return-return selama
3 periode untuk saham A dan saham B adalah sebesar :
σ2A = (0,023 + 0,000 + 0,023) / 3 – 1 = 0,023
σ2B = (0,023 + 0,000 + 0,023) / 3 – 1 = 0,023
Sedangkan kovarian dari return-return selama 3 periode untuk
saham A & B adalah sebesar :
σA , B = (-0,023 + 0,000 - 0,023) / 3 – 1 = -0,023
3. Diversifikasi
Resiko yang dapat di-diversifikasikan adalah resiko yang tidak
sistematis atau resiko spesifik dan unik untuk perusahaan.
Diversifikasi resiko ini sangat penting untuk investor, karena
dapat meminimumkan resiko tanpa harus mengurangi return
yang diterima. Investor dapat melakukan diversifikasi dengan
membentuk portofolio berisi banyak aktiva, membentuk
portofolio secara random atau diversifikasi secara metode
markowitz.
Diversifikasi dengan banyak aktiva
Mengikuti hukum statistik bahwa semakin besar ukuran
sampel, semakin dekat nilai rata-rata sampel dengan nilai
ekspektasian dari populasi. Hukum ini disebut dengan Hukum
Jumlah Besar (Law of Large Number).
3. Diversifikasi
Asumsi yang digunakan disini adalah bahwa tingkat hasil (rate of
return) untuk masing-masing sekuritas secara statistik adalah
independen. Ini berarti bahwa rate of return untuk satu sekuritas
tidak terpengaruhi oleh rate of return sekuritas yang lainnya.
Dengan asumsi ini, deviasi standar yang mewakili resiko dari
portofolio dapat ditulis sebagai berikut :

σi
σp =
√n
Dari rumus tersebut terlihat bahwa resiko dari portofolio akan
menurun dengan cepat dengan semakin besarnya jumlah sekuritas
(n).
3. Diversifikasi
Misalnya suatu portofolio berisi dengan 100 buah sekuritas
yang mempunyai deviasi standar yang sama sebesar 0,25
untuk tiap-tiap sekuritasnya. Resiko portofolio ini adalah
sebesar σp = 0,25 / √100 = 0,025. semakin banyak sekuritas
yang dimasukkan ke portofolio, semakin kecil resiko
portofolionya. Kenyataannya, asumsi rate of return yang
independen untuk masing-masing sekuritas adalah kurang
realistis, karena umumnya return sekuritas berkorelasi satu
dengan yang lainnya.
3. Diversifikasi
Diversifikasi secara random
Diversifikasi secara random (random atau naive
diversification) merupakan pembentukan portofolio dengan
memilih sekuritas-sekuritas secara acak tanpa memperhatikan
karakteristik dari investasi yg relevan seperti misalnya return
dari sekuritas itu sendiri. Investor hanya memilih sekuritas
secara acak.
Efek dari pemilihan sekuritas secara acak terhadap resiko
portofolio diteliti oleh Fama (1976). Deviasi standar masing-
masing sekuritas dihitung menggunakan data return bulanan
dari bulan Juli 1963 sampai dengan Juni 1968. Sekuritas
pertama yang dipilih secara acak mempunyai deviasi standar
sekitar 11%.
3. Diversifikasi
Kemudian sekuritas kedua juga dipilih secara acak dan
dimasukkan ke dalam portofolio dengan proporsi yg sama.
Deviasi standar portofolio turun menjadi sekitar 7,2%.
Langkah-langkah yang sama dilakukan sampai dengan 50
sekuritas. Penurunan resiko portofolio terjadi dengan cepat
sampai dengan sekuritas ke 10 sampai ke 15. Setelah
sekuritas ke 15, penurunan resiko portofolio menjadi lambat.
Hasil ini menunjukkan bahwa keuntungan diversifikasi dapat
dicapai hanya dengan sekuritas yang tidak terlalu banyak,
yaitu hanya kurang dari 15 sekuritas sudah dapat mencapai
diversifikasi optimal.
3. Diversifikasi
Diversifikasi secara Markowitz
Sekuritas-sekuritas yang mempunyai korelasi lebih kecil dari
+1 akan menurunkan resiko portofolio. Semakin banyak
sekuritas yang dimasukkan ke dalam portofolio, semakin kecil
resiko portofolio.

Anda mungkin juga menyukai