PENGANTAR FILSAFAT ILMU
FADILAH MURSYID
APA ITU FILSAFAT?
Filsafat adalah satu disiplin kajian yang mengajarkan kita
cara berpikir yang benar
Ada pepatah dalam bahasa arab, manusia adalah binatang yang berpikir,
jadi berpikir adalah ciri khas manusia, jika itu hilang, maka sisa
binatangnya saja, dari sini kita sadar bahwa filsafat itu penting
Kata socraters, hidup yang tidak dikaji secara serius adalah hidup yang
tidak berharga
SEBELUM BELAJAR TEGASKAN TUJUANMU:
Filosof
Berpikir, mereflesikan, berkreasi, memproduksi Ide
Ahli Filsafat
Belajar Teori, Tokoh, Paradigma Filsafat atau gagasan dari seorang tokoh
tertentu (Nietche, Iqbal, Dll)
SEBELUM BELAJAR BEDAKAN:
Filsafat Sebagai Metodologi
Filsafat digunakan sebagai alat untuk berpikir (empirisme, idealisme, dll)
Filsafat Sebagai Produk Pemikiran
Filsafat adalah produk pemikiran atau gagasan dari seorang tokoh tertentu
LAHIRNYA FILSAFAT
Ketika orang tidak puas dengan jawaban mistis terhadap problem
hidupnya, Pindah dari mitos (legenda) ke logos (rasio, nalar). Orang
mulai berpikir dan mencari tahu (kritis)
Mitos tidak selalu jelek/salah, namun tidak rasional, diterima oleh A
belum tentu diterima oleh B. Sedanglan logos sifatnya universal.
PINTU GERBANG FILSAFAT
BUKA PIKIRAN (RASIONAL)
buka pikiranmu untuk berpikir logis (rasional)
CORIOUS (RASA INGIN TAHU)
bertanyalah tentang apapun disekililingmu, mengapa? Apa? dan Bagaimana?
WISDOM (KEBIJAKSAAN, HIKMAH)
tahu kapan harus maju/mundur, berkata/diam, berkata dengan pas (proporsional dan
porsional)
KEUNTUNGAN BERFILSAFAT:
MENCARI KEBIJAKSANAAN/KEUTAMAAN PADA YANG RELEVAN
ilmu, kegiatan, postingan itu harus yang relevan dengan hidupmu agar tidak sia-sia
MENGUJI HIDUP
merefleksi diri tentang apa yang harus atau tidaknya kita lakukan dalam hidup
Catatan:
Harus merevisi yang merasa bahwa filsafat itu barang langit, seakan-akan isinya hanya membahas
metafisika, seperti alam ini bahannya apa? Memang ada yang berpikir seperti ini, tetapi apakah hal ini
relevan dengan hidup?
TUGAS UTAMA FILSAFAT
MEMPERJELAS KONSEP – CLARIFIYING CONCEPT
MENGKRITISI KONSEP – CRITICING CONCEPT
MEMBUAT ARGUMEN – CREATEING CONCEPT/ARGUMEN
Konsep adalah jembatan untuk berpikir, orang akan kacau pikirannya ketika konsepnya
berbeda-beda dalam penyampaian argumen. Ga ngerti sama yang diomongin sendiri itu apa.
Perlu diperjelas konsep kehidupan, karena hari ini kita hidup terlempar ke dalam fakta,
karenanya harus belajar membuat definisi
7 CIRI BERPIKIR FILSAFAT
RADIKAL (mengakar) mecari hakikat
KOMPERHENSIF (meluas, menyeluruh) sebut semua variabel yang berhubungan
KRITIS porsional dan proporsional
KONSEPTUAL punya konsep sebelum berbicara
KOHEREN – KONSISTEN (runtut) tidak loncat-loncat
SISTEMATIS – METODIS tidak acak runtut dan sistematis
BEBAS – TANGGUNG JAWAB berpikir itu bebas, ekpersi dari pikiran harus dipertanggung jawabkan
Bekal disini hanya akal sehat dan waras. Akal rusak karena fantasi, obsesi, mengahayal yang tidak perlu, mengotori pikiran
dg hal negatif.
FILSAFAT SECARA UMUM DIBAHAS PADA 3 HAL:
REALITAS (kenyataan sehar-hari)
NILAI (keindahan – estetika; kebaikan – etika)
PENGETAHUAN DAN KEBENERAN
DALAM HIDUP ADA NILAI
KEBENARAN (sifatnya universal)
KEBAIKAN (sifatnya konvensional – intrasubjektif)
KEINDAHAN (sifatnya subjektif)
TUHAN KEBENARAN
REALITA ALAM KEBAIKAN EPISTEMOLOGI
S
KEINDAHAN
MANUSI
A
ALAT DALAM BERFILSAFAT ADALAH LOGOS
Dalam B. Indo logos diartikan sebagai akal budi
1. Akal
2. Panca indera
3. Nurani
4. Naluri
5. Intuisi
6. Imajinasi
APA ITU EPISTEMOLOGI?
Pada dasarnya epistemologi adalah cara-cara meraih ilmu,
Apa itu ilmu? dari sini keluarlah yang dinamakan filsafat ilmu
FILSAFAT ILMU
Menurut Jujun S. “ilmu merupakan pengetahuan yang disusun secara konsisten dan kebenarannya telah diuji
secara empiris. Dalam hal ini harus disadari bahwa proses pembuktian dalam ilmu tidaklah absolut. Ilmu tidak
bertujuan untuk mencari kebenaran absolut melainkan kebenaran yang bermanfaat bagi manusia dalam tahap
perkembangan tertentu” (hlm 131-132)
Filsafat Ilmu karya dosen UGM, “Berfilsafat berarti melakukan suatu pemikiran bebas dan sebebas-bebasnya
sebagai lawan otoriterianisme, kepercayaan, agama ideologi, dan pemikiran tertutup.” (hlm 44)
SUDUT PANDANG ISLAM
As-sharif al-jurjani dalam bukunya ta’rifat “ilmu sebagai tibanya minda pada makna sesuatu”. Definisi inilah dan
yang lebih awal oleh Ibn Sina dan Al-Abhari yang professor Syed Muhammad Naquib Al-Attas telah sintetiskan
dalam monografnya berjudul The Concept of Education in Islam. Menurutnya, ilmu paling tepat didefinisikan
sebagai ‘tibanya makna dalam jiwa sekaligus tibanya jiwa dalam makna’
Contoh: kucing tidak tertarik kepada uang karena kucing tidak tahu makna uang, makna uang tidak
mencapai mindanya, dan juga sebaliknya minda kucing tidak memahami makna uang.
MARI BERPIKIR TENTANG:
ONTOLOGI
KOSMOS
MANUSIA