Anda di halaman 1dari 36

dr Eni Nuraeni, M.

Kes

Mata Kuliah Epidemiologi


PROGRAM STUDI PROFESI BIDAN
FIKES UMT 2022/2023
TEORI PENYEBAB
PENYAKIT
1. Teori Contagion
2. Teori Hippocrates
3. Teori Humoral
4. Teori Miasma
5. Teori Jasad Renik
6. Teori Ekologi Lingkungan
TEORI CONTAGION
• Penyakit terjadi akibat kontak antara
satu orang dengan orang lain
• Berawal dari pengamatan terhadap
penyakit kusta di Mesir
TEORI
HIPPOCRATES
• Penyakit timbul akibat pengaruh
lingkungan (air, udara, tanah, cuaca, dll)
• Tidak dijelaskan kedudukan manusia
dalam interaksi tersebut
• Tidak dijelaskan faktor lingkungan
bagaimana yang dapat menimbulkan
penyakit
TEORI HUMORAL
• Penyakit timbul akibat gangguan dari
keseimbangan cairan dalam tubuh.
 Tubuh terdiri dari 4 cairan (putih,
kuning, merah dan hitam)  Bila terjadi
ketidak keseimbangan, timbul penyakit.
Jenis penyakit tergantung pada jenis
cairan yang dominan.
• Berkembang dari Cina
TEORI
MIASMA
• Penyakit timbul akibat sisa makhluk
hidup yang mengalami pembusukan
sehingga menyebabkan
pengotoran udara dan lingkungan
sekitarnya.
TEORI JASAD
RENIK
• Penyakit disebabkan oleh jasad renik.
• Pada teori ini jasad renik (germ)
dianggap sebagai penyebab tunggal
penyakit.
• Berkembang setelah ditemukannya
mikroskop.
TEORI EKOLOGI
LINGKUNGAN
• Manusia berinteraksi dengan berbagai
faktor penyebab dalam lingkungan
tertentu. Pada keadaan tertentu akan
menimbulkan penyakit.
KONSEP DASAR
TIMBULNYA PENYAKIT

Untuk mempelajari konsep terjadinya


penyakit, ada tiga macam model
pendekatan, yaitu:

1. Segitiga Epidemiologi
(Epidemiologic Triangle)
2. Roda (Wheel)
3. Jaring-jaring sebab akibat (The Web
of causation)
Segitiga Epidemiologi

Proses terjadinya penyakit merupakan hasil


interaksi antara :
- Agen (faktor penyebab penyakit)
- Manusia sebagai penjamu atau host;
dan
- Faktor Lingkungan/Environtment yang
mendukung
Ketiganya disebut Trias Penyebab
Penyakit
Penyakit terjadi krn adanya ketidakseimbangan antara
ke tiga faktor tersebut.
SEGITIGA EPIDEMIOLOGI
(EPIDEMIOLOGIC
TRIANGLE)
Agent Host

Pada model ini, sesorang


berada pada kondisi sehat,
dimana host, agen dan
environment berada pada
kondisi seimbang
E
n
Model 1. Host

Agent

 Kemampuan agent meningkat


 Agent medpt kemudahan
menimbulkan penyakit Environment
 Terjadi pd penyakit infeksi, yaitu
munculnya strain baru dr agent
 Misalnya mutasi pada virus
influenza
Agent

Model 2
Host

Environment
Agent
Model 3
Host

Environment
Host
Model 4.
Agent

• Pergese kulaitas lingkungan


memberatkan A
Environment
• Terjadi pergeseran kualitas
lingkungan
• Perubahan kualitas lingkungan
mempermudah/menguntungkan
penyebaran Agent
• Contoh: terjadinya banjir
menyebabkan air kotor ug
mengandung kuman konta dgn
masyarakat dan lebih mudah
masuk ketubuh masyarat
1. Fc. PEJAMU (HOST)
• Pejamu a/ manusia atau makhluk hidup lainnya,
termasuk burung dan artropoda, yang menjadi tempat
terjadinya proses alamiah perkembangan penyakit.
----umur, jenis kelamin, ras, genetik, anatomi tubuh,
status gizi.

2. Fc. Agen (penyebab)


 a/ suatu unsur, organisme hidup, atau kuman infektif yang dapat
menyebabkan terjadinya suatu penyakit.
-----unsur biologis, nutrisi, kimia, dan fisika.
-----faktor gaya hidup

3. Fc. Lingkungan
 a/ semua faktor luar dari suatu individu yang dapat berupa
lingkungan fisik, biologis, dan sosial.
Trias 1 – Faktor Agen
Agen sebagai penyebab penyakit dapat berupa
unsur hidup atau mati, terdiri atas 5 kelompok :
1. Agen biologis
virus, bakteri, protozoa, jamur, cacing, dan insekta.
2. Agen kimiawi
dari luar tubuh (zat racun, obat, senyawa kimia) dan
dari dalam tubuh (ureum, kolesterol)
Faktor Agen (2)
3. Agen Fisika
panas (luka bakar), irisan, tikaman, pukulan,
radiasi, dll
4. Agen Nutrisi
Kekurangan atau kelebihan nutrisi seperti :
Protein,
lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan
air.
5. Agen Psikis
Penyebab penyakit jiwa dan ggn tingkah
laku
Trias 2 – Faktor Host (penjamu)
• intrinsic factors yang mempengaruhi individu untuk
terpapar, kepekaan (susceptibility), atau berespon
terhadap agen penyebab penyakit
• Cth : umur, sex, suku bangsa, dan perilaku adalah
beberapa faktor yang menentukan risiko seseorang
untuk terpapar terhadap agen.
• Umur, komposisi gen, nutrisi, dan status imun adalah
faktor2 yang mempengaruhi kepekaan dan respon
individu terhadap agen.
Trias 3 – Faktor Lingkungan
extrinsic factors yang mempengaruhi agen dan
peluang untuk terpapar.
• Meliputi faktor fisika (e.g. iklim, karakteristik
geologis)
• Faktor biologis (e.g. vectors – serangga yang
menyebarkan agen); dan
• faktor struktural (e.g. kepadatan rumah, dan akses
terhadap pelayanan kesehatan dan sanitasi)
Karakteristik segitiga epidemiologi
1. Pejamu (host)
 Resistensi: Kemampuan dari pejamu untuk
bertahan terhadap suatu infeksi
 Imunitas: kesanggupan host untuk
mengembangkan suatu respon imunologis
sehingga tubuh kebal terhadap
penyakit tertentu
 Infektifnes: potensi pejamu yang
terinfeksi
untuk menularkan penyakit kepada orang lain
2. Lingkungan
 Topografi:
 Geografi:
3. Agen
 Infektivitas: kesanggupan dari organisme untuk
beradaptasi sendiri terhadap lingkungan dari pejamu
untuk mampu tinggal dan berkembang biak dalam
jaringan pejamu
 Patogenesitas: kesanggupan organisme untuk
menimbulkan suatu reaksi klinik khusus yang patologis
setelah terjadinya infeksi pada pejamu yang
diserang
 Virulensi:kesanggupan organisme tertentu untuk
menghasilkan reaksi patologis yang berat yang
selanjutnya mungkin menyebabkan kematian
 Toksisitas: kesanggupan organisme untuk
memproduksi reaksi kimia yang toksis dari substansi
kimia yang dibuatnya
 Invasitas: kemampuan organisme untuk melakukan
penetrasi dan menyebar setelah memasuki jaringan
 Antigenisitas: kesanggupan organisme untuk
merangsang reaksi imunologis dari pejamu.
Roda (Wheel)
• Memerlukan identifikasi dari
berbagai faktor yang berperan dalam
timbulnya penyakit dengan tidak
mementingkan pentingnya agent.
• Besarnya peran dari masing-masing
faktor bergantung pada penyakit
yang bersangkutan
RODA (the Wheel)
Lingk sosial

host
Inti genetik
Lingk fisik lingk
biologis
Penjelasan roda

- Peranan lingkungan sosial lebih besar


dari yang lainnya pada stress
mental
- Peranan lingkungan fisik lebih besar
dari yang lainnya pada sunburn
- Peranan lingkungan biologis lebih
besar dari yang lainnya pada penyakit
lewat vektor (malaria)
- Peranan inti genetik lebih besar dari
Jaring-jaring sebab akibat
(The Web of causation)

• Suatu penyakit tidak tergantung pada


satu sebab yang berdiri sendiri
melainkan sebagai akibat dari
serangkaian proses sebab-akibat 
penyakit dapat dicegah dengan
memotong rantai pada berbagai titik.
Web of causation
Pengetahuan
Pendidikan gizi rendah
Rendah

Konsumsi makanan
tidak memadai
Produksi bahan
PENYAKIT
makanan rendah
KURANG
KEMISKINAN
GIZI
Daya beli rendah

 Sulit
menentukan Daya tahan
penyebab Fasilitas Tubuh dan
utama. Namun kesehatan Kesehatan kurang
dapat dilakukan kurang
pencegahan Penyerapan
dari berbagai Zat gizi
arah, terganggu
KRITERIA KAUSASI
• Pendekatan model penyebab penyakit
masih membutuhkan pertimbangan yg
mendalam dgn studi yg cermat utk
sampai pd keputusan hubungan kausal
(sebab akibat)
• Penentuan kausasi membutuhkan
bukti bukti yg ada
• Austin Bradford Hill (1965) membuat
kriteria yg dpt digunakan sbg panduan
penentuan apakah sesuatu mrp
penyebab
Kriteria Sebab Akibat (Hill)
No KRITERIA KETERANGAN
1 Hubungan Temporal Sebab mendahului akibat
2 Plausabilitas Ada mekanisme biologis yg
menjelaskan proses penyakit
3 Konsistensi Kejadian berulang pada
pengamatan orang lain
(penelitian diulang hasil sama)
4 Kekuatan Hubungan Nilai Risiko Relatif yg besar
& signifikan secara statistik
5 Dose Respon Makin besar paparan thd
Relationship (Efek agent diikuti peningkatan
dosis respon) kejadian penyakit
Kriteria Sebab Akibat (Hill)
No KRITERIA KETERANGAN
6 Reversibilitas Penurunan paparan thd agent diikuti
penurunan kejadian penyakit
7 Desain studi Desain terbaik adalah eksperimen
8 Jml bukti Makin banyak bukti
memperkuat kesimpulan
9 Analogi Hubungan sebab dan akibat sudah
terbukti untuk penyebab penyakit serupa
10 Spesifisitas Satu penyebab menimbulkan satu efek
Syarat Agent sebagai
Penyebab Penyakit (Cause)
1. Dijumpai pada setiap kasus yang
diteliti, pada keadaan yang sesuai
(Necessary cause)
2. Agent hanya menyebabkan penyakit
yg diteliti/ satu penyebab
menimbulkan satu efek (Spesifik
cause)
3. Agent diisolasi sempurna,
ditumbuhkan dalam biakan
(Suffisient cause)
FAKTOR RISIKO
• Adalah faktor-faktor atau keadaan
yang mempengaruhi perkembangan
suatu penyakit/status kesehatan

• Menurut Simborg, FR adalah


Karakteristik, tanda atau keadaan
yang diamati pada individu atau
kelompok yg secara statistik
diketahui mempengaruhi hubungan
dengan besarnya risiko untuk menjadi
suatu penyakit.
FAKTOR RISIKO
• Ada dua jenis faktor risiko
1. Faktor Instrinsik
Tingkat susceptibilitas (kerentanan)
individu thd suatu penyakit
(genetik, sex, usia, anatomi, faali,
nutrisi dll)
2. Faktor Ekstinsik
Faktor lingkungan yg memudahkan
individu terjangkit suatu penyakit
(meningkatkan kepekaan dan
FAKTOR RISIKO
• Alasan dikembangkannya Faktor
Risiko pd epidemiologi tidak
menular, yaitu:
1. Causa (penyebab/agent) tidak
jelas
2. Penerapan konsep multiple
causation
3. Adanya penambahan atau interaksi
antar risiko
4. Metodologi memberi kesempatan untuk
Kegunaan Identifikasi Faktor Risiko
1.Prediksi : utk meramalkan kejadian
penyakit
2.Penyebab : kejelasan besarnya FR dapat
mengangkat menjadi faktor penyebab,
setelah menghapuskan pengaruh dan
faktor pengganggu
3.Membantu proses diagnosis
4.Prevensi utk pencegahan penyakit tersebut

•Besarnya peran FR dpt dilakukan dgn


menghitung besarnya nilai Resiko relatif
terimakasih

Anda mungkin juga menyukai