LANGKAH-LANGKAH
INTERPRETASI PAULI
Febi Herdajani S.Psi., M.Si., psi.
1. Dapatkan kesan umum/utama, apa yang
terlihat
a. Jumlah
b. Grafik
Bentuk grafik yang utama ada 4 arah kecenderungan
Curam Penurunan Naik-turun Turun
• Curam:
-dengan jumlah besar, ambisius/ngotot.
-dengan jumlah kecil, memaksakan diri.
• Penurunan: normal (karena orang yang sudah
lelah, akan menurun)
• Naik–turun: mudah jenuh, angin-anginan
• Turun: semangat pada awal kemudian
menurun
2. Kesediaan/kesiagaan kerja
• Yaitu siap atau tidaknya untuk bekerja
a. Hasil awal (ha)
b. Bandingkan dengan rata-rata prestasi
(norma 130, bila di atas norma maka baik)
3. Daya Penyesuaian (adaptasi kerja)
• Jenis pekerjaan PAULI:
-monoton
-stres/situasi kerja yang menekan
a. Jumlah (mis: tinggi, penyesuaian lebih baik
dari yang rendah)
b. Grafik secara keseluruhan
c. Periksa penurunan awal 3’ ke 1 sampai 3’ ke
5 (bila penurunan di belakang 3’ ke 5,maka
mungkin ada indikasi kesulitan penyesuaian)
4. Daya Tahan
a. Jumlah prestasi keseluruhan ( bila besar
maka daya tahan besar)
b. Jalannya prestasi keseluruhan/ jalannya grafik
(lihat kecenderungan naik atau turun)
c. Periksa posisi tempat puncak (TP), puncak di
belakang adalah yang baik (3’16 – 3’18)
5. Pengarahan dan Regulasi energi
a. Lihat jalannya prestasi (grafik) keseluruhan,
(bila energi terarah maka grafik
kecenderungan naik).
b. Periksa posisi tempat puncak (TP), (bila
puncak di belakang adalah yang baik (3’16 –
3’18), karena terencana kerjanya).
c. Periksa titik akhir (TA) dan Penurunan awal
(PA), (bila TA diatas PA maka energi teregulasi
dengan baik)
6. Emosionalitas
• Yaitu suasana hati dalam bekerja
mis: seluruh pekerjaan menurun
a. Periksa penyimpangan (bila penyimpangan
besar, maka emosional)
b. Perhatikan Grafik I dan II (mis: naik-turun
grafik I tidak jauh dari grafik II, maka jalannya
grafik tidak terlalu menyimpang/tidak
emosional) .
7. Konsentrasi
a. Jumlah prestasi keseluruhan
b. Jumlah kesalahan dan pembetulan
c. Perhatikan parit/kolom terloncat
(bila konsentrasi kuat: prestasi besar,
kesalahan dan pembetulan kecil, serta tidak
ada parit)
8. Orientasi pada kualitas dan kuantitas
kerja
a. Jumlah prestasi keseluruhan
b. Jumlah kesalahan
-prestasi tinggi, maka orientasi pada
kuantitas
-kesalahan sedikit, maka orientasi pada
kualitas
Contoh Kasus PAULI
Febi Herdajani, S.Psi., M.Si., psi.
Hasil Pemeriksaan
• ∑ prestasi = 2765
• Hasil rata-rata = 138,25
• Kesalahan = 0,6 %
• Pembetulan = 0,4 %
• Penyimpangan = 6,6 %
• Tinggi = 47
• Tempat puncak = 3’ ke 9 / 145
• Penurunan awal = 3’ ke 2 / 106
• Hasil awal = 110
Interpretasi Alasan
1. Kesan Umum • Dilihat dari jumlah
(C) keseluruhan 2765 (B).
Namun Grafik I terdapat
kenaikan dan penurunan
yang curam terutama
pada 3’ke 5 sp ke 11.
Grafik II mempunyai
kenaikan namun
terdapat penurunan
pada akhir pekerjaan (K).
Interpretasi Alasan
2. Kesediaan/kesiagaan • Ha 110 (C). Rata-rata
kerja prestasi lebih tinggi dari
(CB) rata-rata normatif
(138,25 > 130) (B)
Interpretasi Alasan
3. Daya penyesuaian • Dilihat dari jumlah
(CB) pretasi 2765 (B). Namun
Grafik I terdapat kenaikan
dan penurunan yang
curam terutama pada
3’ke 5 sp ke 11. Grafik II
mempunyai kenaikan
namun terdapat
penurunan pada akhir
pekerjaan (K). Penurunan
awal pada 3’ ke 2 (B)
Interpretasi Alasan
4. Daya tahan • Jumlah pretasi 2765 (B).
(C) Jalannya Grafik
keseluruhan
kecenderungan terjadi
penurunan pada akhir
pekerjaan (K). Tempat
puncak pada 3’ ke 9 (K)
Interpretasi Alasan
5. Pengarahan dan • Jalannya Grafik
Regulasi Energi keseluruhan
(C) kecenderungan terjadi
penurunan pada akhir
pekerjaan (K). Tempat
puncak pada 3’ ke 9 (K).
Namun Titik akhir lebih
tinggi dari penurunan
awal (122>106) (B)
Interpretasi Alasan
6. Emosionalitas • Penyimpangan 6,6 (K).
(K) Penyimpangan antara
Gr. I dan Gr.II pada 3’ke
5 sp ke 11 cukup jauh
(K)
Interpretasi Alasan
7. Konsentrasi • Jumlah pretasi 2765 (B).
(B) Kesalahan 0,6 % dan
pembetulan 0,4 % (B).
Tidak ada parit.
Interpretasi Alasan
8. Orientasi • Jumlah pretasi 2765 (B).
kualitas/kuantitas kerja Kesalahan 0,6 (B).
(B)
Kesimpulan
S termasuk orang yang mempunyai produktivitas
kerja yang baik. Kesediaan S dalam bekerja cukup
baik dan mempunyai daya penyesuaian yang cukup
baik pula. Namun S cukup dalam meregulasi energi
kerja, sehingga mempengaruhi daya tahan S yang
cukup juga dalam menghadapi tekanan kerja. Selain
itu S emosional dalam bekerja, namun demikian
tidak terlalu mempengaruhi konsentrasinya dalam
bekerja, sehingga S terlihat tetap memperhatikan
kuantitas dan kualitas hasil kerjanya.