0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan7 halaman

Pengertian Akidah dan Akhlak Islam

Dokumen ini menjelaskan pengertian akidah Islamiah sebagai keyakinan yang harus diyakini oleh setiap Muslim, serta akhlak yang merupakan keadaan jiwa yang melahirkan perbuatan baik atau buruk. Akidah Islam bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis, sedangkan akhlak dibedakan menjadi akhlak terpuji dan tercela. Contoh akhlak terpuji termasuk ikhlas dan amanah, sementara akhlak tercela mencakup riya dan nifaq.

Diunggah oleh

andre saputra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan7 halaman

Pengertian Akidah dan Akhlak Islam

Dokumen ini menjelaskan pengertian akidah Islamiah sebagai keyakinan yang harus diyakini oleh setiap Muslim, serta akhlak yang merupakan keadaan jiwa yang melahirkan perbuatan baik atau buruk. Akidah Islam bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis, sedangkan akhlak dibedakan menjadi akhlak terpuji dan tercela. Contoh akhlak terpuji termasuk ikhlas dan amanah, sementara akhlak tercela mencakup riya dan nifaq.

Diunggah oleh

andre saputra
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengertian Akidah Islamiah

dan Akhlak

Andre Saputra
Pengertian Akidah dan Akhlak
A. Akidah
Akidah secara bahasa berasal dari kata ('aqada-
ya'qidu-aqidatan) yang berarti ikatan,atau perjanjian.
Secara istilah adalah keyakinan hati atas sesuatu.
Dalam pembahasan yang masyhur akidah diartikan
sebagai iman, kepercayaan atau keyakinan. Dengan
begitu juga, akidah Islam (al-akidah al-Islamiyah)
bisa diartikan sebagai pokok-pokok kepercayaan
yang harus diyakini kebenarannya oleh setiap orang
yang mengaku dirinya beragama Islam (Muslim).
B. Akhlak
Secara bahasa kata akhlak berasal dari bahasa Arab al-akhlak, yangmerupakan
bentuk jamak dari kata khuluq atau al-khaliq yang berarti
– tabiat, budi pekerti,
– kebiasaan atau adat,
– keperwiraan, kesatriaan, kejantanan
Sedangkan pengertian secara istilah, akhlak adalah suatu keadaan yang melekat
pada jiwa manusia, yang melahirkan perbuatan-perbuatan yang mudah, tanpa
melalui proses pemikiran, pertimbangan atau penelitian. Jika keadaan (hal)
tersebut melahirkan perbuatan yang baik dan terpuji menurut pandangan akal
dan hukum Islam, disebut akhlak yang baik. Jika perbuatan-perbuatan yang
timbul itu tidak baik, dinamakan akhlak yang buruk.
Karena akhlak merupakan suatu keadaan yang melekat di dalam jiwa, maka
perbuatan baru disebut akhlak kalau terpenuhi beberapa syarat, yaitu:
– Perbuatan itu dilakukan berulang-ulang. Kalau perbuatan itu dilakukan
hanya sesekali saja, maka tidak dapat disebut akhlak. Misalnya, pada
suatu saat, orang yang jarang berderma tiba-tiba memberikan uang
kepada orang lain karena alasan tertentu. Tindakan seperti ini tidak bisa
disebut murah hati berakhlak dermawan karena hal itu tidak melekat di
dalam jiwanya.
– Perbuatan itu timbul mudah tanpa dipikirkan atau diteliti terlebih dahulu
sehingga benar-benar merupakan suatu kebiasaan. Jika perbuatan itu
timbul karena terpaksa atau setelah dipikirkan dan dipertimbangkan
secara matang tidak disebut akhlak.
Dasar-Dasar Akidah Islam
Akidah Islam adalah sesuatu yang bersifat tauqifi, artinya
suatu ajaran yang hanya dapat ditetapkan dengan adanya
dalil dari Allah dan Rasul-Nya. Maka, sumber ajaran akidah
Islam adalah terbatas pada Al-Qur'an dan Sunnah saja.
– Al-Qur’an
• Al-Qur'an adalah firman Allah Swt. yang diwahyukan
kepada Nabi Muhammad Saw. dengan perantara Malaikat
Jibril. Melalui al-Qur'an inilah Allah menuangkan firman-
firmanNya berkenaan dengan konsep akidah yang benar
yang harus diyakini dan dijalani secara mutlak dan tidak
boleh ditawar oleh semua umat Islam.
– Hadis
• Hadis ialah segala ucapan, perbuatan, dan takrir (sikap
diam) Nabi Muhammad Saw. Islam telah menegaskan
bahwa hadis menjadi sumber hukum Islam kedua (setelah
Al-Qur'an), baik sumber hukum dalam akidah maupun
dalam semua persoalan hidup.Hal ini dikarenakan semua
yang disandarkan kepada Nabi adalah wahyu dari Allah,
Akhlak Terpuji dan Tercela

A. PENGERTIAN AKHLAK MAHMUDAH (TERPUJI)


Akhlak mahmudah (terpuji) adalah perbuatan yang dibenarkan oleh agama
(Allah dan RasulNya). Contoh akhlak terpuji:
– Ikhlas
Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran. Sedangkan secara istilah,
ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah semata dalam beramal sebagai wujud
menjalankanketaatan kepada Allah dalam kehidupan dalam semua aspek
– Amanah
Amanah berasal dari bahasa arab dalam bentuk mashdar dari (amina –
amnatan) yang berarti jujur atau dapat di percaya. Sedangkan menurut
terminologi terdapat beberapa pendapat Ahmad Musthafa Al-Maraghi, Amanah
adalah Sesuatu yang harus dipelihara dan dijaga agar sampai kepada yang
berhak memilikinya.
Sedangkan menurut Ibn Al-Araby, Amanah adalah segala sesuatu yang di ambil
dengan izin pemiliknya untuk di ambil manfaatnya.
Jadi dari pengertian diatas dapat di simpulkan Amanah adalah menyampaikan
hak apa saja kepada pemiliknya, tidak mengambil sesuatu melebihi haknya dan
tidak mengurangi hak orang lain, baik berupa harga maupun jasa
PENGERTIAN AKHLAK MAZMUMAH (TERCELA)

B. PENGERTIAN AKHLAK MAZMUMAH (TERCELA)


Akhlak Mazmumah (tercela) adalah perbuatan yang tidak dibenarkan oleh
agama (Allah dan RasulNya). Contohnya :
– Riya
Riya’ dalam Bahasa Arab artinya memperlihatkan atau memamerkan, secara
istilah riya’ yaitu memperlihatkan sesuatu kepada orang lain, baik barang
maupun perbuatan baik yang dilakukan, dengan maksud agar orang lain dapat
melihatnya dan akhirnya memujinya.
– Nifaq
Kata nifaq berasal dari kata: nafiqa alyarbu’, artinya lubang hewan sejenis
tikus. Lubang ini ada dua, ia bisa masuk ke lubang satu kemudian keluar lewat
lubang yang lain. Demikianlah gambaran keadaan orang-orang munafik, satu
sisi menampakkan Islamnya, tetapi di sisi lain ia amat kafir dan menentang
kepentingan Agama Islam.
Nifaq adalah perbuatan menyembunyikan kekafiran dalam hatinya dan
menampakkan keimanannya dengan ucapan dan tindakan. Perilaku seperti ini
pada hakikatnya adalah ketidaksesuaian antara keyakinan, perkataan, dan
perbuatan. Atau dengan kata lain, tindakan yang selalu dilakukan adalah
kebohongan, baik terhadap hati nuraninya, terhadap Allah Swt maupun
sesama manusia. Pelaku perbuatan nifaq disebut munafik.
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai