RENCANA PEMBELAJARAN FASE F
SEMESTER GENAP 2024/2025
1. Judul :
2. Tujuan Pengajaran Pompa
a. Membekali para :s i s w a dengan mata pelajaran Teknik Perawatan Sistem
Mekanik dan Elektrik
b. Memiliki kemampuan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan serta
prosedur dalam disiplin ilmu teknik materi pompa dan kompresor.
a. Sasaran Pengajaran : Selesai pelajaran ini para siswa diharapkan dapat:
a. Mengetahui klasifikasi pompa
b. Memahami basic equation & pump performance
4. Lama : 48 Jam Pelajaran
a.
Pengajaran Teori : 48 Jam
b. Praktek Pelajaran
5. Guru Mata Pelajaran : Deyu 0 Jam
Prakorso.,S.T
Pelajaran
BAB I PENDAHULUAN
1.Difinisi
Pompa adalah suatu alat/ pesawat yang digunakan
untuk memindahkan fluida cair (liquid) dari suatu
tempat yang rendah ke tempat lain yang lebih tingi
melalui suatu sistem perpipaan, atau dari suatu
tempat yang bertekanan rendah ke tempat yang
bertekanan tinggi, atau dari satu tempat ke tempat
lain yang jauh serta untuk mengatasi tahanan
hidrolisnya.
Prinsip operasinya pompa adalah memberikan
perbedaan tekanan antara bagian suction (hisap)
dan bagian discharge (tekan) dengan mentransfer
energi mekanis dari suatu sumber energi luar
(motor listrik, motor bensin/diesel ataupun turbin
dll.) untuk dipindahkan ke fluida kerja yang dilayani.
Dengan demikian pompa menaikan energi cairan
yang dilayani sehingga cairan tersebut dapat mengalir
dari suatu tempat yang bertekanan rendah ke tempat
yang bertekanan tinggi.
Pada suatu industri, pompa merupakan peralatan
penunjang yang sangat penting. Hal ini karena
pompa digunakan sebagai peralatan sirkulasi air
pendingin, sebagai penggerak fluida kerja pada
sistem hidrolis, sirkulasi minyak pelumas pada
mesin, dsb. Selain itu juga digunakan sebagai suply
kebutuhan air bersih, pemadam kebakaran dan
lain-lain.
•Klasifikasi Pompa
Pompa dapat diklasifikasikan dalam beberapa
cara yang berbeda, misalnya berdasarkan kondisi
kerjanya, cairan yang dilayani / dipindahkan,
bentuk elemen yang bergerak, jenis penggeraknya,
serta berdasarkan cara mentransfer fluida dari
dari pipa hisap ke pipa tekan. Namun secara general
pompa dapat diklasifikasikan sbb :
Pompa
Positive Displacement Dynamic
Reciprocating
Piston, Plunger
- Simplex
Steam-Double Acting
- Duplex
Power
- Simplex
Single Acting - Duplex
Double Acting - Triplex
- Multiplex
Diaphragm
- Simplex - Fluid Operated
- Multiplex - Mechanically
Operated
Rotary
- Vane
- Piston
- Flexible
Single Rotor
- Member
- Screw
- Peristalti
c
- Gear
- Lobe
Multiple Rotor - Piston
- Circumferential piston
- Screw
Gambar 1.1 Klasifikasi Pompa Positip
Pompa
Dynamic Positive Displacement
Centrifugal
Axial Flow
Single Stage Closed Impeller
Multistage Open Impeller
Fixed Pitch
Mixed Flow, Variable Pitch
Radial Flow
Single
Suction Open Impeller
Self Priming
Non Priming Semi Open
Single Stage Impeller
Double
Suction Multistage
Closed Impeller
Periphera
l
Single Stage Self Priming
Multistage Non Priming
- Jet (Ejector)
- Gas Lift
Special Effect
- Hydraulic Ram
- Electromagnetic
Gambar 1.2 Klasifikasi
Pompa Dynamic
3. Jenis dan Prinsip Kerja
1.3.1 Positive Displacement Pumps
Pada pompa positive displacement, perpindahan zat cair dari suatu tempat ke
tempat lain disebabkan perubahan volume ruang kerja pompa yang diakibatkan oleh
gerakan elemen pompa yaitu maju-mundur (bolak-balik) atau berputar (rotary).
Dengan perubahan volume tersebut maka zat cair pada bagian keluar (discharge)
mempunyai tekanan yang lebih besar dibanding pada bagian masuk (suction) dan
konsekuensinya kapasitas yang dihasilkan sesuai volume yang dipindahkan.
Ciri-Ciri Umum Pompa Positip :
Head yang dihasilkan relatif tinggi dibanding dengan kapasitas.
Mampu beroperasi pada suction yang kering, sehingga tidak memerlukan proses
priming.
Kapasitas atau aliran zat cair tidak kontinyu.
a. Pompa Reciprocating
Adalah pompa yang merubah energi mekanis penggeraknya menjadi energi aliran
fluida yang dilayani dengan menggunakan bagian pompa yang bergerak bolak- balik di
dalam silinder. Bagian atau elemen pompa yang bergerak tersebut bisa disebut piston
ataupun plunger tergantung dari konstruksinya.
Gambar 1.3 Cara kerja Single Acting Reciprocating Pump
Gambar 1.4 Cara kerja Double Acting Reciprocating Pump
Bebarapa contoh pompa reciprocating yang digerakan dengan mesin uap
diperlihatkan pada gambar di bawah 1.5a dan 1.5b.
Gambar 1.5 a. Single Acting Reciprocating Pump
1.5 b. Double Acting Reciprocating Pump
b. Pompa Rotary
Pompa rotary adalah pompa-pompa positip (positive displacement pumps) dimana
energi ditransmisikan dari motor penggerak ke cairan oleh suatu bagian
(elemen) yang mempunyai gerakan berputar di dalam rumah pompa.
Berdasarkan desainnya, pompa rotary dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
• Screw Pump
• Gear Pump
b. Lobe Pump
• Sliding Vane
• Rotary piston
b.1. Screw Pump
Kebutuhan untuk memperbaiki kelemahan pompa reciprocating dalam
menghasilkan kapasitas rendah serta aliran lebih uniform dapat dikurangi oleh
penggunaan pompa screw. Tekanan, kapasitas serta putaran dari pompa ini
dapat mencapai 200 kg/cm2, 300 m3/jam serta 10.000 rpm.
Gambar 1.6 Pompa Multiple Screw
Pompa – pompa diatas dapat mempunyai dua atau tiga
rotor. Pada air tight pump (pompa kedap udara), ruang
suction dan discharge dipisahkan satu sama lain oleh
rangkaian air tight dari pada rotor.
Kelebihan lain dari pompa screw antara lain :
-Efisiensinya totalnya tinggi (70 % – 80%)
-Ukuran pompa relatif kecil, ringan karena rotor dapat
bekerja pada putaran tinggi.
-Aliran hampir benar-benar uniform.
-Getarannya relatif kecil
-Kapasitas isapnya baik sekali
-Dapat beroperasi dalam berbagai posisi, horizontal, vertikal,
miring dsb.
b.2. Gear Pump
Pompa roda gigi mampu digunakan untuk memompa cairan yang mempunyai
viskositas rendah hingga tinggi. Pompa ini umumnya dipakai sebagi pompa minyak
pelumas.
Pompa roda gigi terdiri dari roda gigi penggerak dan roda gigi yang digerakkan.
Konstruksinya bisa external ataupun juga internal. Gambar dibawah diperlihatkan
kedua konstruksi pompa roda gigi.
Gambar 1.7 Pompa Roda Gigi
Kebaikan pompa roda gigi adalah :
-Aliran uniform
-Konstruksi sederhana
-Kapasitasnya relatih besar dibanding ukuran pompa yang kecil
-Instalasi sederhana.
b.3. Lobe Pump
Pompa lobe mempunyai dua rotor setiap lobe, baik untuk lobe dua, tiga maupun
empat masing-masing lobenya tetap mempunyai dua rotor. Pompa tiga lobe mempunyai
efisiensi lebih baik dibanding dengan dua lobe, begitu seterusnya. Namun dari segi
pembuatannya lebih sulit.
Gambar 1.8 Pompa dua lobe
Prinsip kerja pompa lobe adalah : Kedua rotor berputar serempak dengan
arah saling berlawanan di dalam sebuah casing. Sumbu gigi dari rotor selalu membentuk
sudut 90o terhadap sumbu gigi rotor yang lain. Jika rotor diputar dalam arah panah,
seperti ditunjukkan pada gambar dibawah, maka fluida yang terkurung antara casing
dengan lobe akan dipindahkan dari sisi inlet menuju outlet.
Pada gambar dibawah diperlihatkan pompa lobe dengan jumlah lobe yang berbeda
Gambar 1.9 Berbagai Pompa Lobe
b.4. Sliding Vanes (Pompa Sudu)
Elemen-elemen pendorong Sliding vanes adalah sudu
yang bergeser (sliding) secara bebas di dalam slot (alur)
dari rotor. Rotor berputar di dalam casing secara eksentrik
terhadap permukaan bagian dalam casing. Bentuk slinding
vanes yang lain memiliki rotor yang bergerak sepusat
dengan casing, namun permukaan bagian dalam casing
berbentuk elips.
Pada gambar dibawah diperlihatkan pompa sudu
dengan 8 buah sudu. Ruang antara rotor dengan casing
dibagi-bagi oleh sudu. Jika rotor berputar, volume ruangan
yang dibatasi oleh dua sudu mula-mula membesar
sehingga fluida cair akan terisap melalui lubang hisap,
kemudian mengecil lagi sehingga fluida dikompresikan
dan dikeluarkan melalui saluran keluar.
Gambar 1.10 Pompa Sliding Vanes (8Vane)
Macam-macam pompa positip yang
lain :
b.5. Flexible Pump
Gambar 1.11 Pompa Flexible
g. Pompa Diapraghma
Gambar 1.12 Pompa Diapraghma
b.6. . Rotary Piston
Gambar 1.13 Pompa Radial Piston
1.3.2 Non Positive (Dynamics) Pumps
Pompa dynamics adalah suatu pompa yang mana dalam operasinya, volume ruang
kerjanya tidak berubah. Dalam hal ini energi yang dipindahkan ke fluida kerja adalah
energi kinetik, sehingga pemindahan fluida terjadi karena perubahan kecepatan.
Menurut cara kerjanya nonpositive dapat dibedakan yaitu rotodynamic pumps dan special
effect.
a. Special effect Pump (Ejector)
Gambar 1.14 Pompa Ejector
Prinsip kerja pompa ejector adalah kemampuannya
merubah energi statis cairan menjadi energi kinetis atau
kebalikannya.
Kondisi vacuum yang terjadi pada ruang inlet pompa jet
diperlukan untuk menarik cairan yang dipompa kedalam
ruang inlet tersebut. Kevacuuman dihasilkan oleh aliran
searah dari fluida penggerak (actuating fluid).
Kebaikan Pompa Ejector :
•Tidak ada bagian yang bergerak, sehingga pompa bisa
berumur panjang.
•Tidak menimbulkan suarua gaduh dan mudah dioperasikan.
•Mampu memompa cairan yang mengandung kotoran.
•Sulit tersumbat.
•Mampu bekerja pada saluran hisap yang kering.
•Kapasitasnya uniform.
•Ukurannya kecil dan ringan.
Keburukannya : Effisiensinya rendah.
b. Pompa
Rotodynamic
Gambar 1.15 Prinsip kerja Pompa Rotodynamic
Pada pompa rotodynamic, perpindahan zat cair dari suatu
tempat ke tempat lain menggunakan suatu sudu atau impeller
yang berputar pada porosnya. Partikel fluida yang berada pada
saluran impeller akan digerakan dari sisi masuk (inlet) ke sisi
keluar (outlet), sehingga tekanan pada inlet akan turun dan
tekanan pada outlet akan naik. Selama fluida mengalir dari sisi
inlet ke outlet, partikel-partikel fluida dipercepat, sehingga
energi kinetiknya akan naik. Energi kinetik ini selanjutnya
berangsur-angsur dirubah menjadi energi potensial (energi
tekan) baik pada rumah keong (volute chamber) atau diffuser ring
pada pompa centrifugal radial ataupun pada stator pada pompa
aksial.
Ciri-Ciri Pompa Rotodynamic (Turbo) :
Kontinuitas aliran sangat baik.
Realibilitas operasinya sangat tinggi, karena memiliki sedikit
bagian yang bergerak dan tanpa adanya mekanisme katup.
Mampu bergerak dengan putaran tinggi, sehingga dapat dengan
mudah dikopling langsung dengan motor listrik.
Dapat melumasi sendiri, oleh fluida yang dipompa.
Mudah pengaturan kapasitasnya.
Mempunyai Head relative lebih rendah dibanding dengan
kapasitas yang dihasilkan.
Tidak mampu beroperasi pada suction yang kering, sehingga
saluran suction hingga
impeller pompa harus terisi cairan penuh.
Menurut bentuk impeller dan aliran fluida pompa rotodynamic dapat dibedakan menjadi
:
Gambar 1.16 Berbagai Pompa Rotodynamic
b.1. Pompa Centrifugal (Radial)
Prinsip kerja pompa centrifugal dapat dijelaskan melalui gambar 1.18 dibawah ini.
Gambar 1.17 Pompa centrifugal
Gambar 1.18 Bagian Utama Pompa centrifugal
Rumah pompa berbentuk volute chamber yang didalamnya berisi
impeller. Poros digerakan oleh motor penggerak dan cairan masuk
kedalam impeller melalui inlet. Dari impeller cairan dialirkan ke
discharge melalui saluran berbentuk konis (volute chamber).
Fungsi volute ini merubah sebagian energi kinetik menjadi energi potential yang berupa
kenaikan tekanan.
Gambar 1.19 Nomenklatur Pompa Centrifugal
Pompa centrifugal dapat bekerja dengan normal bila pada saat
start ruang antar sudu maupun saluran isap terisi penuh dengan
cairan. Begitu impeller berputar cairan yang berada diantara sudu-
sudu juga ikut berputar karena menerima gaya mekanis dari sudu,
sehingga partikel cairan mendapat kecepatan keliling yang
menyinggung lingkaran impeller sebesar U. Selanjutnya kecepatan
tersebut membangkitkan gaya centrifugal, dan akibatnya timbul
tekanan yang sangat kuat pada diameter luar impeller. Apabila
tekanan ini sanggup mengatasi tekanan lawan pada saluran
discharge, maka cairan diantara sudu akan bergerak dari titik pusat ke
arah diameter luar.
Banyaknya energi yang diberikan ke cairan oleh motor penggerak
dapat diketahui dari naiknya kecepatan cairan dari inlet ke outlet
impeller. Untuk mendapatkan aliran yang masuk tepat menyinggung
permukaan sudu kadang-kadang sebelum impeller dilengkapi dengan
inlet guide vanes (IGV).
Sesuai dengan fungsinya, bentuk impeller pompa dibedakan, antara
lain :
Closed Type Semi Open Open Type
Gambar 1.20 Bentuk-Bentuk Impeller Pompa Centrifugal
b.2. Pompa Mixed Flow
Gambar 1.21 Mixed Flow Pump Volute Type
dan bentuk-bentuk Impeller
Gambar 1.22 Pompa Mixed Flow Tipe Mendatar
b.3. Pompa Aksial
Hal yang spesifik pada pompa aksial adalah arah aliran fluida melalui
pompa betul- betul aksial (sejajar poros). Pompa ini memiliki kapasitas
yang besar, namun head yang dihasilkan sangat rendah.
Dalam operasinya, impeller pompa selalu terbenam dalam cairan yang
dipompakan.
Poros pompa bisa vertikal, horizontal maupun miring.
Keterangan Gambar :
1.Penutup hub
2.Impeller
3.Pipa suction
4.Mangkok pelumas
5.Sudu antar
6.Pressure tap
7.Pipa discharge
8.Flens
9.Rumah bantalan
10.Bantalan luncur
11.Pengikat rangka
12.Bantalan luncur
13.Pengikat sudu
14.Pemegang sudu
15.Kopling
Gambar 1.22 Pompa Aksial
Vertikal
Gambar 1.23 Pompa Aksial Mendatar
4.Tugas:
• Apa pengertian dari pompa ?
• Bagaimana prinsip operasi pompa ?
• Sebutkan dan jelaskan klasifikasi pompa?