0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
931 tayangan16 halaman

Sar Brimob

S.A.R (Search And Rescue) adalah kegiatan mencari dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dalam bahaya akibat bencana atau musibah. Operasi S.A.R melibatkan personel terlatih dari berbagai potensi, termasuk TNI, Polri, dan organisasi lainnya, dengan tahapan mulai dari menyadari keadaan darurat hingga evaluasi akhir. Dasar hukum dan standar kemampuan personel S.A.R diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Diunggah oleh

imamaffandi123
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
931 tayangan16 halaman

Sar Brimob

S.A.R (Search And Rescue) adalah kegiatan mencari dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dalam bahaya akibat bencana atau musibah. Operasi S.A.R melibatkan personel terlatih dari berbagai potensi, termasuk TNI, Polri, dan organisasi lainnya, dengan tahapan mulai dari menyadari keadaan darurat hingga evaluasi akhir. Dasar hukum dan standar kemampuan personel S.A.R diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Diunggah oleh

imamaffandi123
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

S.A.

R BRIMOB
Pengertian
Search And Rescue yang selanjutnya disingkat S.A.R adalah usaha dan
kegiatan mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang
hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam
musibah pelayaran, penerbangan, bencana atau musibah lainnya yang
timbul karena faktor manusia maupun alam.

SAR Polri adalah kemampuan anggota Polri dalam ikatan tim, unit atau
satuan meliputi usaha dan kegiatan pencarian dan pertolongan
terhadap korban manusia akibat bencana, musibah pelayaran,
penerbangan atau musibah lainnya.
DASAR HUKUM
a. Undang-undang No. 02 Tahun 2002 tentang Undang-undang pokok
Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 14 ayat 9 huruf ” i “.
b. Peraturan pemerintah No. 29 Tahun 2014 tentang pencarian dan
pertolongan.
c. Peraturan Presiden No. 99 tahun 2007 tentang BASARNAS
d. Peraturan Presiden No. 52 tahun 2010 tentang susunan organisasi
dan tata kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia
e. Peraturan Kapolri Nomor 25 tahun 2011 tentang SAR Polri.
UNSUR-UNSUR S.A.R
Unsur-unsur SAR terdiri dari beberapa Potensi SAR.
Potensi SAR adalah sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang dapat
dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan operasi SAR.
Unsur S.A.R bertugas melaksanakan operasi S.A.R dibawah koordinasi dan

pengendalian Badan SAR Nasional, unsur S.A.R ini dapat berupa :


a. Potensi S.A.R TNI meliputi TNI Darat , Laut dan Udara.
b. Potensi S.A.R Kepolisian Republik Indonesia.
c. Potensi S.A.R Pemerintah meliputi Pemerintah Daerah, Kesatuan Penjaga
Laut dan Pantai. Direktorat Keselamatan Penerbangan, Hansip, Palang
Merah Indonesia dan lain-lain.
d. Potensi S.A.R Organisasi hobby meliputi organisasi Aerosport Indonesia,
Penyelam, Pramuka, Pecinta Alam, Pendaki Gunung, ORARI, KRAP dan Lain-lain.
PERSYARATAN PERSONEL S.A.R
Untuk menghadapi / melaksanakan operasi S.A.R diperlukan personel
yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Umum
• 1) Memiliki dedikasi yang tinggi.
• 2) Memilki fisik dan mental yang baik.
• 3) Memiliki moril dan disiplin yang tinggi.
• 4) Memiliki Intelegensi yang cukup.
b. Standarisasi kemampuan SAR sesuai dengan Peraturan Kapolri
Nomor 25 tahun 2011 meliputi :

Standar kemampuan SAR Umum, sekurang kurangnya meliputi


kemampuan :
• a) Pertolongan pertama pada korban (Medical First Responder)
• b) SAR Hutan (Jungle Rescue)
• c) Penanganan Kebakaran (fire Rescue)
• d) Penanganan Gedung, dataran tinggi, dan jurang (Vertical Rescue)
• e) Penanganan kecelakaan di perairan (Water Rescue)
• f) Penanganan kecelakaan (Accident Rescue)
2) Standar kemampuan SAR tingkat dasar, sekurang kurangnya
meliputi
kemampuan :
a) Menguasai Ilmu Medan dan Peta kompas
b) Survival
c) Mounteneering
d) Pioneering
e) Pertolongan Pertama Pada Korban (P3K)
f) Sandi dan jejak
g) Mengemudi
h) Renang
i) Membuat hellypad dan
j) Rapling
3) Standar kemampuan SAR tingkat lanjutan, sekurang kurangnya
meliputi kemampuan :
a) Kemampuan SAR dasar
b) Manuver dengan perahu dayung maupun mesin
c) Navigasi
d) Selam dasar
e) Rapling helly
f) Jumping helly, dan
g) Fast roping
4) Standar kemampuan SAR tingkat spesialisasi, sekurang kurangnya
meliputi kemampuan :
a) Kemampuan SAR Lanjutan
b) Rescue Diver
c) Jump Master
d) Pandu udara (Forward air control)
e) Terjun di segala medan
f) Perencanaan dan pengendalian operasi
OPRASI S.A.R
Operasi S.A.R adalah rangkaian kegiatan dari personel yang terlatih dengan
dukungan peralatan yang dapat digunakan untuk memberikan bantuan
pencarian dan pertolongan secara efektif dan efisien terhadap korban manusia dan
harta benda akibat bencana, musibah pelayaran, penerbangan atau musibah
lainnya.
A. Operasi SAR Polri Meliputi :

a.) Kegiatan SAR yang dilakukan secara mandiri oleh satuan-satuan Polri
dibawah koordinasi pejabat yang ditunjuk dalam Peraturan Kaporli No.
25 tahun 2011

b.) Kegiatan SAR yang dilakukan atas permintaan BASARNAS / Badan


Penanggulangan Bencana Daerah dibawah koordinasi dan peng-organisasian
BASARNAS / BPBD
TAHAP-TAHAP DALAM OPRASI
S.A.R
1) Tahap menyadari c) Mencari informasi tentang data -
Merupakan saat diketahui, disadari terjadinya data pendukung operasi SAR,meliputi:
keadaan darurat musibah Kegiatannya:
a) Menerima laporan tentang terjadinya suatu
bencana atau musibah yang membutuhkan (1) Keadaan cuaca
pelaksanaan operasi SAR. (2) Arah dan kecepatan angin
(3) Jarak pandang yang kemungkinan
b) Mencari informasi tentang peristiwa yang dipengaruhi oleh adanya
terjadi, meliputi :
penghalang, seperti kabut, asap dan
(1) Jenis musibah yang terjadi sejenisnya
(2) Posisi atau tempat kejadian
(4) Kemungkinan adanya gas beracun
(3) Waktu kejadian
(5) Tanda-tanda medan
(4) Kemungkinan korban yang ditimbulkan
2) Tahap Persiapan

Merupakan saat dilakukan suatu tindakan sebagai tanggapan


(respons) adanya musibah yang terjadi.
Kegiatannya:
a) Menggolongkan keadaan darurat yang terjadi
b) Menyiapkan Tim, Unit, atau Satuan SAR Polri yang akan
ditugaskan
c) Menyiagakan peralatan dan perlengkapan perorangan, Tim, Unit
atau Satuan SAR Polri.
d) Mencari data – data tambahan, meliputi :
(1) Perkembangan situasi terakhir dari musibah atau bencana
yang terjadi
(2) Perkembangan keadaan cuaca terakhir serta kondisi
medan
(3) Lingkungan Pada Lokasi Musibah
3) Tahap Perencanaan
Merupakan pembuatan rencana operasi yang efektif berupa:
a) Penentuan titik duga
b) Penghitungan luas area musibah
c) Pemilihan dan penggunaan peralatan dan perlengkapan
d) Cara bertindak
e) Pelaksanaan koordinasi dengan pihak terkait

Kegiatan Tahap Perencanaan:


a) Mengevaluasi seluruh data yang telah didapat baik data awal
maupun data akhir yang berkaitan dengan musibah yang terjadi
b) Membuat rencana pencarian yang meliputi
(1) Perkiraan kemungkinan posisi musibah atau MPP (The Most Probable
Position)
(2) Luas area pencarian
(3) Pola pencarian.
4) Tahap pelaksanaan / Operasi
Merupakan saat dilakukannya operasi pencarian, pertolongan atau
pencarian dan pertolongan serta penyelamatan korban manusia, harta
benda, kerusakan lingkungan dan psikologis akibat bencana atau
musibah, sekaligus menganalisa dan mengevaluasi informasi
perkembangan dari lapangan hingga operasi SAR mencapai tujuan.
Kegiatan Tahap Pelaksanaan:
a) Menyiapkan dan memberi briefing kepada personel, meliputi
(1) Informasi tentang peristiwa yang terjadi, dan gambaran permasalahan yang dihadapi
(2) Pembagian tugas
(3) Cara bertindak
(4) Hal-hal lain yang terkait pelaksanaan tugas
b) Melakukan pengecekan peralatan dan perlengkapan
c) Operasi sesuai dengan tugas dan cara bertindak yang telah
d) Setelah lokasi korban ditemukan, e) Melaporkan hasil yang didapat kepada
langkah-langkah yang perlu dilakukan OSC oleh pimpinan lapangan
adalah sebagai berikut : (Katim,Kanit, atau Kasat), tentang :
(1) Tindakan yang telah dilakukan, dan
(1) Pemeriksaan keadaan terakhhir korban langkah-langkah yang akan diambil
(2) Menstabilkan kondisi korban yang berikutnya
masih hidup sebelum dilakukan prosedur (2) Jumlah korban
berikutnya
(3) Kondisi korban
(3) Identifikasi terhadap korban meninggal
dengan bantuan ahli (4) Permintaan bantuan jika diperlukan,
(4) Evakuasi terhadap korban hidup
baik dukungan medis lanjutan maupun
maupun yang meninggal dunia bantuan evakuasi.
(5) Jika korban dalam jumlah banyak, maka
dilakukan proses pemilahan korban (triage)
berdasarkan tingkat kegawatan,dengan
tujuan untuk memberikan prioritas
pemberian tindakan medis awal
5) Tahap Akhir penugasan / kegiatan akhir
Dilakukan pada saat operasi SAR dinyatakan selesai. Kegiatan Tahap Akhir :
a) Menarik personel, peralatan dan perlengkapan dari lapangan.
b) Pimpinan lapangan melakukan konsolidasi dan pemeriksaan.
terhadap keadaan personel, peralatan dan perlengkapan yang
telah digunakan.
c) Pimpinan lapangan membuat laporan akhir tugas secara tertulis
dan melaporkan kepada kesatuan sebagai pertanggung jawaban
pelaksanaan tugas.
d) Mengadakan pemberitaan (public information) oleh SMC
e) Melakukan analisa dan evaluasi terhadap kegiatan operasi SAR
yang telah dilaksanakan.
f) SMC mengembalikan personel, peralatan dan perlengkapan SAR Polri
kepada instansi Polri, dalam hal SAR Polri bertugas secara gabungan dengan
SAR Lain dibawah kendali SMC.
c. Lamanya Operasi SAR

Operasi SAR dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 7 (tujuh)


hari,dalam hal dipandang perlu dapat diperpanjang paling lama 7
(tujuh) hari Operasi SAR yang telah dinyatakan selesai atau ditutup,
dapat dibuka kembali dengan pertimbangan adanya informasi baru
mengenai indikasi ditemukannya korban, lokasi terjadinya bencana atau
musibah.

Anda mungkin juga menyukai