PEMBANGUNAN
PERIKANAN DAN
KELAUTAN
Mustaqiim Pangestu, M.Pi
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 25 TAHUN 2004
TENTANG
SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL
• Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan
oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai
tujuan bernegara.
• Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu
kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk
menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam
jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang
dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan
masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah.
• Rencana Pembangunan Jangka Panjang, yang
selanjutnya disingkat RPJP, adalah dokumen
perencanaan untuk periode 20 (dua puluh) tahun.
• Rencana Pembangunan Jangka Menengah, yang
selanjutnya disingkat RPJM, adalah dokumen
perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun.
• Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Kementerian/Lembaga, yang selanjutnya disebut
Rencana Strategis Kementerian/Lembaga
(Renstra-KL), adalah dokumen perencanaan
Kementerian/ Lembaga untuk periode 5 (lima)
tahun
• Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang
diinginkan pada akhir periode perencanaan.
• Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya
yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi.
• Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-
program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi.
• Program adalah instrumen kebijakan yang berisi
satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh
instansi pemerintah/Lembaga untuk mencapai
sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi
anggaran, atau kegiatan masyarakat yang
dikoordinasikan oleh instansi pemerintah.
REALITAS PEMBANGUNAN PERIKANAN DAN
KELAUTAN SAAT INI
• Bagaimana memahami realitas Pembangunan Perikanan dan
Kelautan hari ini, penting untuk dikemukakan posisi Sektor
Perikanan dan Kelautan dalam Produk Domestik Bruto (PDB).
• Sampai hari ini PDB merupakan indikator acuan negara-negara
di dunia dalam melihat capaian kemajuan pembangunannya.
• Perdefinisi PDB merupakan jumlah nilai tambah yang
dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu lapangan
usaha/sektor/subsektor tertentu, atau merupakan jumlah nilai
barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit
ekonomi.
• PDB merupakan salah satu indikator penting untuk
mengetahui kondisi ekonomi suatu lapangan
usaha/sektor/subsektor pada suatu periode waktu tertentu
Nilai PDB Perikanan Berdasarkan Harga Berlaku (Triliun)
555.041
505.061
469.594
431.469
2020 2021 2022 2023
Produksi Perikanan (Juta Ton)
24.7
22.18
21.83 21.87
2020 2021 2022 2023
• Usaha perikanan dibedakan menurut jenisnya yaitu
perikanan tangkap dan perikanan budidaya.
• Perikanan tangkap dilakukan dengan cara memburu
ataupun menangkap ikan dengan menggunakan sarana
penangkapan yang dilakukan oleh nelayan ataupun
perusahaan penangkapan ikan di laut maupun di perairan
umum seperti sungai, waduk, danau dan rawa.
• Perikanan budidaya dilakukan melalui pemanfaatan
wilayah pesisir pantai yang tenang dan terlindung untuk
memelihara komoditas perikanan yang bemilai ekonomis
dengan menggunakan teknologi budidaya tertentu.
Kegiatan ini dilakukan secara perorangan, kelompok atau
perusahaan di laut ataupun melalui proses budidaya yang
dilakukan di tambak ataupun di kolam.
Nelayan Perairan Laut Nelayan Perairan Umum
Keramba Jaring Apung Kolam
• Selain prospek pemasaran hasil produk Sektor
Perikanan dan Kelautan yang memang cukup baik,
pertumbuhan Sektor Perikanan dan Kelautan
tersebut juga didukung oleh adanya peningkatan
konsumsi per kapita dunia untuk ikan setiap
tahunnya seiring dengan meningkatnya jumlah
penduduk dunia.
• Permintaan produk Sektor Perikanan dan Kelautan
pada masa yang akan datang, sangat ditentukan oleh
jumlah konsumen, pola konsumsi, tingkat
pendapatan masyarakat serta tingkat harga yang
terjadi di pasar
• Karakteristik geografis Indonesia serta struktur
dan tipologi ekosistemmya yang didominasi
oleh lautan telah menjadikan Bangsa Indonesia
sebagai Mega-biodiversity terbesar di dunia,
yang merupakan justifikasi bahwa Indonesia
merupakan salah satu negara bahari terbesar di
dunia.
• Fakta ini menunjukkan bahwa sumberdaya
perikanan merupakan kekayaan alam yang
memiliki peluang amat potensial dimanfaatkan
sebagai sumberdaya yang efektif dalam
pembangunan bangsa Indonesia.
• Sektor Perikanan dan Kelautan dapat dijadikan sebagai
salah satu sumber bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal ini dapat terjadi karena adanya daya dukung berupa:
(1) Kapasitas suplainya besar, dengan dukungan permintaan
yang terus meningkat;
(2) Outputnya berupa ikan dan industri pengolahan
perikanan dapat diekspor, pada sisi lain inputnya berasal
dari Sumberdaya domestik;
(3) Potensi industri hulu dan hilirnya besar sehingga mampu
menyerap tenaga keria dalam jumlah yang besar; serta
(4) Produknya memiliki sifat dapat diperbaharui, sehingga
mendukung bagi pembangunan yang berkelanjutan.
• Sebagai suatu sektor yang memanfaatkan sumberdaya yang dapat
pulih (renewable resources), idealnya sektor perikanan dan kelautan
mampu mencapai hasil secara berkesinambungan sehingga dapat
meningkatkan kesejahteraan para pelaku yang bergerak serta terkait
di bidang ini.
• Terdapat tujuh indikator kinerja (performance indicators) yang dapat
digunakan untuk melihat lebih jauh pencapaian hasil pembangunan
perikanan dan kelautan, yaitu:
(1) Produksi Perikanan dan kelautan serta Industri Bioteknologi
kelautan,
(2) Tenaga Kerja Perikanan dan kelautan,
(3) Konsumsi Ikan Per Kapita,
(4) Pendapatan Nelayan
(5) Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Produk Perikanan dan
kelautan,
(6) Kontribusi Perikanan dan kelautan terhadap PDB Nasional, dan
(7) Peraturan dan Perundang-undangan
Permasalahan dan Kendala Pembangunan
Perikanan
• Profil pembangunan perikanan dan kelautan Indonesia ke depan
adalah suatu sistem pembangunan yang memanfaatkan ekosistem
perairan beserta segenap sumberdaya yang terkandung di dalamnya
untuk kesejahteraan bangsa secara berkelanjutan (on a sustainable
basis)
• Profil pembangunan bidang perikanan dan kelautan dapat dijabarkan
ke dalam tujuan yang harus dicapai, yaitu:
(1) meningkatnya kesejahteraan masyarakat nelayan dan petani ikan,
(2) meningkatnya peran sektor perikanan dan kelautan sebagai sumber
pertumbuhan ekonomi,
(3) peningkatan gizi masyarakat melalui peningkatan konsumsi ikan, dan
(4) pemeliharaan dan peningkatan daya dukung serta kualitas
lingkungannya.
• Atas dasar potensi pembangunan perikanan
dan kelautan yang kita miliki, sesungguhnya
peran dan kontribusi sektor perikanan dan
kelautan terhadap pembangunan ekonomi
nasional masih dapat ditingkatkan.
• Namun kenyataannya, walaupun potensi
sumberdaya perikanan yang kita miliki cukup
besar, ternyata kinerja pembangunannya
masih jauh dari harapan kita bersama. Dengan
perkataan lain, bahwa selama ini telah terjadi
mismanagement (salah urus)
Perikanan Berkelanjutan
• Marine Stewardship Council (MSC), mendefinisikan
perikanan berkelanjutan sebagai salah satu cara
memproduksi ikan yang dilakukan sedemikian rupa
sehingga dapat berlangsung terus menerus pada tingkat
yang wajar dengan mempertimbangkan kesehatan
ekologi, meminimalkan efek samping yang mengganggu
keanekaragaman, struktur, dan fungsi ekosistem, serta
dikelola dan dioperasikan secara adil dan bertanggung
jawab, sesuai dengan hukum dan peraturan lokal, nasional
dan internasional untuk memenuhi kebutuhan generasi
sekarang dan generasi akan dating
• melaksanakan pembangunan perikanan berkelanjutan
tidak lepas dari memadukan tujuan dari tiga unsur
utamanya, yakni dimensi ekonomi, ekologi dan sosial.
• Pertama, tujuan pembangunan perikanan secara
ekonomis dianggap berkelanjutan, jika sektor perikanan
tersebut mampu menghasilkan produk ikan secara
berkesinambungan (on continuing basis), memberikan
kesejahteraan finansial bagi para pelakunya, dan
memberikan sumbangan devisa serta pajak yang
signifikan bagi negara
• Kedua, tujuan pembangunan perikanan dikatakan
secara ekologis berkelanjutan, manakala basis
ketersediaan stok atau Sumberdaya ikannya dapat
dipelihara secara stabil, tidak terjadi eksploitasi
berlebihan, dan tidak terjadi pembuangan limbah
melampaui kapasitas asimilasi lingkungan yang dapat
mengakibatkan kondisi tercemar.
• Ketiga, tujuan pembangunan perikanan dianggap
secara sosial berkelanjutan, apabila kebutuhan dasar
(pangan, sandang, kesehatan, dan pendidikan) seluruh
penduduknya terpenuhi;
PERSPEKTIF STRATEGI PEMBANGUNAN
PERIKANAN
• Arahan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan
dan Kelautan
• Rekomendasi Pembangunan Perikanan dan
Kelautan bagi Pembangunan Nasional
Arahan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan
dan Kelautan
1. Peningkatan kinerja sumberdaya perikanan
dalam upaya mendapatkan devisa negara,
2. Meningkatkan upaya pelestarian ekosistem
sumberdaya perikanan (termasuk wilayah
pesisir dan lautan), dan
3. Membuat kebijakan ekonomi (moneter dan
fiskal) yang menunjang terlaksananya
pembangunan perikanan
Rekomendasi Pembangunan Perikanan dan
Kelautan bagi Pembangunan Nasional
1. Pembatasan armada penangkapan pada perairan yang sudah jenuh. Pembatasan
armada penangkapan tersebut untuk menghindari menurunnya produktivitas
nelayan dan menghindari overeksploitasi sumberdaya perikanan
2. Penambahan armada penangkapan yang ramah lingkungan,
3. Pengawasan terhadap sumberdaya perikanan, baik melalui patroli laut maupun
intensifikasi pemanfaatan sumberdaya perikanan oleh kapal perikanan nasional
4. Penyuluhan dan peningkatan ketrampilan nelayan, petani ikan dan masyarakat
5. Penyusunan sistem informasi dan data perikanan yang efektif dan efisien,
6. Penyusunan sistem informasi dan data perikanan yang efektif dan efisien,
7. Penguatan dan pengembangan pemasaran produk.
8. Pengadaan modal kerja/kredit dengan persyaratan yang mudah dan bunga
ringan
9. Pengadaan modal kerja/kredit dengan persyaratan yang mudah dan bunga
ringan
TERIMA KASIH