Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM MORFOLOGI TUMBUHAN ( AKKC 224 ) RUMUS BUNGA DAN DIAGRAM BUNGA Dosen Pengasuh Drs.

Adria R. Adrak Dra. Sri Amintarti, M.Si Asisten Erliani S.Pd Laili Nimah Oleh Kelompok III Hadi Siswanto (A1C209210) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN MEI 2010

PRAKTIKUM VII

Topik Tujuan Hari/tanggal Tempat

: Rumus Bunga dan Diagram Bunga : Membuat rumus bunga dan diagram bunga. : Selasa/ 27 April 2009 : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin.

I.

ALAT DAN BAHAN Alat : 1. Baki/nampan 2. Cutter/silet 3. Alat tulis Bahan : 1. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) 2. Bunga Tasbih (Canna sp.) 3. Bunga Teratai ( Nymphaea lotus) 4. Bunga Bogenvil (Bougainvillea spectabilis Willd.) 5. Bunga Allamanda (Alamanda cathartica) 6. Bunga Anggrek kalajengking (Archis flos-aeris)

II.

CARA KERJA 1. Menyiapkan alat dan bahan 2. Membuat rumus bunga dari bahan-bahan yang tersedia. 3. Membuat diagram bunga dari bahan-bahan yang tersedia.

III. TEORI DASAR Bagian tumbuhan yang sering dideskripsikan adalah bunganya. Dalam mendeskripsikan bunga, selain dengan kata-kata, dapat pula ditambahkan dengan gambar yang melukiskan bagian-bagian bunga atau berupa diagram bunga. Kecuali dengan diagram, susunan bunga dapat dinyatakan dengan sebuah rumus yang terdiri atas lambang-lambang, huruf-huruf, dan angka-angka yang semua itu

dapat memberikan gambaran mengenai berbagai sifat bunga beserta bagianbagiannya. Diagram bunga Diagram bunga merupakan gambaran proyeksi pada bidang datar dari semua bagian yang dipotong melintang, jadi pada diagram itu digambarkan penampang-penampang melintang daun-daun kelopak, tajuk bunga, benang sari, dan putik, juga bagian-bagian lain yang masih ada selain keempat bagian utama tersebut. Dalam membuat diagram bunga perlu diperhatikan letak bunga pada tumbuhan (axillaries atau terminalis) dan bagian-bagian bunga (jumlah, bentuk, kedudukan) itu sendiri. Pembuatannya sendiri dapat secara empirik (keadaan sesungguhnya ) atau teoritik keadaan seharusnya. Rumus bunga Lambang-lambang yang dipakai dalam rumus bunga memberitahukan sifat-sifat bunga bertalian dengan simetri dan jenis kelaminnya, huruf-huruf merupakan singkatan dari bagian-bagiannya, sedangkan angka menyatakan jumlah masing-masing bagian bunga. Oleh suatu rumus bunga dapat ditunjukkan hal-hal sebagai berikut: a. Kelopak (calyx) dinyatakan dengan huruf K b. Mahkota atau tajuk (corolla) dinyatakan dengan huruf C c. Benang sari (androecium) dinyatakan dengan huruf A, dan d. Putik (gynaecium) dinyatakan dengan huruf G. Jika antara kelopak bunga dan mahkota bunga tidak dapat dibedakan , untuk menyatakan bagian tersebut digunakan huruf P untuk tenda bunga (perigonium). Penulisan rumus bunga, dibelakang huruf-huruf tersebut ditaruhkan angka-angka yang dapat menyatakan jumlah bagian-bagian bunga tersebut. Antara huruf dan angka diberikan tanda koma (,). Didepan rumus bagian bunga, hendaknya di tambahkan simetri dari bunga, biasanya diberikan dua macam tanda simetri yaitu (*) untuk bunga bersimetri banyak, dan tanda () untuk bunga bersimetri satu. Selain lambang yang menunjukkan jenis kelamin bunga. Untuk bunga banci dipakai lambang (),

untuk bunga jantan dipakai lambang (), dan bunga betina dipakai lambang (). Untuk menyatakan keadaan antara daun-daun kelopak, tajuk, dan benang sari (berlekatan atau terpisah), digunakan tanda kurung untuk mengapit angka. Sedangkan bakal buah, dinyatakan adanya garis (diatas atau di bawah) angka yang menunjukkan jumlah putik sesuai kedudukannya.

IV.

HASIL PENGAMATAN 1. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Rumus bunga : K 7 + (5), C 5, A ~, G 5

2. Bunga Teratai (Nymphaea lotus) Rumus bunga : P 4 + 5 + 7 + 8 + 7 + 8 + 7, A ~ , G 1

3. Bunga Bogenvil (Bougainvillea spectabilis Willd.) Rumus bunga : K (5), C (5), A 7, G 1

4. Bunga Tasbih (Canna sp.) Rumus bunga : K3, C 3, A 1, G 1

5. Bunga Alamanda (Alamanda cathartica) Rumus bunga : K 5, C (5), A ~ , G1

6. Bunga Anggrek kalajengking Rumus bunga : P 5, A 2, G 2

V.

ANALISIS DATA 1. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Bunga sepatu merupakan bunga banci karena memiliki dua alat kelamin, yaitu benang sari dan putik. Bakal buah beruang 5. Alat kelamin jantan (androecium) terdiri atas sejumlah benang sari (stamen) yang menghasilkan serbuk sari. Alat kelamin betina (gynaceum) biasanya disebut putik (pistillum. Bunga sepatu pada bakal buah terdapat bakal biji dan itu akan berubah menjadi biji. Daun kelopak tambahan berjumlah 7, bentuknya lanset garis, hampir selalu lebih pendek dari pada kelopak. Kelopak bentuk tabung, sampai setengahnya bercangap 5. Bunga sepatu mempunyai rumus bunga yaitu : K 7 + (5), C 5, A ~, G5 dengan lima sekat sempurna pada bakal buahnya. Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Dilleniidae : Malvales : Malvaceae : Hibiscus : Hibiscus rosa-sinensis L.

2.

Bunga Teratai (Nymphaea lotus) Bunga teratai merupakan bunga banci karena dalam satu bunga memiliki dua alat kelamin yaitu putik dan benang sari. Rumus bunganya ialah : P 4 + 5 + 7 + 8 + 7 + 8, A ~, G 1 dengan dua puluh sekat sempurna pada bakal buahnya. Bunganya tidak dapat dibedakan antara kelopak bunga dan mahkotanya. Tenda bunganya berjumlah 8-28 buah, semakin kedalam ukuran semakin kecil. Bakal buah beruang 20 buah, buah ini masak didalam air seperti spon, membuka tidak beraturan.

Tumbuhan ini biasanya hidup di selokan atau genangan air yang tidak dalam. Bunga ini mempunyai warna yaitu ; merah muda dan putih. Bunga teratai memiliki tenda bunga dan memiliki benang sari yang terkumpul berbentuk pipih yang terletak di sebelah dalam tenda bunga. Putik tidak berlekatan satu sama lain tetapi kepala putiknya memusat pada satu titik sehingga seperti lingkaran. Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Magnoliidae : Nymphaeales : Nymphaceae : Nymphaea : Nymphaea lotus.

3.

Bunga Tasbih (Canna sp.) Bunga Tasbih merupakan bunga banci karena memiliki dua alat kelamin yaitu benang sari dan putik. Bunga tasbih mempunyai 3 daun mahkota yang tidak berlekatan,3 buah kelopak yang berada di bawah tangkai sari, 5 benang sari yang tidak berlekatan dan menyerupai mahkota bunga, dan 3 putik yang melekat dengan benang sari dan tenggelam. Rumus bunganya adalah K 3, C 3, A 1, G 1 dengan 3 sekat sempurna pada bakal buahnya.. Mempunyai mahkota (corolla) yang berwarna kuning. Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub classis Ordo : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Zingiberidae : Zingiberales

Familia Genus Spesies

: Cannaceae : Canna : Canna sp.

4.

Bunga Bogenvil (Bougainvillea spectabilis Willd.) Bunga Bogenvil merupakan bunga banci karena memilki dua alat kelamin yaitu benang sari dan putik. Rumus bunga dari bunga kertas ialah K (5), C (5), A 7, G 1. Mempunyai 5 kelopak bunga,

mempunyai 10 mahkota bunga yang dasarnya melekat pada tenda bunga, benang sarinya ada 8 dan putiknya ada 1 seperti kapas. Benang sari dan putik tenggelam dalam mahkota bunga. Mempunyai daun pemikat yang warnanya bermacam-macam dan sangat indah. Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Caryophyllidae : Caryophyllales : Nyctaginaceae : Bouganvillea : Bougainvillea spectabilis Willd.

5.

Bunga Alamanda (Alamanda cathartica) Bunga alamanda merupakan bunga bancikarena memiliki dua alat kelamin yaitu benang sari dan putik. Rumus bunga dari bunga alamanda ini adalah K 5, C (5), A ~, G 1. Mempunyai 5 kelopak bunga yang saling berpisah, mempunyai 5 mahkota bunga yang salin melekat pada dasar bunga, 5 benang sari dan 1 putik, dimana putik melekat pada dasar bunga dan dikelilingi oleh benang sari. Klasifikasi menurut Van Steenis (2003)

Kingdom Division Classis Ordo Familia Genus Spesies

: Plantae : Magnoliopyta : magnoliopsida : Gentianales : Apocynaceae : Alamanda : Allamanda chartatica L.

6.

Bunga Anggrek kalajengking (Archis flos-aeris ) Bunga anggrek ini merupakan bunga banci karena memiliki dua alat kelamin yaitu benang sari dan putik. Rumus bunga anggrek ini adalah P 5, A 2, G 2. Bunga ini tidak diketahui antara mahkota bunga dan kelopak bunga jadi disebut dengan tenda bunga yang berjumlah 5 buah, mempunyai benang sari sebanyak 3 buah dimana letaknya berpisah dan bentuknya pun berbeda. Dimana benang sari bunga ini dapat bergerak membuka dan menutup ketika ada sesuatu yamg memasuki tempat putik tersebut. Mempunyai 1 buah putik yang mempunyai 2 kepala putik berwarna kuning. Klasifikasi menurut Cronquist (1981) Kingdom Divisio Classis Sub Classis Ordo Familia Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Liliidae : Orchidales : Orchidaceae : Arachnis : Arachnis flos-aeris

VI.

KESIMPULAN 1. Diagram bunga adalah suatu gambar proyeksi pada bidang datar dari semua bagian bunga yang dipotong melintang. 2. Rumus bunga mempunyai lambang-lambang berupa singkatan huruf dari bagian pokok bunga yaitu :

Untuk kelopak bunga (calyx) dilambangkan dengan huruf K Untuk mahkota bunga atau tajuk bunga (corolla) dilambangkan dengan huruf C

Untuk benang sari (androecium) dilambangkan dengan huruf A Untuk putik (gynaecium) dilambangkan dengan huruf G Untuk tenda bunga (perigonium) dilambangkan dengan huruf P

VII. DAFTAR PUSTAKA Adria, Rifarin Adrak& Sri Amintarti. 2010. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. FKIP PMIPA UNLAM. Banjarmasin. Steenis, Van, C.G.G.J. 2003. Flora. PT Pradnya Paramita. Jakarta. Tjitrosoepomo, Gembong. 1994. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Undang, A.D. 1994. Sistematik Tumbuhan Tinggi. Pusat Antar Universitas Bidang Ilmu Hayati, ITB. Bandung.