Anda di halaman 1dari 12

Opini Publik

Mata Kuliah SKOM-4321 Ilmu Komunikasi Pertemuan I

Struktur Bahan Ajar


Modul 1: Opini Publik Modul 2: Pengertian opini publik

Modul 3: Pembentukan opini publik


Modul 4: Memahami karakteristik, bentuk dan sifat, serta potensi dan kompetensi opini publik Modul 5: Memahami prinsip-prinsip opini publik ditinjau dari aspek sosiologi, psikologi dan lingkungan Modul 6: Opini publik dan kebijakan Modul 7: Kelompok primer, pengaruh personal pada opini publik Modul 8: Pengukuran dan kompetensi opini publik Modul 9: Lingkungan opini publik

Opini Publik
MODUL 1

1. Hakikat Opini Publik (1/2)


Opini publik adalah pendapat kelompok masyarakat atau sintesa dari pendapat dan diperoleh dari suatu diskusi sosial dari pihak-pihak yang memiliki kaitan kepentingan Subyek opini publik adalah masalah baru yang kontroversial dimana unsur-unsur opini publik adalah: pernyataan yang kontroversial, mengenai suatu hal yang bertentangan, dan reaksi pertama/gagasan baru Publik adalah sekelompok orang yang menaruh perhatian pada suatu hal yang sama, mempunyai minat dan kepentingan yang sama

1. Hakikat Opini Publik (2/2)


Opini publik merupakan opini yang ditimbulkan oleh adanya unsur-unsur sbb:
Adanya isu yang dipertentangkan Adanya publik atau kumpulan orang yang menaruh perhatian Adanya situasi dan interaksi yang berupa diskusi dan tukar pemikiran Adanya pendapat yang terintegrasi atas isu tersebut

Opini publik itu timbul, karena adanya interaksi antara individu-individu yang menyatakan pendapatnya. Opini publik itu baru menjadi opini bila hal itu telah dinyatakan.

2. Opini Publik sebagai bagian HAM (1/2)


Opini publik itu identik dengan pengertian kebebasan, keterbukaan dalam mengungkapkan ide-ide, pendapat, keinginan, keluhan, kritik yang membangun, dan kebebasan di dalam penulisan. Dengan kata lain, opini publik itu merupakan efek dari kebebasan dalam mengungkapkan ide-ide dan pendapat. Oleh karenanya, opini publik dipandang sebagai salah satu pengejawantahan dari Hak Asasi Manusia (HAM).

2. Opini Publik sebagai bagian HAM (1/2)


HAM merupakan hak pokok yang bersifat asasi, tidak dapat dipisahkan dari hakikat sebagai manusia. HAM memiliki makna yang penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, baik dalam skala nasional maupun internasional. Dalam Piagam Hak Asasi PBB (1948) Pasal 19 disebutkan Setiap orang berhak untuk mempunyai pikiran sendiri dan untuk mengeluarkan pendapatnya. Kebebasan berpendapat merupakan kebebasan individu dan juga kebebasan untuk mencari informasi yang dibatasi oleh Undang-undang.

2. Opini Publik sebagai bagian HAM (2/2)


Di dalam UUD 1945, Pasal 28 mengandung pengakuan atas hak kemerdekaan unutk menyampaikan pendapat atau pikiran dan mendirikan perkumpulan. Kebebasan warga negara untuk mengeluarkan pendapat dapat terlaksana jika keadaan menjaminnya. Karena itu, opini publik bisa lahir dengan baik jika dilakukan di dalam suatu masyarakat demokratis.

3. Opini Publik sebagai Kajian Komunikasi (1/3)


Opini publik merupakan efek komunikasi atau hasil dari suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh sekelompok individu, Terdapat lima unsur dalam berkomunikasi:
Komunikator (who) Pesan (says what) Media (in which channel) Komunikan (to whom) Efek (with what effect)

3. Opini Publik sebagai Kajian Komunikasi (2/3)


Proses komunikasi dapat dibagi menjadi dua tahap:
Proses komunikasi primer, proses penyampaian pikiran atau perasaan kepada orang lain melalui penggunaam lambang Proses komunikasi sekunder, proses penyampaian pesan dnegan menggunakan media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama

Bentuk komunikasi berdasarkan komunikan dibedakan menjadi Komunikasi Pribadi, Komunikasi Kelompok, Komunikasi Massa, dan Komunikasi Medio.

3. Opini Publik sebagai Kajian Komunikasi (3/3)


Opini dapat dinyatakan melalui perilaku, bahasa tubuh, raut muka, simbol-simbol tertulis, pakaian yang dikenakan, dan oleh tanda-tanda lain yang tak terbilang jumlahnya, melalui referensi, nilai-nilai, pandangan, sikap, dan kesetiaan. Feedback atau umpan balik dalam komunikasi adalah suatu reaksi yang timbul dari penerima pesan atau pesan itu sendiri. Reaksi itu merupakan penanda bagi komunikator untuk menentukan efektif tidaknya pesan yang disampaikan. Efek yang timbul dari suatu proses komunikasi dapat digunakan oleh suatu organisasi/lembaga untuk menyesuaikan kebijaksanaan barunya dengan opini yang diterimanya.

The End
FIN