Anda di halaman 1dari 8

PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimian Tbk.

adalah sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi kertas yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa-Timur Indonesia. Pabrik ini mulai berproduksi pada tahun 1978 dengan kapasitas produksi kertas tahunan 12.000 metrik ton. Pada tahun 2006, kapasitas kertas dan karton produksi tahunan tumbuh menjadi lebih dari 1.200.000 metrik ton bersama dengan kapasitas alat tulis tambahan mengkonversi 320.000 metrik ton per tahun. Tjiwi kimia adalah salah satu pabrik kertas APP di Indonesia yang secara aktif mempromosikan penggunaan pasca-konsumen limbah kertas. Serat daur ulang digunakan dalam pembuatan kertas halus Tjiwi Kimia dan berbagai produk alat tulis. Tjiwi kimia memperoleh berbgaia sertifikasi yang menyediakan verifikasi pihak ketiga atas komitnmennya dalam operasi yang efisien dan berkelanjutan. Defect merupakan waste yang berhubungan dengan produk, yaitu terjadinya produk yang rusak atau tidak sesuai dengan spesifikasi. Hal ini akan menyebabkan proses rework yang kurang efektif. Macam-macam defect yang terjadi proses pembuatan buku pada PT Tjiwi Kimia Tbk berdasarkan data produksi kertas dalam satu bulan adalah kertas keriput, kertas bergelombang, adanya bintik-bintik, dan warna tinta pudar. Data jumlah defect yang terjadi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel Jumlah Cacat Kertas Buku Tulis

Hari 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Jumlah Jenis Cacat produksi Keriput Bergelombang Bintik-bintik Warna Pudar (ton) 348.59 0.15 2.62 2.82 0.34 350.63 7.36 356.95 7.5 360.51 6.85 361.36 0.19 3.97 1.92 0.79 365.59 7.31 350.63 0.11 3.52 1.26 1.77 347.65 0.08 3 2.39 1.48 361.54 0.14 1.02 2.83 2.16 365.14 5.84 346.46 6.93 349.37 6.99 349.17 0.12 3.22 1.99 0.61 396.71 7.14 361.72 0.18 2.24 2.65 1.08 346.27 0.1 3.2 2.01 1.62 354.48 7.09 346.27 0.32 2.48 3.46 0.32 359.32 0.21 3.26 2.62 0.74 396.1 0.14 4.01 1.77 0.62 369.44 7.76 364.14 6.55 341.28 0.12 2.97 2.62 0.77 365.72 0.04 1.8 3.04 1.34 324.23 0.18 3.91 1.1 386.27 6.57

Total Cacat (ton) 5.93 7.36 7.5 6.85 6.87 7.31 6.66 6.95 6.15 5.84 6.93 6.99 5.94 7.14 6.15 6.93 7.09 6.58 6.83 6.54 7.76 6.55 6.48 6.22 5.19 6.57

27 8

29 365.12 0.05 3.34 1.8 30 356.11 4.63 nb: data di atas merupakan asumsi dari penulis

369.14 2 372.91

4.8

6.34 0.65 -

4.8 6.34 5.84 4.63

Setelah dikumpulkan data-data hasil produksi kertas di atas, langkah selanjutnya adalah mengolah data tersebut menggunakan Statistical Process Control (SPC). Adapun beberapa model yang dapat digunakan dalam SPC adalah cheek sheet, pareto chart, histogram, cause and effect diagram, defect concentration diagram, dan scatter diagram. 1. Cheeck sheet Saat pengambilan data defect saat proses produksi selama sebulan, secara tidak langsung perusahaan telah menggunakan cheeck sheet. Hari 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Jumlah Jenis Cacat produksi Keriput Bergelombang Bintik-bintik Warna Pudar (ton) 348.59 0.15 2.62 2.82 0.34 350.63 7.36 356.95 7.5 360.51 6.85 361.36 0.19 3.97 1.92 0.79 365.59 7.31 350.63 0.11 3.52 1.26 1.77 347.65 0.08 3 2.39 1.48 361.54 0.14 1.02 2.83 2.16 365.14 5.84 346.46 6.93 349.37 6.99 349.17 0.12 3.22 1.99 0.61 396.71 7.14 361.72 0.18 2.24 2.65 1.08 346.27 0.1 3.2 2.01 1.62 354.48 7.09 346.27 0.32 2.48 3.46 0.32 359.32 0.21 3.26 2.62 0.74 396.1 0.14 4.01 1.77 0.62 369.44 7.76 364.14 6.55 341.28 0.12 2.97 2.62 0.77 365.72 0.04 1.8 3.04 1.34 324.23 0.18 3.91 1.1 386.27 6.57 369.14 4.8 372.91 6.34 365.12 0.05 3.34 1.8 0.65 356.11 4.63 Total Cacat (ton) 5.93 7.36 7.5 6.85 6.87 7.31 6.66 6.95 6.15 5.84 6.93 6.99 5.94 7.14 6.15 6.93 7.09 6.58 6.83 6.54 7.76 6.55 6.48 6.22 5.19 6.57 4.8 6.34 5.84 4.63

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa cacat berupa kertas yang keriput lebih sering ditemukan dengan 24 kali kejadian dalam 30 hari. Hampir setiap hari ditemukan cacat kertas keriput. Sebagai contoh, pada hari pertama pabrik memproduksi 348,59 ton kertas, namun yang diterima 342,66 ton kertas karena terjadi cacat sebesar 5,93 ton kertas. 2. Pareto Chart Pareto Diagram digunakan untuk melakukan prioritas terhadap masalahmasalah yang harus ditangani dengan aturan pengelompokan 80-20, 20% dari kecacatan akan menyebabkan 80% masalah. Sehingga dapat diketahui perbaikan apa yang harus dilakukan. Dengan melihat data yang terdapat dalam check sheet, dapat diketahui komposisi cacat dari setiap jenis cacat yang terjadi. Komposisi tersebut diurutkan dari jumlah cacat yang paling besar terjadi sampai cacat yang paling kecil terjadi. Berikut adalah tabel data komposisi cacat pada kertas buku tulis :
Tabel. Data Komposisi Cacat Berdasarkan Jenis Cacat Terbesar

NO
1 2 3 4

Jenis Cacat
Keriput Warna pudar Bergelombang Bintik-bintik Total

Total Cacat
60.81 56.37 44.56 33.18 194.92

Setelah mengetahui data komposisi cacat tersebut, dicari frekuensi persentase komulatif cacat kertas buku tulis dengan cara menghitung frekuensi cacat yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel. Data Untuk Diagram Pareto

Faktor
Keriput Warna Pudar Bergelombang Bintik-bintik

Frekuensi
60.81 56.37 44.56 33.18

Persentase Frekuensi Persentasi Komulatif komulatif total (%) (%)


60.81 117.18 161.74 194.92 31 29 23 17 31 60 83 100

Setelah didapatkan persentase komulatif pada cacat kertas buku tulis, kemudian dibuatlah diagram pareto seperti pada gambar di bawah ini:

Diagram Pareto
Frekuensi cacat 70 60 50 40 30 20 10 0

Frekuensi komulatif

Jenis Cacat

Gambar. Diagram Pareto Cacat Kertas Buku Tulis

Dari diagram diatas didapatkan hasil bahwa cacat yang paling besar atau yang paling sering terjadi adalah cacat keriput pada kertas buku tulis, maka dari itu cacat keriput ini menjadi prioritas utama untuk diperbaiki. 3. Histogram Histogram ini hampir sama dengan pareto diagram, namun perbedaannya adalah jika pareto diagram diurutkan berdasarkan cacat terbesar sampai cacat terkecil yang terjadi, namun tidak dengan histogram. Dari data yang terdapat dalam check sheet , dapat diketahui komposisi jumlah cacat dari masing-masing cacat yang terjadi. Berikut adalah tabel komposisi cacat :
Tabel. Data Komposisi Jumlah Cacat

NO
1 2 3 4

Jenis Cacat
Keriput Bergelombang Bintik-bintik Warna pudar Total

Total Cacat
60.81 44.56 33.18 56.37 194.92

Setelah didapatkan komposisi jumlah cacat pada kertas buku tulis, kemudian dibuatlah histogram seperti pada gambar di bawah ini :

Gambar. Histogram Jenis Cacat Kertas

4. Cause and Effect Diagram Cause and effect diagram dikenal juga dengan nama diagram sebab-akibat. Cause and effect diagram digunakan sebagai alat untuk menemukan faktor-faktor yang berpengaruh pada masalah yang akan dipecahkan.

Dari gambar diagram sebab-akibat di atas, dapat diketahui 5 faktor penyebab terjadinya cacat yaitu manusia, mesin, material, metode, dan lingkungan. Dari kelima faktor tersebut, muncul kondisi-kondisi yang menyebabkan terjadinya cacat kertas di bawah pengaruh kelima faktor tersebut. 1. Manusia - Jenuh, akibat pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang (monoton). - Semakin lama jam bekerja seorang karyawan, cenderung timbul rasa bosan di dalam diri mereka. Hal ini menyebabkan karyawan merasa cepat lelah dan kurang berkonsentrasi pada proses produksi. - Pengetahuan karyawan yang terbatas pada cara pemakaian, namun tidak menguasai ilmu perawatan mesin itu sendiri. - Kurangnya konsentrasi juga dapat mengakibatkan karyawan kurang memonitor jalannya proses produksi, sehingga dapat mengakibatkan meningkatnya produk yang mengalami cacat. 2. Mesin Mesin penggulung tidak beroperasi secara maksimal. Set-up kecepatan mesin sering dilakukan di atas kecepatan standar yaitu antara 450-500 meter/menit. Padahal, kecepatan standar mesin adalah 400-450 meter/menit. Akibat terlalu cepatnya proses penarikan hasil percetakan, menyebabkan proses pengeringan kertas tidak maksmial. 3. Material Bahan baku yang kurang baik dapat disebabkan karena dalam pemilihan dan penyortiran bahan baku kurang dilakuan dengan baik, sehingga masih ada kualitas bahan baku yang sebenarnya di bawah standar yang ditetapkan perusahaan. 4. Metode Inspeksi yang dilakukan di akhir proses produksi dengan melakukan pemisahan terhadap produk baik dan cacat dirasa kurang baik dan tepat, karena tidak melakukan perbaikan pada proses produknya. 5. Lingkungan - Temperatur udara yang tinggi disebabkan oleh kurangnya ventilasi udara di dalam pabrik - Bising dapat mengganggu aktivitas kerja para karyawan. Intensitas bunyi yang baik adalah 85 desible.

5. Defect Concentration Diagram Defect Concentration Diagram adalah sebuah alat grafis yang berguna dalam menganalisis penyebab produk atau bagian dari produk. Pada diagram ini digambarkan dengan gambar produk atau item lain yang menarik dengan semua berbagai macam cacat yang relevan untuk ditampilkan. Berikut ini adalah gambar defect pada kertas buku tulis :

Permukaan Kertas Buku Tulis (A)

Permukaan Kertas Buku Tulis (B)

Permukaan Kertas Buku Tulis (C)

Permukaan Kertas Buku Tulis (D)

Gambar. Berbagai Macam Defect pada kertas buku tulis

Dengan adanya gambar diatas, dapat diketahui cacat-cacat apa saja yangbiasanya muncul dalam proses produksi kertas buku tulis dan memudahkan untuk menanalisis serta membayangkan kondisi kertas sama seperti kondisi eksisting. Berkut adalah tabel keterangan dari gambar defect concentration diagram:
Tabel. Keterangan Gambar Defect Concentration Diagram
Keterangan
Permukaan buku tulis (A) Permukaan buku tulis (B) Permukaan Buku tulis (C) Permukaan Buku Tulis (D) Kondisi Kertas Keriput Kondisi Kertas Berbintik Kondisi kertas dengan tinta memudar Kondisi Kertas bergelombang

6. Scatter Diagram
8 7 Cacat kertas buku 6 5 4 3 2 1 0 390 400 410 420 430 440 450 460 Kecepatan Mesin Penggulung( meter/menit)

Scatter diagram memperlihatkan hubungan antara sebab dan akibat. Sumbu x mewakili kecepatan mesing penggulung dan sumbu y mewakili cacat kertas buku yang terjadi. Semakin cepat mesin penggulung, semakin tidak maksimal pula proses pengeringan hasil percetakan. Kesimpulan: Dengan menggunakan metode-metode dalam Statistical Quality Control (SPC), proses produksi pada PT Tjiwi Kimia Tbk akan lebih terkendali. Hasil dari pengolahan data yang telah dilakukan di atas, dapat dilakukan untuk perbaikan proses produksi.

Referensi http://www.tjiwi.co.id/ diakses pada 6 Maret 2012 http://id.wikipedia.org/wiki/Six_Sigma#Diagram_Pareto_.28Pareto_Chart.29 diakses pada 6 Maret 2012 http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=1289 diakses pada 6 Maret 2012 http://id.wikipedia.org/w/index.php?search=histogram&title=Istimewa%3APencarian diakses pada 6 Maret 2012