P. 1
Pedoman Guru Berprestasi (2)

Pedoman Guru Berprestasi (2)

|Views: 30|Likes:
Dipublikasikan oleh ARief SaNk PeMimpi

More info:

Published by: ARief SaNk PeMimpi on Mar 24, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2013

pdf

text

original

PEDOMAN PELAKSANAAN PEMILIHAN GURU BERPRESTASI SD DAN SMP TAHUN 2011

DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN DASAR DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................................i DAFTAR ISI ...........................................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................1 A. Latar Belakang .............................................................................................1 B. Landasan Hukum .........................................................................................1 C. Tujuan ..........................................................................................................2 D. Manfaat ........................................................................................................2 E. Hasil Yang Diharapkan.................................................................................2 PENGERTIAN, SIFAT, PESERTA, DAN PERSYARATAN PESERTA ...............3 A. Pengertian....................................................................................................3 B. Sifat..............................................................................................................4 C. Peserta.........................................................................................................4 D. Persyaratan Peserta ....................................................................................4 ORGANISASI PENYELENGGARAAN, SELEKSI PESERTA, PROSEDUR PENGUSULAN, PENETAPAN PERINGKAT DAN PENGHARGAAN, SERTA PEMBIAYAAN .......................................................................................7 A. Organisasi Penyelenggaraan ......................................................................7 B. Seleksi, Penetapan dan Pemberian Penghargaan ......................................10 C. Pembiayaan ................................................................................................12 ASPEK YANG DINILAI DAN PROSEDUR PENILAIAN .....................................14 A. Aspek Penilaian ..........................................................................................14 B. Prosedur Penilaian ......................................................................................18 C. Penentuan Skor Akhir ................................................................................. 73 PENUTUP ..........................................................................................................74

BAB II

BAB III

BAB IV

BAB V

LAMPIRAN-LAMPIRAN

iii

KATA PENGANTAR

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Selanjutnya, dalam Undag-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru memegang peran utama dalam rangka implementasi fungsi dan upaya mencapai tujuan nasional. Untuk melaksanakan tugas utama, guru wajib memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar telah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk memberdayakan guru, terutama guru berprestasi. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 36 ayat (1) yang menyatakan bahwa ”Guru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan. Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 Pasal 30 ayat (1) ditegaskan bahwa “Guru memiliki hak untuk mendapatkan penghargaan sesuai dengan prestasi kerja, dedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus”. Pemilihan Guru Berprestasi Tahun 2011 merupakan salah satu implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008. Guru Berprestasi dapat menjadi guru model atau contoh bagi guru lainnya karena yang bersangkutan mempunyai prestasi yang luar biasa atau melebihi yang dicapai guru lain sehingga berdampak positif terhadap peningkatan mutu dan proses hasil pembelajaran menuju standar nasional pendidikan. Pedoman ini merupakan acuan bagi Pemerintah Daerah dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), serta Panitia Daerah maupun Nasional dalam penyelenggaraan Pemilihan Guru Berprestasi tahun 2011, mulai dari tingkat satuan pendidikan sampai dengan tingkat nasional. i

Ph. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar. 195303021977031001 ii . Prof. Suyanto.Melalui pemilihan guru berprestasi diharapkan semua pemangku kepentingan akan meningkatkan komitmennya dalam pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu.D. Februari 2011 Plt. Jakarta. NIP.

kecamatan. 6. dedikasi. berdedikasi luar biasa. Secara teknis. Era global menuntut SDM yang bermutu tinggi dan siap berkompetisi. baik pada tataran nasional. Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010. regional. 4. Pemerintah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk memberdayakan guru. 3. produktif. Tugas. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. maka kedudukan dan peran guru semakin strategis untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas dalam menghadapi era global. terutama bagi guru-guru yang berprestasi. Undang-Undang No. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. pemilihan guru berprestasi dilaksanakan secara bertingkat. Untuk melaksanakan tugasnya secara profesional. 5. Secara umum. B. Latar belakang Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. provinsi. dimulai dari tingkat satuan pendidikan. melatih. pelaksanaannya dirasakan masih belum optimum sehingga perlu dilakukan penyempurnaan. pendidikan dasar. dan kompetitif. keluarga. guru tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis edukatif. mengajar. dan pendidikan menengah. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Peningkatan kinerja tersebut dapat terlihat dari mutu lulusan satuan pendidikan sebagai SDM yang berkualitas. membimbing. maupun internasional. 7. kabupaten/kota. Landasan Hukum 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2003 tentang Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan. Sehubungan dngan itu. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. mengarahkan. loyalitas dan profesionalisme guru. namun demikian. pelaksanaan pemilihan guru berprestasi telah berlangsung dengan lancar. tetapi juga harus memiliki kepribadian yang kokoh sehingga dapat menjadi sosok panutan bagi siswa. maupun masyarakat. Selaras dengan kebijaksanaan pembangunan yang meletakkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan nasional. 1 Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 . 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. khususnya pada aspek yang dinilai. dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan”. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi BAB I PENDAHULUAN A. dan tingkat nasional. yang diharapkan akan berpengaruh positif pada peningkatan kinerja. Pemilihan guru berprestasi dimaksudkan antara lain untuk mendorong motivasi. Pasal 36 ayat (1) mengamanatkan bahwa ”Guru yang berprestasi. menilai.

dan profesionalisme guru. 2. E. Termotivasinya guru untuk meningkatkan kinerja. Pendidikan. 11. 3. provinsi.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi 8. Tujuan 1. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0265/M/1977 tentang Hadian dan Piagam. Hasil yang Diharapkan 1. 4. citra. Terpilihnya guru berprestasi pada tingkat satuan pendidikan. Terjalinnya interaksi antar peserta untuk saling tukar pengalaman dalam mendidik siswa. Meningkatnya harkat. Mengangkat guru sebagai profesi terhormat. Terpupuknya rasa persatuan dan kesatuan bangsa melalui jalur pendidikan. Meningkatkan persaingan yang sehat melalui pemberian penghargaan di bidang pendidikan. kabupaten/kota. disiplin. serta terlindungi. Tersalurkannya kreativitas dan inovasi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. 3. 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan. dan loyalitas demi kepentingan masa depan bangsa dan negara. dedikasi. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 2 . Meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya. martabat. Membangun komitmen mutu guru dalam kerangka peningkatan mutu pembelajaran menuju standar nasional pendidikan. dan bermartabat. 2. Ilmu Pengetahuan. kecamatan. 5. 4. Lencana dan Uang. Pengabdian dan Olahraga. D. 2. mulia. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Nasional. Manfaat 1. dan tingkat nasional. 12. Adanya peningkatan mutu guru untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. C. 10. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1975 tentang Hadiah Seni. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II.

Karya seni adalah suatu proses kreatif dalam bidang kesenian yang dilandasi oleh pengamatan dan penghayatan dengan melibatkan cita. menilai. dan secara langsung membimbing peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler. mengajar. membimbing. dan profesional serta menghasilkan karya kreatif dan inovatif yang diakui baik pada tingkat daerah. Pengertian 1. kepribadian. dan karsa. dan seni kriya. murah dan sederhana. Teknologi tepat guna adalah teknologi yang menggunakan sumber daya yang ada untuk memecahkan masalah yang dihadapi/ada secara berdaya guna dan berhasil guna atau untuk pelaksanaan tugas sehari-hari menjadi lebih mudah. seni tari. seni pedalangan. DAN PERSYARATAN PESERTA A. seni karawitan. seni teater. Guru berprestasi adalah guru yang memiliki kinerja melampaui standar yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Inovasi dalam pembelajaran atau bimbingan adalah serangkaian kegiatan pengembangan dan perbaikan pembelajaran yang mencakup antara lain penggunaan metode/cara/media/sumber yang inovatif dan melebihi standar kompetensi yang dipersyaratkan dalam proses pembelajaran atau bimbingan menjadi efektif dan efisien. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi BAB II PENGERTIAN. seni musik. melatih. rasa. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 3 . dan pendidikan menengah. Penulisan buku/essay di bidang pendidikan adalah suatu karangan ilmiah di bidang pendidikan berdasarkan buah pemikiran/ulasan dari penulis. SIFAT. 5. 6. Karya sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya. mengarahkan. sosial. Jenis Karya/Prestasi adalah 4. seni grafis. 9. antara lain berupa hasil seni lukis. seni patung. seni keramik. mencakup kompetensi pedagogik. PESERTA. 2. nasional dan/atau internasional. 8. pendidikan dasar. 3. Prestasi olahraga adalah capaian atas keahlian atau keterampilan di bidang olahraga yang memberikan kebanggaan nasional atau memperlihatkan kemampuan untuk meningkatkan penghayatan dan prestasi olahraga dan memperlihatkan kemampuan untuk membangun salah satu sistem olahraga atau menciptakan model dan strategi pembelajaran atau pelatihan suatu cabang olahraga yang dapat meningkatkan prestasi anak didik/atlet. 7.

dan berwibawa. b. 11. C. 4 Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 . 2. 2. 1. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. evaluasi hasil belajar.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi 10. Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) adalah pengembangan knompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan bertahap. menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Fortopolio adalah sekumpulan informasi pribadi yang merupakan catatan dan dokumentasi atas pencapaian prestasi seseorang dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya. transparan. Guru unggul/mumpuni dilihat dari kompetensi pedagogik. Akuntabel merupakan proses penilaian dan penetapan predikat guru berprestasi pada semua tingkatan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pemangku kepentingan pendidikan. Transparan mengacu kepada proses yang memberikan peluang kepada semua pemangku kepentingan untuk memperoleh akses informasi tentang penilaian dan penetapan predikat guru berprestasi pada semua tingkat. arif. a. yang selanjutnya disebut kelompok guru tingkat satuan pendidikan SD/MI. proses. Subkompetensi masing-masing kompetensi disajikan pada bagian penilaian. dan memenuhi standar penilaian yang ditetapkan. yang selanjutnya disebut kelompok guru tingkat satuan pendidikan SMP/MTs. setiap guru yang memenuhi persyaratan berhak mengikuti program ini. provinsi. dan akuntabel. sebagai suatu sistem yang meliputi masukan. berupa kepribadian yang mantap. Persyaratan Akademik a. kabupaten/kota. dilaksanakan secara impartial. untuk meningkatkan profesionalitasnya. Pemilihan guru berprestasi bersifat kompetitif. kepribadian. kecamatan. sosial. stabil. Persyaratan Peserta Persyaratan peserta Pemilihan Guru Berprestasi mulai dari tingkat satuan pendidikan sampai dengan tingkat nasional terdiri dari persyaratan akademik dan persyaratan administratif sebagai berikut. dan profesional. Kompetensi kepribadian tercermin dari kemampuan personal. B. Objektif mengacu kepada proses penilaian dan penetapan predikat guru berprestasi pada semua tingkat. dan berakhlak mulia. Kompetensi pedagogik tercermin dari tingkat pemahaman terhadap peserta didik. Pemilihan guru berprestasi dilaksanakan secara objektif. 1. Sifat 1. baik di tingkat sekolah. Guru sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. berkelanjutan. baik secara akademik maupun administratif. maupun tingkat nasional. D. dewasa. 2. Peserta 1. Guru sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah. Memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) b. dan hasil penilaian. c. tidak diskriminatif.

penemuan teknologi tepat guna dalam bidang pendidikan. dan guru SMP/MTs atau yang sederajat yang meraih Pemenang I di sekolah yang akan mengikuti pemilihan guru berprestasi di tingkat kabupaten/kota. pembuatan/modifikasi alat pelajaran (peraga). yang dibuktikan dengan SK CPNS atau SK Pengangkatan dari yayasan/pengelola bagi guru bukan PNS. Mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 8 (delapan) tahun sebagai guru secara terus-menerus sampai saat diajukan sebagai calon peserta. 6. Kompetensi profesional tercermin dari tingkat penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. 4. pembaruan (inovasi) dalam pembelajaran atau bimbingan. serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya. d. c. b. Guru SD/MI atau yang sederajat yang meraih Pemenang I di sekolah yang akan mengikuti pemilihan guru berprestasi di tingkat kecamatan. yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. Aktif melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling. dan 8. antara lain melalui: 1. Persyaratan Administratif a. 5. c. 2. 3. penciptaan karya seni. Belum pernah dikenai hukuman disiplin atau tidak dalam proses pemeriksaan pelanggaran disiplin (surat keterangan dari kepala sekolah) dengan diketahui oleh kepala cabang dinas atau kepala dinas pendidikan kabupaten/kota. 5 Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 . bagi: 1. Mempunyai beban kerja sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka per minggu. Melampirkan penilaian pelaksanaan pembelajaran dan kinerja guru yang dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah (format terlampir). Melampirkan portofolio (format terlampir). Melampirkan bukti prestasi yang dicapai ditulis dalam bentuk karya tulis/laporan yang disyahkan oleh kepala sekolah dan dilampirkan rekomendasi dari dewan guru atau komite sekolah bahwa guru yang bersangkutan adalah guru berprestasi melebihi guru lain. 7. tenaga kependidikan.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi 3. karya atau prestasi di bidang olahraga. e. i. pengembangan diri melalui diklat fungsional/kegiatan kelompok kerja. dan masyarakat sekitar. Guru yang menghasilkan karya kreatif atau inovatif antara lain melalui bimbingan langsung kepada peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler. Kompetensi sosial tercermin dari kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. 4. Guru yang menghasilkan karya kreatif atau inovatif dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan. h. d. f. publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif. penulisan buku teks pelajaran. Guru SD/MI atau yang sederajat yang meraih Pemenang I di tingkat kecamatan. pendidik. buku pengayaan. 2. orangtua/wali peserta didik. g. Guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) atau bukan PNS serta tidak sedang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah atau sedang dalam proses pengangkatan sebagai kepala sekolah atau sedang dalam transisi alih tugas ke unit kerja lainnya. dan buku pedoman guru. 2. Melampirkan bukti partisipasi dalam kemasyarakatan berupa surat keterangan atau bukti fisik lainnya yang disyahkan oleh kepala sekolah.

Guru-guru yang pernah meraih predikat guru berprestasi Peringkat I. k. Guru-guru yang pernah meraih predikat guru berprestasi Peringkat I. Guru SD/MI/SMP/MTs atau yang sederajat yang meraih Pemenang I di tingkat kabupaten/kota yang akan mengikuti pemilihan guru berprestasi di tingkat provinsi. 4. II. Guru SD/MI/SMP/MTs atau yang sederajat yang meraih Pemenang I di tingkat provinsi yang akan mengikuti pemilihan guru berprestasi di tingkat nasional.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi 3. dan III tingkat nasional tidak diperkenankan mengikuti program ini. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 6 . j. dan III tingkat provinsi dapat mengikuti program ini setelah 5 tahun. II.

Provinsi. Mekanisme dan Tahap Mekanisme penyelenggaraan program pemilihan guru berprestasi dilakukan secara berjenjang mulai Tingkat Satuan Pendidikan. & III Satpen SD/SMP/Sederajat Mei 2011 Pemilihan Gupres Tingkat Kecamatan   Seleksi Usulan Penetapan peringkat untuk kelompok Satpen SD Camat/ Kacabdin/ UPTD Kec. II. Kecamatan. dan komite sekolah dan/atau tokoh masyarakat/tokoh pendidikan setempat. & III Satpen SD/SMP/Sederajat Juli 2011 Pemilihan Gupres Tingkat Provinsi  Seleksi  Usulan penetapan peringkat Gubernur Peringkat I. II. & III Satpen SD/SMP/Sederajat Juni 2011 Pemilihan Gupres Tingkat Kab/Kota   Seleksi Usulan Penetapan peringkat Bupati/ Walikota Peringkat I. Tingkat Satuan Pendidikan a. Panitia SK Penetapan Agustus 2011 Pemilihan Gupres Tingkat nasional  Seleksi  Usulan penetapan peringkat Mendiknas dan Menag Peringkat I. guru. Panitia Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Satuan Pendidikan dibentuk dengan surat Keputusan Kepala Sekolah yang keanggotaannya terdiri dari unsur-unsur kepala sekolah. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 7 . Kepanitiaan dari unsur guru dipilih dari guru-guru yang terlibat aktif dalam kegiatan KKG/MGMP dan sejenisnya. Satpen SMP/Sederajat Gambar 1: Mekanisme Penyelenggaraan 1. Adapun tugas dan kegiatan panitia penyelenggara untuk masing-masing tingkatan disajikan di bawah ini. dan Nasional. & III SD April 2011 Pemilihan Gupres Tingkat Satpen   Seleksi Usulan Penetapan peringkat untuk kelompok Satpen Kepala Sekolah Peringkat I.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi BAB III PENGELOLAAN GURU BERPRESTASI A. seperti tersaji pada Gambar 1. II. II. pengawas sekolah. II. Kabupaten/Kota. Peringkat I. & III Satpen SD Peringkat I.

tokoh masyarakat/tokoh pendidikan. Tugas Panitia 1) Menseleksi guru yang memenuhi kriteria dan persyaratan. sebagai peserta guru berprestasi tingkat kecamatan. II. pengawas sekolah. kantor depag kabupaten/kota. 4) Mengirimkan Guru Berprestasi Peringkat I Tingkat Kecamatan tingkat SD sebagai peserta pemilihan guru berprestasi tingkat kabupaten/kota. dan kepada panitia pemilihan guru berprestasi tingkat kabupaten/kota untuk tingkat satuan pendidikan SMP/MTs dengan tembusan instansi terkait. pengawas sekolah. Panitia Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Kecamatan dibentuk dengan Keputusan Camat yang keanggotaannya terdiri dari unsur-unsur kantor cabang dinas pendidikan kecamatan atau sejenisnya. guru. dan guru berprestasi Peringkat I tingkat satuan pendidikan SMP/MTs dan yang sederajat sebagai peserta guru berprestasi tingkat kabupaten/kota. Tugas Panitia 1) Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pemilihan guru berprestasi tingkat kecamatan. Tingkat Kabupaten/Kota a. 3. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 8 . penilaian unjuk kerja. Tugas Panitia di Tingkat Kecamatan 1) Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pemilihan guru berprestasi tingkat satuan pendidikan. 4) Menyampaikan laporan pelaksanaan pemilihan guru berprestasi tingkat satuan pendidikan kepada panitia pemilihan guru berprestasi tingkat kecamatan untuk tingkat satuan pendidikan SD/MI. dan penilaian portofolio. guru. kepala sekolah. 3) Menetapkan guru berprestasi Peringkat I. dewan pendidikan. 3) Mengirimkan guru berprestasi peringkat I tingkat satuan pendidikan SD/MI dan yang sederajat.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi b. dan organisasi/asosiasi profesi guru. 5) Menyampaikan laporan pelaksanaan pemilihan guru berprestasi tingkat kecamatan dengan melampirkan berita acara penilaian kepada Panitia Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada instansi terkait. Tingkat Kecamatan a. Panitia Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten/Kota dibentuk dengan Surat Keputusan Bupati/Walikota yang keanggotaannya terdiri dari unsur-unsur kantor dinas pendidikan kabupaten/kota. b. dan III tingkat kecamatan untuk kelompok SD. kantor urusan agama. 2) Menetapkan guru berprestasi peringkat I tingkat satuan pendidikan. 2) Menseleksi peserta pemilihan guru berprestasi tingkat kecamatan didasarkan pada kompetensi dan prestasi yang dicapai melalui wawancara. b. 2. Kepanitiaan dari unsur guru diharapkan yang terlibat aktif dalam kegiatan KKG dan sejenisnya. tokoh masyarakat/tokoh pendidikan dan organisasi/asosiasi profesi guru.

Up. dan SMP. perguruan tinggi. penilaian unjuk kerja. 5) Menyampaikan laporan pelaksanaan pemilihan guru berprestasi tingkat provinsi dengan melampirkan berita acara penilaian termasuk data penilaian portofolio kepada Panitia Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional dengan alamat : Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar. Telepon (021) 57900841 5. dan organisasi/asosiasi profesi guru. 2) Menseleksi peserta pemilihan guru berprestasi tingkat provinsi didasarkan pada kompetensi dan prestasi yang dicapai melalui tes tertulis. II. Kepala Subdit Pendidik dan Tenaga Kependidikan SD/SMP Gedung E Lt. Panitia pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional dibentuk dengan surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama dengan melibatkan unsurunsur Kementerian Pendidikan Nasional. dan SMP/MTs sebagai peserta pemilihan guru berprestasi tingkat nasional. dan penilaian portofolio. dan SMP/MTs . Kementerian Agama. yang keanggotaannya terdiri dari unsur-unsur kantor dinas pendidikan provinsi. Tugas Panitia 1) Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pemilihan guru berprestasi tingkat kabupaten/kota. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 9 .Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi 2) Menseleksi peserta pemilihan guru berprestasi tingkat kabupaten/kota didasarkan pada kompetensi dan prestasi yang dicapai melalui tes tertulis. b. Jakarta. dan organisasi/asosiasi profesi guru. 4) Mengirimkan guru berprestasi peringkat I tingkat provinsi satuan pendidikan SD/MI. II. 4) Mengirimkan guru berprestasi peringkat I tingkat kabupaten/kota untuk semua satuan pendidikan sebagai peserta pemilihan guru berprestasi tingkat provinsi 5) Menyampaikan laporan pelaksanaan pemilihan guru berprestasi tingkat kab/kota dengan melampirkan berita acara penilaian kepada Panitia Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Provinsi dengan tembusan kepada instansi terkait. dan III tingkat provinsi untuk satuan pendidikan SD. tokoh masyarakat/tokoh pendidikan. pengawas sekolah. Jalan Jenderal Sudirman Pintu 1. dan III tingkat kabupaten/kota untuk satuan pendidikan SD/MI. wawancara. guru senior. 4. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). dan penilaian portofolio. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar. Tingkat Provinsi a. Senayan. penilaian unjuk kerja. 3) Menetapkan guru berprestasi peringkat I. 14 Kementerian Pendidikan Nasional. tokoh masyarakat/tokoh pendidikan. wawancara. 3) Menetapkan guru berprestasi peringkat I. perguruan tinggi. Tingkat Nasional a. Panitia Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Provinsi dibentuk dengan surat keputusan Gubernur. kantor wilayah depag provinsi.

5) Melaporkan pelaksanaan pemilihan guru berprestasi tingkat nasional kepada Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama. Tingkat Satuan Pendidikan a. Piagam penghargaan dan hadiah diberikan kepada guru pada Peringatan Puncak Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2011. III tingkat satuan pendidikan untuk kelompok guru SD/MI. dan SMP/MTs. Kegiatan dilaksanakan pada bulan April 2011. b. penilaian unjuk kerja. 1) Kepala SD mengirimkan nama dan peringkat disertai dengan berita acara penilaian dan dokumen portofolio peringkat I kepada panitia tingkat kecamatan untuk mengikuti pemilihan guru berprestasi tingkat kecamatan. II. II. II. Panitia tingkat kecamatan melakukan seleksi untuk menentukan guru berprestasi tingkat kecamatan. d. wawancara. dan/atau penilaian portofolio. diberi piagam penghargaan yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. III kelompok tingkat satuan pendidikan SD/MI. Guru berprestasi peringkat I. 4) Mengkoordinasikan peserta pemilihan guru berprestasi tingkat nasional untuk mengikuti acara kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Melaksanakan pemilihan guru berprestasi tingkat satuan pendidikan masing-masing untuk guru SD dan guru SMP yang diikuti oleh seluruh guru yang memenuhi kriteria dan persyaratan. baik SD/MI. 2) Menseleksi peserta pemilihan guru berprestasi tingkat nasional didasarkan pada kompetensi dan prestasi yang dicapai melalui tes tertulis. 10 Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 . Panitia tingkat satuan pendidikan. 2) Kepala SMP mengirimkan nama guru berprestasi dan peringkatnya. 3) Menetapkan guru berprestasi peringkat I. Guru berprestasi peringkat I. II. dan mengusulkan peringkat I. b. maupun SMP/MTs. Tugas Panitia 1) Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pemilihan guru berprestasi di tingkat provinsi. dan SMP/MTs ditetapkan dengan surat Keputusan Kepala Sekolah. Melaksanakan pemilihan guru berprestasi tingkat kecamatan untuk kelompok guru. mengadakan seleksi di sekolah masing-masing untuk menentukan guru berprestasi tingkat satuan pendidikan. 2. yaitu guru berprestasi peringkat I kelompok guru SD/MI yaitu guru berprestasi peringkat I SD/MI/SDLB. dan III tingkat satuan pendidikan kepada kepala sekolah untuk ditetapkan. II. dan III tingkat nasional untuk semua kelompok. B. e. dan III. c. Tingkat Kecamatan a. disertai dengan berita acara penilaian dan dokumen portofolio peringkat I kepada panitia tingkat kabupaten/kota untuk mengikuti pemilihan guru berprestasi tingkat kabupaten/kota. Penetapan dan Pemberian Penghargaan 1.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi b. dan mengusulkan kepada camat untuk ditetapkan sebagai peringkat I. Seleksi.

III kelompok SD diberi piagam penghargaan dan hadiah dari camat. 3. b. e. d. II. Panitia tingkat provinsi melakukan seleksi untuk menentukan guru berprestasi tingkat provinsi. Tingkat Provinsi a. Kegiatan dilaksanakan pada minggu pertama bulan Juli 2011. II dan III semua kelompok tingkat SD dan SMP tingkat provinsi diberikan piagam penghargaan yang ditandatangani oleh gubernur. e. dan mengusulkan peringkat I. Guru berprestasi peringkat I. Guru berprestasi peringkat I. dan SMP diberi piagam penghargaan dan hadiah dari bupati/walikota. Guru berprestasi peringkat I. II dan III tingkat kecamatan untuk kelompok SD/MI/SDLB ditetapkan dengan surat Keputusan Camat. dan SMP). b. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 11 . Panitia/kepala dinas pendidikan provinsi mengirimkan keputusan penetapan peringkat disertai dengan berita acara penilaian dan dokumen portofolio peringkat I kepada panitia tingkat nasional untuk mengikuti pemilihan guru berprestasi tingkat nasional. Guru berprestasi peringkat I. Panitia/kepala dinas pendidikan kabupaten/kota mengirimkan keputusan penetapan Peringkat disertai dengan berita acara penilaian dan dokumen portofolio peringkat I kepada panitia tingkat provinsi untuk mengikuti pemilihan guru berprestasi tingkat provinsi. Kegiatan dilaksanakan sekitar pertengahan bulan Juni 2011. Tingkat Kabupaten/Kota a. II. 4. III tingkat kabupaten/kota untuk kelompok SD. Guru berprestasi peringkat I. dan III. Melaksanakan pemilihan guru berprestasi peringkat I tingkat kabupaten/kota untuk semua kelompok guru (SD. e. f. II. II. dan III kepada bupati/walikota untuk ditetapkan dengan keputusan bupati/walikota. dan III semua kelompok SD dan SMP tingkat provinsi ditetapkan dengan surat keputusan gubernur. c. d. Panitia/Kepala Cabang Dinas Pendidikan mengirimkan keputusan penetapan peringkat disertai dengan berita acara penilaian dan dokumen portofolio peringkat I kepada panitia tingkat kabupaten/kota untuk mengikuti pemilihan guru berprestasi tingkat kabupaten/kota. Kegiatan dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei 2011. kelompok guru SMP yaitu guru berprestasi peringkat I SMP/MTs/SLTPLB. II. d.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi c. f. Melaksanakan pemilihan guru berprestasi kelompok guru SD yaitu guru berprestasi peringkat I SD/MI/SDLB Tingkat Kecamatan. dan mengusulkan kepada gubernur untuk ditetapkan sebagai peringkat I. c. Panitia tingkat kabupaten/kota melakukan seleksi untuk menentukan guru berprestasi tingkat kabupaten/kota.

Melaksanakan pemilihan guru berprestasi peringkat I tingkat provinsi untuk semua kelompok guru SD dan SMP. e.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi 5. diharapkan masing-masing tingkatan melaksanakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Oleh karena kegiatan ini dilaksanakan secara bertingkat. Pertengahan bulan Mei 2011. II. Panitia tingkat nasional melakukan seleksi untuk menentukan guru berprestasi tingkat nasional. Biaya pemilihan guru berprestasi di tingkat kecamatan dibebankan pada anggaran yang relevan pada pemerintah kecamatan/kantor dinas pendidikan kecamatan dan kantor urusan agama kecamatan. c. 2. serta sumbangan pihak lain/sponsor yang tidak mengikat. dan yang sederajat) dibebankan pada anggaran yang relevan pada penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. dan sumbangan pihak lain/sponsor yang tidak mengikat. seperti disajikan di bawah ini. Biaya pemilihan guru berprestasi di tingkat kabupaten/kota dibebankan pada anggaran yang relevan pada pemerintah kabupaten/kota. dan mengusulkan peringkat I. Pertengahan bulan Juni 2011. 4. dan III tingkat nasional untuk semua kelompok pendidikan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama. Minggu pertama dan kedua bulan Juli 2011 Minggu kedua dan ketiga bulan Agustus 2011. b. d. 3. Pemilihan guru berprestasi pada bulan April 2011. 2. dinas pendidikan provinsi. Merujuk pada penjelasan di atas. dan kantor kementerian agama kabupaten/kota. mulai dari tingkat satuan pendidikan. kabupaten/kota. SMP. kecamatan. Tingkat Nasional a. II dan III tingkat nasional untuk semua kelompok satuan pendidikan diberi piagam penghargaan dan hadiah dari Menteri Pendidikan Nasional. TINGKAT Satuan Pendidikan WAKTU 1. serta sumbangan pihak lain/sponsor yang tidak mengikat. kantor wilayah kementerian 12 Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 . Pembiayaan 1. Biaya pemilihan guru berprestasi di tingkat provinsi dibebankan pada anggaran yang relevan pada pemerintah provinsi. II. dan III untuk semua kelompok kepada Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama untuk ditetapkan. Kegiatan dilaksanakan pada minggu kedua dan ketiga bulan Agustus 2011. Guru berprestasi peringkat I. Biaya pemilihan guru berprestasi tingkat satuan pendidikan (SD. Piagam penghargaan dan hadiah diberikan kepada guru pada Peringatan Puncak Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2011. dan tingkat nasional. provinsi. berikut ini disajikan rangkuman jadwal kegiatan pemilihan guru berprestasi. Guru berprestasi peringkat I. Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi Nasional C. dinas pendidikan kabupaten/kota.

dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di provinsi.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi agama provinsi. Biaya pemilihan guru berprestasi di tingkat pusat dibebankan pada anggaran yang relevan pada Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar. Kementerian Pendidikan Nasional. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 13 . dan sumbangan pihak lain/sponsor yang tidak mengikat. 5. dan sumbangan pihak lain/sponsor yang tidak mengikat. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar.

(2) hasil karya kreatif atau inovatif. evaluasi hasil belajar. (3) pembimbingan peserta didik. 2) subkompetensi merancang pembelajaran. Subkompetensi ini meliputi: 1) subkompetensi memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: (a) memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: (a) memahami landasan kependidikan. kompetensi yang ingin dicapai. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta didik. 4) subkompetensi merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial: (a) merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode. Kinerja Guru (menggunakan format lampiran 2) a. dan (4) pengembangan diri. 14 Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 . dan profesional. sosial. 3) subkompetensi melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial: (a) menata latar (setting) pembelajaran.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi BAB IV PENILAIAN A. (b) menerapkan teori belajar dan pembelajaran. dan (b) melaksanakan pembelajaran yang kondusif. (b) menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery learning). dan (c) mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta didik. dan materi ajar. dan (c) memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum. kepribadian. Aspek Yang Dinilai Aspek yang dinilai dalam pemillihan guru berprestasi yaitu kinerja guru yang mencakup: (1) kompetensi pedagogik. (c) menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik. 1. memiliki indikator esensial: (a) memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik. 5) subkompetensi mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya. dan (b) memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik. serta (d) menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. (b) memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsipprinsip kepribadian. termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran.

Subkompetensi ini meliputi: 1) mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. bangga sebagai guru. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap. tenaga kependidikan.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi b. arif. sekolah. dan berwibawa. c. 3) mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. ikhlas. sesama pendidik. jujur. serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya. yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. d. dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik. 4) subkompetensi kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. 2) subkompetensi kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru. dan (c) memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. stabil. Subkompetensi ini meliputi: Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 15 . dewasa. (b) bertindak sesuai dengan norma sosial. dan masyarakat sekitar. Subkompetensi ini meliputi: 1) subkompetensi kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: (a) bertindak sesuai dengan norma hukum. menjadi teladan bagi peserta didik. 5) subkompetensi akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (iman dan taqwa. orangtua/wali peserta didik. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. suka menolong). dan berakhlak mulia. 3) subkompetensi kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik. 2) mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan.

Pembimbingan peserta didik a. (b) memahami struktur. atau e. konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar. b. bidang olahraga 3. penulisan buku fiksi/nonfiksi di bidang pendidikan atau sastra Indonesia dan sastra daerah. Hasil karya kreatif atau inovatif melalui: a. dan (d) menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. penemuan teknologi tepat guna dalam bidang pendidikan. penciptaan karya seni. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pendidikan dan latihan fungsional/dan ata melalui kegiatan kolektif guru.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi 1) subkompetensi menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial: (a) memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah. d. 2. pembaruan (inovasi) dalam pembelajaran atau bimbingan. intrakurikuler b. c. (c) memahami hubungan konsep antarmata pelajaran terkait. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 16 . 2) subkompetensi menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi. Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk meningkatkan kompetensi dan keprofesiannya. ekstrakurikuler 4.

PF = Portofolio (10 tahun terakhir) 5. ASPEK PROFESIONAL TINGKAT 1. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 17 . propinsi dan nasional) mencakup semua faktor. kabupaten/kota. 5.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Matrik Penilaian NO. 3. 4. kecamatan. Begitu pula halnya dengan penilai serta cara atau alat penilaian yang digunakan. TT = Tes tertulis 2. namun aspek yang dinilai tidak selalu sama. WW= Wawancara 4. Sekolah Kecamatan Kabupaten/Kota Propinsi Nasional        TT UK WW P F TT                  KOMPETENSI PEDAGOGIK UK WW PF                         KEPRIBADIAN TT WW OB         TT SOSIAL  KARYA KREATIF/INOVATIF HASIL PEMBIMBINGAN WW OB OB UK WW PF OB UK WW PF                       Keterangan: 1. OB = Observasi Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa di setiap tingkat pemilihan guru berprestasi (sekolah. 2. UK = Unjuk kerja 3.

Hasil karya yang diajukan di tingkat kecamatan harus disahkan kepala sekolah dan direkomendasikan oleh BP3/Komite sekolah. (b) penilaian hasil karya kreatif atau inovatif. Hasil karya yang diajukan harus hasil karya yang diajukan di tingkat sebelumnya (tingkat kabupaten/kota) dan disahkan oleh panitia pemilihan. Peserta tingkat propinsi ini adalah guru berprestasi peringkat I tingkat kabupaten/kota untuk semua kelompok SD/MI. wawancara. tahap pertama adalah penilaian terhadap karya tulis tersebut dan tahap kedua adalah penilaian terhadap presentasi karya tulis. dan portofolio). dan portofolio). kepribadian. Aspek yang dinilai di tingkat Kabupaten/Kota meliputi kinerja melampaui target yang ditetapkan satuan pendidikan mencakup: (a) penilaian kompetensi pedagogik. 4. (b) penilaian hasil karya kreatif atau inovatif. 2. kepribadian. kepribadian. Prosedur Penilaian 1. dan (c) penilaian pembimbingan peserta didik (melalui tes tertulis. Penilaian di tingkat satuan pendidikan dilakukan untuk menentkan dan mengusulkan guru berprestasi ke kecamatan (bagi guru SD/MI dan yang sederajat) dan ke kabupaten (untuk guru SMP/MTs dan yang sederajat). teman sejawat. 5. Penilaian karya tulis melalui dua tahap. dan SMP/MTs) aspek-aspek yang dinilai pada tingkat nasional meliputi kinerja melampaui target yang ditetapkan satuan pendidikan mencakup: (a) penilaian kompetensi pedagogik. dan profesional. 3. dan profesional. observasi. dan (c) penilaian pembimbingan peserta didik (melalui unjuk kerja. dan profesional. (b) penilaian hasil karya kreatif atau inovatif. dan (c) penilaian pembimbingan peserta didik (melalui tes tertulis. (b) penilaian hasil karya kreatif atau inovatif. sosial. 2. sosial. dan 4. dan (c) penilaian pembimbingan peserta didik (melalui wawancara. dan portofolio). dan bukti fisik/surat keterangan partisipasi dalam kemasyarakatan. Guru yang diusulkan oleh sekolah adalah guru yang memenuhi persyaratan administrasi dan lolos dalam penilaian awal. Aspek yang dinilai di tingkat propinsi meliputi kinerja melampaui target yang ditetapkan satuan pendidikan mencakup: (a) penilaian kompetensi pedagogik. dan portofolio). Hasil pelaksanaan tugas yang diajukan adalah hasil karya tulis yang diuji di tingkat kecamatan dan disahkan oleh kepala sekolah dan panitia pemilihan guru berprestasi di tingkat kecamatan. 18 Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 . Guru yang mengikuti pemilihan di tingkat kabupaten/kota adalah guru berprestasi peringkat I SD/MI dan yang sederajat tingkat kecamatan dan guru SMP/MTs yang lulus dalam penilaian di tingkat satuan pendidikan. Bukti fisik kompetensi guru antara lain adalah karya tulis berisi tentang prestasi yang dicapai guru yang bersangkutan. 3. dan bukti fisik/surat keterangan partisipasi dalam kemasyarakatan. kepribadian. observasi.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi B. Guru yang mengikuti pemilihan di tingkat kecamatan adalah guru SD/MI dan yang sederajat yang lulus dalam penilaian di tingkat sekolah (Guru Berprestasi Peringkat I Tingkat Satuan Pendidikan). Kerangka acuan penilaian dalam pemilihan guru berprestasi disajikan pada Tabel 1. sosial. Peserta tingkat nasional adalah guru berprestasi peringkat I tingkat propinsi semua kelompok guru SD/MI. wawancara. dan profesional. dan profesional. dan (c) penilaian pembimbingan peserta didik (wawancara. pengawas sekolah dan siswa meliputi kinerja melampaui target yang ditetapkan satuan pendidikan mencakup: (a) penilaian kompetensi pedagogik. Aspek yang dinilai di tingkat kecamatan meliputi kinerja melampaui target yang ditetapkan satuan pendidikan mencakup: (a) penilaian kompetensi pedagogik. Hasil karya yang diajukan adalah hasil karya yang diajukan di tingkat sebelumnya (tingkat propinsi) dan disahkan oleh panitia pemilihan. dan portofolio). kepribadian. dan SMP/MTs. Selain itu juga dilakukan penilaian visi dan misi guru terhadap peningkatan mutu pendidikan. Pada penilaian awal guru dinilai oleh Tim Penilai Tingkat Satuan Pendidikan yang terdiri dari kepala sekolah. (b) penilaian hasil karya kreatif atau inovatif. sosial. sosial. unjuk kerja/wawancara.

Pedoman Wawancara panitia Tingkat Satuan Pendidikan. diampu. Tes Tertulis. 1. Wawancara. Pedoman Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. didik dalam mata pelajaran yang Observasi/Unjuk Kerja. sosial.3 Mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota.4 Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu. atau Format Penilaian Portofolio 1. Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional 1. panitia provinsi. kultural. spiritual. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. spiritual. panitia kecamatan. panitia provinsi. panitia kecamatan. Tes Tertulis. Wawancara. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. moral. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 19 . Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik. intelektual. SMP) NO. Pedoman Wawancara. dan latar belakang sosialbudaya. Pedoman Wawancara. panitia kecamatan. Wawancara Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Observasi. dan intelektual. panitia provinsi.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Tabel 1 Matrik Penilaian Kinerja Guru (SD. panitia kecamatan.2 Tes Tertulis. Observasi/Unjuk Kerja. moral. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu. atau Format Penilaian Portofolio 1. sosial-emosional. SUBKOMPETENSI INDIKATOR METODE PENILAIAN ALAT PENILAIAN PENILAI Kompetensi Pedagogik 1.1 Menjelaskan karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Pedoman Observasi. Pedoman Observasi. Observasi/Unjuk Kerja. panitia provinsi. emosional.

Menerapkan pendekatan pembelajaran tematis khususnya dikelas-kelas awal SD/MI (khusus SD/MI) Tes Tertulis. diampu. Pedoman Observasi. 3. Observasi/Unjuk Kerja Naskah Tes Tertulis. metode. panitia kabupaten/kota. Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Wawancara. 3. panitia provinsi. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu. panitia kecamatan. panitia provinsi.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia kecamatan. panitia kecamatan. Wawancara Naskah Tes Tertulis. Wawancara.1 Menjelaskan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.2 Menentukan tujuan pembelajaran yang Tes Tertulis. Pedoman Wawancara panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan.2 Menerapkan berbagai pendekatan. atau panitia tingkat nasional Menjelaskan berbagai teori belajar dan Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional Tes Tertulis. Pedoman Wawancara. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. 2. Observasi/Unjuk Kerja. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan.1 INDIKATOR METODE PENILAIAN ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis.3 3. SUBKOMPETENSI Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. panitia kecamatan. Pedoman Wawancara PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu. panitia kabupaten/kota. 2. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. 2. Pedoman Observasi 2. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 20 . Wawancara prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu. panitia provinsi. strategi.

Observasi/Unjuk Kerja. Pedoman Observasi. panitia kecamatan. Pedoman Wawancara. Observasi/Unjuk Kerja. panitia kabupaten/kota. 4.1 Menjelaskan prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik. panitia provinsi. Pedoman Wawancara.5 Menata materi pembelajaran secara Tes Tertulis.6 Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian. panitia provinsi. Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. Wawancara. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia kecamatan. Pedoman Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Observasi. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.4 Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran. Pedoman Wawancara Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 21 . atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. benar sesuai dengan pendekatan yang Observasi/Unjuk Kerja. panitia kabupaten/kota. SUBKOMPETENSI 3. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. atau Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. atau Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau Format Penilaian Portofolio 3. Wawancara. Pedoman Wawancara. Pedoman Observasi. atau Format Penilaian Portofolio 3. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional 3. dipilih dan karakteristik peserta didik.3 INDIKATOR Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Wawancara. Tes Tertulis. panitia kecamatan. atau Format Penilaian Portofolio 4. panitia kecamatan. Wawancara Naskah Tes Tertulis. Wawancara. Pedoman Observasi. Observasi/Unjuk Kerja.

Wawancara.2 INDIKATOR METODE PENILAIAN ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. atau Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. maupun lapangan. sumber belajar yang relevan dengan Observasi/Unjuk Kerja karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh. Observasi/Unjuk Kerja Naskah Tes Tertulis. Pedoman Wawancara. Wawancara.6 Naskah Tes Tertulis. atau Format Penilaian Portofolio 4. panitia kecamatan. Wawancara. Pedoman Wawancara. panitia provinsi. baik untuk kegiatan di dalam kelas. Pedoman Wawancara. panitia provinsi. atau Format Penilaian Portofolio 4. dan Observasi/Unjuk Kerja. Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Observasi. Pedoman Observasi. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Observasi/Unjuk Kerja. atau Portofolio 4. Pedoman Observasi. panitia kecamatan. rancangan pembelajaran. panitia provinsi. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional Mengembangkan komponen-komponen Tes Tertulis. Naskah Tes Tertulis.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. di laboratorium. Tes Tertulis.4 Melaksanakan pembelajaran yang Tes Tertulis. Pedoman Wawancara. panitia kabupaten/kota. Wawancara. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Observasi 4. Mengambil keputusan transaksional dalam pembelajaran yang diampu sesuai dengan situasi yang berkembang.5 Menggunakan media pembelajaran dan Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota.3 Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap. Observasi/Unjuk Kerja. panitia provinsi. mendidik di kelas. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. SUBKOMPETENSI 4. Tes Tertulis. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. Pedoman Observasi Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 22 . panitia kecamatan. di lapangan dengan memperhatikan atau Portofolio standar keamanan yang dipersyaratkan. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. laboratorium. Pedoman Wawancara.

panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. Berkomunikasi secara efektif. Wawancara. panitia provinsi. panitia kecamatan. Pedoman Wawancara. 7. 6. atau Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Observasi. panitia kecamatan. didik mencapai prestasi secara optimal. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. Tes Tertulis. panitia provinsi. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 23 . atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. termasuk kreativitasnya. panitia kabupaten/kota.1 Menggunakan berbagai strategi berkomunikasi yang efektif. panitia kabupaten/kota. Wawancara. dan/atau bentuk lain. dan santun. empatik. Pedoman Wawancara. atau Format Penilaian Portofolio 6. panitia provinsi. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis.2 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Pedoman Observasi. 5. Pedoman Wawancara. secara lisan. Observasi/Unjuk Kerja. Pedoman Observasi.1 Menyediakan berbagai kegiatan Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional 6. panitia kecamatan.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. dan santun dengan peserta didik. Wawancara. Wawancara. atau Format Penilaian Portofolio 7. Tes Tertulis. Pedoman Observasi. Observasi/Unjuk Kerja. empatik. Observasi/Unjuk Kerja. Pedoman Wawancara. 5. SUBKOMPETENSI Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. tulisan. pembelajaran untuk mendorong peserta Observasi/Unjuk Kerja. panitia provinsi.1 INDIKATOR Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan.

panitia provinsi. dan (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik. panitia kecamatan. Wawancara. 8. atau panitia tingkat nasional 8. SUBKOMPETENSI 7. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis.2 INDIKATOR METODE PENILAIAN ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis. panitia provinsi. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 24 . atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Wawancara. (b) ajakan kepada peserta didik untuk ambil bagian. Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. Observasi/Unjuk Kerja.3 Tes Tertulis. panitia provinsi. Pedoman Observasi. Pedoman Observasi. dan santun dengan peserta didik Observasi/Unjuk Kerja. empatik. panitia kabupaten/kota. Pedoman Wawancara. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. Pedoman Observasi. (c) respons peserta didik terhadap ajakan guru. Observasi/Unjuk Kerja. atau panitia tingkat nasional Berkomunikasi secara efektif. panitia provinsi. atau Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Wawancara. atau Format Penilaian Portofolio 8. Pedoman Wawancara. Wawancara. panitia kecamatan. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. atau Format Penilaian Portofolio panitia Tingkat Satuan Pendidikan.2 Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu. Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan.1 Naskah Tes Tertulis. dengan bahasa yang khas dalam atau Portofolio interaksi kegiatan/permainan yang mendidik yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik untuk ambil bagian dalam permainan melalui bujukan dan contoh. Menerapkan prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu. Observasi/Unjuk Kerja. dan seterusnya. panitia kecamatan. Tes Tertulis.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia kabupaten/kota. Pedoman Observasi. atau Portofolio 8. Wawancara.

atau Format Penilaian Portofolio 8. panitia provinsi. SUBKOMPETENSI 8. panitia kecamatan. Pedoman Wawancara. Unjuk Kerja. panitia kecamatan. Wawancara. Observasi/Unjuk Kerja. panitia kabupaten/kota. atau Format Penilaian Portofolio 9. hasil belajar untuk berbagai tujuan. Wawancara. panitia kecamatan.4 INDIKATOR Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Observasi/Unjuk Kerja. panitia provinsi. atau Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Wawancara.5 Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrumen. Tes Tertulis. Pedoman Wawancara. atau Format Penilaian Portofolio 8. dan evaluasi untuk menentukan atau Portofolio ketuntasan belajar Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. Pedoman Wawancara. Pedoman Observasi. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 25 . panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Observasi/Unjuk Kerja. atau Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. Tes Tertulis. Pedoman Observasi. panitia kecamatan.1 Menggunakan informasi hasil penilaian Tes Tertulis. Wawancara.7 Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar. panitia kecamatan. panitia provinsi. Pedoman Wawancara. 9. Pedoman Wawancara. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis.6 Menganalisis hasil penilaian proses dan Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional 8. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. Wawancara. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Pedoman Observasi. panitia provinsi.

1 Melakukan refleksi terhadap Wawancara. Portofolio evaluasi kepada pemangku kepentingan. pembelajaran yang telah dilaksanakan. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional Menggunakan informasi hasil penilaian Wawancara.4 Memanfaatkan informasi hasil penilaian Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. panitia kecamatan. panitia kecamatan. panitia provinsi.2 Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu. Portofolio dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan. atau Portofolio Pedoman Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio 10.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Pedoman Wawancara. 10. panitia kabupaten/kota.3 Mengkomunikasikan hasil penilaian dan Wawancara. panitia kecamatan. Portofolio dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Observasi/Unjuk Kerja. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 26 . panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio 9. Wawancara. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. atau Format Penilaian Portofolio 10. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. panitia provinsi. Pedoman Observasi. SUBKOMPETENSI 9. panitia provinsi.2 INDIKATOR METODE PENILAIAN ALAT PENILAIAN Pedoman Wawancara. Pedoman Wawancara. atau Portofolio Pedoman Wawancara. panitia provinsi. Observasi/Unjuk Kerja. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Observasi. 9.

panitia kabupaten/kota. Observasi/Unjuk Kerja. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. 11. atau panitia tingkat nasional Kompetensi Kepribadian 11. METODE PENILAIAN Wawancara. Observasi/Unjuk Kerja Pedoman Wawancara. adat-istiadat. daerah asal.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. berakhlak mulia. panitia kecamatan. Wawancara.3 INDIKATOR Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu. Bertindak sesuai dengan norma agama. Pedoman Observasi Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 27 . panitia kecamatan. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. dan gender. panitia kabupaten/kota. dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. suku. Observasi/Unjuk Kerja Pedoman Wawancara. hukum dan sosial yang berlaku dalam masyarakat. Pedoman Observasi 11. Tes Tertulis. 12. Pedoman Observasi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. Pedoman Wawancara. dan kebudayaan nasional Indonesia. atau Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Wawancara. Observasi/Unjuk Kerja Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. Pedoman Observasi 12. hukum.1 Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut. tegas. dan kebudayaan nasional Indonesia yang beragam. Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. sosial. panitia provinsi. SUBKOMPETENSI 10. dan manusiawi. atau Portofolio ALAT PENILAIAN Pedoman Wawancara.2 Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut. panitia kecamatan.1 Berperilaku jujur.

2 INDIKATOR Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia. Pedoman Observasi PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. arif.3 Berperilaku yang dapat diteladan oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya. rasa bangga menjadi guru. Pedoman Observasi 14. dan rasa percaya diri. Wawancara.1 Menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi Wawancara.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Observasi/Unjuk Kerja Naskah Tes Tertulis. Observasi/Unjuk Kerja Pedoman Wawancara. SUBKOMPETENSI 12. Wawancara. 13. Pedoman Wawancara. Pedoman Observasi Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 28 . atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. Tes Tertulis. Observasi/Unjuk Kerja Pedoman Wawancara. panitia kecamatan. panitia provinsi. Wawancara. Observasi/Unjuk Kerja Pedoman Wawancara. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. Pedoman Observasi 13. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Wawancara. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. 14. arif. panitia kecamatan. stabil. panitia kabupaten/kota. dan berwibawa. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. atau panitia tingkat nasional 12. Pedoman Wawancara. panitia provinsi. tanggung jawab yang tinggi. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. dewasa. panitia kecamatan.2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa. dan berwibawa. Observasi/Unjuk Kerja ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. Menunjukkan etos kerja. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Observasi 13. panitia kecamatan.1 Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil.

3 Berperilaku sesuai dengan kode etik profesi guru. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Observasi/Unjuk Kerja Pedoman Wawancara. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. panitia kecamatan. panitia provinsi. 15. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. Pedoman Observasi Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 29 . Observasi/Unjuk Kerja Pedoman Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. Observasi/Unjuk Kerja Pedoman Wawancara. Pedoman Observasi 15. SUBKOMPETENSI 14. panitia provinsi.1 Memahami kode etik profesi guru.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Wawancara Naskah Tes Tertulis. Observasi/Unjuk Kerja diri sendiri. Tes Tertulis. panitia provinsi. Wawancara. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. panitia provinsi. Pedoman Observasi PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan.3 Bekerja mandiri secara profesional. 14. Pedoman Observasi 15. panitia kabupaten/kota. Wawancara. Pedoman Wawancara 15. atau panitia tingkat nasional Bangga menjadi guru dan percaya pada Wawancara. panitia kabupaten/kota. Wawancara.2 Menerapkan kode etik profesi guru.2 INDIKATOR METODE PENILAIAN ALAT PENILAIAN Pedoman Wawancara.

Pedoman Observasi Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 30 .2 Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara santun. teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran. Wawancara. Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional 16. panitia kecamatan. orang tua Observasi/Unjuk Kerja peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama. Pedoman Observasi 17. Observasi/Unjuk Kerja peserta didik. panitia kecamatan. panitia provinsi. empatik. 16. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. kondisi fisik. panitia provinsi.2 Wawancara. panitia provinsi. agama. latar belakang keluarga. SUBKOMPETENSI INDIKATOR METODE PENILAIAN ALAT PENILAIAN PENILAI Kompetensi Sosial 16. panitia kabupaten/kota. tenaga kependidikan. serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin. Wawancara. panitia kabupaten/kota. orang tua. Observasi/Unjuk Kerja Pedoman Wawancara. panitia kecamatan. Pedoman Observasi 17.1 Bersikap inklusif dan objektif terhadap Wawancara.1 Pedoman Wawancara. ras. empatik. Berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya secara santun. dan masyarakat. Pedoman Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dan santun dengan sesama pendidik. Observasi/Unjuk Kerja Pedoman Wawancara. Pedoman Observasi panitia Tingkat Satuan Pendidikan. suku. teman sejawat. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. 17. dan status sosial ekonomi. panitia kecamatan. Bersikap inklusif.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. bertindak objektif. empatik dan efektif. Berkomunikasi secara efektif. latar belakang keluarga. dan efektif tentang program pembelajaran dan kemajuan peserta didik. jenis kelamin. dan status sosial-ekonomi.

Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.1 Beradaptasi dengan lingkungan tempat Wawancara.3 INDIKATOR Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik. atau Portofolio Pedoman Wawancara. panitia provinsi. Berkomunikasi dengan teman sejawat. Observasi/Unjuk Kerja. panitia provinsi. atau Format Penilaian Portofolio 19. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Observasi/Unjuk Kerja lingkungan kerja untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang bersangkutan. Pedoman Wawancara. pembelajaran kepada komunitas profesi Observasi/Unjuk Kerja. SUBKOMPETENSI 17. Pedoman Observasi PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Wawancara. Pedoman Observasi 19. profesi ilmiah. panitia kabupaten/kota.2 Mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. Pedoman Observasi 18. Pedoman Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Observasi. Observasi/Unjuk Kerja ALAT PENILAIAN Pedoman Wawancara. Observasi/Unjuk Kerja bekerja dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik. panitia provinsi. 18.2 Melaksanakan berbagai program dalam Wawancara.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. METODE PENILAIAN Wawancara. sendiri secara lisan dan tulisan maupun atau Portofolio bentuk lain.1 Pedoman Wawancara. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. panitia kecamatan. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 31 . atau panitia tingkat nasional 18. 19. panitia kecamatan. Pedoman Observasi. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. dan komunitas ilmiah lainnya melalui berbagai media dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. panitia kecamatan.

Pedoman Observasi. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. Pedoman Observasi. Wawancara. Observasi/Unjuk Kerja. Pedoman Observasi. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. Jabaran kompetensi Butir 20 untuk Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Observasi/Unjuk Kerja. Pedoman Observasi. Pedoman Wawancara. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. atau Format Penilaian Portofolio 21. konsep. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Wawancara. struktur. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 32 . atau Portofolio disajikan pada tabel 2. panitia kecamatan. Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Wawancara. Tes Tertulis. Wawancara. panitia provinsi. dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Tes Tertulis. masing-masing guru mata pelajaran Observasi/Unjuk Kerja. 21. Menguasai materi.3 Memahami tujuan pembelajaran yang diampu.1 Memahami standar kompetensi mata pelajaran yang diampu. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. panitia provinsi. atau Format Penilaian Portofolio 21. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan.2 Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. Pedoman Wawancara. Pedoman Wawancara. Observasi/Unjuk Kerja. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. atau Format Penilaian Portofolio panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia provinsi. SUBKOMPETENSI INDIKATOR METODE PENILAIAN ALAT PENILAIAN PENILAI Kompetensi Profesional 20. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional 21.

panitia provinsi. atau Format Penilaian Portofolio 23. panitia provinsi. Observasi/Unjuk Kerja. atau panitia tingkat nasional 22. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. Observasi/Unjuk Kerja.1 Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus. panitia kecamatan. 22. panitia kecamatan. Pedoman Observasi. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 33 . panitia kecamatan. Pedoman Observasi.2 Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan keprofesionalan. atau Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. Observasi/Unjuk Kerja. panitia kabupaten/kota. atau Format Penilaian Portofolio 23. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. Observasi/Unjuk Kerja. SUBKOMPETENSI Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. Tes Tertulis. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Wawancara. 22. panitia provinsi.2 Mengolah materi pelajaran yang diampu Tes Tertulis. Wawancara. panitia kabupaten/kota. Pedoman Observasi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Wawancara. panitia kecamatan. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Pedoman Observasi. panitia kecamatan. 23. atau Format Penilaian Portofolio 23. Pedoman Observasi. Tes Tertulis. Wawancara. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Wawancara. Pedoman Wawancara. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Pedoman Wawancara.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia kabupaten/kota.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan. secara kreatif sesuai dengan tingkat Observasi/Unjuk Kerja. atau Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Wawancara. perkembangan peserta didik. Wawancara. Pedoman Wawancara. Tes Tertulis.1 INDIKATOR Memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. panitia provinsi.

atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Pedoman Wawancara. Tes Tertulis. Observasi/Unjuk Kerja. 24. Pedoman Wawancara. panitia kabupaten/kota. SUBKOMPETENSI 23. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. Pedoman Observasi. Pedoman Observasi.2 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri. atau panitia tingkat nasional 24. Observasi/Unjuk Kerja. panitia provinsi.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi. Pedoman Wawancara. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Observasi/Unjuk Kerja. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. Pedoman Observasi. panitia provinsi. Wawancara. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 34 . panitia kecamatan. Wawancara. atau Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. atau Format Penilaian Portofolio 24. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri. panitia provinsi. Wawancara. atau Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis. panitia kecamatan.4 INDIKATOR Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.

dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. konsep. Format Penilaian Portofolio 1. panitia provinsi. Tes Tertulis. struktur.1. Tes Tertulis. struktur. struktur. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. panitia kecamatan. – Menganalisis materi. panitia provinsi. dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi TABEL 2 Kompetensi masing-masing guru mata pelajaran NO. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN Kompetensi Umum: Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam – SUBKOMPETENSI METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional Menginterpretasikan materi. panitia kabupaten/kota. dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio – Menganalisis materi. Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen – Menginterpretasikan materi. dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. panitia kecamatan. panitia provinsi. struktur. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 35 . 1. Portofolio Naskah Tes Tertulis. konsep. 1. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. konsep. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis. panitia kecamatan.2. panitia kabupaten/kota. konsep.

konsep. panitia provinsi. 1. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. Tes Tertulis. konsep. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. panitia kecamatan. dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional – Menganalisis materi. Kompetensi Guru Pendidikan Agama Hindu – Menginterpretasikan materi. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik – SUBKOMPETENSI Menginterpretasikan materi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Kompetensi Guru Pendidikan Agama Buddha – Menginterpretasikan materi.5.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO.3. dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Buddha. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. struktur. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Menganalisis materi.4. struktur. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio 1. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 36 . Tes Tertulis. struktur. panitia provinsi. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio 1. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu. konsep. konsep. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia kecamatan. dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. struktur. konsep. panitia kabupaten/kota. struktur. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan.

Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis. panitia provinsi. SMA/MA. panitia provinsi. panitia provinsi. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. panitia provinsi. Kompetensi Guru mata pelajaran PKn pada SMP/MTs. Portofolio Naskah Tes Tertulis. konsep. konsep. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Konghucu. panitia kabupaten/kota. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menganalisis materi. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 37 .6. Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Menganalisis materi. Format Penilaian Portofolio – Memahami substansi Pendidikan Kewarganegaraan yang meliputi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). struktur. atau panitia tingkat nasional 1. Portofolio Naskah Tes Tertulis. struktur. panitia kabupaten/kota. konsep. SMK/MAK* – Memahami materi. dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. panitia kecamatan. panitia provinsi. METODE PENILAIAN Tes Tertulis.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. struktur. Format Penilaian Portofolio 2. konsep. dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Konghucu. nilai dan sikap kewarganegaraan (civic disposition). dan ketrampilan kewarganegaraan (civic skills). panitia kecamatan. dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Buddha. struktur. panitia kecamatan. Kompetensi Guru Pendidikan Agama Konghucu – Menginterpretasikan materi.

panitia kecamatan. Kompetensi Guru mata pelajaran Seni Budaya pada SD/MI. teater) dan keterampilan. apresiasi. panitia provinsi. konsep. dan kreasi/rekreasi) yang mendukung pelaksanaan pembelajaran seni budaya (seni rupa. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. dan SMA/MA. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. tari. Format Penilaian Portofolio 4. dan pola pikir ilmu-ilmu yang relevan dengan pembelajaran Seni Budaya. SMP/MTs. panitia kabupaten/kota. Olahraga. atau panitia tingkat nasional 3. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 38 . struktur. panitia kabupaten/kota. Kompetensi Guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani. dan pola pikir keilmuan (mencakup materi yang bersifat konsepsi. musik. SMP/MTs. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. SMK/MAK* – Menjelaskan dimensi filosofis pendidikan jasmani termasuk etika sebagai aturan dan profesi. Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. SMK/MAK* – Menguasai materi. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio – Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menunjukkan manfaat mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. konsep. Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. Menganalisis materi. dan Kesehatan pada SD/MI. panitia kecamatan. struktur. panitia kecamatan. dan SMA/MA. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. METODE PENILAIAN Tes Tertulis.

Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio – Menjelaskan aspek fisiologis manusia dan efek dari kinerja latihan. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Menjelaskan aspek kinesiologi dan kinerja fisik manusia. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. kecemasan dan stress. panitia kabupaten/kota. Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kecamatan. Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 39 . METODE PENILAIAN Tes Tertulis. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menjelaskan perspektif sejarah pendidikan jasmani. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. termasuk motivasi dan tujuan. panitia kecamatan. Format Penilaian Portofolio – Menjelaskan aspek psikologi pada kinerja manusia. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. panitia provinsi. serta persepsi diri. atau panitia tingkat nasional – Menjelaskan dimensi anatomi manusia. secara struktur dan fungsinya Tes Tertulis. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan.

panitia kabupaten/kota. suku. termasuk keterampilan dasar dan kompleks dan hubungan timbal balik di antara domain kognitif. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. SMK/MAK* – Menggunakan bilangan. panitia kecamatan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio – Menggunakan pengukuran dan penaksiran. Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. hubungan di antara bilangan. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. termasuk dinamika sosial. panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. SMA/MA. dan perbedaan jenis kelamin. panitia kabupaten/kota. termasuk aspek-aspek yang mempengaruhinya. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio 5. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia provinsi. Tes Tertulis. dan budaya. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional – Menjelaskan teori perkembangan gerak. Format Penilaian Portofolio – Menjelaskan teori belajar gerak. etika dan perilaku moral. panitia kecamatan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menjelaskan aspek sosiologi dalam kinerja diri. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. Tes Tertulis. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 40 . panitia kabupaten/kota. Portofolio Naskah Tes Tertulis. berbagai sistem bilangan dan teori bilangan. panitia kecamatan. afektif dan psikomotorik. Kompetensi Guru mata pelajaran Matematika pada SMP/MTs. panitia kabupaten/kota.

panitia kecamatan. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional – Menggunakan konsep-konsep geometri. panitia kecamatan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia kecamatan. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis. panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio – Menggunakan konsep-konsep statistika dan peluang. Format Penilaian Portofolio – Menggunakan pola dan fungsi. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menggunakan logika matematika. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 41 . panitia provinsi. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kecamatan. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia provinsi. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio – Menggunakan konsep-konsep aljabar. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan.

atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. atau panitia tingkat nasional – Menggunakan konsep dan proses matematika diskrit. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Menggunakan trigonometri. panitia kecamatan. panitia kecamatan. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio – Menggunakan vektor dan matriks. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 42 . panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Menjelaskan sejarah dan filsafat matematika. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menggunakan konsep-konsep kalkulus dan geometri analitik.

panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional 6.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia provinsi. panitia provinsi. Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio – Melakukan pemrograman komputer dengan salah satu bahasa pemrograman berorientasi objek. Format Penilaian Portofolio – Merakit. piranti lunak komputer. panitia kecamatan. panitia kecamatan. memelihara dan melacak serta memecahkan masalah (troubleshooting) pada komputer personal. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. menginstalasi. Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 43 . panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. model matematika. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. men-setup. Tes Tertulis. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. alat hitung. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. alat ukur. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Mampu menggunakan alat peraga. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Mengolah kata (word processing) dengan komputer personal. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada SMP/MTs – Mengoperasikan komputer personal dan periferalnya. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dan model statistika. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan.

atau panitia tingkat nasional – Mengelola pangkalan data (data base) dengan komputer personal atau komputer server. Format Penilaian Portofolio – Membuat dan memelihara jaringan komputer (kabel dan nirkabel). panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. panitia kecamatan. panitia provinsi. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio – Membuat presentasi interaktif yang memenuhi kaidah komunikasi visual dan interpersonal. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. Format Penilaian Portofolio – Membuat media grafis dengan menggunakan perangkat lunak publikasi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 44 . panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. Tes Tertulis. panitia provinsi. Tes Tertulis. Tes Tertulis. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Mengolah lembar kerja (spreadsheet) dan grafik dengan komputer personal. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan.

termasuk pemrosesan gambar. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional – Menggunakan sarana telekomunikasi (telephone. Tes Tertulis. mobilephone. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Membuat dan menggunakan media komunikasi. Format Penilaian Portofolio – Mendesain dan mengelola lingkungan pembelajaran/sumber daya dengan memperhatikan standar kesehatan dan keselamatan. panitia kecamatan. panitia kecamatan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia kecamatan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. audio dan video. panitia provinsi. faximile). Tes Tertulis. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Membuat dan memelihara situs laman (web).Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia kecamatan. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio – Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam disiplin atau materi pembelajaran lain dan sebagai media komunikasi. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 45 . panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota.

Tes Tertulis. hukum-hukum. dan teori-teori IPA serta penerapannya secara fleksibel. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Menggunakan bahasa simbolik dalam mendeskripsikan proses dan gejala alam. panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional – Memahami EULA (End User Licence Agreement) dan keterbatasan serta keluasan penggunaan perangkat lunak secara legal. panitia kecamatan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio 7. panitia provinsi. panitia kecamatan. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Kompetensi Guru mata – pelajaran IPA pada SMP/MTs Memahami konsep-konsep. panitia kabupaten/kota. Tes Tertulis. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Mengoperasikan perangkat keras dan perangkat lunak pendukung pembelajaran. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 46 . Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. panitia provinsi. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Memahami proses berpikir IPA dalam mempelajari proses dan gejala alam.

Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Portofolio Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Memahami hubungan antar berbagai cabang IPA. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 47 . panitia provinsi. Tes Tertulis. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional – Bernalar secara kualitatif maupun kuantitatif tentang proses dan hukum alam sederhana. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio – Memahami lingkup dan kedalaman IPA sekolah. panitia kabupaten/kota. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio – Menjelaskan penerapan hukum-hukum IPA dalam teknologi terutama yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. dan hubungan IPA dengan matematika dan teknologi. Format Penilaian Portofolio – Menerapkan konsep. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia kecamatan. hukum. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. panitia kecamatan. panitia kecamatan. dan teori IPAuntuk menjelaskan berbagai fenomena alam. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. Tes Tertulis.

Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 48 . panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. alat peraga. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio – Menggunakan alat-alat ukur. Format Penilaian Portofolio – Melaksanakan eksperimen IPA dengan cara yang benar. panitia provinsi. panitia provinsi. dan piranti lunak komputer untuk meningkatkan pembelajaran IPA di kelas. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan IPA. panitia kecamatan. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. alat hitung. Format Penilaian Portofolio – Merancang eksperimen IPA untuk keperluan pembelajaran atau penelitian. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Portofolio Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional – Menguasai prinsip-prinsip dan teori-teori pengelolaan dan keselamatan kerja/belajar di laboratorium IPA sekolah. Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia provinsi. laboratorium. panitia kabupaten/kota.

panitia provinsi. Kompetensi Guru Mata pelajaran Biologi pada SMA/MA. Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Memahami sejarah perkembangan IPA dan pikiran-pikiran yang mendasari perkembangan tersebut. Tes Tertulis. panitia kecamatan. Format Penilaian Portofolio – Memahami struktur (termasuk hubungan fungsional antar konsep) ilmu Biologi dan ilmu-ilmu lain yang terkait. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 49 . Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. dan teori-teori biologi serta penerapannya secara fleksibel. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio – Memahami proses berpikir biologi dalam mempelajari proses dan gejala alam. panitia provinsi. panitia provinsi. panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. Tes Tertulis. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional 8. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio – Menggunakan bahasa simbolik dalam mendeskripsikan proses dan gejala alam/biologi. panitia kecamatan. hukum-hukum. Portofolio Naskah Tes Tertulis. SMK/MAK* – Memahami konsep-konsep. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis.

panitia kecamatan. Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan bidang ilmu biologi dan ilmu-ilmu yang terkait. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dan teori fisika kimia dan matematika untuk menjelaskan/mendeskripsikan fenomena biologi. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. panitia provinsi. hukum. Tes Tertulis. panitia kecamatan. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Bernalar secara kualitatif maupun kuantitatif tentang proses dan hukum biologi. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 50 . Format Penilaian Portofolio – Menjelaskan penerapan hukum-hukum biologi dalam teknologi yang terkait dengan biologi terutama yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional – Menerapkan konsep. panitia kabupaten/kota. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio – Memahami lingkup dan kedalaman biologi sekolah.

panitia kecamatan. dan piranti lunak komputer untuk meningkatkan pembelajaran biologi di kelas. alat hitung. panitia kabupaten/kota. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 51 . Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Memahami sejarah perkembangan IPA pada umumnya khusunya biologi dan pikiran-pikiran yang mendasari perkembangan tersebut. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. laboratorium dan lapangan. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menguasai prinsip-prinsip dan teori-teori pengelolaan dan keselamatan kerja/belajar di laboratorium biologi sekolah. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional – Menggunakan alat-alat ukur. Tes Tertulis. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. alat peraga. Format Penilaian Portofolio – Melaksanakan eksperiment biologi dengan cara yang benar. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio – Merancang eksperiment biologi untuk keperluan pembelajaran atau penelitian. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan.

atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. 9. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dan teori-teori fisika serta penerapannya secara fleksibel. panitia kabupaten/kota. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. Tes Tertulis. panitia kecamatan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN Kompetensi Guru mata pelajaran Fisika pada SMA/MA. panitia provinsi. Tes Tertulis. panitia provinsi. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. SMK/MAK* – SUBKOMPETENSI Memahami konsep-konsep. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. hukum-hukum. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional – Memahami proses berpikir fisika dalam mempelajari proses dan gejala alam.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia kecamatan. Tes Tertulis. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio – Bernalar secara kualitatif maupun kuantitatif tentang proses dan hukum fisika. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 52 . Format Penilaian Portofolio – Menggunakan bahasa simbolik dalam mendeskripsikan proses dan gejala alam. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio – Memahami struktur (termasuk hubungan fungsional antar konsep) ilmu Fisika dan ilmu-ilmu lain yang terkait.

panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan bidang ilmu fisika dan ilmuilmu yang terkait. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. panitia kecamatan. panitia provinsi. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. dan kimia. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Menguasai prinsip-prinsip dan teori-teori pengelolaan dan keselamatan kerja/belajar di laboratorium fisika sekolah. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 53 . panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional – Menjelaskan penerapan hukum-hukum fisika dalam teknologi terutama yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. panitia kabupaten/kota. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menerapkan konsep. Format Penilaian Portofolio – Memahami lingkup dan kedalaman fisika sekolah. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dan teori fisika untuk menjelaskan fenomena biologi. hukum. Tes Tertulis. Tes Tertulis. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. panitia kecamatan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan.

alat peraga. Portofolio Naskah Tes Tertulis. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. laboratorium. Format Penilaian Portofolio – Memahami sejarah perkembangan IPA pada umumnya khususnya fisika dan pikiran-pikiran yang mendasari perkembangan tersebut. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio 10. panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 54 . atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. SMK/MAK* – Memahami konsep-konsep. panitia kecamatan. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional – Merancang eksperimen fisika untuk keperluan pembelajaran atau penelitian. alat hitung. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio – Melaksanakan eksperimen fisika dengan cara yang benar. energetika dan kinetika serta penerapannya secara fleksibel. panitia provinsi. Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dinamika. panitia kecamatan. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menggunakan alat-alat ukur. dan piranti lunak komputer untuk meningkatkan pembelajaran fisika di kelas. Portofolio Naskah Tes Tertulis. dan teori-teori kimia yang meliputi struktur. panitia kecamatan. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dan lapangan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. hukum-hukum. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. Kompetensi Guru mata pelajaran Kimia pada SMA/MA. panitia provinsi.

panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio – Memahami struktur (termasuk hubungan fungsional antar konsep) ilmu Kimia dan ilmu-ilmu lain yang terkait. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kecamatan. panitia kecamatan. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Tes Tertulis. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Memahami proses berpikir kimia dalam mempelajari proses dan gejala alam. panitia kecamatan. hukum. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. Tes Tertulis. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 55 . Tes Tertulis. Tes Tertulis. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio – Bernalar secara kualitatif maupun kuantitatif tentang proses dan hukum kimia. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional – Menggunakan bahasa simbolik dalam mendeskripsikan proses dan gejala alam/kimia. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dan teori fisika dan matematika untuk menjelaskan/mendeskripsikan fenomena kimia.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Menerapkan konsep. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota.

Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 56 . panitia kecamatan. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional – Memahami lingkup dan kedalaman kimia sekolah. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. dan piranti lunak komputer untuk meningkatkan pembelajaran kimia di kelas. alat hitung. Tes Tertulis. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. alat peraga. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menjelaskan penerapan hukum-hukum kimia dalam teknologi yang terkait dengan kimia terutama yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Portofolio Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. laboratorium dan lapangan. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio – Menggunakan alat-alat ukur.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia provinsi. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio – Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan bidang ilmu yang terkait dengan mata pelajaran kimia. panitia provinsi. panitia kecamatan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Menguasai prinsip-prinsip dan teori-teori pengelolaan dan keselamatan kerja/belajar di laboratorium kimia sekolah. Portofolio Naskah Tes Tertulis. METODE PENILAIAN Tes Tertulis.

METODE PENILAIAN Tes Tertulis. Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. Tes Tertulis. nasional. atau panitia tingkat nasional – Melaksanakan eksperiment kimia dengan cara yang benar. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Kompetensi Guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada SMP/MTs – Menguasai materi. panitia kecamatan. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Format Penilaian Portofolio – Membedakan struktur keilmuan IPS dengan Ilmu-ilmu Sosial. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. maupun global. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia kecamatan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio 11. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Memahami sejarah perkembangan IPA pada umumnya khusunya kimia dan pikiranpikiran yang mendasari perkembangan tersebut. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. konsep. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. Tes Tertulis. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Merancang eksperiment kimia untuk keperluan pembelajaran atau penelitian. panitia provinsi. Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. struktur. dan pola pikir mata pelajaran IPS baik dalam lingkup lokal. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 57 . panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi.

Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 58 . panitia kabupaten/kota. Portofolio Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. struktur. dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran Ekonomi. Format Penilaian Portofolio – Membedakan pendekatan-pendekatan Ekonomi. panitia kecamatan. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. konsep.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio – Menunjukkan manfaat mata pelajaran Ekonomi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional – Menunjukkan manfaat mata pelajaran IPS. SMK/MAK* – Memahami materi. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio 12. Kompetensi Guru mata pelajaran Ekonomi pada SMA/MA. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menguasai konsep dan pola pikir keilmuan dalam bidang IPS. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia kecamatan. Tes Tertulis. panitia kecamatan.

Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. Portofolio Naskah Tes Tertulis. dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran Sosiologi. panitia provinsi. panitia kecamatan. panitia kecamatan. panitia kecamatan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. 13. panitia provinsi. panitia provinsi. panitia kecamatan. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 59 . Format Penilaian Portofolio – Membedakan jenis-jenis Antropologi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. SMK/MAK* – Memahami materi. Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. struktur. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN Kompetensi Guru mata pelajaran Sosiologi pada SMA/MA. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio – Menunjukkan manfaat mata pelajaran Sosioligi. Kompetensi Guru mata pelajaran Antropologi pada SMA/MA. SMK/MAK* – SUBKOMPETENSI Memahami materi. Tes Tertulis. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio 14. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dan konsep pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran Antropologi. struktur. panitia kabupaten/kota. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional – Memahami angkah-langkah kerja ilmuwan sosial.

Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio – Menunjukkan manfaat mata pelajaran geografi Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio – Menguasai materi geografi secara luas dan mendalam Tes Tertulis. panitia provinsi. ruang lingkup. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dan objek geografi. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menunjukkan manfaat mata pelajaran Antropologi. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Kompetensi Guru mata pelajaran Geogafi pada SMA/MA. panitia provinsi. panitia kecamatan. panitia kecamatan.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Format Penilaian Portofolio – Membedakan pendekatan-pendekatan geografi. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional 15. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 60 . panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. SMK/MAK* – Menguasai hakikat struktur keilmuan. panitia kecamatan. Portofolio Naskah Tes Tertulis.

Kompetensi Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia pada SMP/MTs. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. dan objek Sejarah. panitia kecamatan. panitia kecamatan. panitia kecamatan. Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 61 . Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. ruang lingkup. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN Kompetensi Guru mata pelajaran Sejarah pada SMA/MA. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. SMK/MAK* – SUBKOMPETENSI Menguasai hakikat struktur keilmuan. teori. dan materi berbagai aliran linguistik yang terkait dengan pengembangan materi pembelajaran bahasa. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. 16. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional – Membedakan pendekatan-pendekatan Sejarah. SMA/MA. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio 17. Format Penilaian Portofolio – Menunjukkan manfaat mata pelajaran Sejarah. panitia kecamatan. Format Penilaian Portofolio – Menguasai materi Sejarah secara luas dan mendalam. SMK/MAK* – Memahami konsep. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. panitia kecamatan. Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. Tes Tertulis. Tes Tertulis. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia provinsi. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota.

METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia provinsi. dan ragam bahasa Indonesia. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 62 . Portofolio Naskah Tes Tertulis. Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio – Menguasai kaidah bahasa Indonesia sebagai rujukan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional – Memahami kedudukan. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia kecamatan. panitia provinsi. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Memahami hakekat bahasa dan pemerolehan bahasa. Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio – Memahami teori dan genre sastra Indonesia. fungsi. Tes Tertulis.

Portofolio Naskah Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 63 . Portofolio Naskah Tes Tertulis. wacana. panitia kabupaten/kota.1. panitia provinsi. wacana. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Mengapresiasi karya sastra secara reseptif dan produktif. panitia provinsi. reseptif dan produktif dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik. Format Penilaian Portofolio panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional – Menguasai bahasa Inggris lisan dan tulis. panitia provinsi. dan strategis). panitia kecamatan. sosiolinguistik. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. SMP/MTs. dan SMA/MA.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. Kompetensi Guru Bahasa: Kompetensi Guru Bahasa Inggris pada SD/MI. atau panitia tingkat nasional 18 18. panitia kecamatan. SMK/MAK* – Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam bahasa Inggris (linguistik. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. Tes Tertulis. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. dan strategis). sosiolinguistik.

panitia kabupaten/kota. wacana. dan strategis). Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 64 . panitia kabupaten/kota. sosiolinguistik. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia provinsi. panitia kecamatan. panitia kecamatan. reseptif dan produktif dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. sosiolinguistik. Portofolio Naskah Tes Tertulis. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. wacana. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Portofolio Naskah Tes Tertulis. 18. sosiolinguistik. panitia kabupaten/kota. Tes Tertulis. Kompetensi Guru Bahasa Jerman pada SMA/MA.3. dan strategis). panitia kabupaten/kota. SMK/MAK* – Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam bahasa Jerman (linguistik. panitia kecamatan. sosiolinguistik. Tes Tertulis. Format Penilaian Portofolio 18. panitia kecamatan.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. dan strategis). panitia provinsi. wacana. SMK/MAK* – Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam bahasa Perancis (linguistik. panitia provinsi. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN Kompetensi Guru Bahasa Arab pada SMA/MA. wacana. dan strategis). Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Kompetensi Guru Bahasa Perancis pada SMA/MA. SMK/MAK* – SUBKOMPETENSI Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam bahasa Arab (linguistik. wacana. panitia kecamatan. Format Penilaian Portofolio – Menguasai bahasa Jerman lisan dan tulis. sosiolinguistik. Format Penilaian Portofolio 18. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional – Menguasai bahasa Arab lisan dan tulis.2. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. reseptif dan produktif dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik. dan strategis). panitia kabupaten/kota.4. panitia provinsi.

sosiolinguistik. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. Format Penilaian Portofolio 18. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional 18. reseptif dan produktif dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio – Menguasai bahasa Jepang lisan dan tulis. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. wacana. Kompetensi Guru Bahasa Jepang pada SMA/MA. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. wacana. sosiolinguistik. Portofolio Naskah Tes Tertulis. dan strategis). panitia kabupaten/kota. sosiolinguistik. reseptif dan produktif dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik. panitia provinsi. dan strategis). SMK/MAK* – Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam bahasa Jepang (linguistik. dan strategis). KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menguasai bahasa Perancis lisan dan tulis. wacana. sosiolinguistik. panitia provinsi. Tes Tertulis. dan strategis). panitia kabupaten/kota. Tes Tertulis.5. wacana.6. SMK/MAK* – Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam bahasa Mandarin (linguistik. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Portofolio Naskah Tes Tertulis. Kompetensi Guru Bahasa Mandarin pada SMA/MA. panitia kecamatan. Tes Tertulis. reseptif dan produktif dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 65 .Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. wacana. Portofolio Naskah Tes Tertulis. dan strategis). panitia kecamatan. sosiolinguistik. Format Penilaian Portofolio – Menguasai bahasa Mandarin lisan dan tulis. panitia kecamatan.

atau panitia tingkat nasional – Memahami kedudukan. panitia kabupaten/kota. Tes Tertulis. panitia kecamatan. Pedoman Observasi. Pedoman Wawancara. berbicara. atau Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Observasi/Unjuk Kerja. panitia kecamatan. Pedoman Observasi. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia – SUBKOMPETENSI Memahami hakikat bahasa dan pemerolehan bahasa. Wawancara. Observasi/Unjuk Kerja. panitia provinsi. Observasi/Unjuk Kerja. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Observasi. Wawancara. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. Pedoman Wawancara. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 66 . atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. Wawancara. dan menulis) Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Wawancara. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. membaca.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Tabel 3 Kompetensi Profesional Khusus Guru SD NO. atau Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. fungsi. panitia kecamatan. panitia provinsi. Pedoman Wawancara. panitia kecamatan. atau Format Penilaian Portofolio – Memiliki keterampilan berbahasa Indonesia (menyimak. 1. atau Format Penilaian Portofolio – Menguasai dasar-dasar dan kaidah bahasa Indonesia sebagai rujukan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pedoman Wawancara. Pedoman Observasi. dan ragam bahasa Indonesia. Observasi/Unjuk Kerja. panitia provinsi.

Wawancara. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Memahami teori dan genre sastra Indonesia. dan logika matematika. atau panitia tingkat nasional – Mampu mengapresiasi karya sastra Indonesia. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. aljabar. geometri. panitia kecamatan.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia kabupaten/kota. Observasi/Unjuk Kerja. penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pedoman Wawancara. secara reseptif dan produktif. dan keterkaitan keduanya dalam pemecahan masalah matematika. panitia kecamatan. Observasi/Unjuk Kerja. Observasi/Unjuk Kerja. atau Format Penilaian Portofolio – Mampu menggunakan pengetahuan konseptual. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. Pedoman Wawancara. panitia kabupaten/kota. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Wawancara. Pedoman Observasi. Wawancara. Pedoman Observasi. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 67 . Matematika – Menguasai pengetahuan konseptual dan prosedural serta keterkaitan keduanya dalam konteks materi aritmatika. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. prosedural. panitia provinsi. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Pedoman Observasi. serta. Wawancara. panitia kecamatan. Observasi/Unjuk Kerja. atau Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. panitia provinsi. atau Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. pengukuran. trigonometri. panitia provinsi. Pedoman Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau Format Penilaian Portofolio 2. panitia kabupaten/kota. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia provinsi. Pedoman Observasi. atau Format Penilaian Portofolio – Tes Tertulis. panitia kecamatan. Pedoman Wawancara. Pedoman Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Mampu menggunakan matematisasi horizontal dan vertikal untuk menyelesaikan masalah matematika dan masalah dalam dunia nyata. Wawancara. Observasi/Unjuk Kerja. statistika. Tes Tertulis. Pedoman Observasi. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. panitia kecamatan. Tes Tertulis.

atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 68 . Pedoman Observasi. Tes Tertulis. Pedoman Wawancara. Tes Tertulis. panitia provinsi. nilai. alat ukur. panitia kabupaten/kota. alat hitung. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Tes Tertulis. panitia provinsi. atau Format Penilaian Portofolio – Memahami struktur ilmu pengetahuan alam. panitia kecamatan. Wawancara. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. dan keterampilan IPS. Pedoman Observasi. Pedoman Wawancara. atau Format Penilaian Portofolio – Memanfaatkan konsep-konsep dan hukumhukum ilmu pengetahuan alam dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari. Pedoman Observasi. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. Wawancara. IPA – Mampu melakukan observasi gejala alam baik secara langsung maupun tidak langsung. termasuk hubungan fungsional antarkonsep. Observasi/Unjuk Kerja. Pedoman Observasi. panitia kecamatan. atau Format Penilaian Portofolio 4. atau Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. Wawancara. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Observasi/Unjuk Kerja. Observasi/Unjuk Kerja. IPS – Menguasai materi keilmuan yang meliputi dimensi pengetahuan. Pedoman Wawancara. panitia kabupaten/kota. Observasi/Unjuk Kerja. panitia kabupaten/kota. Pedoman Observasi. panitia provinsi. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Pedoman Wawancara. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Mampu menggunakan alat peraga. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. yang berhubungan dengan mata pelajaran IPA. dan piranti lunak komputer. Pedoman Wawancara. atau panitia tingkat nasional 3. panitia provinsi. Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. Observasi/Unjuk Kerja. atau Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. Wawancara.

Tes Tertulis. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. kehidupan agama. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dan prinsip-prinsip pokok ilmu-ilmu sosial dalam konteks kebhinnekaan masyarakat Indonesia dan dinamika kehidupan global. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Observasi/Unjuk Kerja. Pedoman Observasi. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. struktur. panitia kecamatan. Wawancara. Menguasai materi keilmuan yang meliputi dimensi pengetahuan. Wawancara. panitia provinsi. atau Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. Pedoman Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dan perkembangan masyarakat serta saling ketergantungan global. Pedoman Observasi. Observasi/Unjuk Kerja. sikap. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 69 . Wawancara. nilai. panitia kabupaten/kota. dan konsep keilmuan IPS. atau panitia tingkat nasional – Memahami cita-cita. Pedoman Observasi. panitia provinsi. atau Format Penilaian Portofolio 5. seni. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota. nilai. teknologi. atau Format Penilaian Portofolio – Memahami fenomena interaksi perkembangan ilmu pengetahuan. panitia kabupaten/kota. PKn – Tes Tertulis. Pedoman Wawancara. Observasi/Unjuk Kerja. Pedoman Observasi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. konsep. panitia kecamatan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Mengembangkan materi. Tes Tertulis. Pedoman Wawancara. semangat kebangsaan dan cinta tanah air serta bela negara.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. panitia provinsi. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Pedoman Wawancara. atau Format Penilaian Portofolio – Menguasai konsep dan prinsip kepribadian nasional dan demokrasi konstitusional Indonesia. Observasi/Unjuk Kerja. Pedoman Observasi. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. panitia kecamatan. panitia kecamatan. Pedoman Wawancara. panitia kecamatan. Wawancara. Observasi/Unjuk Kerja. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. Wawancara. Tes Tertulis. atau Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. dan perilaku yang mendukung kegiatan pembelajaran PKn.

pemajuan HAM. dan norma kewarganegaraan Indonesia yang demokratis dalam konteks kewargaan negara dan dunia. atau Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 70 . Pedoman Wawancara. atau Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kecamatan. Observasi/Unjuk Kerja. KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN – SUBKOMPETENSI Menguasai konsep dan prinsip perlindungan. panitia kecamatan. nilai. Wawancara. panitia provinsi. serta penegakan hukum secara adil dan benar. panitia provinsi. atau Portofolio ALAT PENILAIAN Naskah Tes Tertulis. panitia kabupaten/kota. Pedoman Wawancara. METODE PENILAIAN Tes Tertulis. Pedoman Observasi. prinsip. moral. atau Portofolio Naskah Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional – Menguasai konsep. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Tes Tertulis. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Observasi/Unjuk Kerja. Wawancara. Pedoman Observasi.

Portofolio Pedoman Wawancara. panitia kecamatan. Wawancara. panitia kecamatan. Format Penilaian Portofolio panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia kabupaten/kota. Portofolio Pedoman Wawancara. panitia kecamatan. panitia kecamatan. panitia provinsi. 1. Format Penilaian Portofolio – Penulisan buku fiksi/nonfiksi di bidang pendidikan atau sastra Indonesia dan sastra daerah. panitia provinsi. Format Penilaian Portofolio – Penciptaan karya seni. Portofolio Pedoman Wawancara. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Tabel 4 Penilaian Karya Kreatif/Inovatif. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional JENIS KARYA METODE PENILAIAN ALAT PENILAIAN PENILAI – Penemuan teknologi tepat guna dalam bidang pendidikan. ASPEK PENILAIAN Hasil Karya Kreatif dan Inovatif – Pembaruan (inovasi) dalam pembelajaran atau bimbingan. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Portofolio Pedoman Wawancara. atau Wawancara. panitia kabupaten/kota. Wawancara. Pembimbingan Peserta Didik dan Pengembangan Diri NO. Wawancara. atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 71 .

atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. panitia kabupaten/kota. Portofolio Pedoman Wawancara. Portofolio Pedoman Wawancara. Format Penilaian Portofolio 4. panitia provinsi. panitia kecamatan. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. Format Penilaian Portofolio panitia Tingkat Satuan Pendidikan. atau panitia tingkat nasional 2. Format Penilaian Portofolio Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 72 . atau panitia tingkat nasional panitia Tingkat Satuan Pendidikan. panitia provinsi. panitia kecamatan. panitia provinsi. atau panitia tingkat nasional – Bidang ekstrakurikuler Wawancara. ASPEK PENILAIAN – JENIS KARYA Karya Kreatif/Inovatif Bidang olahraga METODE PENILAIAN Wawancara. Portofolio ALAT PENILAIAN Pedoman Wawancara. Pembimbingan Peserta Didik Untuk Mencapai Prestasi – Bidang intrakurikuler Wawancara. Format Penilaian Portofolio PENILAI panitia Tingkat Satuan Pendidikan. Portofolio Pedoman Wawancara. panitia kecamatan. panitia kabupaten/kota. panitia kabupaten/kota.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi NO. Pengembangan Diri – Mengikuti pendidikan dan latihan fungsional/ kegiatan kolektif guru Wawancara.

Kompetensi pedagogik c. KOMPONEN Penguasaan kompetensi a. Portofolio dan Wawancara JUMLAH : 10 100 Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 73 . Prestasi di bidang olahraga Penilaian kinerja dalam kegiatan pembelajaran Pembimbingan peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang :  Intrakurikuler  Ekstrakurikuler Pengembangan diri  Diklat Fungsional/kegiatan kolektif Portofolio/ Wawancara 10 ………… ………… 3. Kompetensi sosial Jenis Tes/Uji Tes Tertlis/ kompetensi Bobot Satuan 10 Skor ………… Skor X Bobot ……… Tes Kepribadian 10 ………… ……… Wawancara Performance/presentase 15 5 40 2. b. Penentuan Skor Akhir Pemilihan guru berprestasi tingkat kabupaten/kota dan provinsi adalah peserta yang memperoleh hasil penilaian tertinggi. Portofolio dan Wawancara 10 5. e. Penulisan buk fiksi/non fiksi di bidang pendidikan atau Sastra Indonesia dan Sastra Daerah d. 1. Penciptaan karya seni. Kompetensi Kepribadian b. Fortofolio/ Observasi/ Wawancara/ 30 4. atau.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi C. Penentuan skor akhir dengan menggunakan acuan sebagai berikut : Penghitungan Skor Akhir NO. Kompetensi profesional d. Pembaharuan (inovasi) dalam pembelajaran atau bimbingan. Penemuan teknologi tepat guna c. Kreativitas dan inovasi a.

loyalitas dan profesionalisme guru. yang diharapkan akan berpengaruh positif pada kinerja dan prestasi kerjanya. dan tingkat nasional. Mudah-mudahan pedoman ini dapat menjadi acuan bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pemilihan guru berprestasi pada semua tingkatan. terutama bagi mereka yang berprestasi. kecamatan.Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi BAB V PENUTUP Seperti diuraikan sebelumnya. provinsi. terutama pihak-pihak yang berkepentingan. Kegiatan pemilihan guru berprestasi ini diharapkan dapat mendorong meningkatkan kompetensi profesional guru sebagai agen pembelajaran. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 74 . Sudah menjadi kesadaran kita semua. bahwa pemilihan guru berprestasi dilakukan dengan maksud untuk mendorong motivasi. bahwa pemerintah memberikan perhatian yang sungguhsungguh untuk memberdayakan guru. Program ini merupakan ujud nyata. mulai dari tingkat sekolah. Tentu saja penghargaan ini hanya diberikan kepada guru-guru yang berprerstasi lebih baik dibandingkan dengan sejawatnya. sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. kabupaten/kota. dedikasi. kegiatan pemilihan guru berprestasi merupakan agenda tahunan. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Prestasi kerja tersebut akan terlihat dari kualitas lulusan sebagai sumber daya manusia yang produktif dan berkualitas.

Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi REKAP PENILAIAN NILAI AKHIR = 1 + II + III ----------------------------------------3+ Pelaksanaan Pembelajaran + Pengembangan Kurikulum + Kinerja Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 75 .

Lampiran 1 PORTOFOLIO GURU BERPRESTASI TAHUN 2011 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR Disusun Oleh: (NAMA GURU) (NAMA SEKOLAH) (KABUPATEN/KOTA) (PROVINSI) 75 .

Alamat e-mail 10......... Tempat.. Alamat Sekolah c................. tgl lahir 7... ... Kabupaten/Kota e................. Akta Mengajar 9.PORTOFOLIO GURU BERPRESTASI TAHUN 2011 IDENTITAS PESERTA 1. Sekolah g..... Telp. NIP/NIK 4................ . 76 ..... Jenis Kelamin 6........... No. Mata Pelajaran/Guru Kelas TK/TKLB/SD/SDLB*) 11....... Pangkat/Golongan 5..... Kepala Sekolah.... . Kecamatan d............. Nama (lengkap dengan gelar akademik) 2... Pendidikan Terakhir 8. Provinsi f......... Nama b. NIP/NIK. Beban Mengajar per Minggu : Jam/minggu : : : : : : : : : : : : : : : Memiliki/Tidak Memiliki*) L/P *) : *) Coret yang tidak perlu ..... Sekolah Tempat Tugas a........................................... NUPTK 3............... .. .................. NIP/NIK....... 2011 Mengetahui: Pengawas. Penyusun........ NIP ...........

Penghargaan Apabila bapak/Ibu pernah menerima penghargaan di bidang pendidikan. isilah tabel berikut ini. 1) 2) 3) JENIS PENGHARGAAN Satyalencana Karya Satya 10 Tahun Guru Favorit Tahun 2006 Dst.Contoh Pemberian Kode Dokumen Portofolio. Contoh 1: 1.c Contoh 2: 10.b dan pada Ijazah S2 diberi kode: 1. 77 PEMBERI PENGHARGAAN Presiden RI Kepala Dinas Pendidikan Kab Kebumen TINGKAT *) Nasional Kabupaten TAHUN 2000 2006 SKOR (diisi penilai) . NO. d. b. TINGGI FAKULTAS JURUSAN/ PRODI TAHUN LULUS SKOR (diisi penilai) c. NO. D4 S1 Universitas Negeri Yogyakarta Universitas Negeri Malang FMIPA Pendidikan Matematika Pendidikan Matematika 1999 PERG. S2 S3 PPs 2006 Foto kopi ijazah S1 diberi kode: 1. JENJANG a. Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan a. Kualifikasi akademik Tuliskan riwayat pendidikan Bapak/Ibu pada Tabel di bawah ini.

a.Bukti fisik Piagam Satyalencana Karya Satya 10 Tahun diberi kode: 10.a.2) 78 .1) dan pada bukti fisik Guru Favorit Tahun 2006 diberi kode: 10.

b. 79 . Untuk foto kopi ijazah luar negeri harus disertai foto kopi surat keterangan akreditasi yang dilegalisasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.. Dalam kasus tertentu seorang guru bertugas di daerah yang jauh (di luar provinsi) dari tempat asal perguruan tinggi. Dst. c. D4. Pendidikan dan Pelatihan Tuliskan pengalaman mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) Bapak/Ibu pada tabel berikut. NAMA / JENIS DIKLAT TEMPAT WAKTU PELAKSANAAN (. TINGGI FAKULTAS JURUSAN/ PRODI TAHUN LULUS SKOR (diisi penilai) Catatan: 1. d. Kualifikasi akademik Tuliskan riwayat pendidikan tinggi Bapak/Ibu pada tabel berikut. a.. piagam. foto copy ijazah dapat dilegalisasi oleh kepala sekolah dan kepala dinas kabupaten/kota. 2. Jika mempunyai S1. NO. b. atau sejenisnya yang asli untuk bendel pertama dan foto kopi yang telah dilegalisasi oleh atasan langsung untuk bendel kedua.KOMPONEN PORTOFOLIO 1. jam) PENYELENGGARA SKOR (diisi penilai) Catatan: Lampirkan sertifikat. S2 atau S3 lebih dari satu agar dituliskan semua 2.. c.. a. JENJANG D4 S1 S2 S3 PERG. Lampirkan foto kopi ijazah yang tertulis pada tabel tersebut yang telah dilegalisasi oleh perguruan tinggi yang bersangkutan. d. NO..

........... tahun ......... d.... Pengalaman Mengajar Tuliskan pengalaman mengajar Bapak/Ibu pada tabel berikut.. skor: .. s.........3..... NAMA SEKOLAH BIDANG STUDI/ GURU KELAS LAMA MENGAJAR (mulai tahun . (diisi penilai) Khusus untuk Guru Bimbingan dan Konseling Tuliskan pengalaman memberikan Pelayanan Bimbingan dan Konseling Bapak/Ibu pada tabel berikut..... d........ a.. s.. NAMA SEKOLAH LAMA MEMBERIKAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING (mulai tahun ..) Dst.. NO............... b...d..) Catatan: Lampirkan foto kopi SK pengangkatan menjadi guru baik PNS maupun non PNS yang telah dilegalisasi oleh atasan langsung.. skor: . b.. Dst... Kumulatif lama mengajar: . Catatan: Lampirkan foto kopi SK pengangkatan menjadi guru baik PNS maupun non PNS yang telah dilegalisasi oleh atasan langsung.... c..... tahun.. c..d... tahun ...... NO..... (diisi penilai) 80 ... tahun. a..... Kumulatif lama memberikan layanan: .

4. Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran a. Perencanaan Pembelajaran Tuliskan lima jenis RPP/RP/SP/RPI terbaik yang pernah Bapak/Ibu buat dari semester dan materi yang berbeda. NO 1) 2) 3) 4) 5) Rata-rata skor ........... MATA PELAJARAN MATERI/KOMPETENSI SEMESTER TAHUN SKOR (diisi penilai)

Catatan: Lampirkan bukti lima RPP/RP/SP hasil karya sendiri yang tertulis dalam tabel yang telah dilegalisasi oleh atasan langsung. Khusus untuk Guru Bimbingan dan Konseling a. Perencanaan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling Tuliskan lima jenis PPBK (Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling) terbaik yang pernah Bapak/Ibu buat dari semester dan bidang pelayanan yang berbeda. NO 1) 2) 3) 4) 5) JENIS PROGRAM Pendidikan/Belajar Karier Pribadi Sosial Akhlak Mulia/Budipekerti Rata-rata skor ........... BIDANG PELAYANAN SEMESTER TAHUN SKOR (diisi penilai)

81

Catatan: Lampirkan bukti lima PPBK yang tertulis dalam tabel yang telah dilegalisasi oleh atasan langsung.

b. Pelaksanaan Pembelajaran Bukti fisik yang dilampirkan berupa dokumen hasil penilaian oleh kepala sekolah dan/atau pengawas dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas (instrumen lampiran 2). Lampirkan hasil penilaian kepala sekolah dan/atau pengawas tentang kinerja pelaksanaan pembelajaran Bapak/Ibu sebagaimana dimaksud di atas dalam amplop tertutup. Khusus untuk Guru Bimbingan dan Konseling b. Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling Bukti fisik yang dilampirkan berupa rekaman/dokumen pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling yang diketahui oleh koordinator bimbingan dan konseling dan atasan. Rambu-rambu format laporan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling sebagaimana yang berlaku di wilayah/sekolah tempat bekerja. Komponen yang dinilai meliputi: agenda kerja guru bimbingan dan konseling, daftar konseli (siswa), data kebutuhan dan permasalahan konseli, laporan bulanan, laboran semesteran/tahunan, aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling (pemahaman, pelayanan langsung, pelayanan tidak langsung) dan laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling. 5. Penilaian Kinerja Bukti fisik yang dilampirkan berupa dokumen hasil penilaian kinerja oleh atasan dan pengawas dengan menggunalan Format Penilaian (format lampir 3). Lampirkan hasil penilaian dari atasan sebagaimana dimaksud di atas dalam amplop tertutup. 6. Prestasi Akademik a. Lomba dan karya akademik 82

Tuliskan prestasi Bapak/Ibu mengikuti lomba dan karya akademik (jika ada) yang meliputi: nama lomba/karya akademik, waktu pelaksanaan, tingkat (kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, internasional), dan penyelenggara pada tabel berikut.

NO 1) 2) 3) 4) 5)

NAMA LOMBA/ KEJUARAAN

WAKTU PELAKSANAAN

TINGKAT

PENYELENGGARA

SKOR (diisi penilai)

Dst.

Catatan: Lampirkan foto kopi sertifikat/piagam/surat keterangan kegiatan yang tertulis di atas yang telah dilegalisasi oleh atasan. b. Sertifikat Keahlian/Keterampilan Tuliskan sertifikat keahlian/keterampilan yang Bapak/Ibu peroleh baik dari lembaga/institusi dalam maupun luar negeri) pada tabel berikut. NO 1) 2) 3) 4) Dst. Catatan: *)Termasuk sertifikat asesor uji kompetensi keahlian/keterampilan **)Dituliskan internasional, nasional, atau regional Lampirkan foto kopi sertifikat yang tertulis di atas yang telah dilegalisasi oleh atasan. NAMA SERTIFIKAT KEAHLIAN*) WAKTU PEROLEHAN TINGKAT**) LEMBAGA YG SKOR MENGELUARKAN (diisi penilai)

83

c. Pembimbingan teman sejawat Tuliskan pengalaman Bapak/Ibu menjadi Instruktur/Guru inti/Tutor/ Pemandu/ Pamong PPL (jika pernah) pada tabel berikut. NO 1) 2) 3) 4) Dst. Catatan: Lampirkan foto kopi SK/Surat Tugas dari Pejabat yang berwenang yang telah dilegalisasi oleh atasan. Untuk instruktur, guru inti, dan guru pemandu agar dilengkapi dengan foto kopi sertifikat/piagam TOT sesuai bidang tersebut. Tutor yang dimaksud adalah tutor Kejar Paket A, B, dan C. d. Pembimbingan siswa 1) Apabila Bapak/Ibu pernah menjadi pembimbing siswa sampai mendapatkan penghargaan baik tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional dalam kegiatan akademik dan/atau prestasi, isilah tabel berikut. NO. a) b) c) d) Catatan: Dst. NAMA KEJUARAAN TINGKAT TEMPAT DAN WAKTU SKOR (diisi penilai) INSTRUKTUR/GURU MATA PELAJARAN/ INTI/TUTOR/PEMANDU/ BIDANG STUDI PAMONG PPL TEMPAT SKOR (diisi penilai)

84

a) b) c) d) Dst Catatan: Lampirkan foto kopi surat keputusan/surat keterangan/surat tugas dari pejabat yang berwenang yang telah dilegalisasi oleh atasan. 1) 2) 3) 4) Dst. dan buku dicetak lokal. Karya Pengembangan Profesi a. Karya Tulis Apabila Bapak/Ibu mempunyai karya tulis yang berupa buku. 2) Apabila Bapak/Ibu pernah menjadi pembimbing siswa (tidak mencapai juara) dalam kegiatan akademik dan/atau prestasi. NO. NO.Lampirkan foto kopi sertifikat/piagam kejuaraan siswa yang dibimbing dan SK/surat tugas dari pejabat yang berwenang yang telah dilegalisasi oleh atasan. 7. artikel (jurnal/ majalah/koran). JUDUL JENIS *) PENERBIT TAHUN TERBIT SKOR (diisi penilai) NAMA KEGIATAN TEMPAT LAMA (WAKTU PEMBIMBINGAN) SKOR (diisi penilai) Catatan: 85 . isilah tabel berikut. modul. tuliskan judul buku dan keterangan lainnya pada tabel berikut.

c.*)Jenis pada tabel di atas diisi buku. Reviewer buku dan/atau penulis soal EBTANAS/UN Apabila Bapak/Ibu pernah menjadi reviewer buku dan/atau penulis soal EBTANAS/UN/UASDA. Penelitian Apabila Bapak/Ibu pernah melakukan penelitian tindakan kelas atau penelitian yang mendukung peningkatan pembelajaran dan atau profesional guru. NO. 1) 2) 3) 4) Dst. dan disertasi serta tugas akhir lainnya tidak dinilai. JUDUL TAHUN SUMBER DANA STATUS SKOR (KETUA/ANGGOTA) (diisi penilai) Catatan: Lampirkan naskah asli/foto kopi laporan hasil penelitian secara utuh yang telah dilegalisasi oleh atasan langsung. Skripsi. atu modul secara utuh yang telah dilegalisasi oleh atasan langsung. 1) 2) 3) 86 NAMA KEGIATAN TAHUN SKOR (diisi penilai) . b. isilah tabel berikut. tesis. tuliskan judul penelitian dan keterangan lainnya pada tabel berikut. NO. artikel (jurnal/majalah/koran). artikkel. atau diktat dicetak lokal. Lampirkan naskah asli/foto kopi buku. modul.

Keikutsertaan dalam forum ilmiah 87 . sastra. Media dan Alat Pembelajaran Apabila Bapak/Ibu pernah membuat media atau alat pembelajaran. NO. lukis. musik. d.4) Dst. 1) 2) 3) 4) Dst. misalnya: hasil karya atau foto hasil karya yang disertai manual dan/atau deskripsi yang dilegalisasi oleh atasan langsung. tuliskan nama dan tahun karya tersebut dalam tabel berikut. 8. misalnya: media yang dibuat atau foto hasil karya yang disertai manual dan/atau deskripsi yang dilegalisasi oleh atasan langsung. NAMA KARYA TAHUN DESKRIPSI SINGKAT TENTANG KARYA YANG DIHASILKAN SKOR (diisi penilai) Catatan: Lampirkan surat keterangan dari atasan langsung disertai bukti fisik yang relevan. JENIS MEDIA/ALAT TAHUN SUMBER DANA STATUS SKOR (KETUA/ANGGOTA) (diisi penilai) Catatan: Lampirkan surat keterangan dari atasan langsung disertai bukti fisik yang relevan. 1) 2) 3) 4) Dst. musik. suara. suara. tari. kriya. e. kriya. sastra. lukis. tari dan karya seni lainnya). Catatan: Lampirkan foto kopi surat keputusan/surat keterangan/surat tugas dari pihak yang berwenang yang telah dilegalisasi oleh atasan. tuliskan jenis media/alat dan keterangan lainnya pada tabel berikut. dan karya seni lainnya) Apabila Bapak/Ibu pernah membuat karya teknologi (teknologi tepat guna) dan karya seni (patung. NO. Karya teknologi (teknologi tepat guna) dan karya seni (patung.

atau peserta sesuai sertifikat Lampirkan sertifikat. d. Pengalaman menjadi pengurus organisasi di bidang kependidikan dan sosial a. Dst JENIS KEGIATAN TAHUN PERAN *) TINGKAT SKOR (Inter/Nas/Lokal) (diisi penilai) Catatan: *) Kolom peran diisi pemakalah. a. atau internasional Lampirkan foto kopi surat keputusan/surat keterangan dari pihak yang berwenang yang telah dilegalisasi oleh atasan. c. tuliskan nama organisasinya dan keterangan lainnya pada tabel berikut. 9. kabupaten/kota.Jika Bapak/Ibu pernah mengikuti forum ilmiah tuliskan judul dan keterangan lainnya pada tabel berikut. 1) 2) 3) 4) Dst NAMA ORGANISASI TAHUN JABATAN TINGKAT *) SKOR (diisi penilai) Catatan: *) Kolom tingkat diisi: kecamatan. piagam. Apabila menjadi nara sumber/pemakalah lampirkan juga makalahnya. NO. atau sejenisnya yang asli untuk bendel pertama dan foto kopinya yang telah dilegalisasi oleh atasan langsung untuk bendel kedua. b. nasional. Pengalaman Organisasi Apabila Bapak/Ibu memiliki pengalaman menjadi pengurus suatu organisasi kependidikan atau organisasi sosial. Pengalaman Mendapat Tugas Tambahan 88 . b. NO.

. s/d TH . 1) 2) 3) 4) JENIS PENGHARGAAN PEMBERI PENGHARGAAN TINGKAT *) TAHUN SKOR (diisi penilai) Dst.. b.S/D TH NAMA SEKOLAH ---SKOR (diisi penilai) Catatan: Lampirkan foto kopi surat keputusan/surat keterangan/bukti yang relevan dari pihak yang berwenang yang telah dilegalisasi oleh atasan. LOKASI JENIS DAERAH LAMA BERTUGAS KHUSUS (MULAI TH ... nasional.) SKOR (diisi penilai) 89 . Penugasan Di Daerah Khusus Apabila Babak/Ibu pernah ditugaskan sebagai guru di daerah khusus (daerah terpencil/tertinggal/ bencana/konflik/perbatasan). 10. NO. atau internasional Lampirkan foto kopi sertifikat/piagam/surat keterangan yang tertulis pada tabel di atas yang telah dilegalisasi oleh atasan.. Penghargaan Apabila bapak/Ibu pernah menerima penghargaan di bidang pendidikan. isilah tabel berikut. 1) 2) 3) 4) Dst. Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan a. isilah tabel berikut. NO. kabupaten/kota.. JABATAN TH ---.Apabila Bapak/Ibu pernah mendapat tugas tambahan antara lain sebagai kepala/wakil kepala sekolah/kepala bengkel/kepala lab/wali kelas/pembina kegiatan ekstra kurikuler. isilah tabel berikut... NO. Catatan: *)Kolom tingkat diisi: kecamatan.

Materai Rp 6.1) 2) 3) 4) Dst. Dengan ini saya menyatakan bahwa pernyataan dan dokumen di dalam portofolio ini benar-benar hasil karya saya sendiri. saya bersedia menerima sanksi dan dampak hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.000 (…………………………) 90 . …………. 2011 Peserta Pemilihan Guru Berprestasi .. ………………. dan jika di kemudian hari ternyata pernyataan dan dokumen saya tidak benar.. Catatan: Lampirkan foto kopi SK penugasan yang telah dilegalisasi oleh atasan.

Lampiran 2 PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN GURU BERPRESTASI TAHUN 2011 OLEH KEPALA SEKOLAH 91 .

Nama b. Sekolah g. Telp. 3. Sekolah Tempat Tugas a. Provinsi f. Akta Mengajar 9. Alamat Sekolah c. 4) sesuai dengan kriteria sebagai berikut. Tempat. Kabupaten/Kota e. Nama (lengkap dengan gelar akademik) 2. Pangkat/Golongan 5. tgl lahir 7. NUPTK 4. Alamat e-mail 10. Jenis Kelamin 6. NIP/NIK 3. Kecamatan d. Pendidikan Terakhir 8. 1 = tidak baik 2 = kurang baik 3 = baik 4 = sangat baik : : : : : : : : : Jam/minggu : : : : : : : Memiliki/Tidak Memiliki*) L/P *) : 92 . No.INSTRUMEN PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN oleh Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah*) IDENTITAS PESERTA 1. Mata Pelajaran/Guru Kelas SD*) 11. 2. Beban Mengajar per Minggu *Coret yang tidak perlu LEMBAR PENILAIAN Petunjuk Berilah skor pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran dengan cara melingkari angka pada kolom skor (1.

4. 5. 14. 8. 17. F. 19. II A. C. baik.PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO I 1. D. 7. E. 2. dan benar Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai PENUTUP Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan. INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI PRAPEMBELAJARAN Mempersiapkan siswa untuk belajar Melakukan kegiatan apersepsi KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN Penguasaan materi pelajaran Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan Menyampaikan materi dengan jelas. 21. B. 12. 9. 13. sesuai dengan hierarki belajar dan karakteristik siswa Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan Pendekatan/strategi pembelajaran Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai dan karakaterstik siswa Melaksanakan pembelajaran secara runtut Menguasai kelas Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan Pemanfaatan sumber belajar /media pembelajaran Menggunakan media secara efektif dan efisien Menghasilkan pesan yang menarik Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa Menumbuhkan keceriaan dan antusisme siswa dalam belajar Penilaian proses dan hasil belajar Memantau kemajuan belajar selama proses Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan) Penggunaan bahasa Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas. 22. 24. 6. 11. 15. 20. 18. III 23. 16. 10. atau SKOR 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 93 . 3.

............. skor tertinggi 96 SKOR Dengan ini saya menyatakan bahwa penilaian yang saya lakukan sesuai dengan kondisi guru berprestasi yang sebenarnya.... saya bersedia mempertanggungjawabkannya............ atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan Total Skor (jumlahkan seasuai dengan angka yang dilingkari..........NO INDIKATOR/ASPEK YANG DIAMATI kegiatan.... .......... Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah*) (. Skor terrendah 24....... .....) NIP/NIK 94 .... dan apabila di kemudian hari ternyata pernyataan saya tidak benar...............

..... Skor terendah 11... misal mulai dan mengakhiri kegiatan pembelajaran sesuai dengan jadwal) 5. membuat karya seni.) 2...... misal: menjadi teladan bagi sejawat dan peserta didik dalam tutur kata. Tanggung jawab (sanggup menyelesaikan tugas sesuai dengan ketentuan... misal selalu berusaha menggunakan alam sekitar dan bahan-bahan yang ada di sekitarnya dalam proses pembelajaran di kelas......... Kemampuan bekerjasama 11.. dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya Skor Total (jumlahkan angka yang dilingkari). misal yang memiliki etos kerja tinggi...... Keteladanan (menjadi contoh atau rujukan dalam sikap dan perilaku bagi orang lain..... Kemampuan menerima kritik dan saran (perilaku dalam merespon kritik dan saran dari orang lain............. Inovasi dan kreativitas (kemampuan dan kemauan untuk mengadakan pembaharuan melalui olah pikirnya. Kemampuan berkomunikasi (dapat menyampaikan ide-idenya dengan bahasa yang baik dan dapat dipahami oleh sasaran....... Kejujuran (menyampaikan sesuatu apa adanya.....) 95 . dll. 1. misal: orang muslim rajin menjalankan sholat.. skor tertinggi 44  SKOR SKOR =----------------------. misal: ijin tidak masuk atau tidak mengajar dengan alasan yang sebenarnya) 4. orang Kristiani rajin ke gereja.... misal: dalam keseharian dapat berkomunikasi secara baik dengan sejawat) 10....X 100% SKOR TERTINGGI 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 . dan sebagainya) 8... bersemangat melaksanakan dan mentaati kaidah-kaidah dalam tugas) 7. dan apabila di kemudian hari ternyata pernyataan saya tidak benar.. untuk lomba olimpiade..PENILAIAN KERJA GURU PENGAMATAN SEHARI-HARI No . saya bersedia mempertanggungjawabkannya.) 6. Keberhasilan melakukan pembimbingan siswa.. menulis buku.. membuat alat peraga pembelajaran.... Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah*) (.. .. Dengan ini saya menyatakan bahwa penilaian yang saya lakukan sesuai dengan kondisi guru berprestasi yang sebenarnya... misal mendapat kritik tidak marah dan akomodatif terhadap saran orang lain) 9... misal: melaksanakan pembelajaran dengan baik dan sesuai jadwal) 3.... Kedisiplinan (kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. berpakaian. Etos kerja (komitmen dan semangat dalam melaksanakan tugas..... Aspek yang dinilai Skor 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Ketaatan dalam menjalankan ajaran agama (rajin menjalankan ajaran agama yang dianut. . dll... misalnya..

Pangkat/Golongan 5. No. Tempat. 4) sesuai dengan kriteria sebagai berikut. 1 = tidak baik/rendah 3 = baik/tinggi : : : : : : : : : Jam/minggu : : : : : : : Memiliki/Tidak Memiliki*) L/P *) : 96 . NIP/NIK 3. 2.NIP/NIK Lampiran 3 INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA oleh Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah*) IDENTITAS PESERTA 1. 3. Alamat e-mail 10. dengan cara melingkari angka pada kolom skor (1. Kabupaten/Kota e. Telp. Kecamatan d. Akta Mengajar 9. Mata Pelajaran/Guru Kelas SD*) 11. Sekolah g. Sekolah Tempat Tugas a. Provinsi f. Alamat Sekolah c. tgl lahir 7. Nama b. Pendidikan Terakhir 8. NUPTK 4. Jenis Kelamin 6. Nama (lengkap dengan gelar akademik) 2. Beban Mengajar per Minggu *coret yang tidak perlu LEMBAR PENILAIAN Petunjuk Berilah penilaian kompetensi kepribadian dan sosial guru.

2 = kurang baik/kurang tinggi 4 = sangat baik/sangat tingi 97 .

. bertindak obyektif. sampai . peserta 12 didik.. Pedagogik 1. . ……………………………….. Nilai minimum per kompetensi = 1 dan nilai maksimum 4. Etos kerja. Nama NIP Tempat/Tanggal Lahir Pangkat/Jabatan/Golongan TMT sebagai guru Masa Kerja Jenis Kelamin Pendidikan Terakhir/Spesialisasi Program Keahlian yang diampu b. Pengembangan kurikulum 4... sosial dan kebudayaan Nasional 9. Pengembangan potensi peserta didik 6. Bersikap inklusif.. Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif Jumlah (Hasil penilaian kinerja guru) *) Nilai Diisi berdasarkan laporan dan evaluasi PK Guru.. struktur. Komunikasi dengan peserta didik 7.. dan masyarakat D. mendukung mata pelajaran yang diampu 14.... ... Kepribadian 8... hukum... .... tenaga kependidikan. Kegiatan pembelajaran yang mendidik 5. serta tidak diskriminatif Komunikasi dengan sesama guru.. . ....REKAP HASIL PENILAIAN KINERJA GURU KELAS/MATA PELAJARAN a. ... rasa bangga menjadi guru C... Nama Instansi/Sekolah Telp / Fax Kelurahan Kecamatan Kabupaten/kota Provinsi Periode penilaian .. Kepala Sekolah 98 . NO KOMPETENSI NILAI*) A. ……………………. . ………………………………………………………… .. Sosial 11. . Menguasai teori belajar dan prinsip‐prinsip pembelajaran yang mendidik 3. Menguasai karakteristik peserta didik 2. Profesional Penguasaan materi. . Penilaian dan evaluasi B.. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan 10.. . Bertindak sesuai dengan norma agama... konsep dan pola pikir keilmuan yang 13. tanggung jawab yang tinggi. orang tua. . . ..

minder. Total skor untuk kompetensi 1 Skor maksimum kompetensi 1= jumlah indikator × 2 Persentase = (total skor/12) × 100% Nilai untuk kompetensi 1 (0%<X≤25%=1. 3. 2. Guru mencoba mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta didik lainnya.Penilaian Kinerja Guru Komponen 1 Mengenal karakteristik peserta didik Skor Indikator 1. diolok‐ olok.). Guru dapat mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua peserta didik dengan kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda. 5. 4. sehingga peserta didik tersebut tidak termarginalkan (tersisihkan. Guru memperhatikan peserta didik dengan kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti aktivitas pembelajaran. Guru dapat mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik di kelasnya. Guru membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan peserta didik. dsb. 6. 75% < X≤ 100% = 4) Tidak ada bukti (Tidak terpenuhi) Terpenuhi sebagian Seluruhnya terpenuhi 0 0 1 1 2 2 0 1 2 0 1 2 0 1 2 0 1 2 99 . 50% < X≤ 75% = 3. Guru memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.25%<X≤50%=2.

Penilaian Kinerja Guru Kompetensi 2 : Menguasai teori belajar dan prinsip‐prinsip pembelajaran yang mendidik Nama Guru : ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... (9) Nama Penilai : ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... (10) Sebelum Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (11) (12)

(13) Tindak lanjut yang diperlukan:

(14) Selama Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Kegiatan/aktivitas guru dan peserta didik selama pengamatan:

(15) (16)

(17) Tindak lanjut yang diperlukan:

(18) Setelah Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Setelah Pengamatan: Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (19) (20)

(21) Tindak lanjut yang diperlukan: (22)

100

Penilaian Kinerja Guru Komponen 2

Menguasai teori belajar dan prinsip‐prinsip pembelajaran yang mendidik Skor Indikator Tidak ada bukti Terpenuhi Seluruhnya (Tidak sebagian terpenuhi terpenuhi) 0 1 2

1. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menguasai materi pembelajaran sesuai usia dan kemampuan belajarnya melalui pengaturan proses pembelajaran dan aktivitas yang bervariasi. 2. Guru selalu memastikan tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran tertentu dan menyesuaikan aktivitas pembelajaran berikutnya berdasarkan tingkat pemahaman tersebut. 3. Guru dapat menjelaskan alasan pelaksanaan kegiatan/aktivitas yang dilakukannya, baik yang sesuai maupun yang berbeda dengan rencana, terkait keberhasilan pembelajaran. 4. Guru menggunakan berbagai teknik untuk memotiviasi kemauan belajar peserta didik. 5. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang saling terkait satu sama lain, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran maupun proses belajar peserta didik. 6. Guru memperhatikan respon peserta didik yang belum/kurang memahami materi pembelajaran yang diajarkan dan menggunakannya untuk memperbaiki rancangan pembelajaran berikutnya. Total skor untuk kompetensi 2 Skor maksimum kompetensi 2 = jumlah indikator × 2 Persentase = (total skor/12) × 100% Nilai untuk kompetensi 2 (0%<X≤25%=1;25%<X≤50%=2; 50% < X≤ 75% = 3; 75% < X≤ 100% = 4)

0

1

2

0 0 0

1 1 1

2 2 2

0

1

2

12

101

102

.. .. .... . . . . ......... .. . . . .. . . .. ... . . ... . . . ... . ........ . ..... .. ......... .......... . . . ..... .. . . .... .... ... ....... ..... . . . .. ... ...... . ............. ................ . .. (10) Sebelum Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru: (11) (12) (13) Tindak lanjut yang diperlukan: (14) Selama Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Kegiatan/aktivitas guru dan peserta didik selama pengamatan: (15) (16) (17) Tindak lanjut yang diperlukan: (18) Setelah Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Setelah Pengamatan: Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (19) (20) (21) Tindak lanjut yang diperlukan: (22) 103 . . .... .....Kompetensi 3 : Pengembangan kurikulum Nama Guru : . .. ... ....... .. .... .. . . . .. . (9) Nama Penilai : . ....... .. ... . ..... .. ..... ........ . .... .. ... . ...

b) tepat dan mutakhir. 3. Guru memilih materi pembelajaran yang: a) sesuai dengan tujuan pembelajaran. Total skor untuk kompetensi 3 Skor maksimum kompetensi 3 = jumlah indikator × 2 Persentase = (total skor/8) × 100% Nilai untuk kompetensi 3 (0%<X≤25%=1. 50% < X≤ 75% = 3. Guru mengikuti urutan materi pembelajaran dengan memperhatikan tujuan pembelajaran. 75% < X≤ 100% = 4) Tidak ada bukti Terpenuhi (Tidak sebagian terpenuhi) 0 0 0 1 1 1 2 Terpenuhi seluruhnya 2 2 0 1 2 8 104 .25%<X≤50%=2. 2. 4. Guru dapat menyusun silabus yang sesuai dengan kurikulum. c) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik.Penilaian Kinerja Guru Komponen 3 Pengembangan kurikulum Skor Indikator 1. Guru merancang rencana pembelajaran yang sesuai dengan silabus untuk membahas materi ajar tertentu agar peserta didik dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan. dan d) dapat dilaksanakan di kelas e) sesuai dengan konteks kehidupan sehari‐hari peserta didik.

......... . .. . ..... ..... . ... . ...... ... . .. . . .... .... ........ . .. .. ... .... . . ......... .... .... . .. .. ... .... . ..... .. ...... ..... .. . .... . . . (9) Nama Penilai : . .......... .. ...... .. . ...... ... .. ... ..... ... . . . ... ... . . ..... ... .... . . (10) Sebelum Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (11) (12) (13) Tindak lanjut yang diperlukan: (14) Selama Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Kegiatan/aktivitas guru dan peserta didik selama pengamatan: (15) (16) (17) Tindak lanjut yang diperlukan: (18) Setelah Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Setelah Pengamatan: Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru Tindak lanjut yang diperlukan: (19) (20) (21) (22) 105 ...... .Kompetensi 4 : Kegiatan Pembelajaran yang Mendidik Nama Guru : ... . .... .... ....... ..... . . .... . ..... . ... . ...

bukan semata‐mata kesalahan yang harus dikoreksi. Guru mampu menyesuaikan aktivitas pembelajaran yang dirancang dengan kondisi kelas. sebelum memberikan penjelasan tentangjawaban yang benar. Misalnya: dengan mengetahui terlebih dahulu peserta didik lain yang setuju atau tidak setuju dengan jawaban tersebut. 5. Guru mengatur pelaksanaan aktivitas pembelajaran secara sistematis untuk membantu proses belajar peserta didik. 3. Guru menyikapi kesalahan yang dilakukan peserta didik sebagai tahapan proses pembelajaran. Guru mengkomunikasikan informasi baru (misalnya materi tambahan) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik. 75% < X≤ 100% = 4) Tidak ada Terpenuhi Terpenuhi bukti (Tidak terpenuhi) sebagian seluruhnya 0 1 2 0 1 2 0 1 2 0 1 2 2 0 1 0 1 2 0 0 0 1 1 1 2 2 2 0 1 2 0 1 2 106 . mempraktekkan dan berinteraksi dengan peserta didik lain. 6. 7.Penilaian Kinerja Guru Komponen 4 Kegiatan Pembelajaran yang Mendidik Skor Indikator 1. 11. Total skor untuk kompetensi 4 Skor maksimum kompetensi 4 = jumlah indikator × 2 Persentase = (total skor/22) × 100% Nilai untuk kompetensi 4 (0% < X≤ 25% = 1. Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik. dan/atau audio‐ visual (termasuk TIK) untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti tentang tujuannya. Guru menggunakan alat bantu mengajar. Guru memberikan banyak kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya. 25% < X≤ 50% = 2. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai isi kurikulum dan mengkaitkannya dengan konteks kehidupan sehari‐hari peserta didik. 10. 9. 4. bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa tertekan. Sebagai contoh: guru menambah informasi baru setelah mengevaluasi pemahaman peserta didikterhadap materi sebelumnya. 8. 50% < X≤ 75% = 3. Guru melakukan aktivitas pembelajaran secara bervariasi dengan waktu yang cukup untuk kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar dan mempertahankan perhatian peserta didik. Guru mengelola kelas dengan efektif tanpa mendominasi atau sibuk dengan kegiatannya sendiri agar semua waktu peserta dapat termanfaatkan secara produktif. 2.

Guru secara aktif membantu peserta didik dalam proses pembelajaran dengan memberikan perhatian kepada setiap individu. minat. 5. Guru dapat mengidentifikasi dengan benar tentang bakat. Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecakapan dan pola belajar masing‐masing. Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran untuk memunculkan daya kreativitas dan kemampuan berfikir kritis peserta didik. Total skor untuk kompetensi 5 Skor maksimum kompetensi 5 = jumlah indikator × 2 Persentase = (total skor/14) × 100% Nilai untuk kompetensi 5 (0%<X≤25%=1. 4. 50% < X≤ 75% = 3. 6. potensi. Guru menganalisis hasil belajar berdasarkan segala bentuk penilaian terhadap setiap peserta didik untuk mengetahui tingkat kemajuan masing‐ masing.Penilaian Kinerja Guru Kompetensi 5 Memahami dan mengembangkan potensi Skor Indikator 1.25%<X≤50%=2. 2. 3. Guru memusatkan perhatian pada interaksi dengan peserta didik dan mendorongnya untuk memahami dan menggunakan informasi yang disampaikan. 75% < X≤ 100% = 4) Tidak ada bukti (Tidak terpenuhi) Terpenuhi sebagian Terpenuhi seluruhnya 0 1 2 0 0 1 1 2 2 0 1 2 0 1 2 0 1 2 0 1 2 107 . Guru memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik sesuai dengan cara belajarnya masing‐masing. dan kesulitan belajar masing‐masing peserta didik. 7.

.. ..... ... .......... ......... . .... ............ . . ..... . ......... . . .. .. ... . . ..... (9) Nama Penilai : .. ...... .............. ... .. . ..... ..... .. . .. . . .. ..... .... .... .. . .. . .... . . .... . ..... . . .... . .. ... .... ...... .. . .. ... . . . .. . ..... . (10) Sebelum Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (11) (12) (13) Tindak lanjut yang diperlukan: (14) Selama Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Kegiatan/aktivitas guru dan peserta didik selama pengamatan: (15) (16) (17) Tindak lanjut yang diperlukan: (18) Setelah Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Setelah Pengamatan: Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (19) (20) (21) Tindak lanjut yang diperlukan: (22) 108 .. . ....... ... .Kompetensi 6 : Komunikasi dengan peserta didik Nama Guru : . . . ... . ..... ... .. ... .. ... .... ....

75% < X≤ 100% = 4) Tidak ada bukti (Tidak terpenuhi) Terpenuhi sebagian Terpenuhi Seluruhnya 0 1 2 0 1 2 0 1 2 0 1 2 0 1 2 0 1 2 109 . 6.25%<X≤50%=2. Guru menggunakan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman dan menjaga partisipasi peserta didik. Guru memberikan perhatian dan mendengarkan semua pertanyaan dan tanggapan peserta didik. dan mutakhir. 5. Guru menyajikan kegiatan pembelajaran yang dapat menumbuhkan kerja sama yang baik antar pesertadidik. sesuai tujuan pembelajaran dan isi kurikulum. Guru mendengarkan dan memberikan perhatian terhadap semua jawaban peserta didik baik yang benar maupun yang dianggap salah untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik. 4. Guru menanggapinya pertanyaan peserta didik secara tepat. termasuk memberikan pertanyaan terbuka yang menuntut peserta didik untuk menjawab dengan ide dan pengetahuan mereka. tanpa mempermalukannya.Penilaian Kinerja Guru Kompetensi 6 Penilaian untuk Kompetensi 6: Komunikasi dengan peserta didik Skor Indikator 1. 50% < X≤ 75% = 3. kecuali jika diperlukan untuk membantu atau mengklarifikasi pertanyaan/tanggapan tersebut. benar. Guru memberikan perhatian terhadap pertanyaan peserta didik dan meresponnya secara lengkap dan relevan untuk menghilangkan kebingungan pada peserta didik. 2. Total skor untuk kompetensi 6 Skor maksimum kompetensi 6 = jumlah indikator ×2 Persentase = (total skor/12) × 100% Nilai untuk kompetensi 6 (0%<X≤25%=1. tanpa menginterupsi. 3.

..... ....... . . (9) Nama Penilai : ... ... .. . .... ... .. ......... .. . ...... .. .. . ... . ... ...... . . . ... . .. . . . .... .. ..Kompetensi 7 : Penilaian dan evaluasi Nama Guru : ... .... . (10) Sebelum Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan gur (11) (12) (13) Tindak lanjut yang diperlukan: (14) Setelah Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Setelah Pengamatan: Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (19) (20) (21) Tindak lanjut yang diperlukan: (22) 110 ... .... ... ..... . ... ......... .. . .... . . .......... ..... . ..... .. ..... ......... ... ...... . .. ... . . .. . .. ... .. ..... .... . .. ..... ........ . .... . ... . .. .... ....... ... . .

dan sebagainya. Guru menganalisis hasil penilaian untuk mengidentifikasi topik/kompetensi dasar yang sulit sehingga diketahui kekuatan dan kelemahan masing‐masing peserta didik untuk keperluan remedial dan pengayaan.25%<X≤50%=2.Penilaian Kinerja Guru Kompetensi 7 Penilaian dan evaluasi Skor Indikator Tidak ada Terpenuhi Terpenuhi bukti (Tidak terpenuhi) sebagian Seluruhnya 0 1 2 1. Guru menyusun alat penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk mencapai kompetensi 2. Total skor untuk kompetensi 7 Skor maksimum kompetensi 7 = jumlah indikator × 2 Persentase = (total skor/ 10) × 100% Nilai untuk kompetensi 7 (0%<X≤25%=1. 5. Guru memanfatkan hasil penilaian sebagai bahan penyusunan rancangan pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya. dan mengumumkan hasil serta implikasinya kepada peserta didik. rancangan pembelajaran. materi tambahan. 50% < X≤ 75% = 3. 75% < X≤ 100% = 4) 0 1 2 0 1 2 (26) 0 1 2 0 1 2 111 . teknik dan jenis penilaian. 4. selain penilaian formal yang dilaksanakan sekolah. Guru memanfaatkan masukan dari peserta didik dan merefleksikannya untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya. jurnal pembelajaran. dan dapat membuktikannya melalui catatan. tertentu Guru melaksanakan penilaian dengan berbagai seperti yang tertulis dalam RPP. tentang tingkat pemahaman terhadap materi pembelajaran yang telah dan akan dipelajari. 3.

.... . .. ... .. ..... .... .... (10) Sebelum Pengamatan Tanggal (11) Dokumen dan bahan lain (12) yang diperiksa Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (13) Tindak lanjut yang diperlukan: (14) Pemantauan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Catatan dan Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (catat kegiatan yang dilakukan (23) (24) 112 . . ...... . . ......Kompetensi 8 : Bertindak sesuai dengan norma agama.. .. ... ... ...... . . .. . (9) Nama Penilai : ..... . .. ... .... ........ ... .. ........... ... .. .. . ..... ....... ... hukum... . ..... . ... . ... . . .. ........ . ... ..... . . .. . ......... .. . .. ...... .. . . ..... . ... .. .. .. . . sosial dan kebudayaan nasional Indonesia Nama Guru : .. ..... . .... .... .... . .... . .... .... ... .... ...

agama. Guru memiliki rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. 50% < X≤ 75% = 3.Penilaian Kinerja Guru Kompetensi 8 Bertindak sesuai dengan norma agama. suku. Guru mengembangkan kerjasama dan membina kebersamaan dengan teman sejawat tanpa memperhatikan perbedaan yang ada (misalnya: suku. 3. Total skor untuk kompetensi 8 Skor maksimum kompetensi 8 = jumlah indikator × 2 Persentase = (total skor/10) × 100% Nilai untuk kompetensi 8 (0%<X≤25%=1. Guru saling menghormati dan menghargai teman sejawat sesuai dengan kondisi dan keberadaan masing‐ masing. 4. 2. dan gender). 5. sosial dan kebudayaan nasional Indonesia Skor Indikator 1. Guru menghargai dan mempromosikan prinsip‐prinsip Pancasila sebagai dasar ideologi dan etika bagi semua warga Indonesia.25%<X≤50%=2. agama). 75% < X≤ 100% = 4) Tidak ada tukti(Tidak erp erpenuhi) Terpenuhi sebagian Terpen uhi Seluruh nya 0 1 2 2 0 1 0 0 0 1 1 1 2 2 2 113 . Guru mempunyai pandangan yang luas tentang keberagaman bangsa Indonesia (misalnya: budaya. hukum.

.. .. . . . .... .. ... .... ... ... . ... . (10) Sebelum Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (11) (12) (13) Tindak lanjut yang diperlukan: (14) Pemantauan Tanggal Dokumen dan bahan lain (24) yang diperiksa Catatan dan Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (catat kegiatan yang dilakukan) (23) 114 . .... .... . ....... .. . ..... .. . ...... . . ... . .. ......... .... ...... . ...... ... (9) Nama Penilai : .. .... . .. .... .. .. .. ....... .... .. .. ..... . ....... . ...Kompetensi 9 : Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan Nama Guru : .. ..... . ......... . . .... . ...... .. ...... .... ..... ...... . . . ...... . ....... .. . ...... . .. .. . .... ..... .. .

Total skor untuk kompetensi 9 Skor maksimum kompetensi 9 = jumlah indikator × 2 Persentase = (total skor/ 10) × 100% Nilai untuk kompetensi 9 (0%<X≤25%=1. Guru berperilaku baik untuk mencitrakan nama baik sekolah.Penilaian Kinerja Guru Kompetensi 9 kOM Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan k Indikator 1. 75% < X≤ 100% = 4) Tidak ada bukti (Tidak terpenuhi) Skor Terpenuhi sebagian Terpenuhi seluruhnya 0 0 1 2 2 1 0 1 2 0 1 2 0 1 2 115 . 3. Guru bertingkah laku sopan dalam berbicara. termasuk mengundang mereka untuk mengobservasi cara mengajarnya dan memberikan masukan. sehingga semua peserta didik selalu memperhatikan guru dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Guru bersikap dewasa dalam menerima masukan dari peserta didik dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Guru mau membagi pengalamannya dengan teman sejawat. dan teman sejawat.25%<X≤50%=2. orang tua. dan berbuat terhadap semua peserta didik. berpenampilan. 2. 5. 4. 50% < X≤ 75% = 3. Guru mampu mengelola pembelajaran yang membuktikan bahwa guru dihormati oleh peserta didik.

.. .. .. ... .. ... ... ... ... ..... .... ... . .. . .......... ... . . . ... ... .. ... ... ....... .. .... .... (10) Selama Pengamatan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Kegiatan/aktivitas guru dan peserta didik selama pengamatan: (15) (16) (17) Tindak lanjut yang diperlukan: (18) Pemantauan Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Catatan dan Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (catat kegiatan yang dilakukan (23) (24) 116 .. .... . .. ... ...... . ... . .. .. . ... .. (9) Nama Penilai : .. ...... ..... .... . .. . ... . . ..... ..... . ....... . ... ......... ..... .. . .. . ..... .... . .....Kompetensi 10: Etos kerja. .... ....... dan rasa bangga menjadi guru Nama Guru : . ..... . ... .. .. . .. ... .... ..... . ...... tanggung jawab yang tinggi..

5. 50% < X≤ 75% = 3. Guru memenuhi jam mengajar dan dapat melakukan semua kegiatan lain di luar jam mengajar berdasarkan ijin dan persetujuan pengelola sekolah. Jika guru harus meninggalkan kelas. 3. Guru memberikan kontribusi terhadap pengembangan sekolah dan mempunyai prestasi yang berdampak positif terhadap nama baik sekolah. 4. Guru memanfaatkan waktu luang selain mengajar untuk kegiatan yang produktif terkait dengan tugasnya. 2. Guru menyelesaikan semua tugas administratif dan non‐pembelajaran dengan tepat waktu sesuai standar yang ditetapkan. guru mengaktifkan siswa dengan melakukan hal‐hal produktif terkait dengan mata pelajaran. tanggung jawab yang tinggi. Guru merasa bangga dengan profesinya sebagai guru. Guru mengawali dan mengakhiri pembelajaran dengan tepat waktu. dan rasa bangga menjadi guru Skor Indikator 1. Guru meminta ijin dan memberitahu lebih awal. dan meminta guru piket atau guru lain untuk mengawasi kelas. 8. Total skor untuk kompetensi 10 Skor maksimum kompetensi 10 = jumlah indikator × 2 Persentase = (total skor/ 16) × 100% Nilai untuk kompetensi 10 (0%<X≤25%=1.25%<X≤50%=2. 7. termasuk proses pembelajaran di kelas. 75% < X≤ 100% = 4) Tidak ada bukti (Tidak terpenuhi) 0 Terpenuhi sebagian 1 Terpenuhi seluruhnya 2 0 1 2 0 1 2 2 0 1 0 1 2 0 1 2 0 1 2 0 1 2 117 . 6. dengan memberikan alasan dan bukti yang sah jika tidak menghadiri kegiatan yang telah direncanakan.Penilaian Kinera Guru Kompetensi 10 Etos kerja.

Guru memperlakukan semua peserta didik secara adil. 2. tanpa memperdulikan faktor personal. Total skor untuk kompetensi 11 Skor maksimum kompetensi 11= jumlah indikator × 2 Persentase = (total skor/ 6) × 100% Nilai untuk kompetensi 11 (0%<X≤25%=1. Skor Tidak ada Terpenuhi Seluruhnya bukti (Tidak sebagian terpenuhi terpenuhi) 2 0 1 0 1 2 (23) (24) Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Catatan dan Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (catat kegiatan yang dilakukan) (25) 3. memberikan perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan masing‐masing. tenaga pendidikan. bertindak objektif.25%<X≤50%=2. orang tua peserta 118 . kaya. serta tidak diskriminatif Indikator 1. 75% < X≤ 100% = 4) 0 1 2 Kompetensi 12: Komunikasi dengan sesama guru.Penilaian Kinerja Guru Kompetensi 11 Bersikap inklusif. Guru menjaga hubungan baik dan peduli dengan teman sejawat (bersifat inklusif). 50% < X≤ 75% = 3. Guru sering berinteraksi dengan peserta didik dan tidak membatasi perhatiannya hanya pada kelompok tertentu (misalnya: peserta didik yang pandai. berasal dari daerah yang sama dengan guru). serta berkontribusi positif terhadap semua diskusi formal dan informal terkait dengan pekerjaannya.

.. ... ....... . . berkomunikasi dengan masyarakat sekitar.didik.... . (9) Nama Penilai : ..... .. ... . . baik dalam pertemuan formal maupun tidak formal antara guru dan orang tua..... .. .... . . ...... .... 75% < X≤ 100% = 4) Tidak ada bukti (Tidak terpenuhi) Terpenuhi sebagian Seluruhnya terpenuhi 2 0 1 0 1 2 0 1 2 (27) (28) (29) (30) 6 119 ... . . . .. ...... ... ...... ... .... .. . Guru memperhatikan sekolah sebagai bagian dari masyarakat.. .. . Guru ikut berperan aktif dalam kegiatan di luar pembelajaran yang diselenggarakan oleh sekolah dan masyarakat dan dapat memberikan bukti keikutsertaannya..... . . ... 50% < X≤ 75% = 3. .... . (10) Tanggal Dokumen dan bahan lain yang diperiksa Catatan dan Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru (catat kegiatan yang dilakukan) (23) (24) Kompetensi 12: Komunikasi dengan sesama guru. .... . .. .. ... .... . . . ....... serta berperan dalam kegiatan sosial di masyarakat. dan masyarakat Skor Indikator 1.... .. . ... . ........... .. dan dapat menunjukkan buktinya. .. . ..25%<X≤50%=2. ... .. .... . .. . ... . kesulitan..... . . . .. ..... ..... .. Total skor untuk kompetensi 12 Skor maksimum kompetensi 12 = jumlah indikator × 2 Persentase = (total skor/ 6) × 100% Nilai untuk kompetensi 12 (0%<X≤25%=1...... 3.. orang tua peserta didik. ..... . ....... . . .. . dan potensi peserta didik kepada orang tuanya. . 2... tenaga pendidikan. teman sejawat..... ..... . .... . ..... Guru menyampaikan informasi tentang kemajuan... dan masyarakat Nama Guru : ......

Guru menyusun materi. melakukan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. dan memperkirakan alokasi waktu yang diperlukan.Penilaian Kinerja Guru Penilaian untuk Kompetensi 13: Penguasaan materi struktur konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu Skor Tidak ada Indikator Terpenuhi Terpenuhi bukti sebagian seluruhnya (Tidak terpenuhi) 1. mutakhir. 50% < X≤ 75% = 3. perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang berisi informasi 0 1 2 yang tepat.25%<X≤50%=2. Guru menyertakan informasi yang tepat dan 0 1 2 mutakhir di dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. 2. 75% < X≤ 100% = 4) 120 . 3. Guru melakukan pemetaan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran yang diampunya. Total skor untuk kompetensi 13 Skor maksimum kompetensi 13 = jumlah indikator × 2 Persentase = (total skor/ 6) × 100% Nilai untuk kompetensi 13 (0%<X≤25%=1. untuk mengidentifikasi materi 0 1 2 pembelajaran yang dianggap sulit. dan yang membantu peserta didik untuk memahami konsep materi pembelajaran.

pelaksanaan. Guru dapat memanfaatkan TIK dalam berkomunikasi dan pelaksanaan PKB. catatan masukan dari kolega atau hasil penilaian proses pembelajaran sebagai bukti yang menggambarkan kinerjanya. 4. mengembangkan karya inovasi. 75% < X≤ 100% = 4) Tidak ada bukti (Tidak terpenuhi) Terpenuhi sebagian Terpenuhi seluruhnya 0 1 2 0 1 2 0 1 2 0 1 2 0 0 1 1 2 2 121 . Guru melakukan evaluasi diri secara spesifik. 6. dan didukung dengan contoh pengalaman diri sendiri. 3. 50% < X≤ 75% = 3. 5. Guru memiliki jurnal pembelajaran. Guru melakukan penelitian. 2. dan aktif dalam melaksanakan PKB.Penilaian Kinerja Guru Kompetensi 14: Mengembangkan keprofesian melalui tindakan reflektif Skor Indikator 1. konferensi). Total skor untuk kompetensi 14 Skor maksimum kompetensi 14 = jumlah indikator × 2 Persentase = (total skor/ 12) × 100% Nilai untuk kompetensi 14 (0%<X≤25%=1. penilaian pembelajaran dan tindak lanjutnya.25%<X≤50%=2. Guru dapat mengaplikasikan pengalaman PKB dalam perencanaan. Guru memanfaatkan bukti gambaran kinerjanya untuk mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran selanjutnya dalam program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). mengikuti kegiatan ilmiah (misalnya seminar. lengkap.

penyelenggaraan kegiatan  Tujuan mengikuti pengembangan keprofesian berkelanjutan. Bagian Isi  Uraian rinci dari tujuan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB)  Pernyataan isi materi yang disajikan dalam kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan serta uraian kesesuaian dengan peningkatan keprofesiannya. lama penyelenggaraan pengembangan keprofesian berkelanjutan  Penyelenggaraan pengembangan keprofesian berkelanjutan B.  Tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan berkaitan dengan pengembangan diri berdasarkan hasil dari pengembangan keprofesian berkelanjutan. Bagian Pendahuluan  Latar Belakang mengikuti pengembangan keprofesian berkelanjutan  Keterangan waktu pelaksanaan.  Dampak terhadap pengalaman pengembangan keprofesian berkelanjutan terhadap diri sendiri dalam peningkatan mutu pengembangan keprofesian berkelanjutan dan riwayatnya.Lampiran 3 Sistematika Pelaporan Pengembangan Diri  Judul  Lembar Pengesahan  Kata Pengantar  Daftar Isi A. Penutup Lampiran-lampiran :  Fotocopy sertifikat/surat keterangan  Surat penugasan  Dan lain-lain. C. 122 .

observasi partisipatoris dan lain-lain yang dapat berbeda. penelitian tindakan. Tujuan  Bab II Landasan Teori/Tinjauan Pustaka  Bab III Metode Penelitian (bila melakukan penelitian)  Pembahasan  Kesimpulan dan saran  Lampiran-Lampiran Catatan : Sistematika tersebut merupakan alternatif yang dapat digunakan. Penyesuaian dapat dibuat menurut jenis-jenis penelitian misalnya : penelitian pengembangan. Latar Belakang dan Identifikasi Masalah B.Lampiran 4 Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah  Judul  Lembar Pengesahan  Kata Pengantar  Daftar Isi  Bab I Pendahuluan A. Rumusan Masalah C. 123 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->