P. 1
RPJMD 2005-2010 - Kabupaten Bandung

RPJMD 2005-2010 - Kabupaten Bandung

|Views: 329|Likes:
Dipublikasikan oleh Agung Absharina Bayani
RPJMD kabupaten bandung
RPJMD kabupaten bandung

More info:

Published by: Agung Absharina Bayani on Mar 25, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2015

pdf

text

original

Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tahun 2005 – 2010, yang merupakan integrasi

Rancangan Renstra SKPD yang berisikan program dan indikasi anggaran yang berorientasi pada fungsi dan sub fungsi pembangunan serta berpedoman kepada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ Tanggal 11 Agustus 2005 tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah serta mengacu pada Perda No 8 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah. Tahapan penyusunan RPJMD ini telah dilaksanakan melalui beberapa proses kegiatan dengan hasil yang tertuang dalam rancangan awal RPJMD. Selanjutnya penyusunan rancangan RPJMD ini merupakan hasil dari Musrenbang Jangka Menengah yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 Pebruari 2006, untuk menerima masukan dan sumbang pemikiran dari stakeholder. Terdapat beberapa masukan berarti dalam Musrenbang tersebut yang telah diakomodasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung ini. Akhirnya kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan arahan dan masukan sehingga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ini dapat kami selesaikan.

Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Bandung Kepala,

Drs. H.R. Wahyu, G. P. SH, M.Si. PEMBINA UTAMA MUDA NIP. 480 067 477

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa pemerintah daerah yang telah memiliki kepala daerah hasil pemilihan langsung wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 ( lima ) tahun. Ketentuan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, serta Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dengan terpilihnya Kepala Daerah Kabupaten Bandung periode tahun 2005-2010 secara demokratis yang dilakukan oleh rakyat secara langsung, dan telah dilantik Kepala Daerah pada tanggal 5 Desember 2005 dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.32-1040/2005 Tahun 2005 tentang Pengesahan Pemberhentian dan Pengesahan Pengangkatan H. Obar Sobarna S.Ip sebagai Bupati Bandung 2005-2010, dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132.32-1041/2005 Tahun 2005 tentang Pengesahan Pemberhentian Drs. Eliyadi Agraraharja sebagai Wakil Bupati Bandung 2000-2005 dan Pengesahan Pengangkatan H. Yadi Srimulyadi sebagai Wakil Bupati Bandung 2005-2010. Sehingga kepala daerah terpilih harus menyusun RPJMD Kabupaten Bandung tahun Dokumen RPJMD

2005-2010, karena dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004

Kabupaten Bandung 2005-2010 ditetapkan oleh peraturan daerah paling lambat 3 (tiga) bulan sejak kepala daerah terpilih dilantik. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tahun 2005-2010 merupakan arah pembangunan yang ingin dicapai daerah dalam kurun waktu masa bhakti kepala daerah terpilih yang disusun berdasarkan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah terpilih, dimana program dan kegiatan yang direncanakan bersifat iindikatif sesuai urusan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah dengan

mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Penyusunan RPJMD Kabupaten Bandung tersebut mengintegrasikan rancangan RPJMD dengan rancangan Renstra-SKPD, serta masukan dan komitmen dari seluruh

BAB I Pendahuluan

I-1

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

pemangku kepentingan pembangunan melalui konsultasi publik dan musyawarah perencananaan pembangunan (musrenbang). Dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Bandung 2005-2010 sebagai penjabaran visi, misi dan program kepala daerah terpilih, juga berpedoman pada RPJPD Kabupaten

Bandung (sedang dalam penyusunan) dan memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi Jawa Barat (Renstra Pemerintah Provinsi Jawa Barat), serta sumber daya yang tersedia di daerah Kabupaten Bandung. Tata cara penyusunan RPJMD Kabupaten Bandung mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ Tanggal 11 Agustus 2005 tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah, dan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 8 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan

Pembangunan Daerah. RPJMD ini selanjutnya menjadi pedoman bagi penyelenggaraan pembangunan oleh seluruh perangkat daerah, yang secara substansial memuat rencana kerja, program dan indikasi kegiatan yang bersifat terukur dan dapat dilaksanakan dengan

mempertimbangkan kemampuan sumber daya yang tersedia. Hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 Pasal 25 Ayat (1) dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Pasal 69 Ayat (2).

1.2.

Landasan Hukum Dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Bandung Tahun 2005 – 2010, landasan

hukum yang menjadi dasar pertimbangan penyusunan RPJMD adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286). 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400). 4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

BAB I Pendahuluan

I-2

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). 7. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 8. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2001 tentang Pelaporan Penylenggaraan Pemerintahan Daerah, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4124 9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah; 10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian Negara/Lembaga; 11. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004 – 2009. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 13. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 6 Tahun 2004 tentang Transparansi dan Partisipasi dalam Penyelenggaraan Pemerintah di Kabupaten Bandung. 14. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung No. 8 Penyusunan Perencanaan Pembangunaan Daerah. Tahun 2005 tentang Tata Cara

1.3. Maksud Dan Tujuan 1.3.1. Maksud Berdasarkan pertimbangan di atas, RPJMD ini disusun dengan maksud sebagai berikut: 1. Menyediakan dokumen RPJMD Tahun 2005 – 2010 sebagai acuan resmi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah, DPRD dan masyarakat dalam menentukan prioritas

BAB I Pendahuluan

I-3

juga memperhatikan dokumen perencanaan lainnya seperti RUTR Provinsi maupun Kabupaten Bandung. Lingkungan Hidup dan Sumber daya yang terdapat di Kabupaten Bandung. perlu memperhatikan arah kebijakan nasional maupun propinsi. Merupakan arah pembangunan yang ingin dicapai daerah dalam kurun waktu masa bakti Kepala Daerah terpilih. Memudahkan seluruh jajaran aparatur pememerintah daerah dan DPRD dalam mencapai tujuan dengan cara menyusun program dan kegiatan secara terpadu. 2.4. serta masyarakat untuk memahami dan menilai arah kebijakan dan program kepala daerah selama lima tahun. Tata Guna Lahan.3. Hubungan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya Hubungan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan lainnya. terarah dan terukur. yang berkedudukan sebagai dokumen perencanaan induk dengan wawasan waktu 20 tahunan. Memudahkan seluruh jajaran aparatur pemerintah daerah dan DPRD untuk memahami dan menilai arah kebijakan dan program serta kegiatan operasional tahunan dalam rentang waktu lima tahunan. Memudahkan seluruh jajaran aparatur pemerintah daerah dan DPRD. agar dalam perencanaan maupun pelaksanaanya dapat sinkron dan sinergis dengan arah kebijakan nasional BAB I Pendahuluan I-4 . Tujuan Tujuan dari Penyusunan RPJMD Kabupaten Bandung Tahun 2005 – 2010 adalah: Merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). 1. Menyediakan satu tolok ukur untuk mengukur dan melakukan evaluasi kinerja tahunan setiap SKPD. Arah kebijakan umum Kabupaten Bandung untuk 5 (lima) tahun kedepan.2.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung program lima tahunan yang digunakan sebagai pedoman dalam rencana pembangunan tahunan daerah. yaitu selain memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi/ Renstrada Provinsi Jawa Barat dan dokumen RPJPD Kabupaten Bandung (dalam tahapan penyusunan). 1.

dan hak asasi manusia. bangsa. Peningkatan Rasa Saling Percaya dan Harmonisasi Antarkelompok Masyarakat. kesetaraan. Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis 3. ditetapkan Visi Pembangunan Nasional Tahun 2004-2009. Berikut ini arah kebijakan nasional yang mengacu pada RPJM Nasional tahun 2004-2009. 2. tantangan. Dan Penanggulangan Kriminalitas. serta keterbatasan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia. dan Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 – 2008 (RPJMD Propinsi Jawa Barat belum disusun). Ketertiban. 5. 2. Pemantapan Politik Luar Negeri dan Peningkatan Kerjasama Nasional. Pembenahan Sistem Hukum Nasional dan Politik Hukum.4. Pencegahan dan Penanggulangan Gerakan Terorisme. bersatu. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan. Mewujudkan Indonesia yang Sejahtera Untuk mencapai agenda (1) Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai tersebut.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung maupun propinsi. serta 3. Selanjutnya berdasarkan visi pembangunan nasional tersebut ditetapkan 3 (tiga) Misi Pembangunan Nasional Tahun 2004-2009.1. prioritas pembangunan nasional tahun 2004-2009 diletakkan pada: 1. 4. Terwujudnya masyarakat. Pengembangan Kebudayaan yang berlandaskan Pada Nilai-Nilai Luhur. Dan untuk mencapai agenda (2) Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis. negara yang menjunjung tinggi hukum. 7. 1. rukun dan damai. yaitu: 1. prioritas pembangunan nasional tahun 2004-2009 diletakkan pada: 1. Terwujudnya kehidupan masyarakat. Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai 2. Peningkatan Keamanan. bangsa. BAB I Pendahuluan I-5 . 3. yaitu : 1. Agenda Pembangunan Nasional Tahun 2004-2009 Berdasarkan permasalahan. Pencegahan dan Penangulangan Separatisme. 6. dan negara yang aman. 2. Peningkatan Kemampuan Pertahanan Negara. Penghapusan Diskriminasi dalam berbagai bentuk.

7. 6. Peningkatan Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial. Peningkatan Pengelolaan BUMN. 3. sosial. Perbaikan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup.4. target tersebut dirasakan sulit tercapai. Kecil dan Menengah. Visi Provinsi Jawa Barat. ukuran keberhasilan pencapaian visi Jawa Barat adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 80 pada tahun 2010. Berdasarkan hasil evaluasi pada tahun 2001 dan 2002.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 3. Pengurangan Ketimpangan Pembangunan Wilayah. Pemantapan Stabilitas Ekonomi Makro. Penanggulangan Kemisikinan.2 Rencana Strategis Propinsi Jawa Barat Berdasarkan revisi Renstra Jawa Barat. Peningkatan Kemampuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 9. 17. 10. 13. 12. Peningkatan Akses Masyarakat terhadap Pendidikan yang Berkualitas. 6. Kondisi politik. Peningkatan Investasi dan Ekspor Non Migas. Pengakuan. 16. 15. Revitalisasi Pertanian. Hal ini disebabkan antara lain oleh : 1. 2. BAB I Pendahuluan I-6 . Penciptaan Tata Pemerintahan yang bersih dan Berwibawa. Percepatan Pembangunan Infrastruktur. Perbaikan Iklim Ketenagakerjaan. 11. Pembangunan kependudukan dan Keluarga Kecil Berkualitas serta Pemuda dan Olahraga. 4. ekonomi nasional yang belum stabil. 14. Penghormatan. 8. Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro. 1. 5. 4. dan penegakan atas Hukum dan Hak Asasi Manusia. Selanjutnya untuk mencapai agenda (3) Mewujudkan Indonesia yang Sejahtera tersebut. prioritas pembangunan nasional tahun 2004-2009 diletakkan pada: 1. 5. Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama. Revitalisasi Proses Desentralisasi dan Otonomi Daerah. Peningkatan Kualitas Kehidupan dan Peran Perempuan serta Kesejahteraan dan Perlindungan Anak. yaitu ” Jawa Barat dengan Iman dan Taqwa sebagai Provinsi termaju di Indonesia dan Mitra Terdepan Ibu Kota Negara Tahun 2010”. Pembangunan Perdesaan. Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur.

Meningkatkan Kualiktas Kehidupan Sosial yang Berlandaskan Agama dan Daerah Budaya BAB I Pendahuluan I-7 . yaitu : 1. Belum optimalnya keterpaduan perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan antar tingkat pemerintahan khususnya dalam memprioritaskan pembangunan sumberdaya manusia. 3. Belum efisiennya alokasi dan penggunaan anggaran pemerintah dan dana masyarakat dalam menunjang pencapaian visi Jawa Barat.2009. Hal tersebut menjadi landasan penetapan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Pengelolaan pemerintah Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama lima tahun ke depan. Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia Jawa Barat 2. Kelima. Ketiga. Keempat. Meningkatkan Implementasi Pembangunan Berkelanjutan 5.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2. Memantapkan Kinerja Pemerintahan Daerah 4. Kedua. Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia Jawa barat Pengembangan Struktur Peekonomian Regional yang Tangguh Pemantapkan Kinerja Pemerintahan Daerah Peningkatkan Implenmentasi Pembangunan Berkelanjutan Peningkatkan Kualitas Kehidupan Sosial yang Berlandaskan Agama dan Budaya Daerah Berdasarkan visi dan misi pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barata tersebut disusun 5 (lima) Agenda Pembangunan Provinsi Jawa Barat Tahun 2004. Dalam rangka menjabarkan visi tersebut ditetapkan 5 (lima) misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu: Pertama. Visi tersebut adalah ”Akselerasi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Guna Mendukung Pencapaian Visi Jawa Barat 2010”. Mengembangkan Strukturt Perekonomian Regional yang Tangguh 3.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 1. BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH Bab ini berisi menguraikan kebijakan dalam mengimplementasikan program kepala daerah sebagai payung pada perumusan program dan kegiatan pembangunan di dalam mewujudkan visi dan misi BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH Bab ini menguraikan tentang kenaikan dan penurunan serta pola – pola alokasi belanja daerah.5. landasan hukum penyusunan. maksud dan tujuan penyusunan. Sistematika Penulisan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tahun 2005-2010. disusun dengan sistematika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan tentang latar belakang penyusunan RPJM. Selain itu bab ini berisikan tentang arah pengelolaan pendapatan dan belanja daerah dan kebijakan umum anggaran BAB I Pendahuluan I-8 . MISI DAN PRIORITAS DAERAH Bab ini menguraikan visi dan misi kepala daerah terpilih serta prioritas pembangunan daerah selama lima tahun. hubungan dengan dokumen perencanaan lainnya dan sistematika penulisan BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH Bab ini berisikan tentang uraian statistik dan gambaran umum kondisi daerah saat ini dengan maksud mengetahui keadaan daerah pada saat ini pada berbagai bidang dan aspek kehidupan dan aspek kehidupan sosial ekonomi daerah dan yang akan diintervensi melalui berbagai kebijakan dan program daerah dalam jangka waktu 5 ( lima ) tahun BAB III VISI.

BAB VIII PENUTUP Bab ini menguraikan tentang program transisi dan kaidah pelaksanaan BAB I Pendahuluan I-9 . Program-program tersebut selanjutnya akan diterjemahkan kedalam berbagai kegiatan oleh SKPD sesuai dengan fungsinya.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung BAB VI ARAH KEBIJAKAN UMUM Bab ini menguraikan tentang kebijakan yang berkaitan dengan program kepala daerah terpilih sebagai arah bagi SKPD maupun lintas SKPD dalam merumuskan kegiatan guna mencapai kinerja sesuai dengan tugas dan fungsinya BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Bab ini berisikan tentang rincian program pembangunan daerah yang merupakan instrumen untuk melaksanakan kebijakan pembangunan yang sudah ditetapkan.

di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Garut dan Sumedang. Suhu udara berkisar antara 190 C sampai 240 C dengan penyimpangan harian mencapai 500 C dan kelembaban udara beragam antara 78% pada musim hujan dan 70% pada musim kemarau.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2. industri. sedangkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga memanfaatkan air tanah bebas (sumur gali) dan air tanah dangkal (kedalaman 24 sampai 60 meter). Morfologi Kabupaten Bandung terdiri dari wilayah datar/landai. Kawasan hutan lindung di wilayah Kabupaten Bandung seluas 54. non industri dan sebagian kecil untuk rumah tangga.500 mm sampai dengan 4. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -1 .15% hingga di atas 45%. Kabupaten Bandung beriklim tropis yang dipengaruhi oleh iklim muson dengan curah hujan rata-rata antara 1. sedangkan kawasan budidaya pertanian seluas 156.371 Ha. Terletak pada ketinggian 110 meter sampai 2. Sumber air permukaan umumnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan domestik pertanian. kaki bukit. dan pegunungan dengan kemiringan lereng beragam antara 0 – 8%. sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Cianjur.170 Ha yang tersebar di 26 kecamatan. Batas wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Bandung di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Subang dan Purwakarta. dan lain-lain. sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Garut dan Cianjur dan di bagian tengah terletak Kota Bandung dan Kota Cimahi. 3 danau buatan. terdiri dari : • Kawasan hutan produksi seluas 25.429 meter di atas permukaan laut dengan luas wilayah 307.000 mm pertahun. 8% .090 Ha. Air permukaan terdiri dari 4 danau alam.1. baik air tanah maupun air permukaan. serta 172 buah sungai. Kabupaten Bandung memiliki banyak sumber daya air. serta sebagian menggunakan fasilitas dari PDAM. Kondisi Geografis Wilayah Kabupaten Bandung secara geografis terletak pada koordinat 1070 22’- 1080 5’ Bujur Timur dan 60 41’ – 70 19’ Lintang Selatan. Dan air tanah dalam (kedalaman dari 60 sampai 200 meter) umumnya dipergunakan untuk keperluan industri.258 Ha.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung • • • • • Kawasan pangan lahan basah seluas 34. 18 19 20. 25.19 Ha. 6. 26. 35. 29.10 % (Sumber data BPS 2005).64%. Kawasan pangan lahan kering seluas 76. 28.431 jiwa dan Laju Pertumbuhan penduduk (LPP) mencapai 3. lihat tabel 2. LPP Kabupaten Bandung tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan LPP Jawa Barat yang pada tahun 2004 tercatat sebesar 2. 14. Dengan demikian. 15. 24. 3. Kecamatan PADALARANG BATUJAJAR CIPATAT NGAMPRAH CILEUNYI CIMENYAN CILENGKRANG BOJONGSOANG MARGAHAYU MARGAASIH KATAPANG DAYEUKOLOT BANJARAN PAMEUNGPEUK PANGALENGAN ARJASARI CIMAUNG CILILIN SINDANGKERTA CIPONGKOR GUNUNGHALU RONGGA CIKALONGWETAN CIPEUDEUY CICALENGKA NAGREG CIKANCUNG RANCAEKEK CIPARAY PACET KERTASARI BALEENDAH MAJALAYA SOLOKAN JERUK PASEH Desa 10 13 12 11 6 7 6 6 5 6 10 5 11 6 13 11 9 11 11 14 9 8 13 12 12 6 9 13 14 13 7 3 11 7 12 Kelurahan 2 1 1 5 BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -2 . 27. 11. 2. Pada tahun 2005. 16. 22.1. jumlah penduduk Kabupaten Bandung 4. Kawasan tanaman tahunan/perkebunan seluas 19.384 Ha. perlu dicermati langkah-langkah untuk mengantisipasi LPP tersebut baik dari program Kependudukan/KB dan Ketenagakerjaan. 12. Kawasan perikanan seluas 39 Ha. 9 Kelurahan.229. 33. 32. 7. 13. 17. 9. 8. dan 431 Desa. 30. 10. Kawasan peternakan seluas 274 Ha. 31. 5.274. 21. dibawah ini : Tabel 2. Secara administrasi Kabupaten Bandung terbagi atas 45 Kecamatan. 34. 4.1 Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Bandung No 1. 23.906 Ha.

38. 42. 41. 37. 39.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung No 36. 44. 43. 45. Kecamatan IBUN SOREANG PASIRJAMBU CIWIDEY RANCABALI LEMBANG CISARUA PARONGPONG CANGKUANG CIHAMPELAS Jumlah Desa 12 18 10 7 5 16 8 7 7 10 431 Kelurahan 9 Sumber : Bagian Pemerintahan Umum Sekda Kab. Bandung BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -3 . 40.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Gambar 2.1 Peta Administrasi BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -4 .

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

Bencana alam yang pernah terjadi di Kabupaten Bandung diantaranya gempa bumi (gempa tektonik), gerakan tanah (longsoran, amblesan), erosi, banjir, dan letusan gunungapi. Sedangkan bencana yang diakibatkan oleh pengelolaan yang tidak berwawasan lingkungan seperti longsoran tanah/batu, longsoran sampah, banjir, penurunan muka air tanah dan kebakaran. Peta sebaran kebencanaan dapat dilihat pada peta 2.3 Permasalahan yang dihadapi dalam penanggulangan bencana alam dan bencana adalah belum optimalnya pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan bencana dan masih minimnya peralatan penanggulangan bencana alam dan bencana yang dimiliki. Berdasar uraian di atas, dapat disimpulkan potensi aspek fisik dasar Kabupaten Bandung : 1. Cakupan luas wilayah yang cukup besar 307.371 Ha memiliki potensi ketersediaan lahan dan daya dukung lahan yang luas 2. Memiliki daerah administrasi pemerintahan yang relatif banyak ( 431 desa, 9 kelurahahan dan 45 kecamatan 3. Banyak sumber daya air, baik air tanah maupun air permukaan. 4. Luasnya kawasan hutan lindung di wilayah Kabupaten Bandung seluas 54.170 Ha sebagai pemasok air, wilayah konservasi, sumberdaya hutan, wisata konservasi dan lain-lain.

Permasalahan : o Terdapat rencana pemekaran Kabupaten Bandung Barat o Terdapatnya kemungkinan bencana gempa bumi (gempa tektonik), gerakan tanah (longsoran, amblesan), erosi, banjir, dan letusan gunungapi. o Penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya air

BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah

II -5

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

Luas kawasan rawan banjir di Cekungan Bandung 14.480 ha Lokasi Banjir : Sapan, Andir, Rancaekek, Majalaya, Buah Batu, Ujungberung, Ciparay, Pameungpeuk, Manggahang, Baleendah, Dayeuhkolot

Gambar 2.2 Peta Daerah Rawan Banjir

BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah

II -6

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

Gambar 2.3 Peta Kerentanan Gerakan Tanah Kab. Bandung

BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah

II -7

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

2.2.

Perekonomian Daerah Salah satu alat yang digunakan untuk mengetahui keberhasilan pembangunan

adalah melalui pengukuran pencapaian indikator makro ekonomi yang masing-masing indikatornya terdiri dari beberapa macam komponen. Pencapaian indikator makro ekonomi Kabupaten Bandung akan dibahas pada uraian berikut. Nilai PDRB Kabupaten Bandung tahun 2004 atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp. 26,957 triliun yang mengalami peningkatan sebesar 13,09% jika dibandingkan PDRB tahun sebelumnya sebesar Rp. 23,836 triliun. Nilai PDRB Kabupaten Bandung dari tahun 1995 hingga tahun 2004 berdasarkan harga berlaku dapat dilihat pada grafik di bawah ini:
PDRB KABUPATEN BANDUNG TAHUN 19952004 MENURUT HARGA BERLAKU
30,000,000 25,000,000 JUMLAH (Juta Rp) 20,000,000 15,000,000 10,000,000 5,000,000 0 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 TAHUN

Gambar 2.4 Secara lengkap nilai PDRB, kontribusi per sektor dan laju pertumbuhan tahun 1995 dan 2004 atas dasar harga berlaku dapat dilihat pada tabel 2.2. Tiga sektor yang memiliki kontribusi terbesar terhadap perekonomian Kabupaten Bandung tahun 2004 adalah sektor Industri Pengolahan yang berkontribusi sebesar Rp. 14,37 triliun (53,33%), sektor Perdagangan, Hotel dan restoran sebesar Rp. 4,74 triliun (17,57%) dan sektor sektor Pertanian Rp. 2,53 triliun (9,42%). Pertumbuhan ekonomi suatu wilayah digambarkan oleh besarnya kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan. PDRB Kabupaten Bandung tahun 2004 atas dasar harga konstan adalah Rp. 7,108 triliun dan pada

tahun 2003 tercatat sebesar Rp. 6,755 triliun, dengan demikian Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Bandung tahun 2004 adalah sebesar 5,23%. LPE Kabupaten

BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah

II -8

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Bandung ini masih lebih besar jika dibandingkan dengan LPE Jawa Barat tahun 2004 yaitu sebesar 4.000.000.000 2.000. BANDUNG TAHUN 1995-2004 MENURUT HARGA KONSTAN 9. PDRB KAB.5.000 6.98%.000 7.000 3.000.000.000 1.000.5 BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -9 .000 5. Nilai PDRB Kabupaten Bandung tahun 1995 hingga tahun 2004 berdasarkan harga konstan dapat dilihat pada Gambar 2.000 8.000.000.000 4.000.000 0 19 95 19 96 19 97 19 98 19 99 20 00 20 01 20 02 20 03 20 04 JUMLAH (Juta Rp) TAHUN Gambar 2.

58 916.101.76 3.91 43.30 0.262.887.28 Tahun 1996 (Juta Rupiah) 1.499.698.86 7.175.00 3.609.70 0.97 2.907.86 406.075.67 261.23 589.222.186.64 231.971.337.74 156.955.393.998.73 121.66 11.244.718.41 190.633.21 8.13 394.422.89 1.00 64.20 461.698.637.47 254.00 21.894.59 17.43 383.234.91 949.059.00 0.01 173.95 1.328.190.82 547.400.838.32 14.609.46 2.60 0.31 80.187.025.93 336.50 725.59 794.69 945.79 44.31 0.424.648.274.641.15 8.588. Perikanan 2.82 0. PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN A.303.06 37.547.83 196.33 9.305.742.087.66 157.409.842. Sosial Kemasyarakatan B.96 794.375.38 1.00 132.00 0.81 2.36 98.92 0.472.802.735.96 531.28 1.483.483.64 620.1.00 0.007.196.849.11 563.736.64 41.81 11.746.388.808. Angkutan Udara A.88 92.30 1.296.878.00 0.160.00 12.89 1.625.27 57.452.919. Penggalian 3.621.44 925.430.680.347. Pegangkutan A.563.44 598.258.29 634.98 5.213. PERTANIAN A. Perdagangan Besar dan Eceran B.00 0.071.081.339.264.777.87 0.343.174.744.05 371.173.822.270.32 14.00 42.383.01 264.08 586.27 566.469.63 231.00 13.57 0.592.489.98 144.448.65 345.31 Tahun 2000 (Juta Rupiah) 1.991.943.07 906.523.931.84 368.573.236.422.718.20 7.131.18 0.46 0.46 854.119.669.430.057.226.450.15 1.375.25 22.865. Pemerintahan B.454.376.31 305.821.63 1.411.074.520.714.00 0. JASA-JASA A.12 363.00 87.58 0.523.971. HOTEL DAN RESTORAN A.33 0.44 27. Komunikasi 8.15 0.252.30 0.75 61.984.259.00 6.57 17.289.365.414.433.652.14 Tahun 2004 (Juta Rupiah) 2.53 354.47 Tahun 1999 (Juta Rupiah) 1.64 444.598.690.83 107.3.50 233.498.411.33 307.11 122.690.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 2.62 33.56 12. PERDAGANGAN.31 740.00 114.688.92 671.396.032.244.684.705.00 5.24 430.524.577.50 0.942.05 582.00 0.83 687.660.00 14.31 0.178.44 171.66 1.344.703.41 288.836.00 4.20 1.43 0.419.990.309.871.710.63 65.214. Sewa Bangunan D.477.899.435.118.95 376.24 35.277.555.00 46.86 6.510.663.83 56.46 10.3.56 11.02 128.29 5.06 524.453.766.2.24 29.56 364. Air Bersih 5.00 36.68 8.896.900.845.64 6.27 16.94 630.00 12.738.79 4.668.650.075.965.388.261.810.870.59 14.182.808. Kehutanan E.00 5.35 4.051.65 49.81 124.91 0.269. Lembaga Keuangan Bukan Bank C.240.955.84 136.74 144.232.30 172. Tanaman Bahan Makanan B.19 72.596.38 56.373.091.570.053.533.68 9.00 0.302.19 Tahun 2002 (Juta Rupiah) 2.25 0.93 341.76 2.89 431.442.659.492. Minyak dan Gas Bumi B.91 831.32 7.38 67.679.23 326.074.516.856.34 855.46 75.937.399.52 449.483.497. BANGUNAN DAN KONSTRUKSI 6.80 9.56 8.79 9.510.83 9. Listrik B.552.94 249.41 123.70 332.18 12.131.489.449.81 749.570.5.38 791.970.958.21 193.37 10.792.15 99.60 939.64 634.56 894.174.957.328.00 8.52 540.55 803.00 4.045.81 512.291. Jasa Perusahaan 9.415.229. PERTAMBANGAN DAN GALIAN A.98 304.453.82 493.581.440.31 227.62 274.33 332.216.128.264.176.85 700.34 1.215. Hotel C.548.62 6.55 330.968.10 390.044.41 104. Angkutan Rel A.390.669.269.71 0.89 283.266.348.829.395.627.76 1.423.10 291.1.776.44 5.355.623.102.951.524.70 918.310.225.744.94 339.12 0.40 262. Hiburan dan Rekreasi B.450.84 204.03 165.21 279.80 2.125.00 9.058.789.459.22 3.441.75 677.63 287.289.62 10.150.876.847.21 370.44 Tahun 2001 (Juta Rupiah) 1.72 9.028.23 109.72 5.399.175.797.111.208.567.81 516.98 3.21 0.279.012.115.347.69 8.920.46 303.227.26 0.56 276.510.411.535.040.921.48 730.348.996.807.782.242.72 9.465.212. Angkutan Jalan Raya A.34 1.00 72.00 0.088.184.873.00 18.00 9.05 65.51 632.91 48. LISTRIK GAS DAN AIR A.701.413.39 150.22 0.00 49.376.51 56.66 1.50 373.599.98 3.36 700.132.69 Tahun 2003 (Juta Rupiah) 2.74 152.00 10.351.562. Industri Migas B. Restoran 7.05 109.59 4.603.15 4.89 1.628.21 4.65 600.233.59 523.041.57 113.21 901.00 71.250.34 410.16 629.071.687.72 201.698. KEUANGAN.889.254.675.2 PDRB Kabupaten Bandung Menurut Kelompok Sektor Tahun 1995-2004 Atas Dasar Harga Berlaku Lapangan Usaha 1.65 553.70 918.98 0.801.114.017.191.273.00 14.00 0.990.94 18.34 3.42 247.405.71 1.320.30 1.390.11 1.08 573.174.917.89 1.82 43.00 0.301.26 307.087.044. Angkutan Sungai A.860.332.39 82. Perkebunan C.06 6.069.03 1.00 502.229.17 0.25 0.220.064.53 384.10 2.02 183.357.189.395.55 0.21 643.00 60.007.239.288.442.59 62. Pertambangan tanpa Gas C.647.00 11.497.904.10 100.76 0.637.727.155.780.881.25 4.08 0.00 0.46 164.240.33 594.05 516.313.60 1.01 107.00 0.31 77.2.625.270.838.00 11.15 Tahun 1997 (Juta Rupiah) 1.489.539.76 26.00 0.110.87 20.587.79 18.208.4.486.243.54 19.04 129.292.17 17.00 5.94 484.647.937.29 0.972.03 3.263.83 0.571.540.083.669.105.09 1.191.00 10.80 13.244.246.00 0.064.612.00 0.968. Jasa Penunjang Angkutan B.321.11 0.51 158.37 23.988.29 451.00 5.18 1.40 47.701.872.23 16.43 Tahun 1998 (Juta Rupiah) 1. Gas C.341.839. INDUSTRI PENGOLAHAN A.96 450.73 167.177.305.245.458.34 15.014.11 39.92 76.969.087.086.295.128.128.00 25.668.98 427.882.040.553.211.852.96 289.543.00 98.00 35.781.398.74 156.12 0.844.00 3.00 10.59 728.47 0. Bank B.46 709.27 325.022.83 39.227.00 0.00 0.566.842.658.43 10.28 920.820.656.32 3.978.353.034. Peternakan D.25 2.552.70 270.07 4.49 0.065.21 321.19 516.597.230.46 25.786. Industri Tanpa Migas 4.44 5.82 287.211.358.60 11.91 331. Angkutan Laut A.37 19.573.501.86 3.43 68.00 40.274.69 402.92 641.753.380.143.572.06 342.84 658.58 452.66 262.435.137.10 76.77 72.47 382.257.82 677.00 44.69 0. Swasta B.604.00 11.245.00 BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -10 .56 3.864.232.72 64.02 260. Perorangan dan Rumah Tangga PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 1995 (Juta Rupiah) 989.00 5.511.52 847.53 290.54 0.665.49 24.20 556.00 0.590.54 609.510.52 21.085.305.563.63 820.75 93.29 21.00 0.6.718.27 44.60 0.29 10.348.292.790.00 57.65 376.15 707.076. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI A.01 0.262.590.00 83.391.723.01 521.86 51.228.01 612.593.00 4.45 646.933.58 86.186.900.058.690.942.93 4.05 203.15 5.416.097.078.

maka sektor Keuangan yang terdiri dari kegiatan perbankan (simpanan.47 Sumber : BPS Kabupaten Bandung. Persewaan dan Jasa Perusahaan pada tahun 2004 memiliki tingkat inflasi terkecil dibandingkan sektor lainnya. Gas dan Air Bangunan/Konstruksi Perdagangan. Secara lengkap nilai PDRB.48%.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Berdasarkan harga konstan. Inflasi sektor Keuangan.55%. jual beli surat berharga dll). Mengingat perannya yang strategis dan dengan tingkat inflasi yang relatif kecil.17 10.2.56 3. Tingginya LPE yang dicapai sektor-sektor tersebut terkait erat dengan tingkat inflasi/kenaikan harga yang dialami.11 7. pegadaian).47% dan angka tersebut relatif lebih besar jika dibandingkan dengan tahun 2003 dengan inflasi 6.97 8. pinjaman. transfer. sektor usaha yang memiliki laju pertumbuhan tertinggi pada tahun 2004 adalah sektor Keuangan.7%. 2004 Tingkat inflasi Kabupaten Bandung secara makro pada tahun 2004 mencapai 7.39%.64 6. koperasi. lembaga keuangan bukan bank (asuransi. Hotel dan Restaurant Pengangkutan & Komunikasi Keuangan.27 10.37 6.17 8.87 10.4 Tingkat Inflasi PDRB Kabupaten Bandung 2003 –2004 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 LAPANGAN USAHA Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.70 12.70 8. sedangkan inflasi terkecil dialami sektor keuangan sebesar 3. sewa bangunan dan jasa perusahaan (al.60 5. Persewaan dan Jasa Perusahaan sebesar 12.44 7.69 5. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -11 .31 7. jasa hukum dan jasa konsultan) tersebut dapat meningkatkan produksi secara optimal.74%.46 6.23 7. Secara lengkap tingkat inflasi per lapangan usaha adalah sebagai berikut : Tabel 2. disusul sektor Pertambangan dan Penggalian 7. Tingkat inflasi terbesar disumbang oleh kelompok bangunan/konstruksi sebesar 10.58% dan sektor Pengangkutan & Komunikasi 6. kontribusi per sektor dan laju pertumbuhan tahun 1995 dan 2004 atas dasar harga berlaku dapat dilihat pada tabel 2.48 2004 (%) 6.55 10. Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa Rata-rata 2003 (%) 3.

33 6.345.567.449.97 289.352.787.34 158.06 55.16 2.496.483.016.25 170.56 27.772.980. Listrik B.00 0.00 243.372.903.956. Angkutan Udara A.00 3.612.75 171.049.188.755.58 32.540.687.54 2.620.21 4.464.438.546.825.095.303.491.273.837.92 0.710.523.442.830.670.74 32.752.587.750.66 204.00 4.73 30.43 4.300.779.00 0.541.79 172.037.482.48 BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -12 .56 234.745. Industri Migas B.71 Tahun 1997 (Juta Rupiah) 753.32 276.337.43 121.190.14 3.922.100. Angkutan Jalan Raya A.90 7.75 4.743.251.1.87 50.12 7.16 385.66 259.00 26.10 128.05 0.72 4.84 304.87 120.49 69.86 132.44 300.762.72 723.520.795.903.00 0.370.82 372.460.716.39 24.260.14 64.00 19.64 35.500.61 Tahun 2002 (Juta Rupiah) 725. Angkutan Sungai A.500.295.39 251.90 342.13 61.083.491.20 244.868.5.090.682.110.00 3.580. Hiburan dan Rekreasi B.97 219.01 1.02 210.48 896.553.262.564.25 8.38 0.44 387.501.900.656.829.03 735.00 3.251.652.311.98 217.438.142.647.425.54 26.830.245.26 296.2.69 133.41 133.93 240.00 0.261.536.78 54.960.443.96 452.49 0.125. Penggalian 3.85 3.59 31.25 36.306.05 0.861. Restoran 7.254.310.72 33.141.37 114. LISTRIK GAS DAN AIR A.340.53 234.593.806.1.35 51.806.742.99 7.561.919.01 Tahun 1996 (Juta Rupiah) 864.51 244.34 3.560.020.00 22.248.00 0.328.34 0.00 53.41 0.52 262.556.67 0.76 0.797.015.11 234.990.116.00 3.310.444.312.263.00 0.542.777.00 324.810.16 203.04 453.119.96 596. Swasta B.765. Perdagangan Besar dan Eceran B.388.58 294.00 33.00 4.16 655.89 325.051.666.79 94.24 271.56 28.34 2. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI A.884. Angkutan Laut A.57 6.4.638.19 5.39 130.709.941.27 39.53 52.578.00 31.371.00 33.53 731.11 169.08 263.71 450.3.963.267.06 0. Sewa Bangunan D.361. Pertambangan tanpa Gas C.04 64.96 58.518.270.59 781.907.49 0.00 3.98 7.980.289.020.432.00 19.766.43 103.79 0.00 3.199.65 8.075.063.95 Tahun 2004 (Juta Rupiah) 791.62 361.87 96.93 358.588.73 578.33 69.07 134.465.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 2.057.602.596.48 0.108.513. Hotel C. PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN A.61 0.25 2.647.73 330.119.2.07 1. Peternakan D.821.95 3.127.51 353.05 306.950.365.74 193.390.457.379.76 28.837.08 273.43 190.99 7.596.28 304.23 362.33 25.233.77 0. Gas C.596.52 75.16 510.38 37.519.73 0.73 325.579.534.463.696.90 2.28 0.32 45.064.00 0.23 3.956.95 233.236.86 181.95 479.771.00 18.471. Kehutanan E.75 162.607.95 0.82 686.582.93 245.122.74 24.09 125.500.37 316.82 127.647.607.631.430.058.839.49 194.209.622. Jasa Penunjang Angkutan B.92 940.592.771.00 0.478.564.97 0.087.996.73 104.708.797.99 35.21 230.59 398.90 101.199.221.00 16.918.00 6.518.06 556.66 0.34 188.28 116.00 4.00 26.79 0.834.232.23 24.16 330.29 998.20 2.3 PDRB Kabupaten Bandung Menurut Kelompok Sektor Tahun 1995-2004 Atas Dasar Harga Konstan Lapangan Usaha 1.062.95 248.00 4.00 0.56 524.91 463.72 123.766.21 0.00 4.955.35 0.47 3.12 237.32 229.43 1.44 5.12 481.588.306.73 54.460.164.52 4.56 196.319.299.490.93 0.02 2.00 0.325.35 6.00 4.46 6.564.02 4.038.10 464.90 34.21 180.530.00 3.10 1.53 50.332.900.282.86 251.873.65 3.594.00 36. Sosial Kemasyarakatan B.021.50 37.92 Tahun 2001 (Juta Rupiah) 696.61 334.168.95 1.58 474.563.985.86 2.98 3.812.963.894.53 3.3.234.021.577.50 0.77 0.902.374.00 3.00 29.693.67 456.00 3.645.93 115.629.738.50 254.862.785.520.94 309.174.48 962.00 24.308.28 119.31 59.00 3.00 53.017. Pegangkutan A.67 419.48 36.941.07 2.603.833.07 0.412.836.010.453.23 4.668.079.768.121.015.66 61.21 7.00 20.132.53 219.465.051.00 0.825. INDUSTRI PENGOLAHAN A.75 4.00 30.04 6.586.00 3.69 493.89 149.098.77 377.41 134.41 278.47 0.84 129.57 211.91 254.644.762.84 25.29 40.954.00 3.521.38 5.659.68 955.74 25.01 2.633.958.034.32 1.99 39.13 21.62 274.95 260.00 27.837.570.375.66 0.160.942.00 16.14 97.879.164. HOTEL DAN RESTORAN A.440.188.80 302. Bank B.965.828.96 34. Perikanan 2. Pemerintahan B.00 0.00 0.693.312.90 261. BANGUNAN DAN KONSTRUKSI 6.63 323.54 220.76 328.90 8.894.795.63 253.491.75 3.86 0.80 5.51 5.92 Tahun 1998 (Juta Rupiah) 671.24 230.299.491.883.428.46 6. Komunikasi 8.17 0.230.86 189.11 237.91 247.55 9.148.71 5.28 0.80 65.33 2.796.299.583.96 7.22 0.738.00 29.577.42 3. Air Bersih 5.65 343. PERTANIAN A.409.97 4.791.89 30.610. Tanaman Bahan Makanan B.530.199.65 263.864.255.61 42.14 0.09 0.87 472.88 246.91 935.73 2.141.33 8.00 3.687.687.52 492.40 6.10 0.29 188.90 321.443.105.59 242.251.09 240.78 5.67 2.307.195.018.00 30.328.800.465.20 54.71 2.63 237. Angkutan Rel A.00 0.592.05 259.32 32.73 0. Lembaga Keuangan Bukan Bank C.58 6.53 3.658.172.037. PERTAMBANGAN DAN GALIAN A.31 6.04 165.411.828.40 241.342.327.548.57 767.00 0.14 6. Perkebunan C.265.55 127.223.262.586.197.026.632.558.418.553.350.564.15 688.73 Tahun 2003 (Juta Rupiah) 743.217.455.634.444.07 346.16 225.19 5.64 238.242.11 215.370.00 3.34 53.57 769.11 256. Perorangan dan Rumah Tangga PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1995 (Juta Rupiah) 874.725.300.637.24 472.38 986. PERDAGANGAN.23 111.32 0.23 1.54 491.180.97 243.777.37 31.378.281.00 0.35 803.019. Jasa Perusahaan 9.030. Industri Tanpa Migas 4.22 233.00 0.72 24.148.650.78 197.993.03 226.53 0.607.64 30.08 101.536.375.597.825.335.09 51.876.085.307.647.008.012.815.30 186.00 20.00 0.016.294. JASA-JASA A.454.07 55.46 6.00 0.20 448.626.217.00 0.302.73 56.209.05 150.093.06 23.572.02 765.97 91.87 143.687.49 0.72 185.852.272.11 537.00 28.345.02 126.686.755.954.19 45.405.6.780. Minyak dan Gas Bumi B.49 223.994.092.772.141.938.491.12 224.066.90 3.02 336.20 Tahun 2000 (Juta Rupiah) 703.84 293.96 5. KEUANGAN.429.29 53.386.663.060.561.785.71 301.51 3.381.845.175.10 Tahun 1999 (Juta Rupiah) 690.61 42.801.81 237.045.722.913.

6% jika dibandingkan PDRB per kapita tahun 2003 sebesar Rp. PDRB per kapita Kabupaten Bandung tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp. Apabila dihitung dengan menggunakan harga konstan 1993.00 atau hanya meningkat 2%. Pengembangan Usaha.930. Hal ini berarti bahwa tingkat kemakmuran masyarakat Kabupaten Bandung pada tahun 2004 berdasarkan harga konstan hanya meningkat sebesar 2%.578.536. 5.431 dan meningkat sebesar 9. Sedangkan pada tahun 2003 dan 2004 telah dilaksanakan penyelesaian masalah tanah Pasar Baleendah. Pada tahun 2001 telah dilaksanakan kegiatan penataan sarana pasar/renovasi sebanyak 6 pasar. dan BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -13 .Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Berkaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat..1. tahun 2003 sebanyak 14 pasar (penambahan 7 pasar) dan 16 pasar pada tahun 2004 (penambahan 2 pasar).681. Hasil-hasil yang telah dicapai sub fungsi perdagangan dari Tahun 2001 – 2004 secara kuantitatif adalah sebanyak 16 pasar.714.146.316. Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung memiliki potensi di sub fungsi Perdagangan yaitu berupa pasar Kabupaten sebanyak 22 buah pasar terdiri dari tipe A sebanyak 8 pasar.1. Namun demikian. • Sulitnya mempertemukan aspirasi pedagang dan investor. 6. Program-program yang dilaksanakan dalam mendukung sub fungsi ini adalah program Penataan Sarana Pasar/Renovasi dan Pembinaan SDM pengelola pasar.47% terlihat bahwa kemakmuran masyarakat sebenarnya belum mengalami kenaikan yang cukup berarti.1 Sub Fungsi Perdagangan. PDRB per kapita masyarakat Kabupaten Bandung atas dasar harga berlaku 2004 adalah sebesar Rp. bila diteliti lebih lanjut ternyata peningkatan pendapatan per kapita atas dasar harga berlaku tidak menggambarkan peningkatan secara riil tetapi lebih disebabkan karena adanya pengaruh kenaikan harga/inflasi. 2. Permasalahan yang dihadapi di sub fungsi perdagangan antara lain adalah : • Belum optimalnya penataan sarana dan prasarana perdagangan yang disebabkan karena sulitnya melakukan relokasi sarana prasarana perdagangan yang sudah eksis. tahun 2002 sebanyak 7 pasar (penambahan 1 pasar).-. tipe B sebanyak 7 pasar.dan Rp. dan tipe C sebanyak 7 pasar serta pasar desa sebanyak 41 buah pasar.2. Jika dibandingkan dengan angka inflasi sebesar 7.

. volume usaha. penilaian klasifikasi koperasi. Pada tahun 2002 telah berdiri 67 koperasi baru.1.. Hal tersebut dapat dilihat pada kasus relokasi pasar Baleendah dan pasar Ciwidey. jasa 210 unit dan industri 2. bimbingan kepada 150 UKM. Koperasi Unit Desa 46 unit. Koperasi Pemasaran 63 unit. jumlah modal.466 unit dan yang tidak aktif 205 unit). Koperasi Simpan Pinjam 13 unit.452 orang. dan bimbingan kepada 63 UKM. Pada tahun 2004 di Kabupaten Bandung tercatat sebanyak 1. dan bimbingan kepada 174 UKM. volume usaha Rp.257. Jika dilihat dari jenis usahanya. penilaian kesehatan dan pengawasan KSP/USP 188 koperasi sehat.000.yang BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -14 . Koperasi Serba Usaha 141 unit.tercapai Rp. penilaian kesehatan dan pengawasan KSP/USP 222 koperasi sehat.29. penilaian kesehatan dan pengawasan KSP/USP 250 koperasi sehat. pada tahun 2002 sebesar Rp. Potensi yang dimiliki pada sub fungsi Koperasi dan UKM terlihat dari Banyaknya jumlah koperasi.976. Pada tahun 2003 telah berdiri 47 koperasi baru.27. 799. jumlah anggota. UKM tersebut terdiri dari jenis usaha perdagangan 863 unit.5 milyar dan pelaku UKM sejumlah 3.9 milyar. jumlah asset Rp. Jumlah anggota koperasi sebanyak 1. peningkatan klasifikasi 260 koperasi. dan bimbingan kepada 150 UKM..2 milyar.000.671 unit Koperasi (unit yang aktif sebanyak 1..414 unit dengan total jumlah tenaga kerja yang diserap 22.000. Koperasi Jasa 18 unit.488 unit. asset koperasi. Koperasi Produksi 188 unit. terdiri dari koperasi konsumsi sebanyak 1. Adapun keberhasilan lain terlihat dari program kemitraan dengan teraksesnya permodalan dari BUMN. Koperasi Baitul Mall-Wattanwil 38 unit dan Koperasi Pusat 4 unit.025 unit. Pada sub fungsi Koperasi dan UKM. penilaian kesehatan dan pengawasan KSP/USP.550. 464.yang diserap oleh 9 unit koperasi dan 57 unit PK. 24 Tahun 2001 tentang Retribusi Perijinan Penyelenggaraan Koperasi dari target Rp.284 orang. 553.000. penilaian klasifikasi 152 koperasi. jumlah modal Rp. hasil-hasil yang dicapai antara lain pelaksanaan Perda No. penilaian kesehatan KSP/USP 185 koperasi sehat.050.000. Pada tahun 2001 telah berdiri 130 koperasi baru.790. penilaian klasifikasi koperasi sebanyak 100 unit. Koperasi Pondok Pesantren 148 unit. dan jumlah UKM.selain itu dapat dilihat dari berdirinya koperasi baru. Selanjutnya pada tahun 2004 telah berdiri 71 koperasi baru. pada tahun 2001 sebesar Rp. peningkatan klasifikasi 30 koperasi.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung • Sulitnya melaksanakan penegakan hukum.500.

BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -15 .. kerbau 6.112. Hasil-hasil yang telah dicapai sub fungsi Pertanian.388 ton. cabe merah 18.586. kualitas produk. Pada sub fungsi Peternakan dan Perikanan. Kehutanan dan Perikanan Kabupaten Bandung merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki potensi di Bidang Pertanian. pada tahun 2003 sebesar Rp. kopi 540 ton dan tembakau 793 ton. Kehutanan dan Perikanan selama tahun 2001 s/d 2004 antara lain adalah meningkatnya produksi komoditi tanaman pangan dan hortikultura.973.032. Pada tahun 2004 tercatat populasi sapi perah sebanyak 44.1.500. Selain itu terdapat produksi daging baik dari ternak kecil dan besar sebanyak 31.000. produksi peternakan dan perikanan.097.411 ton..000.1.422.061 ekor. ubi kayu 139. sedangkan pada tahun 2004 sebesar Rp.469 ton.000. Rendahnya daya saing produk usaha kecil menengah dipengaruhi oleh faktor modal. kelapa 1.590. Kabupaten Bandung merupakan salah satu kontributor yang cukup penting bagi pemenuhan konsumsi protein hewani di Jawa Barat. kentang 261. produksi telur 10. jagung 82.500. kakao 747 ton.986 kg serta ikan sebanyak 25. ayam buras 4.102 ekor.. sawah.484.2 Sub Fungsi Pertanian. inovasi. jaring apung dan perairan umum.000.050.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung diserap oleh 1 unit koperasi dan 182 unit PK.649 kg. Pada tahun 2004. teh 58.dan dana lainnya terserap oleh 2 unit koperasi dan 7 unit PK. 2. ayam ras petelur 492. sedangkan belum optimalnya peran koperasi disebabkan karena terbatasnya modal yang dimiliki serta rendahnya kualitas SDM pengurus dan anggota koperasi. sapi potong 7.86 ton yang berasal dari kolam.031. ongkos produksi dan skala produksi. Pada sub fungsi Koperasi dan UKM antara lain ditemukan permasalahan : • • Belum optimalnya peran koperasi sebagai sistem ekonomi masyarakat dan Masih rendahnya daya saing produk usaha kecil menengah. kambing 62.118 kg dan susu 94.468 ekor.685 ton. bawang merah 40.050 ton.2.58.terserap oleh 6 unit PK.119 ton. tercatat produksi sejumlah komoditi tanaman pangan dan hortikultura sayuran dan perkebunan adalah sebagai berikut : padi 655.886 dan itik 509.680 ekor. kolam air deras.142.433 ton.yang diserap oleh 1 unit koperasi (KSP Sarwa Mukti Cisarua) sebesar Rp. domba 499. tomat 91. kuda 7.000.583. kubis 221.884 ton.516 ton. ayam ras pedaging 4.221 ton.

5 Ha per KK. keterbatasan modal. pasir seluas 26 ha di Kecamatan Padalarang.000 m3.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Permasalahan utama yang dihadapi dalam sub fungsi ini antara lain masih rendahnya tingkat pendapatan masyarakat petani. rendahnya kualitas hasil produksi pertanian dan tingginya ongkos produksi. Cipatat dan Cikalongwetan dengan jumlah 3 juta m3.2. batu marmer di Kecamatan Cipatat seluas 76.660 ha. Margaasih. pengairan setengah teknis 7. Rendahnya pendapatan petani tersebut dipengaruhi oleh faktor rendahnya nilai jual produk pertanian. sedangkan untuk memanfaatkan potensi pertambangan telah dilakukan upaya identifikasi data awal sebaran bahan galian golongan C di 19 Kecamatan yang dilaksanakan pada tahun 2001 – 2002 dan BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -16 .250 m3 dan kapur (batu gamping) di Kecamatan Padalarang dan Cipatat seluas 15 ha dengan jumlah 3.971 Ha. pengairan pedesaan 15. pengairan sederhana 9. Menurut data dari Dinas Pertanian Kabupaten Bandung. potensi yang dimiliki adalah irigasi/pengairan teknis seluas 12.690.150. dari seluruh jaringan irigasi yang ditangani Kabupaten (seluas 19.63 ha dengan jumlah 19. Batujajar.723 ha.725.4 Sub Fungsi Pertambangan dan Energi Kabupaten Bandung memiliki aneka ragam potensi jenis pertambangan antara lain adalah batu andesit seluas 61.000 m3 (DLH.3 Sub Fungsi Pengairan Potensi Pengairan yang dimiliki Kabupaten Bandung sangat terkait erat dengan potensi di sektor Pertanian.253 ha dan tadah hujan 10.00 per bulan dengan luas lahan yang diupayakan berkisar antara 0. Program yang telah dilaksanakan selama tahun 2001 s/d 2004 ditujukan untuk menurunkan jumlah angka pelanggaran dalam kegiatan usaha penambangan seperti kegiatan pemantauan dan pembinaan penambangan bahan galian Golongan C di Kecamatan Padalarang dan Cipatat pada tahun 2003.069 ha) sekitar 45 % dalam kondisi rusak dan sampai tahun 2004 baru ditangani sebanyak 10 % dari jumlah jaringan yang rusak. 2.3 s/d 0. dan mineral emas (masih tahapan eksplorasi). Cililin. Cicalengka dan Baleendah dengan jumlah 40.000.2. 2. Empat puluh persen petani berpendapatan di bawah Rp. serta panas bumi (geothermal). air tanah (air bawah tanah dan mata air).84 ha di Kecamatan Padalarang.487 ha.500. 2004). Menurut data dari Dinas Pekerjaan Umum.

di kabupaten bandung terdapat mineral emas yang tersebar di daerah Bandung Selatan ( dari Kecamatan Sindagkerta sampai ke kecamatan Pangalengan) yang besaran potensinya belum diketahui.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung inventarisasi semi mikro potensi bahan galian di Kabupaten Bandung yang akan dilaksanakan pada tahun 2005. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -17 . Batujajar. pada tahun 2003 terjadi 2 kasus longsor dan 4 kasus tanah longsor pada tahun 2004. Cipatat Saguling. baik perusahaan maupun perorangan ditandai dengan pelaksanaan reklamasi yang masih di bawah 20%. baru dalam tahapan Eksplorasi dan potensi panas bumi (geothermal) yang sebarannya dan potensinya seperti terlihat di tabel 2. Selain jenis bahan galian golongan C. Rajamandala G.5 Jumlah Potensi Panas Bumi (MWe) di Kabupaten Bandung Sumberdaya Spekulatif Terduga Kapasitas Terpasang (MWe) Hipotetik Potensi Mungkin Terbukti Sub Total No Kecamatan Lapangan 1. dan awal tahun 2006 terjadi longsoran (tanah dan pasir tras) di lokasi penambangan yang mengakibat korban jiwa yang diakibatkan penambangan tidak sesuai dengan kaidah penambangan. Ibun Pangalengan Lembang Kamojang Wayang Windu Tangkuban Parahu Maribaya 140 110 75 100 73 135 227 250 300 460 100 25 25 25 25 4.5. Ciwidey 65 25 25 25 25 247 170 482 25 25 25 25 140 84 150 324 140 527 208 647 140 224 1856 Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 Permasalahan yang dihadapi Pertambangan dan energi antara lain adalah masih adanya penambangan yang tidak mengikuti kaidah penambangan. Tabel 2.Patuha Cimanggu Ranca Walini Batununggal Kawah Putih Kawah Cibumi Kawah Ciwidey TOTAL 250 5. 2. 3. Akibatnya. dan 70% pengusaha penambangan belum mengelola K3 dan lingkungan dengan baik.

jamur dan lainnya.897 unit usaha dan IA 5.609 unit usaha. sehingga terjadi penurunan muka air tanah. Kabupaten Bandung memiliki potensi sebagai berikut : • Jumlah industri kecil yang dimiliki sampai dengan tahun 2004 adalah Industri Kecil Formal sebanyak 2. penggunaan secara langsung baru dimanfaatkan untuk parawisata (pemandian air panas dan wisata alam). Permasalahan yang dihadapi dalam pengambilan dan pemanfaatan air tanah adalah belum terkendalinya pengambilan air tanah terutama untuk keperluan industri.5 Sub Fungsi Industri dan Konstruksi Pada sub fungsi Industri terutama industri kecil dan menengah. beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain penyusunan informasi potensi industri. Potensi panas bumi digunakan untuk pemanfaatan secara langsung dan tidak langsung. Dalam rangka mendukung pengembangan sub fungsi Industri. ILMK 6. dan perlu dikembangkan untuk pemanfaatan secara langsung seperti untuk pengeringan teh.924 unit usaha. • Jumlah Industri Kecil Non Formal (sentra) sampai dengan tahun 2004 adalah 18.302 unit usaha. dan potensi yang terdapat di Kawasan Kamojang akan ada penambahan kapasitasnya direncanakan 60 MWe.834 unit usaha yang terdiri dari Kelompok Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK) 695 unit usaha.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Jumlah pengambilan air tanah untuk keperluan industri yang telah memiliki ijin sebanyak 673 buah sumur (Sumber DLH). pengambilan air tanah melalui sumur bor tersebut dari kedalaman 60 meter hingga 200 meter.2. 2. dari Sub total potensi panas bumi 1856 MWe baru terpasang 250 MWe di Kawasan Kamojang dan Wayang-Windu. dan kawasan G.430 unit usaha yang terdiri dari Kelompok IHPK 5. Sehingga terjadi keterlambatan dalam pembangunannya. Permasalahan untuk pembangunan pembangkit tenaga panas bumi ini diperlukan investasi yang besar. Industri Logam Mesin dan Kimia (ILMK) 837 unit usaha dan Industri Aneka (IA) sebanyak 1. pembinaan BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -18 . serta masih belum stabilnya harga jual listrik. Patuha akan dibangun pembangkit tenaga listriknya yang direncanakan 300 MWe secara bertahap (sudah diakukan eksplorasi dan terdapat Sumur Bor panas bumi di kawasan ini). Sedangkan pemanfaatan tidak langsung yaitu untuk Pembangkit Tenaga Listrik.

440 pengusaha pada tahun 2002 (penambahan 220 pengusaha/ pengerajin). 36 sentra pada tahun 2003 (penambahan 9 sentra) dan 44 sentra pada tahun 2004 (penambahan 8 sentra). Adapun jalan desa yang dibiayai dari Dana Bantuan Penyelenggaraan Pemerintah Desa BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -19 . sedangkan peningkatan pengetahuan mengenai SNI selama Tahun 2001-2004 yaitu sebanyak 520 pengusaha/pengerajin (kuantitatif) yaitu pada tahun 2001 ditujukan untuk 220 pengusaha.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung industri kecil. Pembinaan sentra Industri Kecil dilaksanakan dari tahun 2001 s/d 2004 yaitu sebanyak 44 sentra (kuantitatif) yaitu sebanyak 16 sentra pada tahun 2001. dan jalan desa 1.88 km dengan kondisi rata-rata hanya sekitar 40% yang kondisinya baik. rendahnya inovasi produk. fasilitasi permodalan dengan pihak Perbankan. pengawasan standararisasi mutu.2. Mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki.869. baik di wilayah perkotaan maupun di perdesaan maka peran sub fungsi Transportasi menjadi sangat penting. ongkos produksi yang tinggi. manajemen atau wawasan bisnis. mengikuti kegiatan pameran baik lingkup daerah maupun nasional. Permasalahan yang dihadapi antara lain adalah masih sulitnya industri kecil/ menengah untuk bersaing di dalam maupun luar negeri terutama dalam menghadapi pasar bebas karena belum memenuhi persyaratan mutu/kualitas produk yang diharapkan konsumen. jalan kabupaten 1.86% dari total panjang jalan Kabupaten atau sekitar 958 km yang dapat ditangani dan masih ada beberapa jembatan dengan kondisi buruk.297.42 km dengan kondisi 100 % baik.455.6 Sub Fungsi Transportasi Dalam menunjang kegiatan perekonomian.28 km terdiri dari jalan nasional 85. 480 pengusaha pada tahun 2003 (penambahan 40 pengusaha/pengerajin) dan 520 pada tahun 2004 (penambahan 40 pengusaha/pengerajin) serta penerapan GKM dari tahun 2001 s/d 2004 sebanyak 10 perusahaan. Potensi yang dimiliki sub fungsi Transportasi adalah panjang jalan yang terdapat di Kabupaten Bandung yaitu sepanjang 3. sampai dengan tahun 2005 ditargetkan hanya sekitar 73. 27 sentra pada tahun 2002 (penambahan 11 sentra). jalan propinsi 202.92 km dengan kondisi hanya sekitar 60 % baik. dan masih terbatasnya kemampuan sumber daya manusia khususnya dalam hal penguasaan teknologi. peningkatan pengetahuan bagi pengusaha mengenai SNI/Gugus Kendali Mutu (GKM). Ketidakmampuan dalam bersaing diantaranya disebabkan oleh akses permodalan yang terbatas.6 km dengan kondisi 90 % baik. 2.

Sub fungsi Transportasi didukung oleh kegiatan Pengembangan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas serta Pengembangan Sistem Pelayanan Angkutan Umum. dalam rangka Pengembangan Sistem Pelayanan Angkutan Umum telah disusun buku Master Plan Jaringan Lalulintas Angkutan Barang dan jaringan trayek angkutan penumpang pada tahun 2003 dan direncanakan akan disusun perencanaan angkutan massal koridor Leuwipanjang.2004.Bupati. dan Rancaekek pada tahun 2005. Selain permasalahan di atas. Belum meratanya penyebaran pembangunan infrastruktur disebabkan karena inkonsistensi pemerintah dalam pengembangan wilayah. Cileunyi. marka 7. 2.000 m dan traffic cones sebanyak 510 buah yang dipasang di lokasi rawan kemacetan. 2 kantor. minimnya minat investor. Dalam pelaksanaannya. 3 badan. baik dari aspek pemanfaatannya oleh DIBALE maupun content/ isi dari sistem aplikasi tersebut. dan 10 dinas • Unit kerja yang telah terkoneksi ke dalam jaringan internet SIMDA Kabupaten Bandung terdiri dari 21 unit kerja.2. permasalahan lainnya adalah penyebaran pembangunan infrastruktur yang belum merata dan masih rendahnya kualitas infrastruktur dasar wilayah. Dalam kurun waktu 2001 .7 Sub Fungsi Telekomunikasi dan Informatika Pada Sub Fungsi Telekomunikasi dan Informatika dicapai sampai dengan tahun 2004 adalah : • Terbangunnya 24 sistem aplikasi sub SIMDA yang telah oprasional di 3 bagian (Setda). sedangkan rendahnya kualitas infrastruktur karena belum optimalnya pengelolaan infrastruktur dan belum lengkapnya ketentuan teknis pembangunan infrastruktur. Permasalahan yang dihadapi dalam Sub Fungsi Telekomunikasi dan Informatika adalah : • Belum optimalnya sistem aplikasi Sub SIMDA yang telah terbangun. program Pengembangan Manajemen dan Rekayasa Lalulintas telah menyediakan rambu sebanyak 923 unit.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung ditambah swadaya masyarakat belum cukup mampu meningkatkan kondisinya menjadi lebih baik. ini hasil-hasil yang telah BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -20 . dan biaya penyediaan infrastruktur yang tinggi.Wakil Bupati dan Setda dengan jumlah komputer yang terkoneksi mencapai 55 buah. Selain itu. R. Ciwidey. termasuk R.

baik yang tersedia di Dibale maupun yang ada di KPDE sebagai intitusi pengelolanya.556 jiwa dan perempuan 2. penduduk Kabupaten Bandung tahun 2004 tersebut terdiri dari 637.586 orang atau 3.087.967 jiwa terdiri dari laki-laki 2.93% penduduk tua (umur 65 tahun ke atas).411 jiwa.107. Menurut data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.Bandung sebagai media informasi dan komunikasi baik bagi kepentingan internal maupun publik.19% jika dibandingkan tahun 2003 yaitu sebanyak 4.833 pada tahun 2002.369.8 Sub Fungsi Tenaga Kerja Kabupaten Bandung merupakan daerah yang memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) paling besar di Propinsi Jawa Barat. jumlah penduduk usia produktif yang besar tersebut bisa menjadi satu potensi.058.145. sehingga berdampak pada ketidak kontinu-an dalam proses entry. 2.49% penduduk usia muda (umur 0-14 tahun). jumlah penduduk Kabupaten Bandung tercatat sebanyak 4. jumlah penganggur tahun 2001 tercatat sebanyak 376.156 orang.582 jiwa. Apabila dilihat dari kelompok umurnya. dll.858 orang atau 30.2. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 3. Jika dikaitkan dengan sub fungsi Tenaga Kerja. Namun demikian bisa pula menjadi permasalahan bilamana penduduk usia produktif tersebut tidak terserap oleh pasar kerja. hal tersebut dibuktikan dengan seringnya terjadi troubel/ kendala konektifitas yang disebabkan karena adanya perangkat jaringan yang hilang ( ruangan tidak dilengkapi sistem keamanan yang memadai ) ataupun terjadinya “ croded “ karena tidak tersedianya perangkat server yang memadai.026 pada tahun 2003.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung • Belum berfungsinya situs web Kab.58% penduduk usia produktif (umur 15-64 tahun) dan 80. meningkat menjadi 383. Berdasarkan hasil Suseda 2004. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -21 .112 orang atau 65. dan 390. up date datanya • Masih terbatasnya sarana prasarana infrastruktur jaringan ( N/W ) sebagai pendukung operasionalsasi sistem-sistem sub SIMDA. hal tersebut lebih disebabkan karena kesulitan untuk mendapatkan data aktual dari Dibale dan keterbatasan SDM KPDE yang menguasai teknis pengentryan ke sistem apikasi web itu sendiri. 1.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Berkaitan dengan tersebut. 580 orang pada tahun 2002.358 orang pada tahun 2003. 2004). Selanjutnya pada kasus-kasus ketenagakerjaan telah terjadi penurunan yang tercatat sebagai berikut yaitu 48 kasus ketenagakerjaan pada tahun 2001 menjadi 23 kasus pada tahun 2002. Dengan demikian masih tersisa sebanyak 100 perusahaan yang belum mendapat penyuluhan.311 orang.07 % dalam upaya peningkatan kesejateraan pekerja.500 orang sehingga pada tahun 2005 masih tersisa 4500 orang yang belum mendapat tempat di lapangan kerja dengan Target Renstra 2001 – 2005 (Disnaker.686 orang dan pada tahun 2004 tercatat sebanyak 1. Permasalahan-permasalahan yang masih dihadapi dalam sub fungsi Tenaga Kerja antara lain adalah masih tingginya jumlah pengangguran. tahun 2002 sebanyak 1. tahun 2003 sebanyak 1. Disamping itu masih rendah perlindungan tenaga kerja melalui kepastian jaminan sosial tenaga kerja ( Jamsostek ) serta masih minimnya lembaga sebagai sarana hubungan industrial baru mencapai 29. 236 orang pada tahun 2003 dan 277 orang pada tahun 2004. 1.532 orang. mengurangi kasus ketenagakerjaan serta meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban perusahaan dan pekerja melalui penyuluhan tentang Hak dan Kewajiban. Penurunan tersebut antara lain disebabkan karena meningkatnya kesadaran hak dan kewajiban perusahaan dan pekerja melalui penyuluhan Hak dan Kewajiban yang telah dilaksanakan selama tahun 2001 s/d 2004 untuk masing-masing 280 perusahaan.965 orang. sedangkan melalui pelatihan tenaga kerja adalah 165 orang pada tahun 2001. pembentukan usaha mandiri dan pelatihan kerja. 10 kasus pada tahun 2003 dan selanjutnya menurun menjadi hanya 8 kasus pada tahun 2004. masih kurangnya tingkat keterampilan/keahlian pencari kerja dan belum baiknya sistem informasi pasar kerja yang ada. 154 orang pada tahun 2003 dan 65 orang pada tahun 2004. Peningkatan penyerapan tenaga kerja melalui penempatan tenaga kerja pada sektor formal dan keluar negeri pada tahun 2001 tercatat sebanyak 1. sub fungsi Tenaga Kerja selama tahun 2001 s/d 2004 telah melakukan kegiatan-kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja melalui penempatan tenaga kerja pada sektor formal lokal dan ke luar negeri. Peningkatan penyerapan tenaga kerja melalui pembentukan usaha mandiri tercatat perkembangan sebagai berikut : pada tahun 2001 dilakukan untuk 1. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -22 .

kemasan paket wisata yang kurang menarik dan manajemen pariwisata yang belum optimal. kurangnya subsidi pemerintah dan belum adanya alternatif penyediaan energi di desa.977 orang. dan pada tahun 2004 tercatat sebanyak 1.1 Pengembangan Pariwisata dan Budaya Kabupaten Bandung memiliki potensi budaya dan pariwisata antara lain adalah 61 buah obyek wisata yang tersebar di zone Bandung Utara sebanyak 12 obyek di 4 Kecamatan . monumen bersejarah di 5 lokasi. 2.844 KK yang belum mendapat sambungan listrik. Selain itu. zone Bandung Barat 15 objek di 8 Kecamatan dan di Bandung Timur 4 obyek di 5 Kecamatan.9 Sub Fungsi Ekonomi Lainnya Dalam rangka pengembangan ekonomi di wilayah pedesaan.75%.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2. terdapat juga potensi kebudayaan berupa 2 buah rumah adat Sunda. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -23 . Permasalahan masih rendahnya kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik antara lain disebabkan oleh faktor rendahnya daya tarik obyek wisata dan kurangnya promosi.769 orang atau terdapat peningkatan sebesar 13. Jumlah wisatawan pada tahun 2003 tercatat sebanyak 1. Walaupun terdapat peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung namun ternyata Kabupaten Bandung hanya mampu menyerap sekitar 6% dari total kunjungan wisatawan ke Jawa Barat. peninggalan sejarah lainnya dan beragam jenis kesenian. perlu ditunjang oleh program pengembangan listrik pedesaan. yang 40 diantaranya terdapat di daerah Bandung Utara (Lembang). Sampai dengan tahun 2004 telah terpasang sambungan listrik pedesaan sebanyak 1. vila dan penginapan serta Restoran dan Rumah Makan. Rata-rata lama tinggal wisatawan di Kabupaten bandung yaitu 2 hari yang merupakan tingkat hunian yang cukup singkat jika dibandingkan dengan lama tinggal wisatawan di Kota Bandung. untuk menunjang kepariwisataan terdapat pula hotel. di zone Bandung Selatan 29 obyek di 7 Kecamatan. Rendahnya daya tarik obyek wisata dipengaruhi oleh faktor sarana prasarana yang belum memadai. Selain itu.3. monumen di 17 lokasi. situs budaya dan sejarah di 17 lokasi. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan listrik pedesaan antara lain adalah masih terbatasnya jaringan distribusi PLN.2.539.899 KK dari 167.3 Fungsi Pariwisata dan Budaya 2.751.

2. SMA/SMK masing-masing jenjang terdiri dari tiga peringkat. Pameran Pembangunan. penyelenggaraan lomba tata upacara bendera. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -24 . Pembinaan Kepemudaan dan Olahraga A. Sub Fungsi Pembinaan Penerbitan dan Penyiaran Dalam mendukung sub fungsi Pembinaan Penerbitan dan Penyiaran dilaksanakan antara lain program Peningkatan Arus Informasi. SD. penyelenggaraan upacara bendera. Pembinaan Generasi muda Pembinaan Generasi muda dilaksanakan melalui kegiatan Pasukan Pengibar Bendera (Paskribra).3. kegiatan pemuda pelopor. penyelenggaraan pemuda produktif. penyelenggaraan aubade. sedangkan Pembinaan Penerbitan dan Penyiaran dilaksanakan dengan pemberdayaan media elektronik. Sosialisasi dan Informasi Hasil-hasil Pembangunan. RSPD dan lembaga penyiaran serta pemberdayaan dan pelatihan forum komunikasi daerah. SMP.3. Tahun 2004 kegiatan pemuda pelopor Permasalahan yang masih nampak dalam penyelenggaraan pembinaan generasi muda adalah masih perlu adanya peningkatan kegiatan pembinaan di semua tingkatan dalam rangka mendorong meningkatkan pengetahuan dan pemahaman penduduk. Buletin Pemerintah Daerah. SMA / SMK. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain : • Tahun 2002 / 2003 / 2004 penyelenggaraan seleksi Pasukan Pendera Pengibar (Paskibra) sebanyak 34 orang.3. 2. Pemberdayaan dan Pelayanan Pers. Peningkatan dan pelayanan arus informasi dilaksanakan antara lain dengan cara penerbitan Tabloid Gema Kertaraharja. kegiatan pemuda produktif sebanyak 25 orang • • Tahun 2003 kegiatan penanggulangan narkoba bagi pelajar SD. Penyusunan Basis Data Pembangunan. Peningkatan Kerjasama Kemitraan dengan Instansi/Forum Komunikasi Sentral Masyarakat Pers dan Program Pelayanan Informasi.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2. SMP.

penyelenggaraan Pekan Olahraga SD. kegiatan jalan santai. Untuk BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -25 . penyelenggaraan bantuan sarana dan prasarana. Sub Fungsi Obat dan Perbekalan Kesehatan. SMP. • Tahun 2003 kegiatan Porseni SD. penyelenggaraan lari 10K. penyelenggaraan Tes Kesegaran Jasmani Guru olahraga. Tes Kesegaran Jasmani bagi SMP dan SMA.1. kegiatan Lomba Gerak Jalan. Pembinaan Olahraga Pembinaan olahraga dilaksanakan melalui kegiatan Pembinaan olahraga pelajar dan pembinaan olahraga masyarakat yang meliputi pengadaan sarana dan prasarana olahraga.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung B. Kegiatan pengadaan obat-obatan yang setiap tahun dilaksanakan dalam rangka memenuhi permintaan pelayanan masyarakat dan peserta Asuransi Kesehatan yang tersebar di 92 Puskesmas DTP/TTP dan Rumah Sakit Daerah ( RSD ). SMA/SMK yang terdiri dari 11 cabang olahraga. Ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan merupakan hal terpenting dalam pelaksanaan fungsi kesehatan yang terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan. penyelenggaraan pembinaan teknis personal. bimbingan teknis personal. penyelenggaraan Pekan Olahraga SMP.SMP. Serta persiapan menjadi tuan rumah PORPROV Ke XI. SMA / SMK penyelenggaraan lari 10 K. lomba senam dan kegiatan senam masal. yang telah dipersiapkan dari awal Tahun 2005. kegiatan POPDA SD. penyelenggaraan TKJ • Tahun 2004. penyelenggaraan gerak jalan santai. penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). penyelenggaraan Tes Kesegaran Jasmani SMP dan SMA Permasalahan yang masih nampak dalam penyelenggaraan pembinaan olahraga pelajar dan masyarakat adalah masih perlu adanya peningkatan kegiatan pembinaan di semua tingkatan dalam rangka mendorong meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pentingnya olahraga bagi pelajar dan masyarakat. 2.4.4. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain : • Tahun 2002 penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar SD. Fungsi Kesehatan 2. Tantangan yang akan dihadapi tahun 2006 adalah Pekan Olah Raga Provinsi ke X di Karawang pada bulan Juli. SMP/SMA/SMK.

Pada BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -26 . dan pemberian pelayanan laboratorium dengan tujuan dapat meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan medik.000 jiwa.145.967 jiwa. Sedangkan dalam rangka pemusnahan limbah medis telah disediakan pengadaan alat pengolah limbah padat ( incenerator ) di RSD Soreang. Hal ini kurang ideal bila dilihat dari standarisasi pelayanan sehingga diperlukan adanya peningkatan status Pustu di wilayah kecamatan yang penduduknya padat sehingga dicapai titik standar ideal perbandingan antara Puskesmas dan Penduduk yaitu 1 Puskesmas : 30. tahun anggaran 2005 pembangunan tahap I IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah ) segera direalisasikan.064 orang penduduk Kabupaten Bandung.000 Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik. yang bermanfaat untuk mengurangi tingkat pencemaran limbah cair rumah sakit dengan melakukan pengolahan limbah terlebih dahulu. Selain alat pengolah limbah padat tersebut di atas.2 Sub Fungsi Pelayanan Kesehatan Perorangan. selain dukungan sarana yang cukup juga dari sisi kuantitas tenaga kesehatan sebaiknya bisa tercukupi. 2. Diharapkan tahun 2006 dapat diselesaikan pembangunannya secara keseluruhan agar dapat segera dioperasikan.064 jiwa atau 1 Puskesmas diharapkan dapat melayani sebanyak 45. Begitu pula dengan hanya terdapatnya RSUD sebanyak 2 unit dan RS Swasta sebanyak 1 unit dan RSU Khusus milik pemerintah ( RSJ ) 1 unit. sedangkan penduduk Kabupaten Bandung tahun 2004 sebanyak 4. hal tersebut menunjukkan bahwa ratio Puskesmas terhadap penduduk adalah 1 puskesmas : 45.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung penyediaan perbekalan kesehatan senantiasa diupayakan pengadaan peralatan kedokteran dan peralatan penunjang keperawatan yang sesuai standar kesehatan.4. Adapun perbandingan rumah sakit terhadap jumlah penduduk adalah 1 : 500. Sarana/ prasarana kesehatan merupakan hal tepenting dalam pelayanan kesehatan oleh Pemerintah maupun Pemerintah Daerah di Kabupaten Bandung ini terdapat 92 unit Puskesmas yang tersebar di 45 Kecamatan. Permasalahannya adalah sebagai berikut: • • Cakupan ketersediaan Obat masih belum dapat memenuhi kebutuhan Penyediaan alat-alat kedokteran dan keperawatan perlu ditingkatkan kelengkapannya dalam upaya peningkatan status baik puskesmas maupun RSD.

diperlihatkan oleh ratio dokter umum terhadap penduduk adalah 1 : 32. Dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Program peningkatan Budaya Hidup Bersih. Puskesmas keliling dan keberadaan polindes perlu dukungan semua pihak dalam operasionlisasinya.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung tahun 2004 jumlah tenaga Kesehatan yang bekerja pada unit kesehatan pemerintah daerah memiliki komposisi sebagai berikut : Dokter Umum Dokter Gigi Tenaga Medis lain Bidan / Bidan desa : 132 orang : 77 orang : 865 orang : 580 orang Dari data tersebut menunjukan bahwa ketersedian tenaga medis dokter masih rendah.658 jiwa .4. telah dilaksanakan melalui : • • • • • Pengembangan perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ) Pembinaan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat ( UKBM ) Pembinaan kesehatan masyarakat pekerja Pembinaan dan pengembangan Poskestren Penyebarluasan informasi kesehatan BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -27 . 2.219 jiwa penduduk yang harus dilayani sedangkan dibandingkan dengan puskesmas yang ada pelayanan dokter umum rata-rata hanya 1 – 2 orang per Puskesmas yang tersebar di 45 kecamatan sedangkan ratio bidan praktek terhadap puskesmas menunjukan rata-rata 1–3 orang bidan dapat melaksanakan pelayanan di Puskesmas sehingga untuk mengotimalkan pelayanan kesehatan oleh pemerintah keberadaan bidan desa belum dapat memenuhi sejumlah desa/kelurahan yang ada. Program peningkatan hidup Bersih dan sehat.3. Sub Fungsi Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Program penanggulangan penyakit dan Program Perbaikan Gizi dan Kesehatan lingkungan. telah dilaksanakan kegiatan-kegiatan melalui. Permasalahan yang dihadapi antara lain masih diperlukannya peningkatan status Pustu menjadi Puskesmas dan peningkatan status Puskesmas menjadi Rumah Sakit Daerah disamping perlu adanya optimalisasi perangkat medis. ratio dokter gigi terhadap jumlah penduduk adalah 1 : 45.

000 penduduk = 43 %. setiap tahun dilaksanakan kegiatan pemberantasan penyakit kusta. rata-rata masih di bawah angka 80%.01 / 10. Sedangkan dalam pelaksanaan program penanggulangan penyakit. ISPA. Campak. Polio.69 / 1000 penduduk = -% = -% = 85 % Disamping itu dalam program perbaikan gizi. Perkembangannya dapat dilihat pada tabel berikut ini. pada tahun 2004 menunjukan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam penimbangan balita di posyandu telah cukup baik dengan indikator bahwa jumlah proporsi Balita yang ditimbang dibanding Balita terdaftar masih di atas angka 80 % dan perkembangan status gizi masyarakatnya ada pada klasifikasi harus mendapat perhatian dimana proporsi Balita yang naik berat badanya terhadap balita yang di timbang pada setiap tahunnya. dan Ibu Hamil setiap tahun selalu dilakukan yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan. Berdasarkan Pemantauan status gizi masyarakat melalui pelaksanaan penimbangan Balita di Posyandu yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung. Upaya perbaikan Gizi Institusi. Sedangkan Cakupan Imunisasi menurut jenisnya seperti Imunisasi BCG. namun ternyata belum dapat mencapai sasaran yang ditentukan sehingga masih perlu adanya peningkatan yang didukung oleh ketersediaan obat-obatan dan sarana kesehatan lain.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung • • Pengembangan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat ( JPKM ) Melakukan kerjasama pelayanan kesehatan bagi karyawan dan keluarganya sektor industri / perusahaan swasta. Suveilance. Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK). Penanggulangan GAKI. Kondisi cakupan angka kesakitan pada tahun 2004 sebagai berikut : • • • • • • • Cakupan Penyakit Kusta Cakupan Penyakit ISPA Cakupan Penyakit Diare Cakupan HIV/ AIDS Cakupan Penyakit DBD Cakupan Penyakit Rabies Cakupan TBC = 0. Kelamin. setiap tahun dilaksanakan kegiatan-kegiatan Sistim Kewaspadaan Pangan Dan Gizi. = 25 % = 0. Rabies. Demam berdarah. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -28 . Diare.

2 94.02 61. dan penyehatan lingkungan industri.01 52.00 61.1 80.00 32.2 88. peningkatan keterampilan petugas sanitasi dan penyehatan lingkungan tempat-tempat umum.7 96. Cakupan pemakaian sarana pembuangan air limbah.7 83.72 36.0 84.8 92.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 2. Desa Cakupan air bersih Cakupan pemakaian SPAL Cakupan pemakai jamban Pengawasan TTU Pengawasan RS Pengawasan Pestisida Pengawasan Residu Pestisida Pengambilan kadar Cholines terase darah Pengawasan Industri Besar Pengawasan Industri Kecil Capaian Program (%) 2003 2004 61.61 92.8 78.69 95.1 96.8 83.3 Polio 1 Polio 4 Campak Hepatitis B1 Hepatitis B3 TT 1 Ibu Hamil TT 2 Ibu Hamil 2002 101.05/100 18. penyehatan lingkungan permukiman.05 32.6 96.6 HASIL CAKUPAN PROGRAM IMUNISASI TAHUN 2002 – 2003 Jenis Imunisasi BCG DPT-1 DPT .46 Ket 52 50 70. Cakupan pemakaian Jamban.7 PERKEMBANGANGAN HASIL PENGAWASAN CAKUPAN PROGRAM TAHUN 2003 – 2004 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Jenis Kegiatan Pengawasan TPM Pemeriksaan Sampel Mamin .7 KET Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Dalam pelaksanaan sub fungsi pelayanan kesehatan masyarakat yang terkait dengan kesehatan lingkungan.70 36.49 91. Dalam menunjang penyehatan lingkungan permukiman telah dilakukan pengawasan terhadap tempat pengelolaan makanan ( TPM ).33 100 8.23 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -29 . Pengadaan air bersih penyehatan lingkungan (PAPBL).44 98.0 Tingkat Capaian Program (%) 2003 2004 95. Pengawasan tempat umum.84 78.70 - 70.73 96.00 38. secara rutin telah dilakukan kegiatan pengawasan kualitas air dan lingkungan. Cakupan air besih.76 83. Perkembangan Hasil capaian program dua tahun terakhir ( Tahun 2003 – 2004 ) sebagai berikut: Tabel 2.8 10.4 98 81.1 81.05/100 25 40.17 88.4 92. Grading Rumah makan/restoran Pemeriksaan sampel air bersih Pemeriksaan sampel tanah Temu karya PABL tk.3 85.9 90.4 91.

19 0.97% sehingga upaya pengadaan program air bersih nampaknya masih menjadi bagian yang harus dipikirkan dalam menunjang kesehatan masyarakat. Fasilitas air minum yang digunakan rumah tangga seperti air ledeng. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -30 .75 3. Peningkatan status gizi Balita dan cakupan imunisasinya masih perlu ditingkatkan. Program/kegiatan pemberantasan penyakit masih harus ditingkatkan terutama pada masyarakat pada lingkungan yang fasilitas kesehatannya kurang. campak dan lainnya yang disebabkan kondisi lingkungan kurang baik. Pendidikan maupun masyarakat umum perlu untuk ditingkatkan. mata air dan lainnya terlihat pada tabel di bawah ini.97 19. Permasalahan yang dihadapi adalah: • • • • • Program PHBS baik di Institusi Kesehatan. Diare .68 38. Sumur tak terlindung 7.8 PERSENTASE RUMAH TANGGA PENGGUNA AIR MINUM BERDASARKAN SUMBERNYA TAHUN 2004 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Sumber air Ledeng Sumur Pompa Sumur Terlindung Sumur Tak terlindung Mata Air Terlindung Mata Air tak telindung Kemasan Lainnya Jumlah % Rumah Tangga 7. Tabel 2. Partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan tetap harus didorong atau ditingkatkan melalui suatu kegiatan pembinaan/penyuluhan kesehatan. Masih terdapatnya penduduk yang menggunakan sumber air minum yang belum memenuhi standar kesehatan. polio.34 7.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Dari hasil pengawasan tersebut.78 18. maka program/kegiatan penanggulangan air bersih masih dipandang perlu. sumur pompa.75 %.57 3. walaupun nampaknya masih harus ditingkatkan agar kondisi lingkungan Kabupaten Bandung ini memenuhi standar kesehatan sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya penyebaran penyakit TBC.89 100 KET Sumber: Suseda Tahun 2004 Dari data terakhir tahun 2004 masih menunjukan bahwa sebagian masyarakat masih menggunakan air minum dengan kondisi yang kurang terjamin kesehatannya yaitu dengan air minum dari mata air tidak terlindung sebanyak 3. secara umum Cakupan program penyehatan lingkungan permukiman nampaknya hampir dari semua jenis kegiatan menunjukan adanya peningkatan ke arah yang lebih baik.

Paru dan pembuatan leaflet NAPZA.427 395 57.872 8.162 90 800 1. Dalam rangka menunjang fungsi kesehatan.093 182 52.330 49.450 13.318 PPM 7. dan melalui Leaflet JPKM • Penyebar luasan informasi. pemutaran film.235 6.578 125 150 2.475 66.4. Pada Sub Fungsi kesehatan lainnya yang dilakukan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah melalui penyebar luasan informasi kesehatan antara lain: • Pengembangan jaminan pemeliharaan kesehatan.178 61.455 2002 Realisasi 8.339 96.805 2003 Realisasi 4.562 1.653 7.5.050 42 76.841 87. Keluarga Berencana.796 8.615 2004 Realisasi 5. • Penyusunan program kesehatan.607 87 805 1.603 141 442 1. melalui siaran radio.969 18. pembentukan pusat informasi dan konsultasi keluarga dan remaja serta dilakukannya mengayomi peserta KB dari Keluarga tidak mampu yang mengalami kegagalan. dengan menyelenggarakan Rakerkesda BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -31 .831 9. Sub Fungsi Kesehatan Lainnya. Catatan Sipil dan KB Dilihat dari perkembangan setiap tahun.019 PPM 6. melalui sosialisasi JPKM Mandiri ke dunia usaha.421 43.401 56 616 1. melalui sub fungsi KB telah dilakukan beberapa kegiatan antara lain sosialisasi kesehatan reproduksi remaja.732 71.368 395 61.713 17.373 Sumber : Dinas kependudukan . 2.831 9.883 42.749 15. Tabel 2.4.234 392 83.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2.148 956 2. Permintaan Masyarakat akan pelayanan KB ternyata cukup tinggi yang setiap tahunnya ternyata belum dapat terpenuhi dengan permintaan tertinggi di capai oleh kontrasepsi Suntikan dan pelayanan Non MJP.9 HASIL PERKEMBANGAN CAPAIAN PESERTA KB DI KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2003 – 2004 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kontrasepsi IUD MOP MOW IMPLAN MJP SUNTIK PIL KONDOM Non MJP Total PPM 8.4. pembutan poster Tb.897 59.622 9.116 65.724 57.649 39.776 76 48. Disamping itu juga telah dilakukan pembinaan dan pengembangan KB Mandiri dan pengembangan pusat pelayanan KB dan pusat konsultasi remaja.105 10.

Tabel 2.03 78.45 77.5 Fungsi Pendidikan Partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan. Pendidikan Dasar Dalam rangka menunjang pelaksanaan pendidikan dasar.05 95.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2.923 438 SD/MI 833 3.07 97.11 Perkembangan DO Pada Tiap Jenjang Pendidikan Tahun 2001 – 2004 Tahun 2001 2002 2003 2004 Jenjang Pendidikan SMP/MTs SMA/MA 828 604 914 779 1.00 35.5.351 1. Perkembangan siswa yang DO pada setiap angkatan sekolah terlihat pada tabel dibawah ini.10 Perkembangan APS Kabupaten Bandung Tahun 2001 – 2004 Tahun 2001 2002 2003 2004 USIA Sekolah 13-15 tahun 16-18 tahun 74.44 41.347 Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung 2004 2. selama kurun waktu tahun 2001 sampai dengan tahun 2004 telah dilaksanakan berbagai kegiatan rehabilitasi dan pembangunan SD dan SMP sebagai berikut: BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -32 .38 73.07 Sumber: BPS Kabupaten Bandung 2004 Kurangnya partisipasi sekolah ini dipengaruhi oleh adanya siswa sekolah yang tidak tuntas menyelesaikan pendidikannya atau drop out (DO).69 34.1. tergambarkan dari terdapatnya penduduk yang bersekolah atau adanya proporsi penduduk yang bersekolah pada setiap jenjang usia pendidikan serta penduduk yang bersekolah pada setiap jenjang pendidikan tepat pada waktunya yang terukur dengan angka partisipasi murni (APM).42 43. Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) penduduk Kabupaten Bandung pada setiap angkatan pendidikan adalah sebagai berikut: Tabel 2.256 2.59 7-12 tahun 96.070 619 3.76 97.

Juga bantuan mebelair telah diberikan untuk sebanyak 34 ruang kelas dan perbaikan rumah dinas guru/penjaga sekolah sebayak 14 unit.287. dan rehabilitasi rumah dinas guru /penjaga sekolah di 7 sekolah. Jumlah guru menurut latar belakang pendidikannya di Kabupaten Bandung dapat dilihat pada tabel di bawah ini.( Laporan disdik ) Disamping telah dilaksanakan pembangunan dan rehabilitasi sekolah. orang guru SD. pemberian beasiswa SD bagi 13.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 2. pengadaan mebelair SMP. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -33 . • Pada tahun 2004. pengadaan pengadaan meja dan kursi untuk 266 sekolah dasar. 7. kondisi dan permasalahan pendidikan dasar di Kabupaten Bandung sebagai mana teruraikan di bawah ini.732 orang dan siswa kurang mampu sebanyak 500 orang serta bagi 425 siswa SMP. penyetaraan guru SMP ke kualifikasi S1 sebanyak 62 orang. bantuan sarana pendidikan juga telah diberikan oleh pemerintah daerah antara lain : • Pada tahun 2002. Kualitas Tenaga Pengajar Kualitas guru dalam melaksanakan pembelajaran akan sangat menentukan kulitas pendidikan. SMP 574 paket dan buku bahasa sunda masing-masing 9976 exemplar untuk SD dan 2427 exemplar untuk SMP.490 exemplar. Berdasarkan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan. Juga adanya penggabungan Sekolah Dasar sebanyak 238 SD. Pada tahun 2004 berdasarkan basis data perencanaan pembangunan di Kabupaten Bandung terdapat sebanyak 16. 1). serta pengadaan buku penunjang SMP sebanyak 23.888 orang guru SMP yang secara kualifikasi ternyata masih banyak sejumlah guru yang di bawah standar kelayakan mengajar. Pengadaan mebelair SMP untuk 128 lokal. penyediaan ruang perpustakaan 3 unit. • Pada tahun 2003. pengadaan buku perpustakaan SD 692 paket. Pengadaan sarana meja dan kursi untuk 50 lokal SD.12 PEMBANGUNAN DAN REHABILITASI SEKOLAH TINGKAT DASAR TAHUN 2001 – 2004 Tahun 2001 2002 2003 2004 Pembangunan ( unit ) SD Bertingkat 2 3 SD 4 SMP 0 1 Rehabilitasi ( Unit ) SD SMP 200 228 394 0 24 17 57 16 Tambah Ruang Kelas ( lokal ) SD SMP Sumber : hasil olahan data .

Sebagai gambaran kondisi tahun 2004 dari kecukupan guru dan sekolah yang dimanfaatkan penduduk dapat dilihat dari ratio murid per kelas. Tabel 2.166 1553.08 % dari jumlah total guru SD/MI.457 1. Program kegiatan penyetaraan guru baik bagi guru SD maupun SMP masih harus ditunjang oleh pemerintah. TAHUN 2004 No 1 2 3 4 Klasifikasi Mengajar SD MI SLTP MTS < D1 3.491 443 728 295 292 34 1.233 11497 M/S 216 342 M/G 32 25 Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -34 .144 126 38 D1 144 62 747 154 Pendidikan Guru D2 D3 ≥S1 8. ratio murid terhadap guru dan ratio murid terhadap sekolah dapat dilihat pada tabel di bawah ini.405 Sumber : Profil Pendidikan Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa guru SD yang berlatar belakang pendidikan lebih rendah dari D1 ada sebanyak 3.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 2.14 J UMLAH SARANA PENDIDIKAN.337 220 4. Pendidikan SD SMP/ MTS Sekolah (S) 2.561 327 2.193 1. GURU DAN MURID DI KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2004 No 1 2 Tk.13 JUMLAH TENAGA GURU MENURUT LATAR BELAKANG PENDIDIKAN YANG DITAMATKAN.591 Jumlah 14.927 2. Sarana/prasana pendidikan Sarana pendidikan merupakan salah satu hal pokok disamping ketersediaan guru yang menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Bandung pada setiap tahun dalam meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat sehingga diharapkan hakhak penduduk untuk menerima pendidikan akan terpenuhi. 2).2 Ratio Guru (G) 16.903 8.561 orang atau nampaknya masih dominan bila di bandingkan dengan guru SMP yang tersedia.193 orang atau 22. Hal ini menunjukan bahwa dalam rangka percepatan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung.440 453 Jumlah Murid (M) 529.089 3. sedangkan pada tingkatan SMP nampaknya juga bahwa jumlah guru SMP dengan latar belakang pendidikan lebih rendah dari D3 ada sebanyak 1.

5. pengadaan mebelair untuk 25 unit sekolah. Ibun dan SLTA Textil dan SMU/SMK dan BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -35 . telah dilakukan rehabilitasi dan pembangunan sekolah menengah umum dan kejuruan melalui kegiatan/proyek atas dukungan APBD Kabupaten Bandung antara lain : • Pada tahun 2002. • Pada tahun 2003. Dalam menunjang pendidikan menengah.27% rusak ringan. melalui proyek pembangunan pengadaan sarana/prasarana sekolah menengah umum dan kejuruan telah dilaksanakan penambahan ruang kelas 10 unit SMU/K. pengadaan mebelair untuk 38 ruang kelas. rehabilitasi SMU/K sebanyak 20 unit sekolah. SMUN Baleendah. akreditasi 14 sekolah SMU/SMK. telah dilaksanakan penyediaan buku penunjang belajar SMU sebanyak 15. SMUN 1 Cipatat. Tahun 2004) bahwa dari jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 2. terlaksananya rehabilitasi berat SMU/SMK sebanyak 7 sekolah yang tersebar di tiga kecamatan. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Kabupaten Bandung telah diberikan pelayanan pendidikan pada tingkat dasar rata-rata menampung penduduk usia sekolah sebanyak tingkat SMP per kelasnya 448 siswa. Dalam rangka memberikan pelayanan pendidikan melalui kegiatan rehabilitasi dan pembangunan sekolah baru. komputer sebanyak 23 unit dan alat peraga IPA untuk 46 sekolah. pada 2004 ternyata 31. bantuan Mebelair untuk 65 ruang kelas.175 unit pada tahun 227 siswa. perbaikan gedung SMU/K sebanyak 19 sekolah. Lomba kompetensi keterampilan siswa SMK. pemberian bantuan dana bea siswa bagi 746 siswa berprestasi.2. ratio murid terhadap kelas sebanyak 38 orang perkelasnya dan ratio murid terhadap guru dengan perbandingan 32 orang murid dilayani 1 orang guru. SMUS KP. bantuan penyediaan ruang perpustakaan. Sub Fungsi Pendidikan Menengah.57% dalam keadaan rusak berat 32. • Pada tahun 2004. SMUS Terpadu. SMUN Margahayu.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel di atas menunjukan bahwa pada jenjang pendidikan SD terdapat ratio murid terhadap sekolah sebanyak 227 orang murid per sekolah. baik untuk jenjang SD maupun SMP perlu mendapat perhatian serius karena berdasarkan data yang tersedia (Profil Pendidikan.012 eksemplar. tambah ruang kelas bagi 10 pemberian Bea siswa bagi 677 siswa SMU dan 73 siswa SMK. 2. Sedangkan bantuan pembangunan SMU/K telah dilaksanakan untuk 2 unit sekolah. yaitu SMUN 1 Cililin.

SMUN 1 Ciparay. SMUN 1 Cikalong Wetan. jumlah sekolah sebanyak 164 sekolah. SMUN Cisarua. pembinaan generasi muda. kondisi dan permasalahan pendidikan menengah di Kabupaten Bandung adalah pada tahun 2004 kondisi pendidikan menengah di Kabupaten Bandung terdapat guru SMA/SMK/MA sebanyak 6. Lomba.640 orang . penyelenggaraan PPLS. Sub Pendidikan Non formal dan Informal. SMUN I Sindangkerta. Sedangkan kegiatan tambah ruang kelas dilaksanakan di 6 lokasi yaitu untuk SMUN 1 Banjaran. KF serta mendorong kegiatan berbagai kursus yang dilaksanakan oleh suatu lembaga/yayasan. kegiatan sanggar serta mendorong kegiatan berbagai kursus yang dilaksanakan oleh suatu lembaga/yayasan. 2. pendidikan anak usia dini. Pendidikan Luar Sekolah dilaksanakan melalui penyelenggaraan kejar paket A setara SD. guru sebanyak 4. ratio M/S = 339 orang dan M/G = 12 orang. dan SMUN Batujajar.591 orang. kejar paket B setara SMP dan kejar paket C setara SMA/ SMK. maka dukungan pemerintah Kabupaten Bandung dilaksanakan melalui penyelenggaraan kursus pendidikan luar sekolah. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain : BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -36 . kursus. lulusan D3 sebanyak 434 orang. lulusan D2 46 orang. dan lulusan S1/S2 sebanyak 2. SMUN 1 Cipeundeuy. Berdasarkan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan. murid sebanyak 54.43 % dan dari ratio murid persekolah menunjukan bahwa dipandang perlu adanya pemekaran sekolah karena rata-rata murid persekolah sudah lebih besar dari 300 orang murid. Sedangkan dari ketersediaan guru dan sarana/prasarana yang dimanfaatkan oleh sejumlah siswa memberikan gambaran. pembinaan olahraga pelajar dan masyarakat. Dalam penyelenggaraan Pendidikan non formal.5. Pendidikan Luar Sekolah dan Masyarakat.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung pembangunan Gedung baru SMUN Cikancung. SMKN Terpadu Pertanian Rancaekek.776 orang.lomba.078 yang secara kualifikasi terdiri dari lulusan D1 sebanyak 24 orang. SMUN I Katapang. Penyelenggaraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.3. SMUN I Cipongkor. Hal ini menunjukan bahwa masih banyak sejumlah guru yang di bawah standar kelayakan mengajar sekitar 44.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung • Tahun 2002. Bantuan Penyelenggaraan Sanggar Kegiatan Belajar.4. dengan jumlah murid 13. • Tahun 2003. penyelenggaraan kursus Diklusemas.5. sosialisasi BBE Life Skil untuk tingkat Kabupaten Bandung dengan peserta TK 20 orang.051 orang dan guru 1. kegiatan pendidikan luar sekolah adalah dengan melaksanakan pelatihan bagi 100 warga belajar instruktur kursus. di wilayah Kabupaten Bandung berdasarkan basis data PDP3D tahun 2004 tersedia sarana pembelajaran di tingkat taman kanak-kanak sebanyak 303 sekolah yang secara total peran swasta masih dominan. pelaksanaan kejar paket A PBH bagi 43 kelompok belajar dan terselenggaranya peningkatan program life skill di 55 sekolah dari semua tingkatan. • Program pendamping proyek Life Skill. dan BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -37 . tata rias wajah. Hal ini menunjukan bahwa ratio murid persekolah adalah sekitar 43 orang per sekolah dan terdapat 3 – 4 orang guru per sekolahnya. SD 43 orang. bantuan kepada kursus-kursus seperti kursus menjahit. telah dilaksanakan program kejar paket B bagi 60 kelompok belajar. kejar paket C 220 wajib belajar setara SMU. 2. melalui kegiatan penyelenggaraan belajar mengajar 43 buah. Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Dalam rangka menunjang fungsi pendidikan melalui pendidikan anak usia dini. Permasalahan yang masih nampak dalam penyelenggaraan pendidikan Luar Sekolah adalah masih perlu adanya peningkatan kegiatan kejar paket disemua tingkatan dalam rangka mendorong meningkatan pengetahuan penduduk. dilaksanakannya pengembangan dan peningkatan pendidikan luar sekolah oleh masyarakat bagi 8 lembaga kursus serta melaksanakan program kejar paket A PBH dengan terbentuknya 258 kelompok belajar • Tahun 2004. telah dilaksanakan program kejar paket B bagi 240 orang peserta. Untuk menunjang terlaksananya operasional kegiatan di taman kanak-kanak . tata rias rambut.129 orang . SLTP 75 orang SMU 19 orang. Pemerintah Daerah telah memberikan bantuan-bantuan berupa alat bermain yang yang rata-rata setiap tahunnya terbantu antara 50 – 60 Taman Kanak-kanak.

Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain adalah pada tahun 2002. 2. bimbingan teknis bagi penyelenggara dan guru. SMU/K telah dilaksanakan Pelatihan guru bahasa Ingris 170 orang. melalui Proyek Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum mulok SD dan SMP. Pembinaan Generasi Muda. Sub Fungsi Pendidikan Kedinasan. penyelenggaraan bantuan lembaga. Melalui Proyek peningkatan kemampuan tenaga pengajar dan pengelola bagi pendidikan dasar dan menengah. dan 2004 penyelenggaraan sosialisasi. Dalam menunjang pendidikan kedinasan. Berdasarkan uraian sub Pendidikan Non Formal yang meliputi 4 bidang garapan terdiri dari Pendidikan Luar Sekolah. Pelatihan guru keterampilan 170 orang. Permasalahan yang masih nampak dalam penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) adalah masih perlu adanya peningkatan kegiatan pembinaan di semua tingkatan mendorong pemahaman masyarakat. Penataran pengelola UT kecamatan 46 orang. lomba kreatifitas anak. SMP. pelaksanaa program penyetaraan D2 dan PGSD 810 orang . Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi. bantuan rintisan. pembinaan teknis bagi penyelenggara dan guru. Pembinaan olah raga dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) maka permasalahan yang masih nampak dalam penyelenggraraan Pendidikan Non formal adalah rendahnya pembinaan dan pengawasan Pendidikan non fomal adalah rendahnya pembinaan dan pengawasan di semua tingkatan dalam rangka mendorong meningkatkan pengetahuan masyarakat dan pencapaian angka melek hurup serta rata-rata lama sekolah (RLS). bantuan penyelenggaraan. penyelenggaraan bantuan rintisan. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -38 . telah dilakukan berbagai kegiatan baik dalam rangka menunjang perkembangan pendidikan formal (SD. Pelatihan Guru Tata Boga 170 orang. hasilnya Pertemuan kelompok kerja Guru. SMA) maupun dalam pelaksanaan Diklat Struktural dan fungsional bagi PNS yang didukung dana APBD Kabupaten Bandung antara lain untuk peningkatan kualitas pendidikan formal.5.5.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung pada tahun 2004 terbentuknya kerjasama kelembagaan dengan sebanyak 40 lembaga pengelola TK. 2003. pada tahun 2002. lomba kreatifitas anak.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Melalui Proyek penunjang Science Education Quality Impropemen Project (SEQIP). Pim III 3 orang dan Pim IV sebanyak 40 orang. 201 Pim III dan 202 lulus Pim IV sedangkan untuk pendidikan teknis dan fungsional telah diikuti oleh 1. Pemda Kabupaten Bandung juga melaksanakan berbagai jenis Pendidikan dan Latihan (DIKLAT) terutama bagi para pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung. lulus Diklat Pim II 2 orang. namun dalam rangka mempersiapkan atau kaderisasi pejabat sebaiknya masih tetap diprogramkan.15 JUMLAH LULUSAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN (DIKLAT) PEGAWAI KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2002 – 2004 Tahun 2002 2003 2004 Jumlah II 7 9 2 18 Diklat Pimpinan III IV 117 80 80 40 5 78 202 198 Jumlah 204 129 85 418 Diklat Fungsional 268 489 606 1. Kepala Sekolah dan Guru. Disamping melaksanakan Pendidikan formal melalui pembelajaran dalam rangka pelayanan pendidikan kepada penduduk usia sekolah.363 orang dengan jenis pendidikan yang dilaksanakan setiap tahunnya bervariasi. 186 pejabat esselon III. Berdasarkan data kepegawaian tercatat bahwa struktur organisasi pemerintah daerah Kabupaten Bandung (Perda 8. Lokakarya tingkat propinsi jawa barat diikuti oleh 15 guru IPA dari 5 Kecamatan sasaran SEQIP. 927 orang pejabat esselon IV.781 Sumber : Kantor Diklat Kab. baik Diklat Struktural maupun fungsional. Diklat kedinasan ini. Diklat IPA bagi Pengawas SD. Sedangkan jumlah pegawai dengan lulusan Diklat struktural pada kondisi terakhir (tahun 2004) adalah. dan 314 pejabat esselon V. Perkembangan Jumlah lulusan diklat kedinasan sbb: Tabel 2. begitu pula Pim III dan IV.363 Jumlah 472 618 691 1. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa ketersedian jumlah lulusan pendidikan struktural Pim II dipandang sudah memadai. 9 dan 10 Tahun 2002) tersedia kebutuhan 28 pejabat esselon II. Untuk pendidikan Pim BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -39 . Bandung Perkembangan lulusan Diklat pimpinan setiap tahun bertambah dalam periode 2002 – 2004 terdapat 418 orang yang telah lulus diklat Pim dengan komposisi sebanyak 18 orang lulus Pim II. sesuai dengan perkembangan untuk terpenuhinya staf teknis dan fungsional maka diklat kedinasan lebih diarahkan kepada diklat teknis dan fungsional.

• Dalam rangka menunjang pembelajaran yang baik. STIKIP Bale Bandung. Pemerintah Kabupaten Bandung masih harus dapat meningkatkan kualitas tenaga pengajar terutama bagi guru-guru dengan latar belakang pendidikan non keguruan dan guru-guru non pns disamping masih dominannya guru SD yang berlatar BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -40 . STPDN dan STIKINDO Wirautama. Sub Fungsi Pendidikan Tinggi Ketersediaan lembaga pendidikan tinggi di wilayah Kabupaten Bandung. Berdasarkan uraian di atas dalam pencapaian strategi bidang pendidikan dalam rangka upaya peningkatan SDM. terutama bagi aparat di tingkat kecamatan untuk mengimbangi pelimpahan kewenangan Bupati kepada Camat. Sedangkan pada tahun 2004 telah dirintis pembentukan/pendirian Universitas Daerah yang diharapkan dapat memberikan layanan pendidikan tinggi kepada penduduk Kabupaten Bandung dan meningkatkan partisipasi penduduk pada level pendidikan tinggi. secara kuantitas jumlah guru di Kabupaten Bandung masih memadai namun ditinjau dari sisi kelayakan mengajar. Pendidikan bagi PNS hendaknya lebih diarahkan kepada peningkatan kemampuan teknis dan fungsional. Hal ini menunjukan bahwa Program/kegiatan yang mendorong kepada pencapaianan Program Wajar Dikdas 9 Tahun masih harus menjadi perhatian kita bersama. yaitu bantuan kepada STIE Al-Giphari. Demikian juga masih diperlukan peningkatan kemampuan teknis bagi aparat di lingkungan DIBALE Pemerintah Kabupaten Bandung dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. STIPER Bale Bandung. terutama pada usia SMP.6.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung sebaiknya dilakukan kajian kebutuhan pejabat struktural yang berkualifikasi sesuai diklat Pim. terdapat 5 perguruan tinggi yang pengelolaannya dilaksanakan oleh pihak swasta. terdapat beberapa hal yang masih dominan menjadi permasalahan yaitu: • Penduduk Kabupaten Bandung yang termasuk kepada usia sekolah belum tuntas dapat mengenyam pendidikannya. 2.5. Universitas Nurtanio. Dukungan pemerintah Kabupaten Bandung akan kelangsungan perguruan tinggi tersebut dilakukan melalui kegiatan bantuan kepada perguruan tinggi sebagaimana yang telah dilaksanakan pemberian bantuan pembangunan kepada enam Perguruan tinggi swasta.

6.75% -7.072 Prosentase Kenaikan/Penurunan 25.67% 21.1 Alasan Ekonomi Kabupaten Bandung Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Jumlah 225.92% 4. III.1) alasan ekonomi. IV) maupun Diklat fungsional setiap tahunnya semakin bertambah.354 46. Casip dan KB Kab. • Dalam rangka meningkatkan pelayanan pendidikan.498 207.944 214.643 217.175 52.30% Sumber : Dinas Kependudukan. disamping meningkatkan kualitas guru terdapat hal pokok yang perlu mendapat sorotan yaitu tingkat kerusakan sekolah SD yang masih tinggi. Casip dan KB Kab. Perlindungan Sosial Salah satu basis data perencanaan sosial di Kabupaten Bandung adalah Jumlah keluarga yang dikategorikan sebagai Pra Keluarga Sejahtera (Pra KS) alasan ekonomi dan Keluarga Sejahtera I (KS.58% Sumber : Dinas Kependudukan. Bandung Tabel 2. dan pembangunan Sekolah Baru untuk SMP dan SMA nampaknya masih harus jadi perhatian dalam rancangan pembangunan pendidikan pada tahun 2006.753 27. namun efektivitas penempatan tenaga kerja sesuai klasifikasi kelulusannya belum optimal dilaksanakan.16 Data Jumlah Keluarga Pra KS Alasan Ekonomi Kabupaten Bandung Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Jumlah 21.85% . • Lulusan Diklat Pimpinan (II. Bandung BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -41 .Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung belakang pendidikan di bawah D1 dan guru SMP dengan latar belakang pendidikan di bawah D3.139 56.265 Prosentase Kenaikan/Penurunan -7.705 202.75% 68. Data tersebut dapat dilihat perkembangannya dalam tabel berikut: Tabel 2.6.78% 5. 2.17 Data Jumlah Keluarga KS.

penyandang cacat eks penyakit kronis 1. Perlindungan dan Pelayanan Sosial Keluarga Pahlawan Perintis Kemerdekaan dan Pejuang Perlindungan dan pelayanan sosial yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Bandung berupa pelayanan sosial dan penyantunan perintis kemerdekaan yang pada tahun 2002 dilaksanakan pembentukan pengurus DHC 45 dan bantuan kesejahteraan bagi janda perintis dan warakauri sebanyak 44 orang tahun 2003 telah diberikan perlindungan sosial bagi perintis kemerdekaan dan keluarga pejuang 60 orang. Penduduk Kabupaten Bandung tahun 2004 yang dikatagorikan penyandang cacat ada sebanyak 4.6.6. ditunjukan bahwa pada tahun 2003 menghasillkan terbinanya warga jompo sebanyak 25 orang dan pada tahun 2004 terbina sebanyak 30 orang. Perlindungan Dan Pelayanan Lansia.618 jiwa dibina 0. Data tahun 2004 menunjukan jumlah PKRI sebanyak 90 jiwa dibina 90 jiwa. melalui bantuan rehabilitasi rumah jompo 85 jiwa/rumah/unit. eks korban narkotika 367 jiwa dibina 60 jiwa. Penduduk Kabupaten Bandung tahun 2004 yang dikatagorikan Penduduk lansia berjumlah 11.052 jiwa dibina 0.1.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2. dan fakir miskin sebanyak 73. 2.2. WTS 250 jiwa dibina 0. eks narapidana 822 jiwa dibina 0. melalui bantuan permakanan 20 jiwa.534 orang sedangkan perlindungan sosial bagi orang cacat pada tahun 2004 hanya terbinanya 45 orang penyandang cacat. sedangkan perlindungan pelayanan yang dilaksanakan setiap tahunnya rata-rata masih jauh di bawah angka tersebut. 2. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan pemerintah daerah dalam perlindungan Lansia masih kurang. keluarga perintis kemerdekaan 5 jiwa dibina 5 jiwa.678 orang. lansia terlantar luar panti 5. Perlindungan dan Pelayanan Orang Sakit Dan Cacat. anak cacat 3. pembinaan anggota DHC 45. keluarga pahlawan 40 KK dibina 0.906 orang. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -42 .384 jiwa dibina melalui usaha ekonomi produktif/UEP 25 jiwa.3.6. lanjut usia tindak kekerasan 268 jiwa dibina 0. Hal ini menunjukan bahwa cakupan perlindungan sosial bagi orang cacat masih belum memenuhi harapan.

Terbinanya anak terlantar 45 orang dan terlatihnya petugas Satgasos penanggulangan bencana sebanyak 30 orang.552/66. seperti pada tahun 2003 telah dilatihnya wanita rawan sosial ekonomi sebanyak 20 orang.138 KK dibina 40 KK melalui KUBE. dan pada tahun 2004 terbinanya anak nakal 30 orang. eks korban narkoba dan penyandang cacat dipindahkan ke poin A. 463 orang nak jalanan dibina 0. sosialisasi pengarusutamaan Gender yang diikuti 40 orang dari 20 kecamatan.509 orang jiwa dibina melalui Kelompok bersama ekonomi (KUBE) 30 jiwa.6. telah dilaksanakan kegiatan pelayanan rehabilitasi dan bantuan sosial. Perlindungan Dan Pelayanan Sosial Anak-anak Dan Keluarga Penduduk Kabupaten Bandung tahun 2004 yang dikatagorikan Anak nakal 660 jiwa dibina 30 jiwa. Anak korban tindak kekerasan atau perlakuan salah 169 dibina 0. pemerintah Kabupaten Bandung setiap tahun telah melaksanakan kegiatan pemberdayaan peranan wanita. penyandang cacat 12.709 orang. Melalui bantuan perlengkapan sekolah 30 jiwa. melalui pemberian makanan tambahan/PMT-AS 4.000 jiwa.5.6. 2003 telah terehabilitasinya 195 orang tuna sosial di 10 kecamatan. Pemberdayaan Perempuan. anak Balita terlantar sebanyak 1. pengurus organisasi perempuan tingkat kecamatan 43 orang.916 orang.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2. 2. 25 orang remaja ditingkatkan keterampilannya serta pemantapan managemen organisasi perempuan sebanyak 100 orang yang terdiri dari 50 orang dari organisasi perempuan dan PKK serta 50 orang dari unit Kecamatan. Permasalahannya menunjukan bahwa penduduk yang memerlukan perlindungan dan pelayanan sosial masih cukup tinggi. anak terlantar berjumlah 4. anak terlantar 30 orang dan korban narkoba 60 orang. penunjang operasional Orsos perempuan berjumlah 3 Orsos.290 orang wanita rawan sosial ekonomi. pada tahun terbinanya kenakalan remaja dan prostitusi di 4 kecamatan lokasi beresiko tinggi. orang dan 11. Untuk mengatasi masalah-masalah sosial dengan memberikan pelayanan sosial. fakir miskin 260.4. Disamping itu terdapat penduduk korban penyalahgunaan narkotika ada 530 orang. Dalam menunjang pemberdayaan perempuan. 45 orang remaja putri. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -43 . advokasi bantuan hukum bagi 70 orang sedangkan pada tahun 2004 telah terbinanya 30 orang P2WKSS.

Operasional penanggulangan NAPZA/pekat melalui BKND dan pembentukan KPAD sebanyak 1 paket. Bintek manajemen Panti sosial untuk pengurus 30 jiwa. nampaknya dalam belum menjadi program/kegiatan pemerintah daerah yang serius padahal pada tahun 2004 jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bandung cukup tinggi. Bantuan K3S sebanyak 1 paket.7.6. Dari data tahun 2004. Rehabilitasi Panti Tuna Sosial 1 unti. keluarga berumah tidak layak huni sebanyak 6. Bintek petugas sukarelawan penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus HIV sebanyak 100 orang serta pembentukan kelompok usaha bersama bagi penyandang masalah sosial. 2. bantuan dini korban bencana alam 4.128 KK dibina 0. keluarga korban bencana alam sebanyak 1.189 jiwa dibina melalui bantuan bahan bangunan sebanyak 20 KK.000 jiwa. Permasalahan yang dihadapi adalah masih tingginya kebutuhan rumah yang diperuntukan bagi warga miskin dan penyandang tuna sosial. Rehabilitasi Pusat Pordu KUBE Fakir Miskin 1 unit dan Peningkatan/pemeliharaan Taman Makam Pahlawan 5 unit.6 Bantuan Perumahan Perlindungan sosial dalam memberikan bantuan rumah tangga melalui pemenuhan biaya perumahan atau penyediaan bantuan sewa serta penyediaan rumah dengan harga terjangkau.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -44 . Kegiatan yang pernah dilaksanakan baru pada pemberian bantuan rehabilitasi rumah jompo 85 rumah pada tahun 2004. Pekerja Sosial masyarakat sebanyak 170 jiwa.6. Dalam rangka menunjang kegiatan pelayanan perlindungan sosial telah dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan pembinaan melalui pelatihan dan sosialisasi program seperti pada tahun 2003 dilaksanakan pelatihan bagi 100 petugas sukarelawan pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan tahun 2004 terlaksananya Bintek Satgasos PB 40 jiwa. Perlindungan Sosial lainnya. Pembinaan Karang Taruna sebanyak 120 jiwa.

Pada sub fungsi pengembangan perumahan hasil yang telah dicapai sampai dengan tahun 2004 adalah terbangunnya 130 lokasi perumahan pengembang yang tersebar di 45 kecamatan dan terbangunnya rumah susun sewa Kulalet. pengelolaan sarana dan prasarana taman dan makam.580 m2. taman kota Baleendah.2 Sub Fungsi Pemberdayaan Komunitas Permukiman Pada sub fungsi pemberdayaan komunitas permukiman hasil-hasil yang telah dicapai pada tahun 2004 antara lain pembuatan kantor jaga TPBU Cikadut Kecamatan Cimenyan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2. Katapang dan Cileunyi luas tanah fasos fasum yang digunakan berjumlah 451. Ngamprah.000 m2 dengan TPU yang diserahkan berjumlah 5. pembangunan prasarana lingkungan permukiman dalam rangka P2WKSS dan TMMD Bidang Kimtawil. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -45 . Pada tahun 2004 luas tanah fasos fasum yang digunakan oleh 4 pengembang berjumlah 315. penataan taman kota (taman kota Ciwidey. taman kota segitiga Lembang). Permasalahan yang dihadapi dalam sub fungsi pemberdayaan komunitas permukiman adalah masih banyaknya komunitas permukiman yang lingkungannya kumuh. Desa Cimenyan Kecamatan Cimenyan dan Desa Jambudipa Kecamatan Cisarua. sementara itu di Kecamatan Ciparay.7.1.7 Fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum 2. Pengembangan Perumahan.540 m2 dengan TPU yang diserahkan berjumlah 5. taman green strip di jalur Kota Soreang dan Jalan Raya Soreang. taman dan trotoar alun-alun Cililin. 2.7. taman alun-alun Ciparay. Cilengkrang. Desa Sukamukti Kecamatan Katapang. Permasalahan yang dihadapi dalam sub fungsi pengembangan perumahan adalah belum semua pengembang menyelenggarakan/membangun fasos-fasum yang diperlukan masyarakat.900 m2 terletak di Desa Sindangpanon Kecamatan Banjaran. rendahnya kesadaran masyarakat dalam memelihara dan menjaga kualitas sarana prasaranan komunitas permukiman yang ada.

BPT 15 unit.3. BPT 25 unit. reservoar 23 unit. reservoar 1 unit.7. 2.4 Sub Fungsi Penerangan Jalan Keberadaan lampu penerangan jalan umum sangat penting mengingat pajak yang diperoleh dari penerangan jalan umum pada tahun 2004 telah memberi kontribusi yang besar kepada penerimaan pajak yaitu Rp. pemasangan pipa 136. Sedangkan pada tahun 2004 dilaksanakan pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum sejumlah 219 Titik Cahaya tersebar di 9 kecamatan. Pada sub fungsi penerangan jalan hasil yang telah dicapai adalah pada tahun 2002 telah dilakukan pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum sebanyak 150 Titik Cahaya tersebar di 8 kecamatan. Penyediaan Air Minum Pada sub fungsi penyediaan air minum hasil–hasil yang telah dicapai adalah pada tahun 2003 yaitu termanfaatkannya sistem perpipaan air bersih perdesaan berupa broncaptering 15 unit.592.938. sumur bor (sumur dalam) 26 unit.atau 88. Permasalahan yang dihadapi pada sub fungsi penerangan jalan adalah keterbatasan dana sehingga belum dapat memenuhi permintaan masyarakat akan lampu Penerangan Jalan Umum. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -46 ..7.945 m tersebar di 12 desa. Pada tahun 2003 dilaksanakan pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum sebanyak 510 Titik Cahaya tersebar di 18 kecamatan. Permasalahan yang dihadapi dalam sub fungsi penyediaan air minum adalah belum terpenuhinya kebutuhan air bersih masyarakat. dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam memelihara fasilitas Penerangan Jalan Umum yang sudah ada. 41.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2.38 % dari seluruh pajak yang diterima. sambungan rumah (SR) 292 buah. terminal air 25 unit tersebar di 76 desa.810. dan pemasangan pipa 57.293 m. sumur dangkal 6 unit. Disamping itu juga telah terbangun jaringan perpipaan air bersih perdesaan berupa sumur dangkal sebanyak 5 unit di Desa Talun dan Desa Mekarwangi Kecamatan Ibun. Pencapaian pada tahun 2004 adalah terbangunnya sistem jaringan perpipaan air bersih perdesaan berupa broncaptering 46 unit.

Juga telah dilaksanakan pembinaan dan pelatihan petugas pemadam kebakaran sebanyak 60 orang dan sosialisasi Perda No 25 dan No 26 tahun 2000 kepada perusahaan-perusahaan di wilayah Kecamatan Soreang. bangunan industri 21 kali. bangunan umum 28 kali. bangunan umum 15 kali.080 m di Kecamatan Lembang. dan 1200 m2 UDPK. Sampai dengan tahun 2004 sarana pengelolaan persampahan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bandung adalah 57 unit kendaraan. 174 unit gerobak sampah.430 m3/ bulan. Pada tahun 2002 dicapai pembangunan drainase di Kecamatan Margahayu yaitu 30 m di Desa Sukamenak dan Desa Sayati. Dari keseluruhan sarana pengelolaan persampahan yang dimiliki maka pada tahun 2004 baru dapat terlayani 63. Lembang dan Padalarang. Pada tahun 2004 telah dapat tertanggulangi kejadian kebakaran sebanyak 122 kali dengan rincian bangunan perumahan 58 kali. Sedangkan pencapaian pada tahun 2004 adalah pembangunan drainase perkotaan 4. dan lain-lain 13 kali. Kecamatan Lembang). dan lain-lain 12 kali.000 m Sungai Cikungkurak di Desa Sukamenak Kecamatan Margahayu. Cicalengka.500 m di Kota Margahayu yaitu di Desa Sukamenak dan Desa Sayati. 658 m di Desa Sayati. Permasalahan yang ada pada sub fungsi perumahan dan permukiman lainnya adalah belum seluruh wilayah memiliki sistem drainase. bangunan gedung 12 kali. Pada tahun 2003 antara lain pembangunan drainase perkotaan 1. bangunan industri 20 kali. 2.640 m Sungai Cimariuk di Desa Sayati.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2.457 m yaitu 1.280 Kepala Keluarga dan jumlah sampah yang terangkut adalah 34.3 m2 TPSA (tersebar di tiga lokasi yaitu di Kecamatan Ciparay. Majalaya. 70 m di Desa Margahayu Selatan. Kecamatan Pasirjambu. 14.5 Sub Fungsi Perumahan dan Permukiman lainnya Pada sub fungsi perumahan dan permukiman lainnya hasil-hasil yang telah dicapai adalah pada tahun 2001 antara lain pembangunan drainase perkotaan 1. Pada sub fungsi perumahan dan permukiman lainnya hasil yang telah dicapai selain drainase adalah pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran. belum optimalnya pemilikan sarana BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -47 . Pada tahun 2003 telah dapat tertanggulangi kejadian kebakaran sebanyak 110 kali dengan rincian bangunan perumahan 50 kali.7. 29 unit land container. Pada sub fungsi perumahan dan permukiman lainnya masalah penanganan persampahan memegang peranan penting. 650 m drainase di Pasar Cikalong Wetan dan 870 m drainase di Desa Sukapura Kecamatan Dayeuhkolot.

pelayanan ijin pemanfaatan hutan. 8/2004 tentang Pelimpahan sebagian kewenangan Bupati kepada Camat. pelayanan jasa usaha kebudayaan dan pariwisata. dan pelayanan perijinan penyelenggaraan koperasi. dan masih minimnya peralatan pengolahan persampahan yang dimiliki.8. serta masih terbatasnya lahan pengolahan persampahan. pelayanan jasa usaha pemakaian kekayaan daerah. Fungsi Pelayanan Umum 2. serta SPM bidang perindustrian dan perdagangan. pelayanan ijin pemanfaatan tanah. 21/2001 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan dari Bupati ke Camat dan Keputusan Bupati No.1 Sub Fungsi Pelayanan Umum Pada fungsi pelayanan umum hasil-hasil yang telah dicapai sampai dengan tahun 2004 meliputi berbagai jenis pelayanan umum yaitu : pelayanan kesehatan. pelayanan izin pembuangan limbah cair. pelayanan perijinan transportasi. pelayanan Ijin Gangguan (HO). pelayanan persampahan/ kebersihan. pelayanan perijinan perdagangan. pelayanan jasa usaha penjualan produksi usaha daerah. pelayanan pemeriksaan hewan ternak. Pada fungsi pelayanan umum telah dilakukan mekanisme penataan ketatalaksanaan pelayanan publik melalui penyusunan Standar Minimal Pelayanan (SPM) yaitu SPM bidang pendidikan. SPM bidang pertanian. pelayanan biaya cetak Akte Catatan Sipil. pelayanan jasa usaha RPH. SPM bidang koperasi dan usaha kecil menengah. pelayanan jasa usaha terminal.8. pelayanan pemakaman. pelayanan jasa usaha tempat rekreasi dan olah raga. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -48 . pelayanan jasa usaha penyedotan kakus. pelayanan Ijin Mendirikan Bangunan. pelayanan ijin ketenagakerjaan. SPM bidang kesehatan. pelayanan pasar. pelayanan perijinan industri. pelayanan biaya cetak KTP. pelayanan parkir di tepi jalan umum. hasil ternak dan hasil ikutannya. pelayanan pengujian kendaraan bermotor.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung prasarana pemadam kebakaran. 2. Dalam fungsi pelayanan umum juga dilakukan upaya untuk memperpendek rentang pelayanan sebagian urusan pelayanan publik bagi masyarakat melalui kemandirian kecamatan/desa/kelurahan yaitu dengan pendelegasian sebagian kewenangan yang ditandai dengan disusunnya Keputusan Bupati No. pelayanan pemeriksaan alat pemadam kebakaran.

4. LSM dan Aparatur Pemerintah. FORKONKOMDA (Forum Konsultasi dan Komunikasi Daerah) tingkat Kabupaten Bandung. Belum efektifnya pelayanan publik melalui SIMDA terpadu. Sedangkan hasil-hasil yang telah dicapai sampai dengan tahun 2004 meliputi kegiatan Sosialisasi Perundang-undangan bidang politik bagi Infra dan Supra Struktur Politik tingkat Kabupaten Bandung. Ormas. dengan terbentuknya KOMINDA (Komunitas Intelejen Daerah).8. Belum optimalnya pelayanan kepada publik yang ditandai dengan masih banyaknya keluhan masyarakat tentang mekanisme dan tarif pelayanan yang tidak transparan. Forum Konsultasi dan Komunikasi antar Tokoh Agama. Forum Komunikasi dan Konsultasi Penetapan Stabilitas Daerah bagi aparat intelejen di wilayah Kabupaten Bandung sebanyak 60 orang. 3. Masih minimnya Standar Pelayanan Minimal. 2.2 Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya Pada Sub Fungsi Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik juga dilaksanakan pembangunan sistem aplikasi 17 buah jumlah unit kerja yang terkoneksi pada jaringan LAN SIMDA sebanyak 14 unit kerja plus Ruang Bupati. Mewujudkan situasi dan kondisi yang tentram. Mewujudkan pemahaman serta pendewasaan berpolitik masyarakat yang sehat dan demokratis. pembiayaan. bagi lancarnya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. 2. Upaya pendelegasian kewenangan dari kabupaten ke kecamatan/ desa/ kelurahan belum sepenuhnya didukung oleh sarana prasarana. 2. penyaluran dana bantuan Partai terhadap Parpol yang mendapat kursi di legislatif sebagai upaya BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -49 . telah melaksanakan kegiatan dalam rangka : 1. yang diselenggarakan terhadap 159 orang dari Pengurus Parpol. Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah. Tokoh Masyarakat dan Aparatur Daerah terhadap 80 orang. dengan hasil terbentuknya kepengurusan BAKOMKESBANG (Badan Komunikasi Kesatuan Bangsa). Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan fungsi pelayanan umum adalah : 1. dan SDM yang memadai.

dan Pemilu 2004 sebanyak 8 Parpol).9% untuk Kabupaten dan 34. tahun 2003 15% untuk Kabupaten dan 35% untuk wilayah Perkotaan dan pada tahun 2004 cakupan menjadi 15. pelatihan Ketahanan Bangsa bagi Infra dan Supra Struktur Politik sebanyak 160 orang dalam rangka peningkatan kewaspadaan Nasional. cakupan pelayanan persampahan di Kabupaten Bandung baru sekitar 12. 330m2 UDPK. Hal tersebut karena berkaitan dengan produk limbah yang sangat besar namun tidak diimbangi dengan penanganan yang memadai.3 ha TPSA. TPSA di 3 lokasi (Kecamatan Ciparay. 164 unit gerobak sampah.8% untuk perkotaan.1 Manajemen Limbah Sampai saat ini. 27 unit land container.4% untuk Kabupaten dan 36% untuk wilayah perkotaan di Kabupaten Bandung. LSM dan lembaga kemasyarakatan lainnya yang dilaksanakan mulai tingkat kabupaten sampai tingkat desa/kelurahan.1% untuk wilayah perkotaan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung meningkatkan kemandirian partai politik (dengan rincian: hasil Pemilu 1999 sebanyak 9 Parpol. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -50 . eforia demokrasi secara berlebihan serta belum optimalnya proses demokratisasi dalam menampung aspirasi masyarakat. dalam rangka tertib administrasi sesuai Permendagri Nomor 5 Tahun 1986 dan Inmendagri Nomor 8 Tahun 1990.9 Fungsi Lingkungan Hidup 2. Sarana pengelolaan persampahan yang dimiliki sampai dengan tahun 2005 adalah 57 unit kendaraan.9. limbah domestik/non industri masih menjadi permasalahan yang sangat penting. Pelayanan persampahan di Kabupaten Bandung sampai saat ini belum dapat dikatakan optimal karena masih terbatasnya cakupan pelayanan dan pengelolaan sampah yang masih tradisional. Pada tahun 2001. Permasalahan yang dihadapi dalam Sub Fungsi Pelayanan Umum Pemerintahan lainnya yaitu terdapatnya kecenderungan pergeseran nilai budaya masyarakat yang mengarah kepada budaya kurang santun. Pemetaan Ormas. 2. 14.45% untuk Kabupaten dan 29. Permasalahan semakin bertambah dengan adanya bencana longsor di TPA Leuwi Gajah yang berdampak pada pengelolaan persampahan selanjutnya di Kabupaten Bandung. Pasirjambu dan Lembang). pada tahun 2002 meningkat menjadi 14.

dari limbah pertanian yaitu 330. Cipatat.9.9.3 Sub Fungsi Penanggulangan Polusi Adanya aktivitas industri dan non industri di Kabupaten Bandung telah mengakibatkan menurunnya kualitas udara. pada tahun 2003 telah dilakukan studi kelayakan IPAL terpadu Majalaya dan pada tahun 2005 akan dilakukan penyusunan studi kelayakan IPAL Batujajar. Margahayu dan Katapang.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2.2 ton pestisida/musim dan dari air limbah RS sebesar 1. Selain air limbah yang dihasilkan dari proses industri.193 kg BOD/hari.022 ton P/hari dan 23. Namun hingga tahun 2003 terdapat 7% industri yang masih belum memiliki IPAL dan 10 % dari IPAL yang ada harus ditingkatkan mutunya. 74% diantaranya telah memenuhi baku mutu dengan efisiensi IPAL rata-rata 50%.622 BOD/musim.79 kg deterjen/hari.200 Mg BOD/et atau 80% dari debit air. 29. Hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung selama tahun 2001 sampai dengan tahun 2003 menunjukkan bahwa beberapa parameter berada diatas baku mutu yang telah ditentukan. Berkaitan dengan pembangunan IPAL terpadu. Ngamprah. terdapat pula air limbah yang dihasilkan dari kegiatan domestik/non industri.2 Manajemen Air Limbah Di Kabupaten Bandung terdapat 204 buah industri yang menghasilkan limbah cair. Dari 204 buah industri seharusnya dapat dilayani oleh 170 buah Instalasi Pengolah Air Limbah/IPAL (karena terdapat beberapa industri yang digabung pengolahannya dan terdapat industri yang memiliki 2 buah IPAL).686 ton BOD/hari. Hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup. sementara di sisi lainnya penanganan polusi udara dirasakan masih belum optimal. COD dan detergen dari air limbah penduduk yaitu 136. O3 (ozon) di Kecamatan Sindangkerta dan PM 10 di Kecamatan Cililin dan Margahayu. masih rendahnya penanganan limbah domestik/non industri ditandai dengan dengan tingginya kandungan BOD.376 kg COD/hari dan 627. Padalarang. dengan hasil pemantauan kualitas udara sebagai berikut : • Tahun 2001. hasil pengukuran pada 50 titik di 42 Kecamatan menunjukkan beberapa parameter di atas baku mutu yaitu NOx di Kecamatan Cikalongwetan. 58. Rancaekek. potensi beban dari air limbah peternakan sebesar 60. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -51 . 179.043 ton N/musim. 2. Hasil pemantauan terhadap 198 industri.

Alun-alun Majalaya. hasil pengukuran kualitas udara ambient pada 15 titik (2 kali pengukuran) menunjukkan beberapa parameter di atas baku mutu yaitu dustfall antara lain di lokasi Jl. Kopo-Sayati dan Jl Padalarang-Cimareme. kualitas udara emisi cerobong. Bojongsoang-Buahbatu. partikulat (debu) di lokasi antara lain Jl. kualitas udara di lingkungan kerja. Alun-alun Majalaya. Kopo-Sayati. Jl Padalarang-Cimareme. yaitu untuk kualitas udara bebas (ambient).Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung • Tahun 2002. hasil penelitian kualitas udara di zona industri kapur dan marmer Padalarang menunjukkan beberapa parameter di atas baku mutu. KopoSayati. Tahun 2003. kualitas emisi sumber bergerak dan pemeriksaan kesehatan pekerja dan masyarakat sekitar industri. Zone Industri Cisirung-Dayeuhkolot. TPA Leuwigajah dan Zone Industri Majalaya serta CO (Karbon Monoksida) di lokasi Jl. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -52 .

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Subang Sumedang Batujajar Cimahi Ujungberung Rancaekek Dayeuhkolot Cianjur Banjaran Majalaya Gn Wayang Sebaran Industri IPAL terpadu Garut : Sangat buruk (DO < 2 ppm) : Buruk (2<DO<3 ppm) : Baik (DO>3 ppm) Gambar 2.6 Kondisi Air Sungai Kabupaten Bandung BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -53 .

15 Ha yang berlokasi di 36 Kecamatan dan Kecamatan Pangalengan tercatat memiliki luas lahan kritis terbesar yaitu 2. gully plug. dan kegiatan sipil teknis yaitu pembuatan sumur resapan. waduk. dam penahan.4 Sub Fungsi Konservasi Sumber Daya Alam Upaya konservasi Sumber Daya Alam di Kabupaten Bandung khususnya bidang kehutanan dan konservasi tanah dilakukan melalui program Rehabilitasi Lahan Kritis dan Konservasi Tanah. Sampai dengan tahun 2004 tercatat luas hutan rakyat menjadi 17. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan antara lain berupa kegiatan vegetatif yaitu hutan rakyat. 2. yang diantaranya : BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -54 . kebun rakyat. situ.9. kebun pekarangan. pagar hidup. Upaya konservasi lainnya yang telah dilakukan antara lain adalah di bidang keanekaragaman hayati berupa studi pelestarian puyuh gonggong. sosialisasi PP 17 dan PP no 18 tahun 1999 tentang Pengawetan dan Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar yang dilaksanakan pada tahun 2003 dan pada tahun 2004 dilaksanakan pendataan bidang keanekaragaman hayati.725 ha. Dalam perda tersebut ditetapkan antara lain pasal 26 tentang kawasan lindung. penyuluhan. Sampai saat ini.9. kebun pekarangan. Permasalahan yang dihadapi antara lain adalah belum optimalnya upaya konservasi SDA yang dilakukan pemerintah yang ditandai oleh masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam upaya konservasi sumber daya alam dan belum optimalnya kemitraan yang dilakukan Pemerintah dengan masyarakat. rehab teras dan UP-UPSA.70 Ha. perlindungan tebing sungai serta sarana jalan dan saluran.5 Sub Fungsi Tata Ruang dan Pertanahan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 12 Tahun 2001 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 1 tahun 2001 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung tahun 2001 – 2010. pelatihan dan pemberdayaan masyarakat oleh para Penyuluh Kehutanan Lapangan (PKL).Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2. luas lahan kritis di luar kawasan hutan di Kabupaten Bandung tercatat sebanyak 32. Selain itu dilaksanakan pula kegiatan pembinaan. danau dan DPS.534. pasal 28 tentang kawasan budidaya pertanian dan pasal 30 tentang kawasan budidaya non pertanian. tata air.919.

BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -55 . Kawasan perikanan. b. d. dengan luas wilayah 324 ha.269 ha.943 ha. a. dengan luas wilayah 62 ha. dengan luas wilayah 5. f.999 ha meliputi. Kecamatan Ciparay seluas 5 ha. Kawasan Budidaya Non Pertanian. a. Kawasan peternakan/besar. dengan luas wilayah 7. c. 3. 2.917 ha. dengan luas wilayah 53.014 ha meliputi.613 ha. f. dengan luas wilayah 44. Kawasan perairan. dengan luas wilayah 2. Kawasan tanaman tahunan/perkebunan. g.375 ha. Kawasan pangan lahan basah. 4) Zona Cisiung yang meliputi Kecamatan Dayeuhkolot seluas 495 ha. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya. dengan luas wilayah 9. Kawasan/Zona Industri. Kecamatan Paseh seluas 60 ha. e. dengan luas wilayah 39. 3) Zona Rancaekek yang meliputi Kecamatan Rancaekek seluas 252 ha dan Kecamatan Cileunyi seluas 71 ha. 5) Zona Padalarang yang meliputi Kecamatan Padalarang seluas 600 ha. b.284 ha. dengan luas wilayah 391 ha.975 ha. Kawasan hutan rakyat. dengan luas wilayah 57. dengan luas wilayah 48. dengan luas wilayah 24. Kawasan hutan pelestarian alam/THR.805 ha. dengan luas wilayah 182. e. Kawasan hutan suaka alam. dengan luas wilayah 1. Kawasan pangan lahan kering. c. Kawasan Budidaya Pertanian. Kawasan rawan bencana.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 1. d. Kawasan pertambangan.200 ha.385 ha yang terbagi dalam zona: 1) Zona Leuwigajah (sudah masuk dalam Kota Cimahi) kecuali Margaasih seluas 55 ha. dan Kecamatan Solokanjeruk seluas 2 ha. Kawasan Lindung a. b. 2) Zona Majalaya yang meliputi Kecamatan Majalaya seluas 403 ha. Kawasan hutan produksi. Kawasan perlindungan setempat.

9) Zona Katapang yang meliputi Kecamatan Katapang seluas 155 ha dan Kecamatan Soreang seluas 50 ha. 8) SKW Ujungberung.542 ha. terbagi kedalam Satuan Kawasan Wisata diantaranya : 1) SKW Maribaya. diperuntukan bagi pembentukan kota baru Tegalluar seluas 3. Kecamatan Ngamprah seluas 118 ha. Kawasan pariwisata. d. c. Sistem perkotaan di dalam Pola Dasar Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung diarahkan berdasarkan fungsi masing-masing hirarki dan fungsi masingmasing kota. 4) SKW Ciburuy. 6) SKW Situpatenggang. Kawasan tertentu (pembentukan kota baru). 7) Zona Banjaran yang meliputi Kecamatan Banjaran seluas 46 ha. 5) SKW Saguling.500 ha. Kecamatan Pameungpeuk seluas 96 ha. 8) Zona Cimareme yang meliputi Kecamatan Batujajar seluas 360 ha. Kecamatan Solokan Jeruk 903 ha. dan Kecamatan Cililin seluas 100 ha. Kecamatan Cileunyi 442 ha. dan 500 ha untuk pembuatan waduk reservoar. untuk kawasan permukiman perkotaan seluas 4. 7) SKW Pangalengan. 10) Zona Cikancung yang meliputi Kecamatan Cikancung seluas 418 ha dan Kecamatan Cicalengka seluas 121 ha. Sistem perkotaan di Kabupaten Bandung dibagi menjadi 4 (empat) hirarki yaitu : Hirarki I. Kawasan permukiman. Kota-kota yang secara fisik cenderung menyatu dengan Kota Bandung dan diarahkan menjadi bagian dari sistem pelayanan Kota Bandung.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 6) Zona Baleendah yang meliputi Kecamatan Baleendah seluas 137 ha dan Kecamatan Bojongsoang seluas 23 ha. yaitu sebagian wilayah BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -56 . meliputi Kecamatan Bojong-Soang 639 ha.719 ha. 3) SKW Tangkuban Parahu. dan Kecamatan Arjasari seluas 237 ha. 2) SKW Lembang. dengan luas wilayah 28. Kecamatan Rancaekek 1.026 ha. e.

Gununghalu. Kota-kota yang diarahkan menjadi kota menengah yang mandiri sebagai sembrani tandingan (counter magnet) Kota Bandung dan menjadi pengembangan pusat regional. Ibukota Kecamatan yang diarahkan berfungsi sebagai pusat pelayanan/pengembangan pedesaan. Kota-kota satelit yang mengemban peran khusus dalam sistem Metropolitan Bandung atau kota-kota yang akan mengalami pertumbuhan cukup pesat. Kota-kota hirarki IV berperan sebagai pusat pelayanan terdepan dalam rangka pengembangan perdesaan. Cileunyi dan sebagian wilayah Kecamatan Rancaekek. Kecamatan Margaasih. Margahayu. terdiri atas Kota Soreang (meliputi sebagian wilayah Kecamatan Soreang dan Katapang). yaitu Cipeundeuy. Hirarki II. Banjaran (termasuk Kecamatan Pameungpeuk). Pacet dan Kertasari. Lembang. Hirarki III. Ciwidey (sebagian wilayah Kecamatan Ciwidey dan Pasirjambu). Cikalongwetan dan Cisarua. Rancabali. Hirarki IV. Cipongkor. Baleendah. Ibun dan Paseh) dan Padalarang (meliputi sebagian wilayah Kecamatan Padalarang.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Kecamatan Parongpong. Kota-kota hirarki I berperan sebagai penunjang rembesan pertumbuhan Kota Bandung sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan invasi pertumbuhan ke kawasan-kawasan persawahan subur sebagai sabuk hijau yang mengelilingi dan memisahkan Kota Bandung dengan kota-kota kecil di sebelah selatan. Ciparay. Dayeuhkolot. Kota-kota Hirarki III-B meliputi Kota Pangalengan. Bojongsoang. Kota-kota yang dipacu pertumbuhannya untuk menerima limpahan pertumbuhan Kota Bandung dikategorikan Hirarki III-A yaitu kota Cicalengka (termasuk sebagian wilayah Kecamatan Cikancung). dan Cililin. Rajamandala (Cipatat). Majalaya (meliputi sebagian wilayah Kecamatan Majalaya. Sindangkerta. Ngamprah dan Batujajar). BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -57 .

Pangalengan dan Ciwidey.18 Hirarki Kota-kota di Kabupaten Bandung Kota Kecamatan Margaasih Kecamatan Margahayu Kecamatan Dayeuhkolot Kecamatan Baleendah Kecamatan Bojongsoang Kecamatan Cileunyi Kota Rancaekek Kota Soreang II Hirarki Fungsi Pemukiman Pemukiman. Pada tahun 2003. industri Pariwisata. industri Pemukiman Pemukiman. pendidikan militer. industri. Industri rumah/ kerajinan Pusat pelayanan sosial ekonomi Wilayah Kabupaten Bandung bagian barat. Rancaekek dan Cileunyi. Perangkutan dan Perdagangan. dilaksanakan pengesahan RDTRK Soreang. Pemukiman Pusat pelayanan sosial ekonomi Wilayah Kabupaten Bandung bagian timur. Selama tahun 2001 s/d 2004 perkembangan penyediaan dokumen tata ruang adalah sebagai berikut : • • • • Pada tahun 2001 dilaksanakan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Soreang. Ciparay dan BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -58 . dilaksanakan penyusunan RDTRK Majalaya. Lembang. industri Pusat pemerintahan Kabupaten Bandung. pertambangan Agropolitan I Kota Padalarang Kota Majalaya Kota Kota Kota Kota Kota Kota Kota Kota Kota Kota Kota Kota Kota Kota Kota Kota Kota Cicalengka Ciparay Banjaran Lembang Cililin Pangalengan Ciwidey Cikalongwetan Rajamandala Cisarua Cipeundeuy Sindangkerta Gununghalu Cipongkor Rancabali Pacet Kertasari III IV Berperan sebagai pusat pelayanan terdepan dalam rangka pengembangan perdesaan Sumber : RTRW Kabupaten Bandung Permasalahan sub fungsi Tata Ruang adalah meningkatnya kegiatan perkotaan di Kabupaten Bandung belum sepenuhnya disertai oleh penyediaan instrumen perencanaan tata ruang detail yang memadai sehingga membawa konsekuensi tersendiri pada pembangunan sub fungsi Tata Ruang. Industri. agropolitan Pemukiman. pendidikan militer Industri. Pada tahun 2002. agropolitan Industri rakyat/ kecil. Industri. perangkutan ( terminal ) Pemukiman. Fasilitas sosial Pemukiman Pemukiman. Pusat pelayanan sosial ekonomi Wilayah Kabupaten Bandung bagian selatan. Pemukiman Pemukiman. Pariwisata. agropolitan Pariwisata. Pariwisata Pemukiman.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 2. penelitian Pemukiman. Pada tahun 2004 dilaksanakan review RDTRK Banjaran. Rendahnya efektivitas penataan ruang dipengaruhi oleh faktor antara lain belum optimalnya kualitas dan kuantitas produk Rencana Tata Ruang serta penegakan hukum yang masih lemah. Rancaekek dan Cileunyi. Pemukiman. pemukiman Pemukiman.

serta sosialisasi Peraturan Daerah ke 15 kecamatan. 19. • Pada tahun 2002 diterbitkan produk hukum berupa Perda 18 buah. Keputusan Bupati 853 buah.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Selain itu. dan 4.210 ha pada tahun 2004. serta penyelesaian perkara hukum sebanyak 7 kasus. rencana pengembangan pusat-pusat wilayah dsb. Belum optimalnya pengendalian pemanfaatan ruang. Instruksi Bupati 6 buah. dan operasi penertiban dan penegakan Peraturan daerah yang berhubungan dengan perijinan perusahaan. Belum optimalnya pemanfaatan ruang. Keputusan Bupati 1.500 ha pada tahun 2003.1 Pembinaan Hukum Pada sub fungsi pembinaan hukum hasil-hasil yang telah dicapai sampai dengan tahun 2004 adalah : • Pada tahun 2001 diterbitkan produk hukum berupa Perda 29 buah. penyelesaian perkara hukum sebanyak 11 kasus.092 buah.500 ha pada tahun 2001. yaitu belum sepenuhnya rencana tata ruang telah diimplementasikan dalam wujud pemanfaatan ruang. • Pada tahun 2003 diterbitkan produk hukum berupa Perda 11 buah. 4.10 Fungsi Ketertiban dan Keamanan 2. 12. Perubahan tata guna lahan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang 2. seperti rencana pembangunan Tegalluar. Belum optimalnya perencanaan tata ruang. yaitu belum sepenuhnya rencana tata ruang dapat dijadikan acuan pembangunan wilayah dan kota 2. Surat Perjanjian 29 buah serta BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -59 . surat perjanjian 27 buah serta penyelesaian perkara hukum sebanyak 7 kasus. untuk menunjang peningkatan kualitas penataan ruang telah dilakukan penyediaan peta digital dan peta garis yaitu peta digital dan peta garis skala 1 : 5. Keputusan Bupati 545 buah.10. 3. Permasalahan Sub Fungsi Tata Ruang dan Pertanahan terutama pada masalah : 1. surat perjanjian 29 buah. Instruksi Bupati 2 buah. operasi penegakan hukum melalui razia gabungan terhadap Pekerja Seks Komersial. terutama pengendalian pemanfaatan/ penggunaan lahan budidaya di kawasan lindung.300 ha pada tahun 2002.000 seluas 3. Instruksi Bupati 1 buah.

serta sosialisasi Peraturan daerah ke 4 kecamatan. dan belum optimalnya upaya pembaharuan dan penyusunan produk-produk hukum yang sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat. Permasalahan yang dihadapi dalam sub fungsi pembinaan hukum adalah belum optimalnya upaya penegakan supremasi hukum yang ditandai masih banyaknya pelanggaran terhadap Perda dan aturan hukum lainnya. belum optimalnya sosialisasi produk hukum dan bantuan hukum terhadap kasus hukum yang cenderung meningkat. Keputusan Bupati 264 buah. dan penyelesian perkara hukum sebanyak 3 kasus. operasi penertiban dan penegakan Peraturan Daerah ke perusahaan. surat perjanjian 6 buah. pembinaan keluarga sadar hukum di wilayah Kabupaten Bandung.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pada tahun 2004 diterbitkan produk hukum berupa Perda 4 buah. Instruksi Bupati 1 buah. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -60 .

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Peta Penggunaan Lahan Tahun 2004 Gambar 2.7 Peta Penggunaan Lahan Kabupaten Bandung BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -61 .

000 -46.8 Peta Perubahan Guna Lahan Kabupaten Bandung Sumber: Wangsaatmaja.000 Perubahan Lahan (Ha) 14.000 -6.000 1983-1993 1993-2002 1983-2002 34.000 -26. 2004 BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -62 .000 Danau/Waduk Fasum Lahan Terbuka Pertanian/Saw ah Tegalan Perkebunan Semak/Rumput Sub Urban Belukar Industri Hutan Urban Penggunaan Lahan Jenis Tutupan Lahan % Perubahan Tutupan Lahan DAS Citarum Hulu Jenis Lahan Hutan Perkotaan Industri Belukar Lahan terbuka Pertanian 2002 1983-1993 (%) -18 105 618 45 52 -15 1993-2002 (%) -44 62 35 93 22 -47 1983-2002 (%) -54 233 868 181 86 -55 Gambar 2.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 1983 54.

penertiban/penegakan kependudukan/KTP 10 kali dan Pam Bencana Alam 12 kali. perjudian 2 kali. dan Tingkat Partisipasi Sekolah. penertiban reklame 3 kali. prostitusi 5 kali. prostitusi 1 kali. 2. Prostitusi 5 kali. Pam Gerakan Disiplin Daerah 3 kali. Pam LPJ Bupati 1 kali. • Pada tahun 2003 dilakukan upaya penertiban/pengamanan Warung liar/PKL 20 kali. perjudian 5 kali. penertiban minuman beralkohol (miras) 12 kali.2 Sub Fungsi Ketertiban. Pencapaian Indikator Makro Sosial Indikator makro sosial yang dijadikan penilaian bagi keberhasilan pembangunan antara lain adalah Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -63 . • Pada tahun 2004 dilakukan upaya penertiban/pengamanan Warung liar/PKL 22 kali. PGOT 20 kali.11. Pam Gerakan Disiplin Daerah 5 kali. Angka Melek Huruf (AMH). penertiban pasar 2 kali. prostitusi 12 kali. Angka Kematian Bayi (AKB).10. unjuk ras 12 kali. perjudian 5 kali. PGOT 5 kali. Angka Harapan Hidup (AHH).Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2. PGOT 4 kali. tawuran 7 kali. • Pada tahun 2002 dilakukan upaya penertiban/pengamanan Warung liar/PKL 16 kali. penertiban reklame 2 kali dan penertiban pasar 3 kali. PGOT 5 kali. penertiban pasar 3 kali. Pam Asset Pemda 12 kali. Keamanan dan Hukum Lainnya Pada Sub Fungsi Ketentraman dan Ketertiban serta Penegakkan Perda sampai dengan Tahun 2004 adalah : • Pada tahun 2001 dilakukan upaya penertiban/pengamanan PKL 12 kali. penertiban perijinan perusahaan 16 kali. unjuk rasa 15 kali. Pam Aset Pemkab 12 kali. unjuk rasa 22 kali. Pam LPJ Bupati 1 kali. perjudian 28 kali. • Pada Sub Fungsi Tramtibum dan Penegakan Perda dengan dilaksanakannya pelatihan keterampilan pelaksanaan Kader Sat Pol PP sebanyak 150 orang anggota. Rasio Ketergantungan. Pam Aset Pemkab 12 kali. penertiban perijinan perusahaan 12 kali dan penertiban pasar 1 kali. penertiban perijinan perusahaan 16 kali. penertiban minuman beralkohol ( Miras ) 2 kali. unjuk ras 19 kali.

000 - 4.000 1.058.582 2.2 Angka Harapan Hidup (AHH) Pencapaian AHH tahun 2004 adalah sebesar 65.000. LPP tersebut dilihat dari jumlah penduduk Kabupaten Bandung tahun 2004 yaitu sebanyak 4.967 4.087.058.675 1.087.017. 2. Dengan demikian. mengalami peningkatan jika dibandingkan AHH tahun 2003 sebesar 65.053.411 jiwa) dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bandung tahun 2003 yaitu sebanyak 4.500.19%.963.85 tahun (dari proyeksi sebesar 66.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2.556 2.145. perlu dicermati langkah-langkah untuk mengantisipasi LPP tersebut baik dari program Kependudukan/KB dan Ketenagakerjaan.000 500.11.053.6 tahun. Laju Pertumbuhan Penduduk LPP Kabupaten Bandung dalam kurun waktu 2003-2004 tercatat sebesar 3. Gambar 2.675 jiwa dan perempuan 1.500.000 3.000 4.963.000 1. Kecamatan yang memiliki AHH tertinggi adalah Kecamatan Ibun sebesar 67.64%.1.000 2.000.582 jiwa (terdiri dari laki-laki 2.145.556 jiwa dan perempuan 2.411 2.967 jiwa (terdiri dari laki-laki 2.017.000 3.000.000.4 tahun.000 2. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -64 .500.907 2003 2004 Laki-laki Perempuan Jumlah LPP Kabupaten Bandung tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan LPP Jawa Barat yang pada tahun 2004 tercatat sebesar 2.11.907 jiwa).45 tahun dan yang terendah adalah Kecamatan Cipongkor sebesar 56.9 LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK KABUPATEN BANDUNG 4.15 tahun).500.

2 ANGKA HARAPAN HIDUP (AHH) ANGKA HARAPAN HIDUP (AHH) 65.8 65.10 2.2 65.37 47.50) yang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan AKB tahun 2003 sebesar 47. Semakin kecil AKB maka semakin sedikit pula bayi yang meninggal di bawah satu tahun. Kecamatan yang memiliki AKB tertinggi adalah Kecamatan Cipongkor yang mencapai 72.7 65.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Grafik 2. penolong pertama kelahiran bayi.4 65. Menurut data Suseda.96 dan yang terendah adalah Kecamatan Parongpong dengan AKB sebesar 39.9 65.3 65.5 46 45.5 2003 2004 46. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -65 .5 47 46.7 Angka Kematian Bayi per 1000 kelahiran hidup Tahun Gambar 2.6 65.11.25.37 jiwa per 1000 kelahiran hidup (dari proyeksi sebesar 43. ANGKA KEMATIAN BAYI (AKB) 48 47. Realisasi AKB tahun 2004 tercatat sebesar 46.7.1 65. dan ANC ( Antenatal Care ).85 AHH (Tahun) 65.3 Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi menunjukkan banyaknya kematian bayi berumur di bawah satu tahun per 1000 kelahiran.5 65.4 2003 2004 Tahun Gambar 2.11 AKB dipengaruhi oleh faktor antara lain gizi ibu hamil. gizi. imunisasi ibu.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung pada tahun 2004 sebanyak 59. Dari perspektif jender.79 % relatif jauh tertinggal jika dibandingkan TPAK penduduk laki-laki yang mencapai 74.84%.94% Dukun. Rongga.03 %.10% kelahiran bayi ditolong oleh tenaga medis.4. dan Cipongkor. Grafik 2.11. dan 1. 1. kiranya perlu menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung untuk dapat mengejar ketertinggalan tersebut. TPAK perempuan di Kabupaten Bandung yang mencapai 30. Data Suseda menunjukkan TPAK Kabupaten Bandung tahun 2004 tercatat sebesar 52. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yaitu angka yang menunjukkan tingkat penduduk yang aktif secara ekonomi atau angkatan kerja. 38.94% ditolong oleh famili/lainnya. 59. Kondisi tersebut kemungkinan disebabkan karena sebagian besar perempuan usia produktif masih berada pada posisi sebagai ibu rumah tangga. Dengan melihat kondisi tersebut dan jika dikaitkan dengan pencapaian AKB rata-rata Jawa Barat yang pada tahun 2003 telah mencapai 43.83.10 % PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI Tenaga Medis Dukun Famili/lainnya Gambar 2. yang mengalami sedikit kenaikan bila dibandingkan dengan TPAK tahun 2003 sebesar 51.96% oleh dukun. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -66 . 38.4 Pertolongan Kelahiran Bayi Famili/lainnya. Angka pertolongan yang tinggi oleh dukun banyak dijumpai antara lain di Kecamatan Rancabali.96% Tenaga Medis.12 2. diperoleh dengan membagi besarnya angkatan kerja (penduduk usia kerja yang bekerja atau yang sedang mencari pekerjaan) dengan jumlah penduduk usia kerja.66%.

03% TPAK 52.48 % yang mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2003 yaitu 55.5 ANGKA KEMATIAN BAYI (AKB) TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA (TPAK) 53. Dengan demikian Pemerintah Kabupaten perlu mengantisipasi agar penduduk usia lanjut tersebut tidak menjadi beban bagi penduduk usia produktif. Rasio Ketergantungan (Dependency Rasio) Rasio ketergantungan merupakan perbandingan antara jumlah penduduk berusia 0 -14 tahun ditambah penduduk berusia di atas 65 tahun dengan jumlah penduduk berusia 15-64 tahun.84% Gambar 2.5.00% 52.50% 51. Data Suseda menunjukkan angka beban ketergantungan tahun 2004 tercatat 52.00% 50.50% 52. Angka tersebut menunjukkan beban yang harus ditanggung oleh golongan penduduk umur produktif.13 2.84%.11. Jika dikaitkan dengan keberhasilan di sektor Kesehatan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Grafik 2. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -67 .50% 50. yang dapat meningkatkan Angka Harapan Hidup masyarakat Kabupaten maka akan berdampak pada bertambahnya penduduk usia tua yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap rasio ketergantungan. Hal ini menunjukan pada tahun 2004 terdapat penurunan beban yang harus ditanggung oleh penduduk usia produktif.00% 51.00% 2003 2004 51.

84% Gambar 2.20% 97.7 ANGKA MELEK HURUF ANGKA MELEK HURUF (AMH) 98.20% 98.00% 53.23% (dari proyeksi sebesar 97.6 Angka Melek Huruf (AMH) AMH Kabupaten Bandung tahun 2004 tercatat 98.00% 50.00% 51.00% 54.40% 98.11.00% 2003 Tahun 2004 52.60% 97.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Grafik 2.50% AMH 98.15 BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -68 . Grafik 2.6 RASIO KETERGANTUNGAN RASIO KETERGANTUNGAN 57.23% Tahun Gambar 2.00% 52. Dengan pencapaian AMH tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Kabupaten Bandung sudah memiliki kemampuan membaca dan menulis serta hanya sekitar 1.5%.77% penduduk atau sekitar 73. Apabila dibandingkan antara AMH pada penduduk laki-laki dengan penduduk perempuan terlihat bahwa penduduk perempuan lebih banyak yang mengalami buta huruf dibandingkan penduduk laki-laki.00% 55.14 2.58%.00% 97.00% 56. AMH pada penduduk laki-laki tercatat sekitar 99 % dan pada perempuan sekitar 97.48% Rasio Ketergantungan 55.40 %) dan mengalami peningkatan jika dibandingkan AMH tahun 2003 sebesar 97.80% 97.00% 2003 2004 97.384 jiwa yang belum bisa membaca dan menulis.40% 97.

Walaupun pencapaian belum sesuai proyeksi.7.46 thn Realisasi 2003 65.5.20 Pencapaian Komponen IPM Kabupaten Bandung Tahun 2003-2004 dan Capaian Jawa Barat 2004 No 1 2 3 4 Komponen Angka Harapan Hidup (AHH) Angka Melek Huruf (AMH) Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Daya Beli (Rp) IPM Proyeksi 2003 65.34 thn 93. 2.18 65.45 - Proyeksi (%) 2004 Realisasi (%) 93.09 97.52 Realisasi Jawa Barat 2004 65. Dengan demikian.19 Pencapaian APM Kabupaten Bandung Tahun 2003 dan 2004 No 1 2 3 4 Tingkat SD/MIS SLTP/MTS SMA/MA Perguruan Tinggi 2003 Proyeksi Realisasi (%) (%) 95.85 thn 98.50 Proyeksi 2004 66.870 70. Tingkat Partisipasi dan Melanjutkan Sekolah Pencapaian Angka Partisipasi Murni (APM) Tingkat SD.96% 7.38 29. Indek Pembangunan Manusia (IPM) Berdasarkan capaian AHH.49 thn 515.23 % 8.03 tahun yang mengalami peningkatan jika dibandingkan RLS tahun 2003 sebesar 7.52 mengalami peningkatan jika dibandingkan IPM tahun 2003 sebesar 67. Hal tersebut menunjukkan bahwa rata-rata penduduk Kabupaten Bandung telah mengenyam pendidikan sekitar 8 tahun.90 55.95 Sumber : BPS Kabupaten Bandung 2004 Dari semua komponen IPM.36 96.320 68. dalam kurun waktu 2003 – 2004 hanya komponen AHH yang belum dapat memenuhi proyeksi sehingga berpengaruh terhadap pencapaian sesuai proyeksi.44 37.65 tahun.22 54. AMH.200 67.72 97.68 thn 534.37 thn 554.11. diharapkan komponen AHH tersebut BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -69 .570 68. Proyeksi dan capaian dari komponen-komponen IPM tahun 2003 dan 2004 dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut : Tabel 2. Tabel 2.09 6.16 30.44 34.40 % 7.60 - Sumber : BPS Kabupaten Bandung Berdasarkan pencapaian tingkat partisipasi sekolah tersebut.53 % 7.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2. realisasi IPM tahun 2004 sebesar 68. RLS dan pendapatan per kapita tahun 2004 telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM).15 thn Realisasi 2004 65.060 68.70 % 7.21 95.65 thn 530.01 77. tercatat Rata-rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat Kabupaten Bandung tahun 2004 adalah 8. SLTP.4 thn 97.03 thn 534. SMU dan PT tahun 2003 dan 2004 untuk berbagai level pendidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.12.

16 Pencapaian IPM tiap kecamatan di kabupaten dapat dilihat pada tabel 2.52 68.22 BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -70 .5 68. PENCAPAIAN IPM KABUPATEN BANDUNG 70.36 Proyeksi 2003 Realisasi 2003 Proyeksi 2004 Realisasi 2004 Realisasi Jabar 2004 Gambar 2. Apabila dikaitkan dengan target IPM Propinsi Jawa Barat tahun 2010 sebesar 80 maka diperlukan upaya yang serius dari Pemerintah Kabupaten Bandung melalui penajaman program-program prioritas untuk dapat mencapai angka tersebut.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung perlu mendapat perhatian untuk penajaman kebijakan di tahun mendatang.72 67.95 71 70 69 68 67 66 65 IPM 68.21 dan proyeksi IPM Kabupaten hingga tahun 2010 dapat dilihat pada Tabel 2.

35 66.63 69.65 65.35 6.05 65.94 6.14 529.45 65.69 67.73 521.86 98.20 67.53 98.17 67.78 97.16 64.93 98.86 67.10 526.82 93.34 64.76 99.31 66.53 97.90 65.71 8.63 98.43 97.96 97.15 69.98 8.60 60.73 99.83 540.88 65.55 62.61 529.51 9.40 64.70 64.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 2.50 8.56 525.37 550.39 60.14 6.54 99.39 7.29 67.10 98.68 529.69 68.95 61.65 7.90 529.51 PPP (ribu Rp) 545.64 534.75 62.43 98.83 7.93 65.08 66.22 67.05 64.80 8.05 62.95 9.85 65.40 65.45 531.29 92.14 530.03 8.65 62.56 6.71 98.65 65.81 99.25 539.83 99.63 544.47 541.25 65.00 523.25 68.62 IPM 71.35 66.58 530.95 98.25 536. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KECAMATAN CILEUNYI MARGAHAYU DAYEUH KOLOT RANCA EKEK IBUN LEMBANG BALEENDAH BOJONG SOANG PAMEUNGPEUK Komponen IPM AHH (thn) 67.61 98.49 99.19 523.00 95.95 63.20 66.10 535.55 99.10 63.60 7.00 61.01 519.25 AMH (%) 99.88 7.58 8.63 7.65 64.11 66.99 68.94 8.17 64.70 97.92 68.15 65.37 524.39 68.69 98.25 66.81 6.80 65.26 538.35 56.27 525.55 65.84 99.10 522.55 65.45 63.85 65.47 533.54 534.21 7.34 91.55 57.15 7.71 65.28 70.37 96.52 67.98 68.05 60.21 Pencapaian IPM di Tiap Kecamatan di Kabupaten Bandung Tahun 2004 NO.05 61.00 541.43 99.91 7.51 97.10 526.55 64.66 64.02 5.05 65.06 529.75 64.95 67.12 96.11 6.61 93.36 9.51 70.62 10.20 8.03 65.20 69.81 68.72 RLS (thn) 9.15 63.39 546.80 10 CIPARAY 11 MARGAASIH 12 CILENGKRANG 13 CIMENYAN 14 NAGREG 15 KATAPANG 16 MAJALAYA 17 PARONGPONG 18 CIMAUNG 19 SOREANG 20 CANGKUANG 21 PANGALENGAN 22 BANJARAN 23 PADALARANG 24 CIHAMPELAS 25 CILILIN 26 PASIR JAMBU 27 ARJASARI 28 CIKALONG WETAN 29 CICALENGKA 30 CIPEUNDEUY 31 SOLOKAN JERUK 32 RANCABALI 33 NGAMPRAH 34 BATUJAJAR 35 CIPATAT 36 CIWIDEY 37 SINDANG KERTA 38 CISARUA 39 PASEH 40 KERTASARI 41 PACET 42 GUNUNGHALU 43 CIKANCUNG 44 CIPONGKOR 45 RONGGA Sumber : BPS Kabupaten Bandung 2004 BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -71 .77 98.61 8.60 98.79 6.22 98.83 99.37 68.32 8.23 7.45 64.58 9.00 66.00 7.32 66.23 533.25 8.60 99.29 98.85 8.60 9.53 6.40 64.24 517.24 65.02 6.65 68.57 68.02 98.65 68.02 536.55 540.70 96.59 538.91 7.92 533.85 65.59 99.49 7.65 63.11 68.30 10.51 540.72 67.87 540.65 67.85 8.05 97.64 67.44 528.88 523.35 61.64 527.60 533.07 7.89 94.22 96.11 543.00 65.

74 43.83 99.26 64.25 36.46 67.58 99.80 78.48 71.22 32.26 555.87 83.75 74.47 85.90 52.40 56.02 46.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 2.50 39.53 72.09 539.48 70.17 54.11 65.42 57.93 81.40 7.15 99.60 525.58 97.78 66.90 8.35 8.86 561.87 85.50 50.55 64.00 517.60 550.60 98.62 57.40 97.40 94.30 53.25 93.22 64.44 67.68 51.75 98.97 47.56 70.60 7.70 Proyeksi dihitung berdasarkan hasil Suseda 20012003 Sumber Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -72 .35 99.63 68.15 8.14 47.93 98.40 7.88 55.29 48.26 68.03 67.11 530.35 99.20 98.20 82.19 51.83 58.97 59.28 72.20 7.70 96.60 93.89 545.50 9.1000) INDEKS ANGKA KEMATIAN BAYI (PER 1000 KELAHIRAN) INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA 63.13 98.72 60.59 73.28 66.18 94.30 95.60 79.03 60.70 7.49 49.85 69.57 7 64.RATA LAMA SEKOLAH ( TAHUN) INDEKS INDEKS PENDIDIKAN KEMAMPUAN DAYA BELI ( X.93 52.80 521.47 30.01 73.06 56.10 7.86 2 3 4 5 6 60.64 74.10 95.58 34.50 99.40 56.20 65.64 51.15 68.40 567.17 65.50 75.42 70.47 83.22 66.00 534.43 96.68 61.29 69.60 8.87 54.60 78.00 84.07 66.20 86.15 69.22 Proyeksi IPM Kabupaten Bandung hingga tahun 2010 NO 1 INDIKATOR 2000 2 3 2001 4 2002 5 2003 6 7 PROYEKSI PER TAHUN 2004 2005 8 2006 9 2007 10 2008 11 2009 12 2010 13 1 ANGKA HARAPAN HIDUP ( TAHUN ) INDEKS ANGKA MELEK HURUF ( %) INDEKS RATA .85 29.Rp.87 69.90 98.

SPM. kinerja birokrasi. Hingga tahun 2010 diharapkan IPM Kabupaten Bandung akan mencapai atau bahkan lebih besar dari proyeksi sebesar 74.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Dilihat secara makro. Isu strategis yang merupakan gambaran umum permasalahan yang dihadapi Kabupaten Bandung adalah sebagai berikut : 1. 6. serta berkurangnya kesadaran dan citra budaya Sunda dalam kehidupan masyarakat. kualitas pelayanan kesehatan. Masih rendahnya keterpaduan pemanfaatan ruang kota. 4. 2. 7. Resistensi nilai-nilai religius. Menurunnya daya dukung dan kualitas lingkungan ditandai dengan meningkatnya pencemaran air dan udara serta masalah lingkungan lainnya seperti banjir dan BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -73 . pasar dan sistim transportasi sehingga menyebabkan kesemrawutan kota dan kemacetan lalu lintas. simplikasi. rendahnya tingkat pendapatan dan tingginya LPP. Jumlah penduduk miskin masih relatif tinggi yang disebabkan oleh tingginya tingkat pengangguran. serta kualitas kesehatan lingkungan yang masih relatif rendah. persebaran dan kesejahteraan tenaga pendidik yang belum memadai.13 Isu Strategis Kabupaten Bandung Berdasar kondisi dan proyeksi mendatang Kabupaten Bandung 2010. kesadaran hidup bersih dan sehat. Koordinasi. dan sarana prasarana yang belum memadai.36. sosial dan budaya sebagai akibat dari derasnya arus perubahan dan globalisasi. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung pada tahun 2004 masih berada pada angka 68. 8. seperti terminal.52 (realisasi). 3. 2. Kualitas pendidikan masih relatif rendah disebabkan antara lain belum tercapainya target RLS. Kualitas pelayanan publik belum optimal disebabkan antara lain oleh terbatasnya kualitas sumberdaya manusia aparatur. menurunnya kepekaan dan solidaritas sosial. kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayananan pendidikan.70 yang akan dilakukan melalui kegiatan-kegiatan pembangunan di berbagai fungsi dan sub fungsi pembangunan. dan belum optimalnya aplikasi konsep pembangunan partisipatif. sinkronisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. integrasi. munculnya berbagai penyakit masyarakat. 5. sedikit diatas IPM Jawa Barat yaitu sebesar 68.

yang terkait langsung dengan tujuan pembangunan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung longsor. penataan kelembagaan maupun pemekaran wilayah. Isu-isu dalam kelompok ini terkait dengan menurunnya daya dukung lingkungan dan sediaan infrastruktur dasar (jalan. perumahan. Isu-isu dalam kelompok ini terkait dengan kepentingan masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah. juga adanya kegagalan internal BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -74 . Isu-isu dalam kelompok ini terkait dengan pelaksanaan fungsi/peran pemerintah sebagai public servant (pelayan publik). mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa antara lain dengan peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM). TPA. aktivitas pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.14 Konfigurasi Isu Startegis dan Kerangka Intervensi Pembangunan Dari kesembilan isu strategis di atas dilakukan analisis untuk melihat keterkaitan antar isu dan posisinya dalam kerangka intervensi pembangunan. Rendahnya kinerja pembangunan desa disebabkan kualitas SDM. Untuk melihat konfigurasi dari kesembilan isu strategis tersebut dilakukan pengelompokan isu-isu strategis ke dalam beberapa kelompok isu yang terkait dengan bidang-bidang pembangunan sebagai berikut: o Kelompok 1: Isu-isu terkait dengan perbaikan kualitas pemerintahan. pemanfaatan ruang kawasan pedesaan. Pembenahan ini dilakukan di semua lini pemerintahan. IPAL. rendahnya efektivitas penataan ruang dan lemahnya pengawasan dan pengendalian. yang disebabkan oleh rendahnya kesadaran. Isu-isu pada kelompok ini terkait dengan pembenahan internal Kabupaten Bandung. o Kelompok 3: Isu-isu terkait dengan perbaikan kondisi fisik keruangan kabupaten. perhatian dan kepedulian terhadap lingkungan. dll) o Kelompok 4: Isu-isu terkait dengan perbaikan aspek sosial. Isu yang termasuk dalam kelompok ini terkait dengan modal sosial yang terancam oleh faktor eksternal. lemahnya kelembagaan desa dan belum teralokasikannya sumber keuangan desa secara memadai. 2. o Kelompok 2: Isu-isu terkait dengan penyediaan pelayanan umum dasar bagi masyarakat. 9. sarana infrastruktur perdesaan.

s o s ia l d a n budaya IS U 9 : R endahnya k in e r j a pem bangunan desa K e lo m p o k 3 : FISIK K E R U A N G A N IS U 7 : k e s e m ra w u ta n k o ta d a n k e m a c e t a n la lu lin t a s ISU 8: M en u ru n n y a daya dukung d a n k u a lit a s lin g k u n g a n Gambar 2. Gambar di bawah ini menjelaskan konfigurasi permasalahan tersebut. dan kelompok isu keempat (modal sosial).17 Konfigurasi Permasalahan dan Keterkaitan Antarkelompok Isu. BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah II -75 . Sementara itu. kelompok isu ketiga (fisik keruangan). Gambar di atas menunjukkan hubungan antar kelompok isu dimana isu pada kelompok pertama (pemerintahan) dianggap memberi dampak pada terjadinya permasalahan pada kelompok isu kedua (pelayanan dasar untuk warga).Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Keempat kelompok isu tersebut kemudian diletakkan dalam suatu konfigurasi permasalahan untuk melihat keterkaitan antar kelompok isu dan posisinya dalam kerangka intervensi pembangunan yang akan dilakukan. kelompok isu keempat (modal sosial) dianggap sebagai dampak dari berbagai masalah yang terjadi pada semua kelompok isu. K e lo m p o k 2 : PELAYAN AN D ASAR U N TU K W ARG A IS U 6 : K u a lit a s p e la y a n a n p u b lik b e lu m o p t im a l K e lo m p o k 1 : PEM ER IN T A H A N IS U 5 : < K in e r ja b iro k r a s i m a s ih re n d ah > ISU 4: J u m la h penduduk m is k in m a s ih r e la t if t in g g i IS U 3 : < K u a lit a s k e s e h a ta n m a sy ara k at m a s ih r e n d a h > IS U 2 : K u a lit a s p e n d id ik a n m a s ih r e la t if ren d a h K e lo m p o k 4 : M O D A L S O SIA L IS U 1 : R e s is t e n s i n ila in ila i r e lig iu s .

tuntutan. MISI DAN PRIORITAS DAERAH 3. Kultural dan Berwawasan Lingkungan. sehingga manfaatannya dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Partisipatif merupakan pendekatan yang diterapkan dalam upaya pencapaian tujuan. kehendak dan kebutuhannya secara proporsional dan bertanggungjawab. pelaksanaan hingga pengawasan. dengan pengertian bahwa masyarakat mempunyai kesempatan yang sangat luas untuk berperan aktif dalam keseluruhan proses pembangunan mulai dari tahap perencanaan. bimbingan dan rahmat Allah SWT. melalui Akselerasi Pembangunan Partisipatif yang Berbasis Religius.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung BAB III VISI. tenteram. visi yang kami kedepankan adalah ”Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bandung yang Repeh Rapih Kertaraharja. Sesuai dengan paradigma kepemerintahan yang baik bahwa kedudukan masyarakat dalam pembangunan adalah sebagai subjek yang turut menentukan arah pembangunan sesuai dengan prakarsa. permasalahan dan peluang yang dimiliki Kabupaten Bandung dengan memperhatikan nilai-nilai visi daerah. aspirasi dan dinamika yang berkembang pada masa kepemimpinan tahun 2000-2005. Percepatan pembangunan tersebut mengandung maksud menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif bagi cepatnya pertumbuhan dan perkembangan pembangunan di Kabupaten Bandung.1 V i s i Berdasarkan potensi. damai. BAB III Visi Misi dan Prioritas Daerah III-1 . tertib. dengan Berorientasi Pada Peningkatan Kinerja Pembangunan Desa” Makna dari Visi tersebut : Repeh Rapih Kertaraharja adalah tujuan yang ingin dicapai yaitu suatu kondisi masyarakat Kabupaten Bandung yang hidup dalam keadaan aman. sejahtera dan senantiasa berada dalam lindungan. Akselerasi pembangunan atau percepatan pembangunan adalah segala upaya yang dilakukan untuk membuat proses pembangunan lebih cepat.

dan berkelanjutan. 3. dirumuskan 8 ( delapan ) misi sebagai berikut : 1. harus menjiwai. Mewujudkan Kepemerintahan yang baik. semangat dan kaidah agama. Mamantapkan Kesalehan Sosial Berlandaskan Iman dan Taqwa. 5. Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman. Kultural mengandung pengertian bahwa nilai-nilai budaya Sunda yang baik. norma. Berwawasan Lingkungan mengandung pengertian dan kepedulian yang tinggi terhadap keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan yang didasari oleh kesadaran akan fungsi strategis lingkungan terhadap keberlangsungan hidup manusia. serta menjadi perekat keselarasan dan stabilitas sosial. Tertib. Desa yang dalam susunan pemerintahan merupakan unit pemerintahan terendah adalah ujung tombak pembangunan daerah dan lokus yang menjadi muara seluruh aktifitas pembangunan. 2. Tenteram dan Dinamis. 6. Pengembangan budaya Sunda tersebut dilakukan dengan tetap menghargai pluralitas kehidupan masyarakat secara proporsional. 3. Meningkatkan Kinerja Pembangunan Desa. agar tercipta tatanan kehidupan yang seimbang. melekat dan menjadi jati diri masyarakat Kabupaten Bandung. khususnya Islam yang diyakini dan dianut serta menjadi karakter dan identitas mayoritas Kabupaten Bandung. dengan tetap menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan hidup beragama. peningkatan kualitas kinerja pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat di pedesaan. Daya dukung dan kualitas lingkungan harus menjadi acuan utama segala aktifitas pembangunan. 4. Peningkatan Kinerja Pembangunan Desa mengandung pengertian. BAB III Visi Misi dan Prioritas Daerah III-2 . 8. nyaman. Menggali dan Menumbuhkembangkan Budaya Sunda. termasuk penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan. menjadi ruh dan pedoman seluruh aktivitas kehidupan. bahwa pembangunan di Kabupaten Bandung harus memberikan perhatian yang besar dan sungguh–sungguh terhadap pengembangan desa.2 M i s i Untuk mewujudkan visi diatas. Memelihara Keseimbangan Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan. harus tumbuh dan berkembang seiring dengan laju pembangunan. mewarnai.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Religius mengandung pengertian bahwa nilai-nilai. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat. 7. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia.

berorientasi konsesus. Proporsional dalam hal ini mengandung pengertian bahwa setiap domain pemerintahan melaksanakan peran dan fungsinya sesuai dengan kapasitas yang dimiliki berdasarkan tuntutan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bertanggung jawab mengandung pengertian bahwa pelaksanaan peran dan fungsi setiap domain pemerintahan harus dapat dipertanggungjawabkan secara objektif berdasarkan prinsipprinsip kepemerintahan yang baik. akuntabel dan memiliki visi strategik. yaitu pemerintah. demokratis. kesadaran akan peran dan tanggung jawab tersebut bukan semata-mata merupakan tuntutan organisasi tetapi harus diyakini sebagai amanah dari allah swt. Penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tidak semata-mata disandarkan kepada pemerintah saja tetapi merupakan sinergitas dari peran pemerintah. organisasi dan kepemimpinan serta sistem yang berlaku di dalamnya harus dijalankan sesuai dengan tuntunan-nya dan dipertanggungjawabkan bukan saja di hadapan manusia. egaliter dan mampu mengedepankan keteladanan. sistem dan manajemen pemerintahan perlu dimantapkan antara lain dengan melakukan penataan wilayah dalam rangka mengefektifkan rentang kendali pengelolaan pemerintahan. BAB III Visi Misi dan Prioritas Daerah III-3 .1 Misi 1 : Mewujudkan Kepemerintahan Yang Baik Kepemerintahan yang baik atau populer dengan istilah good governance adalah penyelenggaraan pemerintahan yang solid dan bertanggung jawab. oleh karena itu. sebagaimana firmannya dalam al-quran surah al-baqarah ayat 30 yang artinya : ” sesungguhnya aku akan menjadikan manusia sebagai khalifah ( pemimpin ) di muka bumi ini”. partisipatif berlandasakan hukum.2. efisien. tetapi juga dihadapan-nya. transparan. kesetaraan. responsif. efektif. sektor swasta dan masyarakat yang memiliki karakteristik. adil. Kepemimpinan harus dilandasi oleh kesadaran mengambil peran dan tanggung jawab untuk membangun demi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. Dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik. sektor swasta dan masyarakat secara proporsional dan bertanggung jawab. Selain itu faktor lain yang sangat menentukan dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik adalah peran kepemimpinan yang demokratis.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 3. dengan menjaga kesinergisan interaksi yang bersifat konstruktif diantara tiga domain utama.

selain itu. yang artinya” sesungguhnya telah ada pada diri rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu. kebenaran inilah yang harus menjadi landasan strategi kebijakan serta acuan utama seluruh aktivitas pemerintahan dan pembangunan. memperhatikan dan menyikapi dengan segera apa yang menjadi aspirasi masyarakatnya agar kebijakannya senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat yang dipimpinnya. rasulullah saw patut dijadikan sebagai tauladan. yaitu : pertama : siddiq ( benar ) : yaitu komitmen terhadap kebenaran. sekecil apapun yang menjadi hak rakyat. harus mampu dipenuhinya sebagaimana seharusnya. allah swt berfirman dalam al-quran surah al-ahzab ayat 21. kepemimpinan bukan semata-mata kekuasaan tetapi merupakan kapasitas intelektual yang dikonsepsikan dan dipraktekan dalam berbagai kebijakan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang dipimpinnya. keempat : fathonah ( cerdas) : yaitu memiliki kapasitas intelektual yang tinggi serta memiliki semangat untuk menjadikan berbagai fenomena kehidupan sebagai pelajaran yang sangat berharga. termasuk kepemimpinan pemerintahan di dalamnya. dalam praktek kehidupan.segala langkah yang ditempuh seorang pemimpin harus harus berpijak pada kebenaran. apa yang diucapkannya harus dapat dibuktikan dengan perbuatan yang nyata. yaitu bagi mereka yang mengharapkan ridho allah. berada dalam kebenaran dan menuju kebenaran. BAB III Visi Misi dan Prioritas Daerah III-4 . ketiga : amanah ( jujur ) : seorang pemimpin harus berlaku jujur dan adil disertai dengan keikhlasan dan ketawakalan dalam mengemban amanah kepemimpinannya. kedua : tabligh ( menyampaikan ): seorang pemimpin harus mampu mengkomunikasikan berbagai programnya dengan baik kepada masyarakat serta mampu mendengar. termasuk kepemimpinan di dalamnya.” secara garis besar terdapat 4 ( empat ) karakter kepemimpinan rasulullah saw yang harus kita teladani dalam berbagai lingkup kepemimpinan. kedatangan hari akhir dan mereka banyak menyebut nama allah. bahwasannya rasulullah muhammad saw bertsabda : ”setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya”.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung pertanggungjawaban kepemimpinan ini ditegaskan lebih lanjut dalam sebuah hadist.

Kondisi yang aman. keahlian.2. Peningkatan kualitas meliputi pemantapan moral dan mental.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 3. yang direalisasikan dalam bentuk ketaatan dan kepatuhan hukum. peningkatan kemampuan intelektual. tertib dan tenteram akan terwujud apabila terdapat kesadaran kolektif dan komitmen dari seluruh stakeholder pembangunan terhadap berbagai ketentuan yang telah disepakati bersama. penegakan hukum harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan adil dengan perlakukan yang sama terhadap semua orang tanpa diskriminasi. kemandirian dan kepercayaan diri yang akan bermuara pada peningkatan produktifitas masyarakat. Oleh karena itu. tenteram dan dinamis adalah adanya rasa saling percaya dan harmoni dari seluruh stakeholder pembangunan. disertai dengan rasa kebersamaan. perlu terus dilakukan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. 3. derajat kesehatan.2 Misi 2: Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman. persatuan dan kesatuan seluruh komponen pembangunan. pembangunan dan kehidupan masyarakat bergerak selaras dengan tuntutan perubahan kehendak dan kebutuhan masyarakat berdasar asas demokrasi yang bertanggung jawab. dan merupakan jaminan bagi terselenggaranya pembangunan untuk mewujudkan harapan dan cita-cita bersama. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dimaksud. tertib. Keamanan.3 Misi 3: Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Untuk mendorong terciptanya masyarakat maju dan mandiri agar mampu menjadi subjek pembangunan dalam kerangka otonomi daerah dan isu globalisasi. Dinamika pemerintahan. Penegakan hukum dan ketertiban merupakan faktor yan sangat penting dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bandung yang Repeh Rapih Kertaraharja.2. Tertib. Tentram dan Dinamis. faktor penting bagi terpeliharanya stabilitas kehidupan yang aman. Selain itu. disertai dengan perhatian yang lebih besar pada pemberdayaan perempuan agar memiliki kesetaraan BAB III Visi Misi dan Prioritas Daerah III-5 . ketertiban dan ketentraman merupakan kondisi yang diharapkan masyarakat agar dapat melangsungkan kehidupan dengan tenang dan damai.

masalah kemiskinan dapat diminimalisir yang berarti juga akan berpengaruh pada berkurangnya masalah sosial dan semakin mantapnya keyakinan teologis masyarakat.4 Misi 4: Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat Kemiskinan yang menjadi permasalahan utama pembangunan.2. Selain itu. membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat. tidak adanya kesempatan atau peluang usaha dan tidak adanya kemampuan usaha. diantaranya tidak adanya pendapatan.2. pengembangan potensi ekonomi daerah juga harus membuka ruang bagi terciptanya demokrasi ekonomi yang bertumpu pada ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu. kemiskinan juga akan berpengaruh terhadap keyakinan teologis yang dapat mengakibatkan kekufuran. Sehingga paradigma pembangunan ekonomi di Kabupaten Bandung harus dititikberatkan pada keselarasan pengembangan pertanian yang kuat dengan industri yang maju yang bertumpu pada pengembangan potensi sumber daya lokal. 3. konsep iman dan taqwa sebagai muatan utama masyarakat beragama harus menjadi landasan pokok yang harus dikedepankan. upaya-upaya pengentasan kemiskinan harus terus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan kerja keras agar masyarakat dapat hidup layak dan menjalani kehidupannya dengan baik. akan mampu meningkatkan kemampuan usaha masyarakat.Selain itu. Dengan demikian. Masalah kemiskinan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. 3. BAB III Visi Misi dan Prioritas Daerah III-6 .Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung peran dan fungi dalam ruang pembangunan serta pemberdayaan generasi muda agar pada masa yang akan datang mampu mengambil peran dalam pembangunan. didefinisikan sebagai ketidakmampuan mesyarakat dalam memenuhi standar minimum kebutuhan hidupnya.5 Misi 5: Mewujudkan Kesalehan Sosial Berlandasan Iman dan Taqwa Untuk mewujudkan masyarakat yang Repeh Rapih Kertaraharja di tengah –tengah masyarakat Kabupaten Bandung yang sangat religius. Penilaian kemiskinan dengan permasalahan sosial merupakan siklus masalah yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Kabupaten Bandung merupakan daerah yang memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi terutama pada sektor pertanian dan industri. Apabila potensi tersebut dikelola dan dikembangkan dengan baik.

tetapi juga harus diaplikasikan dalam kehidupan sosial. perigel. agar masyarakat Sunda dapat mengambil peran sentral dalam pembangunan.Kinerja pemerintahan dan kehidupan masyarakat harus dilandasi oleh semangat silih asih. perlu digali dan dikembangkan nilai-nilai budaya yang baik untuk memotivasi potensi masyarakat. tetapi juga muatan sosial. Budaya Sunda yang sangat kaya dengan nilai-nilai merupakan falsafah hidup yang sangat menentukan sikap dan karakter masyarakat Sunda.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Keimanan dan ketaqwaan adalah landasan moral dan etika yang tidak hanya memiliki muatan spiritual. Masyarakat Sunda harus mempunyai kepercayaan diri dan kemandirian untuk berperan maksimal dalam pembangunan di Kabupaten Bandung. sehingga pada prakteknya tidak saja ditunjukan dengan ketaatan ritual individu. karakter masyarakat Sunda anu boga wani. Budaya juga dapat menjadi benteng pertahanan yang sangat efektif untuk menghadapi dampak negatif derasnya arus perubahan. 3. sehingga tercipta kesalehan kolektif untuk merajut kehidupan bersama. nyunda.2. wanoh. Oleh karena itu. nyantika. BAB III Visi Misi dan Prioritas Daerah III-7 . Dalam perspektif agama. keimanan dan ketaqwaan yang terlefleksikan dalam kesalehan sosial merupakan syarat mutlak bagi tercapainya kesejahteraan. luhung. Kesalehan sosial sebagai perwujudkan sifat masyarakat bertaqwa merupakan kesatuan utuh dari pengetahuan.6 Misi 6: Menggali dan Menumbuhkembangkan Budaya Sunda Budaya merupakan salah satu sumber nilai yang menunjukan jati diri. Pada sisi lain. identitas dan kepribadian suatu kominitas masyarakat. nyantana.nyaloka dan sikap yang luhur. sikap serta nilai-nilai yang mempengaruhi cara berfikir dan bertindak. wiwaha tur wijaksana harus dikembangkan sebagai bagian dari jati diri kesundaan. gesit binangkit. budaya juga merupakan modal utama pembangunan untuk mewujudkan keserasian dan keselarasan hidup manusia. Selain. khazanah kebudayaan Sunda yang sangat beragam dapat dijadikan sumber produktifitas yang khas bagi masyarakat dan menjadi kebanggaan daerah. silih asah dan silih asuh. dengan identitas nyantri.

Konsekuesi logis dari sebuah pembangunan adalah penggunaan berbagai sumber daya. dalam rangka pada pencapaian upaya kesejahteraan masyarakat. pengembangan kapasitas keuangan desa. diperlukan perhatian dan kepedulian yang sangat besar terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian sumber daya alam. rendahnya produktifitas tenaga kerja.2. masih tingginya tingkat kemiskinan dan rendahnya kualitas lingkungan permukiman. tanpa mengorbankan kepentingan generasi yang akan datang.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 3. peningkatan ekonomi pedesaan dan pembangunan kawasan BAB III Visi Misi dan Prioritas Daerah III-8 .7 Misi 7: Memelihara Keseimbangan Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan Pembanguanan adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk mewujudkan keadaan yang lebih baik. diterima secara sosial dan ramah lingkungan. Pembangunan berkelanjutan diartikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan generasi masa kini.8 Misi 8: Meningkatkan Kinerja Pembangunan Desa Sebagian besar masyarakat Kabupaten Bandung bertempat tinggal di pedesaan dicirikan antara lain dengan rendahnya kualitas sumber daya manusia. demi keberlangsungan kehidupan manusia dan terselenggaranya pembangunan yang berkelanjutan. kinerja dititikberatkan untuk meningkatkan pembangunan desa. Oleh pembangunan karena harus itu. Peningkatan kinerja pembangunan desa harus berorientasi pada penguatan pemerintahan desa dan lembaga kemasyarakatan desa. dana. Oleh karena itu. yaitu menguntungkan secara ekonomis. Pembangunan yang mengeksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan keseimbangan lingkungan akan mengakibatkan menurunnya daya dukung dan kualitas lingkungan.2. 3. yang akhirnya akan berakibat pada kerusakan alam dan bencana yang akan melanda manusia. baik sumber daya manusia. pemberdayaan masyarakat desa untuk meningkatkan partisipasi pembangunan. Seluruh aktifitas pembangunan harus dilandasi oleh tiga pilar pembangunan secara seimbang. rendahnya akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan. teknologi maupun sumber daya alam.

Desa sebagai unit wilayah terkecil harus menjadi fokus utama dan muara dari seluruh aktifitas pembangunan daerah. Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan. Peningkatan pemahaman nilai-nilai luhur agama dan budaya serta penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat dan berpemerintahan. Oleh karena itu.3. Prioritas Daerah Di dalam pembangunan. pengembangan industri manufaktur dan pengembangan iklim usaha yang kondusif. peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga kependidikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indikator keberhasilan pembangunan yang merupakan gabungan komposit dari tiga komponen pokok. permasalahan. dengan tetap memandang semua bidang pembangunan dalam kedudukan yang penting.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung pedesaan. 2. pada sisi yang lain. segala aktifitas pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Bandung pada hakekatnya merupakan upaya peningkatan kualitas manusia (human development). Peningkatan derajat kesehatan masyarakat. peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. potensi dan peluang yang dimiliki Kabupaten Bandung. peningkatan sarana/prasarana kesehatan. 3. Sehubungan dengan pemikiran tersebut. BAB III Visi Misi dan Prioritas Daerah III-9 . melalui peningkatan kesadaran budaya sehat. pada hakekatnya perencanaan strategis pembangunan Kabupaten Bandung diarahkan pada terpenuhinya kebutuhan – kebutuhan dasar manusia yang semuanya bermuara pada Indeks Pembangunan Manusia. manusia mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting. 4. Peningkatan perekonomian daerah. ditetapkan prioritas pembangunan sebagai berikut : 1. dan perbaikan gizi masyarakat. peningkatan sarana/prasarana pendidikan dan penuntasan wajar dikdas 9 tahun. yaitu pendidikan. melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat (UMKM). kesehatan dan daya beli masyarakat. Berdasarkan pada kondisi. 3. Pada satu sisi. manusia adalah subjek pembangunan yang bertindak sebagai pelaku ( stakeholders ). manusia juga merupakan sasaran yang harus menikmati hasil–hasil pembangunan. revitalisasi pertanian.

Peningkatan kinerja pembangunan desa. pelaksanaan pembangunan periode 20052010 dititikberatkan pada tiga bidang pokok yaitu pendidikan. Untuk menunjang keberhasilan pembangunan dibidang pendidikan.3.85 pada tahun 2005 menjadi 70.50 pada tahun 2010 dan meningkatnya rata-rata lama sekolah dari 7. Peningkatan ketersediaan dan kualitas infrastruktur sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan. Peningkatan kualitas. serta pengembangan alokasi dana desa (ADD). 7. daya dukung dan daya tampung lingkungan serta pencegahan dini terhadap bencana. dengan sasaran kuantitatif meningkatnya angka harapan hidup (AHH) dari 66.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 5. pengembangan ekonomi dan pembangunan kawasan perdesaan. kesehatan dan ekonomi (daya beli masyarakat). peningkatan keberdayaan masyarakat desa. perlu diupayakan pengembangan partisipasi masyarakat dan dunia usaha melalui sistem dan mekanisme yang transparan dan akuntabel.93 pada tahun 2005 menjadi 9.20 pada tahun 2005 menjadi 99. Bidang Prioritas Pembangunan Sejalan dengan prioritas daerah diatas. Peningkatan optimalisasi pengawasan dan penegakan hukum berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dengan menjunjung tinggi hak azasi manusia dan prinsip keadilan.03 pada tahun 2010. peningkatan gairah investasi serta aktivitas ekonomi lainnya.1. 9.50 pada tahun 2010. 8. melalui peningkatan kapasitas pemerintahan desa. peningkatan keterpaduan pemanfaatan ruang kota dan pusat pertumbuhan. Peningkatan kualitas pelayanan publik melalui peningkatan profesionalisme. efektifitas dan efisiensi kinerja birokrasi. dan menurunnya angka BAB III Visi Misi dan Prioritas Daerah III-10 . Pembangunan Bidang Kesehatan diarahkan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pembangunan bidang pendidikan diarahkan pada terwujudnya peningkatan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas. selain dukungan alokasi anggaran pemerintah daerah (APBD). 3. dengan sasaran kuantitatif meningkatnya angka melek huruf (AMH) dari 98. 6. serta peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan.

680.57 per 1000 kelahiran pada tahun 2010.539. Pemberdayaan ekonomi masyarakat diupayakan melalui perhatian dan perlakuan yang dapat memenuhi aspek penggalian potensi dan kemampuan penciptaan iklim yang kondusif dan perlindungan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. dengan sasaran kuantitatif meningkatnya kemampuan daya beli masyarakat dari Rp. baik pelayanan dasar maupun penunjang.25 per 1000 kelahiran menjadi 29.pada tahun 2005 menjadi Rp.880.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung kematian bayi (AKB) dari 39.. juga diharapkan trwujudnya budaya hidup sehat yang dilandasi oleh kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. Selain sasaran kuantitatif tersebut.2 Kerangka Relasi Antara Misi dengan Intervensi Kebijakan Pembangunan Konfigurasi isu strategis seperti yang diulas pada Bab II kemudian diletakkan ke dalam kerangka intervensi pembangunan yang akhirnya akan berimplikasi pada pengelompokan misi. Hubungan Antara Konfigurasi Permasalahan Dengan Kerangka Intervensi Kebijakan Jangka Menengah KARAKTERISTIK INTERVENSI KONFIGURASI PERMASALAHAN KERANGKA INTERVENSI PERBAIKAN SISTEM DAN PELAKU Kelompok 1: PEMERINTAHAN REFORMASI TATA PEMERINTAHAN AKSELERASI PEMBANGUNAN Kelompok 2: PELAYANAN DASAR UNTUK WARGA Kelompok 3: FISIK KERUANGAN PENINGKATAN KUALITAS DAN KUANTITAS PELAYANAN PUBLIK DAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNGNYA FAKTOR PENUNJANG Kelompok 4: MODAL SOSIAL PEMELIHARAAN KARAKTER LOKAL Dari gambar kita bisa interpretasikan bahwa: kapasitas pemerintahan yang baik akan berdampak pada kemampuannya dalam menyediakan pelayanan kepada masyarakat..pada tahun 2010. yang akhirnya diharapkan akan berkontribusi terhadap peningkatan modal sosial berupa ketahanan masyarakat pada BAB III Visi Misi dan Prioritas Daerah III-11 .567.3. Pembangunan Bidang Ekonomi diarahkan pada terwujudnya peningkatan keberdayaan ekonomi masyarakat. 3.

Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman. Prioritas tersebut harus ditentukan secara rasional berdasarkan prinsip berikut ini: • Tidak mungkin sumberdaya publik hanya dialokasikan pada penguatan internal. diperlukan tiga jenis intervensi yaitu: • Perbaikan Tata Pemerintahan yang mencakup: o o • Misi 1. Memelihara Keseimbangan Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan. Ini karena tidak mungkin pelayanan publik berjalan baik bila sistem dan pelakunya masih belum siap. Mamantapkan Kesalehan Sosial Berlandaskan Iman dan Taqwa. • Intervensi pembangunan harus dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan pembangunan yang sedang dihadapi oleh pemerintah terutama masalah yang BAB III Visi Misi dan Prioritas Daerah III-12 . Misi 6. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat. Misi 7. Mewujudkan Kepemerintahan yang baik (sistem dan pelaku) Misi 8. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan) o o Misi 4. intervensi pembangunan jangka menengah dikelompokkan ke dalam tiga kelompok intervensi yaitu: • • • Kelompok Intervensi Perbaikan sistem dan pelaku (pemerintah) Kelompok Intervensi Akselerasi pembangunan Kelompok Intervensi Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal Dari ketiga karakteristik tersebut harus dijalankan secara proporsional berdasarkan prioritas intervensinya.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung pengaruh global dan menguatnya nilai religius dan kultural dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Bandung. Menggali dan Menumbuhkembangkan Budaya Sunda. Namun penguatan harus dilakukan segera pada awal pembangunan agar proses pembangunan berikutnya bertumpu pada dasar yang kuat. Untuk mewujudkan hal tersebut diatas. Berdasarkan kerangka pikir pada gambar diatas. o o Misi 5. • Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal o Misi 2. Tenteram dan Dinamis. Tertib. Meningkatkan Kinerja Pembangunan Desa (otonomi desa) Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik dan infrastruktur pendukungnya: o Misi 3.

Menggali dan Menumbuhkembangkan Budaya Sunda. Misi 7. BAB III Visi Misi dan Prioritas Daerah III-13 . Tertib. Urutan 2: Kelompok Intervensi Perbaikan Sistem dan Pelaku Yang terdiri dari 2 Misi yaitu: o o Misi 1. pelayanan pendidikan. Dengan demikian urutan prioritas Kelompok Intervensi adalah: Urutan 1: Kelompok Intervensi Akselerasi Pembangunan Urutan 2: Kelompok Intervensi Perbaikan Sistem dan Pelaku Urutan 3: Kelompok Intervensi Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa masing-masing Kelompok Intervensi ini adalah merupakan kumpulan dari misi-misi dari Bupati terpilih. Tenteram dan Dinamis. • Keberadaan Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal (faktor penunjang) dalam proses pembangunan merupakan bagian penting tetapi kedudukannya berada dibawah Kelompok Intervensi lainnya karena sifatnya yang tidak terkait langsung dengan permasalahan pembangunan. berdasarkan hasil analisis di atas kita telah memperoleh pula urutan prioritas isu. Yaitu: Urutan 1: Kelompok Intervensi Akselerasi Pembangunan Yang terdiri dari 3 Misi yaitu: o Misi 3. Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman. Dengan demikian. Mewujudkan Kepemerintahan yang baik (sistem dan pelaku) Misi 8. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (difokuskan pada masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan) o o Misi 4.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung sifatnya mendasar yang menjadi kewajiban pemerintah untuk memenuhinya seperti ketersediaan infrastruktur. Mamantapkan Kesalehan Sosial Berlandaskan Iman dan Taqwa. Keberhasilan pembangunan akan sangat ditentukan oleh sejauhmana intervensi pada wilayah ini mendapat perhatian dan penanganan yang baik. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat. Meningkatkan Kinerja Pembangunan Desa (otonomi desa) Urutan 3: Kelompok Intervensi Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal Yang terdiri dari 3 Misi yaitu: o Misi 2. dan pelayanan kesehatan. o o Misi 5. Memelihara Keseimbangan Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan. Misi 6.

sasaran. maka fokus kinerja pemerintah daerah dapat lebih dipertajam dan memberikan arah bagi sasaran yang akan dicapai. tujuan. Sasaran adalah penjabaran dari tujuan. maka misi. Sasaran menggambarkan tindakan-tindakan/aktifitas yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dengan memberikan penekanan terhadap penggunaan sumber daya yang dimiliki secara efisien. Kebijakan adalah keputusan yang sifatnya mendasar untuk dipergunakan sebagai landasan bertindak dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan adanya tujuan. BAB IV Strategi Pembangunan Daerah IV . strategi. kesehatan dan peningkatan daya beli masyarakat. Program adalah langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan yang merupakan penjabaran dari kebijakan. semesteran. Meningkatkan pembangunan yang berfokus di desa. merupakan hal yang akan dicapai atau dihasilkan oleh pemerintah daerah dalam jangka waktu tahunan. Tujuan adalah penjabaran dari pernyataan misi yang merupakan hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 3-5 tahun. Strategi pembangunan Kabupaten Bandung dapat dikategorikan ke dalam tiga Strategi Pokok yaitu: 1.1 . Untuk memberikan gambaran yang jelas dan sederhana sehingga dapat dilihat benang merah dari seluruh strata rencana strategis ini. triwulanan atau bulanan. dirumuskan tujuan. 3. efektif dan ekonomis.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH Untuk mencapai kesatuan pandang dalam rangka melaksanakan misi yang ditetapkan dalam rangka pencapaian visi. Strategi adalah cara mencapai tujuan dan sasaran yang merupakan rencana yang mencakup upaya-upaya menyeluruh dan terintegrasi untuk mengoperasionalkan tujuan dan sasaran melalui penetapan kebijakan dan program. sasaran. kebijakan dan program secara lengkap ditampilkan dalam bentuk matriks pada lampiran. Akselerasi peningkatan IPM dengan prioritas penataan regulasi dan fokus anggaran pada bidang pendidikan. kebijakan dan program. Mewujudkan Good Governance dan Clean Goverment 2. strategi.

berdasarkan hasil analisis di atas kita telah memperoleh pula urutan prioritas isu. Yaitu: Urutan 1: Kelompok Intervensi Akselerasi Pembangunan Yang terdiri dari 3 Misi yaitu: o Misi 3.40 pada tahun 2010. Meningkatkan Kinerja Pembangunan Desa (otonomi desa) Urutan 3: Kelompok Intervensi Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal Yang terdiri dari 3 Misi yaitu: o Misi 2.2 STRATEGI KELOMPOK INTERVENSI AKSELERASI PEMBANGUNAN 4. Tertib. Misi 7. dengan Sasaran: • Meningkatnya pemerataan akses layanan pendidikan. BAB IV Strategi Pembangunan Daerah IV . Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat. Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman. Menggali dan Menumbuhkembangkan Budaya Sunda. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (difokuskan pada masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan) o o Misi 4. yaitu: 1. • Meningkatnya kualitas pendidikan yang ditandai dengan meningkatnya Indeks Pendidikan sebesar 86.1 STRATEGI UMUM PENCAPAIAN MISI Sebagaimana dijelaskan pada Bab sebelumnya bahwa masing-masing Kelompok Intervensi ini adalah merupakan kumpulan dari misi-misi dari Bupati terpilih. Misi 6.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 4. Mamantapkan Kesalehan Sosial Berlandaskan Iman dan Taqwa. 4. Terwujudnya Peningkatan Akses Masyarakat Terhadap Pendidikan Yang Berkualitas. Mewujudkan Kepemerintahan yang baik (sistem dan pelaku) Misi 8. Memelihara Keseimbangan Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan. o o Misi 5.1 STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA Misi ini dijabarkan dalam 3 (tiga) tujuan. Tenteram dan Dinamis.2. Urutan 2: Kelompok Intervensi Perbaikan Sistem dan Pelaku Yang terdiri dari 2 Misi yaitu: o o Misi 1. Dengan demikian.2 .

57 per 1000 kelahiran pada tahun 2010. dengan Sasaran: • • • • • • • • Terjaminnya keadilan gender dalam penyelenggaraan pemerintahan. pembangunan dan kemasyarakatan. Terwujudnya Peningkatan Derajat kesehatan Masyarakat.3 . Meningkatnya kualitas manajemen olah raga. Meningkatnya partisipasi generasi muda dalam pembangunan. Menurunnya kesenjangan pencapaian pembangunan antara perempuan dengan laki-laki. BAB IV Strategi Pembangunan Daerah IV . Terwujudnya Peningkatan Keberdayaan Perempuan. kepeloporan dan kepemimpinan. Meningkatnya potensi generasi muda dalam kewirausahaan. makanan. Meningkatnya ketersediaan media aktivitas dan kreativitas generasi muda. • Meningkatnya kepedulian dan partisipasi masyarakat serta dunia usaha terhadap dunia pendidikan. dengan Sasaran: • Meningkatnya angka harapan hidup (AHH) menjadi sebesar 70. • Meningkatnya kualitas dan kuantitas sistem dan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. Meningkatnya kebugaran jasmani masyarakat dan prestasi olah raga.50%. • Terkendalinya penyebaran dan distribusi obat-obatan. • Meningkatnya efektivitas dan efisiensi manajemen pelayanan pendidikan.50 tahun pada tahun 2010. • Menurunnya angka kematian ibu dan bayi menjadi sebesar 29. 2.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung • Meningkatnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pembangunan. 3. • Menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita. • Meningkatnya capaian angka partisipasi sekolah (APM) dan rata-rata lama sekolah (RLS) pada tahun 2010 sebesar 9. Generasi Muda dan Olah Raga. • Meningkatnya kesadaran budaya hidup bersih dan sehat. serta menurunnya penyalahgunaan obat-obat-obatan terlarang.03 tahun serta AMH sebesar 99. dan alat kesehatan. Meningkatnya dukungan sarana dan prasarana olah raga bagi masyarakat.

Memberdayakan sumber daya perempuan dalam seluruh aspek kehidupan. dengan Sasaran: • • • • Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk berusaha dan meningkatnya kemampuan daya beli masyarakat sebesar Rp. Meningkatnya kesempatan berusaha. Meningkatnya akses masyarakat miskin terhadap pendidikan dan kesehatan 3. Terwujudnya Peningkatan Perekonomian Daerah. dengan Sasaran: • • Meningkatnya investasi di daerah.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia dilakukan dengan: 1. Meningkatkan keberdayaan generasi muda dan olah raga. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. 2. Meningkatnya pendapatan masyarakat. Terwujudnya Peningkatan Penanggulangan Kemiskinan. 4. keluarga dan masyarakat. Meningkatnya ketahanan sosial individu. Tersedianya bantuan sosial yang optimal. Berkurangnya penyakit sosial dan penyandang masalah sosial.2.567.680 pada tahun 2010. 4. Meningkatnya daya saing industri manufaktur. Terwujudnya Peningkatan Perlindungan dan kesejahteraan Sosial. dengan Sasaran: • • • • • • • Meningkatnya aksesibilitas penyandang masalah kesejahteraan sosial terhadap pelayanan sosial dasar. Meningkatnya kemampuan dan kepedulian sosial masyarakat secara melembaga dan berkesinambungan. 2. BAB IV Strategi Pembangunan Daerah IV . Meningkatnya kemampuan penanganan bencana alam dan sosial.2 STRATEGI MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Misi meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat ini dijabarkan ke dalam 5 (lima) tujuan.4 . Meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas. yaitu : 1. 3. Meningkatnya keberdayaan penyandang cacat dan perlindungan anak.

Terkendalinya mobilitas dan persebaran penduduk.3 STRATEGI MEMELIHARA KESEIMBANGAN LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Misi ini dijabarkan ke dalam 2 (dua) tujuan. Berkembangnya sentra-sentra produk unggulan daerah. usaha mikro. Meningkatnya partisipasi keluarga dalam pembinaan tumbuh kembangnya anak.2. Terwujudnya Perbaikan Iklim Ketenagakerjaan. Tersedianya informasi pasar kerja. Strategi meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dilakukan dengan: • • Meningkatkan keberdayaan sosial masyarakat. Meningkatnya kualitas dan kuantitas komoditas unggulan daerah. Terkendalinya Pertumbuhan Penduduk dan Terwujudnya Peningkatan Kualitas Keluarga. dengan Sasaran: • • • • • Menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk (LPP). dengan Sasaran: • • • • Menurunnya tingkat pengangguran.5 . Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana dasar bagi kegiatan ekonomi daerah. yaitu: BAB IV Strategi Pembangunan Daerah IV .Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung • • • • • • • • Meningkatnya produktivitas pertanian dan posisi tawar produk pertanian. Meningkatnya pemberdayaan koperasi. 4. 4. Berkembangnya kemitraan usaha dan manajemen promosi produk daerah. Meningkatnya akses pemasaran produk daerah. Meningkatnya kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Meningkatnya perlindungan tenaga kerja. kecil dan menengah. Meningkatkan keberdayaan ekonomi masyarakat. Meningkatnya pengelolaan BUMD. Meningkatnya tertib administrasi kependudukan. Menurunnya perkawinan usia dini. 5.

4.6 . Meningkatnya pengelolaan dan pelayananan limbah. 3. Menurunnya pencemaran air dan udara.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 1. Meningkatkan manajemen pengelolaan lingkungan. 4. Meningkatnya percepatan pembangunan di wilayah pertumbuhan. Terwujudnya sistem pemanfaatan tanah yang efisien dan efektif.1 STRATEGI MEWUJUDKAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK Misi mewujudkan kepemerintahan yang baik dijabarkan ke dalam 3 (tiga) tujuan.3. 2. dengan Sasaran: Meningkatnya kesadaran masyarakat dan pelaku pembangunan lainnya akan fungsi strategis lingkungan. Meningkatnya pengendalian dan penanggulangan pencemaran lingkungan. Meningkatkan percepatan pembangunan yang berkelanjutan. Terwujudnya keseimbangan pertumbuhan antara perkotaan dan perdesaan. Meningkatkan penegakan hukum untuk mengurangi perusakan dan pencemaran lingkungan.3 STRATEGI KELOMPOK INTERVENSI PERBAIKAN SISTEM DAN PELAKU 4. Terkendalinya pertumbuhan wilayah perkotaan. 2. Terwujudnya Keserasian Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang Dalam Suatu sistem Pembangunan Yang berkelanjutan. Terpeliharanya • • • • • • Keseimbangan Alam. dengan Program: • • • • • • Meningkatnya manajemen penataan ruang yang efektif. yaitu : BAB IV Strategi Pembangunan Daerah IV . Meningkatnya penegakan hukum lingkungan. Meningkatnya pembangunan. Daya Dukung dan Kualitas Lingkungan. sinergistas dan keterpaduan kebijakan dan program Strategi memelihara keseimbangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dilakukan dengan: 1. Meningkatkan efektivitas tata ruang wilayah. Meningkatnya upaya konservasi hutan dan rehabilitasi lahan.

dunia usaha dan masyarakat. legislatif. dengan Sasaran: • Meningkatnya kualitas sumber daya aparatur secara dinamis dan berkelanjutan. • Terwujudnya konsistensi hukum daerah yang selaras dengan peraturan perundang-undangan di atasnya. • Meningkatnya akses informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Terwujudnya Efisiensi dan Efektivitas Penyelenggaran Pemerintahan. profesional. 3. egaliter dan mengedepankan keteladanan. Terwujudnya Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengambilan Kebijakan Publik. efisien. • Meningkatnya kualitas pelayanan publik. pelaksanaan dan pengawasan. • Terwujudnya kerjasama dan keterpaduan fungsi dan peran antara eksekutif. Memantapkan kinerja kepemimpinan yang demokratis. • Meningkatnya kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap pemerintah. hak dan kewajiban serta tanggung jawab masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 1. • Meningkatnya peran dan keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan.7 . • Terwujudnya manajemen pengelolaan keuangan daerah yang mantap. • Terwujudnya sistem dan manajemen partisipatif yang legitimate. • Terwujudnya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang bersih. Terwujudnya Sinergitas Interaksi Antara Pemerintah. Dunia Usaha dan Masyarakat. 2. • Menurunnya praktek KKN dimulai dari tataran top manajemen. dunia usaha dan masyarakat secara proposional dan bertanggung jawab. transparan. Strategi mewujudkan kepemerintahan yang baik dilakukan dengan: 1. efektif. dengan Sasaran: • Meningkatnya intensitas komunikasi antara pemerintah. BAB IV Strategi Pembangunan Daerah IV . yudikatif. dengan Sasaran: • Meningkatnya pemahaman dan kepedulian tentang peran. responsif dan akuntabel.

Meningkatnya peran dan kontribusi kawasan perdesaan sebagai basis pertumbuhan daerah. Meningkatkan kualitas kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan penanggulangan Korupsi. BAB IV Strategi Pembangunan Daerah IV . Meningkatnya ketersedian akses pemasaran bagi produk perdesaan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2. 3. Berkembangnya kehidupan politik yang demokratis di perdesaan. sektor swasta. Berkurangnya penduduk miskin di perdesaan. Meningkatnya ketersedian sarana dan prasarana ekonomi perdesaan. 2. Meningkatnya keberdayaan masyarakat perdesaan. 4. Terwujudnya Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Keberdayaan masyarakat Desa. dengan Sasaran: • • • • • Terwujudnya sistem dan kinerja penyelenggaraan pemerintahan desa yang baik.3. Meningkatkan kemandirian desa berdasarkan otonomi yang dimilikinya. partisipatif dan akuntabel. Terciptanya perluasan lapangan kerja di perdesaan. dan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan sektor swasta dalam penyelenggaraan pembangunan. Mensinergikan interaksi konstruktif diantara pemerintah. Kolusi dan Nepotisme (KKN). Meningkatnya kemampuan lembaga ekonomi perdesaan. Meningkatnya akses kontrol dan partisipasi elemen masyarakat dalam pembangunan perdesaan. yaitu: 1. pembangunan dan pelayanan publik secara transparan. Meningkatnya potensi unggulan desa. Berkembangnya layanan jasa keuangan/permodalan. 4.2 STRATEGI MENINGKATKAN KINERJA PEMBANGUNAN DESA Misi ini dijabarkan ke dalam 3 (tiga) tujuan. Terwujudnya Peningkatan Kapasitas Pemberdayaan Ekonomi Perdesaan.8 . dengan Sasaran: • • • • • • • • • Meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi sumber daya lokal perdesaan.

Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat.1 MEMELIHARA STABILITAS KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG AMAN. 2. Terpeliharanya keamanan. TENTRAM DAN DINAMIS Misi memelihara stabilitas kehidupan masyarakat yang aman. yaitu: 1. • • Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses penyelesaian masalah sosial kemasyarakatan. Meningkatkan alokasi dan distribusi pembangunan keperdesaan. 3. ketertiban dan ketentraman masyarakat. TERTIB. dengan Meningkatnya kesadaran politik masyarakat.4. Meningkatnya penegakan hukum serta perlindungan HAM di daerah. Terciptanya tatanan politik yang demokratis yang menjamin terpenuhinya hak dan kewajiban politik masyarakat. Terwujudnya Peningkatan Kesadaran dan Ketaatan dan Ketaatan Hukum. BAB IV Strategi Pembangunan Daerah IV . dunia usaha dan aparatur pemerintah.9 . dengan Sasaran: • • Meningkatnya kesadaran. ketaatan dan kepatuhan hukum masyarakat. 4. Meningkatkan keberdayaan desa dan masyarakat desa dalam pembangunan. dengan Sasaran: • Mantapnya peran pemerintah sebagai fasilitator dan mediator yang kredibel dan adil dalam mejaga dan memelihara keamanan.4 STRATEGI KELOMPOK INTERVENSI PEMELIHARAAN KARAKTER DAN KEARIFAN LOKAL 4.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Strategi meningkatkan kinerja pembangunan desa dilakukan dengan: 1. Terwujudnya Sasaran: • • Pengembangan Kehidupan Yang Demokratis. 2. tertib. 3. tentram dan dinamis dijabarkan ke dalam 3 (tiga) tujuan. Terciptanya ketahanan masyarakat secara optimal dan terpadu. Mengembangkan potensi ekonomi perdesaan.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

Strategi memelihara stabilitas kehidupan masyarakat yang aman, tertib, tentram dan dinamis dilakukan dengan: 1. Memantapkan stabilitas keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat; 2. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum; 3. Memantapkan budaya politik yang demokratis;

4.4.2 STRATEGI MEWUJUDKAN KESALEHAN SOSIAL BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA Misi ini dijabarkan ke dalam 3 (tiga) tujuan, yaitu : 1. Terwujudnya Peningkatan Kualitas Iman dan Taqwa, dengan Sasaran: • • Meningkatnya pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama setiap individu, keluarga, masyarakat dan penyelenggara pemerintahan; Meningkatnya ketahanan moral dan mental masyarakat untuk membentengi diri dari krisis nilai sebagai dampak negatif perubahan dan pembangunan. 2. Terwujudnya Peningkatan Kualitas Kehidupan Sosial dan Pengembangan Potensi Umat, dengan Sasaran: • • • • • Meningkatnya penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan politik, ekonomi, lingkungan hidup, sosial dan budaya; Terwujudnya solidaritas dan harmonisasi sosial; Terwujudnya keteladanan dan kepedulian sosial; Meningkatnya peran dan fungsi lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan; Terwujudnya sinergitas potensi umat.

3. Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pelayanan Beragama, dengan Sasaran: • • • Meningkatnya kualitas pendidikan agama pada semua jalur, jenis, jenjang pendidikan; Meningkatnya kualitas penataan, pengelolaan dan pengembangan sarana prasarana keagamaan; Meningkatnya kualitas manajemen pelayanan ibadah.

BAB IV Strategi Pembangunan Daerah

IV - 10

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

Strategi mewujudkan kesalehan sosial berlandaskan iman dan taqwa dilakukan dengan: 1. Mentransformasikan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam segala aspek kehidupan, termasuk aktivitas pemerintahan dan pembangunan. 2. Memberdayakan potensi untuk melalui optimalisasi peran dan fungsi lembaga keagamaan. 3. Meningkatkan kualitas pelayanan kehidupan beragama.

4.4.3 STRATEGI MENGGALI DAN MENUMBUHKEMBANGKAN BUDAYA SUNDA Misi ini dijabarkan ke dalam 3 (tiga) tujuan, yaitu: 1. Terwujudnya Peningkatan Kesadaran dan Kecintaan masyarakat terhadap Budaya Sunda, dengan Sasaran: • • Meningkatnya apresiasi dan pengembangan nilai budaya sunda; Meningkatnya pengenalan dan kecintaan terhadap budaya sunda.

2. Terwujudnya Pengembangan dan Pelestarian Kekayaan Budaya Sunda, dengan Sasaran: • • • • • Meningkatnya pengembangan dan pelestarian seni dan budaya sunda; Meningkatnya penerapan nilai budaya sunda dalam kehidupan sehari-hari; Berkembangnya produk budaya sunda; Berkembangnya media dan sarana apresiasi budaya sunda; Meningkatnya pengelolaan keragaman budaya.

3. Terwujudnya Ketahanan Budaya Masyarakat, dengan Sasaran: • • • • Meningkatnya kesadaran terhadap nilai-nilai luhur budaya sunda; Menurunnya resistensi nilai budaya; Meningkatnya kepercayaan diri dan kokohnya jati diri sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya sunda; Meningkatnya peranan budaya sunda dalam memperkokoh budya nasional.

Strategi menggali dan menumbuhkembangkan budaya sunda dilakukan dengan: • Meningkatkan pengenalan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya sunda sejak dini mulai dari tingkat keluarga/rumah tangga dan tingkat pendidikan dasar.

BAB IV Strategi Pembangunan Daerah

IV - 11

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

• •

Reaktualisasi nilai-nilai budaya sunda sebagai salah satu dasar etika sosial dalam kehidupan berpemerintahan dan bermasyarakat; Meningkatkan sarana pengembangan dan pelestarian keragaman budaya.

BAB IV Strategi Pembangunan Daerah

IV - 12

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

Keuangan daerah pada prinsipnya merupakan hak yang harus dikembalikan kepada masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung melalui program

pembangunan. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan daerah semaksimal mungkin harus diupayakan masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, pengelolaan keuangan daerah harus didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Pendapatan adalah batas minimal yang harus dicapai oleh pemerintah daerah sebagai sumber pendanaan pembangunan. 2. Penetapan terget pendapatan harus didasarkan pada data potensi yang akurat dengan kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun. 3. Belanja adalah batas maksimal yang dapat dipergunakan oleh pemerintah daerah untuk mendukung terlaksananya program-program pembangunan. 4. Pembiayaan adalah partisipasi pemerintah daerah dalam investasi di daerah yang bersifat produktif untuk mendorong peningkatan pelayanan publik dan kontribusi pendapatan asli daerah. 5. Hubungan anggaran dengan program pembangunan harus didasarkan pada paradigma “money follow the program”, sehingga diharapkan dapat melahirkan program yang berhasil guna dengan penggunaan anggaran yang rasional, efektif dan efisien. 6. Secara bertahap harus terwujud keseimbangan antara penggunaan anggaran yang bersifat rutin dengan anggaran yang bersifat pembangunan. 7. Sesuai dengan tuntutan UUD 1945, alokasi anggaran untuk pendidikan secara bertahap harus meningkat mendekati 20% (dua puluh persen) dari jumlah anggaran. 8. Pelaksanaan anggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel. menghasilkan produktifitas yang dapat dirasakan manfaatnya oleh

BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah

V-1

Belanja Daerah. yang merupakan kewajiban daerah dalam satu tahun anggaran yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh daerah. baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.1 Arah Pengelolaan Keuangan Daerah Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Belanja daerah meliputi semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar. Yaitu : a) Hasil Pajak Daerah. Pembiayaan Daerah Pendapatan Daerah meliputi semua penerimaan uang melalui Rekening Kas Umum Daerah. BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-2 . • Pajak Hotel.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 5. Pendapatan Daerah. • Pajak Parkir. • Pajak Hiburan. yang merupakan hak daerah dalam satu tahun anggaran yang tidak perlu dibayar kembali oleh daerah. • RSD Soreang. • Pajak Penerangan Jalan. yang menambah ekuitas dana lancar. Pendapatan Asli Daerah (PAD). b) Hasil Retribusi Daerah. • Pajak Restoran. Pasal 157 dan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pokok-pokok Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kabupaten Bandung pasal 20 (1) terdiri dari: 1. • Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan Gol. APBD merupakan satu kesatuan yang terdiri dari: a. dan c. • RSD Majalaya. 5. • Pelayanan Kesehatan. • Pajak Reklame. Pembiayaan daerah meliputi semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. b.1.1 Pendapatan Daerah Penerimaan pendapatan daerah menurut undang-undang nomor 32 tahun 2004. C.

• Fatwa Pengarahan Rencana Pemanfaatan Lokasi. • Jasa Usaha Terminal. • Perijinan Perdagangan. • Parkir di Tepi Jalan Umum.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung • Pelayanan Persampahan/Kebersihan. • Pengujian Kendaraan Bermotor. • Penggantian Biaya Cetak Akte Catatan Sipil. • Ijin Gangguan. • Jasa Usaha Tempat Rekreasi dan OR. Hasil Ternak. • Bank Karya Produksi Desa. • Perusahaan Daerah Tanah dan Bangunan. c) Bagian Laba Usaha Daerah. • PDAM • Bank Pembangunan Daerah. • Jasa Usaha Penyedotan Kakus. Lain-lain PAD yang Sah. • Penggantian Biaya Cetak KTP. • Ijin Mendirikan Bangunan. • Perijinan Transportasi. d. • Jasa Usaha Pemakaian Kekayaan Daerah. • Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. • Ijin Pelayanan Ketenagakerjaan. • Jasa Ijin Usaha Kebudayaan dan Pariwisata. • Ijin Pemanfaatan Hutan. BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-3 . • Pelayanan Pemakaman. dan Hasil Ikutannya. • Perijinan Industri. • Pelayanan Pasar. • Pemeriksaan Hewan Ternak. • Perijinan Penyelenggaraan Koperasi. • Jasa Usaha Penjualan Produksi Usaha Daerah. • Izin Pembuangan Limbah Cair. • Ijin Pemanfaatan Tanah. • Jasa Usaha RPH.

a. c. 1. • Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah. d) Dana Perimbangan dari Propinsi. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah. c. a. Bagi Hasil Pajak. Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam. 2. • Bantuan Keuangan dari Propinsi. • Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak. • Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). • Penerimaan Jasa Giro. e. Penerimaan dari Sektor Pertambangan Gas Alam. b) Dana Alokasi Umum (DAU). Terdiri atas : a) Dana Bagi Hasil. 2. Pajak Bumi dan Bangunan. Penerimaan Pungutan Hasil Perikanan. Penerimaan Pungutan Pengusahaan Perikanan. • Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). c) Dana Alokasi Khusus. g. f. Iuran Provisi Sumber Daya Alam. • Denda Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. • Penerimaan Lainnya. Dana Perimbangan. d. 3. Iuran Eksploitasi (Royalti). b. Pajak Penghasilan Orang Pribadi (Termasuk PPh 21). Penerimaan dari Sektor Minyak Bumi. • Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung • Hasil Penjualan Aset Daerah yang Tidak Dipisahkan. Iuran Tetap/Landrent. b. BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-4 . • Penerimaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan. • Penerimaan Ganti Rugi atas Kekayaan Daerah (TP/TGR). • Penerimaan Pemanfaatan Hutan.

000.000.000.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 5.000.000.000.00 1.000.000.00 1995 1997 1999 2001 2003 2005 2007 2009 2011 Tahun Proyeksi PDRB BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-5 .13 %/tahun.000.000.00 2.000.00 2. Untuk memprediksi pendapatan daerah lima tahun kedepan diperlukan suatu data pendukung yang salah satunya adalah data PDRB.000.00 5.00 0.00 6.000.000.000.000.00 3.000. Perkiraan PDRB Kabupaten Bandung dilakukan dengan memperhatikan Nilai PDRB Konstan tahun 1995-2004.1.00 8.000.000.000.000.00 6.2 Perkiraan Pendapatan Daerah Perkiraan pendapatan daerah akan memberi gambaran tentang pendapatan daerah dari tahun 2006 sampai tahun 2011. (persamaan regresi terlampir).00 7. Pertumbuhan PDRB Harga Konstan Kabupaten Bandung rata-rata setelah krisis 1999-2004 sebesar 2.00 1.00 5.00 19 95 19 96 19 97 19 98 19 99 20 00 20 01 20 02 20 03 20 04 Nilai PDRB Proyeksi PDRB Kabupaten Bandung Hingga Tahun 2011 Rp Juta 10.000.00 7.00 9.000. Nilai PDRB Atas Dasar Harga Konstan Kabupaten Bandung 1995-2004 9.00 3.00 4.000.000.000.000.00 0. Proyeksi dilakukan dengan model regresi linear dengan mencari persamaan regresi masing-masing sektor.000.000.000.000.000.00 8.00 4.000.000.000.000.000.000.

804.195.370.01 821897.41 Industri Pengolahan 3.63 6.59 165.388.570.796.443.010.868. Hotel dan Restoran 955.780.491.242.90 53.174 244146.963.837.8969 615149.958.95 7.07 3.787.199.030.57 1.64 54.53 472.766.50 304.5099 6.125.72 1.021.955.549 222369.142.738.903.119.4448 580715.16 304.8969 200458.809.889 Listrik dan Gas 259.8458 435491.785.564.533 4053810.72 217.251.310.743.48 150.873.797.777.8318 572106.75 7.637.260.52 671.71 703.28 856673.93 3.55 891449.35 7.797.73 6.2839 606540.164.48 171.38 211.199 231080.32 419.03 1.861.593.209.28 3.686.513.51 377.56 169.61 3.5983 453.59933 79365.50 61.954.377 1259891.58 791.063.25 54.051.941.51 7.694 77645.064.755.894.328.190.1566 195887.1177 214170.564.365.10 230.88333 74205.55 162.499 1364701.08 343.580.16 8.104.647.6358 416673.922.67 696.572.174.95 218014.91 215.018.596.61 447186.15 839285.76 3.496.96 690.960.449.015.56 8.73 753.32 479.837.355 3758100.791.22 493.621 Pengankutan dan Komunikasi 274.99 55.44 158.520.438 1312296.6371 205029.716.18 436493.16 940.687.59 463.483.9508 Bangunan & Konstruksi 361.37 8.66 3.7408 426082.0578 589323.97 8.849 239791.99 64.02 896.300.444 3905955.71 325.536.588.332.77 3610245.05 4.607.233.524 235435.32 415108.037.3207 388446.491.839.586.89 346.05 457878.312.33 58.148.333.35 935.52 300.428.16 804509.81 294.23 185.82 379037.3774 209600.771.862.10 6.48 196.037.919.711 4349520.742.93 472.69 908837.24 324.4257 397855.90 358.63 537.82 193.800.430.015.6708 597932.12 491.034.465.273.15 998.96 864.73 3.230.560.57 1102676.813.43 191317.78 Sumber : Hasil Analisis 2006 BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-6 .68 398.438.963.307.29 69.91 316.71 7.64 203.618.90 330.755.883.92 6.42 874061.97 556.561.1 Proyeksi PDRB Kabupaten Bandung Hingga Tahun 2011 Atas Dasar Harga Konstan Sektor Primer Tahun Pertanian Pertambangan dan Galian 50.209.990.530.65 336.738.63 328.108.73 3.553.016.8 4497375.858 218741.499 Sektor Sekunder Sektor Tertier Perdagangan.48 PDRB Keuangan Jasa 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 874.083.255 1155081.61 70765.590.812.20 725.78867 75925.89 404416.942.50467 81085.261.978 72485.41 362.56 1417106.622 4201665.546.075.20 6.94 393723.11 306.592.795.82 986.875.53 1.534.80 334.375.299.465.579.92 6.381.316 1207486.29 220.64 481.75 425801.10 743.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 5.687.01 190.84 385.709.847.5307 407264.874 226725.455.38 56.26 563497.051.361.92 210.01 7.900.

500.024.000.00 1.00 37.511.347.290.331.853.000.575.000.798.978.000.00 87.140.00 11.000.976.000.310.00 849.000.00 726.00 52.890.500.761.000.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Selain data PDRB diatas.093.00 46.884.000.316.000.00 30.200.185.00 18.000.000.500.00 22.00 2006 123.00 830.000.000.000.000.646.000.00 10.000.500.190.500.000.938.241.112.00 929.265.00 757.367.00 6.790.000.00 15.500.935.000.697.000.333.830.103.000.114.000.110.820.602.962.410.927.00 1.448.610.000.063.00 7.506.000.177.000.637.000.004.874.00 38.00 62.694.658.000.000.000.275.00 2005 136.080.118.597.00 49.00 60.00 1.000.000.000.000.00 61.699.2006 No A 1 2 3 4 B 5 6 7 8 C Uraian Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang syah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Keuangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan yang syah JUMLAH 2002 75.000.263.00 94.000.000.00 89.000.00 24.000.598.00 Sumber : RKPD Kabupaten Bandung 2005 BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-7 .668.145.895.2 Anggaran Pendapatan Kabupaten Bandung Tahun 2002.00 76.00 1.000.000.739.000.500.240.000.840.572.00 45.318. Tabel 5.036.00 12.719.749.00 1.00 654.012.955.168.000.001.00 53.00 43.00 102.00 988.500.254.237.707.000.000.000.000.000.000.000.00 37.000.000.00 1.115.000.833.000.500.395.205.00 2004 119.00 101.000.00 802.000.911.652.00 37.000.000.000.608.505.00 749.636.00 4.00 1.000.000.447.000.000.344.000.816.538.00 1.000.000.646.000.185.919.375.00 16.00 4.00 80.00 5.000.00 81. diperlukan pula data-data pendukung seperti data pendapatan historis Kabupaten Bandung seperti pada tabel dibawah ini.240.318.540.045.000.043.00 2003 91.188.000.000.120.00 1.

25 2.81 Tahun Pajak Daerah Retribusi Daerah PAD Perimbangan Pendapatan Daerah 2002-2003 2003-2004 2004-2005 2005-2006 Rata-rata 3.69 Dana Alokasi Khusus Keuangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan yang syah 968.63 -9.66 34.61 27.81 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang syah 53.11 13.25 98.36 0.90 -7.32 13.49 16.79 13.00 352.37 -80.33 -22.91 4.53 14.56 120.53 20.98 12.58 11.50 13.43 Sumber : Hasil analisis 2006 BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-8 .56 16.93 27.56 1.09 20.68 -2.83 7.00 300.51 6.3 Pertumbuhan Pendapatan Kabupaten Bandung Tahun 2002 – 2006 Bagian Laba Usaha Daerah 208.03 6.22 14.47 -29.00 95.19 17.30 39.00 163.01 45.61 97.91 10.33 8.30 Dana Alokasi Umum 10.07 25.33 Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak -19.32 20.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 5.68 29.11 0.53 31.39 -1.28 6.35 9.69 54.45 7.20 -1.63 221.

keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dan komisi. jasa giro.4 BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-9 . Perkiraan PAD untuk hingga tahun 2011 diperoleh menggunakan metode taksiran sederhana. atau pun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa oleh Daerah. pasal 6(2) menjelaskan tentang lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. potongan. Pendapatan Asli Daerah Berdasar pada Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung A. juga realisasi pencapaian PAD Kabupaten Bandung. selain unsur PAD yang telah disebut di atas. yaitu penjualan kekayaan Daerah yang tidak dipisahkan. Perkiraan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung Tahun 2007-2011 dapat dilihat pada tabel 5. pendapatan bunga. dengan mengasumsikan kenaikan PAD setiap tahunnya tetap.

594 PAD 75.003 1.802.554 2.098.694.000 52.127.266.500 119.063.275.000 123.901.965.000.895 142.653.452.907.739.000.331.53 31.610.000 53.171.853.475.820.265.247.853.67 13.739.09 12.549 158.000 22.639.637.241.91 Sumber : Analisis 2005 BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-10 .500 136.884.000 16.000 35.697.000 91.218.784.253.575.705 3.477.000.425.687 65.333.000 131.000 59.556 Pertumbuhan (%) 20.000 27.011.093.50 13.598.768.205.000 37.000 46.292 6.613 Retribusi Daerah 30.004.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 5.22 5.761.500 43.000 46.798.962.976.000 38.233 47.212.000 6.000.000 12.840.63 -9.447.611 71.906.000 37.318.453 86.500 49.000.870.000 40.428 Bagian Laba Usaha Daerah 1.000 21.012.801 50.240.318.230.621.200.196 203.254.190.919.000 24.834.742.000 10.109.000 4.658.000.036.466.459 178.507.400 60.200.542.360.4 Perkiraan PAD Kabupaten Bandung 2007-2011 Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Pajak Daerah 37.310.340 54.000.680.120.190.110.916 43.344.684.699.667.702.874.000 15.500.109.070.500.230.728.833.347.94 8.96 11.920 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang syah 7.105 79.114.505.808.000 9.237.

000 Rupiah 100. Unsur-unsur dana perimbangan terdiri atas: Bagi hasil pajak dan bukan pajak.000.000.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Proyeksi PAD Kabupaten Bandung Hingga 2011 250.000.000 150. Perkiraan perolehan dana perimbangan hingga Tahun 2011 disini juga menggunakan metode taksiran sederhana.000.000. dan Dana Perimbangan dari Provinsi.000. Dana Alokasi Khusus (DAK). B. Lebih jelasnya perkembangan dana perimbangan tersebut adalah sebagai berikut : BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-11 .000.000 50. Dana Alokasi Umum (DAU).000. Dana Perimbangan Dana perimbangan merupakan alokasi dana yang diperoleh dari pemerintah maupun provinsi yang diperoleh dari bagi hasil pajak provinsi maupun pusat yang dipungut di wilayah Kabupaten Bandung berdasarkan formulasi pembagian yang telah ditetapkan maupun dari dana pemerataan.000 200.000 0 2002 2004 2006 Tahun 2008 2010 Pajak Daerah Retribusi Laba Usaha Lain-lain PAD Hasil perhitungan tersebut. berdasarkan asumsi bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi pendapatan daerah berjalan dengan baik. begitu juga pencapaian realisasinya.000. dengan asumsi kenaikan dana perimbangan tiap tahunnya tetap.000.

000 114.000.290.668.557.658.469 1.046.185.681.023 81.000.470.928.977.000 102.597.966 82.731.000.000.646.646.927.500 988.5 PERKIRAAN DANA PERIMBANGAN KABUPATEN BANDUNG HINGGA TAHUN 2011 Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak 94.572.000 726.077.118.636.145.19 6.118.500 80.888.240.15 7.316.686.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 5.000 1.03 7.768.898.763.000 21.251.35 9.630 1.000 1.000.000 26.646.500.305.807.882.103.000 87.290.851.552 Dana Alokasi Umum 654.351.000 1.143.968 84.000 1.776.770 144.434.830.876.765.902 1.644.30 39.000 1.375.609.617 1.356 1.955.209 Pertumbuhan (%) Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Perimbangan 749.000 29.205.000 757.505.552.000 101.000.045.000.661.000 4.930.036.064.935.575.168.696 83.774.818.911.318.000 89.741.000.800.000 802.339.490.000 849.535.816.020.000 18.039 1.790.263.890.000.310 128.086.800 Keuangan dari Propinsi 45.520.000.207.000 86.396 Dana Alokasi Khusus 1.837.471.09 7.938.97 7.223.000.000 19.978.193.000.395.000.000 76.957 13.401.572 1.608.937.712.137 182.000 24.284.480.188.663.671.177.000 929.080.078 1.20 Sumber : Hasil Analisis 2006 BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-12 .319 162.000 81.828.51 6.

000.000 Rupiah 1. Lebih jelasnya perkiraan pendapatan lain-lain pemerintah Kabupaten Bandung hingga tahun Tahun 2011 adalah sebagai berikut : BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-13 .000 200.000. besaran dana tersebut sangat fluktuatif sesuai dengan realisasi aktual tahun anggaran berjalan.000.000.200.000. Karena sifatnya sebagai dana kontingensi.000. Lain-Lain Pendapatan yang Sah Pendapatan lain-lain yang sah yang merupakan dana kontingensi/penyeimbang dari pemerintah.000.400. C.000.000 0 2002 2004 2006 Tahun 2008 2010 Bagi Hasil Alokasi Umum Alokasi Khusus Propinsi Perhitungan tersebut disumsikan variabel-variabel yang mempengaruhi pendapatan tersebut berjalan normal baik pada pembagian pajak.000. DAU maupun DAK.000.000 1.000.000. maka sulit untuk membuat proyek atau perkiraan item anggaran pendapatan ini.000 600.600.000.000 400.000.000.000 1.800.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Proyeksi Dana Perimbangan Hingga Tahun 2011 2.000.000 800. Oleh sebab itu perkiraan besaran nominal pendapatan lain-lain pada perkiraan pendapatan ini hanya merupakan selisih dari total pendapatan dan perkiraan item pendapatan diluar pendapatan lain-lain.000.000.000.000.000 1.000. yang dialokasikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung.000 1.000.

367.7 Proyeksi Pendapatan Kabupaten Bandung Hingga Tahun 2011 Tahun 2002 2003 2004 2005 2006*) 2007 2008 2009 2010 2011 PAD 75.000.557.798.667.719.000 1.000.646.662.000.000 60.707.511.141.639.185.938.818.937.000 2.56 1.000.594.410.000 91.14 7.000 1.845.205.728.500 1.000.902 1.000 60.185.749.500 136.719.196 203.000 62.851.000.188.115.000.109.768.362 1.816.115.004.957 20.57 7.000 61.749.375.000 1.977.602.49 6.68 -2.540.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 5.680.140.000 11.000.000 62.500.702.140.367.024.000 849.459 178.043.000 61.360.538.61 27.000 123.000.000.000 500.588 1.668.694.37 -80.000 Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 Pertumbuhan (%) 968.898.763.435.549 158.500.000 929.37 7.669.802.000.337.356 1. Tabel 5.928.83 7.448.742.000.6 LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG HINGGA TAHUN 2006 Lain-lain Pendapatan yang syah 5.263.686.76 Pertumbuhan PAD dan Perimbangan (%) Pendapatan Lain-Lain yang Sah 5.000 Tahun 1.890.895.602.506.976.000 131.000 1.000.001.000.697.556 Perimbangan 749.144.853.500 988.331.630 1.512 Keterangan : *) Angka merupakan target tahun 2006 Sumber : Hasil analisis 2006 / Proyeksi Pendapatan Kabupaten Bandung Hingga Tahun 2011 2.403.609.000.895 142.237.761.230.732.807.03 6.000 1.927.000.000.112.505.500 119.471.63 Pendapatan lain-lain yang sah hingga tahun 2011 tidak diproyeksikan karena variabel pendukungnya tidak tetap.718.000 Pendapatan 830.447.290.000 1.000 11.575.826 2.986.000 0 2002 2004 2006 2008 2010 PAD Perimbangan Lain-lain Pendapatan BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-14 .58 11. Proyeksi pendapatan Kabupaten Bandung hingga tahun 2011 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.410.251 1.275.374.000 1.000.039 1.143.834.

000 8.000 12.000 OP APARAT MODAL APARAT OP PUBLIK 20.000 307.160.957.000 31.000 67.000 38.250.824.281.594.000 1.594.450.957. Daerah dapat melakukan pinjaman baru.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung D.986. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.000 166.000 1.640.440.000 13 RSD Soreang BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-15 .850. dan bagian daerah lainnya OM = Belanja Operasi dan Pemeliharaan.094. DSRC = 2. penerimaan SDA.000.000 95.000 21.000 1.000 85.282.000.000 101.520.968.000 6.000 125. DSCR < 2.000 3.804.000 10.000 1.000 6.674.992.513. serta Belanja Modal yang harus dipenuhi/tidak bisa dihindarkan dalam tahun anggaran yang bersangkutan.044.000 2.000.000.000 186.000 1. didapat dari rumus berikut: Y = P + M – OM P M = Pendapatan Asli Daerah = Pajak Daerah. Analisa Kemampuan Pinjaman daerah Analisa kemampuan pinjaman daerah dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam menentukan rencana pinjaman baru.946.455.000.640.009.000 85.902.330.996. dengan syarat untuk proyek/kegiatan yang dapat menghasilkan pendapatan (cost recovery).000 5.5 .000 85.381.577.154.163.000 2. Daerah tidak dapat melakukan pinjaman baru.413.000 1.000 21.135.786.000.313. Rumus yang digunakan adalah dengan menentukan DSCR (Debt Service Coverage Ratio) dengan rumusan sebagai berikut: DSCR = Y C C = Besaran kewajiban pinjaman ditambah biaya lainnya Y = Pendapatan Daerah.000.000 1.131.000 870.000 5.000 6.569.935.000.000 84.036.382.197.965.000 9.000 1.5 .726.020.576.000 433.065.000 Jumlah 22.000 4.394.380.000. DSCR > 2.599.950.415.000 87. Daerah dapat melakukan pinjaman baru.800.766.875.236.074.349.000 252.875.000 5.028.134.250.000.5 .996.000 3.675. dengan cara membandingkan antara jumlah pendapatan daerah terhadap seluruh besaran kewajiban pinjaman dan biaya lainnya setiap tahun anggaran.000 4. Analisa DSCR untuk Kabupaten Bandung adalah sebagai berikut: BELANJA OP DAN MODAL TAHUN ANGGARAN 2005* (OM) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 SKPD Disdik Dinkes Dispertan Disnakan Dinkesos DKCKB Kimtawil DPU Disnaker Diskop BLKD RSD Majalaya 219.440.000 2.890.790.105.000 1.710.000 MODAL PUBLIk 2.318.885.793.

664.000 233.489.000 297.019 Jumlah 312.729.511.000 37.000 104. fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial.031.000 592.215.500.677.220.2 ARAH PENGELOLAAN BELANJA DAERAH Belanja Daerah dipergunakan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Kabupaten yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan.203.500.322.731.000 3.021 * = Pendapatan Daerah diluar Bantuan dari Pusat maupun Provinsi Sumber : DPRD Kab.360.990.725.304.170.697.000 419.204.000 4.000 30.000 1.864.646.452.302.093.000 Jumlah 404.000.650.000 1.050.085. Bandung BESARAN KEWAJIBAN PINJAMAN DITAMBAH BIAYA LAINNYA TAHUN ANGGARAN 2005 ( C ) No 1 2 Penyertaan Modal Jenis Biaya Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo Jumlah 326.000 1.549. kesehatan.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung No SKPD OP APARAT 170.000 4.312.500.931.000 42.000.988.360.710.593 104.000 2.960.000.344.000 Jumlah Sumber : APBD Perubahan Tahun 2005 DSCR = Y ( P + M ) − OM = = 2.121.000. pendidikan.588 9.209.000 17.507.000 127.557. BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-16 .000 555.000 30.000 1.000 1.000 14 Kantor Perpustakaan 15 DLH 16 Disperindag 17 Disbudpar 18 Dinas Kebersihan 19 KPMD Jumlah 853.885 10.000 36.000 OP PUBLIK MODAL PUBLIk 85.078.000.000 MODAL APARAT 149.581 (Layak memperoleh pinjaman) C C 5. Belanja penyelenggaraan urusan wajib diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar.443.982.550.904.876.701 57.235 22.000 * = Belanja OP dan Modal yang Menunjang Langsung terhadap Akselerasi Pembangunan Sumber : APBD Perubahan Tahun 2005 PENDAPATAN DAERAH TAHUN ANGGARAN 2005* (P + M) No 1 2 3 4 5 6 PAD Bagi Hasil PBB Bagi Hasil BPHTB Bagi Hasil PPh 21 Bagi Hasil SDA Bagi Hasil Prov Jenis Pendapatan Jumlah 108.931.500.

subsidi.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Klasifikasi belanja menurut jenis belanja sesuai PP 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah terdiri dari : a. f. Kebijakan pembangunan pemerintah pusat. diperlukan upaya strategi pengurutan atau pembobotan prioritas program pembangunan daerah. propinsi dan kabupaten seperti upaya peningkatan IPM. c. e.3 KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN Dalam rangka mewujudkan Visi Bupati Kabupaten Bandung hingga tahun 2010 diperlukan kerangka kebijakan umum pembiayaan pembangunan untuk memprioritaskan program-program pembangunan Kabupaten Bandung. Upaya Perbaikan Tata Pemerintahan 2. BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-17 . belanja pegawai. bunga. Secara umum Misi Pemerintah Kabupaten Bandung hingga tahun 2010 dapat dikelompokkan menjadi 3 kerangka intervensi pembangunan. yaitu : 1. 5. bantuan sosial. Visi dan Misi Bupati 2. d. Prioritas pembangunan 3. pendidikan 9 tahun dengan anggaran 20 % dari biaya pembangunan dan lain-lain. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik dan infrastruktur pendukungnya 3. hibah. g. Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal Mengingat terbatasnya anggaran pembangunan daerah serta kemampuan sumberdaya pembangunan dalam mewujudkan program-program pembangunan. b. belanja barang dan jasa. dan i. belanja modal. belanja tak terduga. Alokasi Anggaran pembangunan tahun-tahun sebelumnya 5. belanja bagi hasil dan bantuan keuangan. Isue Strategis Pembangunan Daerah 4. Upaya pembobotan kerangka intervensi dilakukan dengan memperhatikan : 1. h.

arahan alokasi bobot alokasi pembiayaan pembangunan tiap kerangka intervensi dapat dilihat pada tabel dan diagram di bawah. Upaya perbaikan tata pemerintahan setiap tahun alokasinya terus menurun karena diasumsikan setiap tahun telah terjadi perbaikan pelayanan pemerintahan yang baik. sehingga dengan bertahap pembangunan tata pemerintahan dikurangi bobotnya. Kerangka Intervensi Upaya Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik dan infrastruktur pendukungnya memiliki alokasi APBD relatif sedang dalam awal pembangunan dan untuk selanjutnya terus meningkat dalam upaya terus terjadinya peningkatan pelayanan publik.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Kerangka Intervensi Upaya Perbaikan Tata Pemerintahan memeiliki alokasi APBD yang cukup tinggi pada awal periode pembangunan karena merupakan landasan utama untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dalam upaya peningkatan pelayanan publik dan akselerasi pembangunan. Kerangka Intervensi Upaya Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal memiliki alokasi rendah karena karakter tersebut sudah terbentuk dalam masyarakat dan masyarakat diharapkan lebih aktif melakukan dan pemerintah memfasilitasi untuk memeliharanya. BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-18 . Berdasarkan pertimbangan tersebut.

33% 100.23% 7..94% 41.00% TAHUN 4 % APBD 16.75% 50. Bobot alokasi pembiayaan pembangunan tiap kerangka intervensi PROPORSI ALOKASI APBD UNTUK 5 TAHUN UNTUK TIAP KATEGORI INTERVENSI PEMBANGUNAN TAHUN 1 KERANGKA INTERVENSI Perbaikan Tata Pemerintahan Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik dan infrastruktur pendukungnya Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal % APBD 52.00% 0.00% 60.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel .00% 20.00% 30..00% 80.00% 8.00% TAHUN 5 % APBD 9..09% 100.00% 6.08% 69..00% Sumber : Hasil Analisis dan Focus Groups Discussion 2006 Diagram Bobot alokasi pembiayaan pembangunan tiap kerangka intervensi 90.00% 70.00% TAHUN 2 % APBD 43.09% 81.67% 75..00% TAHUN 3 % APBD 23.82% 9..69% 100.00% Tahun I Perbaikan Tata Pemerintahan Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik dan infrastruktur pendukungnya Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-19 .00% 40.88% 100.18% 5.00% 50.25% 100.00% 10.

. Bobot tiap misi pembangunan adalah sebagai berikut : (Lihat Tabel ..) BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-20 .Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Perkiraan belanja untuk setiap misi dan kebijakan pembangunan dilakukan dengan membobotkan kepentingan tiap misi dan prioritas pembangunan untuk setiap kelompok intervensi pembangunan....

282% 1.099% 5.000% 6.208% 5.273% BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-21 .128% 0. Kebijakan Pengembangan Sistem Informasi dan Komunikasi pembangunan 1.099% 1.375% 4.042% 1.198% TAHUN 4 % APBD 16.396% 3.000% 0. Kebijakan Meningkatkan Pembangunan Kawasan Perdesaan KEBIJAKAN TAHUN 1 % APBD 52.250% TAHUN 3 % APBD 23. Kebijakan Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perdesaan 3. Kebijakan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 4. Kebijakan Peningkatan Kapasitas Keuangan Daerah 5.091% 0.231% 1.941% 6.042% 1.282% 0.758% 0.758% 2. Kebijakan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dan Sektor Swasta Dalam Pembangunan 6.667% 1.231% 1.750% 5.282% TAHUN 5 % APBD 9.282% 0.758% 0.099% 1.375% 6.081% 9.846% 2.081% 8.387% 0. Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur 2.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Bobot Alokasi Kebijakan Pembangunan Tiap Misi Pembangunan untuk Intervensi Perbaikan Tata Pemerintahan KATEGORI INTERVENSI Perbaikan Tata Pemerintahan Misi 1.250% 1.758% Misi 8.758% 1.156% 11.495% 2.000% 1. Meningkatkan Kinerja Pembangunan Desa (otonomi desa) 11.099% 5.618% TAHUN 2 % APBD 43. Mewujudkan Kepemerintahan yang baik (sistem dan pelaku) 1.000% 7.099% 1.077% 1.208% 9.156% 6.495% 1.282% 0. Kebijakan Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan Daerah 3.758% 1. Kebijakan Meningkatkan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Ketahanan Masyarakat Desa 2.282% 5.273% 0.

538% 15.577% 1.098% Misi 4.282% 1.923% 2.016% 1.923% 2. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (difokuskan pada masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan) KEBIJAKAN TAHUN 1 % APBD 41.923% 18.016% 10. Kebijakan Perbaikan Iklim Ketenagakerjaan 4.113% 1. 1.098% 2. Kebijakan Peningkatan Kapasitas Kesadaran Hidup Sehat dan Kualitas Kesehatan Masyarakat 3. Kebijakan Peningkatan Keberdayan Generasi Muda dan Olah Raga 1.538% 1.881% 1.731% 17.176% 1.308% 17.098% BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-22 .731% 1.308% 1.881% 18.113% 11. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat.282% 1.113% 1.731% 1.923% 1.881% 2.016% 11.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel Bobot Alokasi Kebijakan Pembangunan Tiap Misi Pembangunan untuk Intervensi Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik dan infrastruktur pendukungnya KATEGORI INTERVENSI Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik dan infrastruktur pendukungnya Misi 3.113% 1.538% 11. Kebijakan Peningkatan Potensi Perekonomian Daerah dan Penanggulangan Kemiskinan 3.000% 0. Kebijakan Pengendalian Pertumbuhan Penduduk dan Peningkatan kualitas Keluarga TAHUN 2 % APBD 50.282% 1.000% 1.731% 0.000% TAHUN 3 % APBD 69.282% 15.731% 1.231% TAHUN 4 % APBD 75.818% 10.308% 18. Kebijakan Peningkatan Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial 2.282% 1. Kebijakan Peningkatan Kualitas Pendidikan 2.113% 1.098% 10.577% 17.000% TAHUN 5 % APBD 81. Kebijakan Pemantapan Pengarusutamaan Kesetaraan Gender 4.577% 15.

282% 1.731% 1.588% 0.909% 0.833% 0. 1. Kebijakan Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Instabilitas Kehidupan Masyarakat 2.833% 0.250% TAHUN 3 % APBD 7.692% TAHUN 4 % APBD 8.923% 2. Kebijakan Menyerasikan Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang Dalam Sistem Tata Ruang Yang Terpadu 3.882% TAHUN 2 % APBD 6.588% 0.625% 0.769% 6. Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman. Kebijakan Meningkatkan daya Dukung dan Kualitas Lingkungan 2.588% 0.692% 8.564% 5. Kebijakan Penegakan Supremasi Hukum dan Perlindungan HAM 3.392% 1.909% 0.192% 5.769% 0. Tertib. Kebijakan Peningkatan Kesadaran Politik Masyarakat dan Pengembangan Tatanan Kehidupan Politik yang Dermokratis Misi 5. Tenteram dan Dinamis.769% 0.833% 0.625% 0.333% TAHUN 5 % APBD 9.909% BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-23 .588% 0.833% 0. 1.625% 0.091% 0.769% 0.294% 3.113% 1.339% 5. Memelihara Keseimbangan Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan.098% Tabel Bobot Alokasi Kebijakan Pembangunan Tiap Misi Pembangunan untuk Intervensi Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal KATEGORI INTERVENSI Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal Misi 2. Kebijakan Percepatan Pembangunan Yang berkelanjutan 1. Mamantapkan Kesalehan Sosial Berlandaskan Iman dan Taqwa. Kebijakan Peningkatan Intensitas Pembinaan Agama dan Kehidupan Keagamaan KEBIJAKAN TAHUN 1 % APBD 5.923% 7.128% 6.769% 0.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Misi 7.909% 0.625% 0.113% 2. 1.

625% 0.769% 0.769% 0.769% 0. Kebijakan Pengembangan Potensi Umat 4.588% 0.909% BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-24 .769% 0. Kebijakan Pengembangan dan Pelestarian Budaya Sunda 3.833% 0. Kebijakan Peningkatan Kesadaran dan Kecintaan Terhadap Budaya Sunda 2.833% 0.909% 0.588% 0.588% 0.588% 0. Kebijakan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kehidupan Beragama Misi 6. Kebijakan Pemantapan Ketahanan Budaya Masyarakat 0.588% 0.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2. 1.909% 0.833% 0.625% 0.588% 0.909% 0.833% 0.625% 0. Menggali dan Menumbuh kembangkan Budaya Sunda.625% 0.625% 0.769% 0. Kebijakan Penerapan Nilai-nilai Keimanan dan Ketaqwaan Dalam Kehidupan Sosial 3.909% 0.833% 0.833% 0.909% 0.769% 0.625% 0.

• Perusahaan Daerah Tanah dan Bangunan. • Bank Karya Produksi Desa. Tingginya laju pertumbuhan ekonomi daerah merupakan suatu potensi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Penerimaan dari Sektor Pertambangan Gas Alam. ada sebagian yang berfungsi sebagai pengendalian pembangunan diantaranya: IMB yang memerlukan pengkajian lebih lanjut dan mendalam dalam pengembangannya agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. 2. BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-25 . Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Sedangkan yang lainnya merupakan potensi yang bisa langsung dikembangkan oleh pemerintah daerah walaupun penerimaannya dalam bentuk bagi hasil. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Sektor tersier merupakan penyumbang pendapatan daerah melalui : 1. Dari beberapa bentuk sumber pendapatan diatas.4 5. kebijakan serta akselerasi pembangunan. 3. Dari hasil Proyeksi pada table 5.1 dapat diambil kesimpulan bahwa sektor tersier mempunyai trend laju pertumbuhan yang paling baik dibanding sektor lain. Bagian Laba Usaha Daerah. 7.4. 5.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu indikatif tiap program pembangunan dilakukan dengan menggunakan metoda bobot tiap program dikaitkan dengan visi.1 Identifikasi Bentuk – Bentuk Sumber Pendapatan Baru Pengembangan Sektor Tertier Laju Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator pencapaian keberhasilan suatu pembangunan dan menjadi salah satu pertimbangan para investor untuk menanamkan modalnya di suatu daerah. Pajak Ijin Mendirikan Bangunan. • Bank Pembangunan Daerah. 6. artinya sektor tersier merupakan potensi sumber pendapatan daerah kabupaten Bandung yang masih bisa dioptimalkan. Pagu indikatif untuk tiap program pembangunan dituangkan dalam Bab VII. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). yang pada tujuan akhirnya adalah untuk pembangunan manusia dan kesejahteraan masyarakat. misi. 8.

peternakan.2 Pengembangan Ekonomi Lokal Pengembangan ekonomi lokal adalah pengembangan ekonomi setempat dengan menggunakan sumberdaya dan faktor-faktor produksi lokal. perkebunan. sedangkan properti merupakan kebutuhan primer manusia yang akan semakin tinggi permintaannya seiring dengan tingginya laju Pertumbuhan Penduduk dan sempitnya lahan.4. Panas bumi merupakan sumber daya alam yang dimiliki kabupaten Bandung. Peluang Pasar • Wisatawan Lokal dan Mancanegara Penyerapan Tenaga Kerja • Petani • Masyarakat Sekitar Domestik • Industri kecil Masyarakat Sekitar Domestik dan Internasional • Industri kecil Masyarakat Sekitar BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-26 . akibatnya pembangunan properti mulai bergeser dari perkotaan ke wilayah sekitarnya (perbatasan). Lokasi Kabupaten Bandung yang mengelilingi wilayah Kota Bandung akan menjadi tujuan utama para investor di bidang properti untuk memperluas pembangunannya ke Kabupaten Bandung. Pengembangan ekonomi lokal dapat memberikan efek multiplier perekonomian setempat dan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja lokal. kehutanan) Sektor Pariwisata Sektor industri kecil Sektor Energi (Panas Bumi) Beberapa aktivitas Perekonomian Lokal yang Potensial untuk dapat berkembang di Kabupaten Bandung. Produksi Kerajinan Tangan Permodalan Pemkab Bandung Bantuan Internasional BPD Lembaga Keuangan Daerah. 5. diantaranya : Pengelolaan • Kelompok Tani • Disbudpar • Dispertan Kegiatan Usaha • • Wisata Agrobisinis Geowisata • • • • • Kelompok Pembuat Makanan Tradisional • Diskop dan UKM • Kelompok Pengrajin • Diskop dan UKM • Produksi Makanan khas Kabupaten Bandung. diantaranya : • • • • Sektor Agrobisnis (Pertanian.Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Berdasarkan analisis terhadap LPE per Sektor dan gambaran umum kondisi Kabupaten Bandung dapat disimpulkan bahwa sektor tersier (perdagangan dan jasa) merupakan sektor potensial. Terdapat beberapa potensi pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Bandung. Panas Bumi dan Bangunan/konstruksi (Properti) merupakan sektor ekonomi yang memiliki nilai jual tinggi karena tingginya permintaan pasar.

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pengelolaan • Kelompok Peternak • Disnakan • Kelompok Seniman • Disbudpar • DLH (Pertambangan dan Energi) • Swasta Kegiatan Usaha Pengolahan Hasil Ternak Pagelaran Seni Sunda Pengelolaan sumber daya panas bumi • • Pemkab Bandung Swasta Permodalan Peluang Pasar Domestik Penyerapan Tenaga Kerja • peternak Masyarakat Sekitar • Seniman Masyarakat Sekitar • Masyarakat Domestik dan Internasional Domestik Terdapat • • • • • • • beberapa lembaga yang dapat membantu mendorong pengembangan ekonomi lokal.4. peningkatan pendapatan petani. serta penyediaan barang/jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Pengalaman pada saat krisis ekonomi yang lalu membuktikan. Pembangunan pertanian kedepan harus merupakan upaya pengembangan yang utuh dan menyeluruh pada semua aspek ekonomi. ketangguhan tersebut disebabkan oleh karakterisitik dan keunggulan dari agribisnis itu sendiri. Bahkan kegiatan agribisnis pertanian ini mampu meraup keuntungan memadai dan menciptakan iklim kondusif yang sangat diperlukan untuk peningkatan perekonomian nasional pada sektor lain.3 Pengembangan Agribisnis Secara luas telah diakui. Teknologi dan keterampilan kegiatan agribisnis pertanian pada umumnya dapat dikuasai oleh para pelaku usaha serta dapat dikembangkan secara mudah sesuai kebutuhan. Sebenarnya. yang didalamnya terkait BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah V-27 . Usaha agribisnis umumnya mengutamakan penggunaan bahan baku lokal yang banyak tersedia di dalam negeri dan sesedikit mungkin menggunakan komponen impor. bahwa pertanian merupakan sektor tangguh pendukung pembangunan sektor industri. diantaranya : LUEP BUMDES KUBE KOPERASI dan UKM USAHA POLA SYARIAH BMT Dll 5. sektor agribisnis pertanian tetap mampu mempunyai peran dan memberikan kontribusinya terhadap terhadap devisa negara. peningkatan nilai tambah komoditi pertanian. keuntungan bagi sipengelola. bertahan goncangan ekonomi nasional. penyerapan tenaga kerja.

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

subsistem agribisnis hulu, subsistem agribisnis budidaya, subsistem agribisnis hilir, serta subsistem jasa penunjang agribisnis pertanian. Ini berarti bahwa di dalam pembangunan ekonomi nasional mendatang, sektor agribisnis pertanian tidak lagi hanya sekedar ditempatkan sebagai pendukung atau pelengkap.

BAB V Arah Kebijakan Keuangan Daerah

V-28

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

BAB VI KEBIJAKAN UMUM KABUPATEN BANDUNG

Kebijakan adalah keputusan yang sifatnya mendasar untuk dipergunakan sebagai landasan bertindak dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Program adalah langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan penjabaran dari kebijakan. yang merupakan

6.1 Kebijakan untuk Mewujudkan Kepemerintahan Yang Baik (Misi 1) Kepemerintahan yang baik atau populer dengan istilah good governance adalah penyelenggaraan pemerintahan yang solid dan bertanggung jawab, dengan menjaga kesinergisan interaksi yang bersifat konstruktif diantara tiga domain utama, yaitu pemerintah, sektor swasta dan masyarakat yang memiliki karakteristik, efisien, efektif, partisipatif berlandasakan hukum, adil, demokratis, transparan, responsif, berorientasi konsesus, kesetaraan, akuntabel dan memiliki visi strategik. Dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik, peran kepemimpinan merupakan faktor yang sangat menentukan. Oleh karena itu, selain pemantapan sistem dan manajemen kepemerintahan juga perlu dimantapkan kepemimpinan yang demokratis, egaliter dan mampu

mengedepankan keteladanan. Kebijakan umum dan program yang diperlukan untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik perlu ditunjang kebijakan : A. Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur; dengan Program: 1) Peningkatan moral, disiplin, budaya dan etos kerja aparatur; 2) Peningkatan kapabilitas dan kompetensi aparatur melalui pendidikan umum, diklat struktural dan teknis fungsional; 3) Peningkatan semangat dan jiwa kewirausahaan; 4) Penataan sistem dan manajemen kepegawaian daerah; 5) Peningkatan motivasi kerja melalui intensifikasi reward dan punishmen; 6) Pengembangan mental model yang kreatif dan inovatif; 7) Peningkatan kapabilitas kepemimpinan pemerintahan dengan mengedepankan keteladanan;

BAB VI Kebijakan Umum Kabupaten Bandung

VI-1

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

B.

Kebijakan

Peningkatan

Kualitas

Penyelenggaraan

Administrasi

Pemerintahan Daerah; dengan Program: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan; Peningkatan sarana dan prasarana pemerintahan; Penataan peraturan perundang-undangan daerah; Pengembangan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah; Peningkatan pengawasan fungsional dan pengawasan melekat; Peningkatan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplikasi; Pembinaan dan pengelolaan pertanahan; Optimalisasi pendelegasian kewenangan dari kabupaten ke Kecamatan, Kelurahan dan Desa; 9) Peningkatan hubungan antar lembaga pemerintahan;

10) Pengembangan evaluasi kebijakan. C. Kebijakan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, dengan Program: 1) 2) 3) D. Intensifikasi standar pelayanan minimal (SPM); Deregulasi dan debirokratisasi pelayanan publik; Penataan wilayah;

Kebijakan Peningkatan Kapasitas Keuangan Daerah, dengan Program: 1) Optimalisasi pendapatan asli daerah melalui intensifikasi retribusi dan pajak daerah; 2) 3) 4) Peningkatan efisiensi dan efektivitas pembiayaan daerah; Perimbangan keuangan antara pemerintah kabupaten dan desa; Optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah;

E.

Kebijakan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dan Sektor Swasta Dalam Pembangunan, dengan Program: 1) Pengembangan manajemen partisipatif; 2) Pengembangan sistem pengawasan masyarakat; 3) Penataan tugas pembantuan kepada desa; 4) Pemberdayaan lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi dan lembaga kemasyarakatan lainnnya;

BAB VI Kebijakan Umum Kabupaten Bandung

VI-2

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

F.

Kebijakan

Pengembangan

Sistem

Informasi

dan

Komunikasi

pembangunan, dengan Program: 1) Peningkatan transparasi program-program pembangunan; 2) Pengembangan manajemen informasi dan komunikasi; 3) Pengembangan kemitraan dengan media massa;

6.2 Kebijakan untuk Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman, Tertib, Tentram Dan Dinamis (Misi 2) Keamanan, ketertiban dan ketentraman merupakan kondisi yang diharapkan masyarakat agar dapat melangsungkan kehidupan dengan tenang dan damai, dan merupakan jaminan bagi terselenggaranya pembangunan untuk mewujudkan harapan dan cita-cita bersama. Kondisi yang aman, tertib dan tenteram akan terwujud apabila terdapat kesadaran kolektif dan komitmen dari seluruh stakeholder pembangunan terhadap berbagai ketentuan yang telah disepakati bersama, yang direalisasikan dalam bentuk ketaatan dan kepatuhan hukum. Terpeliharanya stabilitas kehidupan yang aman, tertib, tenteram dan dinamis perlu didukung dengan adanya rasa saling percaya dan harmoni dari seluruh stakeholder pembangunan. Hal tersebut perlu didukung dengan kebijakan umum sebagai berikut : A. Kebijakan Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Instabilitas Kehidupan Masyarakat; dengan Program: 1) Peningkatan rasa saling percaya antar komponen masyarakat, dan antara masyarakat dengan pemerintah; 2) 3) Pembinaan kesatuan dan persatuan masyarakat; Peningkatan kemampuan deteksi dini terhadap kemungkinan ancaman gangguan Kamtibmas; 4) Pemamtapan pemerintah sebagai fasilitator dan mediator penyelesaian masalah sosial kemasyarakatan; 5) 6) B. Peningkatan kualitas SDM Kamtramtib; Peningkatan kesadaran budaya tertib.

Kebijakan Penegakan Supremasi Hukum dan Perlindungan HAM, melalui Program: 1) 2) Peningkatan kesadaran hukum aparatur dan masyarakat; Penerapan hukum secara konsekwen;

BAB VI Kebijakan Umum Kabupaten Bandung

VI-3

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung

3) 4) 5) 6) 7) 8) C.

Sosialisasi, bantuan dan perlindungan hukum; Pengembangan sistem jaringan informasi dan dukumentasi hukum; Pengembangan produk hukum daerah; Perlindungan Hak Azasi Manusia di daerah; Pemberdayaan aparatur dalam penegakan hukum; Pemantapan koordinasi antar penegak hukum;

Kebijakan Peningkatan Kesadaran Politik Masyarakat dan Pengembangan Tatanan Kehidupan Politik yang Dermokratis; dengan Program 1) 2) Peningkatan pendidikan politik masyarakat; Peningkatan kesadaran politik masyarakat terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara; 3) 4) 5) Pengembangan kebebasan berpendapat dan berorganisasi; Fasilitasi kegiatan politik di daerah; Perlindungan hak politik masyarakat.

6.3 Kebijakan untuk mendukung Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (Misi 3) Peningkatan kualitas sumberdaya manusia meliputi pemantapan moral dan mental, peningkatan kemampuan intelektual, keahlian, derajat kesehatan, kemandirian dan kepercayaan diri yang akan bermuara pada peningkatan produktifitas masyarakat. Upaya tersebut perlu didukung dengan kebijakan dan program : A. Kejakan Peningkatan Kualitas Pendidikan, dengan Program: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Peningkatan pelayanan pendidikan; Pengembangan Partisipasi Masyarakat dan dunia usaha terhadap pendidikan; Pengkayaan muatan lokal kebudayaan daerah dan keagamaan; Pemantapan Wajar Dikdas 9 tahun; Peningkatan dan pembinaan lembaga pendidikan non formal dan kejuruan; Peningkatan kualitas tenaga kependidikan; Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan; Pengembangan manajemen sekolah; Peningkatan kesejahteraan guru;

10) Pengembangan tingkat partisipasi sekolah; 11) Peningkatan rata-rata lama sekolah (RLS); 12) Pengembangan pendidikan anak dini usia.

BAB VI Kebijakan Umum Kabupaten Bandung

VI-4

dengan Program: 1) Pemberdayan potensi generasi muda dalam kewirausahaan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung B. Peningkatan budaya hidup bersih. Perbaikan gizi. makanan dan minuman. 3) Peningkatan ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan. Penanggulangan penyakit. anak dan reproduksi. Pengembangan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan. 5) Pemasyarakatan olah raga. sehat dan berkualitas. Peningkatan ruang partisipasi perempuan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pembinaan. 7) 8) 9) Pengembangan kesehatan lingkungan. Perlindungan ibu. BAB VI Kebijakan Umum Kabupaten Bandung VI-5 . 9) Pengembangan kawasan olah raga terpadu Si Jalak Harupat. 4) Pemantapan ketahanan moral dan mental generasi muda. 8) Pembinaan dan peningkatan manajemen olah raga. D. 10) Pengembangan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. kepemimpinan dan kepeloporan. peralatan kesehatan dan kosmetika. pembangunan dan kemasyarakatan. Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. Kebijakan Pemantapan Pengarusutamaan Kesetaraan Gender. 6) Perningkatan prestasi olah raga. 7) Peningkatan sarana dan prasarana olah raga masyarakat. Perlindungan dan advokasi hak-hak perempuan. dengan Program: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Kebijakan Peningkatan Kapasitas Kesadaran Hidup Sehat dan Kualitas Kesehatan Masyarakat . C. 2) Pengembangan media aktivitas dan kreativitas generasi muda dalam pembangunan. dengan Program: 1) 2) 3) Peningkatan keberdayaan perempuan. pengawasan dan pengendalian obat-obatan. Kebijakan Peningkatan Keberdayan Generasi Muda dan Olah Raga.

Advokasi dan perlindungan hak-hak anak. dengan Program: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Pengamanan ketersedian pangan. didefinisikan sebagai ketidakmampuan mesyarakat dalam memenuhi standar minimum kebutuhan hidupnya. Pengembangan sentra-sentra-sentra unggulan pada kawasan andalan. Masalah kemiskinan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Revitalisasi pertanian. Pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial. Peningkatan distribusi pangan. pertenakan dan perikanan. sentra konveksi. Diversivikasi pangan. sarana dan prasarana rehabiltasi sosial. Kebijakan Peningkatan Potensi Perekonomian Daerah dan Penanggulangan Kemiskinan. Pengembangan agribisnis. 10) Bantuan dan jaminan kesejahteraan sosial. BAB VI Kebijakan Umum Kabupaten Bandung VI-6 . tidak adanya kesempatan atau peluang usaha dan tidak adanya kemampuan usaha. Pencegahan serta penanggulangan masalah pangan. Penaganan masalah-masalah sosial. Meet Bussines Centre (Pusat Perdagangan Daging Terpadu). dengan Program: 1) 2) 3) 4) 5) Peningkatan kualitas pelayanan. seperti sentra tekstil. 6) 7) 8) 9) Penanggulangan bencana dan pengungsi. sentra agribisnis. diantaranya tidak adanya pendapatan. lansia dan penyandang tuna sosial. Kebijakan untuk menanggulagi masalah kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat perlu ditunjang dengan : A. Pemberdayaan anak terlantar. Kebijakan Peningkatan Perlindungan dan Kesejahteraan Soaial. Peningkatan ketahanan sosial. penyandang cacat. Peningkatan pasca panen dan pengolahan hasil. Penanggulangan peyalahgunaan NAPZA. 9) Peningkatan sarana dan prasarana perdagangan. individu. Pengembangan sistem perlindungan sosial.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 6. keluarga dan masyarakat. B.4 Kebijakan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat (Misi 4) Kemiskinan yang menjadi permasalahan utama pembangunan.

sikap serta nilai-nilai yang mempengaruhi cara berfikir dan bertindak. Kesalehan sosial sebagai perwujudkan sifat masyarakat bertaqwa merupakan kesatuan utuh dari pengetahuan. 6. 15) Pengembangan sistem dan kemampuan manajemen usaha. Kebijakan Perbaikan Iklim Ketenagakerjaan. 12) Pengembangan semangat dan jiwa kewirausahaan. Peneningkatan partisipasi angkatan kerja. terutama permodalan. 17) Pengembangan akses terhadap sumber daya produktif.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 10) Pengembangan koperasi. 18) Peningkatan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat miskin. tetapi juga muatan sosial. keimanan dan ketaqwaan yang terlefleksikan BAB VI Kebijakan Umum Kabupaten Bandung VI-7 . 16) Peningkatan promosi dan pengembangan iklim investasi. usaha mikro. dengan Program: 1) 2) 3) 4) 5) Keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Penyelesaian masalah-masalah ketenagakerjaan. 11) Pengembangan industri manufaktur. Pemantapan hubungan industrial. 13) Pengembangan badan usaha milik daerah (BUMD). Dalam perspektif agama.5 Kebijakan untuk Mewujudkan Kesalehan Sosial Berlandasan Iman dan Taqwa Keimanan dan ketaqwaan adalah landasan moral dan etika yang tidak hanya memiliki muatan spiritual. Peningkatan pelayanan kependudukan dan transmigrasi. kecil dan menengah. tetapi juga harus diaplikasikan dalam kehidupan sosial. Penataan administrasi kependudukan. 14) Pengembangan ekonomi syariah. sehingga tercipta kesalehan kolektif untuk merajut kehidupan bersama. Peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Perlindungan dan pengembangan ketenagakerjaan. C. Kebijakan Pengendalian Pertumbuhan Penduduk dan Peningkatan kualitas Keluarga. D. 19) Pengembangan keparawisataan. sehingga pada prakteknya tidak saja ditunjukan dengan ketaatan ritual individu. Peningkatan ketahanan dan pemberdayaan keluarga. Pengendalian urbanisasi. dengan Program: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Perluasan dan pengembangan kesempatan kerja.

2) Peningkatan bimbingan agama bagi aparatur pemerintah dan masyarakat. Kebijakan untuk mendukung misi tersebut diantaranya : A. BAB VI Kebijakan Umum Kabupaten Bandung VI-8 . 5) Pemberdayaan ormas keagamaan. C. 5) Pengembangan keteladanan dalam kepemimpinan. 3) Optimalisasi zakat. dengan Program: 1) Optimalisasi peran dan fungsi lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan. 9) Pengembangan TPA/TKA. 8) Peningkatan intensitas komunikasi dan kerjasama pemerintah dengan lembaga keagamaan. 4) Pengembangan etika sosial berbasis nilai-nilai agama. 4) Pengembangan ekonomi melalui lembaga keagamaan. 5) Pencegahan penyebaran agama tertentu bagi masyarakat yang telah beragama. dengan Program: 1) Peningkatan penerapan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam aktivitas pemerintahan dan pembangunan. Kebijakan Peningkatan Intensitas Pembinaan Agama dan Kehidupan Keagamaan. B. 6) Peningkatan transparasi dan kejujuran berpemerintahan. 4) Peningkatan kerukunan hidup beragama. 7) Penataan pakaian dinas sesuai dengan nilai-nilai agama. dengan Program: 1) Peningkatan persatuan dan kesatuan umat. 2) Peningkatan harmonisasi sosial. infaq dan sadaqah. 2) Pengembangan manajemen potensi umat. Kebijakan Penerapan Nilai-nilai Keimanan dan Ketaqwaan Dalam Kehidupan Sosial. 6) Pengembangan kegiatan-kegiatan keagamaan masyarakat dan aparatur pemerintah. Kebijakan Pengembangan Potensi Umat. 3) Pengembangan ekonomi syari’ah. 3) Peningkatan pendidikan agama pada kurikulum pendidikan umum.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung dalam kesalehan sosial merupakan syarat mutlak bagi tercapainya kesejahteraan.

Penanaman nilai budaya sunda pada anak dini usia dan generasi muda. 4) Pengembangan ekonomi budaya. dengan Program: 1) Pengembangan sarana dan prasarana keagamaan. 3) Peningkatan keberdayaan lembaga seni dan budaya. dengan Program: 1) Pengembangan adat istiadat daerah. BAB VI Kebijakan Umum Kabupaten Bandung VI-9 . seperti tersedianya gedung kesenian. Kebijakan Pengembangfan dan Pelestarian Program: 1) Peningkatan sarana dan prasarana seni dan budaya. khazanah kebudayaan Sunda yang sangat beragam dapat dijadikan sumber produktifitas yang khas bagi masyarakat dan menjadi kebanggaan daerah. dengan B. Kebijakan dan program yang diperlukan untuk mewujudkan misi tersebut adalah : A. 6. Kebijakan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kehidupan Beragama. dengan Program: 1) 2) 3) Penggalian nilai-nilai budaya sunda. 5) Pengembangan bahasa sunda sebagai bahasa ibu daerah. 4) Peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha bagi pengembangan budaya sunda. Selain. agar masyarakat Sunda dapat mengambil peran sentral dalam pembangunan. 2) Peningkatan muatan lokal budaya sunda dalam kurikulum pendidikan.6 Kebijakan untuk Mendukung Upaya Menggali dan Menumbuhkembangkan Budaya Sunda (Misi 6) Budaya Sunda yang sangat kaya dengan nilai-nilai merupakan falsafah hidup yang sangat menentukan sikap dan karakter masyarakat Sunda. Kebijakan Pemantapan Ketahana Budaya Masyarakat. C. Peningkatan apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan sunda. Kebijakan Peningkatan Kesadaran dan Kecintaan Terhadap Budaya Sunda. 3) Peningkatan pelayanan ibadah haji. 2) Pelestarian asset budaya. perlu digali dan dikembangkan nilai-nilai budaya yang baik untuk memotivasi potensi masyarakat. Budaya Sunda. 3) Pengembangan produk budaya. 2) Peningkatan manajemen pengeloalaan ZIS.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung D.

BAB VI Kebijakan Umum Kabupaten Bandung VI-10 . Kebijakan Menyerasikan Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang Dalam Sistem Tata Ruang Yang Terpadu. diterima secara sosial dan ramah lingkungan. yaitu menguntungkan secara ekonomis. Pengembangan sentra agribisnis. Pengembangan dan penataan pusat-pusat pertumbuhan. 2) Peningkatan kesadaran dan wawasan lingkungan. Pengembangan sentra tekstil. Pembangunan jalan tol Soreang-Pasirkoja dan Gedebage.Majalaya. Pengembangan utilitas umum (pasar dan terminal).Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 6. dengan Program: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Pengembangan kawasan andalan dan kota mandiri. Kebijakan Percepatan Pembangunan Yang berkelanjutan. Pengembangan sentra konveksi. 3) Pengawasan dan pengendalian aktivitas pembangunan. Kebijakan dan program untuk mendukung hal tersebut dilakukan dengan : A. dengan Program: 1) Pengembangan perencanaan tata ruang wilayah. B. 5) Peningkatan peran serta masyarakat dan lembaga kemasyarakatan dalam usaha pelestarian lingkungan. 3) Pengelolaan dan pendayagunaan limbah. Kebijakan Meningkatkan daya Dukung dan Kualitas Lingkungan. Pengembangan daerah ibu kota Soreang. 2) Pengembangan manajemen pertanahan. 6) Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. 4) Penegakan hukum lingkungan. Seluruh aktifitas pembangunan harus dilandasi oleh tiga pilar pembangunan secara seimbang. C. 8) Efisiensi pemanfaatan sumberdaya alam. dengan Program: 1) Peningkatan rehabilitasi lahan kritis dan konservasi alam. 7) Pengelolaan dan pendayagunaan sampah. tanpa mengorbankan kepentingan generasi yang akan datang. Pengembangan Jaringan prasarana dasar wilayah.7 Kebijakan untuk Memelihara Keseimbangan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan (Misi 7) Pembangunan berkelanjutan diartikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan generasi masa kini.

dengan Program: 1) 2) 3) 4) Pembinaan dan penguatan pemerintahan desa. Kebijakan Program: 1) Pengembangan pasar desa. pengembangan kapasitas keuangan desa. 4) Pengembangan akses pemasaran produk desa. RW.8 Kebijakan untuk Meningkatkan Kinerja Pembangunan Desa (Misi 8) Dalam rangka pencapaian kesejahteraan masyarakat desa. Peningkatan kinerja pembangunan desa harus berorientasi pada penguatan pemerintahan desa dan lembaga kemasyarakatan desa. 5) 6) 7) Peningkatan sarana dan prasarana desa. Desa sebagai unit wilayah terkecil harus menjadi fokus utama dan muara dari seluruh aktifitas pembangunan daerah. melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal. Pemberdayaan kelembagan masyarakat (BPD.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 10) Pengembangan dan pengelolaan sumberdaya air. Peningkatan kualitas perangkat desa. peningkatan ekonomi pedesaan dan pembangunan kawasan pedesaan. Pengembangan tugas pembantuan kepada desa. Kebijakan Meningkatkan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Ketahanan Masyarakat Desa. 5) Pengembangan lembaga dan jasa keuangan desa. pembangunan harus dititikberatkan pada upaya untuk meningkatkan kinerja pembangunan desa. Pengembangan alokasi dana desa (ADD) dan pengelolaan sumber keuangan desa. 12) Penataan iklim investasi yang kondusif. RT dan lain-lain). pemberdayaan masyarakat desa untuk meningkatkan partisipasi pembangunan. Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perdesaan. 6. dengan B. Kebijakan dan program untuk mendukung hal tersebut dilakukan dengan : A. 3) Pengembangan badan usaha milik desa (BUMDES). BAB VI Kebijakan Umum Kabupaten Bandung VI-11 . 11) Pengembangan dan pengelolaan pertambangan dan energi. 2) Pengembangan produk unggulan desa. LKMD. Pemberdayaan kelompok massyarakat desa.

Kebijakan Program: Meningkatkan Pembangunan Kawasan Perdesaan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung C. dengan 1) Peningkatan infra struktur perdesaan. 2) Pengembangan utilitas perdesaan. 3) Penataan fungsi ruang kawasan perdesaan. BAB VI Kebijakan Umum Kabupaten Bandung VI-12 .

artinya belanja ini merupakan belanja kebutuhan minimal untuk operasional pemerintahan. Dalam matriks tersebut dijabarkan kebijakan. belanja modal. Dalam perkiraan besaran pagu indikatif setiap program lima tahunan dan tahunan harus memperhatikan perkiraan belanja daerah yang merupakan kebutuhan dalam rangka pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan kepentingan pembangunan. Sedangkan belanja tidak langsung adalah belanja yang tidak dipengaruhi secara langsung oleh adanya program atau kegiatan. maka untuk memperoleh perkiraan belanja untuk tiap program. Jika dilihat dari jenis belanjanya. indikator keluaran. Belanja ini timbul secara periodik dalam rangka koordinasi pelaksanaan kewenangan pemerintahan daerah dan digunakan bersama-sama (common cost) untuk melaksanakan program dan kegiatan setiap unit. Karena sifat belanja langsung diatas. fungsi dan sub fungsi pembangunan serta alokasi proporsi indikatif APBD per program baik lima tahunan maupun tahunan. BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-1 . artinya besaran belanja tersebut mengikuti jenis dan banyaknya jumlah kegiatan secara berbanding lurus. Matriks ini digunakan untuk menyusun Renstra-SKPD dan Rencana Kerja tahunan SKPD sesuai dengan fungsi dan sub fungsi serta memperhatikan sumber daya yang tersedia. Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan (BHBK) dan Biaya tak Terduga. pemerintah daerah terlebih dahulu harus menyisihkan anggaran untuk belanja tidak langsung yang terdiri dari belanja gaji pegawai/personalia. program. belanja daerah secara garis besar terbagi menjadi belanja langsung dan belanja tidak langsung.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung BAB VII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Program pembangunan daerah lima tahun kedepan dituangkan dalam matriks program lima tahunan dan program tahunan. Belanja langsung adalah belanjabelanja yang timbul sebagai konsekwensi adanya program atau kegiatan pembangunan yang dibutuhkan dalam kurun satu tahun anggaran.

Pelayanan Umum 4 5 Terselenggaranya sistem kepegawaian yang berdasar pada aturan perundangundangan. profesional.34096% APBD Kabupaten Pelayanan Umum 6 Terbentuknya mental aparatur yang kreatif dan inovatif Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya 0. Terwujudnya budaya kerja aparatur yang berdisiplin. inovatif. Terselenggaranya sistem reward dan punishment Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya Pelayanan Umum 0.37678% APBD Kabupaten Terbentuknya aparatur yang kreatif. 5) Peningkatan motivasi kerja melalui intensifikasi reward dan punishmen.42453% APBD Kabupaten 2 3 2) Peningkatan kapabilitas dan kompetensi aparatur melalui pendidikan umum. produktif dan bertanggungjawab Terbentuknya aparatur yang profesional sesuai dengan Tupoksi Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0. Mewujudkan Kepemerintahan yang baik (sistem dan pelaku) KEBIJAKAN PROGRAM Indikator Keluaran FUNGSI SUB FUNGSI Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD Sumber Pedanaan Keterangan 1. 3) Peningkatan semangat dan jiwa kewirausahaan. bermoral.34622% APBD Kabupaten 0. disiplin. 6) Pengembangan mental model yang kreatif dan inovatif. diklat struktural dan teknis fungsional. Pendidikan Pendidikan Kedinasan 0.34860% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-2 . budaya dan etos kerja aparatur. Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur 1 1) Peningkatan moral. 4) Penataan sistem dan manajemen kepegawaian daerah.1 MATRIKS PROGRAM LIMA TAHUNAN RPJMD KATEGORI INTERVENSI Perbaikan Tata Pemerintahan Misi 1.33714% APBD Kabupaten 0.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 7.

Terwujudnya harmonisasi peraturan daerah dengan peraturan perundangundangan yang lebih tinggi 2.38155% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 7 PROGRAM 7) Peningkatan kapabilitas kepemimpinan pemerintahan dengan mengedepankan keteladanan.24533% 4 4) Pengembangan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. efektif. Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0. Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya 0. Tertatanya fungsi-fungsi kelembagaan pemerintahan supaya lebih memadai.25558% APBD Kabupaten 2 3 2) Peningkatan sarana dan prasarana pemerintahan. proporsional. Indikator Keluaran Terbentuknya keteladanan setiap jiwa pimpinan satuan kerja FUNGSI Pelayanan Umum SUB FUNGSI Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya Keterangan 2.26999% APBD Kabupaten APBD Kabupaten 0. efisien dan transparan Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0.27159% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-3 . 3) Penataan peraturan perundang-undangan daerah. Kebijakan Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan Daerah 1 1) Penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan.efektif.25974% APBD Kabupaten 5 5) Peningkatan pengawasan fungsional dan pengawasan melekat. Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya 0. ramping dan kaya fungsi serta responsif Tersedianya sarana dan prasarana pendukung pelayanan publik 1. Terselenggaranya evaluasi berkala atas kinerja dan temuan hasil pengawasan yang independent.Tersedianya regulasi sesuai kebutuhan daerah Terselenggaranya proses penyelenggaraan kinerja instansi pemerintah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.

27512% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 6 PROGRAM 6) Peningkatan koordinasi. Indikator Keluaran Meningkatnya koordinasi. 2 2) Deregulasi dan debirokratisasi pelayanan publik. Kebijakan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 1 1) Intensifikasi standar pelayanan minimal (SPM). Kelurahan dan Desa. Terwujudnya pendelegasian kewenangan sesuai dengan peraturan yang ada Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya Pelayanan Umum 0.Tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap Pelayanan Publik Terbentuknya sistem. 10) Pengembangan evaluasi kebijakan. 1. sinkronisasi dan simplikasi. 9) Peningkatan hubungan antar lembaga pemerintahan.48804% APBD Kabupaten Pelayanan Umum Pelayanan Umum 1.Terbentuknya Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada tiap SKPD 2. integrasi. 7) Pembinaan dan pengelolaan pertanahan. sinkronisasi dan simplikasi hubungan kerja antar lembaga Terbentuknya tertib pertanahan FUNGSI Pelayanan Umum SUB FUNGSI Pelayanan Umum Keterangan 7 Pelayanan Umum 8 9 8) Optimalisasi pendelegasian kewenangan dari kabupaten ke Kecamatan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.23604% APBD Kabupaten 0.27608% APBD Kabupaten 10 Terjalinnya harmonisasi antar lembaga pemerintahan baik secara vertikal maupun horizontal Tersusunnya langkah-langkah sistematis evaluasi lebijakan Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya 0.23060% APBD Kabupaten 3. mekanisme dan prosedur pelayanan publik yang mudah dan sederhana Pelayanan Umum Pelayanan Umum 1.48035% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-4 .23572% APBD Kabupaten 0. integrasi.

Tersedianya produk hukum mengenai penataan namanama jalan di ibukota Kabupaten Bandung 6. Indikator Keluaran 1.84492% APBD Kabupaten 2 2) Peningkatan efisiensi dan efektivitas pembiayaan daerah.Terwujudnya keseimbangan antara serapan anggaran yang bersifat pembangunan Terwujudnya alokasi dana desa yang proporsional Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0. 2.Meningkatnya pendapatan asli daerah dari sumber restribusi dan pajak daerah 1.Terpeliharanya tugu batas Kabupaten/Kota dan gapura Kabupaten 4. Terbangunnya pilar batas daerah Kabupaten Bandung 3.Terwujudnya rasionalitas anggaran 2. Terwujudnya pemekaran Kabupaten Bandung. 1. Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0.Terlaksananya penataan wilayah kecamatan di Kabupaten Bandung yang berorientasi pada kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan publik FUNGSI Pelayanan Umum SUB FUNGSI Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya Keterangan 4. Kebijakan Peningkatan Kapasitas Keuangan Daerah 1 1) Optimalisasi pendapatan asli daerah melalui intensifikasi retribusi dan pajak daerah.Bertambahnya sumber pendapatan asli daerah 3.Terbangunnya tugu batas kecamatan 5.Tersedianya dokumen datadata potensi restribusi dan pajak daerah 2.52068% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 3 PROGRAM 3) Penataan wilayah.88425% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-5 .Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 1.79964% APBD Kabupaten 3 3) Perimbangan keuangan antara pemerintah kabupaten Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0.

Kebijakan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dan Sektor Swasta Dalam Pembangunan 1 1) Pengembangan manajemen partisipatif. 4 4) Optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah. 4) Pemberdayaan lembaga swadaya masyarakat. 3) Penataan tugas pembantuan kepada desa. Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0. Terbentunya sistem dan mekanisme yang mengatur pola partisipasi masyarakat terhadap pembangunan Terbentuknya fasilitasi sistem pengawasan masyarakat Meningkatnya kinerja dalam tugas pembantuan kepada desa Meningkatnya tugas dan fungsi LSM. organisasi profesi dan lembaga kemasyarakatan lainnnya. Tersosialisasikannya program pembangunan kepada masyarakat Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pemerintahan 0.24287% 6. organisasi profesi dan lembaga kemasyarakatan dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0.25132% 0.38433% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-6 .79844% APBD Kabupaten 5.29033% APBD Kabupaten 2 3 4 2) Pengembangan sistem pengawasan masyarakat.Meningkatnya kontribusi pendapatan dari laba BUMD 2. Kebijakan Pengembangan Sistem Informasi dan Komunikasi pembangunan 1 1) Peningkatan transparasi programprogram pembangunan.28090% APBD Kabupaten APBD Kabupaten APBD Kabupaten 0. Indikator Keluaran FUNGSI SUB FUNGSI Keterangan 1.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD Sumber Pedanaan KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN PROGRAM dan desa.Meningkatnya tingkat kepuasan hasil kerja BUMD Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0.

Terdapatnya badan khusus yang menangani urusan desa 2.32449% APBD Kabupaten Misi 8.Tersedianya aparatur daerah yang memahami peraturan perundangundangan tentang desa 3. Tertatanya sistem dan mekanisme pengelolaan informasi dan komunikasi Terjalinnya hubungan yang sinergis dan konstruktif dengan media massa Pelayanan Umum 3 Pelayanan Umum Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya Pelayanan Umum Pemerintahan Lainnya 0.35660% APBD Kabupaten 0.Terwujudnya sistem dan kinerja penyelenggaraan pemerintahan desa baik 4.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD Sumber Pedanaan KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN PROGRAM Indikator Keluaran FUNGSI SUB FUNGSI Lainnya Keterangan 2 2) Pengembangan manajemen informasi dan komunikasi. fungsi serta kewenangan desa Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0. Kebijakan Meningkatkan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Ketahanan Masyarakat Desa 1 — Pembinaan dan penguatan pemerintahan desa.80805% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-7 .Tersedianya penyelenggaraan pemerintahan desa yang mampu melaksanakan tugas. Meningkatkan Kinerja Pembangunan Desa (otonomi desa) 1. 1. 3) Pengembangan kemitraan dengan media massa.

RW.Tersedianya sarana dan prasarana desa 2.Terinventarisasinya kewenangan desa yang dapat dilaksanakan 2.Optimalnya kinerja perangkat desa dan pelayanan kepada masyarakat 3.Terwujudnya partisipasi secara optimal lembaga desa dalam pembangunan 2.84072% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 2 PROGRAM — Peningkatan kualitas perangkat desa.78773% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-8 .79038% APBD Kabupaten 6 — Pemberdayaan kelembagan masyarakat (BPD.Terpenuhinya sarana dan prasarana seda sesuai kebutuhan 1.79038% APBD Kabupaten 4 — Pengembangan alokasi dana desa (ADD) dan pengelolaan sumber keuangan desa. Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0.Teroptimalisasinya penggunaan alokasi dana desa3. Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0. Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0.Meningkatnya pengetahuan (kualitas lembaga desa) FUNGSI Pelayanan Umum SUB FUNGSI Pelayanan Umum Keterangan 3 — Pengembangan tugas pembantuan kepada desa.Meningaktnya kesejahteraan perangkat desa 1.Terwujudnya pengalokasian dana desa2. RT dan lain-lain).81599% APBD Kabupaten 5 — Peningkatan sarana dan prasarana desa.Terserapnya sumbersumber keuangan desa dan meningkatnya swadaya masyarakat 1. LKMD.Tertata dan terlaksananya tugas pembantuan desa 1. Pelayanan Umum Pelayanan Umum 0.Meningkatnya kualitas kerja aparat desa 2.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0. Indikator Keluaran 1.

FUNGSI Pelayanan Umum SUB FUNGSI Pelayanan Umum Keterangan 2.14664% APBD Kabupaten Berkembang dan teroptimalkannya BUMDES Ekonomi 0. kesejahteraan keluarga.Dilibatkannya masyarakat/kelompok masyarakat dalam perencanaan. koperasi dan UKM 0. kesenian. Indikator Keluaran 1. Teroptimalisasinya pemanfaatan sumber daya lokal Ekonomi Perdagangan. pengembangan usaha. — Pengembangan akses pemasaran produk desa.Meningkatnya kesehatan reproduksi. pengembangan olah raga. koperasi dan UKM Perdagangan.14347% APBD Kabupaten 4 Semakin luas jaringan akses pemasaran produk desa Ekonomi 0.Meningkatnya kemandirian kelompok masyarakat desa 4. koperasi dan UKM Perdagangan. koperasi dan UKM Perdagangan.82571% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 7 PROGRAM — Pemberdayaan kelompok massyarakat desa.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.Terbentuk dan terinventarisasinya kelompokkelompok masyarakat sesuai profesi 2. pengembangan usaha. budaya dan lain-lain. — Pengembangan badan usaha milik desa (BUMDES). melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal. pengembangan usaha. pelaksanaan maupun evaluasi pembangunan 3.13961% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-9 . Berkembangnya sarana pasar desa Ekonomi 2 3 — Pengembangan produk unggulan desa. Kebijakan Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perdesaan 1 — Pengembangan pasar desa.15064% APBD Kabupaten 0. pengembangan usaha.

Tertatanya fungsi kawasan perdesaan secara optimal Ekonomi Transportasi 1.77900% APBD Kabupaten 3 — Penataan fungsi ruang kawasan perdesaan. koperasi dan UKM Keterangan 3. pengembangan usaha.48710% APBD Kabupaten Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik dan infrastruktur pendukungnya BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-10 . Pelayanan Umum Pelayanan Umum 1.Tersedianya data fasilitas umum dan fasilitas sosial desa 2. Kebijakan Meningkatkan Pembangunan Kawasan Perdesaan 1 — Peningkatan infra struktur perdesaan. Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur perdesaan serta meningkatnya pengetahuan dan kemampuan teknis masyarakat desa 1.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.tersusunya penataan fungsi ruang kawasan pedesaan dalam RDTR 2.78689% APBD Kabupaten 2 — Pengembangan utilitas perdesaan.Meningkatnya kemanfaatan dan daya guna fasilitas yang ada 1. Lingkungan Hidup Tata Ruang dan pertanahan 1. Indikator Keluaran Berkembangnya lembaga dan jasa keuangan desa FUNGSI Ekonomi SUB FUNGSI Perdagangan.11246% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 5 PROGRAM — Pengembangan lembaga dan jasa keuangan desa.

— Pengkayaan muatan lokal kebudayaan daerah dan keagamaan. — Peningkatan kualitas tenaga kependidikan. Terwujudnya peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas Meningkatnya partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pengembangan pendidikan Terwujudnya kurikulum pendidikan yang mengandung muatan lokal kebudayaan daerah dan keagamaan Terlaksananya pendidikan wajar dikdas 9 tahun bagi anak usia sekolah dari seluruhlapisan masyarakat terutama keluarga miskin Terselenggaranya pendidikan non formal dan kejuruan yang berorientasi kepada keahlian Meningkatnya kompetensi dan profesionalisme tenaga kependidikan Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai Pendidikan 2 3 — Pengembangan Partisipasi Masyarakat dan dunia usaha terhadap pendidikan. Pendidikan Pendidikan pelayanan bantuan terhadap pendidikan pelayanan bantuan terhadap pendidikan Pendidikan lainnya 1.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD Sumber Pedanaan KATEGORI INTERVENSI Misi 3.27541% APBD Kabupaten 4 — Pemantapan Wajar Dikdas 9 tahun.40960% APBD Kabupaten 1. Pendidikan Pendidikan dasar 1.24740% APBD Kabupaten APBD Kabupaten 7 Pendidikan 1. Kebijakan Peningkatan Kualitas Pendidikan PROGRAM Indikator Keluaran FUNGSI SUB FUNGSI Keterangan 1 — Peningkatan pelayanan pendidikan. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (difokuskan pada masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan) KEBIJAKAN 1.09221% APBD Kabupaten 6 Pendidikan 1.29524% APBD Kabupaten 1.31158% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-11 . Pendidikan Pendidikan nonformal dan informal Pendidikan lainnya pelayanan bantuan terhadap pendidikan 1. — Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.33142% APBD Kabupaten 5 — Peningkatan dan pembinaan lembaga pendidikan non formal dan kejuruan.

Meningkatnya tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memelihara kesehatan Kesehatan Pelayanan kesehatan masyarakat Pelayanan kesehatan masyarakat 1. sehat dan berkualitas.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 1. — Peningkatan budaya hidup bersih.63998% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-12 . Pendidikan Pendidikan usia dini 1. Kebijakan Peningkatan Kapasitas Kesadaran Hidup Sehat dan Kualitas Kesehatan Masyarakat 1 — Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.16339% 10 Pendidikan 1. Indikator Keluaran Terselenggaranya KBM berbasis MBS secara optimal Meningkatnya aktivitas guru dalam KBM Berkurangnya angka putus sekolah Terlaksananya pendidikan sejak dini usia dan meningkatnya RLS Terlaksananya pendidikan pra sekolah FUNGSI Pendidikan SUB FUNGSI Pendidikan lainnya Pendidikan lainnya Pendidikan lainnya Pendidikan dasar Keterangan 9 Pendidikan 1. — Peningkatan kesejahteraan guru. — Peningkatan rata-rata lama sekolah (RLS).13655% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten APBD Kabupaten APBD Kabupaten APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 8 PROGRAM — Pengembangan manajemen sekolah.32675% 12 — Pengembangan pendidikan anak dini usia.33025% 11 Pendidikan 1. — Pengembangan tingkat partisipasi sekolah.27657% APBD Kabupaten 2.53799% APBD Kabupaten 2 Kesehatan 1.

52575% APBD Kabupaten 5 — Perlindungan ibu.Terlaksananya pembangunan prasarana dasar lingkungan pemukiman 3.Terlaksananya program prokasin dan terbangunannya sarana pengolahan dan sanitasi 4.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 1. peralatan kesehatan dan kosmetika.53799% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 3 PROGRAM — Penanggulangan penyakit. makanan dan minuman. peralatan kesehatan dan kosmetika Kesehatan 1.Terbangunnya saluran drainase lingkungan perkotaan 5. — Pengembangan kesehatan lingkungan. Kesehatan Obat dan perbekalan kesehatan 1. anak dan reproduksi.Tersedianya dokumen perencanaan teknis dan outline plan drainase 6. pengawasan dan pengendalian obatobatan. Meningkatnya status gizi masyarakat terutama balita dan bumil Meningkatnya status kesehatan ibu. makanan dan minuman.30954% APBD Kabupaten 7 1.53663% APBD Kabupaten 6 — Pembinaan. Kesehatan 1.Tersedianya dokumen perencanaan teknis dan data verifikasi sanitasi 2.Tersedianya dokumen perencanaan teknis dan masterplan drainase Kesehatan kesehatan lainnya 1. Indikator Keluaran Menurunnya angka kesakitan FUNGSI Kesehatan SUB FUNGSI Pelayanan kesehatan masyarakat Pelayanan kesehatan perorangan keluarga berencana Keterangan 4 — Perbaikan gizi.60327% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-13 . anak dan pada masa reproduksi Terkendalinya penggunaan obat-obatan.

Kebijakan Pemantapan Pengarusutamaan Kesetaraan Gender 1 — Peningkatan keberdayaan perempuan. — Pengembangan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan.24684% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-14 . Indikator Keluaran Tersedianya sarana dan prasarana kesehatan yang memadai Tersedianya SDM tenaga kesehatan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan 1.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 1. — Perlindungan dan advokasi hak-hak perempuan.Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat FUNGSI Kesehatan SUB FUNGSI Pelayanan kesehatan masyarakat Pelayanan kesehatan masyarakat Pelayanan kesehatan masyarakat Keterangan 9 Kesehatan 1.24239% APBD Kabupaten 2 Perlindungan sosial Pemberdayaan perempuan 0.44008% APBD Kabupaten 3.59919% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 8 PROGRAM — Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan.46592% APBD Kabupaten 10 Kesehatan 1. — Pengembangan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Meningkatnya peran serta perempuan dalam proses pembangunan Teroptimalisasinya perlindungan dan advokasi hak perempuan Perlindungan sosial Pemberdayaan perempuan 0.Tersedianya sistem jaringan pelayanan kesehatan bagi masyarakat 2.

Tersedianya media aktifitas dan kreatifitas generasi muda yang akomodatif Pariwisata dan Budaya pembinaan kepemudaan dan olah raga 0. Terbentuknya generasi muda yang memiliki jiwa wirausaha.20764% APBD Kabupaten 2 — Pengembangan media aktivitas dan kreativitas generasi muda dalam pembangunan. Kebijakan Peningkatan Keberdayan Generasi Muda dan Olah Raga 1 — Pemberdayaan potensi generasi muda dalam kewirausahaan.27097% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 3 PROGRAM — Peningkatan ruang partisipasi perempuan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Meningkatnya ketahanan moral dan mental generasi muda Pariwisata dan Budaya pembinaan kepemudaan dan olah raga 0. pembangunan dan kemasyarakatan. Indikator Keluaran Meningkatnya peran serta perempuan dalam proses pembangunan FUNGSI Perlindungan sosial SUB FUNGSI Pemberdayaan perempuan Keterangan 4. jiwa kepemimpinan dan pelopor Pariwisata dan Budaya pembinaan kepemudaan dan olah raga 0. kepemimpinan dan kepeloporan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0. Tersedianya kesempatan generasi muda untuk berpartisipasi secara optimal dalam pembangunan Pariwisata dan Budaya pembinaan kepemudaan dan olah raga 0.20595% APBD Kabupaten 4 — Pemantapan ketahanan moral dan mental generasi muda.20200% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-15 .17943% APBD Kabupaten 3 — Peningkatan ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan.

— Pembinaan dan peningkatan manajemen olah raga. Tersedianya sarana dan prasarana olah raga masyarakat sesuai kebutuhan Terwujudnya sistem dan mekanisme keolahragaan yang berorientasi pada prestasi Terbangunnya kawasan olah raga terpadu Si Jalak Harupat.17350% APBD Kabupaten 9 — Pengembangan kawasan olah raga terpadu Si Jalak Harupat. Pariwisata dan Budaya 0.Meningkatnya kualitas pelayanan rehabilitasi sosial 2.15548% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-16 .18422% APBD Kabupaten Misi 4.Tersedianya sarana dan prasarana rehabilitasi sosial perlindungan sosial perlindungan sosial lainnya 0. Indikator Keluaran Tumbuhnya aktivitas keolahragaan FUNGSI Pariwisata dan Budaya SUB FUNGSI pembinaan kepemudaan dan olah raga pembinaan kepemudaan dan olah raga pembinaan kepemudaan dan olah raga pembinaan kepemudaan dan olah raga pembinaan kepemudaan dan olah raga Keterangan 6 — Peningkatan prestasi olah raga. 1.18112% APBD Kabupaten 7 — Peningkatan sarana dan prasarana olah raga masyarakat. Kebijakan Peningkatan Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial 1 — Peningkatan kualitas pelayanan. Meningkatnya prestasi olah raga Pariwisata dan Budaya 0.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.17971% APBD Kabupaten 8 Pariwisata dan Budaya 0.17491% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 5 PROGRAM — Pemasyarakatan olah raga. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat. sarana dan prasarana rehabiltasi sosial. Pariwisata dan Budaya 0. 1.

lansia dan penyandang tuna sosial perlindungan sosial Perlindungan dan pelayanan orang sakit dan cacat 0.15313% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 2 PROGRAM — Pengembangan sistem perlindungan sosial. Tertanggulanginya masalahmasalah sosial Meningkatnya ketahanan sosial.15805% APBD Kabupaten 7 — Penaganan masalahmasalah sosial. penyandang cacat.16639% APBD Kabupaten APBD Kabupaten 8 0. individu. — Peningkatan ketahanan sosial. Tersedianya prosedur penanggulangan bencana secara cepat.15783% APBD Kabupaten 6 — Penanggulangan bencana dan pengungsi. pengetahuan dan keterampilan serta perlindungan anak terlantar. penyandang cacat.21387% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-17 . perlindungan sosial Penyuluhan dan bimbingan sosial 0. lansia dan penyandang tuna sosial. Indikator Keluaran Tersedianya sistem dan managemen perlindungan sosial Meningkatnya peran dan fungsi lembaga kesejahteraan sosial Tersedianya lembaga advokasi perlindungan anak FUNGSI perlindungan sosial SUB FUNGSI Penyuluhan dan bimbingan sosial Keterangan 3 — Pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial. — Advokasi dan perlindungan hak-hak anak. individu.15313% APBD Kabupaten 5 — Pemberdayaan anak terlantar. keluarga dan masyarakat. terarah dan terpadu ketertiban dan keamanan penanggulangan bencana 0.15377% APBD Kabupaten 4 perlindungan sosial Perlindungan dan pelayanan sosial anak-anak dan keluarga 0. Meningkatnya kemampuan. keluarga dan masyarakat perlindungan sosial perlindungan sosial bantuan dan jaminan sosial Perlindungan dan pelayanan sosial anak-anak dan keluarga 0.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.

66642% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-18 .kehuta nan. Kebijakan Peningkatan Potensi Perekonomian Daerah dan Penanggulangan Kemiskinan 1 — Pengamanan ketersedian pangan.17772% APBD Kabupaten 2.70797% APBD Kabupaten 3 — Peningkatan pasca panen dan pengolahan hasil.61725% APBD Kabupaten 5 — Pencegahan serta penanggulangan masalah pangan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0. Indikator Keluaran menurunnya tingkat penggunaan obat-obatan terlarang Terwujudnya bantuan dan jaminan kesejahteraan sosial FUNGSI Kesehatan SUB FUNGSI Obat dan perbekalan kesehatan bantuan dan jaminan sosial Keterangan 10 — Bantuan dan jaminan kesejahteraan sosial. Tertatanya sistem pendistribusian pangan secara proporsional Meningkatnya hasil panen secara optimal dan terolah dengan baik Tersedianya keragaman pangan Ekonomi 0. perikanan dan kelautan 0. Tertanggulanginya permasalahan pangan Ekonomi 0.kehuta nan. perikanan dan kelautan pertanian. perikanan dan kelautan pertanian. Terpenuhinya kebutuhan pangan Ekonomi pertanian.19911% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 9 PROGRAM — Penanggulangan peyalahgunaan NAPZA. perlindungan sosial 0. perikanan dan kelautan pertanian.kehuta nan.70712% APBD Kabupaten 2 — Peningkatan distribusi pangan.72154% APBD Kabupaten 4 Ekonomi 0. — Diversifikasi pangan.kehuta nan. Ekonomi 0. perikanan dan kelautan pertanian.kehuta nan.

Meningkatnya hasil produksi industri manufaktur Ekonomi Perdagangan. usaha kecil dan menengah Ekonomi Perdagangan. Meningkatnya peran dan fungsi koperasi.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.89365% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-19 . Meningkatnya hasil pertanian. usaha mikro. perikanan dan kelautan Perdagangan. koperasi dan UKM 0. pengembangan usaha. pengembangan usaha. sentra konveksi. pengembangan usaha. koperasi dan UKM Keterangan 7 — Revitalisasi pertanian. pengembangan usaha. sentra agribisnis.92926% APBD Kabupaten 8 Tersedianya penampungan dan pemasaran hasil produksi Ekonomi 0. koperasi dan UKM 0. — Peningkatan sarana dan prasarana perdagangan. seperti sentra tekstil.91739% APBD Kabupaten 9 Tersedianya sarana dan prasaran perdagangan sesuai kebutuhan Ekonomi Perdagangan. Indikator Keluaran Terwujudnya kawasan dan produk agribisnis FUNGSI Ekonomi SUB FUNGSI Perdagangan.64692% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 6 PROGRAM — Pengembangan agribisnis. kecil dan menengah. koperasi dan UKM 0.85720% APBD Kabupaten 10 — Pengembangan koperasi. koperasi dan UKM 0. peternakan dan perikanan Ekonomi pertanian.kehuta nan. Meat Bussines Centre (Pusat Perdagangan Daging Terpadu).99540% APBD Kabupaten 11 — Pengembangan industri manufaktur. pertenakan dan perikanan. pengembangan usaha. — Pengembangan sentrasentra unggulan pada kawasan andalan.

80293% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 12 PROGRAM — Pengembangan semangat dan jiwa kewirausahaan. pengembangan usaha. koperasi dan UKM Keterangan 13 — Pengembangan badan usaha milik daerah (BUMD). pengembangan usaha.83685% APBD Kabupaten 16 — Peningkatan promosi dan pengembangan iklim investasi. Meningkatnya investasi Ekonomi Perdagangan. koperasi dan UKM 0. koperasi dan UKM 0. Terbentuknya iklim usaha yang profesional Ekonomi Perdagangan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0. koperasi dan UKM 0. pengembangan usaha. Terserapnya akses permodalan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya produktif Ekonomi Perdagangan.83346% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-20 . Indikator Keluaran Terwujudnya kegiatankegiatan kewirausahaan FUNGSI Ekonomi SUB FUNGSI Perdagangan. pengembangan usaha. Terselenggaranya kegiatan ekonomi yang berbasis syariah Ekonomi Perdagangan.64608% APBD Kabupaten 14 — Pengembangan ekonomi syariah. terutama permodalan. pengembangan usaha.95300% APBD Kabupaten 15 — Pengembangan sistem dan kemampuan manajemen usaha. koperasi dan UKM 0. koperasi dan UKM 0. pengembangan usaha.77071% APBD Kabupaten 17 — Pengembangan akses terhadap sumber daya produktif. Meningkatnya privatibilitas BUMD Ekonomi Perdagangan.

— Pengembangan keparawisataan.30826% APBD Kabupaten 3 Ekonomi tenaga kerja 0. — Pemantapan hubungan industrial. — Peneningkatan partisipasi angkatan kerja. — Peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.88941% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 18 PROGRAM — Peningkatan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat miskin.28569% APBD Kabupaten 5 Terjalinnya hubungan sinergis masyarakat industri Ekonomi Industri dan konstruksi 0.32276% APBD Kabupaten 2 Tersedianya tenaga kerja yang berkualitas dan produktif Terbentuknya lembagalembaga perlindungan tenaga kerja Menurunnya angka pengangguran Ekonomi tenaga kerja 0.80378% APBD Kabupaten 3.28457% APBD Kabupaten 4 Ekonomi tenaga kerja 0. Indikator Keluaran Terpenuhinya hak dasar masyarakat miskin FUNGSI perlindungan sosial SUB FUNGSI bantuan dan jaminan sosial Keterangan 19 Terwujudnya sistem dan manajemen kepariwisataan Pariwisata dan Budaya Pengembangan pariwisata dan budaya 0.23552% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-21 . Kebijakan Perbaikan Iklim Ketenagakerjaan 1 — Perluasan dan pengembangan kesempatan kerja. Terserapnya tenaga kerja secara optimal Ekonomi tenaga kerja 0.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0. — Perlindungan dan pengembangan ketenagakerjaan.

Menurunnya laju pertumbuhan penduduk.menurunnya tingkat angka kesakitan masa reproduksi Kesehatan keluarga berencana 0.32878% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-22 . — Penataan administrasi kependudukan.25168% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 6 PROGRAM — Penyelesaian masalahmasalah ketenagakerjaan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.29906% 5 — Pengendalian urbanisasi. — Peningkatan pelayanan kependudukan dan transmigrasi. Berkurangnya perpindahan penduduk dari desa ke kota Perlindungan sosial Penyuluhan dan bimbingan sosial 0.42520% APBD Kabupaten 2 — Peningkatan ketahanan dan pemberdayaan keluarga. 2. 1. Kebijakan Pengendalian Pertumbuhan Penduduk dan Peningkatan kualitas Keluarga 1 — Keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Meningkatnya keterampilan dan ketahanan keluarga Perlindungan sosial Penyuluhan dan bimbingan sosial 0.38388% APBD Kabupaten 3 Tertatanya sistem pencatatan kependudukan Menurunnya tingkat keluhan terhadap pelayanan kependudukan dan transmigrasi Perlindungan sosial Perlindungan sosial Perlindungan sosial lainnya Penyuluhan dan bimbingan sosial 0.25157% APBD Kabupaten APBD Kabupaten 4 0. Indikator Keluaran Terfasilitasinya masalahmasalah ketenagakerjaan FUNGSI Ekonomi SUB FUNGSI tenaga kerja Keterangan 4.

KEBIJAKAN 1. daya dukung dan kualitas lingkungan 2.Teroptimalisasinya lahan kritis dan konservasi lahan Meningkatnya pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan fungsi strategis lingkungan Lingkungan hidup tata ruang dan pertanahan 0. Terkelolanya limbah domestik dan limbah industri beserta pemanfaatannya 1.Berfungsinya penegak hukum secara optimal Lingkungan hidup manajemen limbah 0. Kebijakan Meningkatkan daya Dukung dan Kualitas Lingkungan 1 PROGRAM Indikator Keluaran FUNGSI SUB FUNGSI Keterangan — Peningkatan rehabilitasi lahan kritis dan konservasi alam. Memelihara Keseimbangan Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan. 1.58720% APBD Kabupaten 3 — Pengelolaan dan pendayagunaan limbah.63957% APBD Kabupaten 4 — Penegakan hukum lingkungan. Lingkungan hidup konsevasi sumber daya alam 0.53745% APBD Kabupaten 2 — Peningkatan kesadaran dan wawasan lingkungan.Meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat dan aparat terhadap hukum lingkungan 2.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD Sumber Pedanaan KATEGORI INTERVENSI Misi 7. Lingkungan hidup perlindungan lingkungan hidup lainnya 0.Meningkatnya keseimbangan lahan.53680% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-23 .

Meningkatnya efisiensi pemanfaatan SDA Lingkungan hidup konsevasi sumber daya alam 0.Tersedianya sistem pola dan mekanisme pengelolaan sampah terpadu 2.Tersedianya TPS dan TPA 3.54858% APBD Kabupaten 2.Terlaksananya pengembangan hutan rakyat Lingkungan hidup konsevasi sumber daya alam 0. Kebijakan Menyerasikan Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang Dalam Sistem Tata Ruang Yang Terpadu BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-24 .54007% APBD Kabupaten 7 — Pengelolaan dan pendayagunaan sampah.57804% APBD Kabupaten 8 — Efisiensi pemanfaatan sumberdaya alam.54007% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 5 PROGRAM — Peningkatan peran serta masyarakat dan lembaga kemasyarakatan dalam usaha pelestarian lingkungan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0. 1. Indikator Keluaran 1.Adanya peran aktif dari masyarakat dan lembaga kemastarakatan dalam melestarikan lingkungan FUNGSI Lingkungan hidup SUB FUNGSI konsevasi sumber daya alam Keterangan 6 — Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. 1.Meningkatnya kesadaran pelestarian hutan 2.Terlaksananya KISS program Dibale dengan stakeholder terkait 2.Terlaksananya daur ulang dan pendayagunaan sampah Lingkungan hidup manajemen limbah 0.

Teroptimalisasinya pengendalian dan pengawasan pembangunan Lingkungan hidup Perlilndungan Lingkungan hidup lainnya 2.04197% APBD Kabupaten 3 — Pengawasan dan pengendalian aktivitas pembangunan. Tersedianya data-data pertanahan 2. Indikator Keluaran Tersusunnya dokumen perencanaan.29906% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 1 PROGRAM — Pengembangan perencanaan tata ruang wilayah. Lingkungan hidup tata ruang dan pertanahan 2.25769% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-25 . 1.Teroptimalisasinya pelaksanaan penertiban penggunaan tanah sesuai peruntukannya 3.Terfasilitasinya masalahmasalah pertanahan FUNGSI Lingkungan hidup SUB FUNGSI Perlilndungan Lingkungan hidup lainnya Keterangan 2 — Pengembangan manajemen pertanahan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 2. penataan kawasan khusus dan pemetaan melalui KISS program 1.Tersusunnya sistem pengawasan dan pengendalian pembangunan 2. RDTR.Teroptimalisasinya administrasi pertanahan 4.

majalaya 1.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD Sumber Pedanaan KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 3. fasilitas sosial dan perumahan2. penetapan kawasan andalan dan kota mandiri Berkembangnya jaringan prasarana dasar wilayah (SRTPK) Terwujudnya pembangunan jalan tol pasir koja. — Pengembangan Jaringan prasarana dasar wilayah.Majalaya.12801% APBD Kabupaten 3 Lingkungan hidup tata ruang dan pertanahan 0.13781% APBD Kabupaten 4 Perumahan dan fasilitas umum Perumahan dan pemukiman lainnya 0.14081% APBD Kabupaten 2 Lingkungan hidup tata ruang dan pertanahan 0. Tersusunnya dokumen rencana terpadu.13560% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-26 . — Pengembangan utilitas umum (pasar dan terminal).Tersedianya data verifikasi fasilitas umum. — Pembangunan jalan tol Soreang-Pasirkoja dan Gedebage.Tertata dan termanfaatkan sarana prasarana fasilitas umum Lingkungan hidup tata ruang dan pertanahan 0.soreang dan gedebage. Kebijakan Percepatan Pembangunan Yang berkelanjutan PROGRAM Indikator Keluaran FUNGSI SUB FUNGSI Keterangan 1 — Pengembangan kawasan andalan dan kota mandiri.

14255% APBD Kabupaten 7 — Pengembangan sentra agribisnis. pengembangan usaha.14856% APBD Kabupaten 8 — Pengembangan sentra tekstil.Tertatanya pelaksanaan pembangunan untuk pengembangan kota soreang FUNGSI Perumahan dan fasilitas umum SUB FUNGSI litbang perumahan dan pemukiman Keterangan 6 — Pengembangan dan penataan pusat-pusat pertumbuhan.14713% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-27 .Tersedianya dokumen pra feasibility dan pra design 3. Ekonomi Perdagangan.Tersedianya dokumen perencanaan teknis terpadu 2. Indikator Keluaran 1.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0. 1.Terlaksananya studi manajemen dan rekayasa lalulintas serta perhubungan Ekonomi Ekonomi lainnya 0. koperasi dan UKM 0. koperasi dan UKM 0.Eks terminal cingcin dan pengembangannya 4.Terwujudnya sarana dan prasarana fisik penunjang dinamisasi sektor ekonomi 2.Tersedianya pusat penampungan dan pemasaran Tersedianya pusat produksi tekstil dan pemasaran Ekonomi Perdagangan. pengembangan usaha.Teroptimalisasinya pengolahan hasil produksi 2.12801% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 5 PROGRAM — Pengembangan daerah ibu kota Soreang. 1.

air bawah tanah 2.13133% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-28 . 1.Terlaksananya pengembangan pengelolaan sumber daya air 3.Tersedianya peta mitigasi.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0. Indikator Keluaran Tersedianya pusat pengembangan dan pemasaran konveksi FUNGSI Ekonomi SUB FUNGSI Perdagangan.Tersedianya data sebaran bahan galian dan mineral 2.15994% APBD Kabupaten 11 — Pengembangan dan pengelolaan pertambangan dan energi. 1.Tersedianya dokumen rencana induk penggunaan induk data verifikasi air baku. listrik pedesaan. pengembangan usaha. koperasi dan UKM Keterangan 10 — Pengembangan dan pengelolaan sumberdaya air.14461% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 9 PROGRAM — Pengembangan sentra konveksi. pengembangan usaha. potensi geothermal. pembangkit listrik alternatif dan untuk keperluan sendiri beserta pengembangannya Ekonomi bahan bakar dan energi 0. bencana geologi. koperasi dan UKM 0.14413% APBD Kabupaten 12 — Penataan iklim investasi yang kondusif.Tersedianya sarana air bersih Ekonomi Pengairan 0. Terciptanya iklim kemudahan melakukan investasi Ekonomi Perdagangan.

Terciptanya suasana yang kondusif dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat dan berpemerintahan ketertiban dan keamanan ketertiban . — Peningkatan kemampuan deteksi dini terhadap kemungkinan ancaman gangguan Kamtibmas. Tenteram dan Dinamis.13000% APBD Kabupaten 3 Terantisipasinya kemungkinan munculnya gangguan kamtibmas ketertiban dan keamanan ketertiban . KEBIJAKAN PROGRAM Indikator Keluaran FUNGSI SUB FUNGSI Keterangan 1. Tertib. keamanan dan hukum lainnya 0. Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman. Kebijakan Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Instabilitas Kehidupan Masyarakat 1 — Peningkatan rasa saling percaya antar komponen masyarakat. dan antara masyarakat dengan pemerintah.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD Sumber Pedanaan KATEGORI INTERVENSI Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal Misi 2.13193% APBD Kabupaten 2 — Pembinaan kesatuan dan persatuan masyarakat. keamanan dan hukum lainnya 0.12583% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-29 . Terwujudnya persatuan dan kesatuan masyarakat ketertiban dan keamanan ketertiban dan keamanan 0.

13481% APBD Kabupaten 2.12279% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 4 PROGRAM — Pemantapan pemerintah sebagai fasilitator dan mediator penyelesaian masalah sosial kemasyarakatan.11846% APBD Kabupaten 6 — Peningkatan kesadaran budaya tertib.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0. Berkurangnya pelanggaran hukum ketertiban dan keamanan Pembinaan hukum 0. keamanan dan hukum lainnya 0. Indikator Keluaran Terselesaikannya permasalahan melalui mediasi pemerintah FUNGSI ketertiban dan keamanan SUB FUNGSI peradilan Keterangan 5 — Peningkatan kualitas SDM Kamtramtib.09276% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-30 . Kebijakan Penegakan Supremasi Hukum dan Perlindungan HAM 1 — Peningkatan kesadaran hukum aparatur dan masyarakat.10395% APBD Kabupaten 2 Terujudnya rasa keadilan masyarakat ketertiban dan keamanan ketertiban . keamanan dan hukum lainnya ketertiban . Terwujudnya SDM kamtrantib yang profesional ketertiban dan keamanan ketertiban . Meningkatnya ketertiban umum ketertiban dan keamanan 0. keamanan dan hukum lainnya 0. — Penerapan hukum secara konsekwen.

keamanan dan hukum lainnya ketertiban . bantuan dan perlindungan hukum. — Pemantapan koordinasi antar penegak hukum. — Pengembangan sistem jaringan informasi dan dokumentasi hukum.Tersedianya peraturan daerah dan peraturan bupati sesuai kebutuhan 2. 1. Indikator Keluaran Tercapainya peningkatan pengetahuan dan pemahaman hukum masyarakat 1.09432% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 3 PROGRAM — Sosialisasi. keamanan dan hukum 0.08977% APBD Kabupaten 6 — Perlindungan Hak Azasi Manusia di daerah.Terciptanya sistem jaringan informasi yang tertib FUNGSI ketertiban dan keamanan SUB FUNGSI Pembinaan hukum Keterangan 4 ketertiban dan keamanan Pembinaan hukum 0. Berkurangnya pelanggaran HAM ketertiban dan keamanan ketertiban .09289% APBD Kabupaten 7 — Pemberdayaan aparatur dalam penegakan hukum. keamanan dan hukum lainnya Pembinaan hukum 0.Tersusunnya kodifikasi bahan-bahan sosialisasi produk hukum pusat dan daerah ketertiban dan keamanan Litbang ketertiban.09328% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-31 .Tertatanya dokumentasi hukum yang tertib 2.09849% APBD Kabupaten 8 ketertiban dan keamanan 0. Meningkatnya kapasitas dan kapabilitas aparatur dalam penegakan hukum Terjalinnya kerjasama sinergis antar penegak hukum ketertiban dan keamanan 0.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.09836% APBD Kabupaten 5 — Pengembangan produk hukum daerah.

keamanan dan hukum lainnya ketertiban . Kebijakan Peningkatan Kesadaran Politik Masyarakat dan Pengembangan Tatanan Kehidupan Politik yang Dermokratis PROGRAM Indikator Keluaran FUNGSI SUB FUNGSI Keterangan 1 — Peningkatan pendidikan politik masyarakat. Terwujudnya kebebasan dalam menentukan pilihan politik ketertiban dan keamanan 0. — Fasilitasi kegiatan politik di daerah.15459% APBD Kabupaten 4 ketertiban dan keamanan ketertiban .Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD Sumber Pedanaan KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 3.15155% APBD Kabupaten 2 ketertiban dan keamanan 0. keamanan dan hukum lainnya ketertiban . Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap politik Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan berpolitik ketertiban dan keamanan ketertiban . keamanan dan hukum lainnya 0. keamanan dan hukum lainnya 0.15132% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-32 . — Peningkatan kesadaran politik masyarakat terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara.15810% APBD Kabupaten 3 — Pengembangan kebebasan berpendapat dan berorganisasi. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam menyampaikan aspirasi Terwujudnya kehidupan politik yang demokratis ketertiban dan keamanan Pembinaan hukum 0.14827% APBD Kabupaten 5 — Perlindungan hak politik masyarakat.

Kebijakan Peningkatan Intensitas Pembinaan Agama dan Kehidupan Keagamaan 1 — Optimalisasi peran dan fungsi lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan.Meningkatnya kualitas keberfungsian lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan 2.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD Sumber Pedanaan KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN PROGRAM Indikator Keluaran FUNGSI SUB FUNGSI Keterangan Misi 5. 1. 1.Meningkatnya ketahanan moral dan mental masyarakat 4.10428% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-33 . Mamantapkan Kesalehan Sosial Berlandaskan Iman dan Taqwa.Meningkatnya peran dan fungsi kelembagaan sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan Perlindungan sosial Perlindungan sosial lainnya 0.Terlaksananya KISS program Dibale/ kec dengan stakeholder terkait 3.

Meningkatnya penarapan nilai agama dalam kehidupan FUNGSI Pendidikan SUB FUNGSI pendidikan keagamaan Keterangan 3 — Peningkatan pendidikan agama pada kurikulum pendidikan umum.08872% APBD Kabupaten 4 — Peningkatan kerukunan hidup beragama.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0. inter ummat beragama dan antar umat beragama Perlindungan sosial Penyuluhan dan bimbingan sosial 0.meningkatnya bimbingan agama bagi aparatur pemerintah dan masyarakat 4. Menurunnya penyebaran agama tertentu pada masyarakat yang telah beragama Perlindungan sosial Penyuluhan dan bimbingan sosial 0.11458% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 2 PROGRAM — Peningkatan bimbingan agama bagi aparatur pemerintah dan masyarakat. Indikator Keluaran 1.09892% APBD Kabupaten 5 — Pencegahan penyebaran agama tertentu bagi masyarakat yang telah beragama.Terwujudnya peningkatan kualitas iman dan takwa 3.Meningkatnya kualitas kegiatan-kegiatan keagamaan masyarakat dan aparatur nagara 2. adanya penambahan jam pelajaran agama pada kurikulum mulai sekolah dasar sampai menengah Pendidikan pendidikan keagamaan 0.06759% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-34 . Meningkatnya kerukunan hidup beragama.

Meningkatnya kesejahteraan pengelola TPA dan TKA Pendidikan Pendidikan nonformal dan informal 0.07148% APBD Kabupaten 9 — Pengembangan TPA/TKA.Meningkatnya kualitas pendidikan dan pengajaran untuk siswa TPA dan TK 4.Meningkatnya intensitas FKUU di tingkat kabupaten. — Penataan pakaian dinas sesuai dengan nilai-nilai agama.07443% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-35 .08336% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 6 PROGRAM — Pengembangan kegiatan-kegiatan keagamaan masyarakat dan aparatur pemerintah.Terwujudnya silaturahmi antara pemerintah dengan lembaga keagamaan 2. kecamatan dan desa Pelayanan Umum Pelayanan umum 0. 1. dan legislatif keuangan dan fiskal serta urusan bantuan luar negeri 0. Indikator Keluaran Terwujudnya kegiatan keagamaan yang terpadu antara pemerintah daerah dengan masyarakat FUNGSI Perlindungan sosial SUB FUNGSI Penyuluhan dan bimbingan sosial Keterangan 7 Meningkatnya kesadaran aparat untuk memakai pakaian dinas sesuai dengan nilai-nilai agama Pelayanan Umum lembaga eksekutif.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.Meningkatnya jumlah TPA dan TKA baru 2.06045% APBD Kabupaten 8 — Peningkatan intensitas komunikasi dan kerjasama pemerintah dengan lembaga keagamaan.Meningkatnya manajemen pengelolaan TPA dan TKA 3. 1.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD Sumber Pedanaan KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN PROGRAM Indikator Keluaran FUNGSI SUB FUNGSI Keterangan 2.11512% APBD Kabupaten 2 Terwujudnya kehidupan sosial yang agamis harmonis 1.Adanya pemahaman masyarakat tentang ekonomi syariah Kesejahteraan sosial Ekonomi Penyuluhan dan bimbingan sosial Perdagangan. koperasi dan UKM 0. — Peningkatan harmonisasi sosial.12943% APBD Kabupaten APBD Kabupaten 3 0.Adanya sosialisasi tentang pengembangan ekonomi syariah4.Terbentuknya tenaga profesional yang mengelola lembaga perbankan maupun non perbankan syariah3.12087% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-36 . — Pengembangan ekonomi syari’ah. Kebijakan Penerapan Nilainilai Keimanan dan Ketaqwaan Dalam Kehidupan Sosial 1 — Peningkatan penerapan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam aktivitas pemerintahan dan pembangunan.Terbentuknya lembagalembaga ekonomi syariah2. Meningkatnya pribadi aparatur yang iman dan takwa Pendidikan Pendidikan keagamaan 0. pengembangan usaha.

Terwujudnya kebersamaan umat 2.14003% APBD Kabupaten 2 — Pengembangan manajemen potensi umat.Tersedianya sistem dan mekanisme serta pola pengembangan potensi umat Kesejahteraan sosial Penyuluhan dan bimbingan sosial 0. Kebijakan Pengembangan Potensi Umat 1 — Peningkatan persatuan dan kesatuan umat. 1.17197% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-37 .12181% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 4 PROGRAM — Pengembangan etika sosial berbasis nilai-nilai agama. Indikator Keluaran Terwujudnya perilaku sosial berdasarkan nilai agama FUNGSI Kesejahteraan sosial SUB FUNGSI Penyuluhan dan bimbingan sosial Keterangan 5 Terwujudnya keteladanan pimpinan Kesejahteraan sosial Penyuluhan dan bimbingan sosial 0.13830% APBD Kabupaten 6 Meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Kesejahteraan sosial Penyuluhan dan bimbingan sosial 0. — Peningkatan transparasi dan kejujuran berpemerintahan. 1. — Pengembangan keteladanan dalam kepemimpinan.Terinventarisasinya potensi umat 2.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.13830% APBD Kabupaten 3.Kokohnya ketahanan moral dan mental umat Kesejahteraan sosial Penyuluhan dan bimbingan sosial 0.

Indikator Keluaran 1.13849% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 3 PROGRAM — Optimalisasi zakat.Meningkatnya peran serta ormas-ormas keagamaan2.17675% APBD Kabupaten 5 — Pemberdayaan ormas keagamaan.Terbentuknya lembagalembaga ekonomi yang mengayomi kepentingan umat Kesejahteraan sosial Penyuluhan dan bimbingan sosial 0.Terwujudnya pemahaman tentang pengembangan ekonomi di lembaga keagamaan 2.Adanya kesadaran untuk mengeluarkan ZIS 2.13658% APBD Kabupaten 4. infaq dan sadaqah.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.Terwujudnya pemanfaatan ZIS bagi kepentingan umat FUNGSI Kesejahteraan sosial SUB FUNGSI Penyuluhan dan bimbingan sosial Keterangan 4 — Pengembangan ekonomi mulai lembaga keagamaan.Meningkatnya kemampuan ormas keagamaan Kesejahteraan sosial Penyuluhan dan bimbingan sosial 0. 1. Kebijakan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kehidupan Beragama BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-38 . 1.

Tersedianya sarana dan prasarana keagamaan yang memadai sebagai tempat untuk beribadah dan aktivitas umat 2.Adanya lembaga permanen yang mengelola ZIS 2. Menggali dan Menumbuh kembangkan Budaya Sunda. 1. 1.Tumbuh suburnya aktivitas keagamaan yang berorientasi pada kesadaran umat untuk beragama dan bernegara FUNGSI Kesejahteraan sosial SUB FUNGSI Penyuluhan dan bimbingan sosial Keterangan 2 — Peningkatan manajemen pengeloalaan ZIS. Kebijakan Peningkatan Kesadaran dan Kecintaan Terhadap Budaya Sunda BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-39 .Terwujudnya pemahaman tentang pengelola ZIS melalui sosialisasi dan penataran caloan pengelola ZIS supaya lebih profesional Kesejahteraan sosial Penyuluhan dan bimbingan sosial 0. Indikator Keluaran 1.25904% APBD Kabupaten 3 — Peningkatan pelayanan ibadah haji.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.27438% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 1 PROGRAM — Pengembangan sarana dan prasarana keagamaan.23041% APBD Kabupaten Misi 6. Terwujudnya sistem pelayanan ibadah haji Kesejahteraan sosial Penyuluhan dan bimbingan sosial 0.

Indikator Keluaran Terinventarisasinya nilai-nilai budaya Sunda FUNGSI Pariwisata dan budaya SUB FUNGSI Pengembangan pariwisata dan budaya Pengembangan pariwisata dan budaya Keterangan 2 — Peningkatan apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan sunda. 1.Meningkatnya kesadaran dan kecintaan generasi muda terhadap budaya sunda Pariwisata dan budaya Pengembangan pariwisata dan budaya 0.Meningkatnya kreatifitas masyarakat terhadap pengembangan budaya sunda Pariwisata dan budaya 0. Tersedianya sarana dan prasarana kesenian dan kebudayaan Pariwisata dan budaya Pengembangan pariwisata dan budaya 0. Kebijakan Pengembangan dan Pelestarian Budaya Sunda 1 — Peningkatan sarana dan prasarana seni dan budaya.Meningkatnya pemahaman nilai budaya sunda pada anak usia dini dan generasi muda2.25918% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 1 PROGRAM — Penggalian nilai-nilai budaya sunda.24677% APBD Kabupaten 2.25787% APBD Kabupaten 3 — Penanaman nilai budaya sunda pada anak dini usia dan generasi muda.Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap budaya sunda 2. seperti tersedianya gedung kesenian.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.15053% APBD Kabupaten BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-40 . 1.

— Peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha bagi pengembangan budaya sunda.16593% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 2 PROGRAM — Peningkatan muatan lokal budaya sunda dalam kurikulum pendidikan.14803% APBD Kabupaten 3.Ditetapkannya bahasa sunda sebagai bahasa ibu daerah 2. Kebijakan Pemantapan Ketahana Budaya Masyarakat BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-41 . Indikator Keluaran Terakomodirnya muatan lokal budaya sunda dalam kurikulum pendidikan FUNGSI Pendidikan SUB FUNGSI Pendidikan lainnya Keterangan 3 — Peningkatan keberdayaan lembaga seni dan budaya.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.14880% APBD Kabupaten 4 Pariwisata dan budaya 0.Meningkatnya penggunaan bahasa sunda sebagai bahasa sehari hari baik kegiatan formal maupun informal Pariwisata dan budaya Pengembangan pariwisata dan budaya 0. 1. Meningkatnya peran dan fungsi lembaga seni dan budaya Meningkatnya partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pengembangan budaya sunda Pariwisata dan budaya Pengembangan pariwisata dan budaya Pengembangan pariwisata dan budaya 0.15053% APBD Kabupaten 5 — Pengembangan bahasa sunda sebagai bahasa ibu daerah.

Tergalinya nilai – nilai budaya2. 1.Terpeliharanya aset budaya 1.18795% Sumber Pedanaan APBD Kabupaten KATEGORI INTERVENSI KEBIJAKAN 1 PROGRAM — Pengembangan adat istiadat daerah.Tersosialisasikannya budaya melalui manajemen pemasaran yang terbuka FUNGSI Pariwisata dan budaya SUB FUNGSI Pengembangan pariwisata dan budaya Pengembangan pariwisata dan budaya Pengembangan pariwisata dan budaya Keterangan 2 — Pelestarian asset budaya.00000% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-42 . Pariwisata dan budaya 0.19508% APBD Kabupaten 4 — Pengembangan ekonomi budaya.20153% APBD Kabupaten 100. Pariwisata dan budaya 0.Tersedianya data aset budaya yang perlu dilestarikan 2. Indikator Keluaran Terpeliharanya adat-istiadat daerah dalam kehidupan sehari-hari 1.Adanya sistem informasi terpadu tentang peta budaya 3.Terbentuknya pusat pasar seni Pariwisata dan budaya Pengembangan pariwisata dan budaya 0.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Pagu Indikatif Lima tahunan dan Satu Tahun Transisi Alokasi % APBD 0.17927% APBD Kabupaten 3 — Pengembangan produk budaya.Teraksesnya produk budaya lokal ke tingkat nasional maupun internasional 2.

101% 0.650% 0.156% 5.189% 0.840% 0. 3) Penataan peraturan perundangundangan daerah.128% 0.073% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-43 . 6) Pengembangan mental model yang kreatif dan inovatif.174% 0.156% 1.110% 0.150% 0.123% 0.105% 0.919% 0.282% 0. Mewujudkan Kepemerintahan yang baik (sistem dan pelaku) KEBIJAKAN PROGRAM TAHUN 1 % APBD 52.778% 0.164% 0.191% 0. 6. Kebijakan Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan Daerah 1 2 3 1) Penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan.113% 2.591% 0.080% 0. Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur 1 2 1) Peningkatan moral.112% 3 4 5 0.145% 0.758% 0.162% 0. 4) Penataan sistem dan manajemen kepegawaian daerah.208% 0. budaya dan etos kerja aparatur.023% TAHUN 2 % APBD 43.687% 0.171% 0.091% 0.213% TAHUN 5 % APBD 9. 2) Peningkatan kapabilitas dan kompetensi aparatur melalui pendidikan umum.135% 0.147% 0.149% 0.103% 6 7 0.695% 0.616% 0.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tabel 7. 3) Peningkatan semangat dan jiwa kewirausahaan.812% 0.076% 0. 6.500% 0. 2) Peningkatan sarana dan prasarana pemerintahan.116% 0. 7) Peningkatan kapabilitas kepemimpinan pemerintahan dengan mengedepankan keteladanan.077% 1. diklat struktural dan teknis fungsional.126% 0. 5) Peningkatan motivasi kerja melalui intensifikasi reward dan punishmen.865% TAHUN 3 % APBD 23.710% 0.821% 0.169% 0.2 MATRIKS PROGRAM TAHUNAN RPJMD KATEGORI INTERVENSI Perbaikan Tata Pemerintahan Misi 1.282% 0.758% 0.908% 0.941% 1.768% 0.750% 5.100% 0.208% 1.103% 0.099% 1.521% 0.706% 0.550% 0.834% 0. disiplin.667% 1.183% TAHUN 4 % APBD 16.099% 0.175% 0.

118% 0.068% 7 8 9 10 3.000% 0.101% 0.081% 3.118% 0.000% 0.341% 0.626% 0. 10) Pengembangan evaluasi kebijakan.308% 0.116% 0.282% 0.569% 0.176% 5.527% 0. 0. 5) Peningkatan pengawasan fungsional dan pengawasan melekat.495% 1. 2) Deregulasi dan debirokratisasi pelayanan publik.568% 0. 8.481% 0.250% 2. Kelurahan dan Desa.861% 0.192% 0.000% 0.138% 0.561% 0.480% 0.000% 4.502% 1. 9) Peningkatan hubungan antar lembaga pemerintahan.000% 0. sinkronisasi dan simplikasi.108% 3.119% 0.077% 0.071% 2.665% 0.130% 0. 8) Optimalisasi pendelegasian kewenangan dari kabupaten ke Kecamatan.661% 1.500% 0.812% 1.000% 0.563% 0.136% 0.326% 0.000% 0.663% 0.000% 0.821% 1.068% 1.618% 6.070% 0.290% 2. 4) Optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah. 11.758% 2.654% 3.082% 0. 3) Penataan wilayah.470% 0.201% 0.112% 0.101% 0.189% 2.529% 0.099% 0. 6) Peningkatan koordinasi. 3) Perimbangan keuangan antara pemerintah kabupaten dan desa.070% 0. integrasi.587% 1.555% 0.528% 0.673% 3.081% 6 0.375% 3. Kebijakan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 1 2 3 1) Intensifikasi standar pelayanan minimal (SPM).082% 0. Kebijakan Peningkatan Kapasitas Keuangan Daerah 1 1) Optimalisasi pendapatan asli daerah melalui intensifikasi retribusi dan pajak daerah.654% 0.308% 0. 7) Pembinaan dan pengelolaan pertanahan.553% 0.092% 3.118% 0.117% 0. 2) Peningkatan efisiensi dan efektivitas pembiayaan daerah.558% 0.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 4 5 4) Pengembangan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.584% 0.138% 0.182% 2 3 4 BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-44 .754% 9.198% 1.182% 0.

042% 1.338% 0.338% 0.349% 0. Kebijakan Pengembangan Sistem Informasi dan Komunikasi pembangunan 1 2 3 1) Peningkatan transparasi program-program pembangunan.254% 0.237% 0.846% 2.290% 0.349% 0.646% 1.325% 0. — Peningkatan kualitas perangkat desa.352% 0. 2) Pengembangan sistem pengawasan masyarakat.259% 0.292% 0.376% 0.325% 0.275% 0. Kebijakan Meningkatkan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Ketahanan Masyarakat Desa 1 2 3 4 11.335% 0.444% 0.390% 0.290% 0.462% 0.317% 0.282% 0.284% 0.099% 1. 2) Pengembangan manajemen informasi dan komunikasi.396% 3.758% 0.273% — Pembinaan dan penguatan pemerintahan desa.081% 9.375% 4.099% 1. Kebijakan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dan Sektor Swasta Dalam Pembangunan 1 2 3 4 1) Pengembangan manajemen partisipatif.246% 0.206% 0.555% 0.299% 0.328% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-45 .582% 1. — Pengembangan tugas pembantuan kepada desa.200% 0.412% 0.634% 0.758% 0.429% 0. 1.396% 0.231% Misi 8.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 5.282% 0.393% 1. Meningkatkan Kinerja Pembangunan Desa (otonomi desa) 1.336% 0.273% 0.653% 0.302% 0.549% 0.179% 0.231% 1. organisasi profesi dan lembaga kemasyarakatan lainnnya.281% 0.571% 0. 1. 3) Pengembangan kemitraan dengan media massa.309% 1.548% 1.339% 1.317% 0.598% 1.231% 1. 3) Penataan tugas pembantuan kepada desa.173% 6.628% 0.368% 0.614% 0. — Pengembangan alokasi dana desa (ADD) dan pengelolaan 1. 4) Pemberdayaan lembaga swadaya masyarakat.375% 0.250% 0.537% 0.042% 1.

099% 0.228% 0.000% 0.805% 1. 5 6 — Peningkatan sarana dan prasarana desa. — Pengembangan badan usaha milik desa (BUMDES).800% 0.641% 0. 6. RW.804% 0.316% 0. RT dan lain-lain).617% 1.000% 0.273% 2.309% 1.000% 81.000% 0.174% 2.317% 0.231% 75.934% 1.537% 0. — Pemberdayaan kelembagan masyarakat (BPD. melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal.250% 5.000% — Pengembangan pasar desa.279% 0. Kebijakan Meningkatkan Pembangunan Kawasan Perdesaan 1 2 3 7.000% 0.165% 0. — Pengembangan produk unggulan desa. — Pengembangan lembaga dan jasa keuangan desa.000% 0.758% 0. — Penataan fungsi ruang kawasan perdesaan.305% 1.561% 0.509% 0.178% 1.669% Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan publik dan infrastruktur pendukungnya 41. 0.000% 0.614% 0.548% 1.612% 2.612% 0. LKMD.542% 1.239% 0. 1.000% 0.387% — Peningkatan infra struktur perdesaan.265% 0.332% 7 2.000% 1.617% 1. — Pengembangan utilitas perdesaan.271% 0.282% 0.176% 50. — Pengembangan akses pemasaran produk desa.153% 0.818% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-46 .208% 0.000% 0.601% 2.535% 0.123% 3 4 5 3.160% 0.495% 5.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung sumber keuangan desa.839% 1.200% 1. — Pemberdayaan kelompok massyarakat desa.210% 2.128% 2.943% 1.000% 69.221% 0.813% 1.000% 0.368% 0.233% 0.258% 0.157% 0. Kebijakan Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perdesaan 1 2 0.000% 0.

911% 2.881% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 — Peningkatan pelayanan pendidikan.752% 1.365% 1.511% 1.829% 0.445% 1. — Pengembangan tingkat partisipasi sekolah.516% 1.421% 1.193% 1.538% 15.822% 0. — Pengembangan Partisipasi Masyarakat dan dunia usaha terhadap pendidikan. — Pengkayaan muatan lokal kebudayaan daerah dan keagamaan.165% 1.841% 0.841% 0.877% 0.344% 1. — Peningkatan budaya hidup bersih.307% 1.996% 0.014% 1.325% 1. 0.751% 1. 10.168% 1. — Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.357% 1.038% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-47 . Kebijakan Peningkatan Kualitas Pendidikan 10.630% 1.605% 1.453% 1.016% 11.983% 1.445% 1. — Peningkatan dan pembinaan lembaga pendidikan non formal dan kejuruan. — Pengembangan manajemen sekolah.294% 1.475% 1.245% 1.364% 1. — Peningkatan kualitas tenaga kependidikan.538% 15.244% 1.883% 1.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Misi 3.749% 0.515% 1.360% 1. — Pengembangan pendidikan anak dini usia.577% 17.454% 1.929% 0.550% 1.412% 1.585% 1.720% 0. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (difokuskan pada masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan) 1.648% 1.767% 0.609% 0.120% 1. — Pemantapan Wajar Dikdas 9 tahun.878% 0.010% 1.863% 0.577% 17.279% 1.494% 1. Kebijakan Peningkatan Kapasitas Kesadaran Hidup Sehat dan Kualitas Kesehatan Masyarakat 1 2 — Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.947% 0.653% 1.070% 0.016% 11.586% 2.968% 1.854% 1.309% 1.874% 0.969% 1. sehat dan berkualitas.881% 1.864% 0.081% 1.681% 1.577% 1.654% 1.308% 18.011% 0.328% 1. — Peningkatan rata-rata lama sekolah (RLS). — Peningkatan kesejahteraan guru.868% 1.007% 0.308% 18.

503% 1.750% 1.640% 1.409% 0.014% 1. pengawasan dan pengendalian obat-obatan.054% 0. — Pembinaan.000% 0.617% 0.000% 4.949% 1.562% 0. pembangunan dan kemasyarakatan.738% 1.992% 1.000% 0. 1.863% 0. — Perlindungan ibu.789% 3. — Perbaikan gizi.167% 1.577% 1. anak dan reproduksi. — Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 3 4 5 6 — Penanggulangan penyakit.564% 1.575% 1. Kebijakan Pemantapan Pengarusutamaan Kesetaraan Gender 1 2 3 — Peningkatan keberdayaan perempuan.457% 0.476% 1.000% 0.282% 1.670% 1.826% 1.213% 0.361% 0. — Pengembangan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan.643% 1.896% 1. kepemimpinan dan kepeloporan. peralatan kesehatan dan kosmetika.217% 1.113% 1.000% 0.013% 1. — Peningkatan ruang partisipasi perempuan dalam penyelenggaraan pemerintahan.057% 1.731% 0.491% 1.113% 1.821% 1.639% 1.000% 0.731% 1.093% 1.214% 1.416% 0.627% 7 8 9 10 1.752% 1.966% 0.137% 0.552% 0.000% 0.909% 0.168% 1.342% 1.236% 0.158% 0.000% 0.258% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-48 . makanan dan minuman.355% 0.923% 2.987% 1. Kebijakan Peningkatan Keberdayan Generasi Muda dan Olah Raga 1 1. — Perlindungan dan advokasi hakhak perempuan.821% 1.006% 1. 1.098% 0.113% — Pemberdayaan potensi generasi muda dalam kewirausahaan. — Pengembangan kesehatan lingkungan.911% 1. — Pengembangan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.282% 1.994% 1.158% 1. 1.397% 0.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2 — Pengembangan media aktivitas dan kreativitas generasi muda dalam pembangunan.189% 0.266% 0.180% 0.162% 0.923% 2.198% 0.210% 0.136% 0.115% 0.179% 0. lansia dan penyandang tuna sosial.191% 0.175% 0. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat.174% 0.207% 0. — Pengembangan sistem perlindungan sosial.230% 0. — Peningkatan ketahanan sosial. individu. 1. 0.180% 0.256% 0.193% 0.132% 0.174% 0.244% 0.206% 0.178% 0. — Pemantapan ketahanan moral dan mental generasi muda. — Pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial.158% 0.133% 0.136% 0.190% 0.247% 2 3 4 5 6 7 8 9 BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-49 .223% 3 0.171% 0.116% 0.731% 1.114% 0.102% 0.120% 0.121% 0.157% 0.098% 0.196% 0.110% 0.104% 0.104% 0.190% 0.118% 0. — Pembinaan dan peningkatan manajemen olah raga.141% 0.118% 0. — Penanggulangan peyalahgunaan NAPZA.101% 0.151% 0.205% 0.217% 0. — Pemasyarakatan olah raga.101% 0.235% 0.136% 0.190% 0. — Penanggulangan bencana dan pengungsi.219% 0.216% 0.184% 0.229% 4 5 6 7 8 9 Misi 4. — Peningkatan prestasi olah raga.251% 0.199% 0.204% 0.120% 0.138% 0. — Penaganan masalah-masalah sosial.162% 0. keluarga dan masyarakat.101% 0.133% 0.196% 0. — Pengembangan kawasan olah raga terpadu Si Jalak Harupat. — Peningkatan sarana dan prasarana olah raga masyarakat.153% 0.223% 0. — Pemberdayaan anak terlantar. — Peningkatan ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan.157% 0.117% 0.177% 0.113% 1.118% 0.184% 0.282% 1.162% 0.119% 0.186% 0. 1.156% 0.131% 0. sarana dan prasarana rehabiltasi sosial. Kebijakan Peningkatan Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial 1 — Peningkatan kualitas pelayanan. — Advokasi dan perlindungan hakhak anak.159% 0.204% 0.225% 0.116% 0.140% 0.227% 0.207% 0.211% 0.126% 0. penyandang cacat.

706% 0.466% 0. — Pengembangan sistem dan kemampuan manajemen usaha.804% 1. sentra agribisnis. — Peningkatan distribusi pingan.953% 0.679% 0. 10.538% 15.469% 0.683% 0. seperti sentra tekstil.803% 1. usaha mikro. — Peningkatan sarana dan prasarana perdagangan.155% 0.491% 0.697% 0. — Pengembangan ekonomi syariah.308% 18. sentra konveksi.184% 1.858% 0.759% 0.040% 0.605% 0.726% 0.065% 1.117% 0.140% 9 10 11 12 13 14 15 16 0.045% 1.610% 0.823% 0.663% 0.756% 0.725% 0.998% 0.896% 0.237% 1.020% 0.651% 0.916% 0.565% 0.221% 2.202% 0. — Pengembangan semangat dan jiwa kewirausahaan. Meat Bussines Centre (Pusat Perdagangan Daging Terpadu). — Revitalisasi pertanian.736% 1. — Pengembangan industri manufaktur.880% 0.822% 0.058% 0.016% 11. — Pencegahan serta penanggulangan masalah pangan. pertenakan dan perikanan.426% 0.585% 0.633% 0.656% 0.407% 0.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 10 — Bantuan dan jaminan kesejahteraan sosial.467% 0.879% 1.737% 1.508% 0.537% 0.506% 0.491% 0.439% 0.577% 17.628% 0.548% 0.635% 0.879% 0. — Pengembangan agribisnis.085% 0.703% 0.724% 0.538% 0. — Diversifikasi pangan.134% 1.018% 0.476% 0. — Peningkatan promosi dan pengembangan iklim investasi. kecil dan menengah.552% 0.878% 1.914% 0.976% 1.529% 0.977% 0.953% 0.806% 0. 0.612% 0.828% 0. — Pengembangan sentra-sentrasentra unggulan pada kawasan andalan.589% 0.790% 0.958% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-50 .805% 0.135% 0.662% 0. — Peningkatan pasca panen dan pengolahan hasil. — Pengembangan badan usaha milik daerah (BUMD).182% 0.740% 0.767% 0. — Pengembangan koperasi.110% 0.940% 1.881% 0. Kebijakan Peningkatan Potensi Perekonomian Daerah dan Penanggulangan Kemiskinan 1 2 3 4 5 6 7 8 — Pengamanan ketersedian pangan.426% 0.

— Penyelesaian masalah-masalah ketenagakerjaan.337% 0.477% 0. — Perlindungan dan pengembangan ketenagakerjaan.203% 0.923% 2.234% 0.374% 0.166% 1. — Peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.437% 0.268% 0.179% 0.549% 0.245% 0.293% 0. — Peneningkatan partisipasi angkatan kerja.292% 0. 0.355% 0.854% 0.113% 1.036% 1.675% 0.166% 0.155% 0.227% 0.282% 1.393% 0.530% 0.325% 0.113% 0.188% 0. Kebijakan Perbaikan Iklim Ketenagakerjaan 1 2 3 4 5 6 — Perluasan dan pengembangan kesempatan kerja.915% 1.401% 0.258% 1.331% 0.241% 0.484% 0.280% 0. — Pemantapan hubungan industrial.528% 0.217% 0.368% 0.436% 0.912% 0. — Peningkatan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat miskin. — Peningkatan pelayanan kependudukan dan transmigrasi.213% 0.949% 1. Kebijakan Pengendalian Pertumbuhan Penduduk dan Peningkatan kualitas Keluarga 1 2 3 4 5 1.253% 0. — Pengembangan keparawisataan.250% 0.258% 0.316% 0.313% 0.287% 2.313% 4.354% 0.197% 0.217% 0.824% 0.098% — Keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. terutama permodalan.323% 0. — Penataan administrasi kependudukan.633% 0.191% 1.731% 1. 1. — Peningkatan ketahanan dan pemberdayaan keluarga.324% 0.341% 0.351% 0.307% 0.282% 0.216% 0.409% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-51 .731% 0.291% 0.610% 0.188% 0.098% 0. — Pengendalian urbanisasi.999% 18 19 3.105% 0. 0.287% 0.383% 0.372% 0.923% 0.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 17 — Pengembangan akses terhadap sumber daya produktif.191% 0.013% 0.586% 0.293% 0.

597% 2.752% 0.133% 0.306% 0.766% 2.033% 1.755% 2.282% 0.307% 0. — Peningkatan kesadaran dan wawasan lingkungan.676% 0.369% 2. — Pengelolaan dan pendayagunaan limbah.163% 1.144% 1.819% 0.133% 0.135% 0. — Pengelolaan dan pendayagunaan sampah.412% 2.093% 1.564% 5.687% 0.632% 0.334% 0. — Efisiensi pemanfaatan sumberdaya alam.754% 6 7 8 0.691% 0.145% 0. — Pengembangan manajemen pertanahan.750% 0.143% 0.622% 0.305% 0.820% 0.329% 0. 1. Kebijakan Meningkatkan daya Dukung dan Kualitas Lingkungan 1 2 3 4 5 — Peningkatan rehabilitasi lahan kritis dan konservasi alam.142% 2.769% 6.587% 1.380% 2.133% 0.923% 7.133% 0. 3.807% 0.160% 2.142% 1. 0.392% 1.619% 0.740% 0.622% 0. — Peningkatan peran serta masyarakat dan lembaga kemasyarakatan dalam usaha pelestarian lingkungan.294% 0.731% 0.175% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-52 . Memelihara Keseimbangan Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan.691% 0.098% 0. — Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.618% 0.128% 6.924% 2.737% 0.113% 2.749% 0.787% 1. Kebijakan Menyerasikan Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang Dalam Sistem Tata Ruang Yang Terpadu 1 2 3 — Pengembangan perencanaan tata ruang wilayah.754% 0.702% 0.158% 0.307% 0.688% 0.339% 5.113% — Pengembangan kawasan andalan dan kota mandiri.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Misi 7.192% 5.692% 8.923% 0.871% 3. — Pengawasan dan pengendalian aktivitas pembangunan.893% 0. 1.107% 1.680% 2. — Penegakan hukum lingkungan.632% 2. Kebijakan Percepatan Pembangunan Yang berkelanjutan 1 1.666% 0.312% 0.364% 0.

095% 0.159% 0. — Pemantapan pemerintah sebagai fasilitator dan mediator penyelesaian masalah sosial 6.087% 0.250% 7.150% 0.084% 0.164% 0.089% 0.105% 0.100% 0.094% 0.131% 0. — Penataan iklim investasi yang kondusif. — Peningkatan kemampuan deteksi dini terhadap kemungkinan ancaman gangguan Kamtibmas.097% 0.157% 0.159% 0.102% 0.105% 0. 5.150% 4 0.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 2 3 — Pengembangan Jaringan prasarana dasar wilayah. — Pengembangan sentra agribisnis.108% 0.148% 0.113% 0.909% 0.148% 0.151% 0. — Pembinaan kesatuan dan persatuan masyarakat.106% 0.162% 0.112% 0.097% 0.109% 0. 0.625% 0. — Pembangunan jalan tol SoreangPasirkoja dan GedebageMajalaya.100% 0.103% 0.110% 0.152% 0.131% 0.142% 0.333% 9.098% 0.121% 0.144% 0. — Pengembangan sentra tekstil.103% 0.133% 0. — Pengembangan utilitas umum (pasar dan terminal). — Pengembangan dan pengelolaan sumberdaya air.097% 0. Tertib.084% 0.097% 0.164% 0.882% 1.165% 0.137% 0.146% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-53 . — Pengembangan dan pengelolaan pertambangan dan energi.169% 0.146% 0.769% 0.146% 0.135% 0.168% 0.180% 0.091% 0.199% 0.833% 0.177% 0.095% 0.141% 0.091% 0.155% 0.127% 0. dan antara masyarakat dengan pemerintah.185% 0.157% 2 3 0.100% 0.139% 0.692% 8.131% 0.168% 0. Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman.134% 0.146% 0. — Pengembangan dan penataan pusat-pusat pertumbuhan.154% 0.163% 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pemeliharaan karakter dan kearifan lokal Misi 2.182% 0.124% 0.588% 0.179% 0.095% 0. — Pengembangan daerah ibu kota Soreang.108% 0.171% 0. Kebijakan Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Instabilitas Kehidupan Masyarakat — Peningkatan rasa saling percaya antar komponen masyarakat. — Pengembangan sentra konveksi. Tenteram dan Dinamis.183% 0.

113% 0.129% 0.094% 0.105% 0. Kebijakan Penegakan Supremasi Hukum dan Perlindungan HAM 1 2 3 4 0.076% 0.101% 0.072% 0.104% 0.076% 0.112% 0. — Sosialisasi.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung kemasyarakatan. — Peningkatan kesadaran politik masyarakat terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara.159% 0.110% 0.769% 0.833% 0. — Perlindungan Hak Azasi Manusia di daerah. 5 6 — Peningkatan kualitas SDM Kamtramtib.107% 0.076% 0.122% 0.111% 5 6 7 8 3.180% 0.153% 0. bantuan dan perlindungan hukum.188% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-54 .098% 0.102% 0.094% 0.909% 0.119% 0.072% 0.069% 0.095% 0.073% 0. Kebijakan Peningkatan Kesadaran Politik Masyarakat dan Pengembangan Tatanan Kehidupan Politik yang Dermokratis 1 2 0.833% 0.107% 0.099% 0.099% 0.085% 0.909% — Peningkatan pendidikan politik masyarakat.165% 0.136% 0.080% 0.129% 0.769% 0.588% 0. 0.101% 0.090% 0.093% 0.110% 0. 0.080% 0.097% 0.076% 0. — Pemantapan koordinasi antar penegak hukum.117% 0.117% 0.117% 0.147% 0.107% 0.172% 0.073% 0.588% — Peningkatan kesadaran hukum aparatur dan masyarakat.124% 0.103% 0.091% 0.124% 0.071% 0. — Penerapan hukum secara konsekwen.625% 0.141% 0.625% 0. — Pemberdayaan aparatur dalam penegakan hukum. — Pengembangan sistem jaringan informasi dan dokumentasi hukum. 0.160% 2.077% 0.111% 0.076% 0. — Peningkatan kesadaran budaya tertib. — Pengembangan produk hukum daerah.081% 0.

061% 0.068% 0.094% 0.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 3 4 5 — Pengembangan kebebasan berpendapat dan berorganisasi. — Pengembangan kegiatankegiatan keagamaan masyarakat dan aparatur pemerintah.099% 0.180% Misi 5. — Penataan pakaian dinas sesuai dengan nilai-nilai agama. — Pengembangan TPA/TKA.588% 0. 1.080% 3 4 5 6 0.909% 0.091% 0.089% 0.105% 0.124% 0.126% 0. — Pencegahan penyebaran agama tertentu bagi masyarakat yang telah beragama. — Peningkatan bimbingan agama bagi aparatur pemerintah dan masyarakat.165% 0. 0.116% 0.052% 0.088% 0. Kebijakan Peningkatan Intensitas Pembinaan Agama dan Kehidupan Keagamaan 1 — Optimalisasi peran dan fungsi lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan.909% 0.169% 0.068% 0.184% 0.115% 0.066% 0.126% 0.080% 0.833% 0.075% 0.106% 0.769% 0.156% 0.114% 0.085% 0.097% 0.084% 0.072% 7 8 0.124% 2 0.625% 0.588% — Peningkatan penerapan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam aktivitas pemerintahan dan 0.833% 0.047% 0.068% 0.119% 0. Mamantapkan Kesalehan Sosial Berlandaskan Iman dan Taqwa.085% 0. — Peningkatan intensitas komunikasi dan kerjasama pemerintah dengan lembaga keagamaan. — Fasilitasi kegiatan politik di daerah.049% 0.149% 0. 0.058% 0.073% 0. — Perlindungan hak politik masyarakat.136% 0. Kebijakan Penerapan Nilai-nilai Keimanan dan Ketaqwaan Dalam Kehidupan Sosial 1 0.117% 0.076% 0.125% 0.121% 0.162% 0.108% 0.057% 0.081% 0.137% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-55 .089% 9 2.055% 0.176% 0.100% 0.114% 0.081% 0.074% 0.055% 0.061% 0.064% 0.769% 0.089% 0.152% 0. — Peningkatan kerukunan hidup beragama. — Peningkatan pendidikan agama pada kurikulum pendidikan umum.118% 0.078% 0.625% 0.094% 0.072% 0.

308% 0.105% 0.167% 0.193% 0.177% 0. — Pengembangan ekonomi mulai lembaga keagamaan.153% 0. — Optimalisasi zakat.141% 0.113% 0.133% 0.165% 3.100% 0.122% 0.132% 0.625% 0.138% 0.588% 0. — Pemberdayaan ormas keagamaan.211% 0.139% 0.100% 0.225% 0. — Pengembangan etika sosial berbasis nilai-nilai agama.107% 0. 0. — Peningkatan transparasi dan kejujuran berpemerintahan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung pembangunan.145% 0.299% 0.833% 0.149% 0. 0.154% 0.094% 0.178% 0.099% 0.093% 0.145% 0.165% 0.132% 0.833% 0. Kebijakan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kehidupan Beragama 1 2 3 — Pengembangan sarana dan prasarana keagamaan. — Pengembangan keteladanan dalam kepemimpinan.107% 0.274% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-56 .141% 0.108% 0.123% 0. 0. 2 3 4 5 6 — Peningkatan harmonisasi sosial.327% 0.189% 0. infaq dan sadaqah.261% 0.188% 0.139% 0.139% 0.232% 0.769% 0.251% 0.115% 0.909% 0.130% 0.625% 0.205% 0.210% 0.151% 0.199% 0.106% 0. — Peningkatan pelayanan ibadah haji.151% 0.151% 0.136% 0.113% 0. Kebijakan Pengembangan Potensi Umat 1 2 3 4 5 — Peningkatan persatuan dan kesatuan umat.283% 0.165% 0.769% 0.588% 0.112% 0.163% 4. — Peningkatan manajemen pengeloalaan ZIS. — Pengembangan ekonomi syari’ah.212% 0.909% 0.173% 0. — Pengembangan manajemen potensi umat.107% 0.144% 0.276% 0.141% 0.113% 0.

128% 0.147% 0. — Peningkatan muatan lokal budaya sunda dalam kurikulum pendidikan.833% 0.190% 0. Kebijakan Pengembangan dan Pelestarian Budaya Sunda 1 — Peningkatan sarana dan prasarana seni dan budaya. — Peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha bagi pengembangan budaya sunda.220% 0. — Pengembangan produk budaya.240% BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-57 .197% 0.165% 0.177% 0. — Pengembangan ekonomi budaya.588% — Penggalian nilai-nilai budaya sunda. 0.769% 0.308% 0.160% 0.260% 0. seperti tersedianya gedung kesenian.200% 0. Kebijakan Peningkatan Kesadaran dan Kecintaan Terhadap Budaya Sunda 1 2 0.625% 0.909% 0.122% 0. 0.164% 0.769% 0.199% 0.269% 0.769% 0. — Penanaman nilai budaya sunda pada anak dini usia dan generasi muda.150% 0.196% 0.213% 0.114% 0. 0.155% 0.211% 0.121% 0.152% 0.162% 0.189% 0. — Peningkatan apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan sunda.164% 0.909% 0.154% 0. Menggali dan Menumbuh kembangkan Budaya Sunda.212% 0. — Peningkatan keberdayaan lembaga seni dan budaya.205% 0.179% 2 0.588% 0.232% 0. — Pelestarian asset budaya.116% 0.123% 0.149% 0.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Misi 6.150% 0. 1.261% 0.213% 0.145% 0.181% 0. — Pengembangan bahasa sunda sebagai bahasa ibu daerah.202% 0.625% 0.196% 0.167% 0. Kebijakan Pemantapan Ketahana Budaya Masyarakat 1 2 3 4 — Pengembangan adat istiadat daerah.136% 0.123% 0.588% 0.833% 0.625% 0.179% 0.152% 0.176% 3 4 5 3.162% 0.294% 2.833% 0.281% 0.283% 0.909% 0.115% 0.116% 0.138% 0.224% 0.181% 0.203% 0.249% 0.307% 3 0.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung BAB VII Program Pembangunan Daerah VII-1 .

KAIDAH PELAKSANAAN RPJM Daerah Kabupaten Bandung ini merupakan penjabaran dari Visi dan Misi yang telah dibuat oleh Bupati terpilih tahun 2005 – 2010.2. BAB VIII Penutup VIII . 8. Untuk menjembatani kekosongan dokumen perencanaan pada masa akhir jabatan Kepala Daerah maka dibuatlah rancangan program indikatif tahun 2011. Untuk detailnya rancangan program tersebut dapat dilihat pada bab VII. RPJMD Kabupaten Bandung ini akan digunakan dalam penyusunan RKPD Kabupaten Bandung. yang merupakan : 1. PROGRAM TRANSISI Dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Bandung Tahun 2005 – 2010. maka dalam penyusunan program ditambahkan rancangan program indikatif 1 (satu) tahun ke depan setelah periode RPJM Daerah Kabupaten Bandung berakhir. Dalam penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) Kabupaten Bandung yang jangka waktunya selama 1 tahun.1. Hal tersebut disebabkan agar program-program yang direncanakan dalam Renstra-SKPD dapat terintegrasi dengan baik dengan RPJMD yang sudah dibuat. berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Tahun 2005 tentang Petunjuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hal tersebut dikarenakan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah tersebut dapat mendukung tercapainya tujuan dan sdasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Bandung.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung BAB VIII PENUTUP 8. sehingga diharapkan visi dan misi pada tahun 2010 tersebut dapat tercapai dengan maksimal 2. SKPD Kabupaten Bandung dalam menyusun Renstra-SKPD diharuskan untuk berpedoman kepada RPJMD Kabupaten Bandung.1 . dalam penyusunannya diharuskan berpedoman RPJMD Kabupaten Bandung. Pedoman bagi SKPD dalam menyusun Renstra-SKPD.

sehingga dapat meminimalisir pelaksanaan kegiatan yang menyimpang dari visi dan misi tahun 2010. BAB VIII Penutup VIII . sehingga semua stakeholder tersebut dalam pelaksanaannya dapat mensukseskan program yang telah disepakati.2 . RPJMD Kabupaten Bandung Tahun 2005 – 2010 merupakan indikator dalam proses evaluasi laporan pelaksanaan atas kinerja lima tahunan dan tahunan. Penyusunan RPJMD Kabupaten Bandung ini merupakan proses penguatan peran para stakeholder/pelaku dalam pelaksanaan RPJMD Kabupaten Bandung hal ini dikarenakan dalam proses penyusunannya benar-benar menampung inspirasi para stakeholder yang terdapat di Kabupaten Bandung melalui MUSRENBANG Jangka Menengah yang telah diselenggarakan.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung 3. RPJMD Kabupaten Bandung merupakan dasar evaluasi dalam laporan pelaksanaan atas kinerja lima tahunan dan tahunan. 4. Penguatan peran para stakeholder/pelaku dalam pelaksanaan RPJM Daerah.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->