P. 1
RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

|Views: 798|Likes:
Dipublikasikan oleh Chorina Ginting
RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013
RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Chorina Ginting on Mar 13, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/21/2014

pdf

text

original

BAB

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam rangka pengintegrasian perencanaan pembangunan daerah dalam sistem pembangunan nasional, seluruh pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten/kota wajib menyusun dokumen perencanaan pembangunan daerah, berupa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk kurun waktu perencanaan 20 (dua puluh) tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk kurun waktu perencanaan 5 (lima) tahun dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) untuk kurun waktu perencanaan 1 (satu) tahun, dengan memperhatikan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pada Tahun 2007, Kabupaten Sumedang telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sumedang Tahun 2005–2025, sebagai pedoman dalam penyusunan RPJMD dengan mengacu kepada RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi Jawa Barat yang merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah terplilih hasil Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) secara langsung ke dalam strategi pembangunan Daerah, kebijakan umum, program prioritas kepala daerah, dan arah kebijakan keuangan daerah. Dalam upaya memujudkan visi dan misi Kepala Daerah tersebut, maka diperlukan langkah-langkah strategis dan sistematis guna tercapainya sasaran dan tujuan yang telah menjadi komitmen dan

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal 1 – 1

kesepakatan dari semua komponen masyarakat (stakeholders) untuk mengantisipasi kebutuhan pembangunan daerah, khususnya dalam jangka waktu lima tahunan sesuai dengan periode dan masa jabatan kepala daerah terpilih periode 2008-2013, sehingga penyusunannya harus dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh unsur pelaku pembangunan. Dengan tersusunnya RPJMD ini, diharapkan kinerja dari aparatur pemerintah dapat terukur sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan, dimana RPJMD akan digunakan sebagai rujukan dalam penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah), RAPBD, penyusunan LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban) Kepala Daerah, dan tolok ukur kinerja Kepala Daerah. Kabupaten diharapkan Sumedang, akan Oleh karena itu, RPJMD ini akan memuat program-program APBD Kabupaten yang diusulkan dan arah kebijakan, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di dimana oleh dibiayai Sumedang

sumber-sumber dana lain yang dapat diperoleh. Disamping itu RPJMD Kabupaten Sumedang ini akan jabarkan lebih lanjut ke dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (PPAS) APBD. Secara umum, kondisi Kabupaten Sumedang memiliki posisi strategis dalam jalur mobilisasi, dan sumberdaya alam yang cukup potensial diperlukan upaya yang cukup signifikan (Political Will) dari pemerintah maupun

stakeholders

untuk

membangun

Kabupaten

Sumedang menjadi lebih baik, dengan kepemimpinan Kepala Daerah dan komitmen yang kuat dari semua pihak. Hal ini perlu terus didorong dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, sehingga simpul-simpul pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Sumedang tidak terlepas dari arah kebijakan dan strategi pembangunan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemrintah Pusat.

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal 1 – 2

Dokumen RPJMD ini selain sebagai pedoman dalam menyusun Renja SKPD dan penyusunan RAPBD, juga merupakan dasar penilaian kinerja Bupati terpilih dalam melaksanakan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat selama masa jabatannya dan menjadi tolak melalui ukur keberhasilan Jawa Bupati dalam dan laporan penyelenggaraan Keterangan Pemerintahan Daerah yang diserahkan kepada Menteri Dalam Negeri Gubernur Barat Laporan Pertanggungjawaban Bupati yang diserahkan kepada DPRD Kabupaten Sumedang. 1.2 Maksud dan Tujuan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

Kabupaten Sumedang 2009-2013 adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun, ditetapkan dengan maksud memberikan arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, program pembangunan daerah serta sasaran-sasaran strategis yang ingin dicapai selama 5 (lima) tahun kedepan. Dengan demikian, RPJMD Kabupaten Sumedang menjadi landasan bagi semua dokumen perencanaan, baik rencana pembanguan tahunan Pemerintah Daerah maupun dokumen perencanaan Satuan Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. Tujuan Penyusunan RPJMD Kabupaten Sumedang adalah tersedianya dokumen RPJM Daerah Kabupaten Sumedang sebagai: 1. Penjabaran visi, misi dan program Kepala Daerah terpilih yang berpedoman RPJM Nasional dan Provinsi. 2. Pedoman dalam penyusunan Rencana Pembangunan Tahunan Daerah yang tertuang dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). 3. Pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) pembangunan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal 1 – 3

1.3

Landasan Hukum Landasan hukum penyusunan RPJMD Kabupaten Sumedang

2009-2013, antara lain sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Jawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950); 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 4. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawartan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4310); 5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 6. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 7. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66 Tambahan Lembaran Negara Repuklik Idonesia Nomor 4400) 8. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal 1 – 4

2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 9. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 10. Undang-Undang Keuangan Nomor 33 Tahun Pusat 2004 dan tentang Perimbangan antara Pemerintah Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 No 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 11. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 12. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4723); 13. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4725); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 15. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal 1 – 5

23. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815). 17. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663). Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 140. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165. 21. 20. 19. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4587). 18. 22. Pemerintahan Daerah Provinsi. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 1 – 6 . Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97.16.

30. Tata Cara Penyusunan. 28. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48. 29. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Tahun Rencana 2004-2009 Pembangunan Jangka Menengah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 11). 32. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817). 25. 24. 31. Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 33 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumedang(Lembaran Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2003 Nomor 20 Seri E). 27. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816). Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2007 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Swasta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 151). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 40 Tambahan Lembaran Lembaran Republik Indonesia Nomor 4826). Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat 2010 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 Nomor 2 Seri E). Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 26. Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 1 – 7 .Nomor 20. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725).

yang selanjutnya RKPD tersebut akan dijadikan pedoman bagi setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk menyusun Rencana Kerja (Renja) SKPD.Sumedang Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2008 Nomor 2). Selain itu. khususnya dalam menjalankan agenda pembangunan sesuai dengan rencana pembangunan yang telah dan atau akan ditetapkan serta keberadaannya akan diajadikan pedoman bagi SKPD untuk penyusunan Renstra SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 ini merupakan penjabaran dari RPJPD Kabupaten Sumedang 2005-2025 yang telah memasuki tahapan kedua (2009-2013) yang akan direalisasikan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan sebagai akselerasi pencapaian visi Sumedang 2005-2025. Langkah selanjutnya. 1. Dalam kaitan dengan Sistem Perencanaan Pembangunan sebagaimanan yang telah diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004. RPJMD Kabupaten Sumedang juga harus memperhatikan RPJM Nasional dan Provinsi Jawa Barat dalam rangka sinkronisasi perencanaan pembangunan Daerah dengan Pusat.4 Hubungan RPJM Daerah dengan Dokumen Perencanaan Lainnya. RPJMD Kabupaten Sumedang yang ditetapkan dalam periode pembangunan lima tahunan akan dijabarkan kembali ke dalam bentuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). 33. maka keberadaan RPJM Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 merupakan satu bagian yang utuh dan merupakan kerangka acuan dalam mewujudkan kinerja pemerintahan. Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sumedang (Lembaran Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2008 Nomor 14). RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 1 – 8 .

maka penjabaran RPJM Daerah ke dalam RKPD.Dalam kaitannya dengan Sistem Keuangan Negara sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003.1 Hubungan RPJM dengan Dokumen Perencanaan Lainnya RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 1 – 9 . Gambaran hubungan RPJMD Kabupaten Sumedang dengan perencanaan lainnya dapat dilihat pada gambar 1.1 di bawah ini. Gambar 1. Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Sumedang untuk setiap tahunnya akan dijadikan pedoman bagi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Sumedang.

hubungan RPJMD dengan dokumen perencanaan lainnya. program pembangunan daerah dan indikator kinerjanya serta tahapan pencapaiannya. BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH Bagian ini memuat data dan informasi mengenai kondisi geografis. BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH Memuat dan menjelaskan arah kebijakan pembangunan daerah. sistematika penyusunan RPJMD. kebijakan dan sasaran pembangunan yang akan dicapai selama 5 (lima) tahun kedepan. landasan hukum. maksud dan tujuan. yang merupakan penjabaran dari visi dan misi daerah yang tertuang dalam RPJPD Kabupaten Sumedang 2005-2025. kondisi sarana dan prasarana. dan proses penyusunan. BAB III VISI DAN MISI Berisikan tentang visi dan misi Kepala Daerah terpilih periode 2008-2013 yang memuat strategi. kondisi sosial budaya.5 Sistematika Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sumedang ini disusun dengan sistematika sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Pada bagian ini memuat latar belakang. dan kondisi pemerintahan umum Kabupaten Sumedang selama kurun waktu 5 tahun yang dijadikan dasar dalam pembuatan RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 1 – 10 .1. kondisi perekonomian.

BAB V KERANGKA PENDANAAN Menjelaskan kebijakan keuangan daerah serta upaya yang akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan selama 5 tahun ke depan. Rencana hasil proses atas-bawah dan bawah-atas kepentingan (stakeholders) terhadap pembangunan. Oleh karena itu. BAB VI KAIDAH PELAKSANAAN Menjelaskan prinsip-prinsip dasar pelaksanaan RPJMD serta kaidah pelaksanaannya. karena rakyat pemilih menentukan pilihannya berdasarkan program-program pembangunan yang ditawarkan para calon kepala daerah. Pendekatan top-down dan bottom-up dilaksanakan menurut jenjang Pemerintahan. Teknokratik. pendekatan ini dilaksanakan dengan melibatkan seluruh pemangku memiliki. 3. Pelibatan ini adalah untuk mendapatkan aspirasi dan menciptakan rasa RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 1 – 11 .6 Proses Penyusunan Dokumen RPJMD disusun berdasarkan beberapa pendekatan sebagai berikut : 1. 2. rencana pembangunan adalah penjabaran dari agenda-agenda pembangunan yang ditawarkan Kepala Daerah saat kampanye ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Partisipatif. pendekatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode dan kerangka berfikir ilmiah oleh lembaga yang secara fungsional bertugas untuk itu. pendekatan ini memandang bahwa pemilihan Kepala Daerah adalah proses penyusunan rencana. Politik. BAB VIII PENUTUP 1. 4.

2 berikut ini.Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 .2 Alur Proses Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 RPJPD Kab. Sumedang Evaluasi Pembangunan Daerah Rancangan Awal RPJMD oleh Bappeda Visi dan Misi Kepala Daerah Terpilih Mengacu kepada RPJM Nasional Musrenbang RPJMD Perumusan Rancangan Akhir RPJMD hasil Musrenbang RPJMD RPJMD ditetapkan menjadi Perda setelah berkonsultasi dengan Gubernur Sumber : . Gambar 1.tersebut diselaraskan melalui musyawarah yang dilaksanakan baik ditingkat Kecamatan dan Kabupaten. Adapun alur proses penyusunan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 ini dapat dilihat pada gambar 1.Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 1 – 12 .Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 . Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 disusun melalui tahapan perencanaan partisipatif dengan mengedepankan proses evaluasi. proyeksi dan analisis terhadap faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap pembangunan daerah Kabupaten Sumedang.

014 RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 1 .626 8.228 11. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. Sumedang Tahun 2008 No.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kab. Kabupaten Sumedang memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut: Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : : : : Kabupaten Indramayu Kabupaten Garut Kabupaten Bandung dan Kabupaten Subang Kabupaten Majalengka Kecamatan paling luas wilayahnya adalah Kecamatan Buahdua dan yang paling kecil luas wilayahnya adalah Kecamatan Cisarua.161 1.076 3.1 di bawah ini.056 10. Tabel 2.892 4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kecamatan Jatinangor Cimanggung Tanjungsari Sukasari Pamulihan Rancakalong Sumedang Selatan Sumedang Utara Ganeas Situraja Luas Wilayah (Ha) 2.197 6.403 No.220 Ha yang terdiri dari 26 Kecamatan dengan 272 desa dan 7 kelurahan.437 4.1 Kondisi Geografis 2. 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Kecamatan Wado Jatinunggal Jatigede Tomo Ujungjaya Conggeang Paseh Cimalaka Cisarua Tanjungkerta Luas Wilayah (Ha) 7.620 4.1.BAB BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.531 3.737 2.1 Letak Geografis dan Luas Wilayah Kabupaten Sumedang terletak antara 6º44’-70º83’ Lintang selatan dan 107º21’-108º21’ Bujur Timur.785 5.826 2.562 4.712 5.136 5.149 11. dengan luas wilayah 152.642 6.

880 No. kecuali di sebagian kecil wilayah Utara berupa dataran rendah. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 2 . Gambar 2. Cimanggung Kec. 2008 Secara visualisasi wilayah administratif dapat dilihat dalam peta wilayah Kabupaten Sumedang sebagaimana gambar di bawah ini. 11 12 13 Kecamatan Cisitu Darmaraja Cibugel Luas Wilayah (Ha) 5. Tanjungsari Kec. Sukasari Kec. Tomo Kabupaten Majalengka Kec. Cibugel Kec. berada di Utara Perkotaan Sumedang.1 Peta Administratif Kabupaten Sumedang Kabupaten Indramayu Kabupaten Subang Kec. Kec. Darmaraja Kec.2 dibawah ini. Tanjungkerta Kec. Cisitu Kec.667 m). 24 25 26 Kecamatan Tanjungmedar Buahdua Surian Luas Wilayah (Ha) 6. Rancakalong Sumedang Cisarua Kec. Utara Situraja Kec. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. Ujungjaya Kec. Paseh Kec. Jatigede Kec. Pamulihan Kec.331 5.1. Tanjungmedar Kec.667 m diatas permukaan laut.514 13. Cimalaka Kec. Sebagian besar wilayah Sumedang adalah pegunungan. Gunung Tampomas (1.137 5. Kec. Conggeang Kec. Sumedang Selatan Kec.494 4. Ganeas Kec.074 Sumber: Sumedang Dalam Angka. Buahdua Kec. Jatinangor Kec.No. Jatinunggal Kabupaten Bandung Kec. Wado Kabupaten Garut 2. Suriah Kec.2 Topografi Kabupaten Sumedang merupakan daerah berbukit dan gunung dengan ketinggian tempat antara 25 m – 1.

056.503.1 > 1000 1.00 1.10 3.342.098.070.30 2.60 NR 14.1000 2.647. merupakan daerah datar hingga berombak dengan luas area sekitar 12.500 NR NR 1.303.501.184.1 3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Kecamatan Jatinangor Cimanggung Tanjungsari Sukasari Pamulihan Rancakalong Sumedang Selatan Sumedang Utara Ganeas Situraja Cisitu Darmaraja Cibugel Wado Jatinunggal Jatigede Tomo Ujungjaya Conggeang Paseh Cimalaka Cisarua Tanjungkerta Tanjungmedar Buahdua Surian Sumber Keterangan Ketinggian dari Permukaan Laut (m) 25 .30 1.70 NR 1.776.426.155.90 NR 2.876. 2008 : NR = Data tidak tersedia Sedangkan topografi kemiringan lahan wilayah Kabupaten Sumedang dapat diklasifikasikan atas 5 kelas.24%. Sumedang.00 NR 11.321.873.00 NR 8.00 NR 1.6 NR 96.75 NR NR NR NR 1830 2505 211 NR NR 628 76 .70 101 .00 850.60 501 .30 2.20 501.10 2. yaitu : 1.30 NR NR 4. 0 – 8%.100 NR NR NR NR 1.Tabel 2.291.00 1.328.2 Kelompok Ketinggian Menurut Kecamatan di Kabupaten Sumedang Tahun 2008 No.30 NR 4.40 1.6 268 NR NR 400.181.451.90 989.637.6 346.521.70 862 NR NR 2.7 - : BPS Kab.1 8.697.967 3.00 NR 817.40 1. barat daya serta kawasan perkotaan.620. barat laut.624 NR NR 51 .2 1.505.00 2.125.8 3.889.70 NR NR 724.164. Kemiringan wilayah dominan di bagian timur laut.70 1.90 1.40 2.197. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 3 .653.90 7.062.30 NR 1.977.40 841.50 NR NR NR NR 1.1 2.709.

bagian timur dan bagian barat daya.2. aliran-aliran besar Kabupaten Sumedang bersama anak-anak sungainya membentuk pola Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dapat digolongkan terdiri 3 DAS dengan 6 Sub DAS yaitu DAS Cimanuk meliputi Sub DAS Cimanuk Hulu. Lebih dari kemiringan 40%. 4.251 mm. 25 – 40%.68%. Kemiringan lereng tipe ini dominan di wilayah Kabupaten Sumedang bagian tengah. mengalami penurunan yaitu 72 HH pada tahun 2008 dari 125 HH pada tahun 2007. Secara umum terjadi penurunan kuantitas curah hujan dan jumlah hari hujan dibanding dengan keadaan selama tahun sebelumnya.365 mm. Pada tahun 2008 jumlah RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 4 . merupakan daerah berbukit sampai bergunung dengan luas area sekitar 31. Persebarannya berada di bagian tengah sampai ke tenggara. 5. 3.3 Hidrologi dan Klimatologi Aspek hidrologi suatu wilayah sungai sangat di diperlukan wilayah dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah tersebut. begitu pula dengan jumlah hari hujan. 8 – 15%. Kemiringan lereng tipe ini paling dominan di Wilayah Kabupaten Sumedang. 15 – 25%. Dari tabel diketahui rata-rata kuantitas curah hujan tahun 2008 adalah 1. Cimanuk Hilir. merupakan daerah bergunung dengan luas area mencakup sekitar 11.36%. Kemiringan lereng tipe ini dominan di wilayah Kabupaten Sumedang bagian selatan. barat laut dan bagian barat daya. bagian selatan sampai barat daya dan bagian barat.1.37%. Kemiringan wilayah dominan di bagian tengah ke utara. DAS Citarum meliputi Sub DAS Citarik serta DAS Cipunegara meliputi Sub DAS Cikandung.58%. bagian selatan dan bagian timur. 2. Cilutung. merupakan daerah berombak sampai bergelombang dengan area sekitar 5. berdasarkan hidrogeologinya. mengalami penurunan dibanding tahun 2007 adalah 2. merupakan daerah bergelombang sampai berbukit dengan komposisi area mencakup 51. Cipeles.

3 dibawah ini.305 826 NR R 1.004 NR 1.007 2.778 NR 679 2.251 HH 109 82 104 NR NR 113 105 101 NR 106 NR 112 34 124 NR 117 90 94 114 112 103 NR 117 NR 109 NR 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Kecamatan Jatinangor Cimanggung Tanjungsari Sukasari Pamulihan Rancakalong Sumedang Selatan Sumedang Utara Ganeas Situraja Cisitu Darmaraja Cibugel Wado Jatinunggal Jatigede Tomo Ujungjaya Conggeang Paseh Cimalaka Cisarua Tanjungkerta Tanjungmedar Buahdua Surian Jumlah Rata-rata 2005 MM 1.012 NR 2.563 2. Sumedang.188 NR 2.254 NR NR 1.956 2.959 2.799 1.948 NR 2.495 2.166 NR 28.479 NR 2. Tabel 2.058 2.254 NR 3.647 664 2.365 HH 143 52 13 NR NR 182 156 152 NR 171 NR 129 127 105 NR 24 139 152 137 163 134 NR 127 NR 145 NR 2.141 1.305 1.940 375 2.174 1.261 NR 39.904 1.194 HH 119 52 130 NR NR 162 127 111 NR 143 NR 123 122 146 NR 35 97 120 133 146 105 NR 130 NR 137 NR 2.719 NR 1.833 NR 42.529 1.097 NR 783 1.122 1.198 2.435 2.511 2.250 3.422 NR NR 1.541 NR 34.399 2.251 125 2008 MM 1.829 NR 2.331 664 913 NR NR 2.177 1.456 2. 2005-2008 Ket : R = Alat Rusak NR = Data tidak tersedia RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 5 .361 NR 2.174 NR 2.013 NR 2.054 3.196 3.434 2.846 72 Sumber : BPS Kab.848 NR 2.869 2.972 NR 2.628 1.092 2.565 HH 112 52 13 NR NR 151 108 94 NR 126 NR 106 89 72 NR R 98 103 94 88 87 NR 97 NR 95 NR 1.400 2.442 NR 3.3 Curah Hujan Menurut Kecamatan di Kabupaten Sumedang Tahun 2005-2008 No.742 NR 1.966 2.521 1.585 60.932 NR 484 3.850 664 913 NR NR 2.138 119 2007 MM 2.96 2006 MM 1.445 2.818 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.769 2.676 NR 2.998 2.hari hujan terbesar berada di Kecamatan Wado yaitu sebesar 124 hari hujan (HH) dan yang terkecil adalah Kecamatan Cibugel yaitu hanya 34 HH.110 2.341 2.

468 33.473 3.146 8.04% dan hutan luas rakyat sebesar 8.492 11. Lain-Lain 9.805 9. 2005-2008 RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 6 .069 6.726 7.141 16. Luas lahan yang berupa sawah sebanyak 21. Perkebunan 8.2.220 11. Sumedang. Dua kali panen 3. Hal ini memperlihatkan bahwa wilayah Kabupaten Sumedang untuk kehutanan dan pertanian ternyata lebih dari 50% dari luas wilayah Kabupaten Sumedang.1.78%. Kolam/Tebat/Empang Jumlah 13.274 7.711 2.473 3.423 33 13. Satu kali panen 2.438 33.024 55 13. Tabel 2.874 7. Hutan Rakyat 6.711 2.711 2.718 44. I Jenis Penggunaan Sawah 1. Sementara Tdk Diusahakan 5.498 611 152.633 45.220 11.342 3.4 Luas dan Sebaran Kawasan Budidaya Luas lahan yang tidak diusahakan relatif sangat kecil dibandingkan dengan luas lahan yang sudah diusahakan.630 9.658 44. Hal ini menunjukan bahwa Kabupaten Sumedang memiliki Sumber Daya Alam memadai yang siap diolah.544 8.727 55 13. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.631 13.577 72 2005 2006 2007 2008 Sumber: BPS Kab.234 26. Hutan Negara 7.503 612 152. Tiga kali panen 4. Tegal/Kebun 3.220 7.96%.473 3.711 2.728 15.220 11.512 612 152. luas lahan berupa Hutan Negara sebanyak 29. Sementara tidak diusahakan II Darat 1. luas lahan berupa tegal/kebun sebanyak 23.4 Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaan di Kabupaten Sumedang Tahun 2005-2008 (Ha) No.437 34.468 35.95%.4 dibawah ini. Ladang/Huma 4.645 612 152.936 44.876 51 11. Pekarangan 2.

2. terdapat 10 jenis RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 7 . d) Kawasan sekitar mata air. terletak di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH). Sub DAS Cipelang 9 sungai. Gunung Tampomas 1. Gunung Manglayang 1. 3.2. di Tomo.80 ha. Gunung Kareumbi 8. Kawasan suaka alam dan cagar budaya a) Cagar Alam. b) Kawasan berfungsi lindung di luar kawasan hutan c) Kawasan resapan air terdiri dari Gunung Cakrabuana 560 ha. c) Kawasan sekitar danau/waduk. dan DAS Cipunagara Sub DAS Cikandung 50 sungai). c) Suaka alam laut dan perairan. Sub DAS Cipeles 85 sungai. Taman Hutan Raya Gunung Palasari dan Gunung Kunci 35.5 Luas dan Sebaran Kawasan Lindung Berdasarkan Keputusan Presiden Republik kawasan lindung meliputi : 1.6 ha (SK Mentan tahun 1954). Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. Sub DAS Cilutung 5 sungai) dan DAS Citarum (Sub DAS Citarik 18 sungai.39 ha. b) Suaka margasatwa. terdapat 331 sumber mata air. Cagar Alam Gunung Jagat seluas 126.624.800 ha. Kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya.280. meliputi 215 sungai yang terbagi dalam DAS Cimanuk (Sub DAS Cimanuk 38 sungai.1. Kawasan perlindungan setempat a) Sempadan pantai b) Sempadan sungai. e) Tanah timbul/Delta. a) Hutan lindung. 81 ha. Kawasan pelestarian alam a) Taman nasional b) Taman hutan raya. d) Kawasan hutan payau. 4. Ujungjaya dan lainnya. Waduk Jatigede.

5.280. Jeruk Cikoneng. antara lain taman hutan raya. Museum Geusan Ulun.63 RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 8 .80 1.39 ha (SK Mentan Tahun 1979) Ha dan Gunung Lingga 1. Situraja.80 ha. Taman Buru Masigit Kareumbi (di Kabupaten Bandung.280.280.5 Perkembangan Luas Kawasan Lindung di Kabupaten Sumedang Tahun 2007-2008 No Uraian Luas Target Total (Ha) Luas Kondisi Tahun 2007 (Ha) Penanganan Tahun 2008 (Ha) Luas Kondisi Tahun 2008 (Ha) Luas Yang belum ditangani (Ha) Target 8. terdiri dari kawasan rawan gempa bumi dan kawasan rawan gerakan tanah seperti di Kawasan Cadas Pangeran.39 8. 8. Ujungjaya. Kawasan konservasi geologi.624. 10.c) Taman wisata alam.39 - 8.80 1. antara lain Ubi Cilembu. c) Kawasan rawan banjir. 7. Tomo. Taman buru.80 1.63 - Realisasi - 1 2 HutanKonservasi Gunung Masigit Taman Wisata Tampomas Alam 8. Jatinangor. Paseh. seperti Ujungjaya. 6. Wado.624. b) Kawasan rawan gempa bumi. Talas Semir. taman hutan raya Gunung Palasari dan Gunung Kunci 35. Kawasan rawan bencana alam a) Kawasan rawan bencana alam gunung berapi.39 8. Jatinunggal. Hutan Kota. Pamulihan.5 dibawah ini.280. Jatigede.624. Rancakalong. Taman Wisata Alam Gunung Tampomas 1. Sebagai gambaran kawasan lindung di Kabupaten Sumedang dapat dilihat pula pada tabel 2. Tabel 2. Ganeas. dan Makam Dayeuh Luhur. Makam Cut Nyak Dien. 81 ha. 9. Garut dan Sumedang) seluas 8.624. Tomo. terdiri dari kawasan cagar alam geologi dan Kawasan kars. Sumedang Selatan. Desa Adat Rancakalong. Kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan Cadas Pangeran.20 ha. Cimangung. Kawasan perlindungan plasma nutfah.

119 45.355.587.525 49.765.294 126.765.844 28.038 22.3 4 5 6 7 8 9 Cagar Alam Gn. dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 2.34 1.063 Ha (4.50 20 25 433 50 90 863.64%) yang diproyeksikan selama 4 tahun atau 1.000 83.355.75 28. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 9 .60 10.006 2.60 10.250 48.36%). 2007-2008 Sebagai ilusrasi.038 32.355.75 Ha (1. sampai tahun 2008 realisasinya mencapai 67. Jagat Hutan Lindung Sempadan Sungai Daerah Sekitar Mata Air Kawasan Resapan Air Daerah Sekitar Rawan Bencana Alam Daerah Sekitar Waduk (rencana Jatigede) Jumlah 126.32 129.006 5.16%) pertahun.524.60 10. salah satu jenis sebaran rencana pengelolaan kawasan lindung di Kabupaten Sumedang.770 4.8 Ha (49%) diperlukan penanganan seluas 7.50 75 160 1.006 2.2 Rencana Kawasan Lindung Sumber: RTRW Kabupaten Sumedang.34 1.770 4.30 Sumber: Dinas Kehutanan Sumberdaya Mineral Dan Energi.770 4.80 Ha (44.34 1. Untuk mencapai sasaran seluas 74.950 12.80 350 2.75 994.038 22. 2002–2012 Dalam upaya tercapainya 49% kawasan lindung di Kabupaten Sumedang.267 350 385 3.70 126.906.50 20 100.

telah melaksanakan penyusunan Rencana Tata Rang Wilayah Kabupaten yang dijabarkan kedalam rencana tata ruang kecamatan serta kawasan strategis. 2. Begitu juga dalam penetapan luasan kawasan lindung. Sampai dengan tahun 2008 kecamatan yang telah memiliki rencana tata ruang sebanyak 20 kecamatan atau 79. dikarenakan beberapa hal antara lain belum tersedia database kawasan lindung secara komprehensif dan detail sehingga diperlukan inventarisasi dan pemetaan.220 ha yang terdiri dari 26 kecamatan dengan 272 desa dan 7 kelurahan.Sampai saat ini pengelolaan kawasan lindung secara menyeluruh belum dapat dilaksanakan secara optimal.6 Penataan Ruang Sumber daya kewilayahan harus dikelola secara bijaksana untuk mewujudkan pemerataan pertumbuhan wilayah dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Untuk itu.92% yang meliputi desa dan kelurahan RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 10 . kawasan lindung (diluar kawasan hutan) mempunyai nilai ekonomi sehingga mendorong masyarakat untuk mengekploitasi (termasuk aktifitas pertanian) terlebih bagi yang tidak memiliki lahan. sehingga menghambat dalam pencapaian target. dimana dalam RTRW Jawa Barat dalam RTRW Kabupaten sebesar telah ditetapkan sebesar 45% yang terdistribusikan secara proporsional di wilayah kabupaten/kota dan Sumedang ditetapkan sebesar 49%.1. Selain itu. ketersediaan rencana tata ruang yang aplikatif dan partisipatif memegang peranan penting dalam pemanfaatan ruang termasuk sebagai instrumen dalam perijinan dan pengembangan investasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang sebagai penganti Undang-Undang Nomor 24 tahun 1992 dan peraturan perundangan lainnya. Penentuan kebijakan dari propinsi tersebut tidak dibarengi dengan kebijakan bantuan anggaran. Dalam melaksanakan amanat undang-undang dimaksud Kabupaten Sumedang dengan luas wilayah +152.

Sedangkan kecamatan yang memilki Tanjungmedar. rencana pembangunan Waduk Jatigede. Ganeas. Rancakalong. Selain itu. Baegitu juga. Rencana tata ruang kawasan strategis lainnya di Kabupaten Sumedang adalah Rencana Detail tata Ruang Zona Industri Ujungjaya. rencana Ujungjaya. Kecamatan Situraja. adalah Darmaraja. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 11 . Tomo. Cisitu dan Cibugel. Rencana Detail Tata Ruang Zona Industri Cikeruh–Cimanggung serta Rencana Umum Kawasan Tertentu Perguruan Tinggi Jatinangor. Cimanggung. Sukasari. Conggeang. Cisarua. Kecamatan yang telah memiliki rencana tata ruang yaitu Kecamatan Jatinangor. belum Paseh. tata ruang Wado. Sumedang Selatan. Pamulihan. Buahdua.26%. Tanjungsari. di kawasan dan zona industri Jatinangor dan Cimanggung terdapat lebih dari 30 berbagai industri dengan karyawan lebih dari 100 ribu serta prasarana pendukung seperti perumahan. peningkatan pendapatan dan kebutuhan hidup lainnya yang senantiasa harus diikuti dengan pengendalian pemanfaatan ruang. Sedangkan di wilayah lainnya terutama di ibukota kecamatan makin tumbuh dan berkembang sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Jatigede. Pengembangan Zona Industri Ujungjaya dan Pembangunan Waduk Jatigede merupakan salah satu upaya dalam mendorong wilayah di bagian timur wilayah Sumedang. Bandar Udara Kertajati Majalengka dan Jalan Tol Cisumdawu telah disusun rencana tata ruang koridor jalan tol Cisumdawu tahap satu.sebanyak 173 desa dan kelurahan 7 kelurahan dari 279 desa dan kelurahan atau 64. Tanjungkerta. jasa serta perumahan termasuk perumahan mahasiswa. Surian. dalam upaya sinergitas dengan rencana strategis Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat terutama kawasan andalan cekungan bandung dan bandung metropolitan area (BMA). Implementasi rencana tata ruang melalui pemanfaatan ruang semakin tumbuh dan berkembang terutama di sekitar kawasan Perguruan Tinggi Jatinangor khusunya perdagangan. Cimalaka. Sumedang Utara. Jatinunggal dan Cisitu.

Pemeliharaan dan perwujudan kelestarian fungsi lingkungan hidup. terdapat dokumen rencana yang sudah habis masa berlakunya dan tidak sesuai lagi dengan kondisi serta peraturan perundang-undang terbaru sehingga diperlukan revisi Rencana Tata Ruang Kecamatan Cimanggung. Kebijakan dan strategi pengembangan kawasan budidaya. Kebijakan pengembangan kawasan lindung meliputi : a. Paseh. Dalam Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007. kerjasama penataan kawasan perbatasan kabupaten tetanga serta peningkatan pengendalian pemanfaatan ruang termasuk didalamnya penyediaan pedoman pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. b. Situraja. Wado.Dari 26 rencana tata ruang kecamatan tersebut di atas. Arahan kebijakan dan stretgi pengembangan pola ruang meliputi : a. Pencegahan dampak negatif kegiatan manusia yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup. Begitu juga dengan RTRW Kabupaten Sumedang yang disusun pada tahun 2002 harus segera direvisi dan paling lambat tahun 2010 telah ditetapkan dalam peraturan daerah. serta RDTR Zona Industri Jatinangor dan Cimanggung. dari banyak jenis Kawasan Lindung Di Kabupaten Sumedang hanya Taman Wisata Alam Gunung Tampomas yang tertuang dalam kebijakan pengelolaan kawasan lindung nasional disamping yang terdapat di kabupaten lainnya di Jawa Barat seperti Taman Nasional Gunung Ciremai dan Ujung Kulon. b. legislasi rencana tata ruang kawasan (kecamatan). Kebijakan dan strategi pengembangan kawasan srategis nasional. Tomo. Strategi untuk pengendalian perkembangan kegiatan budidaya agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan antara lain : RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 12 . RTRWN sebagai pedoman penataan ruang wilayah provinsi dan kabupaten/kota. Darmaraja. provinsi dan kabupaten/kota. c. Kebijakan dan strategi pengembangan kawasan lindung.

4% di antaranya dan peningkatan fungsi kawasan dalam pengembangan perekonomian yang produktif. Pengembangan kawasan tertinggal untuk mengurangi kesenjangan tingkat perkembangan antarkawasan. b. Pelestarian dan peningkatan nilai kawasan lindung yang ditetapkan sebagai warisan dunia. Pelestarian dan peningkatan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup untuk membertahankan dan meningkatkan keseimbangan ekosistem. Begitu pula sinkronisasi dengan RTRW Provinsi Jawa Barat yang saat ini sedang direvisi terdapat kecenderungan peningkatan jumlah penduduk sebesar 12 juta dalam 20 tahun. efisien dan mampu RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 13 . d. melestarikan keunikan bentang alam dan melestarikan warisan budaya. Pemanfaatan sumberdaya alam untuk peningkatkan kesejahteraan masyarakat. Membatasi perkembangan kegiatan budidaya terbangun dikawasan rawan bencana untuk meminimalkan potensi kejadian bencana dan potensi kerugian akibat bencana. Pelestarian dan peningkatan sosial dan budaya. antara lain : a.a. Mengembangkan perkotaan metropolitan dan kota besar dengan mengoptimalkan pemanfaatan ruang secara vertikal dan kompak. c. cagar biosfer dan ramsar. Pengembangan bersaing. Mengembangkan ruang terbuka hijau dengan luas paling sekidit 30% dari luas kawasan perkotaan. c. mempertahankan dan meningkatkan fungsi perlindungan kawasan. f. d. Membatasi perkembangan kawasan terbangun di kawasan perkotaan besar dan metropolitan untuk mempertahankan tingkat pelayanan prasarana dan sarana kawasan perkotaan serta mempertahankan fungsi kawasan perdesaan sekitarnya. melestarikan keanekaragaman hayati. e. dimana 81. b. Sedangkan kebijakan pengembangan kawasan strategis.

CH. c. b. Turunnya luas lahan hutan dan sawah sebesar 0. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP).berada di kawasan perkotaan (UNDP 2005) yang akan menimbulkan dampak terhadap : a. Penataan ruang ke depan harus mampu menjawab persoalan yang ada. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sumedang direncanakan untuk dilakukan revisi pada tahun 2009. mampu menyediakan dan mengatur ruang yang tepat dan berdaya saing (ruang investasi) serta mampu menjamin pembangunan yang berkalnjutan dalam konteks “ecoprovince”. CO2.5% per tahun akan berdampak kepada turunnya daya dukung lingkungan di Jawa Barat. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 14 . d. Kondisi eksisting kualitas udara perkotaan terutama di bodebek dan metro bandung (termasuk bagian barat wilayah kabupaten sumedang) sudah cukup kritis. partikulat) dan menurunnya fungsi konservasi di daerah resapan air terutama di bodebek dan metro bandung sehingga kualitas dan kuantitas air baku makin terancam. Intervensi manusia terhadap alam terutama kawasan lindung ditambah sifat elastisitas alamiah alam terdapat kecenderungan meningkatnya bencana alam. Dalam rangka mensinergikan kebijakan penataan ruang antara Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). dimana kondisi kualitas udara rata-rata di atas baku mutu (CO.

175.364.253.324.067.621. Sumedang) Keterangan : *) = Angka Sementara (hasil estimasi) RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 15 .089.77 2.034.01 225.93 9.485.17 7.998.-.346.190.220.35 151. 9.878.000.218.34 1.1 PDRB Nilai PDRB Kabupaten Sumedang Tahun 2008 atas dasar harga berlaku diperkirakan sebesar Rp. Sedangkan kontribusi yang paling kecil berasal dari sektor lapangan usaha pertambangan dan penggalian.786.21 2.70 9.188.60 382.22 Sumber : PDRB Kabupaten Sumedang 2003-2007 (BPS Kab.040.068.099.835.921.053. sedangkan nilai PDRB atas dasar harga konstan pada tahun yang sama adalah sebesar Rp.75 173.2.2.2 Perekonomian Daerah 2.000.67 152.08 12.57 2008*) 2.83 8.424.545.28 769. 1.992.09 11.963.44 416.24 430.570.000.15 745.066.04 1.708.058.84 309.495.-.902. 5.92 191.532.54 181.02 331. Berdasarkan data dari tahun 2004 sampai dengan 2008 nilai PDRB Kabupaten Sumedang atas dasar harga berlaku maupun harga konstan telah mengalami peningkatan setiap tahunnya dan kontribusi yang paling besar berasal dari sektor lapangan usaha perdagangan hotel dan restoran.946.02 1. Untuk lebih jelasnya kondisi PDRB Kabupaten Sumedang atas harga berlaku maupun atas dasar harga konstan dapat dilihat pada Tabel 2.17 267.10 246.76 2006 2. 6.000.408. Gas dan Air Bersih Bangunan dan Kontruksi Perdagangan.536.423.09 345.442.06 226.376.602.430.348. yaitu pada tahun 2008 telah mencapai angka sebesar Rp.662.723.394.832.341.226.643.329.825.224.121.000.338.74 2005 2.542.6 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Sumedang Tahun 2004 – 2008 (Juta Rupiah) No.-.270. Tabel 2.57 1.552.226.47 1.349.24 2. dimana menurut angka hasil estimasi tahun 2008 hanya mencapai angka Rp.78 2. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.000.6 dan Tabel 2.713.122.68 8.500.968.510.019.048.-.01 374.32 2007 2.443.517.270.660.83 281. 1.14 2.96 183.7 berikut ini.79 127.222.651.557.137.59 566.946.655. Persewaan dan jasa Perusahaan Jasa-jasa Jumlah 2004 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.130.70 7.486.24 15. kemudian diikuti oleh sektor pertanian sebesar Rp.56 5.14 647.852.39 214.11 426.958.290.965.

56 2006 1.98 7.827.308.57 6. Laju pertumbuhan pada tahun 2008 paling tinggi dari lapangan usaha sektor pertambangan dan penggalian sebesar 9.87 4.99 4.936.09 154.39 128.20 2007 1.124.524.92 6.01 1.060.46 5.72 4.27 Sumber Keterangan : PDRB Kabupaten Sumedang 2003-2007 (BPS Kab. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.29 6.34 8.175.65 175.43 2.506.29%.69 4.632.29 Sumber Keterangan : PDRB Kabupaten Sumedang 2004-2007 (BPS Kab.911.889.31 2005 3.43 212.200.58 3.44 1.662.13 4.419.422.43 124.485.80 201.86 10.195.50 179.97 9.58 1.883.53 145.98 100.264.Tabel 2.8 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumedang Menurut Lapangan Usaha Tahun 2004-2008 (%) No.53 5.90 3.059.14 8.11 4.179.82 6.211.122.17 2007 3.64 5.14 1. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.26 5.41 112.97 382.423.310.92 6.71 4.695.72 6.01 6.218.354.017.760.64 2008*) 0.70 6.42 4.576.27 2008*) 1.640.24 1.154.761.79 1.23 5.071.641.848.93 164.17 106. Gas dan Air Bersih Bangunan dan Kontruksi Perdagangan.25 339.028.18 5.107.963. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.442. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.024. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.75 99. sedangkan yang terendah dari lapangan usaha sektor pertanian sebesar 0.572. Tabel 2.007. Gas dan Air Bersih Bangunan dan Kontruksi Perdagangan.92 171.330.635. Sumedang) : *) = Angka Sementara (hasil estimasi) RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 16 .34 368.22 192.67 4.90 2005 1.248.48 401.46 4.408.64 2.521.83 3.808.476.02 6.905.51 1. Persewaan dan jasa Perusahaan Jasa-jasa Jumlah 2004 1.74 6.311.107.420.694.33 105.44%.75 1.326.03 4.81 3.925.615.51 4.41 9.177.95 6.306.51 9.55 4.52 2006 0.975.93%. Persewaan dan jasa Perusahaan Jasa-jasa Jumlah Lapangan Usaha 2004 3.709.7 PDRB Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Sumedang Tahun 2004 – 2008 (Juta Rupiah) No. Sumedang) : *) = Angka Sementara (hasil estimasi) Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumedang tahun 2004 sebesar 4.85 124.314.740.99 351.77 4.00 6.31% sedangkan pada tahun 2008 menjadi 4.28 4.21 6.338.79 1.15 113.45 120.14 4.713.34 4.09 4.09 183.658.94 1.266.93 9.64 4.44 3.69 5.277.21 4.

04 1.598.144.438.590.383. 5.929.025.48 434.36 417.000.868.059.18 192.57 130.-.-. sedangkan bahan baku dan bahan penolong lainnya dalam kegiatan produksi tidak dimasukan.99 6.11 439.40 141.71 1. 6.93 1.929. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik. Persewaan dan jasa Perusahaan Jasa-jasa Jumlah 2009 1.27 1.86 142.908.195.-.23 190.239.-.137.365. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.Proyeksi PDRB Kabupaten Sumedang tahun 2009 sebesar Rp.727.019.909.-.582.240.86 135.642.34 153.36 214.49 1. Konsep PMTB hanya mencatat seluruh pengeluaran untuk unit produksi yang menambah daya produksi aktiva tetap.870.801. tahun 2011 sebesar Rp.46 2010 1.00 142.281.72 5.592. 5.60 5.306.48 2013 1.14 192.019.418.461.374.595.69 216.309.341. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 17 .128.774.06 7.144.000.996.83 219.531.34 6.543.000.576.907.23 213.04 135. tahun 2010 sebesar Rp.908.86 127.240.30 1.485. Sehingga nilai PMTB suatu daerah akan lebih kecil dibandingkan dengan realisasi investasi secara keseluruhan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.401.811. Rp.40 140.460.18 6.371.9 Keterangan: Menggunakan asumsi berdasarkan data tahun 2004-2008 2.87 7.002.641.2 Investasi Sebagai salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengetahui besarnya investasi di daerah adalah dengan menggunakan angka Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dari PDRB.008.008.921.465.16 1.420.21 1.771.9 Proyeksi PDRB Atas Dasar Harga Konstan di Kabupaten Sumedang Tahun 2009 – 2013 (Juta Rupiah) No.363.365.22 5.020.210.506.194.21 2012 1.2.82 191.702. dibawah ini.617.24 1. dan pada tahun 2012 sebesar sebesar Rp.466.245. Tabel 2.719.480.698.355.687.44 7.231.472.905.519.437.231.87 143.73 182. 5.43 215.487.73 437.020.000.401.592.905.02 2011 1.03 438.87 tahun 2013 6. Gas dan Air Bersih Bangunan dan Kontruksi Perdagangan.809.576.000.17 7.54 1.392.

570 dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 11.000.111.570. 940.791.046.507.pada tahun 2007 atau mengalami peningkatan rata-rata 12.10 PMTB Kabupaten Sumedang 2003 – 2008 (Dalam Juta Rupah) Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 2008 *) PMTB 940.590.660. 1. tahun 2003 sebesar Rp.692.260.11 dibawah ini. Sedangkan berdasarkan estimasi..847.. PMTB tahun 2008 diperkirakan sebesar Rp.568.537. 1.66 1.301 tenaga kerja.000.410. Sumedang) Keterangan : *) = Angka proyeksi 2. Selengkapnya perkembangan PMTB atas dasar harga berlaku PDRB Kabupaten Sumedang tahun 2003-2008 dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2.Besaran PMTB Kabupaten Sumedang selama periode 2003-2007 mengalami peningkatan yang cukup signifikan.537.3 Pajak dan Retribusi Daerah Pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Sumedang tahun 2004 – 2008 mengalami peningkatan.507. Penerimaan Pajak dan retribusi daerah pada tahun 2008 sebesar Rp.847. Sumedang.063.84 1.59 1.42% setiap tahunnya.000.692.-.66 Sumber : PDRB Kab.2. realisasi investasi di Kabupaten Sumedang baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) pada tahun 2005 mencapai Rp.372. 63. 2003-2007 (BPS Kab. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.665.472.568.Sementara itu.menjadi Rp.224. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 18 .260.398.12 1.53 1. 1.

02 2007 48.452. dana alokasi umum.707.522.07 38.020.197.850.183.104. Dana perimbangan terbagi dari dana bagi hasil pajak.64 2005 18.799.981.91 2005 46. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.530.389. Sumedang. pada tahun 2004 penerimaan daerah lainnya sebesar Rp. Tabel 2.49 2006 48.02 608.25 53.616.00 39.27 35.80 63.Tabel 2.49 500. Sumedang.785.-.106.328.633.11 Pajak dan Retribusi Daerah di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 (Ribu Rupiah) No 1 2 Uraian Pajak daerah Retribusi daerah Jumlah 2004 16.024.480.111.580.883.50 608.751.993.785.000. untuk Untuk Kabupaten Sumedang Sumedang mencapai dana Rp.938.49 2007 22.14 36.91 316.200.352.00 31.422.02 2008*) 48.00 701.993.993.455.052.721.993.00 13. pada tahun 2008 dana umum Kabupaten 608.155.52 2006 18.334.352.441.006.785.422.472. dana alokasi khusus dan dana perimbangan alokasi dari provinsi.27 41.-.00 43.77 40.40 60.530.50 Sumber Keterangan : Badan Keuangan Daerah Kab.57 Sumber Keterangan : Dinas Pajak Kab.5 Sumber Penerimaan Daerah Lainnya Sumber penerimaan daerah lainnya di Kabupaten Sumedang kurun waktu 2004 .2.910. dana bagi hasil bukan pajak.000.948.530.698.35 54.707.383.00 578.950.972.231.830.00 696.424.00 368.017.00 701.2.37 25.12 Dana Perimbangan Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 (Ribu Rupiah) No 1 2 3 Dana Perimbangan Dana bagi hasil pajak/ bukan pajak Dana alokasi umum Dana alokasi khusus Jumlah 2004 38.12 dibawah ini.177.934.220.799.529.000. pada tahun 2005 menjadi RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 19 .246.000.240.821.530.000.02 608.000.514.177.000. perimbangan terbesar dari dana alokasi umum.00 43.000. 2004-2008 : *) = Angka Sementara 2.120.47 2008*) 22. 2004-2008 : *) = Angka Sementara 2. 23.4 Dana Perimbangan Dana perimbangan yang pada dasarnya adalah merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.2008 mengalami penurunan.

40 71.34 70.13 Sumber Penerimaan Daerah Lainnya Yang Sah Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 (Ribu Rupiah) No. pada tahun 2003 sebesar 80.dan tahun 2008 sebesar Rp.34 68.994.994.000.664.-. Sumedang Ketererangan : * = IPM 2008 Target Renstrada 2003-2008 (IP.530.34. Sumedang..tahun 2007 sebesar Rp. tahun 2006 sebesar 83.69.45 57.67 70. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. 2004-2008 : *) = Angka Sementara 2.71 71..30 71.3 Indeks Pembangunan Manusia Perkembangan capaian IPM Kabupaten Sumedang Tahun 20032007 dan target tahun 2008 dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 2.000. 2.529.39 : Badan Keuangan Daerah Kab.Rp.380. 1 2 3 4 5 Sumber Keterangan Tahun 2004 2005 2006 2007 Penerimaan Lain Yang Sah 23.895.93 61.67 2007 83.75 60.307.749.57 59.56 71. tahun 2006 menjadi Rp.153.07 72.38 2.00 8.43 67.69 71.21 2005 83.8 70.000.56.895.16 75.307.36 70.66 59. 1 2 3 Indikator Sasaran Indeks Pendidikan Indeks Kesehatan Indeks Daya Beli 2003 80.390.50 2004 82.669. Tabel 2.91.84 : Bappeda Provinsi Jawa Barat Bappeda Kab. tahun 2005 sebesar 83.14 Pencapaian IPM Kabupaten Sumedang Tahun 2003 – 2007 dan Target Tahun 2008 No.13 dibawah ini.71 dan target tahun 2008 sebesar 85.749. IK & IDB Angka Prediksi) Sumber Indeks Pendidikan memberikan kontribusi yang cukup tinggi dalam capaian IPM Kabupaten Sumedang.34 71.91 71.53 2008* 14. 14.38 2008* 85.669. tahun 2007 sebesar 83. 8.-. tahun 2004 sebesar 82.65 71.7 73 Target IPM Sumedang dari Provinsi Jabar Target IPM Sumedang Realisasi IPM 69.95 68.3 71.23 57.92 2006 83.87 69.664.153.5 72. 17.3.981.85 17. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 20 .56 71.

119.16.4.437 jiwa. Sumedang Tahun 2004-2008 No.060 jiwa.008.823 1.15 dibawah ini.95.045.28.299 1.299 jiwa.4 Sosial Budaya Daerah 2.93.437 Laju Pertumbuhan 1. tahun 2007 sebesar 71. tahun 2005 sebesar 59. Berdasarkan gambaran realisasi IPM 5 tahun sebelumnya bahwa peningkatan IPM di Kabupaten Sumedang setiap tahunnya rata-rata mencapai 0.474 1.37 2. Tabel 2. 2004-2005 Keterangan : * = Angka Sementara RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 21 .54 poin.008.57.23. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. tahun 2007 berjumlah 1.45.07 dan target tahun 2008 sebesar 61. tahun 2006 berjumlah 1.66. dengan memperhatikan rata-rata capaian tersebut maka pemerintah Kabupaten Sumedang menargetkan capaian IPM pada tahun 2013 adalah sebesar 76. Sumedang. 1 2 3 4 5 Sumber Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 * Jumlah 1.15 Jumlah Penduduk Kab.16 3.119.Indeks kesehatan pada tahun 2003 sebesar 71. tahun 2007 sebesar 60. Indeks Daya Beli pada tahun 2003 sebesar 57.53 : Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan KB Kab.060. tahun 2006 sebesar 59.099 1.16.1 Kependudukan Penduduk kabupaten Sumedang berdasarkan data bulan September 2008 penduduk tahun 2008 tercatat sebanyak 1. tahun 2004 sebesar 71.081. 2004-2008 BPS Kabupaten Sumedang.081. tahun 2006 sebesar 71.474 jiwa. tahun 2005 sebesar 71.43.75 dan target tahun 2008 sebesar 71. 2.823 jiwa dan tahun 2004 berjumlah 1.045.70 1. tahun 2004 sebesar 57. tahun 2005 berjumlah 1.00 3.34.

680 7.158 Rumah Tangga.320 11.37 50.646 1.74 1.76 98.256 3.17 101.36 Sex Ratio 101.96 Sumber: BPS Kab. Sumedang.37 3.67 94.36 3.552 8.35 3.568 13.62 47.088 8.520 22.33 3.600 11. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Kecamatan Jatinangor Cimanggung Tanjungsari Sukasari Pamulihan Rancakalong Sumedang Selatan Sumedang Utara Ganeas Situraja Cisitu Darmaraja Cibugel Wado Jatinunggal Jatigede Tomo Ujungjaya Conggeang Paseh Cimalaka Cisarua Tanjungkerta Tanjungmedar Buahdua Surian Jumlah Luas Wilayah (Km2) 26.368 1.952 6.70 94.34 3.31 34.08 94.Jumlah rumah tangga di Kabupaten Sumedang Tahun 2008 sebanyak 325.92 40.32 3.59 102.26 80.35 4.34 3.38 105.296 11. Jumlah Rumah Tangga.136 690 525 726 437 598 707 229 367 390 298 1.909 657 898 740 641 2.31 54. Tabel 2.56 105.36 3.158 717 Kepadatan Per Km2 3.68 93.067 856 389 256 241 Rata-rata RT 3.57 105.50 107.96%.00 101.36 3.26 21.36 54.016 10.101 1.31 3.14 131. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.34 3.33 3.20 Jumlah RT 28.13 102.975 1.97 66. Kepadatan/Km2 Rata-Rata Rumah Tangga Dan Sex Ratio di Kabupaten Sumedang Tahun 2008 No.03 53.54 102.31 3.33 3.424 11.76 35.32 3.120 7.32 100.296 9.80 76.49 111.224 20.424 17.16 dibawah ini.37 28.328 15.94 48.272 7.470 9.088 6.09 99.34 3.39 99.07 3.36 3.42 61.33 3.544 22.72 99.94 103.36 92.12 101.522.528 25.16 Luas Daerah.44 95.34 106. adapun rata-rata RT sebesar 3. dengan kepadatan 717 per Km2.25 107.34 3.32 3.584 325.18 95.36 dengan Sex Ratio 99.20 40.32 3.85 52.472 9. 2008 RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 22 .49 99.400 13.37 41.33 3.61 18.12 3.14 65.72 97.12 57.35 3.136 7.816 1.28 117.

665 78.081 24.216 jiwa.072 33.312 43.401 31.958 25.221 27.489 28.378 25.922 42.360 2013 119.795 29.296.033 23.830 38.362.955 33.317 13.362.202 51.243 41.359 61.739 92.426 27.926 89.749 57. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.349 45.891 37.381 99.355 37.313 77.643 50.329 26.808 34.610 34.312 31.119 44.132 76.690 37.040 23.196 60.947 57.272 33.Proyeksi jumlah penduduk di Kabupaten Sumedang tahun 2009 berjumlah 1.031 38.693 30.683 22.020 48.592 30. tahun 2011 berjumlah 1.423 21. tahun 2010 berjumlah 1.019 77.663 47.531 66.954 67.324 44.135 13.560 2011 107.372 38.278 51.491 1.293 35.337 91.590 23.184 82.535 1.798 46.940 46.607 Sumber : Hasil Analisis Keterangan : Menggunakan asumsi berdasarkan data tahun 2004-2008 RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 23 .296.892 28.413 89.560 jiwa.680 49.185.057 39.753 42.465 15.243.387 83.360 jiwa dan pada tahun 2013 berjumlah 1.969 38.211 64.976 40.667 45.211 43.237 44.248 26.421 53.653 27.426 87.500 75.928 38.607 jiwa.17 Proyeksi Penduduk Kabupaten Sumedang Menurut Kecamatan Tahun 2009-2013 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Kecamatan Jatinangor Cimanggung Tanjungsari Sukasari Pamulihan Rancakalong Sumedang Selatan Sumedang Utara Ganeas Situraja Cisitu Darmaraja Cibugel Wado Jatinunggal Jatigede Tomo Ujungjaya Conggeang Paseh Cimalaka Cisarua Tanjungkerta Tanjungmedar Buahdua Surian Jumlah 2009 103.232 61.740 36.037 28.650 48.243.197.352 85.673 90.568 43. Tabel 2.520 38.101 47.17 dibawah ini.205 47.329 56.916 jiwa.836 43. tahun 2012 berjumlah 1.098 30.397 33.157 49.761 95.109 1.329 54.810 42.595 76.899 80.971 39.939 39.791 30.341 28.258 24.446 28.916 2010 104.185.012 24.758 37.909 103.151 27.700 35.853 28.454 1.760 61.803 44.693 30.265 26.389 29.216 2012 113.515 1.385 13.728 70.197.168 51.517 42.368 83.629 31.856 35.830 40.890 14.446 33.

Transmigrasi merupakan mobilitas penduduk melalui penataan dan persebaran penduduk yang serasi dan seimbangan untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitar dengan menciptakan kesempatan kerja dan peluang usaha. sedangkan sisanya sebanyak 30 KK saat ini sedang mengikuti pelatihan/pembinaan.110 KK penduduk miskin yang harus dipindahkan. Pada tahun 2007 penyelenggaraan program transmigrasi di Kabupaten Sumedang telah memberangkatkan 20 KK ke lokasi transmigrasi yang ada di Danau Meranteh Kabupaten Belitung Timur Provinsi Bangka Belitung melalui pola transmigrasi umum. Berkaitan dengan rencana pemindahan penduduk asal wilayah genangan Jatigede.18 di bawah ini. pada tahun 2008 calon transmigrasi dari wilayah genangan. Pelaksanaan transmigrasi di Kabupaten Sumedang dari tahun 2004 sampai dengan 2008 dapat dilihat pada Tabel 2.18 Perkembangan Jumlah KK yang Mengikuti Transmigrasi Tahun 2004-2008 No. Untuk meningkatkan keterampilan dan motivasi calon transmigrasi telah dilaksanakan pelatihan/pembinaan kepada 30 KK. serta mendorong perluasan dan pengembangan investasi.4. yaitu Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 5 KK.2 Transmigrasi Penyelenggaraan transmigrasi merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Berkaitan dengan rencana pembangunan waduk Jatigede.2. pada bulan Desember 2008 akan diberangkatkan sebanyak 60 KK ke lokasi transmigrasi yang ada di Propinsi Jambi yaitu Kabupaten Batanghari sebanyak 30 KK dan Kabupaten Muarojambi 25 KK. serta ke Provinsi Sumatera Selatan. Tabel 2. 1 2 Tahun 2004 2005 Jumlah KK 10 KK 15 KK 15 KK Lokasi Penempatan Provinsi Sulawesi Tenggara Provinsi Bangka Belitung Provinsi Sumatera Utara Keterangan Transmigrasi umum RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 24 . pada tahun 2008 tercatat sebanyak 3.

440 191 20 6.979 2008*) 72 25 370 367 46 37 38 16 22 644 1.3 4 5 2006 2007 2008 10 KK 20 KK 55 KK 5 KK Provinsi Kalimantan Timur Provinsi Bangka Belitung Provinsi Jambi Provinsi Sumatera Selatan Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.20 dibawah ini.279 2006 56 14 284 294 44 31 30 10 16 655 1.404 184 26 5.998 2005 55 13 283 141 23 30 31 6 12 655 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.494 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.792 orang. 1 2 Medis Keperawatan Tenaga Kesehatan Dokter Umum Dokter Gigi Bidan Perawat Farmasi Gizi 3 Non-Keperawatan Sanitasi Kesehatan Masyarakat Analisi Kesehatan Dukun Bayi Posyandu 4 Partisipasi Masyarakat Polindes POD Kader Kesehatan Aktif Tahun 2004 51 13 151 171 29 32 33 3 10 639 1.4. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 25 .503 167 25 6.412 Sumber Keterangan : Dinas Kesehatan Kab. keperawatan sebanyak 737 orang dan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan sebanyak 9.19 dibawah ini. Sumedang. yang terdiri atas bayi lahir hidup sebanyak 13.957 2007 64 22 320 349 45 34 36 14 18 644 1.19 Jumlah Tenaga Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat di Kabupaten Sumedang Tahun 2004–2008 No.240 jiwa dan bayi lahir mati sebanyak 254 jiwa. Tabel 2. 2004-2008 2.3 Kesehatan Tenaga kesehatan di Kabupaten Sumedang pada Tahun 2007 terbagi atas medis 97 orang.521 167 28 6.521 183 32 7. Sumedang. 2004-2008 : *) = Angka Sementara sampai bulan Agustus Jumlah kelahiran bayi (persalinan) pada tahun 2008 adalah sebanyak 13.

pada tahun 2005 guru berjumlah 10.238 Murid 172.172 175.592 134 18.494 : Dinas Kesehatan Sumedang. Guru pada tahun 2004 berjumlah 10. 2004-2008 Keterangan : *) = Angka Sementara RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 26 .815 11.454 2005 17. Di Kabupaten Sumedang tahun 2004 – 2008 jumlah guru dan murid tiap tahunnya mengalami peningkatan.529 Sumber : Dinas Pendidikan Kab.109 orang dengan murid 181.388 orang.093 orang dan tahun 2008 guru berjumlah 11.093 190.524 176.238 orang dengan murid 190.172 orang. Tabel 2.240 254 13.066 10.21 Jumlah Guru dan Murid di Kabupaten Sumedang Tahun 2004–2008 No. tahun 2007 guru berjumlah 11.229 225 18.815 orang dengan murid berjumlah 176.388 181. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.455 2007 18.235 220 18.109 11.338 orang dengan murid 175.611 2006 18.425 186 17. Melakukan investasi pendidikan akan memberikan hasil yang sangat besar karena pembangunan tidak hanya mengandalkan sumber daya alam saja tetapi harus didukung oleh sumber daya manusia yang handal.Tabel 2.726 2008* 13.20 Jumlah Kelahiran Hidup dan Kematian Bayi di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 (Jiwa) No. 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008* Guru 10. 2004-2008 : *) = Angka Sementara sampai bulan Agustus 2.4 Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sumedang.4.066 orang dengan murid berjumlah 172. 1 2 Uraian Bayi Lahir Hidup Jumlah Kematian Bayi Jumlah Sumber Keterangan 2004 18. tahun 2006 guru berjumlah 10.529 orang.524 orang.338 10.21 di bawah ini.

4.777 157 425 169 5.620 307 57.2.450 36 84 119 254 89 3.274 13 40 105 194 135 3. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 27 . jumlah dan kompleksitas berbagai permasalahan sosial.670 22 41 70 82 391 3.083 226 6.329 194 5. Keadaan ini bisa diamati dari data tabel Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dibawah ini. pada tahun 2005 berjumlah 21 panti.203 626 344 2008* 5. 2005-2008 : *) = Angka Sementara Jumlah panti di Kabupaten Sumedang pada tahun 2004 berjumlah 15 panti. Dampak yang dirasakannya diantaranya semakin berkembang dan meluasnya bobot. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.263 49 1.048 2.124 3.23 dibawah ini. pada tahun 2007 berjumlah 23 panti dan pada tahun 2008 berjumlah 25 panti.032 224 2.358 265 55.847 127 23.658 71 7.575 162 4.978 29 15 1.953 29 16 365 1.494 465 2006 5.128 37 1.398 61 1.5 Kesejahteraan Sosial Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan sosial meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan.203 626 344 Sumber Keterangan : Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Kab.22 Kondisi PMKS di Kabupaten Sumedang Tahun 2005 – 2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Masalah Kesejahteraan Sosial Anak Terlantar Anak Nakal Anak Balita Terlantar Anak Jalanan Lansia Terlantar Pengemis Gelandangan Korban NAPZA Pekerja Seks Komersil Eks Narapidana Penyandang Cacat Penyandang Cacat Eks penyakit Kronis Keluarga Miskin Sosial Keluarga bermasalah Sosial Psikologis Keluarga Rumahnya Tidak Layak Huni Wanita Rawan Sosial Ekonomi Pemulung Janda PKRI Korban Bencana Alam Masyarakat yang Tinggal di Daerah Bencana Komunitas adat Terpencil 2005 4.238 25 17 1. pada tahun 2006 berjumlah 21 panti.484 286 56.498 21 19 711 780 344 2007 5.200 3.362 21 62 119 225 112 3.462 258 2. Sumedang. Tabel 2.859 3.247 241 2.

Tabel 2. 1 2 3 4 5 Sumber Keterangan Tahun 2004 2005 2006 2007 2008* Yayasan 25 24 29 30 35 Anak Asuh 804 730 889 795 954 : Kab. Keadaan tersebut semakin sulit dikendalikan sebagai akibat dari krisis ekonomi dan kenaikan harga BBM. Sumedang Dalam Angka.23 Jumlah Panti Berdasarkan Penanganan Kasus di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No. 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008* Cacat 3 3 3 3 4 Jenis Penanganan Asuh Jompo 10 2 16 2 16 2 18 2 19 2 Sumber : Dinsos PMD Kab. walaupun di pihak lain masih dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja yang cukup banyak. 2004-2008 : *) = Angka Sementara 2. Untuk lebih jelasnya perkembangan yayasan non panti dan anak asuh tahun 2004–2008 dapat dilihat pada tabel 2. Sumedang.24 dibawah ini.4.6 Ketenagakerjaan Berkaitan dengan perkembangan situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Sumedang sampai akhir tahun 2007 masih menunjukan keadaan yang kondusif. Banyaknya pencari kerja di Kabupaten Sumedang adalah sebagai akibat penambahan RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 28 . 2004-2008 Keterangan : *) = Angka Sementara Yayasan non panti di Kabupaten Sumedang pada tahun 2008 berjumlah 34 yayasan dengan 954 anak asuh.24 Jumlah Yayasan Non Panti dan Anak Asuh di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No. Tabel 2.

087 Sisa Pencari Kerja 14.312 8.758 2. jumlah tenaga kerja yang ditempatkan mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penempatan kerja untuk tahun 2006 yang sebesar 18. Dalam hal penyerapan tenaga kerja. Jumlah angkatan kerja pada tahun 2006 sebanyak 8.075 orang.800 1.932 orang mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 10.90% untuk wanita dan 4.25 Jumlah Tenaga Kerja di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008*) Pencari Kerja 14.392 9.620 1.053 Yang Terdaftar Lowongan Yang Kerja Ditempatkan 1.150 12.074 8.06% untuk laki-laki. Dari segi pendidikan.966 Sumber Keterangan : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel di bawah ini : Tabel 2. sementara jumlah pencari kerja yang terdaftar mengalami penurunan.650 1.84%. Keadaan seperti ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap jumlah pencari kerja yang tidak terproyeksikan sebelumnya.781 10.66% sedangkan pencari kerja wanita yang dapat ditempatkan lebih besar daripada laki-laki yaitu 13. Jumlah pencari kerja yang dapat ditempatkan sebanyak 1. sedangkan sisanya sebanyak 7.312 orang (81.908 7.angkatan kerja baru dan pemutusan hubungan kerja (PHK).075 8.160 977 1. lulusan SMA merupakan pencari kerja terbanyak (32. Untuk tahun 2007 jumlah pencari kerja laki-laki sebesar 54. Lulusan SMA juga menempati urutan tertinggi dari jumlah persentase pencari kerja yang berhasil ditempatkan terhadap total pencari kerja menurut tingkat pendidikan yaitu mencapai 32.14% merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 11.137 2.932 10.17%).620 orang (18. 2004-2008 : *) = Angka Sementara RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 29 .167 1.58%.14%) yang dapat ditempatkan. Kondisi ini terus berlangsung di berbagai lapisan dan tingkatan sektor-sektor usaha strategis yang banyak menyerap tenaga kerja.220 1.86%) belum mendapatkan pekerjaan.

Pengurus dan Anggota di Kabupaten Sumedang Tahun 2008 No. Lengkana Santika Dewi Kusman Prestasi yang Dicapai 2 Medali Emas 1 Emas 1 perak 1 Emas 1 Perunggu 1 Perunggu 1 Perunggu Keterangan Porprov X 2006 Karawang 2 Pencak Silat Porprov X 2006 Karawang Porprov X 2006 Karawang 3 Tinju 2.245 orang anggota.863 555 Anggota 26.245 Sumber: *) Dinas Sosial Kab.410 orang. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. Akan tetapi masih terdapat ketimpangan antara pencari kerja dengan lowongan kerja. Sedangkan organisasi kepemudaan lainnya pada tahun 2008 berjumlah 58 dengan 555 pengurus dan 2.26 dibawah ini. 4. Nama Doni Susanto Nur Hidayat Insan Hadikusuma Anggi S.863 orang dan anggota berjumlah 26. 2. Firman M. Lutfi Agung RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 30 . sehingga jumlah pencari kerja masih banyak yang tidak tertampung pada lowongan kerja yang dari segi kuantitasnya lebih sedikit daripada pencari kerja.Dari tabel diatas. 1 2 Organisasi Karang Taruna *) OKP Lainnya **) Jumlah 275 58 Pengurus 3. 1. dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2008 pencari kerja mengalami kenaikan. 5. Tabel 2.26 Jumlah Karang Taruna dan OKP. 1 Bidang Olahraga Atletik 1. begitu pula pada lowongan kerja. Sumedang 2008 **) Kanpora 2008 Adapun Prestasi keolahragaan yang telah dilaksanakan pada tahun 20062008 dan telah membuahkan hasil diantaranya sebagai berikut : Tabel 2.410 2.4.27 Prestasi Bidang Olahraga Tahun 2006-2008 No.7 Pemuda dan Olahraga Jumlah Karang Taruna pada tahun 2008 berjumlah 275 dengan pengurus berjumlah 3. 3. 2.

Hadi. Rahayu. Heru. 4. Eko. Agung. Alit Tresna Susi Dariah Yudi Rohniar Kiki Hikmat. Yuli Eka Yanti 6. Zaenudin. Feyzy Porprov X 2006 Karawang 14 Sepeda Jenis MTB Dadi Nurcahyadi Agus Suherlan Porprov X 2006 Karawang 1 Emas Porprov X 2006 Karawang dan 1 Emas Sea RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 31 . Riantika.. Pygaveta Prilenti Agustina P. Dewi Yulianti. Owie 3. Rifky 2. Yuli Eka Yanti. Apriliani. Entin. Feyzy. Zaenudin. Arafik. Erni. Rahayu 2. Herawati. Pauzan 3. Indah 3. Beni. Anggela Fitri D. Mega Sukma. Indah. Cucu. Aulia. 2. Rifky. Andi. Hadi. Prestasi yang Dicapai 2 Emas Beregu (3 Orang) 1 Emas Beregu (6 Orang) 1 Perak Beregu (12 Orang) 1 Perunggu Beregu Putri (12 Orang) 1 Emas 1 Perak 1 Perunggu 1 Perunggu Beregu (3 Orang) Juara 4 1 Perak 1 Perunggu 1 Perunggu Beregu (3 Orang) 1 Perunggu Keterangan Porprov X 2006 Karawang 5 Sepatu Roda Porprov X 2006 Karawang 6 Senam Porprov X 2006 Karawang 7 Bola Volly Porprov X 2006 Karawang 8 Karate 1 Emas Beregu (3 Orang) 1 Perak 1 Perunggu Beregu Juara 4 Dunia 1 Perunggu 1 Perunggu 1 Perunggu 1 Perunggu 1 Perunggu Beregu (2 Orang) Juara 4 Nasional 1 Emas 1 Emas Beregu (3 Orang) 1 Perak Beregu (3 Orang) 1 Perunggu Beregu (3 Orang) Juara 1 Asia Kelas 125 cc 1 Perak 2 Emas Porprov X 2006 Karawang Kejuaraan Dunia di Helsinki Sea Games Vietnam Porprov X 2006 Karawang Porprov X 2006 Karawang Porprov X 2006 Karawang 9 10 11 12 13 Tarung Derajat Judo Bridge Sepak Bola Puteri Sepeda Motor 1. Fenti. Nurahmadi. Muhid.No. Yuli Eka Yanti. Agung Restu 1. 4 Bidang Olahraga Sepak Takraw Nama 1. Feri. Heri Akong 5. Zulia Rachim 1. Eko. Arafik. Muhid. Alit Tresna 2. Pauzan. Owie 4. Dita. Owie 5. Sugiharti. Dwi Adriani. 3. Indra 4. Dewi Yulianti 5. Alit Tresna 3. Andi. Yuni. Ratih Puspita. Rifky. Vera. Dodi 4. Pulus Halim 1. Lani. Nurahmadi 2. Nenden Agung Havez Heri Akong Agung Restu. Fadhlan. Rahayu. Hadi. Eko. Rina Sumiati.

Yanti Khaerani S. 2006-2008 RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 32 . Arif.No. Usep Yeni. Astri. Susi Herawati Anisa Susi Herawati Ibad Andri Teguh. Sumedang. Bidang Olahraga Elmiari Nama Prestasi yang Dicapai 1 Perunggu Juara 1 MTB Juara 1 Down Hill 2 Emas 1 Emas 1 Perunggu 1 Perunggu 1 Emas 1 Perak 3 Perunggu 1 Perak bergu 3 orang 2 Perunggu beregu 6 orang Keterangan Games Manila Sea Games Manila Sea Games Manila Kejurnas PON XVII 2008 Kaltim PON XVII 2008 Kaltim PON XVII Kaltim PON XVII Kaltim PON XVII Kaltim PON XVII Kaltim PON XVII Kaltim PON XVII Kaltim 2008 2008 2008 2008 2008 2008 Dadi Nurcahyadi Agus Suherlan Doni Susanto Alit Tresna Yuli Eka Dewi Yulianti Owi Nurhuda Feizy Juniardith Dadi Nurcahyadi Agus Suherlan 19 20 FASI-Para Sepak Takraw Dedy Arifianto Hadi Mulyono Eko Kusdianto Andi Hadi Mulyono Eko Kusdianto Andi Fauzan Nur Ahmadi Zainuddin Kiki Hikmat Ratih Puspita Rahayu Anisa 15 16 17 Atletik Karate Nomor Kata Bermotor 18 Balap Sepeda PON XVII 2008 Kaltim 21 22 23 Bridge Bola Voli Indoor Atletik 1 Perak beregu 6 orang 1 Perak 1 Emas Lompat Jauh Putri 1 Perunggu Lari 100 m Putri 1 Perak Lempar Cakram Putri 1 Emas Lempar Lembing 1 Emas Lari 400 m Putri 1 Emas Lari 4 x 100 m 1 Emas Beregu 3 orang Putra 1 Emas Beregu 3 orang Putri 1 Perak Kelas D Putri 1 Perak TGR 1 Emas nomor Ritmik PON XVII 2008 Kaltim PON XVII 2008 Kaltim Popda Jabar 2008 Bandung Popda Jabar Bandung Popda Jabar Bandung Popda Jabar Bandung Popda Jabar Bandung 2008 2008 2008 2008 24 25 26 27 Atletik Atletik Atletik Atletik Titi Oji D. Cici. Yuda Akbar Indah Permatasari 28 Sepak Takraw Popda Jabar 2008 Bandung Popda Jabar 2008 Bandung Popda Jabar 2008 Bandung Popda Jabar 2008 Bandung 30 31 Pencak Silat Senam Sumber: KONI Kab.P.D. Dede Usep Tantang. Yogi.

967 60. tercatat 440 Organisasi Kesenian dalam berbagai jenis seperti Kesenian Kuda Renggong.Wisnu .916 294.206 61.Wisnu .179 1. Salah satu kesenian khas Sumedang yang terus dikembangkan melalui ajang perlombaan adalah festipal Kuda Renggong.8 Kebudayaan Kebudayaan daerah merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan dilaksanakan.28 Perkembangan Pariwisata di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No.4.712 15.265 2007 2.424 307.679 248.801 63.299 49.880 51.Jumlah Jumlah Kunjungan ke Obyek Wisata . Tarawangsa dan jenis kesenian lain yang tersebar di pelosok Desa.548 57. Perkembangan kepariwisataan daerah Kabupaten Sumedang dari tahun 2004 – 2008 dapat digambarkan pada tabel sebagai berikut : Tabel 2. Kepada para Seniman yang berprestasi diberikan Anugrah Seni sebagai penghargaan atas karyanya dan pengabdiannya.679 250. Salah satu aspek yang ditangani secara berkelanjutan adalah pembinaan terhadap berbagai kelompok kesenian.768 12.095 270.025 62.149 17.829 336.Wisman . Tayuban. Calung. Dangdut.943 58. Rengkong. Teater. Wayang Golek.Wisman .166 2 RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 33 . disamping juga melestarikan berbagai jenis dan bentuk kesenian daerah yang bernilai luhur. 1 Uraian Jumlah Tamu yang menginap di Hotel : .337 320. Orgen Tunggal.172 287. Angklung.842 60. warisan budaya yang bernilai luhur merupakan dasar dalam rangka pengembangan pariwisata budaya yang dijiwai oleh Agama Islam. Di Kota Sumedang terdapat satu buah musium yaitu Musium Prabu Geusan Ulun.963 250.390 1.2.177 251.Jumlah 2004 1.687 65.856 2006 2.642 2005 2.340 2008*) 3. Pemerintah terus membina kelompok dan organisasi Kesenian yang ada.

930 178 2005 21 138 1 935 86 34 2.38 %. 3 4 5 6 Uraian Jumlah tenaga Kerja pada Jasa Pariwisata (Orang) Obyek Wisata yang dikembangkan Jumlah Usaha Perhotelan Jumlah Usaha restoran 2004 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 URAIAN Prasarana Kesenian Pembimbing Museum Kelompok Kesenian Tradisional Jenis Kesenian Nilai Tradisi Masyarakat Jumlah Seniman Jumlah Cagar Budaya 2004 21 138 1 935 52 34 2.930 178 2006 1 1 1 132 54 32 311 90 2007 1 7 1 130 54 32 310 90 2008*) 1 6 1 125 54 30 309 90 Sumber Keterangan : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumedang.No. Sumedang. Untuk kondisi perkembangan bidang kebudayaan yang mendukung kepariwisataan di Kabupaten Sumedang dapat dilihat pada tabel berikut ini.330 3 16 113 2006 1. 2004-2008 :*) = Angka Sementara RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 34 .302 0 16 111 2005 1. 2004-2008 :*) Angka Sementara Selain wisatawan perkembangan juga dapat pariwisata.547 3 17 129 Sumber Keterangan : Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kab.427 4 16 120 2007 1. Pada umumnya perkembangan kebudayaan tahun 2005 tidak jauh berbeda dengan tahun 2004 namun untuk perkembangan jenis kesenian terdapat kenaikan 65. dipacu dengan peningkatan adanya kunjungan perkembangan kebudayaan. Tabel 2.29 Kondisi Kebudayaan di Kabupaten Sumedang Tahun 2004 – 2008 No. artinya terdapat penambahan jumlah jenis kesenian yang telah dikembangkan.303 4 17 121 2008*) 1.

5 Prasarana dan Sarana Daerah 2.149 Rumah Makan 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini. 1 2 3 Kecamatan Jatinangor Cimanggung Tanjungsari Perdagangan 2.2.166 usaha.552 unit dan rumah makan berjumlah 10.32 dibawah ini. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Koperasi Konsumsi Produksi Simpan Pinjam Jasa Pemasaran Unit Desa Serba Usaha Pondok Pesantren Bitul Maal wal Tanwil Sekunder Jumlah Aktif (Unit) 2004 240 50 5 6 26 25 7 14 2 375 2005 241 38 9 1 8 27 25 20 17 3 389 2006 244 38 11 1 8 27 27 20 18 3 397 2007 244 38 17 1 8 27 32 20 18 3 408 2008 250 41 17 1 8 27 36 19 18 3 420 2004 60 32 4 1 4 1 5 23 9 2 141 Tidak Aktif (Unit) 2005 68 30 8 2 5 10 6 129 2006 68 30 7 2 4 10 6 1 128 2007 68 28 1 2 4 10 6 1 120 2008 68 25 1 2 5 10 7 1 119 Sumber : Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Tabel 2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Sedangkan untuk usaha perdagangan dan rumah makan non keliling berjumlah 31.340 1.527 2.5.239 usaha yang terdiri dari perdagangan 21.363 763 RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 35 .688 unit.1 Prasarana dan Sarana Sosial Ekonomi Jumlah Koperasi Aktif di Kabupaten Sumedang pada tahun 2008 sebanyak 457 unit koperasi dan koperasi tidak aktif berjumlah 115 unit koperasi.30 Perkembangan Jumlah Koperasi Menurut Aktivitas di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No.31 dan tabel 2.31 Jumlah Usaha Perdagangan dan Rumah Makan Keliling di Kabupaten Sumedang Tahun 2008 No. 2004-2008 Usaha perdagangan dan rumah makan keliling di Kabupaten Sumedang berjumlah 32.215 2.

Sumedang. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kecamatan Jatinangor Cimanggung Tanjungsari Sukasari Rancakalong Pamulihan Sumedang Selatan Sumedang Utara Ganeas Situraja Perdagangan 2.727 2.204 1. 2008 Tabel 2.551 Rumah Makan 145 482 366 823 1.445 2.042 846 1.258 532 1.572 142 371 121 252 81 173 273 89 231 242 215 257 492 134 253 119 292 97 10.688 Jumlah Sumber: BPS Kab.32 Jumlah Usaha Perdagangan dan Rumah Makan Non Keliling di Kabupaten Sumedang Tahun 2008 No. 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Kecamatan Sukasari Rancakalong Pamulihan Sumedang Selatan Sumedang Utara Ganeas Situraja Cisitu Darmaraja Cibugel Wado Jatinunggal Jatigede Tomo Ujungjaya Conggeang Paseh Cimalaka Cisarua Tanjungkerta Tanjungmedar Buahdua Surian Perdagangan 342 1.451 263 436 651 323 221 562 723 356 319 502 480 459 789 193 611 515 705 121 21.784 2.858 411 824 Rumah Makan 720 277 291 49 335 221 243 421 107 161 RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 36 .No.281 912 1.

Sumedang. DTP 6 6 6 6 6 Pusk.5.797 Rumah Makan 95 183 37 93 123 123 243 472 173 295 178 83 163 101 152 30 5.33 dibawah ini. 74 Puskesmas Pembantu dan 96 Balai Pengobatan yang tersebar di semua kecamatan.319 265 832 456 813 271 25.No. 2004-2008 : *) = Angka Sementara RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 37 .2 Sosial Budaya Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang pada tahun 2008 terdapat 6 Puskesmas DTP dari 32 Puskesmas yang ada.117 1. 2008 2.33 Sarana Kesehatan di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 Puskesmas No.369 Sumber: BPS Kab. 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Kecamatan Cisitu Darmaraja Cibugel Wado Jatinunggal Jatigede Tomo Ujungjaya Conggeang Paseh Cimalaka Cisarua Tanjungkerta Tanjungmedar Buahdua Surian Jumlah Perdagangan 793 863 452 1. Tabel 2.108 498 553 526 732 713 1. 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008* ) Pusk. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. Tanpa Perawatan 26 26 26 26 26 Jumlah 32 32 32 32 32 Puskesmas Pembantu 68 68 69 71 74 Balai Pengobatan 53 92 73 75 77 Sumber Keterangan : Dinas Kesehatan.

Sumedang. Tabel 2. kecuali untuk Gereja hanya ada di kecamatan Sumedang Selatan dan Jatinangor serta Vihara di Kecamatan Jatinangor dan Sukasari. Pada tahun 2007 jumlah sarana peribadatan di Kabupaten Sumedang tercatat sebanyak 5. 2004-2008 Keterangan : *) Angka Sementara Kehidupan beragama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan bersosial sehari-hari. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. langgar dan mushola tersebar hampir merata di seluruh kecamatan. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 38 .Pada tahun 2007 di Kabupaten Sumedang terdapat 196 sekolah TK. 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008* ) TK 166 178 184 196 208 SD/MI 606 632 654 656 658 SLTP/MTs 78 79 123 134 145 SLTA/SMK 21 24 63 68 73 Sumber : BPS Kab. 6056 buah SD/MI. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. Kehidupan beragama akan semakin baik bila ditunjang oleh tersedianya sarana dan prasarana keagamaan yang baik pula.514 buah sarana ibadah Agama Islam yang terdiri dari mesjid. Sarana peribadatan mesjid.34 Sarana Pendidikan di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No. 68 SLTA/SMK negeri dan swasta. 134 buah SLTP/MTs. Dibanding tahun sebelumnya ada penambahan beberapa buah sekolah pada setiap jenjang pendidikan kecuali sekolah dasar. Sedangkan untuk sarana ibadah agama lainnya terdiri dari 3 buah Gereja dan 2 buah Vihara. langgar dan mushola.

480 941. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 39 . serta jalan desa sepanjang 909.044 2.823 Gereja 3 3 3 3 3 Pura/ Vihara 1 1 2 2 2 Sumber Keterangan : BPS Kab.186 2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.000 117.275 796.724 124.724 124.111 Km.882.882.000 Km.056 Km.427 Langgar 1.111 Sumber Keterangan : Dinas PU Kab.267 2.882.221 2006 1.275 Km dan jalan kabupaten 796. 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008* ) Mesjid 1.480 941.882.5.712 1.017 756.152 1.442 Km yang terdiri atas jalan negara 60.724 124.882.Tabel 2.35 Sarana Peribadatan di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No.403 1.017 756.442 60.415 1. 1 2 3 4 5 Jenis Data Panjang Jalan Panjang Jalan Negara Panjang Jalan Provinsi Panjang Jalan Kabupaten Panjang Jalan Desa 2005 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.523 1. Sumedang : *) = Angka Sementara Pada tahun 2008 jumlah trayek yang ada di Kabupaten Sumedang tidak mengalami perubahan bila dilihat dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 64 trayek.298 1. Tabel 2.442 60.152 2.546 1.357 2008* 1..535 1.221 2007 1.37 dibawah ini.442 60.36 Panjang Jalan di Kabupaten Sumedang Tahun 2005-2008 (Km) No.856 Mushola 2. Sumedang : *) = Angka Sementara 2.3 Transportasi dan Perhubungan Panjang jalan di Kabupaten Sumedang pada tahun 2008 sepanjang 1.017 756. jalan provinsi 117.442 60.480 941.056 909.

720 Sumber : BPS Kab. kawasan-kawasan industri serta tempat-tempat pariwisata.4 Telekomunikasi dan Informasi Penggunaan jaringan komunikasi di Kabupaten Sumedang khususnya sambungan telepon telah tersebar di seluruh wilayah kecamatan. Tabel 2. Pos Indonesia pada tahun 2008 mencapai 710.028 87 448 2.211 2008* 50 598 1.922 710.297 650.256 buah sambungan telepon yang dihubungkan ke pusat-pusat pemukiman. Sumedang Keterangan : *) = Angka Sementara RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 40 .398 95. Pos Indonesia Cabang Kabupaten Sumedang Tahun 2005-2008 No.547 pucuk baik surat.5.555 591. Sumedang : *) = Angka Sementara 2.211 : Dinas Perhubungan Kab.028 87 448 2.627 96. perdagangan. paket dan wesel. Jumlah sambungan yang ada telah mencapai 7. Untuk kegiatan transaksi mencapai 97.37 Jumlah Sarana Angkutan di Kabupaten Sumedang Tahun 2007-2008 No 1 2 3 4 5 AKAP AKDP Angkutan Perkotaan Angkutan Kota Angkutan Perdesaan Jumlah Sumber Keterangan Uraian Jumlah Trayek 2007 1 12 24 1 16 54 2008* 1 12 24 1 16 54 Jumlah Kendaraan 2007 50 598 1. Realisasi produksi kegiatan PT.38 Realisasi Produksi Kegiatan PT.720 transaksi baik berupa tabungan maupun pembayaran pensiunan.Tabel 2. 1 2 3 4 Tahun 2005 2006 2007 2008* Pucuk 549.547 Transaksi 119.673 97. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

terutama sangat dirasakan pada daerah-daerah penghasil beras.39 berikut : Tabel 2. Perbaikan prasarana pengairan berupa jaringan irigasi dan persungaian yang telah ditangani sepanjang Tahun 2004 . 1 2 3 4 5 Jenis Irigasi Irigasi Teknis Irigasi Semi Teknis Irigasi Sederhana Irigasi Pedesaan Irigasi Tadah Hujan Jumlah Prasarana Keseluruhan Tahun 2004 1 9 19 67 96 2005 6 10 43 59 2006 1 8 9 28 46 2007 1 2 53 56 2008*) 1 5 8 60 74 4 15 41 585 107 Jumlah 852 Sumber : Dinas PU Kabupaten Sumedang Keterangan : *) = Angka Sementara Penyediaan air irigasi mengalami penurunan sebagai akibat rendahnya kualitas operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Adapun mengenai gambaran dampak pembangunan prasarana irigasi terhadap perkembangan areal yang terairi dapat dilihat pada tabel 2. Infrastruktur pengendalian daya rusak air terutama untuk pengendalian banjir juga masih belum memadai akibatnya di beberapa wilayah. sehingga banyak jaringan irigasi dalam kondisi rusak. kepada Perbaikan.40 berikut : RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 41 .5. bencana banjir menghambat kegiatan ekonomi dan menimbulkan kerusakan baik di permukiman maupun di lokasi kegiatan ekonomi masyarakat. Rehabilitasi serta Peningkatan.39 Perkembangan Irigasi yang Tertangani di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No.2.5 Pengairan/Keirigasian Penanganan rangka pengembangan kegiatan pengairan/keirigasian infrastuktur yang irigasi difokuskan diarahkan yang dalam mengembangkan agribisnis mendukung Pemeliharaan.2008 dapat dilihat pada tabel 2.

Wado dan beberapa ibukota Kecamatan lainnya.650 2. Saluran drainase ini akan mengikuti pola jaringan jalan yang ada dan berakhir di sungai.196 3.374 5 Irigasi Tadah Hujan Jumlah 11.741 3.033 4. Cimalaka. sehingga memudahkan pengaliran aliran air hujan sampai ke badan air penerima. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 42 .139 5.240 2.Tabel 2. Jatinangor. Sistem ini dipergunakan untuk kawasan perkotaan seperti di Kota Sumedang.644 4.363 2. Untuk sistem drainase mikro di Kabupaten Sumedang.5.3 di bawah ini.40 Dampak Pembangunan Prasarana Irigasi Terhadap Perkembangan Areal yang Terairi di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No 1 2 Jenis Irigasi Irigasi Teknis Irigasi Semi Teknis 3 Irigasi Sederhana 672 926 4 Irigasi Pedesaan 7.6 Drainase Sistem drainase merupakan sistem pengaliran air hujan yang terdiri dari dua macam sistem. DAS Cipelang. pada umumnya mengikuti kemiringan tanah.167 1. DAS Cimanuk Hilir dan DAS Cilutung. Kabupaten Sumedang pada umumnya menggunakan sistem drainase alami atau makro.467 2. DAS Cipunagara. DAS Cipeles. Tanjungsari. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.219 1.519 Sumber : Dinas PU Kabupaten Sumedang Keterangan : *) = Angka Sementara 2004 791 1. yakni sistem drainase melaiui sungai-sungai atau saluran sekunder disebut juga sistem drainase makro serta sistem yang melalui saluran-saluran lingkungan disebut sistem drainase mikro.920 Area yang Terairi 2005 2006 2007 304 1.415 2008*) 360 1. Hal ini terjadi karena wilayah ini dialiri beberapa sungai dan anak sungai yang termasuk ke dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarik.

mandi. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih tersebut. sumur gali dan sumur pompa.7 Air Bersih Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya seperti minum/memasak. penduduk Kabupaten Sumedang saat ini dilayani beberapa sumber air bersih seperti PAM.Gambar 2. mencuci dan lain sebagainya.5. Gambar 2.4 Rencana Sistem Penyedian Air Minum Sumber: RTRW Kabupaten Sumedang.3 Rencana Jaringan Drainase Sumber: RTRW Kabupaten Sumedang. 2002-2012 2. 2002-2012 RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 43 .

Sumedang Keteranga : *) = Angka Sementara 2.039 m3. Limbah domestik merupakan limbah hasil buangan rumah tangga dari kegiatan mandi.232. Sedangkan limbah non domestik merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan non rumah tangga seperti limbah cair buangan pabrik/industri.672 Terjual (M3) 4.Produksi air bersih pada tahun 2007 sebesar 7.41 Produksi Air Bersih dan Terjual di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No. Hal ini umumnya terdapat di wilayah kota dan di sekitar jalur jalan utama yang terdapat saluran drainase.643 m3.595 5. limbah ternak dan sebagainya.154.484.039 7.506.5.643 5.212.168.389. Untuk lebih jelasnya mengenai jaringan air limbah dapat dilihat pada gambar dibawah ini.786. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. cuci dan kakus.212. Sistem pembuangan limbah domestik di wilayah Kabupaten Sumedang selain menggunakan jamban keluarga berupa septic tank/cubluk juga dimanfaatkan pula sungai dan Kolam dan pembuangan langsung ke saluran drainase yang ada.375 5.41 di bawah ini.905. Tabel 2.401.117 7.741 6. sedangkan terjual sebesar 5.489 4.454 6. 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008* ) Produksi (M3) 6. limbah penggilingan padi.250 Sumber : BPS Kab.8 Air Limbah Jenis limbah yang terdapat di Kabupaten Sumedang dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu limbah domestik dan limbah non domestik. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 44 .401.

94 kVA.80 39. 1 2 Jenis Sarana Jamban Keluarga SPAL Persentase Sarana yang Memenuhi Syarat Kesehatan 2004 59.42 Persentase Keluarga yang Memiliki Sarana Pembuangan Air Limbah Domestik yang Memenuhi Syarat Kesehatan Tahun 2004 – 2008 No.39 kVA dan sektor sosial sebesar 8.5.00 Sumber: Badan Lingkungan Hidup Kab. sektor publik sebesar 2.55 kVA.50 40. 2002–2012 Persentase keluarga yang memiliki sarana pembuangan air limbah domestik yang memenuhi syarat kesehatan dapat dilihat pada Tabel 2.491.509.Gambar 2.070 2006 61. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 45 .42 Tabel 2.520. sektor industri sebesar 126.242. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.40 2007 64.55 kVA.60 2005 63.19 kVA yang dirinci menurut sektor pelanggan yaitu sektor rumah tangga sebesar 11.860.37 39.02 41.77 2008 67.5 Rencana Pengelolaan Air Limbah Sumber: RTRW Kabupaten Sumedang.9 Energi Banyaknya daya tersambung di Kabupaten Sumedang tahun 2008 sebesar 323.76 kVA.59 40. sekor bisnis sebesar 174.393. Sumedang 2004-2008 2.43 dibawah ini.

Tabel 2. 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008* PJU (Titik) 23 87 315 20 100 LisMas (Desa) 10 16 10 8 9 Sumber :Dinas Kehutanan.00 2.364.486.400.811.39 Sosial 4. Pemasangan jaringan listrik lebih diprioritaskan pada penerangan jalan umum (PJU) di titik-titik rawan yang pada tahun 2006 berjumlah 315 titik PJU.32 11.00 125. Sumedang Keterangan : *) = Angka Sementara RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 46 .521.764.491.228.931.70 10.393.080. Tabel 2.818.00 162.94 Bisnis 9.35 8. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.460.55 Publik 1.15 8.00 10.44 Pelayanan Jaringan Listrik di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No.155.30 168.02 126.55 Sumber : BPS Kab. Untuk pemasangan listrik masyarakat (LISMAS) pedesaan terpasang di 10 desa pada tahun 2006.00 2. 1 2 3 4 Tahun 2005 2006 2007 2008* Rumah Tangga 120.637. Sumedang Keterangan : *) = Angka Sementara Pemberian pelayanan kepada masyarakat untuk meningkatkan aktivitas perekonomian serta menciptakan keamanan dan kenyamanan lingkungan antara lain melalui pemasangan jaringan listrik untuk penerangan jalan umum dan listrik masyarkat (LISMAS) pedesaan.139.76 Industri 4.38 2.242.520.65 126.00 8.182.43 Banyaknya Daya Tersambung Menurut Sektor Pelanggan (kVA) di Kabupaten Sumedang Tahun 2005-2008 Sektor Pelanggan No.42 174.860. Pertambangan dan Energi Kab.

akta kematian.252 200.840 208. KK.904 21.2. tepat dan mudah.350 4637 71.257 286. KTP berjumlah 286. sehingga pelayanan yang diberikan menjadi jauh lebih cepat.258 85.766 35.45 Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil di Kabupaten Sumedang Tahun 2006 .592 7.1 Pelayanan Catatan Sipil Pelayanan yang berkaitan dengan pengaturan kependudukan yaitu NIK.258 87.521 210.868 79.875 21.6 Kondisi Pemerintahan Umum 2.2008 No 1 2 3 4 Jenis Pelayanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kartu Keluarga (KK) Kartu Tanda Penduduk (KTP) Akta-akta Pencatatan Sipil Sumber Keterangan Gratis 67.078.755 70.755 64. Ijin Kebudayaan dan Usaha Kepariwisataan.300 281. Adapun perijinan yang dikeluarkan oleh unit PPTS diantaranya IPPT (Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah).378 akta pencatatn sipil.6.616 Jumlah 67.429 3.2 Perijinan Sejak Juni 2007 dilaksakanlah kegiatan unit PPTSP (Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu) sebagai salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terhadap penyederhanaan pelayanan perijinan kepada masyarakat. 2006-2008 : *) = Angka Sementara 2. IUJK (Ijin Usah Jasa Konstruksi).868 64. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 47 .753 buah dan akta-akta pencatatan sipil berjumlah 38.987 2.269 9. KTP serta pelayanan yang berhubungan dengan catatan sipil seperti akta kelahiran.902 202.378 Gratis 1. akta penyerahan anak dan akta lainnya.229 : Disduk.753 38.45 dibawah ini. Tabel 2.762 2006 Bayar 1.121 5.333 25.957 4.6. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.715 2008*) Gratis Bayar Jumlah 79. Sumedang. Jumlah cakupan layanan pendaftaran penduduk dan catatan sipil tahun 2006 terdiri dari NIK berjumlah 67. IMB (Ijin Mendirikan Bangunan).078.905 Jumlah 1.258 buah.225 26. akta perkawinan.257 buah.810 2007 Bayar 6. KK berjumlah 87. KB dan Casip Kab.

168 268 147 76 45 42 284 43 71 108 66 75 56 65 50 53 57 24 Hal 2 – 48 Izin RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 . golongan II sebanyak 1.46 dibawah ini. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. Sumberdaya Mineral dan Energi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perhubungan dan Telematika Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Kependudukan.Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Swasta. Hortikultura & Perkebunan Dinas Peternakan dan Perikanan Dinas Pajak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dinas PU Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Perindustrian. Izin Pengambilan dan Pemanfaatan Air Tanah. Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). Tabel 2. Ijin Gangguan (Ho). golongan IV sebanyak 135 orang. golongan III sebanyak 1.236 orang dan golongan I sebanyak 114 orang. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Dinas/Instansi Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan Dinas Pertanian Tanaman Pangan.6. 2. Pendidikan dan Pelatihan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Keuangan Daerah Badan Kesatuan Bangsa IV 13 5 13 8 4 4 3 5 6 6 5 5 5 5 6 6 4 6 3 5 Golongan III II 125 46 18 15 440 646 138 120 117 50 31 23 150 26 47 80 50 37 46 46 31 40 42 16 26 22 10 13 103 11 15 22 11 32 4 12 14 7 12 3 I 1 1 69 2 0 0 1 1 25 0 4 1 0 1 0 1 1 0 0 0 Jumlah 185 39 1.242 orang.46 Jumlah PNS Struktural Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2007 No.757 orang. Ijin Usaha Pertambangan Bahan Galian Golongan C dan Trayek.3 Aparatur Pemerintahan Jumlah Pegawai Negeri Sipil Struktural lingkup Pemda di Kabupaten Sumedang tahun 2007 sebanyak 3. perdagangan dan Investasi Dinas Kehutanan. KB dan Catatan Sipil Badan Kepegawaian.

47 Jumlah PNS Fungsional Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2007 No. Kehutanan dan Ketahanan Pangan RSUD Akademi Keperawatan IV 0 4.980 Jumlah 6 15. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2.757 2 5 8 11 42 2 1.242 Sumber: BPS Kab. Hortikultura & Perkebunan Dinas PU Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Kehutanan. 21 22 23 24 25 26 27 28 Dinas/Instansi Badan Lingkungan Hidup Inspektorat Kabupaten Kantor Penyuluhan Pertanian. Sumedang.47 dibawah ini.286 5 0 0 0 0 0 0 0 0 1 20 28 0 4.021 orang. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Dinas/Instansi Sekretariat Daerah Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Pendidikan dan Pelatihan Daerah Inspektorat Kabupaten Kantor Penyuluhan Pertanian.822 924 4 2 4 4 38 8 200 2 30 382 536 28 17. Sumberdaya Mineral dan Energi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perhubungan dan Telematika Dinas Kependudukan.021 0 382 139 0 0 0 0 0 1 1 0 0 34 92 0 649 I 3 7. golongan II sebanyak 649 orang dan golongan I sebanyak 8. Sumedang.No.990 Jumlah Sumber: BPS Kab.911 447 2 1 2 2 19 4 100 1 15 191 268 14 8. Tabel 2. Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kantor Pemuda dan Olahraga Kantor Komunikasi dan Informasi Kantor Satuan Pamong Praja RSUD Akademi Keperawatan Jumlah IV 4 5 1 3 1 0 2 2 135 Golongan III II 39 19 17 3 15 19 34 11 58 11 1. golongan IV sebanyak 4. 2007 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Fungsional lingkup Pemda di Kabupaten Sumedang tahun 2007 sebanyak 17.243 333 2 1 2 2 19 3 99 1 14 137 148 14 4. 2007 RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 49 .340 orang.340 Golongan III II 3 3. golongan III sebanyak 4. KB dan Catatan Sipil Badan Kepegawaian.980 orang.990 orang.236 I 3 0 0 0 0 0 3 0 114 Jumlah 65 25 18 27 43 22 105 15 3.

Sumedang Jumlah Desa dan Kelurahan di Kabupaten Sumedang sebanyak 279 desa/Kelurahan yang tersebar di 26 Kecamatan. Tabel 2.Jumlah Pegawai Negeri Sipil lingkup Pemda di Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Sumedang tahun 2007 sebanyak 516 orang.48 dibawah ini. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Kecamatan IV 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 Golongan III II 18 17 19 20 16 18 15 21 14 15 13 11 12 15 13 11 12 13 15 12 16 14 14 10 13 9 52 376 3 7 7 4 9 6 4 5 2 5 7 7 2 5 2 3 5 5 4 12 0 4 8 4 6 3 14 143 I 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 3 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Jumlah 22 26 26 24 25 25 19 27 16 20 21 18 14 23 15 14 18 18 20 24 16 18 22 14 19 12 66 516 Jatinangor Cimanggung Tanjungsari Sukasari Pamulihan Rancakalong Sumedang Selatan Sumedang Utara Ganeas Situraja Cisitu Darmaraja Cibugel Wado Jatinunggal Jatigede Tomo Ujungjaya Paseh Conggeang Cimalaka Cisarua Tanjungkerta Tanjungmedar Buahdua Surian Kelurahan Jumlah Sumber: BPS Kab. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 50 .49 dibawah ini. golongan II sebanyak 143 orang dan golongan I sebanyak 7 orang.48 Jumlah PNS lingkup Pemerintah Daerah di Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Sumedang No. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. golongan IV sebanyak 4 orang. golongan III sebanyak 376 orang.

sehingga perlu diatasi secara bertahap.7 Isu Strategis Isu strategis merupakan permasalahan yang berkaitan dengan fenomena atau belum dapat diselesaikan pada periode lima tahun sebelumnya dan memiliki dampak jangka panjang bagi keberlanjutan pelaksanaan pembangunan. 2008 2.Tabel 2. Sumedang. Isu strategis pembangunan daerah: RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 51 .49 Jumlah Desa/Kelurahan Menurut Kecamatan di Kabupaten Sumedang Tahun 2008 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Kecamatan Jatinangor Cimanggung Tanjungsari Sukasari Rancakalong Pamulihan Sumedang Selatan Sumedang Utara Ganeas Situraja Cisitu Darmaraja Cibugel Wado Jatinunggal Jatigede Tomo Ujungjaya Conggeang Paseh Cimalaka Cisarua Tanjungkerta Tanjungmedar Buahdua Surian Desa 12 11 12 7 10 11 10 10 7 14 10 16 7 11 9 12 9 9 12 10 14 7 11 9 14 8 272 7 4 3 Kelurahan Jumlah Sumber: Setda Kab.

4. Pertumbuhan ekonomi yang relatif lambat mengakibatkan sektor riil kurang mampu berkembang dan memberikan pendapatan secara merata kepada segenap masyarakat. 3. kependudukan. 5. demikian pula antar wilayah kecamatan. Hal ini sangat berkaitan dengan kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Hal ini terjadi karena tidak terintegrasinya aktivitas perlindungan fungsi lingkungan hidup dengan pemanfaatan sumberdaya alam untuk kepentingan ekonomi. Kompetensi dan daya saing penduduk usia produktif/angkatan kerja di Kabupaten Sumedang masih dirasakan kurang memenuhi harapan dunia usaha. Kualitas pelayanan umum pemerintahan masih dirasakan kurang memuaskan bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Sumedang.1. Ketimpangan terjadi dalam hal pemenuhan layanan infrastruktur dan aktifitas RPJMDKabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 2 – 52 . kesehatan. sehingga peluang kerja dan peluang usaha kurang termanfaatkan secara optimal. ekonomi. seperti pendidikan. Kondisi lingkungan hidup yang cenderung semakin memprihatinkan sebagai akibat eksploitasi dan perilaku manusia yang tidak terkendali. Terjadinya kesenjangan pertumbuhan antar wilayah yang masih sangat dirasakan. Hal ini menyebabkan masih terdapatnya masyarakat Kabupaten Sumedang berada di bawah garis kemiskinan. dan perizinan yang bertumpu pada perilaku aparatur dan dukungan sarana. 2. terutama antara daerah perkotaan dengan perdesaan.

BAB BAB III VISI DAN MISI Beberapa isu strategis yang terkait dengan pelaksanaan pembangunan di wilayah Kabupaten Sumedang antara lain : peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan demikian.2013. agar tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dapat terukur dan terkendali. Visi Daerah Berdasarkan kondisi saat ini dan tantangan yang akan dihadapi dalam 20 tahun mendatang serta dengan mempertimbangkan modal dasar yang dimiliki dan berbagai masukan dari berbagai pihak pada saat proses penyusunan RPJPD. yang akan dijadikan pedoman bagi setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun Rencana Strategis (Renstra) dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan di Kabupaten Sumedang dalam kurun waktu tahun 2009 . maka harus disusun sebuah agenda dan prioritas pembangunan bagi Pemerintah Kabupaten Sumedang. maka visi pembangunan Kabupaten Hal 3 – 1 RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 . dan pemerataan wilayah pembangunan. peningkatan laju pertumbuhan ekonomi. peningkatan sumberdaya manusia (SDM).1. Berdasarkan kondisi saat ini maupun tantangan dan peluang yang akan dihadapi pada lima tahun kedepan. visi dan misi Kepala Daerah terpilih harus mengakomodir hal tersebut yang selanjutnya akan dijabarkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumedang 2009-2013. 3. Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi bagi kepemimpinan Kepala Daerah Kabupaten Sumedang terpilih periode 2008-2013 dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya menjadi lebih baik. peningkatan kondisi lingkungan hidup.

senantiasa mengedepankan kepuasan dalam layanan pemerintahan dan pembangunan diberbagai bidang melalui pola kemitraan. yang diartikan sebagai kabupaten yang makin kokoh dan berdaya juang tinggi dalam membangun daerahnya dengan dilandasi orientasi masyarakat berupa: 1. sabobot sapihanean. antara kelompok ekonomi lemah (kaum dhuafa) atau miskin secara materi namun potensial untuk menopang kemajuan kelompok ekonomi kuat (kaum agnia) yang terus menunjukkan kesetiakawanan sosio-ekonominya untuk mengarahkan kaum ekonomi lemah menjadi produktif. Meningkatnya pelayanan publik.Sumedang Tahun 2005-2025 adalah ”KABUPATEN SUMEDANG SEJAHTERA. Visi tersebut dapat diringkas menjadi ”SUMEDANG SEHATI”. transparansi. Perilaku yang berpegang pada prinsip sauyunan. Maknanya adalah dalam lingkungan kehidupan berpemerintahan dan bermasyarakat. 4. 3. Masyarakat yang makin kokoh dalam mewujudkan tanggungjawab untuk meredistribusikan kemakmuran daerah. AGAMIS. Kabupaten Sumedang yang sejahtera ditandai dengan kondisi kehidupan masyarakat Sumedang yang memenuhi standar kelayakan dalam pemenuhan kebutuhan dibidang pendidikan. kesehatan dan bermatapencaharian layak serta jaminan keamanan dengan senantiasa mempertimbangkan berkelanjutan. sareundeuk saigel. permusyawarahan. kelestarian daya dukung lingkungan yang RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 3 – 2 . saling percaya serta senantiasa proporsional dalam mendistribusikan hak dan kewajiban diantara stakeholders pemerintahan guna mewujudkan kemajuan pembangunan daerah yang dikehendaki masyarakat daerah. DAN DEMOKRATIS PADA TAHUN 2025”. Masyarakat yang telah mengedepankan nilai-nilai kesetiakawanan sosial dalam mengelola permasalahan dan kebutuhan masyarakat daerah. 2.

2. Terciptanya kondisi lingkungan sehat sesuai standar kesehatan kehidupan individu. 2. 4. keluarga dan masyarakat dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan sosial. Terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang tinggi dengan tidak memilahkan lokasi perdesaan dan perkotaan. Meningkatnya tingkat pendidikan formal masyarakat yang dilihat dari target pendidikan dasar telah tuntas dan memasuki tahapan pendidikan menengah. Terwujudnya stabilitas kehidupan sosial yang mendukung terciptanya perikehidupan masyarakat daerah yang tercermin dalam perilaku silih asah. silih asih dan silih asuh.Kondisi ideal di bidang pendidikan ditunjukkan dari: 1. Terwujudnya sistem penyelenggaraan pendidikan di daerah yang berkualitas dan menjangkau seluruh masyarakat yang makin mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu mengimplementasikan dalam perikehidupan masyarakat daerah yang makin produktif. Kondisi ideal di bidang mata pencaharian layak dan berkesinambungan ditunjukkan dari: 1. 4. Meningkatnya penguasaan keterampilan. 5. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 3 – 3 . Kondisi ideal di bidang kesehatan ditunjukkan dari: 1. pendidikan dan kesehatan. Terwujudnya keluarga sebagai basis persemaian nilai-nilai budaya. sektor sekunder dan sektor tersier dalam suatu sistem yang produktif. 3. Meningkatnya keterkaitan antara sektor primer. Terwujudnya sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang berkeadilan dan berdaya saing. bernilai tambah dan berdaya saing serta keterkaitan pembangunan ekonomi antar wilayah baik di kawasan perdesaan maupun perkotaan. 3. Terwujudnya pendidikan yang berdayaguna dan berhasilguna untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Terjaminnya ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat Sumedang dengan tingkat harga yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. 5. 9. pariwisata dan industri daerah. kompetitif dan kooperatif dalam mendayagunakan potensi agribisnis. Terwujudnya keseimbangan pemanfaatan ruang yang serasi dan berkelanjutan antara kawasan lindung dan budidaya serta antara kawasan perkotaan dan perdesaan. Meningkatnya partisipasi dan kemitraan dunia usaha serta masyarakat dalam penyediaan dan pembangunan infrastruktur daerah yang memadai. Meningkatnya pendapatan dan daya beli masyarakat yang ditopang oleh makin produktifnya pendayagunaan potensi agribisnis. 3. 4. nasional dan internasional. pariwisata dan industri. 7. dan sejalan energi. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 3 – 4 . 11.2. berbasis pada upaya mengembangkan keunggulan komparatif. 10. pariwisata dan industri daerah yang selaras dengan kearifan sosial. 8. Makin kokohnya perekonomian daerah yang berdaya saing secara regional. kebutuhan sumberdaya pembangunan skala regional dan nasional. Meningkatnya akses yang lebih berkeadilan terhadap sumberdaya ekonomi bagi seluruh masyarakat Sumedang. 6. Meningkatnya perlindungan dan regulasi pemerintah terhadap pelaku sosio ekonomi daerah dalam mendukung iklim investasi yang kondusif. Meningkatnya pendayagunaan dan pemanfaatan potensi agribisnis. 12. dengan komunikasi. Meningkatnya ketersediaan dan kontribusi infrastruktur perekonomian daerah serta air infrastruktur yang handal transportasi. Terwujudnya pembangunan pemeliharaan infrastruktur yang sejalan dengan keseimbangan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Meningkatnya Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto yang berdampak terhadap penurunan kemiskinan.

Menguatnya kesalehan sosial masyarakat dan aparatur pemerintah serta memperkokoh silaturahmi antar dan inter umat beragama untuk menguatkan pengamalan agama dalam kehidupan berkeluarga. Meningkatnya jatidiri dan karakter masyarakat yang makin beriman dan bertakwa dalam keragaman keyakinan beragama dan beribadat yang dijamin kelangsungannya oleh pemerintah. Terwujudnya penyelenggaraan akuntabilitas Pemerintahan Daerah dan penyelenggaraan otonomi daerah serta tugas pembantuan yang proporsional. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 3 – 5 . Kabupaten Sumedang yang agamis ditandai dengan kondisi lingkungan kehidupan sosial yang makin dijiwai oleh keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa sesuai keyakinan masyarakat yang diakui dalam sistem keagamaan nasional.13. Kondisi ideal kehidupan demokratis ditunjukkan dari: 1. kondisi ideal kehidupan agamis ditunjukkan dari: 1. bermasyarakat. 2. Kabupaten Sumedang yang demokratis ditandai dengan kondisi lingkungan kehidupan berpemerintahan dan bermasyarakat yang makin dijiwai oleh supremasi dan kesadaran hukum. Meningkatnya penyediaan lapangan pekerjaan dan pendayagunaan tenaga kerja yang berkualitas dan berdaya saing secara berkesinambungan berbasis pada keunggulan potensi daerah guna mendukung pembangunan. berbangsa dan bernegara. partisipasi masyarakat berlandaskan kesetaraan gender yang makin dewasa dalam proses penetapan dan penyelenggaraan kebijakan pemerintahan dan pembangunan daerah serta pewarisan nilai-nilai kejuangan bangsa dan kearifan lokal masyarakat. 3. Menguatnya kemitraan dan tanggungjawab dalam pembangunan pendidikan keagamaan serta sarana dan prasarana keagamaan di daerah. tata kelola penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan baik.

adalah membangun masyarakat Sumedang yang berbudaya mulia dan mandiri yang memiliki akses terhadap pendidikan formal yang berkualitas. 4. Mewujudkan Masyarakat Madani yang Berpendidikan. silih asuh. Pariwisata dan Industri. transparansi. pengawasan masyarakat dalam penyusunan kebijakan Pemerintah Daerah. Misi Kedua. 6. Misi Pertama. 2. Berbudaya dan Berpola Hidup Sehat. 5.2. Meningkatnya penyelenggaraan pelayanan masyarakat yang makin efisien dan efektif serta peningkatan pelayanan prima pada setiap unit kerja di lingkungan Pemerintah Daerah. mengutamakan pola hidup sehat sejahtera secara jasmani. akhirnya tercipta keluarga yang dapat menjadi tempat persemaian nilai budaya. rohani dan sosial. dengan mendorong kesetaraan gender. silih asih. Misi Daerah Upaya perwujudan visi pembangunan jangka panjang Kabupaten Sumedang 2005-2025 tersebut akan dicapai melalui 5 (lima) misi pembangunan sebagai berikut: 1. Terwujudnya ketentraman dan ketertiban masyarakat yang lebih baik. Meningkatnya aksesibilitas. pendidikan dan kesehatan. Mewujudkan Perekonomian Daerah yang Tangguh dan Berkelanjutan yang Berbasis pada Agribisnis. 3. Meningkatnya profesionalisme aparatur dan efisiensi birokrasi dalam kerangka reformasi birokrasi yang makin mantap. sehingga berada dalam kondisi stabil yang mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang dilandasi kearifan lokal. 7.2. Terselenggaranya otonomi desa yang makin efektif. dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. kesalehan sosial dengan mencerminkan pola perilaku silih asah. 3. memiliki tingkat pendidikan dan kompetensi yang didasari ilmu pengetahuan dan teknologi berdaya saing. Terwujudnya kemitraan yang serasi antara legislatif dengan eksekutif. adalah mengembangkan dan memperkuat keterkaitan RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 3 – 6 .

antar sektor perekonomian daerah yang berdaya saing secara regional dan internasional, dengan berbasis pada upaya mengembangkan keunggulan komparatif, kompetitif, dan kooperatif dalam mendayagunakan potensi sosio ekonomi lokal terutama dalam agribisnis, pariwisata dan industri yang mengindahkan kearifan budaya lokal dan kesinambungan lingkungan hidup. Perkembangan ekonomi daerah didukung oleh kerjasama antara domain kepemerintahan dalam penyediaan infrastruktur yang memadai, pemeliharaan pembangunan infrastruktur yang sejalan dengan keseimbangan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, keseimbangan pemanfaatan ruang yang serasi antara kawasan lindung dan budidaya serta antara kawasan perkotaan dan perdesaan, penciptaan dan pendayagunaan tenaga kerja yang berkualitas dan berdayasaing serta perlindungan regulasi pemerintahan terhadap pelaku sosio ekonomi daerah guna mendukung penciptaan iklim investasi yang kondusif. 3. Misi Ketiga, Mewujudkan Masyarakat Daerah yang Berakhlak Mulia, yang Berlandaskan Keimanan dan Ketakwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang Makin Toleran Sesuai dengan Falsafah Pancasila, adalah meningkatnya jatidiri dan karakter masyarakat yang makin beriman dalam keragaman keyakinan beragama dan beribadat pendidikan yang dijamin kelangsungannya dan sarana oleh pemerintah, memperkuat kemitraan dan tanggung jawab dalam pembangunan keagamaan prasarana keagamaan di daerah, menguatnya kesalehan sosial masyarakat dan aparatur pemerintah serta memperkokoh silaturahmi antar umat beragama dan intern umat beragama untuk menguatkan pengamalan agama dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 4. Misi Keempat, Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, adalah mewujudkan penyelenggaraan akuntabilitas Pemerintahan Daerah dan penyelenggaraan otonomi daerah serta
RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 3 – 7

tugas pembantuan yang proporsional, meningkatkan aksesibilitas, transparansi, pengawasan masyarakat dalam penyusunan kebijakan Pemerintah Daerah, meningkatkan penyelenggaraan pelayanan masyarakat yang makin efisien dan efektif dan peningkatan pelayanan prima pada setiap unit kerja di lingkungan Pemerintah Daerah, meningkatkan profesionalisme aparatur dan efisiensi birokrasi dalam kerangka reformasi birokrasi yang makin mantap, mewujudkan kemitraan yang serasi otonomi antara desa legislatif yang dengan eksekutif, serta menyelenggarakan makin efektif,

mewujudkan ketentraman dan ketertiban masyarakat yang lebih baik. 5. Misi Kelima, Mewujudkan Masyarakat yang Demokratis dalam Kesetaraan Gender Berlandaskan Hukum dan Hak Asasi Manusia, adalah mewujudkan penyelenggaraan kelembagaan demokrasi daerah, baik pada suprastruktur maupun infrastruktur politik serta meningkatkan budaya hukum dan HAM, meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam penyusunan kebijakan, mewujudkan kemitraan dengan media dalam bentuk penyampaian kepentingan masyarakat daerah serta meningkatkan penegakan hukum secara adil dalam kesetaraan gender dan menghormati hak asasi manusia. 3.3. Visi Pemerintah Kabupaten Sumedang 2008-2013 Berdasarkan Gambaran umum, isu-isu strategis dan kondisi yang dihadapai Sumedang saat ini, serta memperhatikan Visi Daerah tersebut maka Visi Pembangunan Jangka Menengah Pemerintah Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 adalah sebagai berikut: “PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SEBAGAI AKSELERASI PENCAPAIAN VISI SUMEDANG 2005-2025”

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal 3 – 8

Adapun

penjelasan

visi

jangka

menengah

Pemerintah

Kabupaten

Sumedang 2009-2013 adalah sebagai berikut: 1. Peningkatan Kualitas Pelayanan adalah suatu kondisi peningkatan kualitas berbagai aspek penyelenggaraan pelayanan publik baik secara administratif maupun non administratif yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah bagi seluruh warga masyarakat Sumedang yang lebih memuaskan, berkeadilan, murah, terjangkau dan tepat waktu sesuai dengan kebutuhan guna mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat. 2. Kesejahteraan Masyarakat adalah terwujudnya suatu kondisi kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar dibidang pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kehidupan yang layak bagi masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan sarana prasarana infrastruktur daerah dalam mendorong aktivitas perekonomian daerah dalam rangka pembangunan berkelanjutan. 3. Akselerasi Pencapaian Visi Sumedang 2005-2025 adalah merupakan percepatan terwujudnya masyarakat Kabupaten Sumedang yang Sejahtera, Agamis dan Demokratis (Sumedang Sehati) pada tahun 2025 yang direalisasikan melalui tahapan dan skala prioritas pembangunan Pembangunan daerah Jangka 5 (lima) tahunan Daerah ke dalam Rencana Kabupaten Akselerasi Menengah (RPJMD)

Sumedang dari tahap 1 sampai dengan tahap ke 4.

pencapaian Visi Sumedang dimaksud dalam Visi ini, fokusnya lebih diarahkan pada prioritas tahapan RPJMD ke 2 untuk kurun waktu pelaksanaan tahun 2009-2013 dalam 1) 2) 3) RPJPD 2005-2025, sebagaimana yang telah ditetapkan dengan fokus pada 41 prioritas

pembangunan 5 tahun ke 2 sebagai berikut :

Melanjutkan fokus pembangunan daerah pada RPJMD ke-1 yang dapat memperkuat capaian RPJMD ke-2.
Pengembangan pendidikan jalur non formal. Peningkatan perintisan penerapan wajar dikdas 12 tahun.
Hal 3 – 9

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

4) 5) 6) 7) 8) 9)

Peningkatan pemberian dukungan subsidi untuk siswa berprestasi pada perguruan tinggi . Pengembangan teknologi. Pengembangan pendidikan kejuruan. Pengembangan lembaga-lembaga Diklat/Balai Latihan Pengembangan jalur pendidikan non formal. Pemantapan sumber daya kesehatan yang makin setara dalam layanan kesehatan daerah perkotaan dan perdesaan . ibu, remaja dan perumahan dan Kerja. sarana dan prasarana pendidikan berbasis

10) Pemantapan dalam perlindungan kesehatan 11) Peningkatan mutu kesehatn lingkungan

anak dalam lingkungan rumah tangga dan sosialnya . pemukiman termasuk pengungsian, sanitasi dasar, dan sanitasi tempat-tempat umum, industri dan tempat-tempat lain yang dapat mempengaruhi kesehatan. 12) Peningkatan akses masyarakat (”poor and vulnarable”/ miskin dan rentan terhadap penyakit) terhadap pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan khusus, termasuk kedaruratan medik yang berkualitas. 13) Peningkatan surveilans (pengamatan) penyakit dan Kejadian Luar Biasa (KLB) serta Bencana. 14) Pengembangan sistem pelayanan kesehatan. 15) Pengembangan sistem pembiayaan kesehatan. 16) Pengembangan Tanaman Obat, Obat Tradisional dan Pengobatan Tradisional. 17) Pengembangan kearifan budaya daerah sebagai landasan moral dan etika dalam kehidupan masyarakat. 18) Pemeliharaan dan pemantapan penanaman nilai-nilai luhur dalam proses pendidikan pada setiap jenjang dan jalur pendidikan untuk membangun masyarakat madani.

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal 3 – 10

19) Peningkatan advokasi dan sosialisasi untuk mengembangkan budaya daerah yang inovatif. 20) Pengembangan dan penyelarasan budaya baru hasil akulturasi untuk mengantisipasi perubahan zaman. 21) Penguatan usaha perekonomian mikro, kecil dan menengah di daerah. 22) Peningkatan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang berkualitas disertai perbaikan dalam distribusi pendapatan antar wilayah. 23) Pemantapan sinergisitas antara Industi Besar dengan Industri Kecil Menengah masing skala usaha 24) Pemantapan infrastruktur ekonomi dan sosial pada daerah daerah yang dijadikan sentra pengembangan industri manufaktur dan perdagangan daerah serta sektor jasa lainnya. 25) Penguatan dalam fasilitasi kelembagaan-kelembagaan keuangan yang menopang aktivitas usaha mikro dan kecil serta akses pelaku usaha terhadapnya . 26) Pemantapan dalam pengendalian tata ruang daerah yang makin sinergi dengan tata ruang regional . 27) Peningkatan infrastruktur jalan dan irigasi serta perintisan pembangunan 28) Penataan beureum benget dalam daerah rangka untuk menunjang menopang pembangunan wilayah moda transportasi pembangunan antar wilayah . 29) Peningkatan fasilitasi dalam penyediaan sarana energi tepat guna untuk perdesaan. 30) Penguataan dalam pengelolaan upaya-upaya pelestarian kekayaan plasma nutfah sumber daya hayati daerah . 31) Peningkatan perintisan penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) (IKM) sehingga tercipta penguatan masing-

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal 3 – 11

kegiatan. 37) Pengembangan eksekutif. 36) Peningkatan penegasan batas daerah. sistem karier dan besaran jumlah pegawai . kawasan waduk Jatigede. pembinaan dan pengembangan serta pengawasan. propinsi dan nasional (antara lain kawasan perguruan tinggi Jatinangor. membangun jatidiri dan kreatifitas birokrasi daerah melalui penyempurnaaan sistem remunarasi. 34) Penguatan pelayanan publik dengan berbasis SPM 35) Melanjutkan ketersediaan rencana tata ruang kecamatan dan kawasan strategis kabupaten. 38) Pemantapan reformasi. 33) Peningkatan kerjasama antar daerah. 40) Pemantapan dalam pewarisan nilai-nilai kejuangan bangsa . kemitraan sejajar antara legislatif dengan RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 3 – 12 . 39) Mempertahankan dan pemantapan ketahanan mental ideologi Pancasila bagi seluruh warga masyarakat melalui pendidikan. kawasan industri dan kawasan koridor jalan tol) termasuk kawasan perbatasan dengan kabupaten tetangga. 41) Pemantapan konsolidasi dan dukungan fasilitasi pelaksanaan Pemilu 2009 dan 2014. serta pengendalian pemanfaatan ruang yang diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. merevisi rencana tata ruang yang telah ada.32) Peningkatan fasilitasi keberdayaan organisasi kemasyarakatan dan lembaga sosial penopang kehidupan masyarakat madani didaerah.

2 2009-2013 RPJMD KE-3 2014-2018 41 FOKUS PRIORITAS PEMBANGUNAN RPJMD KE-4 2019-2024 VISI PEMERINTAH DAERAH 2009-2013 4 MISI 6 STRATEGI 9 KEBIJAKAN 47 SASARAN TERCAPAIANNYA SASARAN Ke.1 Konsep Akselerasi OPERASIONALISASI VISI SUMEDANG SEHATI 2005-2025 RPJMD KE. 3.41 (empat puluh satu) fokus prioritas pembangunan tersebut selanjutnya dijabarkan ke dalam 4 Misi Pemerintah Daerah sebagai operasionalisasi Visi Pemerintah Daerah.1 2005-2008 5 MISI AKSELERASI RPJMD KE. maka 4 (empat) misi yang memuat tujuan dan sasaran strategi pembangunan dalam periode kepemimpinan Kepala Daerah terpilih. beretika. Mewujudkan kualitas SDM aparatur dan masyarakat yang berakhlak mulia. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 3 – 13 rangka mencapai visi yang telah ditetapkan. bermoral baik yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan Kepada Tuhan YME.Konsep akselerasi sebagaimana tersebut diatas dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 3. . Empat Misi Pemerintah Daerah dimaksud diharapkan dapat menjadi langkah implementasi yang strategis untuk mencapai sasaran prioritas pembangunan pada RPJMD tahap ke -2 Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk kurun waktu 2009-2013. Misi Pemerintah Kabupaten Sumedang 2009-2013 Dalam dirumuskan sebagai berikut: 1.4.

Mewujudkan ketahanan pangan dan perekonomian daerah yang tangguh yang bertumpu pada potensi sumberdaya daerah secara berkelanjutan. Kebijakan dan sasaran yang ingin dicapai dari masing-masing misi tersebut adalah sebagai berikut: Misi-1: Mewujudkan kualitas SDM aparatur dan masyarakat yang berakhlak mulia. Kebijakan 2: Memperbesar penciptaan peluang lapangan kerja serta menyiapkan tenaga kerja terampil dan berjiwa wirausaha untuk kebutuhan lokal. unggul. 4. dengan sasaran: a) Meningkatkan kualitas pendidikan. d) Meningkatnya kualitas pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama serta nilai-nilai budaya daerah yang relevan. beretika. 3. c) Meningkatnya aksesibilitas terhadap pelayanan dasar dan pelayanan sosial. bermoral baik yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan Kepada Tuhan YME Kebijakan dan sasaran yang hendak dicapai dalam misi-1 adalah sebagai berikut: Kebijakan 1: Menciptakan sumberdaya manusia sumedang yang memiliki kompetensi. Mewujudkan tata kelola lingkungan dan manajemen bencana yang semakin baik. dalam dan luar negeri. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 3 – 14 .2. dengan sasaran: a) Meningkatnya kesempatan kerja melalui peningkatan investasi dan padat karya. b) Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Sumedang. berdaya saing dan beretika. Mewujudkan kualitas menejemen pemerintahan daerah yang semakin baik.

serta peningkatan fungsi dan peran kelembagaan Pemerintah Daerah. Kelurahan dan Desa dalam penyelenggaraan pelayanan publik. dengan sasaran: a) Meningkatnya peran dan fungsi kelembagaan pemerintah daerah. kecamatan. Kecamatan. buruh dan masyarakat miskin lainnya Misi-2: Mewujudkan kualitas menejemen pemerintahan daerah yang semakin baik Kebijakan dan sasaran yang hendak dicapai dalam misi-2 adalah sebagai berikut: Kebijakan 3: Memberikan insentif dan disinsentif yang berbasis kompetensi kinerja. c) Meningkatnya perbaikan kesejahteraan aparatur di daerah. tenaga kerja yang memenuhi standar kompetensi dan wirausahawan c) Meningkatnya kesejahteraan petani. Misi-3: Mewujudkan ketahanan pangan dan perekonomian daerah yang tangguh yang bertumpu pada potensi sumberdaya daerah secara berkelanjutan Kebijakan dan sasaran yang hendak dicapai dalam misi-3 adalah sebagai berikut: Kebijakan 4: Menjaga dan meningkatkan ketersediaan pangan daerah melalui intensifikasi. ekstensifikasi dan diversifikasi. dengan sasaran: a) Meningkatnya produksi dan stok beras. kelurahan dan desa. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 3 – 15 .b) Meningkatnya ketersediaan SDM. b) Meningkatnya profesionalisme dan kinerja aparatur diberbagai tingkatan pemerintahan. d) Meningkatnya kesadaran dan komitmen untuk mewujudkan Good Governance dan Clean Government di semua stakeholders.

e) Meningkatnya pengelolaan pasca panen dan pengendalian hama penyakit. g) Meningkatnya pertanian. b) Meningkatnya kemudahan akses pasar bagi dunia usaha. c) Meningkatnya produksi dan stok pangan hewani. d) Meningkatnya agribisnis yang berbasis komoditas unggulan daerah. BUMN dan Pengusaha Besar. h) Meningkatnya keanekaragaman produk pangan daerah. e) Meningkatnya potensi dan investasi kepariwisataan daerah. f) Meningkatnya industri kecil dan menengah yang berbasis potensi daerah. c) Meningkatnya fasilitasi permodalan dan intermediasi perbankan dalam menggerakan sektor ekonomi riil. kedelai dan bahan pokok lainnya. d) Tertatanya distribusi dan perdagangan beras. dengan sasaran: a) Meningkatnya produktivitas lembaga ekonomi rakyat (UMKM). Misi-4: Mewujudkan tata kelola lingkungan dan manajemen bencana yang semakin baik Kebijakan dan sasaran yang hendak dicapai dalam misi-4 adalah sebagai berikut: Kebijakan 6: Meningkatkan manajemen pengelolaan bencana melalui sistem tata kelola penanganan bencana alam dan sosial. dengan sasaran: RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 3 – 16 .b) Meningkatnya produksi dan stok kedele. penyediaan sarana prasarana dan infrastruktur Kebijakan 5: Meningkatkan produktivitas dan daya beli masyarakat melalui penguatan kelembagaan ekonomi rakyat. f) Terkendalinya alih fungsi lahan pertanian. h) Terbentuknya lembaga keuangan desa. g) Berjalannya kemitraan strategis antara UMKM.

irigasi. g) Meningkatnya kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha dalam penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur daerah. d) Meningkatnya pemahaman dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana alam dan bencana sosial lainnya. Kebijakan 7: Pelestarian lingkungan dan fungsi kawasan lindung di daerah. c) Meningkatnya lindung. dengan sasaran: a) Meningkatnya Kondisi Jaringan Irigasi. d) Meningkatnya fasilitasi persiapan pembangunan jalan tol Cisumdawu. c) Meningkatnya penanganan kejadian bencana/wabah dan evakuasi secara cepat dan tepat. b) Berkurangnya resiko kejadian bencana di wilayah Sumedang. kemitraan antara pemerintah. dunia usaha dan masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan kawasan Kebijakan 8: Meningkatkan kualitas pengelolaan dan penyediaan Jaringan jalan dan jembatan. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 3 – 17 . b) Meningkatnya penanganan kerusakan dan pencemaran lingkungan. Bendung Jatigede. f) Pemantapan Perencanaan Pembangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang. dengan sasaran: a) Meningkatnya pelestarian lingkungan dan Pengelolaan Kawasan Lindung.a) Meningkatnya kesiapan dini (early warning system) dan mitigasi bencana. e) Meningkatnya Pengelolaan Persampahan dan limbah di Daerah perkotaan dan kawasan industri. air bersih serta infrastruktur lainnya di daerah. dan bendung-bendung lapang. c) Meningkatnya cakupan layanan air bersih. b) Meningkatnya Kondisi Jalan dan Jembatan.

dengan sasaran: a) Meningkatnya cakupan Elektrifikasi Perdesaan b) Berkembangnya Penciptaan dan Pemanfaatan Energi Alternatif c) Meningkatnya Ketersediaan Air Baku untuk Pertanian dan Air Bersih untuk masyarakat d) Meningkatnya Pelestarian dan perlindungan sumber-sumber mata air RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 3 – 18 . Kebijakan 9: Meningkatkan ketersediaan energi dan listrik perdesaan.h) Meningkatnya Fasilitas Sarana Prasarana Perhubungan. i) Meningkatnya sarana dan prasarana ke cipta karyaan.

Strategi merupakan alat penghubung antara visi. tantangan dan peluang pembangunan yang dihadapi dalam 5 (lima) tahun ke depan akan menentukan agenda. sasaran dan arah kebijakan pembangunan. Oleh karena itu. Analisis lingkungan internal digunakan untuk menyusun peta masalah yang selama ini berkembang dan belum dapat dipecahkan. 4. Indikasi Rencana Program Prioritas dan Kebijakan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 1 . Program Pembangunan. misi. Kewilayahan. sasaran serta program pembangunan yang juga harus bersifat lintas koordinasi. Pada bab ini akan diuraikan Strategi Pembangunan Daerah terdiri dari Analisis Kondisi Eksternal dan Internal. dibutuhkan upaya pengenalan terhadap lingkungan internal maupun eksternal.1 Analisis Kondisi Eksternal dan Internal Dalam analisis strategi. tujuan. Stratregi diperlukan untuk memperjelas arah dan tujuan pencapaian program atau implementasinya. sedangkan analisis lingkunan eksternal adalah upaya untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di luar organisasi. Strategi adalah cara/aturan dan pedoman untuk mencapai tujuan dan sasaran.BAB BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH Permasalahan. diperlukan suatu sistem perencanaan yang dapat memecahkan masalah yang lebih sistematis dan konsisten. Kebijakan Pembangunan.

   RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 2 . pelayanan dan sistem pengembangan karier. disiplin dan etika kinerja. Masih menghadapi persoalan antara lain :  Masalah dukungan terhadap aspek peningkatan kesejahteraan masyarakat. mentalitas.4.  Masalah transparasi dan akuntabilitas pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka mencapai hasil kinerja yang diharapkan. Kurang didukung oleh proyeksi resources (sumber daya) yang memadai. Kurangnya kapasitas SDM perencana yang profesional di daerah. Aktivitas perencanaan pembangunan daerah masih belum memberikan arah dan pedoman yang lebih fokus dan optimal. kreativitas dan daya juang yang menurun). Reformasi birokrasi belum berjalan optimal (budaya. 2) Dalam Konteks Bidang Pemerintahan dan Tata Ruang Persoalan yang cukup kompleks terutama dari sisi manajemen pemerintahan daerah yaitu:  Belum terbangunnya sistem dan mekanisme dalam mewujudkan prinsipprinsip pemerintahan yang baik (good governance). serta system reward and punishment).  Masalah penyelesaian ketimpangan pembangunan antar wilayah. dikarenakan:    Belum didukung oleh data yang akurat (aktual dan faktual). Masih rendahnya kualitas pelayanan publik. profesionalisme.  Masalah keswadayaan dan partisipasi masyarakat serta control masyarakat yang masih lemah (memunculkan budaya baru ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah.1 Permasalahan 1) Dalam Konteks Pembangunan Daerah a) Dari sisi Perencanaan.1. b) Dari sisi implementasi.  Masalah penciptaan akses lapangan kerja dan akses ekonomi bagi masyarakat di daerah. Masih lemahnya penegakan hukum (law enfocement).

Tingginya angka kemiskinan dan angka pengangguran daerah. Jalan Lingkar Selatan. Masih rendahnya daya saing ekonomi daerah. Masih tinginya angka penganguran dan angka kemiskinan daerah. Bendung Jatigede.  5) Dari Aspek Bidang Sosial dan Budaya       Happy budaya daerah yang masih belum mampu menjadikan modal sosial sebagai daya ungkit pembangunan budaya daerah.  3) Dalam Konteks Bidang Ekonomi        Intermediasi perbankan masih terbatas yang berdampak pada aktivitas ekonomi riil masyarakat. Masih belum optimalnya konsistensi implementasi rencana tata ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang daerah. Iklim investasi yang belum kodusif dalam menunjang aktivitas perekonomian daerah. permasalahan kesejahteraan sosial lainnya dan narkoba. Potensi pengembangan sumber daya ekonomi basis yang masih terbatas. Akses dan penciptaan lapangan kerja yang masih terbatas dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja yang tersedia. Masih terbatasnya aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan dasar (pendidikan. RIPP. dsb) Masih lemahnya. Terjadinya penurunan daya dukung dan kualitas lingkungan hidup. Peningkatan LPE yang tidak berbanding lurus dengan aspek peningkatan kesejahteraan masyarakat. investasi dalam bidang infrastruktur daerah Masih belum memadainya sebagian sarana prasarana infrastruktur pendidikan dasar. RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 3 . Masih tingginya angka penyakit menular dan penyakit degeneratif. Masih rendahnya kualitas penyediaan infrastruktur daerah dalam  4) Dalam Konteks Bidang Infrastruktur Daerah  mendukung aktifitas pembangunan perekonomian di daerah  Lambatnya penyelesaian sejumlah rencana pembangunan infrastruktur daerah strategis (Jalan Tol. kesehatan dan pelayanan sosial lainnya). Masih banyaknya penyandang masalah sosial. Daya beli masyarakat yang masih rendah.

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 4 .  Masih belum mampu menjadi feed back bagi input perbaikan pencapaian target-target program yang telah ditetapkan.091. Masih belum memadainya fasilitas dan sarana prasarana yang memberikan dukungan terhadap aktivitas monitoring dan evaluasi yang efektif.1. Masih belum optimalnya pemberdayaan perempuan sebagai bagian integral pelaku pembangunan dan kesetaraan gender. Masih dipahami hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban perlunya setiap pelaksanaan aktifitas program dan kegiatan pembangunan untuk dilakukan monitoring dan evaluasi yang output hasilnya tanpa makna.2 Faktor Pendorong 1) Kekuatan (a) Letak geografis Sumedang yang strategis dalam struktur mobilisasi antar daerah di Propinsi Jawa Barat pada lintasan Bandung-Cirebon (b) Mayoritas jumlah penduduk usia produktif 66. (h) Terdapatnya potensi SDA yang mendukung percepatan dinamika perekonomian daerah.06% dari jumlah penduduk sebanyak 1. Masih kurang relevannya data dan informasi yang dibutuhkan sehingga tidak mampu memberikan perbaikan program serta input perencanaan tahun berikutnya. (i) Adanya keterkaitan peletakan visi daerah dengan potensi lokal yang ada.674 Jiwa dgn rata-rata LPP 1. Masih belum efektifnya Tim Koordinasi monev yang telah dibentuk.     4. (g) Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan trend positif dari tahun ke tahun pasca krisis.65 pertahun (c) Stabilitas keamanan daerah yang kondusif dan terjaga dengan baik (d) Hubungan kepemerintahan yang harmonis antara eksekutif daerah dengan DPRD yang mendorong efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah di era otonomi (e) Jumlah aparatur Pemda yang relatif cukup memadai untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat (f) Peningkatan peran/partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah yang dilandasi oleh semangat otonomi daerah. 6) Dari Aspek Monitoring dan Evaluasi Pembangunan.

(f) Adanya rencana pembangunan bandara internasional di Majalengka.54 orang usia non produktif). (h) Ketimpangan dalam pengembangan wilayah antara kawasan barat dan timur di Kabupaten Sumedang. (b) Masih cukup tingginya angka ketergantungan penduduk di Kabupaten Sumedang (yaitu 51. (g) Adanya rencana pembangunan pelabuhan laut internasional Cirebon. (e) Belum tersedianya Standar Pelayanan Minimal Aparatur Pemda yang berdampak pada efektivitas pelayanan kepada masyarakat. (c) Adanya SDM.2) Peluang (a) Adanya perdagangan bebas yang menjadi potensi pangsa pasar baru bagi komoditi unggulan Sumedang. (e) Adanya rencana pengembangan Kawasan Metropolitan Bandung. (g) Menurunnya daya dukung SDA dan kualitas lingkungan.3 Faktor Penghambat 1) Kelemahan (a) Belum memadainya produktivitas SDM di Kabupaten Sumedang. kawasan pendidikan tinggi Jatinangor sebagai pusat pengembangan IPTEK bagi pemanfaatan SDA dan peningkatan kapasitas 4.1. (d) Rencana pembangunan Waduk Jatigede sebagai peluang potensi pengembangan agribisnis.54 yang berarti setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung 51. (d) Kondisi infrastruktur pembangunan masih kurang memadai dalam memberikan daya dukung aktivitas ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat. (c) Masih cukup banyak penduduk yang berada pada kelompok miskin. (b) Rencana pembangunan jalan Tol CISUMDAWU yang menjadi peluang masuknya investasi di berbagai sektor. (f) Pemahaman praktek tata pemerintahan yang belum merata oleh stakeholders daerah (dunia usaha-masyarakat) dalam pengelolaan pemerintahan. RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 5 .

(e) Belum adanya kerjasama antar daerah yang berorientasi pada kepentingan bersama dalam meningkatkan hubungan dalam mencari berbagai solusi terhadap permasalahan bersama. (b) Tidak dibatasinya kran impor komoditas pertanian disertai pemberian subsidi nasional terhadap faktor-faktor produksi pertanian yang berdampak pada melemahnya fokus pengembangan agribisnis. Visi. maka dirumuskanlah kebijakan Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Sumedang dalam periode 2009-2013 yang memuat 6 strategi. (d) Belum mantapnya persepsi regulasi terhadap substansi kebijakan otonomi daerah antara pusat dan daerah. Kebijakan. Bidang dan Program Urusan Pemerintahan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 dapat dilihat pada matrik Dibawah ini.2 Kebijakan Pembangunan Dari berbagai kondisi lingkungan eksternal dan internal tersebut. RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 6 .2) Ancaman (a) Membanjirnya berbagai produk dari daerah-daerah lain dan luar negeri yang berdampak pada menurunnya daya saing komoditas unggulan lokal. 9 kebijakan dan 47 sasaran (common goals). (c) Dampak globalisasi dari sisi negatif akan memperlemah struktur kebudayaan daerah ke arah nilai-nilai di luar adat-istiadat lokal. Sasaran dengan Fungsi. dasar perumusan Kebijakan Pembangunan ini merupakan langkah-langkah program berdasarkan fungsi/bidang/sub-bidang/sub-subKeterkaitan untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah sebagai bidang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Misi. terutama di daerah sekitar perbatasan 4. khususnya pada produk-produk pertanian dan barang konsumtif lainnya.

1. 5. 2. Dinas PU. Badan LH. berdaya saing dan beretika Sasaran (a) Meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat Sumedang Fungsi Pendidikan Bidang Pendidikan 1. Dinas Kebudayaan. Bag. 3. Dinas PU Dinas Kependudukan & Pencatatan Sipil. Inspektorat Kabupaten. Bag. 4. Pembangunan. Pariwisata. Dinas Kesehatan. Hukum. 5. Pariwisata. Kecamatan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 7 . Bagian Adm. Organisasi. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. 8. Dinas Pendapatan. Pariwisata. Kebijakan. 1. 6. Inspektorat Kabupaten. Badan Keluarga Berencana & Pemberdayaan Perempuan. 7. Bag. unggul. Pemuda dan Olahraga Pelayanan Umum Kesehatan Perencanaan Pembangunan Kesehatan 1. 1. Dinas Sosial & Tenaga Kerja. beretika. 6. Dinas Pendapatan. 4. Organisasi. Bag. 7. Disperindag Pendukung Bappeda. Sasaran dengan Fungsi. Hukum.Matrik Keterkaitan Misi. Badan LH. 3. Dinas Sosial & Tenaga Kerja. Bidang dan Program Urusan Pemerintahan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 No. bermoral baik yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan Kepada Tuhan YME” Kebijakan Kebijakan 1: Menciptakan sumberdaya manusia sumedang yang memiliki kompetensi. Program Pendidikan Anak Usia Dini Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Pendidikan Menengah Pendidikan Non Formal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Manajemen Pelayanan Pendidikan Peningkatan Peran Serta Kepemudaan Perencanaan Pembangunan Sosial Budaya Obat dan Perbekalan Kesehatan Upaya Kesehatan Masyarakat Pengawasan Obat dan Makanan Pengembangan Obat Asli Indonesia Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat Pengembangan Lingkungan Sehat Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Standarisasi Pelayanan Kesehatan Utama Dinas Pendidikan SKPD Penunjang Dinas Kependudukan & Pencatatan Sipil. Kecamatan (b) Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Sumedang Dinas Kebudayaan. Misi “Mewujudkan kualitas SDM aparatur dan masyarakat yang berakhlak mulia. Pemuda dan Olahraga Dinas Kesehatan Bappeda. 2. Dinas Kebudayaan.

Perencanaan Pembangunan Sosial Budaya Dinas Kebudayaan. 18. Pelayanan Umum Perencanaan Pembangunan 1. 14. 15. 13. peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskesmas pembantu dan jaringannya Perbaikan gizi masyarakat Sumber Daya Kesehatan Kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan Peningkatan pelayanan kesehatan anak balita Peningkatan pelayanan kesehatan lansia Pengawasan dan pengendalian kesehatan makanan Peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak Pengadaan. 17. Pariwisata. peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata Pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paruparu/rumah sakit mata Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Utama Dinas Kesehatan SKPD Penunjang Pendukung 11. 16.No. Rumah Sakit umum Daerah 19. 12. Misi Kebijakan Sasaran Fungsi Bidang 9. Pemuda dan Olahraga RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 8 . Pendidikan Pemuda dan Olahraga 1. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin Pengadaan. 10.

Satuan Polisi Praja. Bag. Dinas PU. Badan Kesatuan Bangsa. Misi Kebijakan Sasaran (c) Meningkatnya aksesibilitas terhadap pelayanan dasar dan pelayanan sosial Fungsi Perlindungan Sosial Sosial Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Utama 1. Organisasi. Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 1. Pelayanan kontrasepsi Berencana 4. narkoba dan penyakit sosial lainnya) 5. Inspektorat Kabupaten. PMS termasuk HIV/ AIDS 8. Pengembangan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak 9. Peningkatan penanggulangan narkoba. Pemberdayaan Fakir Miskin. Pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling KRR 7. Kecamatan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 9 . Pembinaan para penyandang cacat dan trauma 3. Dinas Perhubungan Komunikasi & Informatika Pendukung Bappeda. Pembinaan peran serta dan Pemberdayaan masyarakat dalam pelayanan Perempuan KB/KR yang mandiri 5. Hukum. Pariwisata. PSK. Pengembangan model operasional BKB-PosyanduPADU Program SKPD Penunjang Dinas Kebudayaan. Penyiapan tenaga pendamping kelompok bina keluarga 10. Dinas Sosial Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Tenaga dan Penyandang Masalah Kerja Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya 2. Kesehatan Reproduksi Remaja Keluarga 3. Pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks narapidana. bayi dan anak melalui kelompok kegiatan di masyarakat 6. Pembinaan panti asuhan/panti jompo 4. Promosi kesehatan ibu. Keluarga Berencana Badan 2. Bag. Dinas Sosial & Tenaga Kerja.No.

Bag. Dinas Perternakan & Perikanan. Dinas Pertanian. Badan Kesatuan Bangsa Bappeda. Bagian Organisasi. Misi Kebijakan Sasaran Fungsi Perlindungan Sosial Ketertiban dan Ketentraman Pendidikan Pelayanan Umum Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Pemuda dan Olahraga Perencanaan Pembangunan Budaya 1. dalam dan luar negeri Pelayanan Umum Ekonomi Perencanaan Pembangunan Penanaman Modal 1. 1. Kantor Satpol PP Kebijakan 2: (a) Meningkatnya kesempatan kerja Memperbesar melalui penciptaan peluang peningkatan lapangan kerja investasi dan serta menyiapkan padat karya tenaga kerja terampil dan berjiwa wirausaha untuk kebutuhan lokal. Pariwisata. Hukum. Ekonomi. Bag. 3. 1. 2. Dinas Pertambangan Energi & Pertanahan. Pemuda dan Olahraga Dinas Perhubungan. 1. Program Penataan Administrasi Kependudukan Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat) Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga Perencanaan Pembangunan Sosial Budaya Pengembangan Nilai Budaya Pengelolaan Kekayaan Budaya Pengelolaan Keragaman Budaya Pengembangan kerjasama pengelolaan kekayaan budaya Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga Pemeliharaan Kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal Pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan Perencanaan Pembangunan Sosial Budaya Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Penyiapan potensi sumberdaya. sarana dan prasarana daerah Pembinaan anak terlantar Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan Utama SKPD Penunjang Pendukung BAPPEDA Dinas Kebudayaan. Dinas Kependudukan & Pencatatan Sipil RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 10 . Bag. Hukum. Tapem (Setda). 1.No. 2. 2. Dinas PU. Bag. Dinas Kebudayaan. 1. Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Dinas Sosial & Tenaga Kerja. Komunikasi & Informatika. 1. Pemuda & Olahraga Kecamatan. Inspektorat Kabupaten. Tenaga Kerja Kehutanan 1. 2. Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan. Tanaman Pangan & Holtikultura. Pariwisata. Bagian Sosial. 4. Kecamatan (d) Meningkatnya kualitas pemahaman dan pengamalan nilainilai agama serta nilai-nilai budaya daerah yang relevan Pariwisata dan Budaya Pendidikan Ketertiban dan Ketentraman Pemuda dan Olahraga Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 1.

Dinas Kesehatan. Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Koperasi. Pariwisata. Pariwisata. Dinas Pertanian. Kecil dan Menengah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Dinas Koperasi. Disperindag. Usaha Mikro.No. Perlindungan Sosial 1. 2. Bag. UMKM. masyarakat miskin lainnya Ekonomi Perencanaan Pembangunan Pertanian 1. Pelayanan Umum (c) Meningkatnya kesejahteraan petani. Dinas Pekerjaan Umum Bappeda. Usaha Mikro. Bappeda. 1. Badan Pemberdayaan Masyarakat. Dinas Kebudayaan. Pemuda dan Olahraga SKPD Penunjang Pendukung Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 1. Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan dan Kecakapan Hidup Pemuda Peningkatan Peran serta Kepemudaan Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Olahraga Kerjasama Pembangunan Peningkatan Kesejahteraan Petani Peningkatan Ketahanan pangan Pelayanan Umum (b) Meningkatnya ketersediaan SDM. Kecamatan Pendidikan Pemuda dan Olahraga 1. 1. Utama Dinas Koperasi. Kecamatan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 11 . Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah Kerjasama Pembangunan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja Perlindungan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah Pemberdayaan Fakir Miskin. Ekonomi. Kecil dan Menengah Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Dinas Kebudayaan. Dishut & Perkebunan. 2. 2. buruh. tenaga kerja yang memenuhi standar kompetensi dan wirausahawan Ekonomi Perencanaan Pembangunan Tenaga Kerja 1. Misi Kebijakan Sasaran Fungsi Ekonomi Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 1. Dinas Pertanian. Dinas Sosial & Tenaga Kerja.

1.No. Penyuluhan Pertanian. 2. Program Pemberdayaan Fakir Miskin. berbasis kompetensi kinerja. 1. disinsentif yang Kecamatan. Perikanan dan Kehutanan Pendukung 1. 5. 2. 1. 4. 1. Misi Kebijakan Sasaran Fungsi Perlindungan Sosial Sosial Bidang 1. 1. Kecamatan. Tapem) Bagian Umum RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 12 . SKPD Penunjang Bag. Kelurahan dan serta peningkatan Desa fungsi dan peran kelembagaan Pemerintah Daerah. 3. Kelurahan dan Desa dalam penyelenggaraan pelayanan public Pelayanan Umum Pelayanan Umum Perencanaan Pembangunan Pemerintahan Umum Semua SKPD Inspektorat Sekretariat Daerah (Bag. “Mewujudkan kualitas manejemen pemerintahan daerah yang semakin baik” Kebijakan 3: (a) Meningkatnya peran dan fungsi Memberikan kelembagaan insentif dan pemerintah daerah. Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Penataan Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Program Pelayanan Kontrasepsi Peningkatan Kesempatan Kerja Pengembangan Wilayah Transmigrasi Transmigrasi Lokal Transmigrasi Regional Kerjasama Pembangunan Peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah Peningkatan Koordinasi dan penyelenggaraan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah Program penataan lembagalembaga ketatalaksanaan OPD Program analisis formasi jabatan dan pendayagunaan aparatur Penataan Peraturan Perundang-undangan Peningkatan Koordinasi dan Kejasama penyelenggaraan pemerintah daerah Utama Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Dinas Sosial dan Na Ker Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sekretariat DPRD Sekretariat Daerah Kependudukan dan Catatan Sipil Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Ekonomi Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi 1. Sosial. Badan Ketahanan Pangan. 2. 3.

Kecamatan. 1. Kecamatan. BPP dan KB. Dinas PU. UMKM. 4. 2. Kearsipan 1. 8. Dinkes. BKB. Bag. 3. 2. Dinsospemdes. Bag. Kelurahan / Desa) Peningkatan Kapasitas Kecamatan dan Kelurahan Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan pemerintahan desa Litbang Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya Litbang Bidang Infrastruktur dan Ekonomi Pembangunan Daerah Litbang masalah strategis daerah dan pemberdayaan masyarakat Kaji Terap dan pengembangan agribisnis Perbaikan sistem administrasi kearsipan Penyelamatan dan pelesatarian dokumen/arsip daerah Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana kearsipan Peningkatan kualitas pelayanan informasi Pengembangan kota-kota menengah dan besar Peningkatan kapasitas Kelembagaan perencanaan pembangunan daerah Pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan Sosial Utama Sekretariat Daerah (Bag. Misi Kebijakan Sasaran Fungsi Pelayanan Umum Bidang Pemerintahan Umum 6. Ekonomi. Perikanan dan Kehutanan. Sosial. Program Penataan Daerah Otonom (Kabupaten. Kec.Sosial. Disperindag. Badan Pemberdayaan dan KB RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 13 . BKPPD Dinas Koperasi.keuangan.Pem. Bag Adm Pem. Kelurahan dan Desa Kecamatan dan Kelurahan Semua SKPD Kantor Arsip Daerah Badan Perencanaan Pembangunan daerah Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Perlindungan Sosial Sosial Bag. Dishut & Perkebunan.Satpol PP. Badan Ketahanan Pangan. Penyuluhan Pertanian. Dinsospemdes. Disdik. Bag. Bag. Tapem) BPM Pem Desa Badan Perencanaan Pembangunan daerah SKPD Penunjang Pendukung Bappeda. 2. 4. 7. Dispenda. Perencanaan pembangunan 1. 1. 3.No.

1. RSUD Sumedang Semua SKPD Semua SKPD Semua SKPD 2. Perencanaan Pembangunan 1. Tapem (Setda). Bag. Bag. Humas. Inspektorat. 3. Organisasi. Bagian Tata Pemerintahan (Setda) Badan Kepegawaian Daerah Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Inspektorat. 2. Bag. 1.No. Satuan Pol PP. 4. Misi Kebijakan Sasaran (b) Meningkatnya profesionalisme dan kinerja aparatur diberbagai tingkatan pemerintahan (c) Meningkatnya perbaikan kesejahteraan aparatur di daerah Fungsi Pelayanan Umum Bidang Kepegawaian 1. 1. Bag. 1. Hukum. 2. Inspektorat Pendukung Semua SKPD Pelayanan Umum Kepegawaian Pemerintahan Umum Perlindungan Sosial (d) Meningkatnya kesadaran dan komitmen untuk mewujudkan Good Governance dan Clean Government Pelayanan Umum Sosial Pemerintahan Umum Badan Kepegawaian Daerah Dinas Pendapatan Daerah Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Inspektorat Kabupaten Bappeda. Program Pendidikan Kedinasan Peningkatan kapasitas sumberdaya aparatur Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Pengembangan data/informasi Penigkatan kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan daerah Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Peningkatan dan Pengembangan pengelolaan keuangan daerah Pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial Peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH Peningkatan Profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan Penataan dan Penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan Peningkatan akuntabilitas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial Utama Badan Kepegawaian Daerah SKPD Penunjang Bappeda. Bappeda dan Bagian Keuangan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 14 . 1. Kepegawaian Perlindungan Sosial Sosial 1. Dispenda.

Badan Penanaman Modal Dinas Pertanian. Bag. kedelai dan bahan pokok lainnya Perdagangan 1. Dispenda. Kelautan dan Perikanan 1. Badan Penanaman Modal Badan Ketahanan Pangan. Dishub Kominfo. Perikanan & Perhutanan. Kecamatan (c) Meningkatnya produksi dan stok protein hewani Ekonomi Pertanian 1. Kecamatan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 15 . Ekonomi. Perencanaan Pembangunan Ekonomi daerah Utama Dinas Pertanian. Perencanaan Pembangunan Ekonomi daerah Dinas Pertanian. Penyuluhan Pertanian. Tanaman Pangan dan Holtikultura Bappeda. Perikanan & Perhutanan. ekstensifikasi dan diversifikasi Sasaran (a) Meningkatnya produksi dan stok beras Fungsi Ekonomi Bidang Pertanian 1. Ekonomi. Peningkatan produksi hasil peternakan Peningkatan penerapan teknologi peternakan Pengembangan budidaya perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Bappeda. Bag. 3.No. Disperindag. Dinas PU. Badan Ketahanan Pangan. Penyuluhan Pertanian. Ekonomi. Peningkatan Ketahanan Pangan pertanian Pelayanan Umum Perencanaan Pembangunan 1. Penyuluhan. Penyuluhan Pertanian. Disperindag. Kecamatan (d) Tertatanya distribusi Ekonomi dan perdagangan beras. Tanaman Pangan dan Holtikultura SKPD Penunjang Badan Ketahanan Pangan. Bag. Kecamatan (b) Meningkatnya produksi dan stok kedele Ekonomi Pertanian 1. Disperindag. Dispenda. Perikanan & Perhutanan. Ekonomi. Bag. Dinas PU. Dinas PU. Dinas PU Pendukung Bappeda. Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bappeda. Misi “Mewujudkan ketahanan pangan dan perekonomian daerah yang tangguh yang bertumpu pada potensi sumberdaya daerah secara berkelanjutan” Kebijakan Kebijakan 4: Menjaga dan meningkatkan ketersediaan pangan daerah melalui intensifikasi. Dispenda. Dispenda. 2. Badan Penanaman Modal Badan Ketahanan Pangan. Program Peningkatan Ketahanan Pangan pertanian Pelayanan Umum Perencanaan Pembangunan 1.

Dinas Peter Pan (g) Terpenuhinya sarana prasarana dan infrastruktur pertanian Perumahan dan Fasilitas Umum Ekonomi Pekerjaan Umum 1. Kecamatan (f) Terkendalinya alih fungsi lahan pertanian Lingkungan Hidup Pelayanan Umum Ekonomi Penataan Ruang Perencanaan Pembangunan Pertanian 1. Bag. Badan Penanaman Modal. Dinas Sosial & Naker. Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pekerjaan Umum Dinas Peternakan dan Perikanan Dispenda. Pendukung Bappeda. 2. Dishut. Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. Program Pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak Peningkatan kesehatan masyarakat Veteriner Pengembangan budidaya perikanan Pencegahan & penanggulangan penyakit ikan Optimalisasi pengelolaan & pemasaran produksi perikanan Pemberdayaan Fakir Miskin. Dinas Pertanian. Ekonomi. Organisasi. Kelautan dan Perikanan 1. Kecamatan Perlindungan Sosial Sosial 4. Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Pengendalian Pemanfaatan Ruang Perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam Peningkatan produksi pertanian Utama Dinas Peternakan dan Perikanan SKPD Penunjang Disperindag. Dispenda. Badan Ketahanana Pangan Penyuluhan. Dispenda. rawa dan jaringan pengairan lainnya Optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan Bagian Ekonomi. Badan Penanaman Modal Bappeda. Badan Pemberdayaan Masyarakat. Kelautan dan Perikanan 1. Disperindag. 1. 3. 1. Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Dinas Pekerjaan Umum Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dinas Pertanian. Misi Kebijakan Sasaran (e) Meningkatnya pengelolaan pasca panen dan pengendalian hama penyakit Fungsi Ekonomi Bidang Pertanian 1. Bagian Sosial. Bag.No. Kecamatan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 16 . 2.

Dispenda. Perdagangan 1. Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Kehutanan dan perkebunan Badan Ketahanan Pangan. Dinas PU. Pemberdayaan Fakir Miskin. Kebijakan 5: Meningkatkan produktivitas dan daya beli masyarakat melalui penguatan kelembagaan ekonomi rakyat (a) Meningkatnya produktivitas lembaga ekonomi rakyat (UMKM) Ekonomi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 1. Disperindag. Disduk Casip Bappeda. Bag. Dinsos & Naker. Perikanan dan Kehutanan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Dinas Koperasi. Kecamatan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 17 . Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah Penciptaan iklim Usaha Kecil Menengah yang kondusif Perlindungan Konsumen dan pengamanan perdagangan Disperindag. Usaha Mikro. Penyuluhan Pertanian. Dishut Pendukung Bappeda. Disduk Casip. Ekonomi. Pemberdayaan Fakir Miskin. Ekonomi Bappeda. Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Utama Dinas Pertanian. Dinas Perter Pan. Kecil dan Menengah Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Dis Kop UMKM SKPD Penunjang Dinas Kesehatan. Dispenda. Dispenda. Diskop UMKM.No. Bag. Dinas Perhubungan. Bag. (b) Meningkatnya kemudahan akses pasar bagi dunia usaha Ekonomi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 1. 2. Kecamatan Dis Perindag Dinas Pertanian. Misi Kebijakan Sasaran (h) Meningkatnya keanekaragaman produk pangan daerah Fungsi Ekonomi Bidang Pertanian 1. Program Peningkatan Ketahanan Pangan pertanian/perkebunan Perlindungan Sosial Sosial 1. Badan Penanaman Modal. Ekonomi. Kecamatan Perlindungan Sosial Sosial 1.

1. Bag. Ekonomi. Disduk Casip Dinas Perhubungan. Ekonomi. Peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan Pengembangan data & informasi peternakan/perikanan 1.No. Kecamatan Bappeda. 1. Pelayanan Umum (e) Meningkatnya potensi dan investasi kepariwisataan daerah Ekonomi Peningkatan produksi hasil peternakan Peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan Optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Dinas Pertanian. Kecamatan Ekonomi Pertanian 1. Perikanan dan Kehutanan Dinas Kehutanan dan perkebunan Dinas Peternakan dan Perikanan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Dispenda. Hukum. Dinas Kesehatan Bag. Dispenda. 2. Organisasi. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan SKPD Penunjang Dinas Pertanian. Ekonomi. Misi Kebijakan Sasaran (c) Meningkatnya fasilitasi permodalan dan intermediasi perbankan dalam menggerakan sektor ekonomi riil (d) Meningkatnya agribisnis yang berbasis komoditas unggulan daerah Fungsi Ekonomi Bidang Perindustrian 1. Dinas PU. Dinas Peter Pan. Kecamatan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 18 . Bappeda. Bag. Kelautan dan Perikanan Perencanaan Pembangunan Penanaman Modal 1. Tanaman Pangan dan Holtikultura Badan Ketahanan Pangan. Pendukung Bappeda. 1. Bag. Penyuluhan Pertanian. Bag.

Hukum. Pariwisata. Tapem (Setda). Kecil dan Menengah Dinas Kebudayaan. Organisasi.No. Utama Dinas Koperasi. 1. Bag. Usaha Mikro. Bappeda. Bag. BUMD dan Pengusaha Besar Ekonomi Perencanaan Pembangunan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Perindustrian 1. 2. 2. Kecamatan (h) Terbentuknya lembaga keuangan desa Ekonomi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 1. 1. 2. Bag. 1. Inspektorat RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 19 . UMKM Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pem Desa SKPD Penunjang Pendukung Bappeda. Misi Kebijakan Sasaran Fungsi Ekonomi Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 1. Ekonomi. Organisasi. Bagian Penyuluhan. Dinas Pertanian Bag. Usaha Mikro. Dinas Kesehatan Bag. Bag. Bag. Bag. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah Pengembangan Destinasi Pariwisata Pengembangan Pemasaran Pariwisata Pengembangan Kemitraan Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pengembangan sentra-sentra industri potensial Peningkatan kemampuan teknologi industry Perencanaan Pembangunan Ekonomi Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Pengembangan lembaga ekonomi pedesaan Pariwisata dan Budaya Pariwisata 1. Pemuda dan Olahraga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dinas Koperasi. 1. (f) Meningkatnya industri kecil dan menengah yang berbasis potensi daerah Ekonomi Perindustrian 3. Bag. Organisasi. Hukum. Ekonomi Kecamatan. Kecil dan Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Kop. 3. Ekonomi. Kecamatan Pelayanan Umum (g) Berjalannya kemitraan strategis antara UMKM.

Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah Penciptaan iklim Usaha Kecil Menengah yang kondusif Perlindungan Konsumen dan pengamanan perdagangan Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (c) Meningkatnya fasilitasi permodalan dan intermediasi perbankan dalam menggerakan sektor ekonomi riil (d) Meningkatnya agribisnis yang berbasis komoditas unggulan daerah Ekonomi Perindustrian 1. Dispenda. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Pemberdayaan Fakir Miskin. Kecil dan Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Pertanian. Misi Kebijakan Kebijakan 5: Meningkatkan produktivitas dan daya beli masyarakat melalui penguatan kelembagaan ekonomi rakyat Sasaran (a) Meningkatnya produktivitas lembaga ekonomi rakyat (UMKM) Fungsi Ekonomi Perlindungan Sosial Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sosial 1. Bappeda. Usaha Mikro. Bappeda. Kecamatan (b) Meningkatnya kemudahan akses pasar bagi dunia usaha Ekonomi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 1. 2. Ekonomi Dinas Pertanian. Disduk Casip. UMKM Dinas Sosial dan Tenaga Kerja SKPD Penunjang Disperindag. Perdagangan 1. Bag. Dinas PU. Bag. Badan Penanaman Modal. Hukum. Kecamatan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 20 . Dinsos & Naker. Peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan Pengembangan data & informasi peternakan/perikanan Dinas Pertanian. Kecamatan Bappeda. Dinas Perhubungan.No. Ekonomi. Disduk Casip Dinas Perhubungan. Dinas Peter Pan. 2. Bag. Ekonomi. Disduk Casip Pendukung Bappeda. Dinas PU. Dispenda. Dinas Perter Pan. Ekonomi. Bag. Kecamatan Ekonomi Pertanian 1. Dinas Koperasi. TPH BKP4H Dinas Kehutanan dan perkebunan Dispenda. Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Utama Dinas Kop. Bag. Dispenda.

2. Misi Kebijakan Sasaran Fungsi Ekonomi Bidang Pertanian 1. 1. Ekonomi. Bag. Kecil dan Menengah Bappeda. Organisasi. Dinas Pertanian Bag. 2. Bag. 1. Program Peningkatan produksi hasil peternakan Peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan Optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Utama Dinas Peternakan dan Perikanan SKPD Penunjang Pendukung Pelayanan Umum (e) Meningkatnya potensi dan investasi kepariwisataan daerah Ekonomi 1. Kecamatan Bappeda. Usaha Mikro. Ekonomi. 1. Kelautan dan Perikanan Perencanaan Pembangunan Penanaman Modal 3. BUMD dan Pengusaha Besar Pelayanan Umum Ekonomi Perencanaan Pembangunan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 1. 3. Organisasi. Bag. Dinas Kesehatan Bag. Kecamatan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 21 . Usaha Mikro. (f) Meningkatnya industri kecil dan menengah yang berbasis potensi daerah Ekonomi Perindustrian 3. Organisasi.No. Bappeda. Pemuda dan Olahraga Dinas Perindustrian dan Perdagangan BAPPEDA Dinas Koperasi. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 1. Bag. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Dinas Koperasi. Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah Pengembangan Destinasi Pariwisata Pengembangan Pemasaran Pariwisata Pengembangan Kemitraan Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pengembangan sentra-sentra industri potensial Peningkatan kemampuan teknologi industry Perencanaan Pembangunan Ekonomi Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah Pariwisata dan Budaya Pariwisata 1. Kecil dan Menengah Dinas Kebudayaan. Hukum. Kecamatan (g) Berjalannya kemitraan strategis antara UMKM. Ekonomi. Pariwisata. 2. Dinas Kesehatan Bag.

Tapem (Setda). Dishub Kom Infor. Dispenda. Ekonomi Kecamatan. Usaha Mikro. 1. Organisasi. Dishut. Kecamatan 1. Energi dan Pertanahan BAPPPEDA SKPD Penunjang Pendukung Bag. Pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam Perencanaan pembangunan daerah rawan bencana Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Perlindunganan konservasi sumber daya hutan Pengawasan dan penertiban kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan Pengembangan data/informasi/statistik daerah Perencanaan Pembangunan Sosial Kehutanan Perencanaan Pembangunan/Statistik Daerah Energi dan Sumber daya Mineral 1. Misi Kebijakan Sasaran Fungsi Ekonomi Bidang Perindustrian 1. Bagian Penyuluhan. “Mewujudkan tata kelola lingkungan dan manajemen bencana yang semakin baik” Kebijakan 6: Meningkatkan manajemen pengelolaan bencana melalui sistem tata kelola penanganan bencana alam dan sosial (a) Meningkatnya kesiapan dini (early warning system) dan mitigasi bencana Ketertiban dan Ketentraman Pelayanan Umum Perlindungan Sosial Kesatuan Bangsa dan Politik dalam negeri 1. RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 22 . Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi (h) Terbentuknya lembaga keuangan desa Ekonomi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 1. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 1. 1.No. Badan Penyuluhan Satuan Polisi Pamong Praja Bappeda. Bag. 1. Dinsos Naker. Bag. Kecamatan BKB. Inspektorat Dinas PU. Hukum. Pengembangan lembaga ekonomi pedesaan 4. (b) Berkurangnya resiko kejadian bencana di wilayah Sumedang Ekonomi Pelayanan Umum Utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperasi. Bag. Kecil dan Menengah Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Dis Hut Bun Dinas Pertambangan . Dinas Kesehatan. Dinsos Naker. Distan.

sosial dan pemberdayaan masyarakat. Bappeda. pendidikan. Kec. Bag. 1. Dinas Pertanian. Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) Perencanaan Tata Ruang Pemanfaatan ruang Pengendalian pemanfaatan ruang Badan Lingkungan Hidup Bappeda / Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang 1. Dinsos Naker. kesehatan. Dinas Budpar Pora. Dinas Kehutanan. perikanan. Kecamatan Dinas Kesehatan. 2. Peternakan. Perindag.No. Dinas PU. Kebijakan 7: Pelestarian lingkungan dan fungsi kawasan lindung di daerah (d) Meningkatnya pemahaman dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana alam dan bencana sosial lainnya (a) Meningkatnya pelestarian lingkungan dan Pengelolaan Kawasan Lindung Utama Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Dinas Pekerjaan Umum Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat SKPD Penunjang Dinas Kesehatan. 2. Hukum BLH. 1. Badan Penyuluhan. Org. DPRD. Dishub Kom Info. Ekonomi. Kecamatan Dinas kependudukan. Bag. Tenaga kerja dan transmigrasi. Kecamatan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup 1. Badan Penyuluhan Bappeda. 3. Dishub Kom Info. Bagian Hukum. Dinas Pertanian Pendukung Bappeda. Misi Kebijakan Sasaran (c) Meningkatnya penanganan kejadian bencana/wabah dan evakuasi secara cepat dan tepat Fungsi Ketertiban dan Ketentraman Perlindungan Sosial Perumahan dan Fasilitas Umum Ketertiban dan Ketentraman Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam negeri 1. Inspektorat. stakeholders lainnya RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 23 . Disduk. Dinas PU. Dinas PU. Perhubungan. Dinas Pertanian. masyarakat. Program Pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Perbaikan perumahan akibat bencana alam/sosial Pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam Sosial Perumahan Rakyat Kesatuan Bangsa dan Politik dalam negeri 1. pariwisata.

Dinas Pertanian. Kecamatan. Pekerjaan Umum 1. Dinas Pertanian. Badan Penyuluhan. Dinsos Naker. Badan PMD Perumahan dan Fasilitas Umum Perumahan dan Fasilitas Umum Pekerjaan Umum 1. air bersih serta infrastruktur lainnya di daerah (c) Meningkatnya kemitraan antara pemerintah.No. Bag. 2. irigasi. dunia usaha dan masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan kawasan lindung (a) Meningkatnya Kondisi Jaringan Irigasi (b) Meningkatnya Kondisi Jalan dan Jembatan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup 1. Sat Pol PP. Bag. 6. Hukum. Kecamatan. rawa dan jaringan pengairan lainnya Pembangunan Jalan dan Jembatan Rehabilitasi/pemeliharaan Jalan dan Jembatan Inspeksi kondisi Jalan dan Jembatan Tanggap darurat Jalan dan Jembatan Pembangunan sistem informasi/data base jalan dan jembatan Pembangunan infrastruktur perdesaaan Perencanaan Prasarana Wilayah dan SDA Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pekerjaan Umum Bappeda. 4. 2. Badan Penanaman Modal Pendukung Bappeda. Badan Penanaman Modal. Badan Penanaman Modal. Badan Penyuluhan Bappeda. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber daya Alam Pengendalian kebakaran hutan Utama Badan Lingkungan Hidup Dinas Kehutanan dan Perkebunan Badan Lingkungan Hidup SKPD Penunjang Dinas PU. Disperindag Kebijakan 8: Meningkatkan kualitas pengelolaan dan penyediaan Jaringan jalan dan jembatan. 5. Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. Misi Kebijakan Sasaran (b) Meningkatnya penanganan kerusakan dan pencemaran lingkungan Fungsi Lingkungan Hidup Bidang Lingkungan Hidup 1. Bag. Peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup Bappeda. Dishub Kom Info Disperindag. Pelayanan Umum Perencanaan Pembangunan 1. 1. Inspektorat. Badan Penyuluan. 3. Hukum. Ekonomi. Dishub Kom Info Kecamatan Kecamatan BAPPEDA RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 24 .

Badan Penanaman Modal. 2. Pekerjaan Umum Kesehatan 1. Dinsos Naker. PDAM Dinas PU. Badan PMD. Sosial. Ekonomi. 1. Disperindag. Bag. Bag. Bag. Bag. Kecamatan BAPPEDA RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 25 . Dishut. Pemantapan Perencanaan Pembangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang (g) Meningkatnya kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha dalam penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur daerah (f) Perumahan dan Fasilitas Umum Pekerjaan Umum 1. Bendung Jatigede. Misi Kebijakan Sasaran (c) Meningkatnya cakupan layanan air bersih (d) Meningkatnya fasilitasi persiapan pembangunan jalan tol Cisumdawu. 1. 1. Tapem (Setda). Dinas PU.No. Kecamatan Perumahan dan Fasilitas Umum Ekonomi Pelayanan Umum Pekerjaan Umum Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Perencanaan Pembangunan 1. Dinas Pertanian. peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata Pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh Badan Lingkungan Hidup Dinas Pekerjaan Umum Rumah Sakit Umum Daerah Disperindag. Pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah Kerjasama Pembangunan Dinas PU DisKop UMKM Bappeda. Hukum. Disbudpar. Program Pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah Perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam Utama Dinas Pekerjaan Umum Badan Perencanaan Pembangunan Daerah SKPD Penunjang Dinas Kesehatan. Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Peningkatan Pengendalian Polusi Pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah Pengadaan. Bag. Badan Penanaman Modal Pendukung Kecamatan Badan LH. Bag. Badan Penanaman Modal Dispenda. Kecamatan Bappeda. Kecamatan Lingkungan Hidup Perumahan dan Fasilitas Umum Kesehatan Lingkungan Hidup 1. Badan Penanaman Modal. dan bendungbendung lapang (e) Meningkatnya Pengelolaan Persampahan dan limbah berbahaya di Daerah perkotaan dan kawasan industri Fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum Pelayanan Umum Bidang Pekerjaan Umum Perencanaan Pembangunan 1. 1. Bagian Hukum Dinas Pekerjaan Umum Bappeda. Organisasi. Ekonomi.

Bagian Organisasi Bappeda. 5. 4. Misi Kebijakan Sasaran (h) Meningkatnya Fasilitas Sarana Prasarana Perhubungan Fungsi Ekonomi Bidang Perhubungan 1. Bag. Bagian Sosial. Ekonomi. 3. 3. 6. 3. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ Peningkatan pelayanan angkutan Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan Peningkatan dan pengamanan lalu lintas Peningkatan kelaikan pengoperasian kendaraan bermotor Pencapaian zero accident Pengembangan komunikasi. 2.No. 7. 2. 4. Badan Penanaman Modal. Badan PMD. informasi dan media massa Pengembangan sarana dan prasarana komunikasi dan informatika Program Pengembangan Aplikasi Sistem dan Konten Telematika Pengembangan Pelayanan Komunikasi dan Informasi Program Kerjasama Komunikasi dan Informasi Perencanaan Prasarana Wilayah dan SDA Pengembangan Perumahan Lingkungan Sehat Perumahan Pemberdayaan komunitas Perumahan Utama Dinas Perhubungan. 1. Komunikasi dan Informatika SKPD Penunjang Bappeda. 1. Kecamatan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 26 . Kecamatan Sosial Komunikasi dan Informasi Pelayanan Umum (i) Meningkatnya sarana dan prasarana ke cipta karyaan Perumahan dan Fasilitas Umum Perencanaan Pembangunan Perumahan Rakyat 1. 5. 2. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dinas Pekerjaan Umum Dinsos. PDAM Pendukung Dishut. Dinas PU. Dispenda.

Dinas Pertanian Bappeda. Energi dan Pertanahan Badan Lingkungan Hidup Kecamatan = 4 Misi = 9 Kebijakan = 47 Sasaran (common goals) RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 27 . Kecamatan Ekonomi Energi dan Sumber daya Mineral Perencanaan Pembangunan Pekerjaan Umum 1. Kecamatan Bappeda. Kecamatan 1. Program Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan Perencanaan Prasarana Wilayah dan SDA Penyediaan dan pengolahan air baku Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. Bag. Dinas Pertanian. Misi Kebijakan Kebijakan 9: Meningkatkan ketersediaan energi dan listrik perdesaan Sasaran (a) Meningkatnya cakupan Elektrifikasi Perdesaan (b) Berkembangnya Penciptaan dan Pemanfaatan Energi Alternatif (c) Meningkatnya Ketersediaan Air Baku untuk Pertanian dan Air Bersih untuk Rumah Tangga (d) Meningkatnya Pelestarian dan perlindungan sumber-sumber mata air Fungsi Ekonomi Bidang Energi dan Sumber daya Mineral 1. Ekonomi. Dinas PU. 2. Badan LH. Dinas Pertanian Pelayanan Umum Perumahan dan Fasilitas Umum 1. 1. Dispenda. Badan PMD. Energi dan Pertanahan Dinas Pertambangan . Dinas Pertambangan Energi. Dinsos. rawa dan jaringan pengairan lainnya Perencanaan Prasarana Wilayah dan SDA Pengawasan dan penertiban kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber daya Alam = 172 Program Utama Dinas Pertambangan . Lingkungan Hidup 1. Pelayanan Umum Ekonomi Perencanaan Pembangunan Energi dan Sumber daya Mineral Lingkungan Hidup Dishut. Badan LH. Energi dan Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum SKPD Penunjang Dinas PU Pendukung Bappeda. PDAM Satuan Polisi Pamong Praja Dinas PU.No. Dinas Pertambangan .

3 Program Pembangunan Untuk mewujudkan kebijakan dan sasaran misi-misi yang telah dijelaskan sebelumnya. terarah dan terkendali dalam rangka mewujukan perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk lebih jelasnya indikator kinerja pembangunan tersebut dapat dilhat pada matrik di bawah ini.4. sehingga kinerja pembangunan yang akan diimplementasikan oleh masing-masing SKPD dapat terukur. RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 28 . maka disusunlah program-program pembangunan beserta indikator kinerja pembangunan yang diharapkan dapat tercapai pada akhir periode RPJMD 2009-2013. Capaian tersebut ditargetkan selama kurun waktu 5 tahun kedepan yang ditempuh ke dalam target tahunan.

Matrik Indikator Sasaran Kinerja Pembangunan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 29 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 30 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 31 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 32 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 33 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 34 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 35 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 36 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 37 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 38 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 39 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 40 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 41 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 42 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 43 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 44 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 45 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 46 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 47 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 48 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 49 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 50 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 51 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 52 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 53 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 54 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 55 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 56 .

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 57 .

prioritas pembangunan meliputi: 1. 4. Pemeliharaan dan pemantapan penanaman nilai-nilai luhur dalam proses pendidikan pada setiap jenjang dan jalur pendidikan untuk membangun masyarakat madani. 5. Bidang Tenaga Kerja. Peningkatan pemberian dukungan subsidi siswa berprestasi pada perguruan tinggi. b. Pengembangan pendidikan kejuruan. 6.4 Indikasi Rencana Program Prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumedang tahun 2009-2013. 3. RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 58 . dan sanitasi tempat-tempat umum. Pengembangan pendidikan jalur non formal. sanitasi dasar. merupakan penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sumedang 2005-2025 tahap II (2009-2013). Pengembangan sarana dan prasarana pendidikan berbasis teknologi. prioritas pembangunan meliputi: Pengembangan lembaga-lembaga Diklat/Balai Latihan Kerja. Adapun beberapa bidang yang menjadi prioritas pada pembangunan jangka menengah daerah tahun 2009-2013 berdasarkan RPJPD Kabupaten Sumedang tahun 2005-2025 sebagai berikut: a. 3. Peningkatan mutu kesehatan lingkungan perumahan dan permukiman termasuk pengungsian. remaja dan anak dalam lingkungan rumah tangga dan sosialnya. prioritas pembangunan meliputi: 1. 2. Bidang Pendidikan. Pemantapan sumberdaya kesehatan yang makin setara dalam layanan kesehatan daerah perkotaan dan perdesaan. c. Bidang Kesehatan.4. Peningkatan perintisan penerapan wajar dikdas 12 tahun. 2. industri dan tempat-tempat lain yang dapat mempengaruhi kesehatan. Pemantapan dalam perlindungan kesehatan ibu.

Bidang Perindustrian. Peningkatan akses masyarakat (poor and vulnarable/miskin dan rentan terhadap penyakit) terhadap pelayanan kesehatan dasar. rujukan dan khusus. regional. obat tradisional dan pengobatan tradisional. Pengembangan industri yang sinergis dan berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung potensi ekonomi daerah. Bidang Pertanian. prioritas pembangunan meliputi: Peningkatan kualitas dan produktivitas sektor produksi unggulan termasuk pertanian. g. prioritas pembangunan meliputi: 1. 2. 5. termasuk kedaruratan medik yang berkualitas. Peningkatan surveilans (pengamatan) penyakit dan kejadian luar biasa serta bencana. 2. f. RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 59 . Peningkatan advokasi dan sosialisasi untuk mengembangkan budaya daerah yang inovatif. Pengembangan tanaman obat. dan internasional. prioritas pembangunan meliputi: Pengembangan potensi daerah sebagai Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) unggulan di tingkat lokal. Pengembangan sistem pembiayaan kesehatan. sehingga tercipta penguatan masing-masing skala usaha. Pengembangan sistem pelayanan kesehatan. Pengembanan dan penyelarasan budaya baru hasil akulturasi untuk mengantisipasi perubahan zaman. d. Bidang Pariwisata.4. Pengembangan kearifan budaya daerah sebagai landasan moral dan etika dalam kehidupan masyarakat. 8. 7. 3. Bidang Kebudayaan. e. prioritas pembangunan meliputi: 1. 6. Pemantapan sinergitas antara industri besar dengan Industri Kecil Menengah (IKM).

j.h. 4. Bidang Penataan Ruang. prioritas pembangunan meliputi: Pemantapan infrastruktur ekonomi dan sosial daerah yang dijadikan sentra pengembangan industri manufaktur dan perdagangan serta sektor jasa lainnya. Bidang KUMKM. dan habis masa berlakunya serta pengendalian pemanfaatan ruang yang diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan pembangunan 2. prioritas pembangunan meliputi: 1. Bidang Perdagangan. pembangunan pemeliharaan transportasi dan drainase jalan serta jalur pejalan kaki (trotoar) dan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 60 . i. kecil dan menengah di daerah. 3. Penguatan usaha perekonomian mikro. Melanjutkan ketersediaan rencana tata ruang kecamatan dan kawasan strategi kabupaten. Peningkatan penegasan batas daerah. 2. Pemantapan dan pengendalian tata ruang daerah yang makin sinergi dengan tata ruang regional. prioritas pembangunan meliputi: 1. prioritas pembangunan meliputi: 1. Penguatan dalam fasilitasi kelembagaan-kelembagaan keuangan yang menopang aktivitas usaha mikro dan kecil serta akses pelaku usaha terhadapnya. 2. provinsi dan nasional. Bidang Pekerjaan Umum. k. Peningkatan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang berkualitas disertai perbaikan dalam distribusi pendapatan antar wilayah. serta perintisan menunjang infrastruktur dalam rangka pembangunan wilayah. Pemantapan infrastruktur bendung jalan lapang dan dan irigasi. kawasan perbatasan dengan kabupaten tetangga. merevisi rencana tata ruang wilayah kabupaten dan kecamatan yang telah ada. Meningkatnya partisipasi dan kemitraan dunia usaha serta masyarakat dalam penyediaan dan pembangunan infrastruktur daerah yang memadai. 3.

l. n. Penataan moda transportasi daerah untuk menopang pembangunan antar wilayah. Pemantapan persampahan. RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 61 . Bidang Energi dan Sumber pembangunan meliputi: Daya Mineral. dan sumberdaya air yang handal dan terintegrasi. prioritas pembangunan meliputi: 1. prioritas Peningkatan fasilitasi dalam penyediaan sarana energi tepat guna untuk perdesaan. banjir. 2. m. 3. Peningkatan keselamatan dan ketertiban transportasi wilayah kota. Peningkatan fasilitasi keberdayaan organisasi kemasyarakatan dan lembaga sosial penopang kehidupan masyarakat madani di daerah. Penataan sarana prasarana komunikasi dan informasi wilayah perdesaan. telekomunikasi. prioritas Peningkatan perintisan penerapan Kependudukan (SIAK). Bidang Kependudukan pembangunan meliputi: dan Catatan Sipil. efektif dan modern serta berkualitas yang sejalan dengan keseimbangan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. prioritas pembangunan meliputi: 1. 2. Bidang Lingkungan Hidup. Sistem Informasi Administrasi p. energi termasuk di dalamnya energi alternatif. irigasi. penanganan jaringan air kotor/limbah dan o. Bidang Perhubungan. Pemantapan penanganan bencana alam antara lain longsor. Bidang Sosial. efisien. Penguatan dalam pengelolaan upaya-upaya pelestarian kekayaan plasma nutfah sumber daya hayati daerah. prioritas pembangunan meliputi: 1. 2.sarana prasarana keselamatan lalu lintas. kekeringan bahkan kebakaran.

Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh 6. Pengembangan Energi Alternatif.q. pengembangan jaringan air kotor/limbah rumah tangga. pengembangan pengelolaan sampah rumah tangga dan peningkatan sanitasi lingkungan. Penguatan pelayanan publik berdasarkan Standar Pelayanan Minimum (SPM). berupa pengembangan rumah susun. r. prioritas pembangunan meliputi: 1. Bidang Pemerintahan Umum. Peningkatan Penelitian dan Pengembangan 8. membangun jatidiri dan kreativitas birokrasi daerah melalui penyempurnaan sistem remunarasi. RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 62 . Peningkatan Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah 3. Peningkatan Prasarana Wilayah dan Sumber Daya Alam 10. sistem karier dan besaran jumlah pegawai. Peningkatan Kerjasama antar Daerah. Bidang Perumahan Rakyat. Peningkatan Perencanaan Pembangunan Daerah. 2. Bidang Perencanaan Pembangunan. Peningkatan Kaji Terap dan Pengembangan Agribisnis 9. Peningkatan Perencanaan Sosial Budaya 5. fasilitas umum dan fasilitas sosial perumahan. Pengembangan kemitraan sejajar antara legislatif dan eksektutif. s. Peningkatan Perencanaan Pembangunan Ekonomi 4. 12. Pengembangan Wilayah Perbatasan 7. 3. Peningkatan Penanganan Daerah Rawan Bencana. meningkatkan jaringan air bersih. prioritas pembangunan meliputi: Pemantapan ketersediaan sarana dan prasarana pemukiman temasuk penanganan utilitas umum. Peningkatan Kerjasama Pembangunan 13. Pemantapan reformasi. 14. 2. Pengembangan Data/Informasi 11. prioritas pembangunan meliputi: 1.

Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. keterbukaan. Kebijakan kewilayahan sinergis dengan amanat peraturan peraturan perundangan dan kondisi lokal. t. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. Untuk terwujudnya pemerataan pada pembangunan daerah perlu disusun suatu kebijakan pembangunan kewilayahan. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung dan Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 33 Tahun 2003 tentang RTRW Kabupaten Sumedang. regional dan nasional. Pada RPJMD tahun 2009-2013 diarahkan serta kawasan strategis Kegiatan Wilayah yang cepat tumbuh dengan memperhatikan kebutuhan kawasan yang secara fungsional RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 63 . perlindungan kepentingan umum. 4. keberdayagunaan dan keberhasilgunaan. pembinaan dan pengembangan serta pengawasan. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 tentang RTRWP. keseimbangan. antara lain Undang-undang Nomor 26 Tahun 2006 tentang Penataan Ruang. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang RTRWN. 2. prioritas pembangunan meliputi: 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. kebersamaan dan kemitraan.5 Kebijakan Kewilayahan. Mempertahankan dan pemantapan ketahanan mental ideologi Pancasila bagi seluruh warga masyarakat melalui pendidikan. keserasian. keselarasan. Pemantapan konsolidasi dan dukungan fasilitasi pelaksanaan Pemilu 2009 dan 2014. Pembangunan yang dilaksanakan saat ini belum terjadi pemerataan disemua wilayah baik perkotaan dan perdesaan. kepastian hukum dan keadilan serta akuntabilitas. Dengan mempertimbangkan berbagai asas penataan ruang antara lain keterpaduan. Pemantapan dalam pewarisan nilai-nilai kejuangan bangsa. kegiatan.4. keberlanjutan.

Untuk itu dilakukan percepatan pembangunan wilayah melalui pendekatan peningkatan sumberdaya manusia maupun sarana dan prasarana. peningkatan sumberdaya manusia di perdesaan khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya. Sedangkan pembangunan perdesaan diarahkan pada pengembangan desa pertumbuhan yang akan menjadi pusat produksi agroindustri dan sektor lainnya sesuai dengan ketersediaan tenaga kerja. Meningkatkan Keseimbangan pembangunan perkotaan dan perdesaan melalui keterkaitan kegiatan ekonomi antara perkotaan dan perdesaan. serasi dan berkelanjutan. Pemerataan pembangunan melalui pengembangan wilayah yang terencana dan terintegrasi dengan seluruh pembangunan sektor dan tertuang dalam suatu rencana tata ruang.dapat berperan mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kawasan itu sendiri dan kawasan sekitarnya. Selanjutnya rencana tata ruang tersebut digunakan sebagai acuan kebijakan spasial bagi pembangunan disetiap sektor agar pemanfaatan ruang dapat sinergis. kawasan suaka alam dan cagar budaya. kebijakan pembangunan kewilayahan pada RPJMD ini adalah sebagai berikut : 1. serta nilai budaya. Pembangunan perkotaan diarahkan agar dapat menjadi pusat storing dan distribusi hasil produksi di wilayah perdesaan. serta kawasan rawan bencana. sumberdaya buatan. Peningkatan pembangunan lintas wilayah diarahkan untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah sehingga tidak terjadi kesenjangan pembangunan. RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 64 . 3. dan sejarah bangsa guna kepentingan pembangunan yang berkelanjutan. 4. Mempertahankan dan meningkatkan luasan kawasan lindung yang berfungsi melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya alam. 2. Kawasan lindung sendiri terbagi menjadi kawasan perlindungan setempat.

permukiman. Peran masing-masing kecamatan di wilayah Metro Bandung berbeda. 8.5. Mempersiapkan pembangunan kawasan Jatigede yang diarahkan sebagai kawasan pariwisata. Meningkatkan penataan kawasan Jatinangor sebagai pusat kawasan Perguruan Tinggi dan Industri dengan menyiapkan pemenuhan kebutuhan infrastruktur dan fasilitas umum dan sosial serta penyiapan regulasi tentang pengelolaan kawasan perkotaan 7. industri. Meningkatkan wilayah peran wilayah yang Sumedang dalam pengembangan dimana Bandung Metro Kawasan Metropolitan Bandung/Bandung Metropolitan Area. seperti Kecamatan Jatinangor dikembangkan untuk menampung limpahan fungsi pendidikan tinggi. 6. pengembangan kawasan pengembangan permukiman baru. melalui pemenuhan kebutuhan infrastuktur. Mengoptimalkan fungsi dan luasan kawasan budidaya yang diarahkan pengembangannya meliputi kawasan pedesaan/budidaya pertanian dan kawasan perkotaan/budidaya non pertanian (tanaman lahan basah. melalui persiapan regulasi dan penyiapan infrastruktur. Pamulihan dan Rancakalong untuk menampung kebutuhan perumahan dan Agrobisnis serta Kecamatan Cimanggung direncanakan untuk menampung kegiatan industri dan perumahan. RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 65 . 9. penyediaan sarana dan penetapan kebijakan prasarana pendukung. kawasan pengembangan budidaya perikanan. Kecamatan Tanjungsari. tanaman lahan kering. pariwisata dan pertambangan/penggalian). Mempersiapkan kawasan koridor jalan tol sebagai kawasan yang mendukung melaui terhadap pengembangan perekonomian masyarakat kawasan. Sukasari. tanaman tahunan. kecamatan merupakan bagian direncanakan untuk menjadi counter magnet dari perkembangan Kota Bandung dalam fungsi-fungsi tertentu. fasilitas perekonomian dan fasiulitas umum.

Mempersiapkan pengembangan pariwisata yang ditetapkan menjadi 6 satuan kawasan wisata melalui penyiapan regulasi. Pembangunan kawasan bendungan Jatigede b. 12. Pembangunan Kawasan Industri Ujungjaya e. Pembangunan Cikalong. Mempersiapkan wilayah Ujungjaya sebagai kawasan industri diwilayah bagian timur Kabupaten Sumedang melalui penyiapan regulasi. Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu c. maka rencana pembangunan strategis kewilayahan di Kabupaten Sumedang adalah sebagai berikut: a. Pembangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang d. RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 Hal 4 – 66 . dsb) Bendung-bendung Lapang (Rengrang. Mengoptimalkan fungsi dan peran kawasan perkotaan melalui kebijakan zonasi kegiatan dan revitalisasi pemanfaatan ruang publik sebagai upaya untuk mengurangi beban kegiatan yang terkonsentrasi di suatu wilayah. sumberdaya manusia serta penyiapan sarana dan prasarana. Cipanas. sebagaimana yang diamanatkan dalam peraturan daerah nomor 33 tahun 2003 tentang RTRW Kabupaten Sumedang sesuai potensi dan perkembangan wilayah serta mensinergikan dengan RTRW Propinsi Jawa Barat dan kebijakan strategis lainnya. Mengkaji ulang kebijakan Pengembangan wilayah (WP) dan Pusat Kegiatan Lokal (PKL).10. Berdasarkan pertimbangan tersebut. sumberdaya manusia dan promosi. 11. 13.

serta meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan sebagaimana arah tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sumedang. Pelaksanaan keuangan daerah senantiasa diarahkan guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menopang kegiatan ekonomi masyarakat. APBD merupakan salah satu alat untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan tujuan otonomi daerah yang luas. Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan bahwa penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah didanai dari dan atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Keterkaitan keuangan daerah yang melekat dengan APBD merupakan pernyataan bahwa adanya hubungan antara dana daerah dan RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 1 . dalam bentuk kerangka Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Pengertian keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang. Arah kebijakan keuangan daerah adalah kebijakan penyusunan program dan indikasi kegiatannya pada pengelolaan pendapatan dan belanja daerah secara efektif dan efisien. termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah. Oleh karena itu. Selain itu.BAB BAB V KERANGKA PENDANAAN Kebijakan Anggaran merupakan acuan umum dari Rencana Kerja Pembangunan dan merupakan bagian dari perencanaan operasional anggaran dan alokasi sumberdaya. nyata dan bertanggung jawab. pengertian keuangan daerah selalu melekat dengan pengertian APBD yaitu suatu rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan berdasarkan peraturan.

Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana tersebut terdiri dari dana dekonsentrasi (PP No. yang bersumber dari pajak dan sumberdaya alam. Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Dana Bagi Hasil Kabupaten Sumedang yang bersumber dari sumberdaya alam berasal dari pertambangan minyak dan gas alam. yang dialokasikan berdasarkan persentase tertentu dari pendapatan dalam negeri netto yang ditetapkan dalam APBN. sedangkan yang dimaksud dana desentralisasi adalah yang bersumber dari pendapatan asli daerah. dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. terdiri atas: (1) Dana Bagi Hasil. (2) Hasil retribusi daerah.1 Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah Pendapatan Daerah adalah hak Pemerintah Daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dalam periode tahun bersangkutan. dan (4) Lain-lain PAD yang sah. Dana dekonsentrasi berbentuk dana bagi hasil. c) Pajak Penghasilan (PPh).dana pusat atau dikenal dengan istilah perimbangan keuangan pusat dan daerah. b) Bea Perolehan Atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTP). Sumber pendapatan daerah terdiri atas: a. 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan) dan dana desentralisasi. Dana Bagi Hasil yang bersumber dari pajak terdiri atas : a) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. b. yaitu : (1) Hasil pajak daerah. 5. (3) Hasil perusahaan milik daerah. (2) Dana Alokasi Umum (DAU). RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 2 .

yang dialokasikan dari APBN kepada daerah dalam rangka pendanaan pelaksanaan desentralisasi.30 46.1 Realisasi Pendapatan Kabupaten Sumedang 2004-2008 (Ribu Rupiah) No Uraian a.847.17 2006 71.066.19 2.00 31.917.419.183.24 2.118. Tabel 5.344.895.000.000.302.933.(3) Dana Alokasi Khusus (DAK).751.000.756.771.471. b) mendanai kegiatan khusus yang diusulkan daerah.79 18. Pajak daerah b.699.024.81 712.17 7. Dana alokasi khusus d.020.14 36.834.144.514.106.850. Dana alokasi umum c.629.05 790.000.799.321. untuk: a) mendanai kegiatan khsusus yang ditentukan Pemerintah atas dasar prioritas nasional.000.185.083.39 418.193.644.386.02 301.054. Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Lainnya 2 Dana perimbangan a.682.14 1 Pendapatan asli daerah 6.50 500.264.91 638.413.422.894.910.530. Retribusi daerah c.785.00 43.500.227.956.00 - 23.948.40 27.089.172.664.00 - 608.779.989.220.26 46.727. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan d.795.246.956.66 22.00 41.046.074.713.334.000.529.28 446.000.77 18.981. dana darurat dan lain-lain pendapatan yang ditetapkan Pemerintah.80 2.664.707.616.020.006.35 2.298.698.197.307.927.186.68 36.51 523. Lain-lain pendapatan daerah yang sah.785.00 13. 2004-2007 * Angka Sementara (Target 2008) RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 3 .20 491.486.77 40.252. merupakan seluruh pendapatan daerah selain PAD dan dana perimbangan.240.328.993.104.432.91 14.85 17.500.820.987.00 79.954.37 25.10 22.32 Sumber: Badan Keuangan Daerah Kab.15 2005 58.00 551.00 7. Bagi Hasil Pajak Propinsi e.968.000.00 43.42 15.00 47.236.000.338.34 38.424.239.37 2.873.210.493.086. Bantuan Keuangan dari Propinsi 3 Lain-lain Pendapatan yang Sah TOTAL PENDAPATAN DAERAH 2004 50.30 701.177.172. yang meliputi hibah.27 35.27 1.76 36.317.65 2.34 2008* 80.14 73.547.00 45.522.835.49 641. c.120.997.10 854.994.017.13 2007 69.283.000.98 16.719.721.362.749.601.02 48.155.10 18.960.93 30. Dana bagi hasil Pajak/bagi hasil bukan pajak b.527.00 316.408.883. Sumedang.

719.118.894.510 523.283.834.066.) 491. 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008* PAD (Rp. Dana RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 4 .680 446.252.050 790.719.03 85.220.100 854.40 12.186.699.500.954.810 712.100 854.24 14.997.2 Perkembangan PAD Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No.239. Sumedang. Tabel 5.956.14 82.52 81.997.07 Rata-Rata per tahun Sumber: Badan Keuangan Daerah Kab.790 69.810 712.106.61 Rata-rata per tahun Sumber: Badan Keuangan Daerah Kab.Tabel 5.960.100 71.193.317. yang bersumber dari pajak dan sumberdaya alam dan Dana Alokasi Umum (DAU).76 42.96 0. Sumedang.493.987.3 Perkembangan Dana Perimbangan Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No.d.252.779.100 Pertumbuhan (%) 17.22 10. 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008* Dana Perimbangan (Rp. 2004-2007 * Angka Sementara (Target 2008) Perkembangan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sumedang selama tahun 2004 s.92 APBD (Rp.527.38 10.172. 2004-2007 * Angka Sementara (Target 2008) Dana Perimbangan terdiri atas Dana Bagi Hasil.79 9.050 790. 2008.09 8.19 11.03 82.820.) 491. karena pendapatan di luar PAD mencapai 89.317 Proporsi (%) 10.779. rata-rata pertumbuhan per tahunnya mengalami kenaikan sebesar 12.260 641.317 Proporsi (%) 85.660 80.340 638. yaitu dari Dana Perimbangan dan Lain-lain Penerimaan yang Sah.300 701.) 50.980 58.987.93%.083.471.016 Pertumbuhan (%) 6.12 22.834.172.07% berarti bahwa secara kemandirian fiskal Kabupaten Sumedang masih masuk dalam kategori rendah.220.58 -3.) 418.510 523.408.88 APBD (Rp.55 9.36 89. Bila melihat kemampuan keuangan Kabupaten Sumedang dari pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan ratarata per tahun kontribusi terhadap APBD 10.707.066.92%.42 15.644.960.

664.07 8.) 491.42 0.798.140 73.810 712. Perkembangan RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 5 .664. 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008* Lain-lain Penerimaan Daerah yang Sah (Rp.54 APBD (Rp.981. Perkembangan Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Sumedang selama kurun waktu 2004 s. hal tersebut menunjukkan bahwa derajat kemandirian fiskal Kabupaten Sumedang masih rendah. maka daerah tersebut dianggap atau dikategorikan sudah mandiri dalam kemampuan fiskalnya.895.200 Pertumbuhan (%) -23.987.88%.779.682.) 23. 2008 cenderung mengalami peningkatan. 2008 rata-rata pertumbuhan per tahunnya sebesar 14.419.510 523.d.64 2.86 670. 2004-2007 * Angka Sementara (Target 2008) Lain-lain penerimaan yang sah bersumber dari bagi hasil pajak dan keuangan provinsi dan bagian pendapatan lain yang sah.850 17.834.317 Proporsi (%) 4.795. Untuk perkembangan dana perimbangan secara total selama kurun waktu 2004 s. Sumedang.61 -7.000.050 790.220.252.61%.4 Perkembangan Lain-lain Penerimaan yang Sah Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 No.59 5. berdasarkan formula dan perhitungan tersebut sesuai tujuannya diharapkan apabila dari tahun ke tahun suatu daerah alokasi DAU-nya menurun.529.370 2.78 3. dan kontribusi terhadap APBD dalam kurun waktu yang sama sebesar 82.95 -84.719.Alokasi Umum yang diluncurkan dari pemerintah pusat ke daerah bertujuan untuk menghindari kesenjangan fiskal (fiscal gap) antar daerah yang ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu yang menekankan pada aspek pemerataan dan keadilan yang selaras dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang formula dan perhitungannya ditetapkan sesuai undang-undang.000 79.100 854.d.45 Rata-rata per tahun Sumber: Badan Keuangan Daerah Kab.172.39 10.066.960.749.997. karena masih tergantung dari kontribusi pemerintah pusat. Tabel 5.

883.91 2013 39.246.221.900.122.482.20 70.387.888.144.200.107.640. tahun 2006 sebesar 0.403.768 22.030.043.136 22.555.000 4.519.08 50.40 7.20 7.197.450 0. Sumedang.914.694. Tabel 5.288. sehingga pertumbuhan PAD tiap tahunnya sebesar 10%.38 2011 31.090.6 Proyeksi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 (Ribu Rupiah) No 1 2 3 4 Pendapatan Asli Daerah Pajak daerah Retribusi daerah Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Lainnya Jumlah PAD 2009 25.311.54%.280.673.d.14 6.25 44.288.6 di bawah ini.317.444.215.444 Sumber: Badan Keuangan Daerah Kab.188.20 3. tahun 2007 sebesar 0.000 Tax Ratio 0.270 18. 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008* Pajak Daerah 16.751.57 3.514.383. 2004-2007 * Angka Sementara (hasil estimasi) Tax ratio di Kabupaten Sumedang pada tahun 2004 sebesar 0.27 2.75 8.08 Keterangan: Menggunakan asumsi berdasarkan data tahun 2003-2007 RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 6 .014.702.029.234.000 4.379.560.515.835.54 62.383 0.45%.39 78.010.884.338.270.797. Hasil proyeksi seperti yang tercantum dalam tabel 5.521.03 2012 35.387 0.584.390.302.49 2010 28.898.64 9. Proyeksi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sumedang untuk kurun waktu lima tahun kedepan.911.931.895.82 2.377.017.168. kontribusi terhadap APBD dalam kurun waktu yang sama baru sebesar 5.994. 2008 rata-rata pertumbuhan per tahunnya sebesar 670.371 18.821.213.200.474.944.000 5.246.183.56 98. Tabel 5.42 123.50 3.392.027.773 PDRB ADHK 4.026.30 110.000 4.619.854.361.413.lain-lain penerimaan yang sah secara secara total selama kurun waktu 2004 s.71 87.330.793.160.450 dan tahun 2008 sebesar 0.948.403 0. tahun 2005 sebesar 0.5 Tax Ratio di Kabupaten Sumedang Tahun 2004 – 2008 (Rupiah) No.713.506.497.41 56. yaitu tahun 2009-2013 diproyeksikan dengan menggunakan metode teori inflasi dengan asumsi inflasi rata-rata per tahun sebesar 10%.

641.20 2007 1.326.687.240.760.521.69 5.698.740.25 339.22 192.24 1.908.354.54 1.423.55 4. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.848.194.73 437.331.420.975.355.107.82 191.64 5.419.008.727.53 145.060.019.695.519.73 182.465.46 2010 1.330.694. Tabel 5.46 4.50 179.059.7 PDRB Atas Dasar Harga Konstan di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 (Juta Rupiah) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.177.24 1.408.14 1.239.801.03 438.590. Gas dan Air Bersih Bangunan dan Kontruksi Perdagangan.175.195.827.008.124.314.281.266.936.883.45 120.27 1.200.75 1.65 175.925.363.00 142.524.438.921.576.Untuk memprediksi pendapatan daerah lima tahun kedepan diperlukan suatu data pendukung yang salah satunya adalah data PDRB.44 1.69 216.963.472.90 2005 1.14 192.48 2013 1.442.28 4.615.218.007.18 6.87 Keterangan: Menggunakan asumsi berdasarkan data tahun 2004-2008 RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 7 .58 1.761.87 7.868.137.128.771.04 1.383.461.341.23 213.49 1.17 106.48 401.15 113.713.01 2008* 1.911.017.248.97 382.774.905.60 5.506.48 434.211.09 154.811. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.27 1.86 127.53 5.43 215.83 219.57 130.506.00 6.582.392.86 142.144.195.365.98 100.485.86 135.36 417.401.531.16 1.310.374.059.87 143.02 2011 1.642.75 99.024.30 1.33 105.309.22 5.641.71 1.40 141.80 201.99 6.85 124.028.34 153.43 124.34 6.21 1.905. Proyeksi pertumbuhan PDRB atas harga konstan Kabupaten Sumedang dilakukan dengan menggunakan rumus geometri dengan asumsi bahwa kondisi dimasa depan sama dengan kondisi yang terjadi saat ini.640.592.17 7.889.72 5.56 2006 1. Persewaan dan jasa Perusahaan Jasa-jasa Jumlah 2009 1.09 183.93 164.11 439.025.702.422.06 7.598.576.92 171.996.179.107.8 Proyeksi PDRB Atas Dasar Harga Konstan di Kabupaten Sumedang Tahun 2009 – 2013 (Juta Rupiah) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.662.635.39 128. Gas dan Air Bersih Bangunan dan Kontruksi Perdagangan.231.719.907.306.51 1.94 1.27 Sumber: PDRB Kabupaten Sumedang 2003-2007 (BPS Kab.071.21 2012 1. Persewaan dan jasa Perusahaan Jasa-jasa Jumlah 2004 1.93 1.23 190.308.002.909.34 368.476.99 351.658.277.595.122.18 192.264.43 212. Sumedang) * Angka Sementara Tabel 5.338.11 4.36 214.154.437.26 5.466.420.40 140.79 1.808.809.487.418.41 112.87 4.04 135.245.485.44 7.908.210.632.79 1.617.709.929.371.543.572.306.

00 271.86 80.016.000.788.671.134.08 63.00 47.608.664.00 0.00 0.113.73 25.629.74 2006 417.000.425.086.91 488.26 1.416. tolak ukur kinerja dan standar pelayanan minimal yang ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.522.756.907.369. Belanja Bantuan Keuangan h.754.53 401.000.00 50.685. Belanja Bagi hasil g.348.000.00 180.01 680.903.149.474.00 31.00 263.644.34 61.000.00 53.933.79 494.000.713.237.250.11 32.628.761.523.382.970.845.00 0.116.224.909.137.40 32.387.77 2007 499. Belanja daerah mempertimbangkan analisis standar belanja standar harga.349.059.96 0.188.58 61. Tabel 5.00 41.248.499.763.76 199.17 96.130.916.236.670.282. penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan.78 32.390.309.90 0.293. Belanja Hibah e.23 231.00 36.124.327.281.311.50 41.915. serta mengembangkan sistem jaminan sosial.451.000.00 38.025.600.39 65.000.00 0. Sumedang. Belanja Pegawai b.264.053.207.000.26 2005 297.157.611.204.463.978. Belanja tidak terduga 2 Belanja Langsung a.42 1.66 437. Belanja daerah diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah Perlindungan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar.67 771.436.9 Pengelolaan Belanja Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 (Ribu Rupiah) No 1 Belanja Daerah Belanja Tidak Langsung a.461.733.73 97.079.095.773.13 32.628.2 Arah Pengelolaan Belanja Daerah Belanja daerah adalah semua kewajiban Daerah yang diakui sebagai pengurangan nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan.00 269.00 119.5.803.187. Belanja Bunga c.364. Belanja subsidi d.523.26 986.000.50 45.64 32.00 0.45 72.489.515.19 327.000.27 2.409.000.271. Belanja pegawai b.79 1. fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak.107.77 887.000.000.950.358. Belanja Modal Total Belanja Daerah 2004 257.211.58 58.00 18.86 70.31 86.000. Belanja Barang dan Jasa c.308.00 23.253.99 Sumber: Badan Keuangan Daerah Kab.00 196.85 2.128. Belanja Bantuan sosial f.76 2.717.20 2.000.312. pendidikan. 2004-2007 RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 8 .917.40 108.770.00 25.60 0.000.748.00 2.175.886.87 2008 617.00 0.94 112.909.890.

312.95%.62 24.80 38.915.64*** 62. Sumedang.05 Sumber: Badan Keuangan Daerah Kab.770** 771.230* 2006 417.81 Belanja APBD (Rp. 2004-2007 * Belanja Aparatur.20 61. * Belanja Aparatur.500* 2006 263. *** APBD Murni Belanja Langsung Kabupaten Sumedang dari tahun 2004 sampai dengan 2008 mengalami pertumbuhan rata-rata per tahun sebesar 11.03 19.910 Rata-rata per tahun Pertumbuhan (%) 15.760* 2005 297.68 35.364.522.425.500* 2005 196.740** 680.611.30 0.878 887.77*** 69.10 Perkembangan Alokasi Belanja Tidak Langsung 2004-2008 Tahun Belanja Tdk Anggaran Langsung (Rp.79 Belanja APBD (Rp.670.717.260** 494.39 33.95 Sumber : Badan Keuangan Daerah Kab.327. ** Belanja Publik.Tabel 5.) 2004 257.773. 2004-2007 2008 Angka Sementara.878 887.733.754.996 Proporsi (%) 41.761.523.211.059.) 437.190* 2007 499.387.086.788. ** Belanja Publik.580* 2007 271.17 39.83 60. *** APBD Murni Belanja tidak langsung Kabupaten Sumedang pada tahun 2006 mengalami peningkatan dari belanja tidak langsung tahun 2005 dengan rata-rata peningkatan per tahunnya sebesar 24.137.909.137. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 9 .36*** 37.671.107.670.89 11.340 2008 269.390.970. Sumedang.253. Proporsi terhadap belanja APBD rata-rata pertahun mengalami pertumbuhan sebesar 37.740** 680.) 437.474.996 Proporsi (%) 58.57 3. Tabel 5.080 Rata-rata per tahun Pertumbuhan (%) 9.11 Perkembangan Alokasi Belanja Langsung 2004-2008 Tahun Belanja Langsung Anggaran (Rp.086.23*** 30.770** 771.05%.425.886.886.523.107.80 23.79%.387.157.) 2004 180.81% sedangkan proporsi terhadap belanja APBD rata-rata pertahun mengalami pertumbuhan sebesar 62.260** 494.095.522.77 40.253.32 64.530 2008 617.

000.12 Proyeksi Pengelolaan Belanja Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 (Ribu Rupiah) No 1 Belanja Belanja Tidak Langsung a.043.00 356.967.00 36.30 1.13 529.42 0.672.68 37.00 3.59 997.188.00 28.13 2009 620.00 0. Belanja Pegawai b.919.900.14 582.00 3.00 43.548.590.98 1.99 151.000.00 42.00 32.00 3.985.291.998.842. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 10 .688.000.077.400.52 131.169. efektifitas dan profitabilitas.00 32.41 208.016.578.20 137.888.522. dan Jasa d.000. efisiensi.00 2010 687.12 36. Belanja Bagi hasil g.625.243. Manajemen keuangan daerah menjadi penting bagi aparatur pemerintah di daerah karena merupakan konsekuens logis dari perspektif pengelolaan perimbangan antara keuangan pusat dan daerah.519.00 29.00 0.56 34.417.356. transparansi dan akuntabilitas ke dalam bentuk tindakan penyusunan anggaran (budget cycle).04 157.154.00 35.000.450.412.500.857. retribusi daerah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.047.904.018.66 0.85 775.731. Belanja Barang c.280. Belanja Hibah e.Tabel 5.55 Sumber : Badan Keuangan Daerah Kab.758.00 0.986.230.95 99.454.416.539.00 4. Sumedang.060.277.891.800. Belanja Bantuan sosial f.000.920. Belanja subsidi d.00 0. Belanja pegawai b.16 84.05 0.00 40.472.00 23.00 0.107.469.273. pengurusan dan penatausahaan" (accounting cycle).386.000.14 0.000.284.442.119.205.800.3 Kebijakan Umum Anggaran Kebijakan umum anggaran diarahkan melalui upaya peningkan pendapatan daerah dari sektor pajak daerah.350.367.562.659.229.000.49 181.00 31. transformasi nilai yang berkembang dalam era reformasi ini adalah meningkatnya penekanan proses dari segi partisipasi publik.377.00 29.589. Belanja Bunga c.14 114.00 32.000. Belanja Modal Total Belanja 904. Peningkatan manajemen pembiayaan daerah mengarah kepada akurasi.942.224.630.000.31 2013 896.768.696.800.449.00 32.00 33.00 5.88 2011 750. Belanja Bantuan Keuangan h.00 283.238.000. 2004-2007 Keterangan: Menggunakan asumsi berdasarkan data tahun 2004-2007 5.61 641.163.869.324.000.13 0.270.000.000.223.00 409.214.52 1.786.294.863.879.000.442.00 283.381.561.607.250. pelaporan dan pertanggungjawaban (evaluation and monitoring process) serta mekanisme pengawasan daerah.476.630.358.74 73.762.790.00 309.71 111.77 2012 820.953. Belanja tidak terduga 2 Belanja Langsung a.75 471.53 96.78 705.234.669.247.00 27.032.450.00 45.600.

seperti dana kontijensi yaitu dana untuk belanja pegawai dan belanja non pegawai karena adanya pengalihan personil.1 Kebijakan Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah Potensi sumber ekonomi daerah bersumber dari faktor internal dan eksternal (internal dan external source). seperti terlihat pada penerimaan bagi hasil pada DAU dan DAK maupun dana bantuan kepada daerah bawahan. Sumber eksternal terbagi dua.1. yaitu dalam bentuk dana perimbangan (DAU dan DAK). peralatan.1 tentang Anggaran Pendapatan Kabupaten Sumedang. Untuk mengurangi ketergantungan pada pengalihan keuangan dari pemerintah. menunjukan bahwa peranan pemerintah pusat cukup besar dalam realisasi penerimaan Kabupaten Sumedang.3.5. Lapangan usaha yang memberikan sumbangan cukup signifikan terhadap pendapatan daerah di Kabupaten Sumedang adalah: (1) industri RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 11 . Internal source atau local source adalah sumber-sumber ekonomi daerah yang digali dan dikelola sendiri dalam wilayah hukumnya. pembiayaan dan dokumen (P3D).3. Intergovernmental transfer atau pelimpahan dana antar tingkatan pemerintahan. Apakah dalam bentuk sumberdaya alam maupun dalam bentuk potensi pajak daerah dan retribusi daerah. Kedua pinjaman daerah yang berbentuk bantuan luar negeri maupun dalam negeri atau dengan istilah Government to Government (G to G loans) atau Private sector to Government (P to G = investasi). meningkatkan pengumpulan pajak dan retribusi. maupun penerbitan obligasi daerah. Kabupaten Sumedang perlu menelusuri upaya-upaya untuk meningkatkan kapasitas finansialnya dengan mengembangkan basis pajak. 5.1 Kebijakan Pengembangan Sumber Pendapatan Daerah Pada Tabel 5. pertama yang bersumber dari pemerintahan diatasnya dan dikenal dengan allocation budget atau dana yang tersedia atau teralokasi bagi pemda. Sumber eksternal adalah bersumber dari luar pemerintah daerah atau berbentuk pinjaman daerah.

Beberapa mengembangkan langkah basis positif pajak yang daerah.2 Kebijakan Rencana Pinjaman Daerah dan Penerbitan Obligasi Pinjaman daerah merupakan pendapatan yang diterima oleh Pemerintah Daerah dari pihak-pihak yang berkepentingan dan mempunyai kewajiban pembayaran kembali dalam kurun waktu tertentu. dll) pajak dan retribusi daerah yang ditargetkan.1. berupa penjelasan secara rinci mengenai jumlah objek (orang. hotel dan restoran dan (3) pertanian dan kehutanan. Hal tersebut dimaksudkan untuk menekan potensi penyimpangan dan penggelapan sumber-sumber pendapatan daerah. dapat berupa diambil pajak adalah properti. (2) pinjaman jangka menengah dipergunakan untuk membiayai penyediaan layanan umum yang tidak menghasilkan penerimaan dan (3) RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 12 . Kesembilan lapangan usaha tersebut menjadi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam bentuk pajak dan retribusi daerah. (2) perdaganganan. 5. 2) listrik. Yang perlu mendapat perhatian adalah penggunaan dari pinjaman tersebut yaitu: (1) pinjaman jangka pendek dipergunakan hanya untuk menutup kekurangan arus kas. tempat.pengolahan. Bila dibutuhkan maka Pemerintah Kabupaten Sumedang dapat mengajukan pinjaman daerah maupun penerbitan obligasi. (4) angkutan dan komunikasi. merestrukturisasi kesulitan BUMD dan instansi layanan publik pemerintah lainnya agar lebih profitable dan meningkatkan cost recovery untuk pelayanan sehingga dapat membantu peningkatan PAD dan membangun mekanisme keuangan Kabupaten Sumedang yang berkelanjutan. yang didukung oleh sektor-sektor lainnya seperti (1) pertambangan dan galian. Untuk mengembangkan sumber pendapatan daerah perlu diterapkan asas transparansi terhadap sumber-sumber pendapatan daerah tersebut. (3) bangunan. Obligasi daerah adalah pinjaman daerah yang ditawarkan kepada publik melalui penawaran umum di pasar modal. benda. jangka pendek maupun jangka panjang.3. (5) keuangan persewaan dan (6) jasa-jasa. gas dan air bersih.

(3) Lembaga Keuangan Bank. Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 5. diberikan melalui Keuangan. (3) Bidang Perikanan. (6) Bidang Ketenagakerjaan. (4) Lembaga Keuangan bukan Bank. Nomen klatur bidang untuk program dan kegiatan yang akan dilaksanakan terdiri atas: (1) Bidang Administrsi Umum Pemerintahan. ditetapkan. Pelaksanaa Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD. (5) Bidang Koperasi. (7) Bidang Kesehatan.pinjaman jangka panjang dipergunakan untuk membiayai proyek investasi yang menghasilkan penerimaan. (2) Bidang Pertanian dan Kehutanan. Memperhatikan PP Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa. dan (15) Bidang Penerangan dan Pariwisata. Pengusaha Kecil dan Menengah.3. yaitu berupa obligasi daerah melalui pasar modal. Kelautan dan Peternakan. (4) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. (11) Bidang Pekerjan Umum. (13) Bidang Lingkungan Hidup. (14) Bidang Kependudukan. (12) Bidang Perhubungan. (8) Bidang Pendidikan. Pinjaman daerah bersumber dari: (1) Pemerintah. belanja daerah menurut klasifikasi fungsi pengelolaan keuangan negara yang digunakan untuk tujuan keselarasan dan keterpaduan pengelolaan keuangan negara terdiri RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 13 . (10) Bidang Permukiman.2 Kebijakan Arah Belanja Daerah Pengajuan pinjaman dan obligasi daerah harus mengikuti prosedur perundang-undangan yang telah Berdasarkan Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan. (2) Pemerintah Daerah lain. (9) Bidang Sosial. maka struktur APBD mulai menggunakan format APBD berbasis kinerja. dan (5) Masyarakat. sedangkan program dan kegiatannya disusun berdasarkan nomenklatur bidang.

(14) tenaga kerja. (9) Agama. (15) koperasi dan dan usaha kecil dan menengah. (2) Pertahanan. urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat dilaksanan bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan dengan ketentuan perundangundangan dijabarkan dalam bentuk dan program urusan dan kegiatan yang diklasifikasikan menurut urusan pilihan. (10) Pendidikan. (8) Pariwisata dan Budaya. (22) pemberdayaan masyarakat dan desa (23) statistik. (16) penanaman modal. (10) kependudukan dan catatan sipil. (5) kelautan dan perikanan. Pelaksanaan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 diharap mulai berlaku satu tahun sejak peraturan tersebut diundangkan. dan (8) transmigrasi. Lingkungan Hidup. (12) keluarga berencana dan keluarga sejahtera. (3) Ketertiban dan Ketentraman. Pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 belanja daerah digunakan untuk mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten yang terdiri atas urusan wajib. (9) pertanahan.atas fungsi: (1) Pelayanan Umum. (11) pemberdayaan perempuan. Pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 klasifikasi fungsi tidak termasuk pertahanan dan agama yang merupakan urusan pemerintahan yang menjadi wewenang Pemerintah Pusat. (24) arsip dan (25) komunikasi dan informatika. (3) energi dan sumberdaya mineral. (5) penataan ruang. (13) sosia!. (3) pekerjaan umum. (8) lingkungan hidup. (4) pariwisata. (21) kepegawaian. (6) Perumahan dan Fasilitas Umum. (7) perindustrian. (17) kebudayaan. (6) perdagangan. (20) pemerintahan umum. (7) Kesehatan. (4) Ekonomi. Klasifikasi belanja menurut urusan pilihan mencakup : (1) pertanian. (18) pemuda dan olah raga. (19) kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. serta (11) Perlindungan Sosial. (2) kehutanan. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 14 . (2) kesehatan. (6) perencanaan pembagunan. (7) perhubungan. (4) perumahan rakyat. Menurut Pasal 32 Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 klasifikasi belanja menurut urusan wajib mencakup: (1) pendidikan.

Belanja daerah diarahkan untuk mendukung Belanja Aparatur dan Belanja publik yang proporsional.2. pasal 36 bahwa belanja menurut kelompok belanja terdiri atas belanja tidak langsung dan belanja langsung. kesehatan dan pemberdayaan ekonorni masyarakat yang didukung dengan pembangunan infrastruktur wilayah untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor lainnya di Kabupaten Sumedang 5. (2) bunga. Disadari bahwa untuk memberdayakan potensi ekonomi lokal diperlukan suatu sinergi dari seluruh stakeholders yang terlibat didalamnya sebagai suatu kekuatan sosial (social capital). yaitu pendidikan. maka potensi ekonomi lokal dengan pendekatan klaster komoditas dapat menjadi pilihan. (6) belanja bagi hasil. Dengan tergalinya potensi ekonomi lokal diharapkan dapat RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 15 . (3) subsidi.5.2 Kebijakan Fasilitas Ekonomi Lokal Untuk menghadapi perubahan yang ada dan keinginan untuk maju dalam bidang ekonomi. Penggalian dan penumbuhan potensi ekonomi lokal tidak dapat diselesaikan oleh Pemerintah Sumedang saja. dibagi menurut jenis belanja yang terdiri atas: (1) belanja pegawai. Kelompok belanja langsung dari suatu kegiatan dibagi menurut jenis belanja yang terdiri atas: (1) belanja pegawai. efisien.1 Kebijakan Belanja Daerah Belanja Daerah dilaksanakan secara efektif.3. (5) bantuan sosial. Oleh karena itu formulasi kebijakan umum anggaran belanja daerah diarahkan pada program prioritas. Belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Memperhatikan Permendagri 13 Tahun 2006. dan diarahkan sesuai target kinerja yang akan dicapai dari program/kegiatan dengan mengutamakan produksi dalam negeri sesuai dengan kemampuan dan potensi daerah. (4) hibah. (7) bantuan keuangan. dan (8) belanja tidak terduga. (2) belanja barang non jasa: dan (3) belanja modal.3. Kelompok belanja tidak langsung. Merasionalkan belanja sangat penting agar belanja yang dikeluarkan dapat efektil dan efisien.2. Kelompok belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. tetapi diperlukan pula unsur lain seperti masyarakat ataupun pihak swasta.

perlu dipertimbangkan untuk dapat dibentuk suatu mekanisme yang lebih efektif dalam memberdayakan unsur-unsur stakeholders tersebut ke dalam suatu jaringan. Pendekatan tersebut berfokus pada pemanfaatan dan optimalisasi sumber dana dan kompetensi lokal. menyediakan produsen yang lebih baik keterkaitan pasar. strategi dan tindakan yang dapat mengurangi korupsi dan hal-hal lainnya yang membahayakan bisnis lokal. diharapkan dapat mengurangi beban fiskal di Pemerintah Daerah dan membebaskan sumberdaya umum untuk program-program prioritas. dengan perhatian khusus diberikan pada dampak pertumbuhan ekonomi terhadap rumah tangga miskin dan usaha kecil. produk hukum dan peraturan yang mendukung. Oleh karena pengembangan ekonomi lokal masih merupakan isu yang cukup baru. masih diperlukan adaptasi dalam bereaksi terhadap kebutuhan untuk bisnis dan ekonomi sejak desentralisasi dan bagaimana dapat menanggapi kebutuhan semacam itu di masa depan. Dalam mengatur sumberdaya substansial dari sektor swasta. pengenalan konsep pemberian harga yang merefleksikan biaya (cost-reflective pricing) dan menyediakan prosedur dan proses privatisasi dan/atau disinvestasi RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 16 . membutuhkan pembentukan kelembagaan dan peraturan lingkungan yang menarik investasi swasta. yang memiliki prioritas membantu pemerintah dalam menghadapi tantangan otonomi daerah.menciptakan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja. Berdasarkan pemikiran tersebut di atas.3 Kebijakan Rencana Kemitraan Pemerintah-Swasta Partisipasi swasta yang baik dapat tercapai dengan adanya kerjasama pemerintah dan swasta yang didukung oleh strategi pengembangan ekonomi lokal yang komprehensif. Dengan adanya partisipasi swasta yang efisien.3. Oleh karena itu Kabupaten Sumedang perlu untuk membentuk Kemitran bagi Pengembangan Ekonomi Lokal (KPEL).2. KPEL juga merupakan alat untuk membangun perekonomian daerah secara berkelanjutan. 5. Pengetahuan semacam ini akan menolong kebijakan. Melalui organisasi jaringan tersebut potensi ekonomi lokal diusahakan dapat diubah menjadi kekuatan ekonomi riil. dan membuat pengembangan ekonomi lokal sesuai aturan.

Meningkatkan kompetisi dapat meningkatkan mutu dan efisiensi serta pengurangan harga di daerah-daerah.yang transparan. 5. (2) transfer dana cadangan daerah.3. selain itu pengenalan konsep sanksi yang didukung oleh bantuan yang berdasarkan outputbased akan membantu meningkatkan akses terhadap layanan umum dengan harga terendah. maka kebijakan pembiayaan daerah bersumber dari: (1) sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu. Sebagai contoh. partisipasi swasta yang efisien dapat mengurangi beban fiskal di pemerintahan daerah Kabupaten Sumedang. dengan menciptakan kompetisi yang transparan diantara pihak swasta untuk menyediakan layanan publik. Reformasi semacam ini juga berkontribusi dalam meningkatkan keakuntabilitasan sektor publik dan menyediakan pelayanan publik yang baik. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 5 – 17 . Kebutuhan pembangunan daerah yang semakin meningkat akan berimplikasi pada kemungkinan terjadi defisit pendapatan. (2) penyertaan modal (investasi daerah) dan (3) transfer ke rekening dana cadangan. efisiensi. (3) hasil penjualan aset daerah yang dipisahkan dan (4) pinjaman daerah atau obligasi daerah. Bila terjadi surplus pembiayaan maka kebijakan pengeluaran pembiayaan ditujukan untuk: (1) pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo. efektivitas dan provitabilitas.3 Kebijakan Pembiayaan Daerah Manajemen pembiayaan daerah perlu ditingkalkan ke arah akurasi. Secara umum. diharapkan dapat membantu mengatasi aspek korupsi yang mungkin terjadi.

BAB

BAB VI KAIDAH PELAKSANAAN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2009-2013 merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah 5 (lima) tahun mendatang sampai berakhirnya masa jabatan Bupati Kabupaten Sumedang serta mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 dan RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013. RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 sebagai pedoman, landasan dan referensi dalam menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (RenstraSKPD). RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 selanjutnya menjadi pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 ini yang telah disusun hendaknya dapat dilaksanakan secara konsisten, jujur, transparan, partisipatif dan penuh tanggung jawab serta merupakan pedoman dalam penyusunan bagi Organisasi Perangkat Daerah untuk menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (RenstraSKPD) dan merupakan pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Sehubungan dengan hal tersebut, perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaan sebagai berikut: 1. Bupati dan Wakil Bupati dalam menjalankan tugas penyelenggaraan pemerintahan daerah berkewajiban untuk mengarahkan pelaksanaan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 dengan mengerahkan semua potensi dan kekuatan daerah.

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal 6 – 1

2. Sekretaris Daerah, berkewajiban mengkoordinasikan dan menjadi Pelaksana Harian dalam pelaksanaan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013. 3. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sumedang, dunia usaha serta masyarakat diharapkan melaksanakan program-program dalam RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 dengan sebaikbaiknya; 4. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sumedang berkewajiban untuk menyusun rencana strategis yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pokok pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi OPD Kabupaten Sumedang yang disusun dengan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 yang nantinya akan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) SKPD; 5. Konsepsi deskripsi program dasar, prioritas dan penunjang, maupun kegiatan pokok serta kegiatan penunjang, berimplikasi pada besarannya pengalokasian belanja serta berorientasi pada logika alur berfikir akan pentingnya sebuah program, maupun kegiatan pokok dalam mewujudkan sasaran sub agenda/agenda pembangunan. Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumedang berkewajiban untuk melakukan monitoring, fasilitasi dan evaluasi terhadap penjabaran RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 ke dalam Rencana Strategis OPD Kabupaten Sumedang. 6. Dalam rangka sinkronisasi program-program yang telah ditetapkan dalam RPJMD, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berkewajiban melakukan koordinasi, dan konsolidasi agar terjadi keselarasan dan kesinambungan dalam pelaksanaan program sesuai dengan target-target pencapainya yang telah ditetapkan.
RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal 6 – 2

7. Dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumedang tahun 2009-2013 perlu mengacu kepada Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sumedang agar terwujud keselarasan dan kesinambungan pembangunan daerah. 8. RPJMD Kabupaten Sumedang akan berlaku dari tahun 2009 sampai dengan 2013, maka ditambahkan Rancangan Program dan Kegiatan Indikatif 1 (satu) tahun kedepan yaitu untuk tahun 2014 setelah periode RPJMD ini berakhir. RPJMD transisi tersebut disusun dengan tujuan untuk menjembatani kekosongan dokumen perencanaan jangka menengah (RPJMD) Kabupaten Sumedang pada masa akhir jabatan Kepala Daerah (Bupati/Wakil Bupati) tahun 2013. 9. Fokus Indikasi Prioritas Program a. Secara umum fokus indikasi prioritas program yang akan dilakukan atau dilaksanakan dalam RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013, disesuaikan dengan arahan indikasi prioritas program RPJPD 20052025 yang terdiri dari 41 fokus indikasi prioritas program dan tambahan 6 fokus indikasi prioritas program setelah mengalami sehingga dalam kurun pembahasan dalam Musrenbang RPJMD, yang akan dicapai.

waktu 5 tahun ke depan ada 47 fokus indikasi prioritas program Fokus indikasi program tersebut dilarutkan dalam rangka mencapai visi dan misi kepala daerah b. Adapun teknis penjabaran fokus indikasi program tersebut dibagi dalam beberapa tahapan yang secara rasional dan proporsional diyakini mampu memberikan dampak ketercapaian target dan sasaran yang cukup signifikan di akhir tahun perencanaan (akhir tahun 2013), disamping harus memperhatikan berbagai kebijakan strategis yang berkembang, baik yang dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal yang terjadi, kemampuan kapasitas fiskal daerah dan faktor-faktor berpengaruh lainnya yang berdampak pada penyesuaian-penyesuainan target sasaran yang
RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal 6 – 3

akan dicapai dalam dokumen perencanaan RPJMD untuk setiap tahunnya. c. Adapun skenario tahapan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Tahapan I :
Adalah tahapan prakondisi; dimana dalam tahapan ini diskenariokan bahwa fokus indikasi prioritas program yang akan dilaksanakan terdiri dari 47 fokus indikasi prioritas program sampai dengan 5 tahun ke depan adalah prioritas-prioritas yang mampu menjembatani proses pelarutan prioritas program. Selanjutnya dalam tataran implementasinya diyakini bahwa prioritas-prioritas tersebut dapat dilaksanakan apabila terlebih dahulu dilakukan aktivitas prakondisi, misalnya dalam konteks perencanaan pembangunan melalui menyiapkan dokumen-dokumen

perencanaan yang baik dan terpadu, dapat menjadi pedoman dan arahan tindak yang jelas selama 5 tahun ke depan, baik secara makro maupun secara mikro (teknis operasional) mulai dari RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD dan Tata Ruang daerah dan turunan-turunannya (masterplan-masterplan yang dibutuhkan sebagai arahan tindak). Disamping itu juga fokus terhadap indikasi prioritas program yang secara langsung dapat ditembak oleh SKPD-SKPD utama yang indikator target dan sasarannya dapat dicapai secara langsung, misalnya di bidang pendidikan, bidang kesehatan dan bidang infrastruktur.

Tahap II :
Adalah tahapan pembangunan dan pengembangan; pada tahapan ini diharapkan dengan adanya prakondisi-prakondisi yang telah ditetapkan melalui berbagai prioritas program yang dilakukan pada tahapan I, dapat mempermudah dalam memfasilitasi pelaksanaan pelarutan fokus indikasi prioritas program berikutnya dengan memperbesar ketercapaian target sasaran,
RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

diharapkan dapat
Hal 6 – 4

mengembangkan beberapa program yang memerlukan penguatanpenguatan dan pengembangan lebih lanjut.

Tahap III :
Adalah tahapan stabilisasi; pada tahapan ke-3 ini diharapkan mampu menjaga dan menstabilkan fokus indikasi prioritas program berikunya yang telah tentukan dalam dokumen RPJMD, sesuai dengan indikator-indikator target dan sasaran dengan mengembangkan sistem evaluasi yang memadai, agar capaian

program yang masih dibawah target atau belum maksimal dalam pelaksanaanya dapat direview kembali sehingga dalam proses selanjutnya mampu dioptimalkan. Tahapan-tahapan ini dilakukan selama kurun waktu 5 tahun ke depan, secara teknis akan tergambarkan dalam dokumen renstra masing-masing SKPD yang merupakan penjabaran dari RPJMD 2009-2013 melalui prioritas-prioritas program setiap tahunnya, sesuai peran SKPD yang ada baik sebagai SKPD Utama, SKPD Penunjang dan SKPD Pendukung. Sehingga secara konfrehensif ketercapaian target dan prioritas program yang dilaksanakan bermuara pada bagaimana mampu memberikan kontribusi bagi dan Misi kepala daerah. sasaran yang telah ditentukan dalam mendukung terwujudnya Visi

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal 6 – 5

misi dan program Kepala Daerah yang berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP) serta memperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi Jawa Barat. RENJA SKPD. Acuan dalam menyusun visi.BAB BAB VII PENUTUP Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahunan. 4. RENJA SKPD dan RKPD. dan KUA-PPAS APBD. diharapkan dapat dijadikan RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 7 – 1 . 2. keterpaduan dan sinkronisasi dengan arah pembangunan di Jawa Barat serta terintegrasi dengan arah pembangunan nasional. misi yang dijabarkan dalam program dan kegiatan pembangunan untuk penyusunan RKPD. Acuan dan arahan bagi penentu kebijakan program dan kegiatan pembangunan serta dalam pengambilan keputusan bagi penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013. 5. Hal ini sesuai dengan amanat dari Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Menciptakan perencanaan pembangunan yang menjamin terwujudnya sinergitas. Acuan dan arahan dalam menentukan kebijakan program dan kegiatan pembangunan pada tingkat daerah. Rencana sebagai : 1. RENSTRA SKPD. RENSTRA SKPD. Pedoman dalam penyusunan. merupakan penjabaran dari visi. 3.

Untuk itu RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013.Keberhasilan dan implementasi pelaksanaan RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013. dapat dijadikan pedoman dan arahan bagi seluruh pemangku kepentingan pembangunan dan penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Sumedang serta terintegrasi dengan arah pembangunan Nasional dan Provinsi selama kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan. DON MURDONO RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal 7 – 2 . sangat tergantung dari komitmen bersama antara Pemerintah Daerah dengan stakeholders dan seluruh lapisan masyarakat Sumedang. BUPATI SUMEDANG.

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal 7 – 3

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 3.1 Halaman Peta Adminstratif Kabupaten Sumedang ................................ 2-2 Rencana Kawasan Lindung ................................................................ 2-9 2 - 43 Rencana Jaringan Drainase ................................................................ 2 - 43 Rencana Sistem Penyediaan Air Minum ................................ Rencana Pengelolaan Air Limbah ................................ 2 - 29 Konsep Akselerasi ................................................................ 3 - 13

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal iv

DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR ...................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................ i ii

DAFTAR TABEL ............................................................................................ iii DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... iv BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ........................................................................................ 1-1 1.2. Maksud dan Tujuan ................................................................ 1 - 3 1.3. Landasan Hukum ................................................................ 1-4 1-8 1.4. Hubungan RPJPM dengan Dokumen Perencanaan Lain............................... 1 1.5. Sistematika Penulisan ................................................................ - 10 1.6. Proses Penyusunan ................................................................ 1 - 11 BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1. Kondisi Geografis ................................................................ 2-1 2.1.1. Letak Geografis dan Luas Wilayah ................................ 2 - 1 2-2 2.1.2. Topografi ................................................................................................ 2-4 2.1.3. Hidrologi dan Klimatologi ................................................................ 2 2.1.4. Luas dan Sebaran Kawasan Budidaya ................................- 6 2 2.1.5. Luas dan Sebaran Kawasan Lindung ................................ - 7 22.1.5. Penataan Ruang ................................................................ 10 2.2. Perekonomian Daerah ................................................................ - 15 2 2.2.1. PDRB ................................................................................................ 2 - 15 2 - 17 2.2.2. Investasi ................................................................................................ 2 - 18 2.2.3. Pajak dan Retribusi Daerah ................................................................ 2 - 19 2.2.4. Dana Perimbangan ................................................................ 2 2.2.5. Sumber Penerimaan Daerah Lainnya ................................ - 19 2.3. Indeks Pembangunan Manusia ................................................................ 2 - 20 2.4. Sosial Budaya Daerah ................................................................ - 21 2

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal ii – 1

2.4.1. Kependudukan ................................................................- 21 2 2.4.2. Transmigrasi ................................................................2 - 24 2.4.3. Kesehatan ................................................................ 2 - 25 2.4.4. Pendidikan ................................................................ 2 - 26 2.4.5. Kesejahteraan Sosial ................................................................ 2 - 27 2.4.6. Ketenagakerjaan ................................................................ 2 - 28 2.4.7. Pemuda dan Olahraga ................................................................ 2 - 30 2.4.8. Kebudayaan ................................................................ 2 - 33 2.5. Prasarana dan Sarana Daerah ................................................................ 2 - 35 2.5.1. Prasarana dan Sarana Sosial Ekonomi ................................35 22.5.2. Sosial Budaya ................................................................ - 37 2 2.5.3. Transportasi dan Perhubungan ................................................................ 2 - 39 2.5.4. Telekomunikasi dan Informasi ................................................................ 2 - 40 2.5.5. Pengairan/ Keirigasian ................................................................ 2 - 41 2.5.6. Drainase ................................................................................................ 2 - 42 2.5.7. Air Bersih ................................................................ 2 - 43 2.5.8. Air Limbah ................................................................ 2 - 44 2.5.9. Energi ................................................................................................ 2 - 45 2.6. Kondisi Pemerintahan Umum ................................................................ 2 - 47 2.6.1. Pelayanan Catatan Sipil ................................................................ 2 - 47 2.6.2. Perizinan ................................................................................................ 2 - 47 2.6.3. Aparatur Pemerintahan ................................................................ 2 - 48 2.7. Isu Strategis ........................................................................................... 2 - 51 BAB III VISI DAN MISI 3.1. Visi Daerah ............................................................................................. 3-1 3-6 3.2. Misi Daerah ............................................................................................ 3-8 3.3. Visi Pemerintah Kabupaten Sumedang 2008-2013 ................................ 3 – 13 3.4. Visi Pemerintah Kabupaten Sumedang 2009-2013 ................................

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal ii – 2

BAB IV

STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4.1. Analisis Kondisi Eksternal dan Internal ..................................................... 4-1 4.1.1. Permasalahan ................................................................ - 2 4 4-4 4.1.2. Faktor Pendorong ................................................................ 4-5 4.1.3. Faktor Penghambat................................................................ 4.2. Kebijakan Pembangunan ................................................................ 4-6 4.3. Program Pembangunan ................................................................ 4 - 28 4.4. Indikasi Rencana Program Prioritas ......................................................... 4 - 58 4.5. Kebijakan Kewilayahan ................................................................ 63 4-

BAB V

KERANGKA PENDANAAN 5.1. Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah ..................................................... 5-2 5.2. Arah Pengelolaan Belanja Daerah ............................................................ 5-8 5.3. Kebijakan Umum Anggaran ................................................................ 5 - 10 5.3.1 Kebijakan Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah ................................ 5 - 11 5.3.2 Kebijakan Arah Belanja Daerah ............................................................... 5 - 13 5.3.3 Kebijakan Pembiayaan Daerah ................................................................ 5 – 17

BAB VI

KAIDAH PELAKSANAAN

BAB VII PENUTUP

RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013

Hal ii – 3

.......................................21 Luas Daerah..............................................9 2................7 2. 2 .... 20 2Pencapaian IPM Kabupaten Sumedang Tahun 20032007 dan Target Tahun 2008 .........18 PMTB Kabupaten Sumedang Tahun 2003-2008 ........................19 2 Dana Perimbangan Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 .....5 2....................19 Sumber Penerimaan Daerah Lainnya yang Sah Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 ..............8 2............................ 2 ..............15 PDRB Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008...............................................13 2................................................ 2-1 Kelompok Ketinggian Menurut Kecamatan di Kabupaten Sumedang Tahun 2008 ..........4 2.........22 Sumedang Tahun 2008......... Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 .......... Proyeksi PDRB Atas Dasar Harga Konstan di Kabupaten 2 ......................... 2 . 2 ....2 2....23 Hal iii – 1 2..20 Jumlah Penduduk Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 ... 2 ..................................... 2 ................................................14 2.............12 2.................. 2 ........ 2-3 Curah Hujan Menurut Kecamatan di Kabupaten 2-5 Sumedang Tahun 2005-2008 .....................10 2...........17 Sumedang Tahun 2009-2013 ................. ........................................ 2-6 Perkembangan Luas Kawasan Lindung di Kabupaten 2-8 Sumedang Tahun 2007-2008 ..................................................11 2.... Jumlah Rumah Tangga....................... Proyeksi Penduduk Kabupaten Sumedang Menurut Kecamatan Tahun 2009-2013.17 RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 ..............16 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2004-2008 ......... Kepadatan/ Km2 Rata-Rata Rumah Tangga dan Sex Ratio di Kabupaten 2 ...6 2.................................................... PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008..................15 2.............................. Luas lahan Menurut Jenis Penggunaan di Kabupaten Sumedang Tahun 2005-2008 .............................................16 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumedang 2 ..............................................................................1 2...........................................DAFTAR TABEL Tabel 2...........3 2.............................16 Halaman Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Sumedang Tahun 2008 ..

....35 2...........30 Perkembangan Pariwisata di Kabupaten Sumedang 2 Tahun 2004-2008 ............ Jumlah Karang Taruna dan OKP..........................21 2...........................39 2004-2008 ................................................................24 2....................................37 Sarana Pendidikan di Kabupaten Sumedang Tahun 2 .................................. 2 ..... Panjang Jalan di Kabupaten Sumedang Tahun 2005-2008 .....27 2................... 2 ................................34 Perkembangan Jumlah Koperasi Menurut Aktivitas di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008......24 Jumlah Tenaga Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat di 2Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 ....................................................................35 Jumlah Usaha Perdagangan dan Rumah Makan Non 2 .................30 Prestasi Bidang Olah Raga Tahun 2006-2008 ............................ 2 ...........................................................19 2..........................................................36 Keliling di Kabupaten Sumedang Tahun 2008 .............28 2............26 2....29 2.......38 2004-2008 .......35 Jumlah Usaha Perdagangan dan Rumah Makan Keliling di Kabupaten Sumedang Tahun 2008 ....................................................25 2......30 2.. ......23 2............... 2 ............................................................................. Jumlah Panti Berdasarkan Penanganan Kasus di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 ................................................... 2 – 39 RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal iii – 2 ......... Kondisi PMKS di Kabupaten Sumedang Tahun 2 ...........27 2005-2008 ...........26 2004-2008 ............................. Sarana Peribadatan di Kabupaten Sumedang Tahun 2 ............ Pengurus dan Anggota di Kabupaten Sumedang Tahun 2008 .............33 Kondisi Kebudayaan di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 . Sarana Kesehatan di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 ........2........................36 Perkembangan Jumlah KK yang Mengikuti Transnigrasi 2 Tahun 2004-2008 .......18 2................22 2..............29 2004-2008 ... ............................34 2........................................ 28 2Jumlah Yayasan Non Panti dan Anak Asuh di Kabupaten 2 .........................28 Sumedang Tahun 2004-2008 ........................................... Jumlah Tenaga Kerja di Kabupaten Sumedang Tahun 2 ................. 26 Jumlah Guru dan Murid di Kabupaten Sumedang Tahun 2 ..................20 2... 2 ......32 2.......33 2................31 2..... 25 Jumlah Kelahiran Hidup dan Kematian Bayi di 2Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 ............................ 2 .......................................................................

.......................29 2...46 2........2.......................46 2 Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil di 2Kabupaten Sumedang Tahun 2006-2008 ............43 2..48 Jumlah PNS Fungsional Lingkup Pemerintah Daerah 2 ..42 Perkembangan Areal yang Terairi di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 ................................................................................ 2 ...... Sasaran dengan Fungsi................51 Kabupaten Sumedang Tahun 2008 ....................39 2.........45 2 Banyaknya Daya Tersambung Menurut Sektor Pelanggan (kVA) di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 .........37 2.............44 2......................44 2 Persentase Keluarga yang Memiliki Sarana Pembuangan Air Limbah Domestik yang Memenuhi Syarat Kesehatan Tahun 2004-2008 ......... 2 ..... Bidang dan Program Urusan Pemerintahan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013.................................................................... Jumlah PNS Lingkup Pemerintah Daerah di Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Sumedang .......2 5................ 5-4 Perkembangan Dana Perimbangan Kabupaten 5-4 Sumedang Tahun 2004-2008 .... Produksi Air Bersih dan Terjual di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 ..........................49 Kabupaten Sumedang Tahun 2007 ....................................45 2.... RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal iii – 3 ... ...47 2....1 5............................................................ 40 Perkembangan Irigasi yang Tertangani di Kabupaten 2 .......................................... ..........49 5..50 Jumlah Desa dan Kelurahan Menurut Kecamatan di 2 ... Dampak Pembangunan Prasarana Irigasi Terhadap 2 ....................................................... Kebijakan..... Pos Indonesia Cabang 2Kabupaten Sumedang Tahun 2005-2008 ......................42 Jumlah Sarana Angkutan di Kabupaten Sumedang 2 Tahun 2007-2008 ...................46 Pelayanan Jaringan Listrik di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 ......3 Realisasi Pendapatan Kabupaten Sumedang 2004-2008.......... .................................38 2.....40 2............... 4 .....................................................41 Sumedang Tahun 2004-2008 ................................ 5-3 Perkembangan PAD Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 .................................... 2 ....40 Realisasi Produksi Kegiatan PT..................................... ............ 47 Jumlah PNS Struktural Lingkup Pemerintahan Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2007 .....41 2........................................................................................................................ Matrik Keterkaitan Misi.....7 4 Matrik Indikator Sasaran Kinerja Pembangunan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013..48 2................................

........................ Perkembangan Alokasi Belanja Langsung 2004-2008 .......................11 5....... Proyeksi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sumedang 5 Tahun 2009-2013 . ............10 5.5 5..................................................7 5............................................................................................................... 5-9 Proyeksi Pengelolaan Belanja Kabupaten Sumedang 5 Tahun 2009-2013 ......6 5............................ 5-7 Proyeksi PDRB Atas Dasar Harga Konstan di Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 .........................12 Perkembangan Lain-Lain Penerimaan yang Sah 5-5 Kabupaten Sumedang Tahun 2008 .6 5-7 PDRB Atas Dasar Harga Konstan di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 ................................... 5-8 Pengelolaan Belanja Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 ......10 RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal iii – 4 . ...................5................................................... Perkembangan Alokasi Belanja Tidak Langsung 5-9 Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 ....4 5.....................................9 5............................................ 5-6 Tax Ratio di Kabupaten Sumedang Tahun 2004-2008 ..........................8 5..

Amiin. kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan arahan dan masukan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013. (2) Penyelenggaraan Musrenbang Jangka Menengah Daerah. DON MURDONO RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal – i .KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Akhir kata. karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013. misi dan kebijakan Kepala Daerah terpilih yang ditawarkan pada saat kampanye dalam bentuk dokumen perencanaan. dan (4) Penetapan Peraturan Daerah tentang RPJM Daerah. Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah pada kita semua. Tata Cara Penyusunan. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Sumedang. yang akan menjadi pedoman bagi aparat pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pembangunan daerah dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Nopember 2008 BUPATI SUMEDANG. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah yang terdiri dari: (1) Penyiapan rancangan awal RPJM Daerah. telah selesai kami susun. Tahapan penyusunan RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 20092013 ini berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No. (3) Penyusunan rancangan akhir RPJM Daerah. Latar belakang penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 adalah untuk menjabarkan visi.

kami mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan arahan dan masukan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2009 . Sumedang. Amiin. (2) Penyelenggaraan Musrenbang Jangka Menengah Daerah. Latar belakang penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumedang Tahun 2009 . Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Penyiapan Rancangan Awal RPJM Daerah yang terdiri dari : (1) Daerah. Tahapan Penyusunan 2009 .2013. yang akan menjadi pedoman bagi aparat pemerintah daerah di dalam penyelenggaraan pembangunan daerah dalam kurun waktu lima tahun mendatang Akhir kata.2013 ini berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya pula Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) RPJMD Kabupaten Kabupaten Sumedang Sumedang Tahun Tahun 2009 .misi dan kebijakan Kepala Daerah terpilih yang ditawarkan pada saat kampanye dalam bentuk dokumen perencanaan. (3) Penyusunan Rancangan Akhir RPJM Daerah. Oktober 2008 Bappeda Kabupaten Sumedang RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 i .2013 adalah untuk menjabarkan visi. Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya pada kita semua. telah selesai kami susun. Tata Cara Penyusunan. dan (4) Penetapan Peraturan Daerah tentang RPJM Daerah.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT.2013. .

PAUD (TK/RA) .SD .57 .2013 Hal .00 115.45 108.62 99.TK .88 8.7 1 : 0.47 1 : 877 1 : 29.59 55.44 66.82 8.81 26.SMA/MA .87 1 : 0.23 99.36 1 : 0.26 47.34 37.99 60.68 25.8 1 : 229 1 : 455 1 : 32 1 : 37 1 : 37 1:1 1 : 95 1:1 (b) Persen Persen Persen Persen Persen Persen 32.SMP/MTs sederajat * Rasio siswa/guru .12 34.SMP * Rasio kelas/guru .68 37.76 99.3 1 : 0.85 1:1 1 : 19.Matrik Indikator Sasaran Kinerja Pembangunan RPJMD Kabupaten Sumedang 2009-2013 No. 1 1 MISI 2 “Mewujudkan kualitas SDM aparatur dan masyarakat yang berakhlak mulia.36 27.72 2) .5 1 : 0.SMA + SMK Rasio siswa/guru .70 8.49 99.6 1 : 35.67 1 : 918 1 : 34.23 97.1 28.7 1:1 1 : 19.SD/MI sederajat .SMA/MA sederajat .23 17.6 41.39 Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio 1:19.23 29.SMK * Angka Partisipasi Murni (APM) .07 1 : 794 1 : 18.33 98.58 47.11 33.SMA/MA . unggul.90 38.0 1 : 0.SMP/MTs sederajat * Rasio Ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah .00 98.90 1:1 1 : 19.1 1 : 29.87 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .05 46.SMK * Rasio Ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah * SATUAN 6 EKSISTING 2008 7 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 4 3 Kebijakan 1: a.46 18.SMK Kinerja Pendidikan (a) Angka Melek Huruf (b) Angka RLS (c) Angka tingkat pendidikan yang ditamatkan Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Persen Tahun 1 : 753 1 : 12.48 1 : 0.80 89.00 118.6 1 : 220 1 : 430 1 : 39 1 : 33 1 : 35 1:1 1 : 0.19 50.58 13. Meningkatnya kualitas 1) pendidikan Menciptakan masyarakat sumberdaya manusia Sumedang sumedang yang memiliki kompetensi.89 99.88 49.01 96.64 27.00 110.20 85.00 1:160 1:405 1 : 61 1 : 21 1 : 31 1:1 1 : 0.67 43.23 97.SMP Pendidikan Menengah * Angka Partisipasi Sekolah .1 20.79 45.SMK * Rasio kelas/guru .60 81.00 99.SD/MI sederajat .PAUD (TK/RA) .TK .98 27.75 1:1 1 : 19.33 57.SMA .27 1 : 835 1 : 23.9 1 : 12.61 1 : 0.0 1 : 0.00 113.SD .3 1 : 18.SMP/MTs sederajat * Angka Partisipasi Murni (APM) .58 40.54 8.SD/MI sederajat .42 65.84 56.86 32.23 98.16 58.31 8.95 44.00 76.74 1 : 0.00 97.PAUD (TK/RA) .7 1 : 24.4 1 : 211 1 : 425 1 : 46 1 : 29 1 : 34 1:1 1 : 0.2 1 : 201 1 : 415 1 : 54 1 : 25 1 : 33 1:1 1 : 0.40 94.83 37. bermoral baik yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan Kepada Tuhan YME” KEBIJAKAN SASARAN INDIKATOR 5 Pelayanan dasar pendidikan (a) Pendidikan Dasar * Angka Partisipasi Kasar (APK) .23 98.52 53. berdaya saing dan beretika 2009 8 Persen Persen Persen Persen Persen Persen 17.SMA .SMK * Angka Partisipasi Kasar (APK) .01 31. beretika.35 24.00 96.

No.000 68.00 25.655 1 : 3.500 1 : 545.500 1 : 15.622 68.02 308.95 99.000/KH persen persen persen Persen Persen Persen 2) RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .90 99.500 1 : 545.16 Belum tersedianya data akurat perencanaan peningkatan kualitas pendidikan Belum memiliki pedoman perencanaan perintisan wajib belajar 12 tahun Belum tersedianya perencanaan Wajar Diknas 36 14 1 15 1 : 356 1 : 34.03 3) Persen - 100 - - 4) Tersedianya perencanaan perintisan wajib belajar 12 tahun Persen - 100 - - 5) Tersedianya perencanaan Wajar Diknas Persen 100 36 7 62 35 1 : 305 1 : 34.03 50 23.2 68.00 85.837 1 : 15.500 1 : 545.115 1 : 16.517 1 : 2.00 80.36 0.60 36.00 80.500 1 : 15.242 1 : 95 1 : 4.94 99.96 99.078 1 : 55.80 35.026 1 : 45.03 299.48 0. Meningkatnya kualitas 1) kesehatan masyarakat Sumedang Rasio murid sebagai Paskibraka Terpenuhinya Pendidikan Dasar bagi anak usia sekolah Meningkatnya pengetahuan masyarakat Pemasyarakatan Teknologi Tepat Guna Pelayanan Kesehatan (a) Rasio Posyandu Mandiri dan Purnama per satuan Balita (b) Rasio Puskesmas per satuan penduduk (c) Rasio Pustu per satuan penduduk (d) Rasio Rumah Sakit per satuan penduduk (e) Rasio dokter per satuan penduduk (f) Rasio tenaga medis per satuan penduduk (g) Rasio Bidan desa per satuan penduduk (h) Rasio Poskesdes per satuan penduduk Rasio tempat tidur pasien RSU per satuan (i) penduduk Rasio tenaga paramedis per satuan (j) penduduk (k) Rasio dokter gigi per satuan penduduk Kinerja Kesehatan (a) Angka Usia Harapan Hidup (b) Angka Kematian Bayi (c) Angka Kematian Ibu (d) Kunjungan Ibu Hamil 4 kali (K-4) (e) Persalinan oleh Tenaga Kesehatan (f) Kunjungan neonatus 2 kali (KN 2) (g) Presentase Balita Gizi Buruk (h) Desa siaga aktif Rumah tangga sehat (i) Orang Kecamatan Desa Orang Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Rasio Tahun Tahun 100.40 85.38 99.943 1 : 3.456 1 : 5.294 1 : 545.079 1 : 3.727 1 : 5.230 1 : 5.09 3.19 68 67 1.00 <1 66.00 39.69 289.66 99.837 1 : 17.17 1.14 3.36 294.2013 Hal .052 1 : 50.75 99.47 98.83 99.104 1 : 60.00 72.000 68.68 6) 7) 8) 9) b.577 1 : 1.83 99.95 99.547 1 : 2.99 99.00 70.989 1 : 100 1 : 4.95 99.343 1 : 5.367 1 : 3.40 37.40 2009 8 99.117 1 : 4.837 1 : 17.562 1 : 2.13 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 99.500 1 : 15.95 99.55 0.500 1 : 15.00 32.85 99.36 36 65 35 1 : 152 1 : 34.57 .70 303.748 1 : 85 1 : 4.195 1 : 110 1 : 4.837 1 : 16.000 68.00 82.20 37.38 2.49 99.73 3.495 1 : 90 1 : 4.67 0.06 4.000 68.18 2.60 75.04 36 65 35 1 : 203 1 : 34.00 30.00 75.52 1.837 1 : 18.00 <1 62.00 <1 54.00 28.532 1 : 2.500 1 : 545.80 90. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 INDIKATOR 5 * SD/MI * SMP/MTs * SMA/MA * SMK (d) Angka Partisipasi Kejar Paket A (e) Angka Partisipasi Kejar Paket B (f) Angka Partisipasi Kejar Paket C Tersedianya data untuk perencanaan peningkatan kualitas pendidikan SATUAN 6 Persen Persen Persen Persen Persen Persen Persen EKSISTING 2008 7 99.91 0.90 0.00 75.949 1 : 49.72 36 65 35 1 : 254 1 : 34.76 4.40 99.00 <1 58.791 1 : 3.00 78.

40 1.02 41.00 100.00 Belum memiliki pedoman pembentukan Desa Model TOGA Belum tersedianya data akurat untuk pelaksanaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Belum tersedianya data gizi buruk 78 3 56.40 53.00 70.45 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 2.00 66.28 70.500 2 2 55.Case Fatality Rate (CFR) Sarana Air Bersih SPAL Kepemilikan Jamban Keluarga Rumah Sehat Persen Persen Persen Persen Persen Persen persen Persen Persen 3.71 4.70 56. Pustu dan Poskesdes: (1) Gakin (2) Non gakin Persentase Tempat Pengelolaan Makanan Minuman (TPM) yang memiliki sertifikat Kesehatan Persentase sarana obat dan obat tradisional yang memiliki izin kesehatan kali/tahun kali/tahun persen persen Persen 2 2 45.27 88.85 58.00 - 2 2 60.25 (o) (p) (q) (r) (s) (t) (u) (v) (w) Universal Children Imunization (UCI) desa Penanganan penderita HIV Positif Rasio Peserta KB Jumlah Kunjungan rawat jalan ke Puskesmas.00 60.06 77.00 100.00 - (x) (y) 3) Tersedianya pedoman pembentukan Desa Model TOGA Tersedianya data untuk pelaksanaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat 4) Persen - - 100.19 2.55 32.00 100.000 268 78 3 100 2.00 78 3 100 2.17 2.30 1.98 42.Penemuan penderita semua kelompok umur (n) Penanggulangan Penyakit ISPA : .65 36.55 54.98 43.57 .329 1.85 84.75 (l) (m) Penanggulangan Penyakit Diare : .29 80 68.50 1.12 72.00 100.36 75.98 41.CDR (Case Detection Rate ) SATUAN 6 Persen Persen Persen Persen EKSISTING 2008 7 2.44 68.00 100.00 - 5) 6) 7) 8) 9) Tersedianya data gizi buruk Rasio Tenaga Pembina Olahraga Masyarakat Rasio Cabang Olahraga Modern dan Tradisional Rasio Pemuda Sadar Bahaya Narkoba Meningkatnya pelayanan kesehatan gratis bagi keluarga miskin Persen Orang Cabang Orang KK Orang 78 3 100 2.00 63.00 - 2 2 70.000 268 10) Meningkatnya pelayanan kesehatan gratis RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .23 20 54.Penemuan penderita Pneumoni pada Balita Penanggulangan Penyakit DB Dengue: .90 3.000 268 100.56 86.00 100.35 2009 8 2.00 69.00 100.00 69.75 6.80 3.20 1.2013 Hal .88 41.98 40. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 (j) (k) INDIKATOR 5 Rata-rata anak per keluarga Prosentase penduduk yang terlindungi jaminan pemeliharaan kesehatan berbasis asuransi Penanggulangan Penyakit TB : .95 3.00 70.000 268 78 3 100 2.10 1.00 100.No.60 66.26 73.75 3.50 5.45 100.00 2 2 65.85 3.21 24.15 28.00 7.07 63.36 71.00 57.00 100.14 82.46 68.

No. Meningkatnya 1) Tersedianya panti sosial: aksesibilitas terhadap (a) Jumlah panti asuhan pelayanan dasar dan (b) Jumlah panti jompo pelayanan sosial (c) Jumlah panti sosial anak cacat 2) Tersedianya lembaga-lembaga pelayanan kesejahteraan sosial non panti: (a) Jumlah sekolah tuna (SLB A.C) (b) Tersedianya tempat penanganan penyandang masalah sosial: * Tuna Susila * Gelandangan Pengemis * Orang gila * Retandasi * Karang Lansia * Fakir Miskin * Anak Nakal Korban Narkoba * Bekas Narapidana Jumlah rumah singgah Panti Singgah Jumlah Karang taruna Jumlah Taman Penitipan Anak Jumlah 5 5 5 5 5 (c) (d) (e) (f) 3) 4) 5) Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah 2 2 277 5 1 25 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 55 1 1 50 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 55 1 1 50 1 1 1 1 4 1 1 1 2 1 55 1 1 50 1 1 1 1 5 1 1 1 2 1 55 1 1 50 Tersedianya lembaga jaminan sosial (BKSP Askesos) Tersedianya Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat Tersedianya Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat: (a) Tersedianya Pekerja Sosial Masyarakat (b) Taruna Siaga Bencana Pelayanan Penyandang masalah Kesejahteraan sosial Jumlah Klub Olah Raga Jumlah Jumlah Persen jumlah klub 731 53 15 130 125 125 25 170 125 125 35 210 125 125 50 250 125 125 65 290 6) 7) RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .B.2013 Hal . 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 INDIKATOR 5 11) Terpenuhinya kebutuhan dasar air bersih 12) Terpenuhinya pelayanan kesehatan ibu hamil dan anak balita Tersedianya jaminan kesehatan bagi keluarga 13) miskin 14) Tersedianya jaminan kesehatan bagi aparat desa SATUAN 6 Desa Kecamatan Desa/Kel Orang Desa Orang Kecamatan Desa Desa Jumlah Jumlah Jumlah EKSISTING 2008 7 70 14 227 32 32 5 1 19 2 4 2009 8 2 7 227 270 6 30 6 1 1 19 2 3 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 2 227 270 6 30 1 19 2 3 2 227 270 6 30 1 1 19 2 3 2 227 270 6 30 1 19 2 3 15) Tersedianya sarana/ prasarana perekonomian masyarakat 16) tersedianya tenaga terampil dalam mengelola pasar desa 17) Terpenuhinya sarana/ prasarana pelayanan dasar masyarakat 18) Tersedianya akses kegiatan/ pelayanan ke luar wilayah program TMMD 19) Tersedianya akses kegiatan/ pelayanan ke luar wilayah program BMSS c.57 .

00 4.00 0.95 19.00 70.86 55 69 55 1.00 97.000 6.87 50.00 6.00 1.00 1.00 19.00 (e) Rasio pasangan berakte nikah Kinerja Keluarga Berencana dan Keluarga 12) Sejahtera (a) Rasio Drop Out KB (b) Rata-rata usia kawin pertama wanita (c) Partisipasi bina keluarga balita (BKB) (d) Partisipasi bina keluarga remaja (BKR) (e) Partisipasi bina keluarga Lansia (BKL) (f) Rasio pemanfaatan data mikro keluarga (g) Rasio pelayanan advokasi KB Rasio penguatan kelembagaan KB yang (h) mandiri 13) 14) 15) 16) 17) Partisipasi remaja peduli kesehatan reproduksi Rasio Kekerasan Dalam Rumah Tangga Jumlah Restoran Jumlah Penginapan Tersedianya data dan indikator kemiskinan serta penangannya Persen Tahun Persen Persen Persen Persen Persen Persen Persen Persen Jumlah Jumlah Persen Persen Lapang Organisasi Orang Buah Orang 7.00 100 99 99 70.59 35.14 60 71 60 2.68 kali/thn 1.398 122 19 100 100 2 79 50 5 560 6.53 87.52 4.00 1.68 7.13 41.58 50 67 50 0.76 kali/thn 1.250 18) Tersedianya data perkembangan Indek Pembangunan Manusia (IPM) 19) Rasio Saran dan Prasarana Olahraga 20) Rasio Organisasi pemuda yang Maju 21) Rasio Atlet yang Mendapat Penghargaan Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan 22) sosial 23) Tersedianya bantuan sarana permakanan bagi klien panti sosial RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .50 100 99 99 60.2013 Hal .16% 32.29 10.00 52.52 Tahun Tahun - 1.75 2.00 3.5 5.56 61.00 855 128 28 100 100 2 79 50 5 1.11 20.No.32 25.012 126 25 100 100 2 79 50 5 1.12 3.05 11.58 25.42 65 73 65 3.5 75 97.10 11.39 18.00 1.06 58.00 2.90 19.00 45.05 30.75 6.76 kali/thn 1.84 kali/thn 1.03 66.73 kali/thn 1.250 7.84 8.30 4.92 kali/thn 1. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 8) INDIKATOR 5 Jumlah Gedung Olah Raga SATUAN 6 jumlah gedung EKSISTING 2008 7 312 2009 8 314 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 316 318 320 Tersedianya lembaga/institusi sosial di 9) masyarakat: (a) Taman Bacaan Masyarakat (b) Perpustakaan Desa (c) Perpustakaan Sekolah 10) Jumlah kunjungan rawat jalan ke Puskesmas.64 15.00 11 3.79 kali/thn 1.47 95 56.09 49.7 70 75 70 4.638 120 16 Data kemiskinan berbeda pada tiap SKPD terkait Data Pengembangan IPM 1 27 5.15 11.00 60.85 19.57 . Pustu dan Polindes: Contact Rate: (a) Gakin (b) Non Gakin 11) Kinerja Kependudukan dan Pencatatan Sipil (a) (b) (c) (d) Penduduk ber-Nomor Induk Kependudukan (NIK) Nasional Rasio Kepemilikan Kartu Keluarga per Satuan Kepala Keluarga Rasio penduduk ber KTP per satuan penduduk Wajib KTP Rasio bayi berakte kelahiran persen persen persen 5.82 1.187 124 22 100 100 2 79 50 6 750 6.11 39.82 kali/thn Persen Persen Persen Persen Persen 90 25.

55 PSM. 1 TMPD TMPD TMPD TMPD TMPD 2 PKRI. Meningkatnya kualitas pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama serta nilai-nilai budaya daerah yang relevan 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Jumlah pelaku asusila Frekuensi terjadinya konflik antar umat beragama Rasio tempat ibadah per satuan penduduk Frekuensi konflik antar suku Frekuensi kegotong royongan jumlah grup kesenian jumlah gedung kesenian Frekuensi kegiatan pewarisan kejuangan 8) Sumedang Peningkatan Pendidikan Budi Pekerti di SD. 1 TMP. 30 15 Orsos. 30 15 Orsos. 1 1 MPN.2013 Hal .00 5 10 11 40 100 35 100 60 15 20 20.57 . 15 Janda 1 PKRI.210 400 3 2. festival dan invitasi olahraga masyarakat Kebijakan 2: Memperluas penciptaan lapangan kerja serta menyiapkan tenaga kerja terampil dan berjiwa wira usaha a. 1 4 MPN. 55 PSM. TPM dan TPMD 29) Meningkatnya kualitas hidup PKRI dan Janda PKRI 30) 31) 32) 33) Tersedianya Lembaga Sistem Jaminan Sosial Meningkatnya keterampilan PMKS Meningkatnya kualitass hidup eks PMKS Meningkatnya pelayanan penyelenggara undian gratis berhadiah dan pengumpulan sumbangan sosial 2009 8 55 KT. 1 5 MPN.00 55.00 60. 30 TANAGA TANAGA TANAGA 21 Tomas.929. 1 TMP.486.085.00 50.940 1:8 18. 30 pengusaha pengusaha pengusaha 50 100 50 100 50 100 2 MPN.460 1. 9) SMA 10) Peningkatan Pendidikan Muatan Lokal 11) Angka Kriminalitas yang tertangani 12) Tersedianya data pengembangan kelembangaan pendidikan keagamaan Persen - 100 - - 13) Rasio atlet olahraga junior 14) Rasio pertandingan.616. 1 3 MPN. 55 PSM.420 1:7 20. TANAGA) SATUAN 6 Kelompok Orang Orang Orang Buah Orang Buah Orang Orang Paket Paket Orang Kejadian Buah Kejadian Prosentase Grup Unit Persen Persen Persen Kasus EKSISTING 2008 7 277 KT.73 1:9 16.662.030 1. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 24) INDIKATOR 5 Meningkatnya partisipasi lembaga pelayanan sosial (Karang Taruna.48 400 3 2.00 5 34) Meningkatnya peran aktif masyarakat dalam usaha kesos d.729. 15 Janda 4 PKRI. 30 22 Tomas. 30 23 Tomas. Meningkatnya kesempatan kerja melalui peningkatan investasi dan padat karya 1) Nilai Ekonomi Orang Cabang Rupiah (optimis) Rupiah (pesimis) Rasio Perusahaan 400 3 1. 15 Janda 3 PKRI. SMP. 15 Orsos.00 5 10 11 45 100 100 100 65 15 20 20. 30 Orsos. 30 pengusaha 50 100 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 56 KT. 1 TMP. 173 PSM.422.00 70. Orsos.572.00 5 10 10 35 100 30 100 55 15 40 20. 15 Janda 5 PKRI.00 80.No. 15 Orsos.592. 15 Janda PKRI PKRI PKRI PKRI PKRI 6 1 1 1 1 300 60 60 60 60 300 60 60 60 60 50 52 285 1 : 218 60 114 0 15 40 50 368 Belum tersedianya data pengembangan kelembagaan pendidikan keagamaan 400 10 10 25 100 25 100 50 15 20 20.750 1.93 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .666.798. perlombaan. 57 KT. 30 TANAGA 20 Tomas. PSM.714. 1 TMP.00 60.52 2) 3) Rasio Penduduk yang bekerja Rasio daya serap tenaga kerja 1 : 10 14.070 1.870.62 400 3 2. 53 TANAGA 250 250 500 25) Meningkatnya partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pelayanan sosial 26) Meningkatnya jejaring kerjasama pelaku usaha kesejahteraan sosial 27) Meningkatnya nilai-nilai kepahlawanan dan kejuangan dikalangan generasi muda 28) Meningkatnya kualitas MPN.162. 55 PSM.00 80. 1 TMP.070 1:6 22.613.968.00 70. 58 KT.

subkontrak/penunjang.50 100 100 1:2 75 50 4 200 1 120 120 4. regional. (d) Internasional :375 orang. nasional dan internasional SASARAN 4 4) INDIKATOR 5 Penyediaan sistem insentif dan pembinaan serta fasilitasi untuk memacu pengembangan UKM berbasis teknologi termasuk wirausaha baru berbasis teknologi terutama UKM berorientasi ekspor.277 2. (b) Regional : 22.500 410 30 20.787 3.250 orang.2013 Hal .50 100 100 1:2 75 50 8 200 1 120 120 3.00 620 200 200 8.57 .170 2.965 3.No.435 orang. tenaga kerja yang memenuhi standard kompetensi dan wirausahawan 1) Jumlah tenaga kerja bersertifikasi: (a) Lokal :21. agribisnis/agroindustri dan yang memanfaatkan sumber daya lokal Penyediaan kemudahan dan pembinaan dalam memulai usaha. Angka partisipasi angkatan kerja Jumlah penduduk yang punya usaha mandiri: (a) (b) 4) 5) 6) Berijin (Lisensi) Tidak Berijin (Non Lisensi) 2) 3) Jumlah instruktur Vokasinal yang telah bersertifikasi Jumlah lulusan yang telah bersertifikasi DU/DI berstandar nasional/internasional Peningkatan SDM Pelaku Usaha: a Industri Kecil dan Menengah Peningkatan Kualitas Produk b Pemasaran dan Purnajual c 7) Persentase jumlah tenaga kerja dibawah umur 8) Jumlah pemuda yang punya usaha mandiri 9) Jumlah pemuda terampil 10) Rasio pemuda nasionalis 11) Rasio Wasit Cabang Olahraga 12) Jumlah pelatih cabang olahraga RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .00 100 100 1:2 75 50 Meningkatnya keterampilan kerja anak/remaja terlantar 10) Regulasi daerah tentang pengelolaan pembangunan secara swakelola 11) Tersedianya tenaga teknis yang menunjang kemandirian masyarakat 12) Tersedianya teknologi pertanian.00 1:3 21 42 350 500 1 SK Bupsti 650 800 7) 8) 9) 10 200 120 120 3.210 orang.00 520 150 150 9.750 287 292 90 67. termasuk dalam perijinan.00 720 250 250 8.442 1.500 510 60 30. lokasi usaha dan perlindungan usaha dari pungutan informal Penyelenggaraan pelatihan budaya usaha dan kewirausahaan dan bimbingan teknis manajemen usaha Kondusif dan berkeadilan dalam iklim usaha Angka Sengketa pengusaha-pekerja per tahun SATUAN 6 EKSISTING 2008 7 2009 8 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 Orang wirausaha baru 220 350 500 650 800 5) Orang wirausaha baru Orang wirausaha baru SK Bupati/Perda Kasus Orang Paket Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang persen Orang KUKM KUKM Persen Orang Orang Orang Orang Orang 220 350 500 650 800 6) 220 21 12 3. pengolahan pangan dan pendayagunaan lahan kritis b.000 360 25 15.064 2.500 310 18 320 50 50 10.00 420 100 100 9.00 100 100 1:2 75 50 6 200 120 120 4. (c) Nasional : 1.751 87 92 30 46.750 187 192 60 56.250 137 142 45 51.000 460 50 25. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 berjiwa wira usaha untuk kebutuhan lokal. Meningkatnya ketersediaan SDM.250 237 242 75 61.

875 582 1.00 25% 55 7.250/ Bln 985.625 614 1.200.00 25% 57 9.110 KK 277 5.000 16.109 443 85 15 75 26 450 24 20 Persen Rata-rata Pendapatan Rp.000 10.050.000 1. Provinsi.000 18.00 3.Tiga Pembentukan kawasan perkotaan Penetapan dan penegasan batas daerah kecamatan Pembinaan batas daerah Pedoman Pelimpahan sebagian kewenangan/ Urusan Wajib dari Bupati kepada Camat dan Lurah Pedoman Pelimpahan sebagian kewenangan/ Urusan Khusus dari Bupati kepada Camat Kali/tahun Kali/tahun Kawasan Kecamatan Kecamatan Pedoman Kecamatan 7 5 1 1 - 7 5 2 1 1 1 7 5 2 1 1 1 7 5 1 2 1 1 1 7 5 2 1 1 1 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 . Meningkatnya peran Memberikan insentif dan fungsi dan disinsentif yang kelembagaan berbasis kompetensi pemerintahan daerah kinerja. 657.2013 Hal .035 425 75 13 75 30 300 18 20 57 Peningkatan rerata pendapatan 10%/Tahun Peningkatan rerata pendpatan 10%/Tahun 1.000 1.920/ Bln b 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Petani Pemilik Persen Rupiah Rupiah Persen Persen Paket Orang Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok Kali/tahun Rata-rata Pendapatan Rp.000 974.350.000.875 589 787 369 45 7 403 8 600 30 18 Rerata pendapatan buruh Rerata pendapatan masyarakat miskin lainnya Meningkatnya pendapatan dari usaha peternakan dan perikanan Persentase penanganan pemindahan penduduk miskin asal wilayah genangan Jatigede Meningkatnya kesejahteraan sosial keluarga miskin 2 “Mewujudkan kualitas manejemen pemerintahan daerah yang semakin baik” Kebijakan 3: a.00 20% 55 6.000 12.000 1. Kabupaten/Kota) 3) 4) 5) 6) 7) Dengan Pihak Ke .150.255.625 636 955 405 65 11 100 57 200 12 20 55 Peningkatan rerata pendapatan 10%/Tahun Peningkatan rerata pendapatan 10%/Tahun 1. 839.57 .500.000 886.00 30% 55 8.000 14.No.625 638 875 387 55 9 50 5 100 6 20 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 55 Peningkatan rerata pendapatan 10%/Tahun Peningkatan rerata pendapatan 10%/Tahun 1. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 INDIKATOR 5 13) Rasio stakeholder yang memahami UU Nomor 3 Tahun 2005 14) Meningkatnya kewirausahaan PMKS produktif 2) Rerata pendapatan petani a Petani Penggarap SATUAN 6 Orang Paket EKSISTING 2008 7 100 277 2009 8 300 55 Peningkatan rerata pendapatan 10%/Tahun Peningkatan rerata pendapatan 10%/Tahun 1. peningkatan Kecamatan dan Desa fungsi dan peran kelembagaan Pemerintahan Daerah di semua tingkatan dalam penyelenggaraan pelayanan publik Meningkatnya jumlah petani terlatih Meningkatnya Kualitas lembaga tani : (a) Pemula / pemumbuh (b) Lanjut / pembenahan (c) Madya / pemberdayaan (d) Utama / pemandirian (e) Pewirausahaan (f) Gabungan kelompok (g) Kelompok Hasil Hutan Non Kayu Meningkatnya kualitas Kelompok Petani Kecil 10) (KPK) 11) Gabungan Kelompok Petani Kecil (KPK) Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah 1) Daerah 2) Kerjasama Daerah : Antar Pemerintah (Pusat.

No. 1

MISI 2

KEBIJAKAN 3

SASARAN 4 8) 9)

INDIKATOR 5 Penyusunan SOP Kecamatan dan Kelurahan Pembinaan perangkat kecamatan dan kelurahan

SATUAN 6 Pedoman Orang

EKSISTING 2008 7 5 SOP 156 perangkat kec. Dan 35 perangkat kelurahan 2 kali kegiatan di 26 Kecamtan 86 87.00 5 21 Dokumen 272 0

2009 8 1 52

TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 1 1 1 52 52 52

10) Evaluasi Kinerja Kecamatan (Lomba Kecamatan) 11) Fasilitasi Kegiatan Pilkades 12) Tingkat Partisipasi Pilkades 13) Tingkat Minat Bakal Calon Kepala Desa Pembinaan Peerintahan Desa (kepala Desa, 14) Sekdes, dan BPD) 15) SOP Desa Fasilitasi Bantuan Keuangan dan Sarana Prasarana 16) Desa 17) Jumlah SKPD yang bersertifikasi ISO (4 SKPD) Penerapan Organisasi Perangkat Daerah 18) berdasarkan Peraturan yang berlaku (a) Penempatan PNS dalam jabatan struktural

Kali Desa Persen Bakal calon Orang Pedoman Desa/tahun SKPD

1 7 80.00 5 150 3 272 0

5 80.00 5 120 2 272 1

1 4 83.00 5 125 2 272 1

89 85.00 5 200 2 272 1

Orang/Kali Orang Orang Orang

77 9,997 120

1,168 20 14,000 120

(b) Penempatan PNS dalam jabatan fungsional (c) Penempatan Staff di setiap SKPD (d) Perpindahan pegawai Tersusunnya Standar Operating Prosedur di setiap 19) SKPD meliputi tingkat : (a) Kabupaten (1 Paket) (b) Kecamatan (1 Paket) (c) Desa (1 Paket) 20) Tersusunnya Standar Teknis di tingkat : (a) (b) (c) Kabupaten (1 Paket) Kecamatan (1 Paket) Desa (1 Paket)

4 kali pelantikan mutasi jabatan 20 120

4 kali pelantikan mutasi jabatan 20 120

4 kali pelantikan mutasi jabatan 20 120

Persen Persen Persen Persen Persen Persen

6 Raperbup 2 Raperbup -

20.00 25.00 20.00 20.00 25.00 20.00

40.00 50.00 40.00 40.00 50.00 40.00

60.00 75.00 60.00 60.00 75.00 60.00

80.00 100.00 80.00 80.00 100.00 80.00

21) Terselenggaranya penerapan SOP pada tingkat : (a) Kabupaten (1 Paket) (b) Kecamatan (1 Paket) (c) Desa (1 Paket) Terselenggaranya penerapan Standar Teknis pada 22) tingkat : (a) Kabupaten (1 Paket) (b) Kecamatan (1 Paket) (c) Desa (1 Paket) Persen Persen Persen 20.00 25.00 20.00 40.00 50.00 40.00 60.00 75.00 60.00 80.00 100.00 80.00

Persen Persen Persen

-

20.00 25.00 20.00

40.00 50.00 40.00

60.00 75.00 60.00

80.00 100.00 80.00

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 - 2013

Hal - 57

No. 1

MISI 2

KEBIJAKAN 3

SASARAN 4

INDIKATOR 5 Terselenggaranya pelimpahan sebagian kewenangan Bupati kepada camat secara khusus 23) pada 5 kecamatan yaitu : Jatinangor Cimanggung, Tanjungsari, Sumedang Selatan, Sumedang Utara dengan fokus : (a) (b) 24) Terselenggaranya Pengkajian pada 5 Kec. Terlaksananya pelimpahan khusus pada 5 Kec.

SATUAN 6

EKSISTING 2008 7

2009 8

TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11

Persen Persen

-

100 100

100 100

100 100

100 100

Terwujudnya arsip sebagai pusat informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan a) b) c) d) e) f) g) h) Penataan Record Center SKPD Pembangunan jaringan sistem informasi kearsipan Penelusuran arsip yang mempunyai nilai sejarah Akuisisi arsip SKPD Revisi Perda tentang kearsipan Penyusunan jadwal Retensi arsip (JRA) Pemeliharaan dan penyelamatan arsip Pengadaan sarana kearsipan SKPD Paket Persen SKPD Paket Paket M³ Paket Paket 2 10 7 1 (Thn.2000) 1,686 26 Belum terbentuknya P2TP2A di Kab. Sumedang Masih rendahnya sistem jaringan kemitraan organisasi masyarakat, dunausaha dan lembaga pemerintahan Kurang memadai informasi gender dan anak Masih rendahnya keterwakilan posisi dan serta perempuan yaitu legislatif 10%, Eksekutif 2% dan Yudikatif 1 orang Belum adanya suatu kebijakan prioritas dari Pemda terhadap KHPP 15 25 15 1 1 1,686 3 5 25 50 22 1,686 3 5 50 75 27 1,686 3 5 55 100 42 3,000 3 6

25)

Tersedianya standar operasional dan prosedur pelayanan sosial Terbentuknya P2TP2A di kab. Sumedang sebanyak 5 unit

26)

Unit

1

2

3

4

Meningkatnya jaringan kemitraan organisasi 27) masyarakat, dunia usaha dan lembaga pemerintahan sebesar 80%

Persen

20

30

40

60

28)

Tersusun dan tersedianya buku statistik gender anak dan analisis

Buah

100

-

100

-

Meningkatnya keterwakilanposisi dan peran serta 29) perempuan dilembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif secara proposional

Persen

10

15

20

25

30)

Terumusnya dan tersusunnya kebijakan kualitas hidup dan perlindungan perempuan

Paket

2

-

-

-

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 - 2013

Hal - 57

No. 1

MISI 2

KEBIJAKAN 3

SASARAN 4

INDIKATOR 5 Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pelayanan SDM pendamping tindak kekerasan 31) terhadap perempuan dan anak tersebar diseluruh kecamatan sebanyak 500 orang

SATUAN 6

EKSISTING 2008 7 Belum tersedianya jejaring pelayanan kasusu KDRT dan Trafiking Belum optimalnya penanganan terhadap masalah sosial perempuan dan sistem perlindungan bagi perempuan masih rendahnya kinerja Pokja III TKPP Kab. Sumedang Belum optimalnya pmembangun pemahaman yang sama tentang masalahmassalah dan kebijakan prioritas pembangunan perempuan Belum adanya standar operasional prosedur penangan korban perdaganan orang (trafiking) Tidak tersedianya data dan tidak adanya laporan dari masyarakat Belum adanya data terpilah dan propil anak di Kab. Sumedang 1

2009 8

TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11

orang

75

75

100

100

32)

tersusunnya sistem perlindungan dan penanganan masalah sosial permpuan di 26 kecamatan

Kecamatan

26

26

26

26

33)

Meningkatnya kinerja Pokja III TKPP terhadap penanganan tindak kekerasan

Paket

-

-

-

1

Tersusunnya rencana pogram dan kegiatan 34) perlindungan perempuan Tk. Kab. yang komprehensip

Paket

2

2

2

2

Tersedianya sosialisasi dalam rangka peningkatan pemahaman tentang prosedur pemulangan dan 35) rehabilitassi korban pedagangan orang kepada jejaring tk. Kec, Kab dan TKPP Tersedianya data dan potensi pemetaan tentang eksploitasi seksual komersial terhadap anak

Paket

2

4

4

4

36)

Paket

-

-

1

-

37)

Tersusunnya data tampilan dan profil anak di Kab. Sumedang

Paket Kegiatan Kegiatan Paket

1 1 1

1 2 1

1 1

1 1 1

38) Tingkat kaji terap teknologi agribisnis 39) Jumlah kerjasama pengembangan agribisnis 40) Tersusunnya sistem dan prosedur pengawasan b. Meningkatnya profesionalisme aparatur diberbagai tingkatan pemerintahan 1) Proporsi Jumlah Aparatur Lulusan Pendidikan Formal (S1, S2, S3) terhadap seluruh aparatur (a) (b) (c) Proposi Jumlah Aparatur Lulusan S1 terhadap seluruh aparatur Proposi Jumlah Aparatur Lulusan S2 terhadap seluruh aparatur Proposi Jumlah Aparatur Lulusan S3 terhadap seluruh aparatur

Orang Orang Orang

3,533 234 2

3,633 254 3

3,733 274 4

3,833 294 5

3,933 314 6

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 - 2013

Hal - 57

No. 1

MISI 2

KEBIJAKAN 3

SASARAN 4 2)

INDIKATOR 5 Proporsi Lulusan Pendidikan Struktural pada setiap esselon Jabatan Pegawai yang telah mengikuti Diklat (a) Prajabatan Pegawai yang telah mengikuti Diklatpim Tk (b) IV Pegawai yang telah mengikuti Diklatpim Tk (c) III Pegawai yang telah mengikuti Diklatpim Tk (d) II Proposi Lulusan Pendidikan struktural pada setiap Esselon Jabatan (a) Analisa kebutuhan Diklat (b) (c) 4) Pegawai yang telah mengikuti diklat teknis Pegawai yang telah mengikuti Diklat fungsional

SATUAN 6

EKSISTING 2008 7

2009 8

TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11

Orang Orang Orang Orang

1,195 455 144 25

690 13 12 2

250 13 12 2

150 13 12 2

100 13 12 2

3)

Orang Orang Perda -

Seluruh SKPD 20 20 -

20 20 1

20 20 -

20 20 -

Terwujudnya regulasi pengelolaan kepegawaian daerah 1 perda

Terwujudnya Pengelolaan Kepegawaian yang 5) efektif (a) Seleksi CPNS (b) Peningkatan status CPNS menjadi PNS (c) Sumpah janji PNS (d) Pensiun Pegawai (e) Pengembangan SIMPEG Daerah (f) Penataan arsip pegawai Tersusunnya Standar kompetensi Kerja Organisasi 6) sebanyak 1 Paket Tersusunnya Kompetensi Kerja Individu sebanyak 7) 1 Paket Tersusunnya Kompetensi Kerja Jabatan sebanyak 8) 1 Paket Persentase partisipasi perempuan di lembaga 9) pemerintahan Persentase partisipasi perempuan di lembaga 10) swasta

Orang Orang Orang Orang Paket Arsip Paket Persen Persen Persen Persen

222 1,195 268 3,000 3.45 24.62 Rata-rata Kontribusi penerimaan daerah di luar DAU dan DAK terhadap PDRB tahun 2003 -2007 sebesar 3,48% per tahun 25

200 690 1,195 300 1 3,000 1 25.00 50.00 5.13 26.32

200 222 690 300 1 3,000 50.00 100.00 5.97 27.05

200 200 222 300 1 3,000 100.00 6.81 28.00

200 200 200 300 1 3,000 7.65 29.21

Meningkatnya kontribusi penerimaan daerah diluar 11) DAU dan DAK terhadap PDRB sebesar 0,26% per tahun

Persen

3.74

4.00

4.26

4.52

12) Tersedianya aparatur pelayanan sosial profesional Proporsi lulusan diklat penjenjangan auditor dan 13) diklat pengawasan substantif Diklat Auditor 1 Diklat Substantif 2

Orang

5

5

5

5

Orang Orang

15 7

10 7

6 7

5 6

4 6

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 - 2013

Hal - 57

No. 1

MISI 2

KEBIJAKAN 3

SASARAN 4 c. Meningkatnya perbaikan kesejahteraan aparatur

INDIKATOR 5 Tersusunnya sistem penilaian remunerasi insentif berbasis kinerja sebanyak 1 paket Penerapan Insentif Berbasis Kinerja (IBK) sebesar 100% Terlaksananya perbaikan kesejahteraan aparatur di daerah Pemprosesan tunjangan Uang Duka a Wafat/Tewas Pemprosesan Pemberian bantuan kesehatan b PNSD Tersedianya lembaga jaminan sosial bagi aparatur di daerah LKPI, LLPD, LAKIPDA Penerapan pernyataan komitmen kinerja pada seluruh SKPD (Kep Menpan) Tersusunnya sistem informasi penyelenggaraan pemerintahan melalui electronic government sebanyak 1 Paket Terlaksananya sistem informasi penyelenggaraan pemerintahan melalui electronic government sebesar 100% Pemberian penghargaan kinerja aparatur (penerapan sistem point reward) (a) Pemberian penghargaan (b) Kenaikan pangkat (c) Ujian dinas dan penyesuaian ijazah Sidang Penilaian angka Kredit Jabatan (d) Fungsional Pemberian hukuman indisipliner aparatur (a) Penanganan kasus indisipliner Pembinaan aparatur (a) Evaluasi Kinerja

SATUAN 6 Paket Persen

EKSISTING 2008 7 -

2009 8 20

TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 1 20 20 20

1) 2) 3)

Orang Orang Paket Dok/tahun Dokumen Dokumen

40 26 3 -

40 15 5 3 1 1

40 15 5 3 2 1

40 15 5 3 2 1

40 15 6 3 2 1

4) d. Meningkatnya 1) kesadaran dan komitmen untuk 2) mewujudkan Good Governance dan Clean Government di 3) semua stakeholder pemerintahan 4) 5)

Persen

-

20

40

60

80

Orang SK Orang Orang Berkas Pegawai Kali Dokumen Kegiatan Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Wilayah Paket

700 2,500 90 40 Seluruh Pegawai 28 1 2 1 1 269 1 26

200 2,500 80 800 40

200 2,500 80 1,400 35

200 2,500 80 1,400 30

200 2,500 80 1,400 25

6) 7)

Seluruh Pegawai Seluruh Pegawai Seluruh Pegawai Seluruh Pegawai 20 1 1 1 5 24 1 1 1 1 1 1 1 5 24 1 1 1 279 1 1 5 24 1 1 1 1 1 6

(b) Monitoring dan pembinaan 8) Updating Profil Desa 9) Terlaksananya kegiatan dengan daerah lain 10) Tersusunnya dokumen : RKPD a. RPJMD b. RPJMDes/Kel c. Regulasi BUNGDES d. Revitalisasi dana alokasi Desa e 11) Monitoring rencana pembangunan Terselesaikannya konfliks wilayah perbatasan (4 12) wilayah) Meningkatkan kualitas good goverment dan clean 13) goverment 14) Terlaksananya audit/pemeriksaan seluruh SKPD dan pemerintahan desa

RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 - 2013

Hal - 57

130 12.180 2 100 246 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 50 50 50 35 30 30 48 48 48 1 1 1 436.74 63.2013 Hal .731 74 250 c.453 4.427 63 75 985 13.630 70 200 1.250 2.180 90 40 216 2009 8 50 36 48 1 426. Meningkatnya pengelolaan pasca panen dan pengendalian hama penyakit 1) Standar kualitas barang dan jasa yang tidak sesuai dengan legalisasi Optimalisasi Kemitraan Pemberdayaan Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Meningkatnya randemen hasil panen setiap komoditas Randemen Padi meningkat 1. Tertatanya distribusi dan perdagangan beras.345 2 250 277 458.028 2.300 1.215 4.702 4. Meningkatnya dan meningkatkan produksi dan stok ketersediaan pangan beras daerah melalui intensifikasi.8 60 60 10.231 16.300 1.1 50 50 9.698 2 175 277 447.129 12.68 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .200 Ton/Tahun) 20 20 8.57 .131 12.529 66 150 1.5% pada tahun 2013 Penerapan teknologi melalui sekolah lapang Pengembangan kelompok berbasis komoditas kedele Peningkatan produksi pangan hewani: (a) Daging (b) Susu (c) Telor (d) Ikan Penerapan teknologi Peningkatan kualitas kelembagaan tani berbasis komoditas stok pangan hewani Terselenggaranya revitalisasi kelembagaan distribusi (a) Pasar (b) Koperasi Terselenggaranya Debirokratisasi regulasi Ton Biji Kering Persen Kelompok Kelompok Ton Ton Ton Ton Persen Kelompok 740 10 (Kebutuhan ± 7.81 62.255 2 325 277 3 “Mewujudkan ketahanan pangan dan perekonomian daerah yang tangguh yang bertumpu pada potensi sumberdaya daerah secara berkelanjutan” Kebijakan 4: Menjaga a. Meningkatnya produksi dan stok kedele 1) 2) 3) 4) Peningkatan produksi beras daerah sebesar 10% Revitalisasi lumbung desa Penerapan teknologi melalui sekolah lapang Pengembangan cadangan pangan 1) 2) 3) 4) Peningkatan produksi kedelai lokal sebesar 83% Ketersediaan stok kedelai di daerah menjadi 18.No.4 40 40 9.095 2. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 - INDIKATOR 5 Reguler Kasus/khusus Tindaklanjut Review Keuangan SATUAN 6 Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Ton GKG Unit Kelompok Kelompok EKSISTING 2008 7 70 40 72 0 416.108 15.662 2.132 13.550 2.133 13.300 1.326 60 281 862 11. kedelai dan bahan pokok lainnya 1) 2) Jumlah Jumlah Dokumen 26 457 Produksi dan luas tanam kedelai masih rendah sehingga untuk kebutuhan domestik harus mengimpor dari daerah lain Standarisasi kualitas dan kuantitas barang masih rendah Intensifikasi kinerja DKP belum efektif 28 600 - 30 650 - 32 700 1 34 750 1 3) Meningkatnya luas tanam dan produksi kedelai Ha 1.956 4. ekstensifikasi dan diversifikasi b.90 61.480 4. Meningkatnya produksi dan stok pangan hewani 1) 2) 3) d.300 4) 5) 6) e.7 30 30 8.5 % per tahun Kegiatan Kegiatan Paket 39 9 DKP efektif 40 10 DKP efektif 41 10 DKP efektif 42 11 DKP efektif Persen 60 60.

60 72.57 71.57 .70 71.000 negatif < 100 negatif < 1.000 negatif negatif 3.No.000 negatif 4) .84 75.000.63 72.2013 Hal .005 1.22 29.77 1.28 16.Kandungan Enterococci .000 negatif < 100.12 74.83 1.095 1.000.41 72.53 70.40 1.000 negatif < 100 negatif < 1.90 30.000 negatif < 100.050 1 1.82 30.71 31.000 negatif < 100.60 28.16 6.5% per tahun Randemen Tembakau meningkat 1% per tahun Randemen Teh meningkat 2% per tahun Rendemen Nilam meningkat 1% per tahun SATUAN 6 Persen Persen Persen Persen Persen Persen Persen Persen EKSISTING 2008 7 45 30 28 16 6.000.Penurunan kandungan mikroba daging .32 6.65 6.kandungan residu antibiotik c Susu .75 30.65 48.56 16.140 5) Terkenalinya tingkat kematian ternak dan ikan akibat penyakit a b c d Ternak besar Ternak Kecil Unggas Ikan Persen Persen Persen Persen Komoditas 4 5 6 39 9 4 5 6 37 9 4 5 6 34 9 4 5 6 31 9 4 5 6 28 9 6) Penerapan teknologi pasca panen RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .28 1.000. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN penyakit 4 - INDIKATOR 5 Randemen Jagung meningkat 2 % per tahun Randemen Kedelai meningkat 1% per tahun Randemen Kacang Tanah meningkat 1% per tahun Randemen Kopi meningkat 1% per tahun Randemen Tebu meningkat 0.62 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 46.000.000 negatif < 100 negatif < 1.5 70 70 1.kandungan residu antibiotik Meningkatnya jumlah dan jenis produk olahan peternakan a jenis produk olahan b Peningkatan volume hasil olahan perikanan (4% per tahun) Jenis Ton 5 0.000 negatif < 100 negatif < 1.30 28.91 28.85 16.000 negatif < 100.14 16.48 6.66 2) Menurunnya gagal panen akibat hama dan penyakit Persen Masih diatas 10% Penurunan gagal Penurunan gagal Penurunan gagal Penurunan gagal panen akibat panen akibat panen akibat panen akibat serangan hama serangan hama serangan hama serangan hama penyakit sebesar penyakit sebesar penyakit sebesar penyakit sebesar 1% / thn dari 1% / thn dari 1% / thn dari 1% / thn dari luas panen luas panen luas panen luas panen 3) Peningkatan jaminan keamanan pangan asal ternak dan ikan: a Daging Penurunan kandungan mikroba daging TPC Pos/Neg TPC Pos/Neg TPC Pos/Neg > 100.Kandungan residu antibiotik b Telur .63 47.6 2009 8 45.960 1 1.

31 Bantuan Benih Kedelai 576 Kg 63.120 6.300 3.60% Produksi benih padi 97.120 6.120 Persen Meningkatnya sarana prasarana produksi peternakan dan perikanan Sarana/Prasarana pada Usaha Pembenihan Rakyat (UPR) Sarana Balai benih Ikan Lahan hijauan makanan ternak (HMT) Paket Unit Ha Tingkat Penerapan Benih Perkebunan : 7% 3% 3% 3% 3% 2) 54 4 619 2 1 20 2 1 20 2 1 20 2 1 20 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .57 .40 70.370 33.52 Bantuan Benih Kedelai 480 Kg 61.2013 Hal .02 Bantuan Benih Jagung 21 ton 59.400 Jeruk Cikoneng : 48.87 Bantuan Benih Jagung 21 ton 62.45 Ton 100 100 100 100 Persen Ton Tingkat Penerapan Benih 51.31 Bantuan Benih Jagung 21 ton 57.370 (luas sawah) A.15 Bantuan Benih Kedelai 700 Kg 65. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 f.200 4.79% Produksi Kedelai 400 Kg D.No. Meningkatnya penyediaan sarana prasarana dan infrastruktur pertanian Ha 33.900 E.370 33.87 Bantuan Benih Jagung 21 ton Persen Kg Tingkat Penerapan Benih 57. Hortikultura Bantuan Benih Buahbuahan : 59.300 3.370 1) Persen Tingkat Penerapan Benih 62.450 Mangga Gd.120 6.48 66.500 3) g.5 Ton B.72% Produksi Jagung 49 Ton C.300 3.300 3.370 33. Jagung 64.240 4. Kebun 6. Gincu: 188. Terkendalinya alih fungsi lahan pertanian 1) INDIKATOR 5 Terselenggaranya pembatasan alih fungsi lahan pertanian terutama sawah irigasi kecuali yang bersifat strategis dan kepentingan umum SATUAN 6 EKSISTING 2008 7 Berubahnya alih fungsi lahan pertanian jadi perumahan dan pertokoan 2009 8 Pembatasan perijinan alih fungsi lahan pertanian terutama sawah irigasi 25 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 Pembatasan Pembatasan Pembatasan perijinan alih perijinan alih perijinan alih fungsi lahan fungsi lahan fungsi lahan pertanian pertanian pertanian terutama sawah terutama sawah terutama sawah irigasi irigasi irigasi 25 25 25 2) Mempertahankan luas lahan produktif budidaya pertanian khususnya di lahan sawah Mempertahankan luas lahan sawah produktif budidaya pertanian khususnya di lahan sawah Terpenuhinya sarana poduksi pertanian sebesar 100% Ha 3.240 4.04 Bantuan Benih Kedelai 830 Kg Pohon Pohon Pohon Sawo Sukatali : 54. Padi 33.41 68. Kedelai 54.240 4.

000 10 5 5 2 1 5) Tersedianya jalan usaha tani sebesar 100 % Km RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .000 10 4 5 2 1 1. Sarana Prasarana Perkebunan Unit Unit Unit Hektar Hektar Embung: .000 10 5 5 2 1 1.Unit Pompa Air .000 1.Buah Emposan Tikus: .Buah Hand Sprayer : 3.000 1. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 3) INDIKATOR 5 Pos Pelayanan Peternakan dan perikanan SATUAN 6 Unit Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Unit Unit Unit EKSISTING 2008 7 4 Traktor Mini: .No.000 1. Pembangunan dan Rehablitasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Ditingkat Usaha Tani dan Desa Hektar Hektar Unit Unit Unit Unit Unit b.57 .000 1.Buah Pompa Air 2-3" : 96 bh Pompa Air 4" : 69 bh Pedal Thresher : 50 bh Pembersih Gabah : 10 bh Dryer : 10 bh Pengelolaan Kopi : 5 Unit Pengelolaan Nilam : 4 Unit Pengelolaan Kakao: Unit 2009 8 1 10 130 2 5 100 6 8 42 4 4 2 1 - TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 1 1 10 150 2 5 150 6 8 42 4 4 2 1 1 1 1 10 158 2 5 200 6 8 42 4 4 2 1 1 10 173 2 5 250 6 8 42 4 4 2 1 1 Terpenuhinya jenis dan jumlah Alat Mesin Pertanian sebesar 100 % 4) Terpenuhinya Jaringan Irigasi Usaha Tani dan Jaringan Irigasi Pedesaan a.2013 Hal .Unit Sumur Resapan Rorak Terasering : 60 Ha Jalan Produksi / Usaha Tani Komoditas Perkebunan : 2 Km 2 3 3 3 20 2 2 3 3 3 30 2 2 3 3 3 40 2 2 3 3 3 50 2 Jitut : 250 Ha Jides : 500 Ha Sumur Resapan : 10 Unit Sumur Dalam: 3 Unit Irigasi air permukaan : 10 Unit Embung : 13 Unit Dam Parit : 2 Unit 1.Buah Hand Traktor: .029 bh Power Sprayer : 6 bh Mist Blower: .000 10 3 5 2 1 1.

785 5.614 53.194 14.876 156. jagung.57 .800 173. ubi jalar.394 UKM 182 LKM 71.184 5.89 10 1.095 55 1 1 1 30 150 3 85.439 148.5 3 3 5.89 26 Tersedianya KUBE produk pangan Analisa daerah rawan pangan Data Base potensi produk pangan Analisis dan penyusunan pola konsumsi dan suplai 10) pangan 7) 8) 9) 11) Pengembangan desa mandiri pangan 12) Pemberdayaan kader pangan desa 13) Penganekaragaman konsumsi pangan lokal a.380 Jagung : 48.801 15.492 162 70.198 UKM 214 LKM 73.843 5. murah dan cepat termasuk melalui perijinan satu atap bagi UMKM. Meningkatnya Kebijakan 5: 1) Persentase koperasi aktif produktifitas lembaga 2) Jumlah UKM non BPR/ LKM UKM Meningkatkan ekonomi rakyat produktifitas dan 3) Jumlah BPR/LKM (UMKM) daya beli masyarakat Meningkatnya peran UMKM terhadap 4) melalui penguatan perekonomian daerah ekonomi rakyat Fasilitasi dan penyediaan kemudahan dalam 5) formalisasi badan usaha Pengembangan pelayanan perijinan usaha yang mudah.89 18 1 1.5 3 6) 7) h. ubi kayu) Hektar Unit Ton Ton Ton Ton Ha Talas : 4. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 INDIKATOR 5 SATUAN 6 Km EKSISTING 2008 7 Jalan Produksi / Usaha Tani Komoditas Pertanian: 3 Km 5.56% 353.939 14.175 113.96 277 1 1 1 5 277 4 75. Meningkatnya 1) keanekaragaman produk pangan daerah Meningkatnya luas lahan efektif Balai Benih Tersedianya bangunan kantor UPTD Meningkatnya budidaya keanekaragaman komoditas pangan unggulan daerah sebanyak 5 komoditas (talas. pengembangan unit penanganan pengaduan serta penyediaan jasa advokasi/mediasi yang berkelanjutan bagi UMKM 6) UMKM 100 180 260 340 420 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .275 49.473 52.005 55 1 1 1 10 50 1 79.62 253.024 2) 3) 4) 5) 6) Berkurangnya ketergantungan terhadap makanan pokok beras sebesar 10 % Berkembangnya industri pengolahan pangan nonberas sebesar 5% Meningkatnya Produksi Sayuran Meningkatnya Produksi Buah-buahan Meningkatnya jumlah dan jenis produk olahan peternakan dan perikanan (a) (b) Jenis produk olahan Peningkatan Volume produk olahan perikanan (4% per tahun) Persen Persen Ton Ton Jenis Ton Paket Paket Paket Paket Desa Orang Komoditas Persen Unit LKM Persen Koperasi 5 0.89 14i 1 1.84% 278.2013 Hal .No.48% 303.083 Peningkatan areal : Ganyong: 25 Ha 64.5 2 Peningkatan produksi: 2009 8 3 5.392 118.898 1 2 1 71.628 124.5 3 3 5.289 51.572 1 2 1 66.400 107.474 1 2 1 59.02% 328.484 15.296 UKM 198 LKM 72.366 166.386 131.89 22 1 1.457 1 2 1 69. ganyong.140 57 1 1 1 40 200 4 87.050 55 1 1 1 20 100 2 82.5 - TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 3 5.100 UKM 230 LKM 74.767 Ubikayu : 141.794 5.718 Ubijalar : 13.

50 5 9. SATUAN 6 EKSISTING 2008 7 2009 8 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 7) Koperasi 401 420 440 460 480 8) Koperasi 12 15 18 21 24 9) Kali 20 26 32 38 44 Pemberiaan dukungan dan kemudahan kepada gerakan koperasi untuk melakukan penataan dan 10) perkuatan organisasi serta modernisasi manajemen koperasi primer dan sekunder untuk meningkatkan pelayanan anggota 11) 12) Partisipasi Keluarga miskin dalam pemberdayaan keluarga Tersedianya lembaga sosial penunjang usaha ekonomi keluarga miskin Terselenggaranya penyuluhan peran pembangunan pemberdayaan perempuan bagi ibu rumah tangga dalam membangun keluarga sejahtera Koperasi 25 30 35 40 45 Persen Unit 6.19 277 Belum terselenggaranya pembentukan kelompok keluarga sejahtera di 26 kecamatan Masih rendahnya potensi perempuan dalam pengelolaan usaha Belum terinformasikannya hasil karya perempuan dalam pembangunan pemberdayaan di kab.2013 Hal .50 5 7.50 6 13) Kecamatan 26 26 26 26 14) Meningkatnya pemahaman pengelolaan usaha bagi perempuan Unit 10 10 10 10 Meningkatnya informasi hasil karya perempuan 15) dalam pemberdayaan perempuan di kab. serta dukungan terhadap peningkatan kualitas dan akreditasi KSP/USP/LKM sekunder Fasilitasi dan pemberian dukungan untuk pembentukan wadah organisasi bersama di antara usaha mikro. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 INDIKATOR 5 Peningkatan kapasitas kelembagaan dan kualitas layanan Lembagan keuangan mikro (LKM) dan Koperasi Simpan Pinjam(KSP/USP) antara lain melalui pemberian kapasitas status badan hukum. kemudahan dalam perijinan. Sumedang Paket - 2 - - RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .57 . insentif untuk pembentukan sistem jaringan antar LKM dan antara LKM dan bank. Sumedang 6. termasuk pedagang kaki lima.50 5 8.No. baik dalam bentuk koperasi maupun asosiasi usaha lainnya dalam rangka meningkatkan posisi tawar dan efesiensi usaha Penyuluhan perkoperasian kepada masyarakat luas yang disertai dengan pemasyarakatan contohcontoh koperasi sukses yang dikelola sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi.

manajemen. PIRT Penyediaan insentif dan fasilitasi dalam rangka pengembangan jaringan kerjasama usaha antar koperasi Sarana dan prasarana yang belum memadai Terselenggaranya Sistem Perdagangan yang adil dan melindungi pasar Tersedianya skema kredit yang mudah di akses oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah Jenis dan jumlah bank dan cabang-cabangnya Meningkatnya transaksi keuangan UMKM pada bank dan lembaga keuangan lainnya Perluasan sumber pembiayaan bagi koperasi dan UMKM.57 . 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 16) b. Kecamatan terhadap kegiatan UP2K dan PWKSS Terselenggaranya promosi produk dan potensi ekonomi daerah di tingkat : (a) Regional (b) Nasional (c) Internasional Terlaksananya pasar lelang komodiatas agro ditingkat : (a) Lokal (b) Regional (c) Nasional Peningkatan penyebarluasan dan kualitas informasi UMKM.No. profesional dan institusional SATUAN 6 Kecamatan EKSISTING 2008 7 Masih rendahnya kualitas kelompok UP2K dan desa binaan PWKSS 2009 8 10 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 12 12 12 1) Kali Kali Kali 10 5 - 2 10 1 2 15 1 2 20 1 2 25 1 2) kali kali kali UMKM 15 5 2 100 30 10 4 130 45 15 6 160 60 20 8 190 75 25 10 220 3) 4) UMKM 100 130 160 190 220 5) UMKM 130 170 210 250 290 6) 7) 8) c. kemudahan usaha serta peningkatan kapasitas pelayannya Penyediaan sistem insentif dan pembinaan untuk meningkatkan kesadaran UKM tentang HaKI. pemasaran. Meningkatnya kemudahan akses pasar bagi dunia usaha INDIKATOR 5 Terselenggaranya monev tk.2013 Hal . khususnya skim kredit investasi bagi koperasi dan UMKM melalui intermediasi dengan lembaga keuangan dan sumber pembiayaan lainnya Pengembangan KUKM pola syariah Penguatan lembaga keuangan mikro Penyelenggaraan dukungan teknis dan pendanaan yang bersumber dari berbagai instansi pusat. termasuk pengembangan jaringan pelayanan informasinya Meningkatkan peran serta dunia usaha/masyarakat sebagai penyedia jasa layanan teknologi. informasi dan konsultasi usaha melalui penyediaan sistem insentif. Label Halal. daerah dan BUMN yang lebih terkoordinasi. Meningkatnya fasilitasi 1) permodalan dan intermediasi 2) perbankan dalam menggerakan sektor 3) ekonomi riil Koperasi Pasar kali Buah Buah Transaksi 10 9 Pasar Pemda jarang terlaksana 1 3 150 18 1 24 1 3 200 26 2 24 2 3 250 34 2 24 2 3 300 42 2 24 2 3 350 4) KUMKM 100 130 160 180 220 5) 6) 7) Koperasi LKM Koperasi 13 5 75 16 10 80 19 15 85 22 20 90 25 25 95 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .

Penumbuhan Pengembangan Pemantapan Meningkatnya jumlah kelompok usaha peternakan dan perikanan peternakan perikanan Meningkatnya sarana dan prasarana pasar produksi hasil peternakan dan perikanan Pasar hewan terpadu Paket Belum optimalisasi sistem usaha berbasis pangan olahan Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Ha Ha Ha Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit 1 Unit (570 Ha) 2 Unit (640 Ha) 2 Unit (1. Penumbuhan Pengembangan Pemantapan Mangga Gedong Gincu: c. Penumbuhan Pengembangan Pemantapan Ubijalar Cilembu: d.57 .No.101 Ha) 4 Unit (4. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 d. Penumbuhan Pengembangan Pemantapan Sayuran: f. Penumbuhan Pengembangan Pemantapan Tembakau: h. Penumbuhan Pengembangan Pemantapan Kopi: g. Meningkatnya agribisnis yang berbasis komoditas unggulan daerah INDIKATOR 5 Tersedianya master plan pengembangan agribisnis komoditas unggulan daerah SATUAN 6 EKSISTING 2008 7 1) Paket Belum Tersedia 2009 8 Tersedianya Dokumen Detail Design Pengembangan Agribisnis 2 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 - - - 2) 3) Meningkatnya daya saing usaha UMKM berbasis pangan olahan Implementasi master plan pengembangan agribisnis komoditas unggulan daerah Jeruk Cikoneng: a.889 Ha) 2 Unit (1. Penumbuhan Pengembangan Pemantapan Kacang Tanah: e.402 Ha) 1 1 1 3 1 2 2 2 4 1 1 2 2 1 2 2 2 4 1 1 1 2 1 1 2 2 2 4 1 1 1 2 1 1 1 2 2 4 1 1 2 1 4) Kelompok Kelompok 54 - 4 1 4 1 4 1 4 1 5) Unit - 1 - - - RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 . Penumbuhan Pengembangan Pemantapan Sawo Sukatali: b.2013 Hal .

Meningkatnya potensi 1) dan investasi kepariwisataan daerah 2) 3) f.500 9.500 7. 1 Kali Luar Negeri 1 85 4 5 kali Dalam Negeri. 1 Kali Luar Negeri 1 115 UMKM Paket Unit Unit 75 - 85 - 95 100 - 105 - 115 - h. Terbentuknya lembaga keuangan desa 1) 2) 3) 4 “Mewujudkan tata kelola Kebijakan 6: Meningkatkan lingkungan dan manajemen bencana Manajemen Bencana a.00 5 6 25. Meningkatnya 1) kesiapan dini (early warning system ) dan Paket - - 1 - - RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .500 5) 6) g.No. BUMN dan Pengusaha Besar Terlaksananya kemitraan strategis antara: (a) UMKM dengan BUMN (b) UMKM dengan Pengusaha Besar Meningkatnya kemitraan strategis antara: (a) UMKM dengan BUMN (b) UMKM dengan Pengusaha Besar Tersedianya regulasi lembaga keuangan desa Terbangunnya Lembaga Keuangan Desa Penyediaan dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas kelembagaan dan kualitas layanan lembaga keuangan mikro (LKM) Tersedianya regulasi kesiapan dini (early warning system) dan mitigasi bencana 100% SATUAN 6 Unit Unit RTP/Kelompo k Paket Persen Unit EKSISTING 2008 7 4 196 0 4 2009 8 1 6 1 4 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 1 1 6 25. Berjalannya kemitraan 1) strategis antara UMKM. 1 Kali Luar Negeri 1 95 5 6 kali Dalam Negeri.500 8. Meningkatnya industri 1) kecil dan menengah yang berbasis potensi daerah 2) Persen Sentra Sentra Sentra 50 18 18 18 60 19 19 19 70 20 20 20 80 22 22 22 90 24 24 24 3) Sentra 18 19 20 22 24 4) Orang 5.57 . BUMD dan 2) Pengusaha Besar 3) Klautser Jumlah Perda UMKM Standar kualitas Perlu ditingkatkan Tingkat kompetitif di bawah standar 75 3 4 kali Dalam Negeri. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 INDIKATOR 5 Sarana Pengolahan RPH Berkembangnya kemitraan usaha peternakan dan perikanan Tersedianya master plan pengembangan ODTW Implementasi master plan pengembangan ODTW Terfasilitasinya sarana prasarana Pemasaran produk UMKM Meningkatnya produktivitas sentra-sentra IKM yang sudah ada: a Meningkatnya modal b Meningkatnya penggunaan teknologi c Meningkatnya managemen usaha Terbentuknya sentra IKM unggulan baru Penyediaan dukungan pengembangan usaha mikro tradisional dan pengrajin melalui pendekatan pembinaan sentra-sentra produk si/klaster disertai dukungan penyediaan infrastruktur yang makin memadai Penyediaan dukungan dan kemudahan untuk pengembangan usaha ekonomi produktif bagi usaha mikro/sektor informal dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi rangka mendukung pengembangan ekonomi pedesaan terutama didaerah tertinggal dan kantong-kantong kemiskinan Tersedianya bahan baku (SDA) Peningkatan kapasitas produksi khas lokal Tersedianya regulasi pola kemitraan strategis antara UMKM.500 6.2013 Hal .00 7 6) e. 1 Kali Luar Negeri 1 105 6 7 kali Dalam Negeri.00 6 6 2 25.

harus direvisi/disesuaikan sebagaimana bab III.770 13 Kec. pasal 78. Berkurangnya resiko kejadian bencana di wilayah Sumedang 1) 2) 3) 4) c. Meningkatnya 1) penanganan kejadian bencana/wabah dan 2) evakuasi secara cepat dan tepat INDIKATOR 5 Tersedianya sarana dan prasarana mitigasi bencana Tersedianya SDM terlatih untuk penanganan bencana 100% Tersedianya sistem peringatan dan miligasi bencana Tersedianya data dan informasi daerah rawan bencana 100% Pemanfaatan ruang sesuai dengan dokumen penataan ruang Berkurangnya pemanfaatan lahan rawan bencana untuk kawasan budidaya Tesedianya Tim Koordinasi penaggulangan bencana Meningkatnya fungsi dan peran satlak penanganan bencana Luas wilayah dan besarnya resiko bencana : (a) kebanjiran (b) kekeringan (c) kebakaran (d) longsor (e) bencana lainnya Berkurangnya jumlah korban akibat bencana Pengembangan program relokasi dari kawasan resiko tinggi bencana alam Tersedianya relawan penanganan bencana di masyarakat Terbentuknya pos penanganan bencana di masyarakat Tersedianya sarana dan prasarana penanganan bencana di masyarakat Tertatanya kawasan rawan bencana Tersedianya RTRW dan RDTR yang serasi dan berkelanjutan : SATUAN 6 Jumlah Jumlah Orang Persen Persen Persen Orang Persen Persen Persen Persen Persen Persen Persen KK Jumlah Jumlah Jumlah Lokasi EKSISTING 2008 7 6 53 2. Meningkatnya 1) pemahaman dan kesiapan masyarakat 2) dalam menghadapi bencana alam dan bencana sosial lainnya 3) 4) Kebijakan 7: Pelestarian lingkungan dan fungsi kawasan lindung di daerah a.57 . Meningkatnya 1) pelestarian lingkungan dan Pengelolaan Kawasan Lindung (a) RTRW Kab Sumedang 1 Paket RTRW Kabupaten Sumedang tahun 20022012. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang 1 - - - RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .No. 1 MISI 2 manajemen bencana yang semakin baik” KEBIJAKAN 3 Manajemen Bencana melalui sistem tata kelola penanganan bencana alam dan sosial SASARAN 4 warning system ) dan 2) mitigasi bencana 3) 4) b. ayat (4) butir c UU No.2013 Hal .000 277 520 2009 8 5 125 60 20 30 30 30 60 60 40 60 60 60 40 200 250 55 55 520 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 5 125 180 40 50 50 185 70 70 50 70 70 70 50 200 280 55 55 520 5 125 180 60 60 60 190 80 80 60 80 80 80 70 200 300 55 55 520 6 125 180 80 75 75 190 90 90 70 90 90 90 80 200 325 55 55 520 3) 4) d. DRB 20 25 780 50 50 25 50 50 50 30 1.

waduk jatigede. waduk jatigede.zona industri jatinangor cimanggung.92% dengan 171 desa dan 7 kelurahan atau 64.26% dari 277 desa dan kelurahan Terdapat 6 kecamatan belum memiliki rencana tata ruang yaitu Kecamatan Surian. Cisitu dan Cibugel Terdapat 13 rencana tata ruang kecamatan yang telah disusun harus direvisi Perguruan tinggi jatinangor. pusat pemerintahan kabupaten dan daerah rawan bencana alam Belum tesedianya zonning regulation (pengaturan blok peruntukan lahan) terutama di kawasan cepat tumbuh yaitu kawasan perguruan tinggi jatinangor. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 INDIKATOR 5 SATUAN 6 EKSISTING 2008 7 Sampai dengan tahun 2008.No.2013 Hal . zona industri jatinangor cimanggung. Tanjungkerta. Ganeas. Tanjungmedar.57 . kecamatan yang telah memiliki rencana tata ruang sebanyak 20 kecamatan atau 79.koridor tol cisumdawu. koridor tol cisumdawu dan pusat pemerintahan kabupaten 2009 8 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 (b) RDTR Kecamatan 6 Paket - 1 1 2 6 Paket - 2 2 2 13 Paket - 3 4 3 (c) RDTR kawasan strategis 6 Paket - 2 2 2 (d) Tesedianya zonning regulation (pengaturan blok peruntukan lahan) di kawasan cepat tumbuh 5 Paket - 1 2 1 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .

238 peraturan perijinan pemanfaatan ruang perlu dikaji dan ditinjau kembali - 100 100 100 100 (c) (d) Lestarinya kawasan lindung Peraturan standar pelayanan minimal perijinan pemanfaatan ruang Terwujudnya kerjasama antar daerah perbatasan dalam pemanfaatan ruang (Kabupaten Bandung.686 - (g) Persen - 100 100 100 3) Pengendalian Pemanfaatan Ruang RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 . RUTR/RDTR Kecamatan Tanjungsari.2013 Hal .686 1 3. Garut. Buahdua dan Conggeang serta kawasan waduk Jatigede Baru tersedia 1 dokumen RTBL untuk kawasan koridor jatinangor 2009 8 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 (e) Tersedianya Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang 8 paket 2 6 - - (f) 2) Tersedianya RTBL Kawasan Cepat Tumbuh dan Kawasan Strategis 5 paket - 1 1 2 Pemanfaatan Ruang Belum teridentifikasinya secara rinci dan menyeluruh rasio penggunaan lahan di wilayah kabupaten Sumedang (a) Rasio jenis penggunaan lahan wilayah kabupaten sumedang Persen 100 100 100 100 (b) Rasio ruang terbuka hijau wilayah kabupaten dan kawasan perkotan minimal 30% Persen Belum teridentifikasinya secara rinci dan menyeluruh luas RTH wilayah kabupaten dan kawasan perkotaan 27. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 INDIKATOR 5 SATUAN 6 EKSISTING 2008 7 Belum tesedianya 8 Raperda rencana tata ruang untuk RTRW kabupaten.No. Pamulihan.686 - 3. Indramayu.686 - 3. dan Subang) Ha 1 paket 3. Rancakalong. Majalengka.57 . Sukasari.

publikasi dan pelatihan penataan ruang 1 Paket 1 1 1 1 (d) Kelembagaan Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Terwujudnya kerjasama antar daerah perbatasan dalam pengendalian pemanfaatan ruang (Kabupaten Bandung. dan Subang) 1 Paket 2 - - - (e) Persen - 100 100 100 4) 5) 6) Tersusunnya kebijakan insentif dan disinsentif pemanfaatan ruang 100% Terwujudnya sistem informasi keruangan yang handal dan mutakhir serta tersosialisasi dengan baik Meningkatnya kapasitas kelembagaan lintas sektor dalam pengendalian dan pemanfaatan ruang Paket Paket Persen Paket Paket Persen Kelompok Ha 100 45 25 1.250 1 100 3 3 60 231 1.2013 Hal . evaluasi dan koordinasi penaatan ruang 5 Paket 1 1 1 1 (b) Sistem informasi data spasial daerah (IDSD) 1 Paket - 1 - 1 (c) Sosialisasi. Garut.250 100 3 3 52.5 431 Masih adanya lahan kritis seluas 10.5 331 1.No.44. dunia usaha dan masyarakat belum secara menyeluruh dilakukan monitoring dan evaluasi serta dikoordinasikan dalam penyelesaiannya apabila ada ketidaks esuaian antara rencana dengan realita dilapangan Belum tersedianya sistem informasi data spasial daerah yang memadai rencana tata ruang perlu disosialisaikan kepada masyarakat sekaligus pelatihan aparatur dan stakeholders lainnya yang terkait dengan penataan ruang Perlunya penguatan kelembagaan penataan ruang melalui TKPRD Belum dilaksanakan kerjasama antar daerah dalam pengendalian pemanfaatan ruang 37. Meningkatnya penanganan kerusakan dan pencemaran 7) Rasio kepemilikan lahan (13 Kecamatan) 8) Rasio lahan bersertifikat (13 Kecamatan) 9) Terkendalinya pemanfaatan ruang Pembinaan dan pemberdayaan kelompok tani 10) Gerhan 1) Tercapainya Rehabilitasi lahan kritis RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 . Majalengka.250 1 100 3 3 67. Indramayu.5 150 1. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 INDIKATOR 5 SATUAN 6 EKSISTING 2008 7 Pemanfaatan rencana tata ruang yang dilaksanakan oleh pemerintah.55 ha 2009 8 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 (a) Monitoring.57 .250 b.

37 31. Meningkatnya kemitraan antara 1) pemerintah. Meningkatnya cakupan layanan air bersih 1) 2) Persen Persen Persen Persen Persen Persen RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .05 41. Meningkatnya Kondisi 1) Jaringan Irigasi 2) 3) 4) 32.06 23.53 27. Sumur Resapan Air Hujan) Tersedianya Tempat Pengelolaan Terpadu (TPST) dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah yang tidak menggunakan sistem terbuka (open dumping) Tersedianya regulasi kemitraan antara pemerintah.72 51.98 20.38 40 15 15 15 15.38 40 4) 5) 6) c.61 65.38 46 40 70 70 48 62.24 50.51 b.97 33.00 90 95 58.40 67. air bersih serta infrastruktur lainnya di daerah a.34 17.00 95 100 61.60 60.04 29. Gully Plug.87 34.26 44. dunia usaha dan masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan kawasan lindung Terlaksananya kemitraan antara pemerintah.07 47.57 28.55 30.17 39.38 40 15 20 15 15.39 66. dunia usaha dan masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan kawasan lindung (Perda Kawasan Lindung) Terlaksananya kemitraan antara pemerintah. dunia usaha dan masyarakat dalam pengembangan Unit/Kelompo hutan tanaman rakyat dan hutan kemasyarakatan k (HR Kemitraan dan PHBM) Rasio jaringan irigasi R Berat Rasio jaringan irigasi R Sedang / Ringan Rasio jaringan irigasi dalam kondisi baik Meningkatkan Peran dan Fungsi P3A Mitra Cai Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik 70% Proporsi jembatan dalam kondisi baik 80% Meningkatnya aksesibilitas daerah terisolir Meningkatnya aksesibilitas daerah perbatasan Meningkatnya ketersediaan sarana air bersih Meningkatnya peran dan fungsi pengelola air bersih pedesaan Persen Persen Persen Persen 71 6 6 6 6 Kebijakan 8: Meningkatkan kualitas pengelolaan dan penyediaan Jaringan jalan dan jembatan.6 95.05 75.2013 Hal .8 77. irigasi.00 80 80 51.70 60.No.42 Aktif 29.2 85. dunia usaha dan masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan 2) pengelolaan kawasan lindung 3) Unit - - - 1 - Kel/orang - 50 50 50 50 Orang - 50 50 50 50 Paket - 1 - - - 4) Ha 500 500 500 500 500 5) Meningkatnya kemitraan antara pemerintah. Meningkatnya Kondisi 1) Jalan dan Jembatan 2) 3) 4) c.65 48.00 85 90 54.50 50.98 44.57 .02 24. dunia usaha dan masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan kawasan lindung (Penghijauan Lingkungan) SATUAN 6 Ha Persen Persen Persen Persen Unit EKSISTING 2008 7 68 20 10 25 23.38 40 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 10 10 10 15 20 15 15.62 Belum Aktif 70. dunia usaha dan masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan kawasan lindung Tersedianya regulasi kemitraan antara pemerintah.4 70.90 70.41 69.1 120 2009 8 10 20 20 15 15.59 55. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 pencemaran lingkungan 2) 3) INDIKATOR 5 Tercapainya reklamasi galian C Tercapainya penanganan pencemaran: (a) Air 100% (b) Tanah 100% (c) Udara 100% Rasio tempat pemakaman umum per satuan penduduk Meningkatkan penanganan konservasi tanah dan ar (Dam Penahan Erosi.28 68.

812 45. Sumedang Selatan. Pemantapan 1) Perencanaan Pembangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang 2) Tersedianya lahan untuk pusat pemerintahan Ha 10 10 10 - Terwujudnya bangunan kantor. Sumedang Tanjungsari. wilayah Kabupaten Utara. prasarana dan sarana pusat pemerintahan Ha - - 12 10 g. pengangkutan dan pengolahan sampah di TPA 1 : 9.409 58. dsk) Penyusunan standar operasional TPA Cibeureum Wetan 1 : 8.568 65.57 . 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 d. retribusi pemungutan.No.614 39. Meningkatnya fasilitasi 1) persiapan 2) pembangunan jalan 3) tol Cisumdawu. bidang persampahan 18 tentang yang tidak sesuai pengelolaan dengan UU. informasi dan administrasi SATUAN 6 Paket Paket EKSISTING 2008 7 1 1 Belum tersedia data rencana Penanganan dampak sosial Bendungan Jatigede 2009 8 1 1 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 1 1 1 1 1 1 Persen 100 - - - Tersedianya master plan penanganan persampahan Paket Penyusunan Penyusunan master plan master plan Belum ada master plan persampahan persampahan penanganan wilayah 1 wilayah 2 persampahan di 5 (Sumedang (Cimanggung.2013 Hal .4 20 20 20 20 20 2) 3) 4) Rasio tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk Persentase penanganan sampah Tertanganinya limbah (a) Padat (b) Cair (c) Gas (d) Bahan Berbahaya Beracun (B3) (e) Limbah medis TPS/Jiwa Persen Persen Persen Persen Persen Persen 1 :12. Meningkatnya 1) kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha dalam penyediaan dan Tersedianya regulasi kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha dalam penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur daerah Buah - 1 1 1 1 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 . dsk) dsk) Peraturan-peraturan Sosialisasi UU No. dan bendungbendung lapang e. informasi dan administrasi Tersedianya Perencanaan pendukung Tersedianya data. Ganeas.460 52.78 20 20 20 20 20 f. Bendung Jatigede.24 10 10 10 Kurang optimalnya opersional pengolahan limbah di RS dan Puskesmas Baru terbebaskannya lahan seluas 2 ha menunggu pembebasan lahan selesai dan bantuan biaya dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat 1 : 10.8 20 20 20 20 20 Penyusunan laporan dan pendataan WR/ wajib retribusi persampahan wilayah 2 1 :7. waktu dan persampahan kondisi Penyusunan perda kebersihan. Jatinangor.32 20 20 20 20 20 Penyusunan Penyusunan master plan master plan persampahan persampahan wilayah 4 (Tomo. wilayah 3 dsk) (Cimalaka. Meningkatnya Pengelolaan Persampahan dan limbah di Daerah perkotaan dan kawasan industri 1) INDIKATOR 5 Tersedianya data.

459 293 400 11) Ruang Parkir Tepi Jalan 12) Ruang Parkir Gedung 13) Jumlah jaringan Komunikasi: Jaringan Komunikasi Mobile Jaringan Komunikasi Stasioner Sambungan Sambungan 110 Mobile 6.528 40 30 372 83 2 3.000 7.895.750 245 26 9. 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur daerah 2) INDIKATOR 5 Terlaksananya kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha dalam penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur daerah Fasilitasi dan pemberian dukungan serta kemudahan untuk pengembangan inkubator teknologi dan bisnis. swasta dan masyarakat Fasilitasi dan pemberian dukungan serta kemudahan untuk pengembangan jaringan produksi dan distribusi melalui pemanfaatan teknologi informasi.000 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .200 200 300 252 1.16 59.360 30 25 413 80 1 3.895.260 220 300 277 1.000 6.20 11 68. Meningkatnya Fasilitas Sarana Prasarana Perhubungan. termasuk dengan memanfaatkan fasilitas litbang pemerintah daerah dan melalui kemitraan publik.388 3.17 9 62.000 7.910 180.475 3.980 Mobile 120.57 .895.900 160.704 50 35 335 86 3 3. komunikasi dan informatika 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) Rasio Pelayanan Terminal: Pelayanan Kendaraan Pelayanan Penumpang Kendaraan/hari Orang/Hari SRP (Satuan Ruang Parkir) SRP (Satuan Ruang Parkir) 229 1.19 10 65.389 266 340 335 1.000 230 20 8.161 0.749 4.No.161 0.357 3.250 235 22 8.161 0.500 240 24 8.161 0.161 0.895.084 70 60 271 92 h.895.560 3.15 8 56.990 140.2013 Hal .920 14) Rasio Wartel/Warnet terhadap Penduduk: Jumlah Wartel Jumlah Warnet Jumlah Surat Kabar Nasional dan Lokal yang 15) masuk daerah 16) Jumlah Penyiaran Radio/TV Lokal: Radio Swasta Stasiun Radio 4 5 6 Sambungan Sambungan Eksemplar 225 19 8.323 242 330 305 1.000 7. pengembangan usaha kelompok dan jaringan usaha antar UMKM dalam wadah koperasi serta jaringan antara UMKM dan usaha besar melalui kemitraan usaha Penyediaan infrastruktur dan jaringan pendukung bagi usaha mikro serta kemitraan usaha Jumlah arus penumpang angkutan umum Rasio ijin trayek Jumah Terminal Bis dan Sub Terminal Jumlah Orang yang terangkut angkutan umum Jumlah uji kir angkutan umum Rasio ketersediaan fasilitas lalu lintas Pelayanan Jaringan Lalu Lintas Rasio keselamatan lalu lintas Rasio pengujian kendaraan bermotor SATUAN 6 Buah EKSISTING 2008 7 - 2009 8 1 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 2 3 4 3) Unit - 1 1 1 1 4) Koperasi - 1 2 3 4 5) Unit Orang Persen Unit Orang/Hari Kendaraan Persen Persen Kejadian Persen 3.890 60 45 301 89 4 3.

57 .go.14 46. Meningkatnya Ketersediaan Air Baku 1) untuk Pertanian dan Air Bersih untuk 2) masyarakat 4) d. g. Terehabilitasinya kantor UPTD b.id Pameran potensi daerah Telecenter Kecamatan Desiminasi Informasi langsung Pengembangan layanan informasi elektronik SKPD terintegrasi Persentase rumah tinggal bersanitasi Rasio rumah layak huni Tertanganinya masalah kawasan perkotaan: (a) Terpeliharanya drainase perkotaan (b) Terpeliharanya dan terbangunnya trotoar Rasio bangunan ber IMB Persentase luas pemukiman yang tertata Terfasilitasinya fasum dan fasos perumahan: Terbangunnya kantor kecamatan baru a. i.7 20 25 2 18 100 100 100 100 100 100 100 500 1 2 104 27 84.sumedang.16 51.07 66.16 20 27 46.17 36. Berkembangnya bagi pemenuhan Penciptaan dan kebutuhan pertanian Pemanfaatan Energi dan masyarakat Alternatif 1) 2) Peningkatan infrastruktur listrik pedesaan Jumlah rumah tangga yang menggunakan listrik Tersedianya regulasi Penciptaan dan Pemanfaatan Energi Alternatif Terlaksananya Penciptaan Energi Alternatif Berkembangnya pemanfaatan energi alternatif di masyarakat Tersedianya master plan potensi dan rencana pembangunan Air Baku untuk Pertanian dan Air Bersih untuk masyarakat Terbangunnya ketersediaan air baku dan air bersih Persentase Rumah Tangga yang menggunakan Tersedianya regulasi mengenai Pelestarian dan air perlindungan sumber-sumber mata air Terpeliharanya sumber.263 2.489 17) Pelayanan Komunikasi dan Informasi i Meningkatnya sarana dan prasarana ke cipta karyaan 1) 2) 3) Kegiatan Buah Kegiatan Jaringan Persen Persen Persen Persen Persen Persen Unit Unit Unit Persen Persen Persen Persen Persen Persen Tiang KK 52 72. f.24 26. c.700 2009 8 1 1. e.2013 Hal . 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 - INDIKATOR 5 Radio Komunitas TV lokal Jumlah Pengunjung Web Site www.16 78. Terehabilitasinya kantor kecamatan tersebar Terehabilitasinya gedung kantor DPUK Tersusunnya data base SD/MI Tersusunnya data base SMP/MTs Tersusunnya data base SMA/SMK/MA Tersusunnya data base bangunan kesehatan Tersusunnya data base bangunan kecamatan SATUAN 6 Stasiun Radio Stasiun TV Orang EKSISTING 2008 7 53 1.16 35 45 56. h. d.7 24 16 10 50 6.1 56.96 75 79 60 6 22 100 500 1 16 156 27 92. debit dan kualitas mata air 1) 2) 3) Paket Unit KK Paket Paket Paket Mata Air 5 5 340 78 2 1 25 1 1 1 350 2 1 25 350 1 1 25 2 350 1 25 2 350 c. Meningkatnya 1) Pelestarian dan perlindungan sumber2) sumber mata air RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .7 40 26 4 20 100 500 10 130 27 88.46 90 90 80 8 24 100 500 4) 5) 6) a.870 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 54 55 56 2 3 4 2.350 222. Meningkatnya Kebijakan 9: Meningkatkan cakupan Elektrifikasi ketersediaan energi Perdesaan dan listrik perdesaan serta ketersediaan air b.16 65.300 78 80.No.67 60 67.057 2.

No.2013 Hal .57 . 1 MISI 2 KEBIJAKAN 3 SASARAN 4 3) INDIKATOR 5 Terpeliharanya kawasan perlindungan mata air SATUAN 6 Unit EKSISTING 2008 7 3 2009 8 2 TARGET PENCAPAIAN TAHUNAN 2010 2011 2012 9 10 11 2 2 2 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .

2013 12 65.88 9.00 60.00 40.79 1 : 20 1 : 240 1 : 480 1 : 25 1 : 40 1 : 40 1:1 1:1 1:1 75.75 67.00 50.00 99.23 99.00 1 : 960 1 : 40 1 : 40 1:1 1:1 99.00 50.2013 Hal .00 120.95 98.57 .00 68.07 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .

500 1 : 15.500 1 : 545.95 0.2013 Hal .500 1 : 2.98 99.00 35.00 90.00 5.00 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .00 80.57 .500 1 : 3.000 1 : 80 1 : 4.99 99.00 - - 36 30 35 1 : 100 1 : 34.9 99.000 1 : 40.80 5.000 1 : 4.00 <1 70.837 1 : 15.00 95.2013 12 99.02 285.000 69.00 35.

00 70.50 2 2 75.00 - - 78 3 100 2.98 43.00 79.60 <1.00 3.2013 12 2.57 .13 40.000 268 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .00 100.98 90.00 70.00 100.75 8.00 59.96 75.2013 Hal .

57 .2013 Hal .2013 12 2 227 2 10 1 1 19 2 3 5 1 1 1 1 5 1 1 1 2 1 57 1 1 52 125 125 80 330 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .

00 5.00 6.00 kali/thn 1.00 10.00 75.2013 Hal .2013 12 322 35.600 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .00 2.00 80.20 12.00 721 130 31 100 100 2 79 50 6 1.57 .00 75 77 75 5.80 19.85 kali/thn 100 99 99 80.00 8.

00 5 100 400 3 3.041.2013 Hal .437. 15 Janda PKRI 1 60 60 10 10 50 100 100 100 70 15 20.2013 12 59 KT.684.00 90. 30 pengusaha 50 100 6 MPN.00 90. 1 TMPD 6 PKRI.590 1:5 24. 15 Orsos. 1 TMP.77 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .945. 30 TANAGA 24 Tomas. 55 PSM.390 1.57 .

761 4.000 1 Perda 2 200 74 74 5.000 1.000 560 75 50.250 337 342 105 74.00 800 300 300 7.2013 Hal .2013 12 1.000 1.50 100 100 1:2 75 50 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .57 .

00 55 11.57 .380.375 552 1.181 461 95 19 103 25 600 30 20 7 5 2 1 1 1 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .000 20.650.000 1.2013 Hal .2013 12 55 Peningkatan rerata pendapatan 10%/Tahun Peningkatan rerata pendpatan 10%/Tahun 1.

00 5 200 2 272 1 4 kali pelantikan mutasi jabatan 20 120 100.00 100.00 100.00 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.2013 12 1 52 1 73 90.00 100.00 100.00 100.57 .00 100.2013 Hal .

57 .2013 Hal .000 3 5 5 80 - 30 - RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .2013 12 100 100 60 1 60 3.

57 .033 343 7 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .2013 12 100 26 - 2 4 - 1 1 4.2013 Hal .

2013 12 100 13 12 2 20 20 - 200 200 200 300 1 3.78 5 4 6 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .49% 30.000 8.42 4.57 .2013 Hal .

400 20 Seluruh Pegawai 24 1 1 1 1 1 1 5 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .500 80 1.57 .2013 12 20 40 15 5 3 2 1 100 200 2.2013 Hal .

300 43 12 DKP efektif 64.833 78 281 36 800 - 1.749 4.2013 Hal .5 70 70 10.529 2.2013 12 50 25 48 1 656.350 2 400 277 1.57 .134 13.64 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .354 18.

57 .68 Penurunan gagal panen akibat serangan hama penyakit sebesar 1% / thn dari luas panen < 100.82 6.185 4 5 6 25 9 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .43 16.000 negatif 1 1.57 77.000 negatif < 100 negatif < 1.66 73.53 29.000.2013 12 49.68 31.29 1.2013 Hal .

09 Bantuan Benih Kedelai 995 Kg 6.57 100 66.300 3.57 .2013 Hal .2013 12 Pembatasan perijinan alih fungsi lahan pertanian terutama sawah irigasi 25 33.370 72.01 Bantuan Benih Jagung 21 ton 66.320 4.120 3% 2 20 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .

000 10 5 5 2 1 2 3 3 3 60 2 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .2013 12 1 10 190 2 5 300 6 8 42 4 4 2 1 1 1.000 1.2013 Hal .57 .

500 1 2 1 73.230 183.2013 Hal .823 55.89 30 500 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .141 16.2013 12 3 5.575 1.164 137.57 .5 3 5.000 UKM 249 LKM 75.00% 378.185 55 1 1 1 50 277 5 90.

57 .2013 12 500 26 50 50 10.2013 Hal .00 6 26 10 - RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .

2013 Hal .57 .2013 12 12 2 30 1 90 30 12 250 250 330 50 2 24 2 3 400 250 28 30 100 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .

57 .2013 Hal .2013 12 - 1 1 2 2 4 1 1 1 2 1 4 1 - RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .

2013 Hal .00 8 100 26 26 26 26 10.i 1 Kali Luar Negeri 1 125 UMKM 125 UMKM 25 25 - RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .57 .2013 12 1 6 2 25.000 8 8 kali Dalam Neger.

2013 Hal .57 .2013 12 6 125 180 100 100 100 185 100 95 80 95 95 95 90 200 330 57 57 520 - RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .

2013 12 2 - 3 - 1 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .2013 Hal .57 .

686 - 100 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .2013 Hal .57 .2013 12 - 1 100 100 3.

2013 Hal .2013 12 1 - 1 - 100 100 4 4 75 431 1.250 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .57 .

51 40.58 50.42 70.2013 12 10 15 15 15 15.05 100 100 65 100 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .99 49.57 .05 80.2013 Hal .38 40 - 50 50 - 500 6 22.5 36.

94 10 10 10 20 20 - 10 1 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .2013 Hal .57 . dsk) Penyusunan juklak juknis pewadahan sampah model 3R 1 : 6.2013 12 1 1 - Penyusunan master plan persampahan wilayah 5 (Darmaraja.880 71.

57 .186 4.2013 12 5 1 5 5 3.000 7 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .895.930 250 28 10.21 12 72.288 80 70 244 95 369 1.000 7.2013 Hal .161 0.532 322 500 200.

2013 Hal .57 .738 2 26 182 27 96.16 100 100 100 100 10 26 100 500 1 25 1 350 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .03 76.2013 12 57 5 2.

2013 Hal .2013 12 2 RPJMD Kabupaten Sumedang 2009 .57 .

1 . Tata Cara Penyusunan. b. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2009 – 2013. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 150 ayat (3) huruf e Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah juncto Pasal 15 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Perda No. perlu membentuk peraturan daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013.PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2009 – 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMEDANG. bahwa Kabupaten Sumedang memerlukan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah sebagai arah dan prioritas pembangunan selama 5 tahun kedepan yang dilakukan secara bertahap dalam rangka penjabaran Rencana Jangka Panjang Daerah Kabupaten Sumedang 2005-2025 Tahap II (2009-2013) dan penjabaran visi dan misi Kepala Daerah Terpilih periode 2008-2013 untuk mempercepat peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.13 Tahun 2008 Tentang RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal . c. Menimbang : a. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47.Mengingat : 1. 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389). Undang-Undang nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66 Tambahan Lembaran Negara Repuklik Idonesia Nomor 4400) 8. Tambahan Perda No. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. 2. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. 4. Undang-Undang nomor 22 tahun 2003 tentang Susunan dan kedudukan Majelis Permusyawartan Rakyat. 5. 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421). Dewan Perwakilan Daerah.13 Tahun 2008 Tentang RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal .2 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4310). 9. 6. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Jawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950). Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. Dewan Perwakilan Rakyat. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 92.

Peraturan Pemerintah Nomor 79 Pedoman Pembinaan Dan Penyelenggaraan Pemerintah Negara Tahun 2005 Nomor 165. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4587).3 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4585).13 Tahun 2008 Tentang RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal .Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 150. 15. Tahun 2005 tentang Pengawasan Atas Daerah (Lembaran Tambahan Lembaran Perda No. 10. 17.Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 No 126. 13.Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 68. 12. 11. 16.Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59.Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 66.Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4725).Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 33. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4700). 14. Negara Nomor 4593).Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4723).

Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 140. 19. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). 25. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 22. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 40 Tambahan Lembaran Lembaran Republik Indonesia Nomor 4826) 26. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663). 21. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817).Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97. 20.13 Tahun 2008 Tentang RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19. 24. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664). Pemerintahan Daerah Provinsi. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48. Tata Cara Penyusunan. Perda No.18.4 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816). dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. 23. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah.

28. 31.Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725). Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sumedang (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 10). Perda No. (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 2). Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 33 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumedang (Lembaran Daerah Tahun 2003 Nomor 20 Seri E).13 Tahun 2008 Tentang RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal . Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat 2010 (Lembaran Daerah Tahun 2003 Nomor 2 Seri E).5 . Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2007 tentang Kerjasama pemerintah dengan swasta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor : 151). 27. 33. 29. 30. Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sumedang Tahun 2005-2025. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. 32. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Tahun 2004-2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 11).

maupun peningkatan indeks pembangunan manusia. lapangan berusaha. Perencanaan Pembangunan Daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya. 3. berdaya saing. 4. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat. melalui urutan pilihan.Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SUMEDANG dan BUPATI SUMEDANG MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2009 . 9. Kepala Daerah adalah Bupati dan Wakil Bupati Sumedang. guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu.6 . baik dalam aspek pendapatan. Pembangunan daerah adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disebut DPRD adalah Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah Kabupaten Sumedang. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah Kabupaten Sumedang. Daerah adalah Kabupaten Sumedang. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. 5. 7. kesempatan kerja. 2. akses terhadap pengambilan kebijakan. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah selanjutnya disebut BAPPEDA adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang membantu Kepala Daerah dalam perencanaan pembangunan. Peraturan Daerah selanjutnya disebut Perda adalah Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang. Perda No.13 Tahun 2008 Tentang RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal . 6. 8.2013 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1.

16. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah atau disebut RenjaSKPD adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun. Indikator kinerja adalah alat ukur untuk menilai keberhasilan pembangunan secara kuantitatif dan kualitatif. Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang selanjutnya disingkat Musrenbang adalah forum antarpemangku kepentingan dalam rangka menyusun rencana pembangunan daerah.10. Perda No. 19. 23. Rencana Kerja Pembangunan Daerah yang selanjutnya disingkat RKPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun. 13.13 Tahun 2008 Tentang RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal . Pemangku kepentingan atau disebut dengan stakeholders adalah pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. 15. 22. 20. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk mencapai sasaran dan tujuan serta untuk memperoleh alokasi anggaran atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. 12. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah yang selanjutnya 11. 14. 21. 17. Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat dengan Renstra-SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. 18. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah untuk mencapai tujuan. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.7 . Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Prakiraan maju adalah perhitungan kebutuhan dana untuk tahuntahun berikutnya dari tahun anggaran yang direncanakan guna memastikan kesinambungan kebijakan yang telah disetujui untuk setiap program dan kegiatan. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun.

Pasal 3 Tujuan Penyusunan RPJMD Kabupaten Sumedang adalah tersedianya dokumen RPJM Daerah Kabupaten Sumedang sebagai: a. terarah. memuat kebijakan. menyeluruh. c. Pedoman bagi seluruh stakeholders pembangunan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. berkelanjutan.8 . Pedoman dalam penyusunan Rencana Pembangunan Tahunan Daerah tertuang dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). BAB IV TAHAPAN PENYUSUNAN Pasal 5 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sumedang 2009 – 2013 disusun dengan tahapan: Perda No. lintas satuan kerja perangkat daerah. b. dan tanggap terhadap perubahan. Penjabaran visi. misi. BAB III RUANG LINGKUP RPJMD Pasal 4 RPJM Daerah merupakan penjabaran dari visi. indikator dan target pencapaian kinerja tahunan satuan kerja perangkat daerah. sasaran. berwawasan lingkungan. terpadu. serta kemandirian dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan Nasional. misi dan program Kepala Daerah terpilih berpedoman kepada RPJPD dan memperhatikan kepada RPJM Nasional dan Provinsi. berkeadilan.13 Tahun 2008 Tentang RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal .BAB II ASAS DAN TUJUAN Pasal 2 (1) RPJMD diselenggarakan berdasarkan demokrasi dengan prinsipprinsip kebersamaan. (2) RPJMD disusun secara sistematis. dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada RPJPD dan memperhatikan RPJM Nasional dan provinsi. dan program kewilayahan disertai dengan rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

Pasal 9 Kepala Daerah melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan RPJMD yang dituangkan kedalam rencana strategis SKPD oleh kepala SKPD. Penyusunan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara oleh Kepala Daerah. dan penetapan rencana.13 Tahun 2008 Tentang RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal . Penyusunan Rencana Kerja SKPD yang ditetapkan oleh kepala SKPD. dan b.9 . c. Pasal 10 RPJMD dijabarkan lebih lanjut ke dalam RKPD setiap tahun sebagai dasar: a. b. perumusan rancangan akhir. BAB V SISTEMATIKA RPJMD Pasal 6 RPJMD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dengan sistematika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH BAB III VISI DAN MISI BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH BAB V KERANGKA PENDANAAN BAB VI KAIDAH PELAKSANAAN BAB VII PENUTUP Pasal 7 Isi uraian sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tak terpisahkan dari peraturan daerah ini Pasal 8 RPJMD menjadi pedoman kepala SKPD dalam menyusun rencana strategis SKPD yang bersifat indikatif. pelaksanaan Musrenbang. Perda No.a. penyusunan rancangan awal. d.

10 . (2) RKPD yang berdasarkan pada Renstra 2003-2008 setelah di tetapkannya peraturan daerah ini harus dilakukan perubahan dan penyesuaian. Kepala Daerah dibantu oleh Kepala Bappeda dan Kepala SKPD lainnya dengan mempertimbangkan aspirasi berbagai stakeholders daerah. Pelaksanaan pengendalian dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Apabila terjadi kebijakan strategis dari pemerintah pusat yang berdampak terhadap capaian target dan sasaran yang telah ditetapkan. (2) Dalam menyelenggarakan perencanaan pembangunan daerah. Perda No.13 Tahun 2008 Tentang RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal . Mekanisme pengendalian dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati. dokumen RPJMD akan dievaluasi dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah. (3) Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah menyelenggarakan perencanaan pembangunan daerah sebagai penjabaran dari RPJPD dan RPJMD sesuai dengan tugas dan kewenangannya. BAB VII KELEMBAGAAN Pasal 12 (1) Kepala Daerah menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas perencanaan pembangunan daerah.BAB VI PENGENDALIAN DAN EVALUASI Pasal 11 (1) (2) (3) (4) Kepala Daerah melakukan pengendalian dan evaluasi setiap tahun terhadap pelaksanaan RPJMD. BAB VIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 13 (1) Dokumen Peraturan Daerah dan atau peraturan lainnya mengenai perencanaan pembangunan daerah sepanjang tidak bertentangan dengan RPJMD masih tetap berlaku sampai dengan diundangkannya Peraturan Daerah ini.

Agar setiap orang mengetahuinya.11 .BAB IX KETENTUAN PENUTUP Pasal 14 Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku maka Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Rencana Strategis Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2003-2008. 2008 BUPATI SUMEDANG. DON MURDONO Diundangkan di pada tanggal Sumedang ……. 2008 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN SUMEDANG. dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 15 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. ATJE ARIFIN ABDULLAH LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG TAHUN NOMOR Perda No. Ditetapkan di pada tanggal Sumedang …….13 Tahun 2008 Tentang RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2009-2013 Hal . memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Sumedang.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->