Anda di halaman 1dari 14

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK DAN LABORATORIUM PADA SISTEM PENCERNAAN

Kelompok 4
Ayu Ramadhania Karlina sarjono Ramal Agustin Riskia Amalia Tiara Gustiwiyana Inggi Wilantika Linda Oktariza Ria Lestari Siti Sarah S. Vera Badrianti

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Pemeriksaan Kerongkonga n Intubasi Endoskopi Laparoskopi Rontgen Parasentesis USG

Pemeriksa an Kerongko ngan

Pemeriksaan barium. Penderita menelan barium dan perjalanannya melewati kerongkongan dipantau melalui fluoroskopi (teknik rontgen berkesinambungan yang memungkinkan barium diamati atau difilmkan).

Manometri. Manometri adalah suatu pemeriksaan dimana sebuah tabung dengan alat pengukur tekanan dimasukkan ke dalam kerongkongan.

Uji Bernstein (Tes Perfusi Asam Kerongkongan). Pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan apakah nyeri dada disebabkan karena iritasi kerongkongan oleh asam / ada peradangan di kerongkongan

Pengukuran pH kerongkongan. Mengukur keasaman kerongkongan bisa dilakukan pada saat manometri.

Intubasi Nasogastrik

Intubasi
memasukkan sebuah selang plastik kecil yang lentur melalui hidung atau mulut ke dalam lambung atau usus halus.

Intubasi Nasoenterik.
Pada intubasi nasoenterik, selang yang dimasukkan melalui hidung lebih panjang, karena harus melewati lambung untuk menuju ke usus halus.

Pada intubasi nasogastrik, sebuah selang dimasukkan melalui hidung menuju ke lambung.

Endoskopi
Endoskopi adalah pemeriksaan struktur dalam dengan menggunakan selang/tabung serat optik yang disebut endoskop. Endoskop yang dimasukkan melalui mulut bisa digunakan untuk memeriksa: Kerongkongan (esofagoskopi) Lambung (gastroskopi) Usus halus (endoskopi saluran pencernaan atas). Jika dimasukkan melalui anus, maka endoskop bisa digunakan untuk memeriksa: Rektum dan usus besar bagian bawah (sigmoidoskopi) . Keseluruhan usus besar (kolonoskopi). Diameter endoskop berkisar dari sekitar 0,6 cm-1,25 cm dan panjangnya berkisar dari sekitar 30 cm-150 cm.

Laparoskopi
Laparoskopi adalah pemeriksaan rongga perut dengan menggunakan endoskop.Laparoskopi biasanya dilakukan dalam keadaan penderita terbius total. Setelah kulit dibersihkan dengan antiseptik, dibuat sayatan kecil, biasanya di dekat pusar.Kemudian endoskop dimasukkan melalui sayatan tersebut ke dalam rongga perut.

Rontgen
Foto polos perut. Foto polos perut merupakan foto rontgen standar untuk perut, yang tidak memerlukan persiapan khusus dari penderita. Sinar X biasanya digunakan untuk menunjukkan: Suatu penyumbatan . kelumpuhan saluran pencernaan . pola udara abnormal di dalam rongga perut. pembesaran organ (misalnya hati, ginjal, limpa).

Parasentesis
Parasentesis adalah memasukkan jarum ke dalam rongga perut dan mengambil cairannya.

USG Abdomen
USG menggunakan gelombang udara untuk menghasilkan gambaran dari organ-organ dalam. USG bisa menunjukkan ukuran dan bentuk berbagai organ (misalnya hati dan pankreas) dan juga bisa menunjukkan daerah abnormal di dalamnya. USG juga dapat menunjukkan adanya cairan.

Pemeriksaan Darah Samar


Perdarahan di dalam saluran pencernaan dapat disebabkan baik oleh iritasi ringan maupun kanker yang serius.

Pemeriksaa n makrosko pik Pemeriksaa n Mikroskopi

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Bau
Bau normal : beraroma khas, bukan bau busuk. Sedangjan bau tidak normal : Baunya sangat busuk. Dicurigai, ada pembusukan yang tidak normal oleh bakteri di usus.Indol, skatol dan asam butirat menyebabkan bau normalpad a tinja.

Jumlah
Dalam keadaan normal jumlah tinja berkisar antara 100--250 gram per hari.Banyaknya tinja dipengaruhi jenis makanan

Warna
Tinja normal kuning coklat dan warna ini dapat berubah mejadi lebih tua dengan terbentuknya urobilin lebih banyak. Selain urobilin warna tinja dipengaruhi oleh berbagaijenis makanan,

Pemeriksaan Makroskopik

Parasit
Diperiksa pula adanya cacing Ascaris, Ancylo stoma dan lain-lain yang mungkin didapatkan dalam tinja.

Darah
Adanya darah dalam tinja dapat berwarna merah muda, coklat atau hitam.

Protozoa
Pemeriksaan Mikroskopik
Biasanya didapati dalam bentuk kista, bila konsistensi tinja cair baru didapatkan bentuk trofozoit. Telur cacing yang mungkin didapat yaitu Ascaris lumbricoides,Necator americanus, Enterobius vermicularis, Trichuris trichiura, Strongyloides stercoralis dan sebagainya.

Leukosit
Dalam keadaan normal dapat terlihat beberapa leukosit dalam seluruh sediaan.

Eritrosit
Hanya terlihat bila terdapat lesi dalam kolon, rektum atau anus. Sedangkan bila lokalisasi lebih proksimal eritrosit telah hancur.

Kristal Kristal dalam tinja tidak banyak artinya. Dalam tinja normal mungkin terlihat kristal tripel fosfat, kalsium oksalat dan asam lemak. Sisa makanan Hampir selalu dapat ditemukan juga pada keadaan normal, tetapi dalam keadaan tertentu jumlahnya meningkat dan hal ini dihubungkan dengan keadaan abnormal.