0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
755 tayangan9 halaman

Materi Ciliata

Ciliata adalah protozoa yang bergerak menggunakan silia (rambut getar). Mereka memiliki dua inti sel, makronukleus dan mikronukleus, serta berbentuk oval. Ciliata dapat hidup bebas atau sebagai parasit. Balantidium coli adalah parasit usus besar manusia dan babi yang menyebabkan balantidiasis. Parasit ini dapat menyebabkan gejala seperti diare, sakit perut, dan kekurangan nafsu mak

Diunggah oleh

Andi Dhy12
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
755 tayangan9 halaman

Materi Ciliata

Ciliata adalah protozoa yang bergerak menggunakan silia (rambut getar). Mereka memiliki dua inti sel, makronukleus dan mikronukleus, serta berbentuk oval. Ciliata dapat hidup bebas atau sebagai parasit. Balantidium coli adalah parasit usus besar manusia dan babi yang menyebabkan balantidiasis. Parasit ini dapat menyebabkan gejala seperti diare, sakit perut, dan kekurangan nafsu mak

Diunggah oleh

Andi Dhy12
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CILIATA

KELOMPOK 6
DEDI ARMAN
EDY KURNIAWAN
ANDI SYAMSUL MUARIF
FIRMANSYAH MANIPPI
Pengertian Ciliata
Ciliata adalah protozoa yang bergerak dengan
menggunakan silia (rambut getar). Ciliata disebut juga
dengan infusoria (latin, infundere = menuang), karena
umumnya hidup dalam air buangan yang mengandung
banyak zat organik.
Istilah Ciliata dalam bahasa latin adalah cilia yang
berarti rambut kecil atau Ciliophara (Yunani, Phora =
gerakan). Dalam melakukan seluruh kegiatan dan hidupnya,
cilliata menggunakan organel-organel sel berupa membran
plasma, sitoplasma, dan mitokondria.
A. Morfologi
A. Ciri Ciri Ciliata
Terdapat rambut getar ( silia )
Mempunyai sel yang memiliki dua inti, yaitu
makronukleus dan mikronukleus
Bentuk tubuhnya oval
Bersifat heterotrof
Pembelahan biner
Ada yang hidup bebas ada juga yang hidup parasit,
contohnya paramecium. a. paramecium c. vorticella
d. didiniumb. stentor paramecium
B. Siklus Hidup
Stadium kista parasit yang bertanggung jawab dalam proses
penularan balantidiasis (1). Umumnya kista tertelan melalui
kontaminasi pada makanan dan air (2). Setelah tertelan, terjadi
excystation pada usus halus, dan tropozoit berkoloni di usus
besar (3)Tropozoit dalam lumen usus besar binatang dan
manusia, dimana memperbanyak diri dengan cara pembelahan
binary fission (4). Tropozoit menjadi kista infektif (5). Beberapa
tropozoit menginvasi ke dinding usus besar dan berkembang,
beberapa kembali ke lumen dan memisahkan diri. Kista matang
keluar bersama tinja (1). (lihat siklus hidup)
C. Patogenesis & Gejala klinis
Penyakit yang ditimbulkan oleh balantidium coli hampir
mirip dengan penyakit yang disebabkan oleh Entamoeba
Histolytica. Di selaput lendir usus besar, bentuk vegetatif
membentuk abses- abses kecil yang kemudian pecah manjadi
ulkus yang menggaung. Penyakit ini dapat berlangsung akut
dengan ulkus merata pada selaput lendir usus besar. Pada kasus
berat, ulkus ini dapat menjadi gangrenyang berakibat fatal.
Biasanya disertai dengan sindrom disentri. Penyakit dapat
menjadi menahun dengan diare yang di sertai konstipasi, sakit
perut, tidak nafsu makan, muntah, dan kakeksia ( cachexia ).
Infeksi ringan Balantidium coli biasanya tidak menampakkan
gejala, bila parasit hidup dirongga usus besar.
Balantidium coli kadang kadang dapat menimbulkan infeksi
eksterintestinal, misalnya dapat menyebabkan peritonitis dan
uretritis. Pernah ditemukan bahwa Balantidium coli di hepar dan
pulmo. Bahkan di ekuador Balantidium coli ditemukan sebagai
sindrom disentris dan abses hepar.
D. Epidemiologi
Pada manusia frekuensi Balantidium coli rendah,
sedangkan frekuensi pada babi tinggi berkisar anatar 63 -
91%. Babi mengandung Balantidium coli dan Balantidium
suis. Spesies Balantidium coli dapat menular kepada
manusia sedangkan Balantidium suis tidak dapat ditularkan
kepada manusia.
Bukti epidemiologik yang menyokong pendapat
bahwa babi bukan sumber utama daripada infeksi manusia,
dan ini bertentangan dengan pendapat dahulu. Frekuensi
infeksi rendah pada manusia yang bekerja di daerah-daerah
yang ada hubungan erat antara mereka dengan babi dan
manusia refrakter terhadap infeksi dengan strain babi.
Bila terjadi suatu wabah maka manusia yang menjadi
sumber infeksi utama, di mana penularan terjadi dari
tangan ke mulut dan dari makanan yang terkena
kontaminasi.
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai