Anda di halaman 1dari 11

BAB I

I.1 Tinjauan pustaka Nematoda memiliki jumlah spesies yang terbesar di antara cacing-cacing yang hidup sebagai parasit. Cacing-cacing ini berbeda-beda dalam habitat, daur hidup, dan hubungan hospes-parasit. Besar dan panjang cacing Nematoda beragam; ada yang panjangnya beberapa milimeter dan ada pula yang melebihi satu meter. Pada umumnya cacing bertelur , tetapi ada juga yang vivipar dan berkembangbiak dengan partenogenesis. Cacing dewasa tidak bertambah banyak di dalam tubuh manusia. Seekor cacing betina dapat mengeluarkan telur atau larva sebanyak 20 sampai 200.000 butir sehari. Telur atau larva ini dikeluarkan dari badan hospes dengan tinja. Bentuk infektif dapat memasuki badan manusia dengan berbagai cara; ada yang masuk secara aktif, ada pula yang tertelan atau dimasukkan oleh vektor melalui gigitan. Hampir semua nematoda memiliki daur hidup yang telah diketahui dengan pasti. Nematoda ada yang tinggal di usus disebut Nematoda usus dan ada yang tinggal di jaringan disebut Nematoda jaringan. Nematoda jaringan salah satunya adalah Onchocerca volvulus. ONeill meneliti mikrofilaria parasit ini di dalam kulit seorang penderita di Afrika Barat pada tahun 1875. Kemudian seorang dokter Jerman menemukan cacing dalam benjolan kulit orang Negro di Ghana, Afrika Barat, lalu dinamakan sebagai Filaria volvulus oleh Leuckard 1893. Tahun 1915 Robles menemukan cacing Onchocerca di Guatemala dan oleh Brumpt diidentifikasi sebagai cacing Onchocerca caecutiens, tetapi kemudian dinamakan cacing Onchocerca volvulus. Penyebaran geografis Onchocerca volvulus adalah Amerika Tengah, dan daerah tropika Afrika. Nematoda ini memiliki vektor binatang yaitu lalat hitam Simullium sp. dan hospesnya adalah manusia. Klasifikasi Kingdom: Phylum: Class: Order: Family: Genus: Species: Animalia Nematoda Secernentea Spirurida Onchocercidae Onchocerca O. volvulus

Nama Binomial Onchocerca volvulus


Bickel 1982

BAB II PEMBAHASAN
Onchocerca volvulus
II.1 Hospes dan nama penyakit Parasit ini ditemukan pada manusia. Penyakitnya disebut onkoserkosis, onchocerciasis, river blindness, blinding filariasis. II.2 Distribusi geografik Parasit ini banyak ditemukan pada penduduk Afrika dari pantai Barat Sierra Leone menyebar ke Republik Kongo, Angola, Sudan sampai Afrika Timur. Di Amerika Tengah terbatas di dataran tinggi sepanjang sungai tempat perindukan lalat Simulium. Di Amerika Selatan terdapat di dataran tinggi Guatemala, Mexico dan bagian timur Venezuela. II.3 Morfologi dan daur hidup Cacing dewasa hidup dalam jaringan ikat; melingkar satu dengan lainnya seperti benang kusut dalam benjolan (tumor). Cacing betina berukuran 33,5 50 cm x 270 400 mikron dan cacing jantan 19 42 mm x 130 x 210 mikron. Bentuknya seperti kawat berwarna putih, opaselen dan transparan. Cacing betina yang gravid (hamil) mengeluarkan mikrofilaria di dalam jaringan subkutan, kemudian mikrofilaria meninggalkan jaringan subkutan mencari jalan ke kulit. Mikrofilaria mempunyai dua macam ukuran yaitu 285 368 x 6 9 mikron dan 150 287 x 5 7 mikron. Bagian kepala dan ujung ekor tidak ada inti dan tidak mempunyai sarung.

Gambar 1. Cacing dewasa Onchocerca volvulus 2

Gambar 2. Siklus hidup Onchocerca volvulus Bila lalat Simulium menusuk kulit dan mengisap darah manusia maka mikrofilaria akan terisap oleh lalat, kemudian mikrofilaria menembus lambung lalat, masuk ke dalam otot toraks. Setelah 6 8 hari berganti kulit dua kali dan menjadi larva infektif. Larva infektif masuk ke dalam probosis lalat dan dikeluarkan bila lalat mengisap darah manusia. Larva masuk lagi ke dalam jaringan ikat menjadi dewasa dalam tubuh hospes dan mengeluarkan mikrofilaria. Mikrofilaria tersebut menimbulkan kerusakan organ-organ tubuh manusia yang diserangnya.

. Gambar 3. Blackfly Simulium menghisap darah manusia

II.4 Patologi dan gejala klinis Ada 2 tipe onkosersiasis 1. Tipe forest dimana kelainan kulit lebih dominan 2. Tipe savanna dimana kelainan mata yang dominan Manifestasi onkosersiasis terutama berupa kelainan pada kulit, sistem limfatik dan mata. Ada dua macam proses patologi yang ditimbulkan oleh parasit ini, pertama oleh cacing dewasa yang hidup dalam jaringan ikat yang merangsang pembentukan serat-serat yang mengelilingi cacing dalam jaringan, kedua oleh mikrofilaria yang dikeluarkan oleh cacing betina dan ketika mikrofilaria beredar dalam jaringan menuju kulit. Pada umumnya lesi mengenai kulit dan mata. Kelainan yang disebabkan oleh cacing dewasa berupa benjolanbenjolan dalam jaringan subkutan yang dikenal sebagai onkoserma. Ukuran benjolan bermacam-macam dari yang kecil sampai sebesar lemon. Jumlah benjolanpun bermacammacam dari sedikit sampai lebih dari seratus. Letak benjolanpun biasanya di atas tonjolantonjolan tulang seperti pada skapula, iga, tengkorak, siku-siku, krista iliaka lutut dan sakrum menyebabkan kelainan kosmetik. Benjolan dapat digerak-gerakkan dan tidak terasa sakit ( nyeri ). Kelainan yang ditimbulkan oleh mikrofilaria lebih hebat daripada oleh cacing dewasa karena mikrofilaria dapat menyerang mata dan menimbulkan gangguan saraf-saraf optik dan retina mata. Ada beberapa anggapan tentang patologi kelainan mata, yaitu : 1) reaksi mekanik atau reaksi sekret yang dikeluarkan oleh mikrofilaria hidup, 2) toksin yang dihasilkan oleh mikrofilaria mati 3) toksin dari cacing dewasa 4) penderita super sensitif terhadap parasit. Pertama-tama gejala yang timbul adalah fotopobhia, lakrimasi, blefarospasmus dan sensasi dari benda asing. Kelainan mata lebih banyak ditemukan pada penduduk dengan banyak benjolan di bagian atas badan. Reaksi radang tidak begitu hebat bila mikrofilaria dalam keadaan hidup tetapi reaksi radang makin hebat bila mikrofilaria banyak yang mati. Hal ini perlu diperhatikan pada waktu pengobatan. Sering ditemukan limbitis, dengan pigmentasi coklat. Pada kasus menahun dapat terjadi keraritis berbintik, glaukoma, atrofi yang berakhir dengan kebutaan. Pruritic dermatitis disebabkan oleh karena gerakan mikrofilaria dan toksin yang dilepaskannya dalam kulit. Timbul rash yang berupa lingkaran-lingkaran papel kecilkecil yang berdiameter 1-3 mm. Kemudian timbul edema kulit, kulit menebal dan terjadi likenifikasi. Kulit kehilangan elastisitasnya dan menimbulkan keadaan yang disebut hanging 4

groin, yaitu kulit menggantung dalam lipatan-lipatan di bawah inguinal. Penderita akan tampak tua karena kulitnya kehilangan elastisitas.

Nodula/ onkoserma

Gambar 4. Nodula atau Onkoserma

Leopard skin hilang elastisitas

Gambar 5. Hiperpigmentasi kulit (leopard skin), kulit kehilangan elastisitas

II.5 Diagnosis Klinis : adanya nodul subkutan, hanging groin, kelainan kulit seperti kulit macan tutul (leopard skin), atrofi kulit, kelainan pada mata berupa keratitis, limbitis, uveitis dan adanya mikrofilaria dalam kornea.

Gambar 6. Nodula yang berisi mikrofilaria Parasitologik : menemukan mikrofilaria atau cacing dewasa dalam benjolan subkutan. Diagnosis dibuat dengan menemukan mikrofilaria pada biopsi kulit yakni menyayat kulit (skin-snip) dengan pisau tajam atau pisau silet kira-kira 2 - 5 mm bujur sangkar. Sayatan kulit dijepit dengan dua buah kaca obyek kemudian dipulas dengan Giemsa. Untuk menemukan cacing dewasa dapat dilakukan dengan mengeluarkan benjolan (tumor), mikrofilaria dapat ditemukan juga dalam benjolan. Tes serologi sekarang sedang digalakkan untuk menunjang diagnosis onkoserkosis. Ultrasonografi nodul : untuk menentukan beratnya infeksi (worm burden). Pelacak DNA : menggunakan teknik multiplikasi DNA (Polymerasi Chain Reaction/PCR) dengan pelacak ONCHO-150 yang spesies spesifik. Mazotti test : dengan memberikan 50 mg DEC, kemudian diobservasi selama 1 24 jam untuk mengetahui adanya reaksi berupa gatal, erupsi kulit, limfadenopati dan demam. II.6 Pengobatan Obat yang dipakai adalah Ivermectin baik untuk pengobatan masal maupun selektif. 1. Ivermectin merupakan obat pilihan dengan dosis 150 ug/kg berat badan, diberikan satu atau dua kali per tahun pada pengobatan masal. Untuk pengobatan individu, dapat diberikan pada dosis 100 150 ug/kg berat badan dan diulang setiap 2 minggu, bulan atau 3 bulan hingga mencapai dosis total 1,8 mg/kg berat badan. Obat ini tidak diberikan kepada anak-anak di bawah 5 tahun atau beratnya kurang dari 15 kg, ibu 6

hamil, menyusui, atau orang dengan sakit berat. Ivermectin (Mectizan) mempunyai efek yang kuat dalam membunuh mikrofilaria. Efek samping (mirip Mazotti reaction pada pemberian DEC), jarang terjadi dan jauh lebih ringan berupa : gatal-gatal, erupsi kulit, nyeri otot tulang, edema tungkai dan wajah, demam, pembesaran kelenjar disertai nyeri. Efek samping dapat diatasi dengan analgesik dan kortikosteroid. Pada pemberian selanjutnya efek samping semakin berkurang. Ivermectin mempunyai efek yang kuat dalam membunuh mikrofilaria tapi tidak terhadap cacing dewasa.

Gambar 7. Ivermectin efektif membunuh mikrofilaria 2. Suramin merupakan satu-satunya obat yang membunuh cacing dewasa O.volvulus tetapi jarang dipakai mengingat cara pemberiannya yang relatif sulit dan toksiksitasnya tinggi. Penggunaannya hanya : a. Untuk pengobatan kuratif yang selektif di daerah yang tak ada transmisi atau pada orang yang meninggalkan daerah endemik O.volvulus b. Pada kasus-kasus onkodermatitis hiperreaktif dan berat dimana gejala-gejala tak dapat dikendalikan dengan ivermectin dosis berulang. 3. Diethylcarbamazine (DEC) hanya membunuh mikrofilariae. Dietilkarmabasin tidak lagi dipakai mengingat efek sampingnya yang berat. II.7 Epidemiologi Tempat perindukan vektor (Simulium) terdapat di daerah pegunungan yang mempunyai air sungai yang deras. Lalat ini suka menggigit manusia di sekitar sungai perindukannya. Penyakit ditemukan baik pada orang dewasa maupun pada anak. Infeksi yang menahun seringkali diakhiri dengan kebutaan. Kebutaan terjadi pada penduduk yang berdekatan dengan sungai, makin jauh dari sungai kebutaan makin kurang dan oleh karena itu penyakit ini dikenal dengan river blindness.

Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan lalat Simulium atau memakai pakaian tebal yang menutupi seluruh tubuh.

Gambar 8. Sungai yang beraliran deras menjadi habitat Simulium sp.

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
1. Onchocerca volvulus menyebabkan penyakit Onchocerciasis. 2. Vektor dari Onchocerca volvulus adalah lalat hitam Simulium. 3. Cacing dewasa Onchocerca volvulus hidup di jaringan ikat seperti benang kusut membentuk onkoserma. 4. Cacing betina dewasa Onchocerca volvulus menghasilkan ribuan mikrofilaria yang dapat bergerak dan menyerang organ-organ tubuh manusia termasuk mata sehingga dapat menimbulkan kebutaan. 5. Onchocerciasis disebut juga dengan River Blindness karena semakin dekat dengan sungai yang merupakan habitat lalat hitam Simulium, penderita kebutaan semakin besar begitu pula sebaliknya.

Saran
1. Menghindari tempat-tempat yang merupakan habitat lalat hitam Simulium. 2. Membawa semprotan anti serangga. 3. Memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh. 4. Bila telah timbul gejala-gejala onchocerciasis harus segera ditindaklanjuti. 5. Menjaga higiene dan sanitasi lingkungan adalah cara efektif mencegah terjadinya penyakit Onchocerciasis.

Daftar Pustaka
Literatur buku : Hart, Tony. Shears, Paul. 1997. Atlas Berwarna Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta : Hipokrates. Soejoto,dkk. 1989. Parasitologi medik. Jakarta : Balai Pustaka. Entjang, Indan. 2003. Mikrobiologi dan Parasitologi Untuk Akademi Keperawatan. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti. Gandahusada, Srisasi. 1988. Parasitologi Kedokteran. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Jefrey, H.C. 1983. Atlas Helmintologi dan Protozoologi Kedokteran. Jakarta : C.V. EGC Penerbit Buku Kedokteran.

Sumber intenet : http://www.akperketapang.ac.id/umum/helmintologi.html http://ebooks.lib.unair.ac.id/files/disk1/38/adln--abdiyakoub-1862-1-handbook-d.pdf http://www.icp.ucl.ac.be/~opperd/parasites/onch1.html http://www.dpd.cdc.gov/dpdx/html/Frames/A-F/Filariasis/body_Filariasis_o_volvulus.htm http://www.atlas.or.kr/atlas/alphabet_view.php?my_codeName=Onchocerca%20volvulus http://www3.imperial.ac.uk/people/m.charalambous/research http://wikieducator.org/Lesson_15:_Intestinal_Helminths http://labparasitologi.web.id/id/?menu=specimens&id=8 http://www.soton.ac.uk/~ceb/Diagnosis/Vol10.htm http://www.mitosath.org/Onchocerciasisdisease.htm http://medicastore.com/penyakit/3121/Onchocerciasis.html http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/12Filariasis92.pdf/12Filariasis92.html http://apps.who.int/tdr/svc/diseases/onchocerciasis

10

11