Anda di halaman 1dari 3

ABSES PERITONSILER

I. NAMA PENYAKIT
Abses Peritonsiler

II.

NAMA LAIN
Peritonsiler Abcess

III.

DEFINISI
Abses peritonsiler merupakan infeksi akut atau abses yang berlokasi di spatium peritonsiler, yaitu daerah yang terdapat diantara tonsil dengan m. kontriktor superior, biasanya unilateral dan didahului oleh infeksi tonsilipharingitis akut 5-7 hari sebelumnya.

IV. V. VI.

FAKTOR PREDISPOSISI PATOGENESIS KRITERIA DIAGNOSIS


1. Gejala klinis Biasanya didahului oleh infeksi tonsilopharingitis akut 5-7 hari sebelumnya, berupa demam,dapat mencapai 40,50C, nyeri tenggorokan, mialgia, malaise, sukar menelan (tanda khas berupa air liur yang menetes keluar), trismus (karena spasme pada m. pterygodeus internus), tidak mau makan dan bicara, spasme pada otot otot homolateral(torticolis) 2. Pemeriksaan Fisik

Mukosa mulut merah dan sembab, tonsil meradang, uvula terdorong ke arah yang berlawanan, perabaan digital: fluktuasi di puncah anterior tonsil yang terkena 3. Laboratorium - Darah rutin - Kultur : leukositosis : Streptokokus beta hemolitikus group A, Stafilokokus

VII.

DIAGNOSIS BANDING
Peritonsilitis, Lues primer atau tersier, Tumor, Aneurisma a. carotis interna

VIII.

PENATALAKSANAAN
Istirahat, diet BB, kompres hangat Insisi dan drainage Kumur PK 1/10.000 Antibiotika: - Penisilin G prokain 50.000 IU/kgBB/hari atau - Ampicillin 100 mg/kgBB /hari atau - Eritromisin 50 mg/kg BB/hari selama 5-12 hari Tindak lanjut: bila ada riwayat tonsillitis kronis: tonsilektomi (rekurensi 10% bila ada riwayat tonsilitis kronis)

IX.

KOMPLIKASI
Sepsis, trombosis, abses parafaringeal,mediastinitis, osteomilitis sela tursika, oedema laring, obstruksi laring, tromboflebitis vena leher, angina ludovici

X. XI.

KRITERIA RUJUKAN PROGNOSIS