Anda di halaman 1dari 1

Mekanisme Penghidu Bagian sel olfaktorius yang memberi respons terhadap rangsangan kimia olfaktorius adalah silia olfaktorius.

Substansi yang berbau, tercium pada saat kontak dengan permukaan membran olfaktorius, mula-mula menyebar secara difus ke dalam mukus yang menutupi silia. Selanjutnya akan berikatan dengan protein reseptor di membran setiap silium. Setiap protein reseptor sebenarnya merupakan molekul panjang yang menyusup diri melalui membran. Bau tersebut berikatan dengan bagian protein reseptor yang melipat ke arah luar. Namun demikian, bagian dalam protein yang melipat akan saling berpasangan untuk membentuk yang disebut protein G, yang merupakan kombinasi dari tiga subunit (, , dan ). Pada perangsanganprotein reseptor, subunit alfa akan memecahkan diri dari protein G dan segera mengaktivasi adenilat siklase yang melekat pada sisi dalam membran siliar di dekat badan sel reseptor. Siklase yang teraktivasi kemudian mengubah banyak molekul adenosin trifosfat intrasel menjadi adenosin monofosfat siklik (cAMP). Akhirnya, cAMP ini mengaktivasi protein membran lain di dekatnya yaitu gerbang kanal ion natriu yang akan membuka gerbangnya, dan memungkinkan sejumlah besar ion natrium mengalir melewati membran ke reseptor di dalam sitoplasma sel. Ion natrium akan meningkatkan potensial listrik dengan arah positif di sisi dalam membran sel, sehingga merangsang neuron olfaktorius dan menjalarkan potensial aksi ke dalam sistem saraf pusat melalui nervus olfaktorius. Untuk merangsang sel-sel olfaktorius, selain mekanisme kimiawi dasar masih terdapat beberapa faktor fisik yang mempengaruhi derajat perangsangan. Pertama, hanya substansi yang dapat menguap yang dapat tercium baunya, yaitu yang dapat terhirup ke dalam nostrilnostril. Kedua, substansi yang merangsang tersebut paling sedikit harus bersifat larut dalam air, sehingga bau tersebut dapat melewati mukus untukmencapai silia olfaktorius. Ketiga, silia ini akan sangat membantu bagi bau yang paling sedikit larut dalam lemak, diduga karena konstituen lipid pada silium itu sendiri merupakan penghalang yang lemah terhadap bau yang tidak larut dalam lemak. Sumber : guyton