Anda di halaman 1dari 13

SISTEM STRUKTUR BANGUNAN TINGGI

Fungsi utama dari system struktur :adalah untuk memikul beban yang bekerja pada bangunan (beban mati,beban hidup,beban hujan,beban angin,beban seismic,beban tekanan air dan tanah,beban konstruksi,dan beban lain;suhu yang panas,gerakan elevator dll),,serta menyalurkannya ke tanah melelu pondasi.System struktur yang sesuai untuk bangunan tinggi: berbentuk bidang maupun berupa batang/linier. A.Tinggi bangunan dapat dibedakan melalui: -Luas bangunan -Besar bangunan -Ketinggian bangunan -Sistem struktur -Kelengkapan utilitas *Bangunan tinggi juga dapat ditinjau dari : -Ketinggian bangunan yang melampaui panjang tangga terpanjang dari regu pemadam kebakaran -Perbandingan antra luas lantai terbangun (KLB) dengan luas lahan, tinggi -Perbedaan antra tinggi bangunan dengan lebar bangunan lebih besar lima dibanding satu *Kelompok bangunan: 1.Bangunan bertingkat rendah(low rise building): -ketinggian 4 lantai -sistem struktur sederhana -memakai tangga untuk menghubungkan antar lantainya 2.Bangunan betingkat menengah(medium rise building): -ketinggian 5 sampai 20 lantai -sistem struktur bervariasi -memerlukan alat transportasi dengan lift (satu zona) ,memakai system pemadam kebakaran yang aktif 3.Bangunan bertingkat tinggi( high rise building): -ketinggian diatas 20 lantai -sistem struktur beragam -memerlukan alat transportasi vertikal (lift),sitem utilitas lengkap

4.Bangunan pencakar langit (skyscrapers) B.Stabilitas bangunan:

Bangunan tinggi umumnya mempunyai bentuk dasar segiempat,segitiga, bujur sangkar, bulat, elips, atau kombinasi dari bentuk-bentuk tersebut.Bangunan tinggi yang berbentuk prismatic dengan bentuk dasar empat persegi panjang apabila menerima beban geser (beban gempa) akan terguling.

Agar stabil,maka pada bangunan diberi:

1 4

1.diberi podium,sehingga memperbesar jarak titik berat masa bangunan dengan titik guling 2.diberi tiang pancang,sehingga bangunan mempunyai akar yang terikat denagn tanah 3.dengan basement,sehingga menambah ketahanan nilai momen guling 4.penggabungan podium dan basement ( atau dengan tiang pancang) C.Unsur-unsur dasar bangunan tinggi: 1.Bentuk linier, berupa kolom,balok yang mampu menahan gaya rotasi dan gaya aksial. 2.Bentuk bidang/permukaan, berupa: -dinding, padat maupun berlubang atau berangka, mampu menahan gaya rotasi dan aksial

-plat atau beruas,ditumpu pada rangka lantai, mampu memikul beban didalam dan tegak lurus pada bidang tersebut. 3.Bentuk spasial, terdiri dari fasade atau inti (core),dengan mengikat agar berlaku satu kesatuan. Yang bila unsur-unsur ini disatukan,akan membentuk struktur tulang banguanan yang menghasilakan system struktur yang mamapu menahan beban pada bangunan. D.Penyaluran beban Beban vertikal dapat ditahan oleh balok-balok(beban mati dan beban hidup),,sedangkan beban horizontal dapat ditahan kolom(angin). 1.Penyalur beban vertikal/tegak/gravitasi

Beban gravitasi merupakan beban yang berasal dari beban mati struktur dan beban hidupnya.Yang bekerja pada suatu bangunan dengan cara menyebarkan beban gravitasi kolom,balok,dinding,lantai dan disalurkan ke pondasi. 2.Penyalur beban horizontal/datar Beban ini merupakan pengaruh dari beban hidup,termasuk beban angin.Yang menyebabkan struktur melengkung sampai tumbang.Untuk mengatasinya,dibuatlah bidang geser atau disebut dinding geser (shear wall),hanya dapat menahan gaya horizontal.

3.Struktur lantai

Merupakan penahan beban gravitasi dan merupakan bagian terbesar yang perlu dipertimbangkan pemilihannya,diantaranya: a.Makin ringan beban lantai,makin berkurang dimensi kolom dan pondasinya dan memungkinkan untuk bentang yang lebih besar. b.Kapasitas lantai untuk memikul beban pada saat pekerjaan konstruksi c.Dapat menyediakan tempat/ruang bagi saluran utuilitas yang diperlukan. d.Memenuhi persyaratan bagi ketahanan api e.Memungkinkan bagi kesinambungan pekerjaan konstruksi(waktu) f.Mengurangi penggunaan alat bantu pekerjaan dalam pembuatan pelat lantai. Sistem struktur lantai:

1.Pelat satu arah(one way slab):ditumpu balok anak yang sejajar satu sama lainnya,pelat dianggap sebagai balaok tipis yang ditumpu banyak tumpuan. 2.Pelat rusuk satu arah(one way rib/joist slab): ditumpu rusuk, jarak antar anak balok sangat berdekatan. 3.Pelat dua arah(two way slab on beam): ke-empat sisinya ditumpu oleh balok 4.Pelat tanpa balok-tanpa kolom(flat plate): tanpa penebalan disekeliling kolom,beban vertikal langsung dipikul kolom dari segala arah. 5.Pelat tanpa balok-dengan kepala kolom(flat slab): terdapat penebalan kepala kolom dan pelat lantai pada puncak kolom,sehingga dapat menimbulkan gaya lateral& Momen lentur. 6.Pelat rusuk dua arah(waffle slab):pelat lantai yang langsung ditumpu oleh balok 2 arah dengan jarak yang dekat,kekakuan cukup besar,dapat memikul beban vertikal sehingga bisa untuk bentang yang lebih besar.

4.Sistem penahan gaya lateral Gaya lateral adalah gaya angin dan gempa.Beban angin terkait dengan dimensi ketinggian bangunan,sedangkan beban gempa terkait dengan massa bangunan. Kolom pada bangunan tinggi,perlu diperkokoh system pengaku.Pada gaya ini,pengakunya adalah portal penahan momen,dinding geser atau rangka pengaku. *Rangka pengaku(braced frame): terdiri dari kolom dan balok yang diberi pengaku diagonal,bisa berbentuk X atau K. *Dinding geser(shear wall): komponen vertikal yang sangat kaku,boleh mempunyai bukaan 5%.Fungsi dinding geser dapat berubah menjadi dinding penahan beban(bearing wall),apabila menerima beban tegak lurus dinding geser. *Pada bangunan tinggi,lebih sering dipakai gabungan portal penahan beban dan dinding geser. E.Pengelompokkan system struktur bangunan tinggi Struktur yang digunakan pada bangunan bertingkat tinggi dan menengah adalah: 1.Sistem struktur rangka (frame): Terdiri dari balok-balok horizontal dan kolom sebagai unsure tegak,yang tersusun teratur dan tegak lurus yang dapat menahan beban,yang disalurkan ke pondasi. *Agar bangunan tetap stabil akibat gaya lateral,maka hubungan antara balok dan kolom diberi:

a.Hubungan kaku(joint rigidty),,menciptakan sambungan kaku antara bagian rangka.

b.Triangulasi(triangulation),,menjadikan rangka menjadi system segitiga (diberi ikatan angin tau bracing)

c.Dinding geser(shear wall),,mengakukan rangka dengan diberi dinding geser.

Sistem tersebut akan menyebabkan kekakuan pada rangka.

1.a.Rangka kaku (rigid frame): Terdiri dari kolom dan balok yang dihubungkan sambungan kaku(biasanya berbentuk persegi) yang berfungsi mencegah rotasi.Sambunagan kaku tersebut akan membentuk bidang vertikal dan horizontal,yang terdiri dari balok dan gelagar.kelebihan struktur ini adalah:pengaturan ruang pada bangunan menjadi lebih fleksibel.

*Contoh bangunan: Gedung DKI :Inti pada bangunan tidak structural.Ketahanan gedung terhadap gempa dan angin diandalkan pada kekakuan sambungan balok dan kolom.

1.b.Rangka kaku dengan inti (rigid frame and core):

Inti merupakan dinding geser tertutup yang punya rongga didalamnya,yang berfungsi sebagai pengaku bangunan dan untuk transportasi vertikal,,yang mengurangi ayunan akibat beban lateral. Rangka kaku akan bereaksi tehadap gaya lateral(beban horizontal), terutama menjadi lentur kolom dan balok.

*Contoh bangunan:

Gedung One Park Plaza,LA,USA.Kekuatan bangunan terletak pada inti sebagaipenguat struktur utama.

*Berdasarkan konfigurasi kolom,struktur rangka terdiri dari:

1.Rangka melintang dua arah (two ways cross frame) : Rangka simetris di grid. 2.Bungkus internal dan eksternal /Rangka selubung (envelope frame) : Struktur rangka yang dapat mengatasi beban angin yang dating bersilangan.Bentuk selubung merupakan bentuk yang simetris. 3.Bungkus internal dengan rangka eksternal 4.Rangka melintang sejajar pada 2 sumbu 5.Rangka melintang sejajar dengan kolom interior sebagian tidak segaris 6.Rangka melintang sejajar (parallel cross frame) : Susunan rangka yang dapat mengeliminasi beban gempa/angin yang datang bersilangan. 7.Bungkus lingkaran internal dan eksternal 8.Rangka melintang pada grid lengkung 9. Rangka melintang pada grid radial 10.Kolom-kolom drid non-persegi/ Rangka grid segi banyak (frame on polygonal grids) 2.Dinding pemikul (bearing wall) : Adalah system yang terdiri dari bidang tekan yang menerus dan mendistribusikan beban-beban vertikal/gravitasi yang tersebar menuju dasar bangunan,,dan dapat menahan beban horizontal pada dindingnya.Bahan bangunan yang dipakai adalah beton bertulang.

2.a.Dinding pendukung sejajar (parallel bearing wall): Terdiri dari unsur-unsur bidang vertikal yang dipratekan oleh berat sendiri,sehingga dapat menyerap aksi gaya lateral dan terletak sejajar.Dipakai untuk apartement,karena tidak memerlukan struktur inti dan tidak perlu ruang bebas yang luas. 2.b.Dinding pendukung dengan inti (cores and bearing wall) : Unsur bidang vertikal,membentuk dinding luar/fasade yang mengelilingi sebuah struktur inti(sebagai transportasi vertikal).Keuntungan struktur ini adalah memungkinkan adanya ruang terbuka,tergantung pada kemampuan bentang struktur lantainya.

*Contoh bangunan: 2.a.Dinding pendukung sejajar:Tower apartemen,balikpapan superblock.

2.b.Dinding pendukung dengan inti: Green Park View Apartment.

3.Dinding geser (shear wall) : Merupakan pengaku vertikalberbentuk bidang/dinding,yang terbuat dari baja dan beton bertulang yang dapat menahan beban angin dan gempa agar bangunan tidak tergeser,melengkung maupun berotasi.Dan tidak bisa menahan beban horizontal,sehingga perlu dikombinasikan dengan struktur lain. *Susunan dinding geser: 1.Tertutup: melingkupi ruang simetris berbentuk bujur sangkar,segitiga,empat persegi panjang,lingkaran dan membentuk inti.Susunan ini dapat menahan gaya punter,asal tidak terdapat bukaan yang besar pada dinding tersebut.

*Contoh bangunan: Tertutup :Gedung Bulog,Jakarta.

2.Terbuka: terdiri dari unsur linier tunggal atau gabungan unsur yang tidak lengkap.Dinding ini akan berfungsi kalau berada diantara kolom,sehingga jika ada gaya lateral akan dapat menahannya bersama sengan kolom yang berdekatan.

4.Balok dinding (wall beam): Dapat berupa rangka batang(truss) dari baja atau beton bertulang.Rangka batang antar ruang dan rangka batang bersilangan: a.Letak sejajar

b.Membentuk selubung

c.Membentuk sangkar 3 dimensi

4.a.Rangka batang interspasial (interspasial truss): Struktur ini mempunyai tinggi satu lantai yang terkantilever diantara lantai(berfunsi sebagai balok &diletakkan setiap 2 lantai),untuk memungkinkan ruang yang fleksibel diatas dan dibawah rangka,sehingga terdapat suatu lantai yang bebas kolom.Satu rangka batang menahan lantai bagian atas dan bawahnya.

4.b.Rangka batang berselang-seling (staggered truss): Rangka batang setinggi lantai,disusun selang-seling disetiap lantainya,sehingga setiap lantai bangunan menumpang diatas dan dibawah rangka.Keuntungannya adalah bentang slab dapat dikurangi setengahnya daripada system rangka batang interspasial.Dapat menahan beban vertikal dan dapat mengarahkan beban angin kbawah melalui balok-balok lantai.

*Contoh bangunan: 4.b.Staggered truss :Centre Georges Pompidou / Renzo Piano + Richard Rogers