Anda di halaman 1dari 5

KARANGAN FIKSI

A. Karangan Fiksi yaitu : karangan yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang. Fiksi atau cerita rekaan biasanya berbentuk novel, dan cerita pendek (cerpen). Karangan fiksi berusaha menghidupkan perasaan atau menggugah emosi pembacanya. Itulah sebabnya, tulisan ini lebih dipengaruhi oleh subjektifitas pengarangnya. Bahasa tulisan fiksi selain bermakna denotatif juga konotatif, dan asosiatif yaitu makna tidak sebenarnya. Selain itu juga bermakna ekspresif yaitu membanyangkan suasana pribadi pengarang. Bahasa tulisan fiksi juga sugestif yaitu bersifat mempengaruhi pembaca dan plastis yaitu bersifat indah untuk menggugah perasaan pembaca.

B. Karangan nonfiktif yaitu : karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Tulisan nonfiktif biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer, laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, desertasi, makalah, dan sebagainya. Karangan nonfiktif berusaha mencapai taraf objektifitas yang tinggi, berusaha menarik, dan menggugah nalar (pikiran) pembaca. Bahasa karangan nonfiktif bersifat denotatife dan menunjukan pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna ganda.

CONTOH : KARANGAN FIKSI.


AYO BERSANTAI.
Sepasang suami istri duduk dengan santai, Sambil menikmati indahnya langit malam yang dipenuhi dengan bintang dan terang bulan. Tiba-tiba si istri mendengar teriakan di suatu tempat.. .Maling .. Maling!!! Pakpakpakdengar maling. tuh ada yang teriak

Dimana arah mana, bu? tanyanya kemudian seolah ikut prihatin. Jauh di sana, di gang sebelah, pak! terang istrinya
setengah berteriak. Santai si bapak berkata, Oh, jauh toh, di gang

sebelah.. Ya udah biarin aja, nanti di juga tangkap satpam. .. Asap rokok berbentuk lingkaran kecil
mengepul bersusun dari mulut si bapak.

CONTOH: KARANGAN NONFIKSI


..WASPADAI MAKAN! GORENGAN YANG KITA

Pasti enak menyantap gorengan ketika sedang lapar-laparnya. Banyak orang menyenangi gorengan sekedar sebagai cemilan. Gorengan biasanya terdiri dari bakwan ,tahu goreng, tempe goreng, singkong goreng, kadang terdapat menu pelengkap seperti combro dan ubi goreng. Makanan ini tak kalah enaknya dengan makanan cemilan seperti risoles, lumpia goreng, dan sebagainya. Namun, tahukah Anda bahwa ada fakta yang kurang menyenangkan di balik jajanan Anda tersebut? Banyak orang yang menyukai makanan ini karena rasanya memang enak, renyah, dan harganya cukup terjangkau untuk dibeli semua kalangan. Banyak pedagang yang menjual makanan ini karena selain

harganya murah juga laba yang didapat cukup menguntungkan. Dibalik semua itu gorengan ternyata dapat menimbulkan dampak negative. Yaitu terdapat pada minyak goreng nya. minyak goreng yang di gunakan seringkali adalah minyak yang sudah rusak karna menggunakan suhu yang tinggi dan pengulangan menggoreng dengan minyak yang sama dan tentunya penghasil asam lemak yang berbahaya (lemak trans) , asam lemak ini juga menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit diantaranya adalah jantung koroner ,stroke ,diabetes, kolestrol , bahkan pemicu sel kanker. Jadi sebisa mungkin kita kurangi mengkonsumsi gorengan dalam jumlah banyak. Agar kita senantiasa sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.
M.Ridho Nover Liansyah. X.1