Anda di halaman 1dari 11

Tugas Hidrolik dan Pneumatik PINTU BUS OTOMATIS DENGAN KONTROL PNEUMATIK

Oleh: A Maliki F (3331101599) M Ghema (3331101561) Randy F (3331101221)

PENDAHULUAN
Udara yang dimampatkan merupakan udara yang diambil dari sekitar lingkungan kemudian ditiupkan secara paksa ke dalam suatu tempat yang ukurannya relatif kecil.Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan serta dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu kerja disebut sistem pneumatika (pneumatik system). Salah satu aplikasi dari sistem pneumatik adalah menggerakan pintu bus secara otomatis.Ini adalah salah satu dari sistem kontrol yang mengontrol pergerakan pintu bus tersebut dan manusia hanya menjadi operator untuk membuka dan menutup pintu bus.

Pada sistem ini Silinder pneumatik penggerak ganda diletakkan di sisi dalam salah satu daun pintu lipat bus. Bagian pangkal silinder penggerak ganda diikatkan pada bodi mobilmekakui engsel, demikian pula pada ujung batang torak silinder, sehingga gerakan maju mundur stang torak akan memudahkan pintu bus membuka dan menutup dengan fleksibel. Pintu bus akan menutup bila batang torak silinder pneumatik penggerakganda bergerak maju , sedangkan pintu bus akan membuka bila batang toraksilinder pneumatik penggerak ganda tersebut bergerak mundur

CARA KERJA
Pemampatan udara dilakukan menggunakan kompresor yang digerakkan oleh motor listrik ataupun motor bakar. Kompresor memampatkan udara ke dalam sebuah tangki penyimpan yang kuat yang disebut tangki penampung atau receiver dan tenaga/udara yang tersimpan di dalamnya siap digunakan. Komponen pneumatik utama yang digunakan dalam rancang bangun peralatan pada penelitian ini adalah katup (valve) dan tabung (cylinder). Katup-katup berfungsi sebagai pengendali atau pengontrol tabung, sedangkan tabung atau torak ataupun actuator bergerak secara ganda yaitu buka tutup berfungsi untuk menghasilkan gaya (force) serta gerak linier (linier motion) untuk melakukan suatu kerja/gerakan.

Untuk membuka pintu bus hal yang harus dilakukan adalah dengan mengoperasikan katup S4. Ketika katup S4 dioperasikan,saluran1 terbuka, saluran 3 tertutup, aliran udara dari saluran 1 ke saluran 2 menujusaluran 1.2(X) pada katup V4 melalui katup V3. Aliran udara pada katup V4 adalahudara masuk saluran 1 keluar saluran 2 menuju saluran silinder bagian depan melaluikatup V6.Udara mendorong silinder ke belakang (A). Udara dalam silinder bagianbelakangdidorong keluar menuju saluran 4 dan keluar saluran 5 pada katup V4 melaluikatup V5.Dengan gerakan A(silinder mundur) maka pintu bus akan terbuka.

Pada saat kondisi pintu bus terbuka maksimal, akan mengaktifkan katup S1. Sehingga aliran udara pada katup S1 adalah saluran 1 terbuka, saluran 3 tertutup, udara mengalir darisaluran 1 kesaluran 2 dan selanjutnya diteruskan ke katup V1. Aliran udara ini akan mengaktifkan katup V1 sehingga udara dari kompresor akan mengalir ke katup V4 melalui saluran 1.4(Y). Pada saat yang bersamaan, pada saluran 1.2 (X) masih terdapat udara mampat sehingga kondisi ini tidak akan mempengaruhi posisi katup V4.Posisi silinder masih dalam kondisi awal dan posisi pintu bus masih dalam keadaan terbuka terus

Untuk menutup pintu bus, katup S4 harus dikembalikan ke posisi semula. Saluran1 tertutup dan saluran 3 terbuka. Udara mampat pada saluran 1.2 (X) akan mengalir ke katup V3 menuju saluran 2 dan dibuang melalui saluran 3 pada katup S4. Akibatnyaudara pada saluran 1.4 (Y) akan mendorong katup V4 sehingga aliran udara padakatupV4 adalah udara dari kompresor masuk saluran 1 diteruskan ke saluran 4 menujukatup V5 dan kemudian masuk ke saluran silinder bagian belakang. Udara pada bagiandepanakan didorong ke luar melewati katup V6 menuju saluran 2 dan dibuang melaluisaluran3 pada katup V4. Dengan gerakan maju ini (A+), pintu bus akan segera tertutup.

Apabila di tengah perjalanan ada penumpang yang akan turun, maka untuk membuka pintu, penumpang tinggal menekan katup S2. Pada waktu katup S2 ditekanmaka saluran 1 terbuka dan saluran 3 tertutup. Aliran udara dari saluran 1 menujusaluran 2 untuk selanjutnya diteruskan ke V2 dan V3, kemudian menuju ke katup V4melalui saluran 1.2 (X). Aliran udara pada katup V4 udara masuk saluran 1 menujusaluran 2 kemudian diteruskan ke katup V6. Selanjutnya diteruskan ke silinder melaluisaluran bagian depan. Udara mendorong silinder ke belakang. Udara pada bagian belakang silinder akan didorong ke luar melalui katup V5 menuju saluran 4 dan dibuangmelalui saluran 5. Silinder bergerak mundur (A-) dan pintu bus terbukaPada waktu pintu terbuka maksimal maka akan mengaktifkan katup S1. Denganterbukanya katup S1, maka katup V1 akan mengalirkan udara dari kompresor menujukatup V4 melalui saluran 1.4 (Y). Pada saat udara masuk ke saluran 1.4 (Y), padasaluran 1.2 (X) tidak ada udara mampat karena pada saat katup S2 dilepas maka posisiakan kembali ke posisi awal. Sehingga udara pada saluran 1.2 (X) akan segeradibuangke udara bebas melalui saluran 3 pada katup S2. Akibatnya silinder akanbergerak maju(A+) dan pintu bus akan segera menutup kembali

Apabila akan menaikkan penumpang di tengah perjalanan, maka untuk membuka pintu bus, dilakukan oleh sopir atau kondektur bus tersebut yaitu dengan cara menekan katup S3. Ketika katup ditekan, maka saluran 1 terbuka, saluran 3tertutup,udara mengalir darisaluran 1 ke saluran 2 untuk selanjutnya diteruskan kesaluran 1.2(X) pada katup V4 melalui katup V2 dan katup V3. Aliran udara ini akan mengubah arah aliran pada katup V4 yaitu udara masuk dari saluran 1 ke saluran 2 menuju katup V6. Selanjutnya masuk ke silinder melalui saluran bagian depan. Silinder bergerak mundur (A-) dan pintu bus akan terbuka. Pada saat pintu terbuka maksimal maka akan mengaktifkan katup S1 sehingga udara dari kompresor akan mengalir dari saluran 1 ke saluran 2 menuju katup V1 Dengan terbukanya katup V1, maka udara dari kompresor akan masuk ke katup V4 melalui saluran 1.4 (Y). Akibatnya udara dari kompresor akan mengalir dari saluran 1ke saluran 4 menuju katup V5 menuju silinder bagian belakang. Maka silinder akan bergerak maju (A+) dan pintu akan tertutup kembali

Fungsi-fungsi katup V5 dan V6 adalah untuk mengatur kecepatan gerak pintu bus pada saat membuka dan menutup. Katup V1 merupakan katup tunda waktu. Katupini berfungsi untuk memberikan selang waktu pintu bus menutup kembali setelah pintu bus terbuka.