Anda di halaman 1dari 60

KURIKULUM

PKBM WIRA WIYATA KARYA


DUSUN KEPUH KULON, DESA WIRO KETEN, KECAMATAN BANGUNTAPAN, KABUPATEN BANTUL DI YOGYAKARTA

(DAERAH BENCANA ALAM)


TAHUN PELAJARAN 2008 2009

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BANTUL DI YOGYAKARTA


2008

TIM PENYUSUN KURIKULUM PKBM PARIKESIT I PAKET-A DESA LEBAHO ULAK, KECAMATAN MUARA KAMAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR UNTUK DAERAH BENCANA ALAM

Penanggung Jawab Koordinator

: :

Drs. Sutjipto, M.Pd Suci Paresti

Anggota Tim : 1. Dr. Erry Utomo 2. Partini, S.Pd, MA 3. Dwijono Hartanto, SPd 4. Drs Istadi 5. Sadiya, SPd 6. Edy Suwanto 7. RB. Suharta, MPd 8. Mulyoto 9. Dra. Hj Lue Sudiyono, MM 10. Hermunanto 11. Adhi Priyanto 12. Ayu Nur Rahmawati 13. Istiyowati 14. Siti Rozinah 15. Dewi Perwitasari 16. Wiratiningsih, S.IP

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32.

Marsilah Suyanti, A.Md Imalia Damayanti, SH Hartati, SIP Muryanti Fajar Riyanti Sukirno, S.Ag Tri Tunggal Siti Nurhidayati Damar Asih Kuntari, S.Sos Umi Solikhah H. Muh. Subakir, A.Ma.Pd Mudjono, BA Betawiyana, S.Pd Sri Suharyati,S.Pd Sutarni, S.Pd

LEMBAR PENGESAHAN

KURIKULUM UNTUK PKBM WIRA WIYATA KARYA DUSUN KEPUH KULON WIROKERTEN BANGUNTAPAN, KABUPATEN BANTUL, PROPINSI DIY

Dengan memanjatkan puji syukur, Alhamdulillah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk PKBM yang terletak didaerah bencana gempa: PKBM Wira Wiyata Karya Dusun Kepuh Kulon Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi DI Yogyakarta, mulai tahun pelajaran 2008/2009 dinyatakan diberlakukan setelah diteliti dan disahkan pada tanggal ................ Agustus 2008.

Mengetahui, Penilik PLS Kec. Banguntapan

Dusun Kepuh , Agustus 2008 Ketua PKBM Wira Wiyata Karya

Edi Suwanto NIP 131 286 552

Yoan Purwanto, SSi

Disahkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Bantul

Drs. H. KMT Sudarman DN, MM NIP 490019786

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk PKBM daerah gempa: PKBM Wira Wiyata Karya tahun pelajaran 2008-2009 dapat diselesaikan. Di dalam penyusunan kurikulum ini, Tim Penyusun KTSP terlebih dahulu menginventarisir masukan dari berbagai pihak terkait yang mempunyai perhatian terhadap pendidikan di PKBM Wira Wiyata Karya. Melalui kurikulum ini mudah-mudahan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi serta tanggung jawab dalam memajukan dan memberdayakan semua potensi warga belajar dapat terarah, terprogram dan berkesinambungan sehingga visi PKBM Wira Wiyata Karya dapat tercapai dengan lancar dan bermakna. Kami telah berusaha menyusun kurikulum ini dengan sebaik mungkin. Dalam kesempatan ini, kami pun menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan KTSP ini. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan dalam beberapa hal masih perlu penyempurnaan. Dengan segala kerendahan hati, kami mohon maaf atas segala kekurangan KTSP ini, dan selalu berharap masukan bahkan kritik yang berharga dari semua pihak, sehingga ada perbaikan dalam realisasinya maupun dalam pembentukan kurikulum dimasa yang akan datang. Akhirnya, harapan kami secara khusus semoga para pendidik dan komite/paguyuban sekolah dapat membangun dan memberdayakan seluruh potensi sekolah sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak di Dusun Kepuh Kulon Harapan kami secara umum semoga KTSP untuk PKBM Wira Wiyata Karya daerah bencana alam gempa ini dapat bermanfaat bagi PKBM-PKBM daerah gempa di seluruh Indonesia. Amin.

Dusun Kepuh Kulon, Agustus 2008 Ketua Pengelola

Yoan Purwanto, SSi

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Pengertian C. Landasan Hukum D. Fungsi dan Tujuan E. Visi dan Misi 1. Visi PKBM Wira Wiyata Karya 2. Misi PKBM Wira Wiyata Karya F. Tujuan PKBM Wira Wiyata Karya G. Prinsip Pengembangan Kurikulum PROFIL DAN POTENSI PKBM WIRA WIYATA KARYA A. Profil B. Identitas Lembaga C. Sarana dan Prasarana 1. Tanah dan Halaman 2. Gedung 3. Perlengkapan Pembelajaran D. Personil E. Warga Belajar F. Orang tua Warga Belajar G. Kerjasama Lembaga I. Dana Penyelenggaraan J. Analisa Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Tantangan 1. Kekuatan 2. Kelemahan 3. Peluang 4. Tantangan STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur Kurikulum B. Muatan Kurikulum 1. Mata Pelajaran 2. Keterampilan Fungsional 3. Muatan Lokal 4. Pengembangan Kepribadian Profesional 5. Mata Pelajaran yang Diujikan 6. Beban Belajar 7. Ketuntasan Belajar 8. Kenaikan Kesetaraan Tingkatan dan Derajat 9. Kelulusan 10. Penentuan Kelulusan

BAB II

BAB III

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

C. Pengorganisasian Kurikulum dengan Pengetahuan Kebencanaan 1. Pengorganisasian Kurikulum tentang Pengetahuan Kebencanaan dengan Model Pembelajaran Terintegrasi 2. Implementasi Pengetahuan Kebencanaan dengan Model Pembelajaran Mata Pelajaran secara Terpisah BAB IV KALENDER PENDIDIKAN A. Pengertian Kalender Pendidikan B. Jadwal Kalender Pendidikan

LAMPIRAN: Pembelajaran Terintegrasi Pengetahuan Kebencanaan Pada Satu Mata Pelajaran Tertentu (Silabus, RPP dan LK) Pembelajaran Terintegrasi Pengetahuan Kebencanaan Secara Tematik (Silabus, RPP dan LK) Muatan Lokal Pengetahuan Kebencanaan (Silabus, RPP dan LK)

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan dari sentralisasi ke desentralisasi mendorong terjadinya perubahan dan pembaharuan pada beberapa aspek pendidikan termasuk kurikulum. Dalam kaitan ini kurikulum PKBM pun menjadi perhatian dan pemikiran baru sehingga mengalami perubahan kebijakan. Kurikulum adalah seperangkat rencana proses pembelajaran dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran, serta evaluasi untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Untuk menyikapi tantangan dan harapan ini, maka PKBM Wira Wiyata Karya, Dusun Kepuh Kulon, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY dengan sungguhsungguh menciptakan pengelolaan pendidikan dengan diawali membuat atau menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan PKBM yaitu daerah gempa. Hal ini selaras dengan apa yang ditentukan dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36, ayat (2) yang ditegaskan bahwa Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Atas dasar pemikiran itu, maka dikembangkan apa yang dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Secara administratif, Kabupaten Bantul terdiri dari 17 Kecamatan yang dibagi menjadi 75 desa dan 933 pedukuhan. Sementara itu, desa-desa di Kabupaten Batul dibagi lagi berdasarkan statusnya menjadi desa pedesaan (rural area) dan desa perkotaan (urban area). Secara umum jumlah desa yang masuk wilayah perkotaan sebanyak 41 desa, sedangkan desa yang termasuk kawasan pedesaan sebanyak 34 desa. Luas Lahan kabupaten Bantul 50.685 Ha yang terdiri dari lahan sawah dan lahan bukan sawah. Adapun, klasifikasi penggunaan lahan di Kabupaten Bantul adalah pemukiman, kebun campur, tegalan, sawah, perkebunan rakyat, hutan, waduk, dan lain-lain. Sebagian besar lahan di Kabupaten Bantul merupakan lahan sawah yang dipergunakan sebagai lahan pertanian tanaman pangan. Namun dari tahun-ke tahun perubahan tanah pertanian menjadi tanah non pertanian terus meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk dan kemajuan pembangunan. Lahan tanah pertanian di beberapa wilayah berubah menjadi bangunan seperti perumahan, gedung, tempat usaha dan lain-lain. Adapun, Kabupaten Bantul apabila dilihat bentang alamnya secara makro, wilayah Kabupaten Bantul terdiri dari daerah dataran yang terletak pada bagian tengah dan daerah perbukitan yang terletak pada bagian timur dan barat, serta kawasan pantai di bagian selatan. Secara geografis, di sebelah
KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

timur berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul dan sebelah utara berbatasan dengan kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kulonprogo dan sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia. Oleh karenanya, Kabupaten Bantul termasuk rawan bencana alam terutama letusan gunung api dan gempa bumi, karena terletak di daerah pergerakkan lempeng bumi Eurasia yang setiap tahun selalu bergerak/bergeser dan di dataran rendah yang terletak pada jalur lempengan bumi Asia dan Australia. Oleh karenanya, masyarakat kabupaten Bantul yang sebagian besar adalah petani dan petani penggarap (buruh) membutuhkan pemahaman dan keterampilan yang memadai untuk dapat memanfaatkan potensi daerahnya. Untuk itu program pendidikan di Kabupaten Bantul Propinsi DIY memerlukan pedoman pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik alam, budaya dan tingkat sosial.

B. 1.

2.

4.

5.

6.

Pengertian Pendidikan Non Formal Pendidikan nonformal adalah pendidikan yang menekankan pada pengetahuan dan keterampilan fungsional serta sikap dan kepribadian profesional. Pendidikan Kesetaraan Pendidikan Kesetaraan adalah pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan umum, meliputi program Paket A Setara SD/MI, Paket B Setara SMP/MTs, dan Paket C Setara SMA/MA. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Silabus Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. 7. Satuan Kredit Kompetensi (SKK) Satuan Kredit Kompetensi (disingkat SKK) adalah penghargaan hasil belajar setiap mata pelajaran yang diikuti peserta didik program kesetaraan dengan mengacu kepada kompetensi yang dikuasai peserta didik. SKK diperhitungkan untuk setiap mata pelajaran yang terdapat dalam struktur kurikulum. Satu SKK dihitung berdasarkan muatan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) tiap mata pelajaran. SKK dapat digunakan untuk alih kredit kompetensi yang diperoleh dari jalur pendidikan informal, formal, kursus, keahlian dan kegiatan mandiri, atau kombinasi secara proporsional dari ketiganya. Satu SKK adalah satu satuan kompetensi yang dicapai melalui pembelajaran 1 jam tatap muka atau 2 jam tutorial atau 3 jam mandiri, atau kombinasi secara proporsional dari ketiganya. Satu jam tatap muka yang dimaksud adalah satu jam pembelajaran dalam satu minggu. Untuk paket A satu jam pembelajaran sama dengan 35 menit. Tingkatan dan Derajat Kompetensi Struktur kurikulum pendidikan kesetaraan dilaksanakan dalam sistem tingkat yang setara dengan sistem kelas pada pendidikan formal dengan derajat kompetensi masing-masing sebagai berikut: Program Paket A meliputi: Tingkatan 1 dengan derajat kompetensi Awal setara dengan kelas I-III SD/MI, menekankan pada kemampuan literasi dan numerasi (kemahirwacanaan bahasa dan angka), sehingga peserta didik mampu berkomunikasi melalui teks secara tertulis dan lisan, baik dalam bentuk huruf maupun angka. Tingkatan 2 dengan derajat kompetensi Dasar setara dengan kelas IV-VI SD/MI, menekankan penguasaan fakta, konsep, dan data secara bertahap, sehingga peserta didik mampu berkomunikasi melalui teks secara tertulis dan lisan dengan menggunakan fenomena alam dan atau sosial sederhana secara etis, untuk memiliki keterampilan dasar dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. 9. Belajar Mandiri Kegiatan belajar mandiri merupakan kegiatan pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan oleh peserta didik dengan bimbingan pendidik atau disesuaikan dengan kebutuhan, kesempatan, penyelesaian dan ketuntasan yang diatur oleh peserta didik. 10. Belajar Tatap Muka Kegiatan tatap muka merupakan kegiatan pembelajaran dalam interaksi langsung antara peserta didik dengan pendidik sebagai kegiatan tutorial untuk pendalaman materi yang sulit, penguatan motivasi dan peningkatan ketuntasan belajar serta penilaian hasil belajar. 11.Bencana atau Bencana Alam adalah suatu kejadian yang ditimbulkan oleh kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan aktivitas manusia yang terjadi secara bertahap atau mendadak dan tidak dapat diatasi oleh kemampuan lokal dan mempengaruhi dengan serius pembangunan sosial dan ekonomi sebuah wilayah, sehingga

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

mengakibatkan kerugian seperti kehilangan jiwa manusia, kehilangan harta benda, serta kerusakan lingkungan, karena ketidakberdayaan manusia. 12.Pengelompokkan bencana berdasarkan kecepatan serangannya yaitu mendadak/tiba-tiba dan bertahap/lambat. penyebabnya yaitu (a) kombinasi alam dan ulah manusia (banjir, gempa, letusan gunung api, tsunami, tanah longsor, semburan lumpur, angin puting beliung dan hujan badai), dan (b) ulah manusia saja (misalnya kebakaran, kebakaran hutan, kekeringan dan penyakit). 13. Dampak bencana atau bencana alam antara lain: kehilangan jiwa manusia kerusakan dan kehilangan harta benda kerusakan lingkungan mempengaruhi/merusak pembangunan sosial (struktur sosial masyarakat) ketidakberdayaan manusia dan kemampuan lokal

C. Landasan Hukum Kurikulum PKBM Wirawiyata Karya, Dusun Kepuh Kulon, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY dilandasi beberapa ketentuan dengan tata urutan antara lain sebagai berikut : 1. Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat (1) mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan ayat (2) mengharuskan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. 2. Undang - Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah yang kemudian disempurnakan dengan Undang-Undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah 3. Undang - Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam Pasal 5 ayat (1) berbunyi: setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. 4. Undang - Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 13 tentang kedudukan pendidikan non formal: Ayat 1) Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Ayat 2) Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diselenggarakan dengan sistem terbuka melalui tatap mukan dan/atau melalui jarak jauh. 5. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 26 tentang pendidikan nonformal menyebutkan, bahwa: Ayat 1) Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

Ayat 2) Pendidikan non formal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian professional. Ayat 3) Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Ayat 4) Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan sejenis. Ayat 5) Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ayat 6) Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. 6. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 32 ayat 2, dijelaskan pendidikan layanan khusus ialah pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan atau mengalami bencana alam, bencana social, dan tidak mampu dari segi ekonomi. 7. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 19 Ayat 1 : Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik Pasal 42, Ayat 1 : Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. 8. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0131/U/1994 tentang paket A dan Paket B 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. 10.Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23. 11.Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 3 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Paket A dan Paket B.

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

10

12.Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi untuk program Paket A, Paket B, dan Paket C. 13.Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 tahun 2007 tentang Standar pengelolaan pendidikan oleh satuan pendidikan dasar dan menengah. 14.Undang-Undang RI No 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

D. Fungsi dan Tujuan Pendidikan kesetaraan berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan akademik dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Sedangkan tujuan diselenggarakannya pendidikan kesetaraan adalah untuk : Menjamin penyelesaian pendidikan dasar yang bermutu bagi anak yang kurang beruntung (putus sekolah, putus lanjut, tidak pernah sekolah), khususnya perempuan, minoritas etnik, dan anak yang bermukim di desa terbelakang, miskin, terpencil atau sulit dicapai karena letak geografis dan atau keterbatasan transportasi, Menjamin pemenuhan kebutuhan belajar bagi semua manusia muda dan orang dewasa melalui akses yang adil pada program-program belajar dan kecakapan hidup, Menghapus ketidakadilan gender dalam pendidikan dasar dan menengah, Melayani peserta didik yang memerlukan pendidikan akademik dan kecakapan hidup secara fleksibel untuk mengaktualisasikan diri sekaligus meningkatkan mutu kehidupan. Program Paket A berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai yang setara dengan SD/MI kepada warga belajar, yang karena berbagai hal tidak dapat bersekolah sehingga dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah (SD/MI) bagi kelompok usia 7 12 tahun, dan memberikan akses terhadap pendidikan setara SD/MI bagi orang dewasa sesuai dengan potensi dan kebutuhannya, program ini bertujuan : 1. Memberikan dasar pembentukan warga negara yang beriman dan bertaqwa, berkarakter dan bermartabat. 2. Memberikan dasar-dasar kemampuan membaca, menulis dan berhitung. 3. Memberikan pengalaman belajar yang mandiri dan produktif. 4. Memberikan dasar-dasar kecakapan hidup. 5. Memberikan bekal pengetahuan, kemampuan dan sikap yang bermanfaat untuk mengikuti pendidikan lanjutan di SMP/MTS atau Paket B.

E. Visi Dan Misi 1. Visi PKBM Wira Wiyata Karya Pembelajaran, pembekerjaan dan pemberdayaan masyarakat. Pada kalimat visi ini terdapat beberapa kata esensial yang perlu mendapat kejelasan, yaitu :

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

11

Pembelajaran Dimaksudkan untuk meningkatkan pemerataa dan pemenuhan kebutuhan belajar bagi semua manusia muda dan orang dewasa melalui akses yang adil pada program-program belajar dan kecakapan hidup. Pembekerjaan Dimaksudkan untuk mengembangkan potensi diri dalam memenuhi kebutuhan hidup sesuai dengan tuntutan dan tantangan kehidupan lokal, nasional dan global. Pemberdayaan Dimaksudkan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan warga masyarakat yang berlangsung sepanjang hayat. 2. Misi PKBM Wira Wiyata Karya Dalam rangka mewujudkan visi di atas, misi yang akan diemban oleh PKBM Wira Wiyata Karya sebagai berikut : Meningkatkan minat baca, tulis, dan berhitung serta pengetahuan sosial berdasarkan pada kompetensi dasar dan pengembangannya. Mewujudkan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif,dan bermakna Membiasakan perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat seperti : sikap saling tolong menolong, saling membantu dan saling menghormati. Meningkatkan mutu lulusan yang siap bersaing di jenjang pendidikan berikutnya Mengaktualisasikan diri melalui berbagai bidang pekerjaan sesuai dengan potensi, dan kebutuhan untuk pemenuhan kebutuhan hidup Memberdayakan potensi daerah setempat melalui berbagai budaya dan keterampilan sesuai dengan tuntutan dan tantangan kehidupan lokal, nasional dan global.

F. Tujuan PKBM Wira Wiyata Karya 1. beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. 2. sehat jasmani dan rohani. 3. memiliki dasar-dasar pengetahuan, kemampuan, dan ketrampilan untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi atau berusaha mandiri 4. Mengenal dan mencintai bangsa, masyarakat, dan kebudayaannya. 5. kreatif, terampil, dan bekerja untuk dapat mengembangkan diri secara terus menerus.

G. Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum PKBM Wirawiyata Karya dikembangkan sebagai perwujudan dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Pengembangan kurikulum ini berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut : 1. Berpusat kepada kebutuhan siswa.

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

12

Setiap siswa berbeda. Di dalam kelas kebutuhan siswa sangat beragam, baik dari sisi akademik maupun non akademik. Setiap siswa adalah unik. 2. Memperhatikan kondisi PKBM dan lingkungan. Kondisi setiap PKBM memiliki permasalahan yang berbeda. Apa yang dimiliki oleh setiap sekolah dapat dijadikan sebagai karakteristik dari PKBM tersebut dan menjadi kekuatan yang mungkin tidak dimiliki oleh PKBM lain. 3. Dinamis dalam memperhatikan perkembangan pendidikan. Pendidikan selalu berkembang. Setiap sekolah selayaknya selalu mengikuti perkembangan pendidikan yang terus menerus berkembang setiap waktu. 4. Bebas gender Memberlakukan keadilan terhadap siswa laki-laki dan perempuan di dalam pembelajaran. 5. Berkesinambungan Setiap materi diperhatikan urutannya sesuai dengan kebutuhan, baik dari sisi isi maupun tingkat kesulitan.

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

13

BAB II PROFIL DAN POTENSI PKBM WIRA WIYATA KARYA

A. Profil PKBM Wira Wiyata Karya adalah penyelenggara pendidikan luar sekolah Program Paket A yang terletak di daerah pedesaan di dusun Kepuh Kulon, Wirokerten, Banguntapan, Bantul. Jarak dari ibukota kecamatan kurang lebih 1,5 km dengan jalan aspal mulus sehingga warga belajar mudah menjangkau PKBM. Adapun luas wilayah Dusun Kepuh Kulon 386,17 ha. Populasi masyarakat di Dusun tersebut relatif padat + 11.000 penduduk, dengan letak pemukiman antar penduduk berdekatan dan teratur. Mata pencaharian sebagian besar penduduk Dusun tsb adalah pertanian dan perindustrian batu bata merah, tukang andong (sais), tukang becak. Hasil alam ini sangat didukung oleh keadaan alam dusun Kepuh Kulon dengan tanah yang sangat subur, udara bersih dan alam yang indah. Di samping itu, Dusun ini juga menghasilkan home industri emping melinjo dan ternak sapi potong. Umumnya penduduk bekerja sebagai buruh sapi, buruh tani dan buruh bangunan, dan buruh tutuk melinjo (home industri). Kondisi alam yang subur, udara bersih, suasana tenang dan alam yang indah membuat penduduk dapat hidup berkecukupan dalam hal pangan walau hanya sebagai buruh tani atau buruh home industri yang pendapatannya lebih lebih rendah dari ketentuan GNP. Jarak terjauh antara rumah warga belajar dengan PKBM + 2 km, sehingga memu-dahkan dalam setiap kegiatan kemasya-rakatan. Lingkungan di sekitar PKBM ini secara geografis rawan bencana alam gempa bumi, karena terletak di daerah pergerakkan lempeng bumi Eurasia yang setiap tahun selalu bergerak/bergeser. Tepatnya Dusun Kepuh Kulon terletak di dataran rendah tetapi terletak pada jalur lempengan bumi Asia dan Australia. Berdirinya PKBM dengan segala keterbatasannya, memberikan berbagai kemudahan pada masyarakat untuk mengikuti pendidikan. Program Kesetaraan yang ada di PKBM Wira Wiyata Karya hanyalah Program Paket A saja. Selama ini PKBM Wira Wiyata Karya, Dusun Kepuh Kulon, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY dikenal sebagai wadah masyarakat dusun dalam segala macam kegiatan kemasyarakatan, seperti kegiatan belajar keaksaraan dan kesetaraan, penyuluhan Kesehatan (KB), penyuluhan pertanian, posyandu, PAUD, kursus-kursus keterampilan, Taman Penitipan Anak, Pengajian, dan kegiatan Olahraga. PKBM Wira Wiyata Karya merupakan pusat semua kegiatan di

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

14

dusun itu, yang tempatnya berupa pendopo seperti aula besar sehingga cocok digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan. Umumnya warga belajar mengikuti pembelajaran Program Paket A sambil bekerja karena sangat diharapkan oleh orangtuanya untuk membantu bekerja. Kelancaran dan semangat mengikuti pendidikan didapat warga belajar dari dukungan dari bapak kepala dusun, terutama ibu kepala dusun/dukuh (PKK) sebagai tokoh masyarakat yang dipercaya oleh penduduk sekitar. PKBM ini dirintis sejak tahun 2004 oleh Bapak Edi Suwanto, penilik PLS Kecamatan Banguntapan, Kepala Dusun, Kepala Desa beserta LPMD (Lembaga Pengembangan Masyarakat Desa) sekarang namanya BPD (Badan Perwakilan Desa) bagian pendidikan Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Semula PKBM ini merupakan rintisan yang secara kelembagaan sangat minim pendanaannya sehingga sarana prasarana pelaksanaan kegiatan belajar mengajar masih mengalami hambatan. Apalagi setelah terjadi gempa bumi tanggal 27 Mei 2006 yang sempat merusak bangunan PKBM. Pada saat itu pelaksanaan KBM diliburkan selama 3 bulan karena masyarakat dan warga belajar masih tinggal di tenda-tenda pengungsian dengan keadaan yang teramat sangat menyedihkan. Namun besarnya animo masyarakat dan warga belajar sangat besar sehingga setelah 3 bulan kegiatan pendidikan/belajar mengajar terhenti, kemudian dilanjutkan kembali. Dengan penuh semangat perjuangan tutor beserta warga belajar, penilik PLS dan Tenaga Lapangan Dikmas dan tokoh masyarakat dengan segala keterbatasannya pembelajaran terus berjalan dengan baik dan lancar. Warga belajar sangat membutuhkan kegiatan pembelajaran untuk mengejar ketertinggalan dan mengobati rasa trauma pasca gempa. Dengan berkumpul di PKBM dapat menghilangkan atau meringankan beban psikologis masyarakat yang terkena gempa. Tahun 2008 di PKBM Wira Wiyata Karya mengalami kemajuan baik dari kondisi gedung maupun pendidikan warga belajarnya. Terjadinya gempa tahun 2006 menjadi hikmah/manfaat dengan dibangunnya tempat belajar PKBM. Selain itu, hikmah/ manfaat lainnya pada Januari 2008 program Paket A berjumlah 20 warga belajar sudah duduk di tingkatan II/Derajat Awal/Setara kelas 5. Pendidikan keaksaraan sebanyak 20 warga belajar yang dulunya belum bisa baca tulis hitung sudah mampu calistung SUKMA-1 (Surat Keterangan Melek Aksara). Warga belajar Program Paket B berjumlah 30 warga belajar tetap bisa dan telah mengikuti UNPK (Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan) dan sebagian besar lulus. B. Identitas Lembaga

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

15

1. Nama Lembaga 2. Pendiri Lembaga 3. Tahun Pendirian 4. Status Lembaga 5. Status Tanah 6. Akte Notaris 7. Ijin Operasional 8. Alamat Lembaga

: : : : : : : :

9. Waktu penyelenggaraan C. Sarana dan Prasarana

PKBM Wira Wiyata Karya Tokoh Masyarakat 2004 Swasta (milik masyarakat) Milik Masyarakat dipinjami oleh tokoh masyarakat Widyantara, SH No 4/2007 Dusun Kepuh Kulon, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul Propinsi DIY Pukul 18.30 21.30

1. Tanah dan Halaman Tanah lembaga dan bangunan milik tokoh masyarakat Bp Haji Ponimin dipinjamkan untuk kegiatan kemasyarakatan di Dusun Kepuh Kulon Wirokerten, Kec. Banguntapan, Bantul yang digunakan dari berbagai dusun lain disekitarnya, antara lain: Dusun Mutihan, Dusun Glondong, Dusun Grojogan, Dusun Botokenceng, Dusun Sampangan, Dusun Wirokerten, Dusun Kepuh Kulon dan Dusun Kepuh Wetan. Rumah tinggal tokoh masyarakat juga digunakan untuk tempat kegiatan PKBM. Keadaan Tanah dan Gedung PKBM Wirawiyata Karya Status Luas Tanah Luas Bangunan (Kelas) Luas Halaman : : : : Milik Masyarakat (swadaya) 250 m2 100 m2 150 m2

Gedung PKBM Wira Wiyata Karya

Halaman PKBM Wira Wiyata Karya

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

16

Rumah Bp. H. Ponimin

rumah Bp. Yuan Purwanto, Ketua PKBM

Musholla di lingkungan PKBM

2. Gedung Gedung Lembaga dibangun oleh pemilik tanah/gedung yaitu tokoh masyarakat Bp Haji Ponimin dengan bangunan berupa pendopo yang sederhana. Sebelum gempa gedung berupa bangunan kayu joglo, setelah gempa (2006) dibangun dengan batu bata/dinding letter U tanpa pintu, tetap dengan bentuk joglo. Pembelajaran dilakukan dengan lesehan yaitu meja pendek dan duduk dihamparan tikar. 3. Perlengkapan Pembelajaran Untuk kegiatan administrasi dilakukan di rumah ibu dukuh (Kepala Dusun). PKBM memiliki buku administrasi lengkap seperti buku absensi warga belajar dan tutor, buku tamu, buku induk, buku keuangan, buku inventaris barang, notulen kegiatan. Berikut ini barang perlengkapan pembelajaran yang dimiliki sekolah: NO NAMA BARANG BAHAN JUMLAH 1 Meja lesehan panjang Kayu 10 buah 2 tikar Plastik 9 buah 3 Lemari file dan buku Kayu 2 buah 4 Papan tulis Kayu 1 buah 5 Papan absen Kayu 1 buah 6 Papan nama PKBM Kayu 1 buah 7 Papan pajangan Kayu 1 buah

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

17

8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Gambar presiden & wakil Lambang garuda Radio kaset Bendera merah putih Peta Dunia/Indonesia Buku modul Gambar tokoh nasional Papan data Alat masak Alat makan/minum Alat kebersihan

Kayu & kertas Kayu & kertas Campuran Kain Kertas Kertas Kertas Tripleks Aluminium Porselen Kayu/kain

1 pasang 1 buah 1 buah 1 buah 1 set Kelas 1 - 6 5 buah 1 buah 1 set 1 set 1 set

D. Personil Personil Penyelenggara dan Tutor PKBM Wirawiyata Karya, Dusun Kepuh Kulon, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul Propinsi DIY Tahun 2008, sebagai berikut: SUSUNAN PENYELENGGARA PKBM WIRA WIYATA KARYA
NO NAMA PENDIDIKAN JABATAN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Yuan Purwanto, S.Si Sunartana Ismiyarsih Murtedjo H. Ponimin Rakhmawati Nur Alamsyah Kadarmin Ani Rintaningsih, AMd Rita Isnaeni, SPd

S1 SLTA SMA D3 SMA S1 D3 SMA D3 S1

Ketua Penyelenggara Sekretaris Bendahara Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Tutor Tutor

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

18

SUSUNAN PENYELENGGARA PKBM WIRA WIYATA KARYA PROGRAM KESETARAAN PAKET A


NO 1 2 3 4 5 6 NAMA Sunartana Rita Isnaeni, SPd Ani Rintaningsih, AMd Hariyadi, SE Ani Rintaningsih, AMd Rita Isnaeni, SPd PENDIDIKAN SLTA S1 D3 S1 D3 S1 JABATAN Ketua Penyelenggara Sekretaris Bendahara Anggota Tutor IPS, PKn, Keterampilan Tutor Matematik, IPA, B. Indonesia

E. Warga Belajar Warga Belajar PKBM Wirawiyata Karya tidaklah banyak, berikut ini jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2006/2007, 2007/2008 dan 2008/2009: Program KF Paket A Paket B Jumlah 2006/2007 20 20 30 70 2007/2008 20 20 30 70 2008/09 20 20 0 40

F. Orang Tua Sumber kehidupan mata pencaharian di wilayah Dusun Kepuh Kulon sebagian besar adalah bidang pertanian, perindustrian batu bata merah, home industri melinjo, buruh ternak sapi potong, buruh bangunan, tukang andong (sais), dan tukang becak. Dengan sumber kekayaan alam yang subur dan kehidupan masyarakat yang akrab dan kekeluargaan membuat penduduk Dusun Kepuh Kulon tidak mengalami kesulitan dalam mencukupi kebutuhan pangan keluarganya, walau penghasilan sebagian warga masyarakat/orangtua peserta didik termasuk sosial ekonomi rendah. Dengan persentase 99% masyarakat Dusun Kepuh Kulon memeluk agama Islam membuat kehidupan bermasyarakat dan beragama jarang bahkan hampir

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

19

tidak pernah mengalami gejolak. Berikut ini merupakan data keadaan orang tua peserta didik.
PENDIDIKAN Buta huruf/tidak sekolah 2,5% Tidak tamat SD: 3% Tamat SD: 20% Tamat SMP: 18% Tamat SMA: 40% D3: 7% S1: 8,5% PEKERJAAN Buruh ternak: 10% Pemilik ternak: 15% Buruh tani: 65% Pemilik pertanian: 5% wiraswasta: 5% PENGHASILAN Sosek rendah: 25% (<Rp 300.000,00 per bulan) Sosek menengah: 50% (Rp 600.000,00 s.d. Rp800.000,00 per bulan) Sosek mampu 25% (>Rp900.000,00 per bulan) AGAMA Islam : 99% Nasrani & Hindu 1%

G. Kerjasama Lembaga Kerjasama PKBM dilakukan dengan BKKBN, Tim Penggerak PKK, Dinas Sosial, Badan Perwakilan Desa, Dinas Pendidikan Kab Bantul dan orang tua. Berikut ini peran orang tua dalam pengembangan sekolah: Mitra sekolah dalam pembinaan pendidikan. Mitra dialog dalam peningkatan kualitas pendidikan. Misalnya, tutor mengadakan kunjungan/silahturahmi ke rumah warga belajar. I. Dana Penyelenggaraan Diperoleh dari dana subsidi biaya operasional penyelenggara/BOP, APBN Alokasi dana dan swadaya masyarakat terutama diperuntukan untuk menunjang kegiatan-kegiatan keterampilan fungsional dan juga untuk memenuhi kelengkapan sarana belajar. J. Analisa Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Tantangan 1. Kekuatan Yang menjadi faktor pendukung keberhasilan program sekolah antara lain: Masyarakat/orang tua yang sangat mendukung terhadap keberadaan dan kegiatan pembelajaran. Dedikasi, tanggung jawab dan loyalitas tutor dalam mengajar cukup baik. Adanya tutor bukan dari unsur PNS Guru yang lumayan loyal.

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

20

Perhatian dan hubungan kerjasama antara PKBM Wirawiyata Karya dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul, orangtua dan masyarakat sangat baik. Kondisi alam yang subur sangat potensial untuk pertanian dan peternakan. 2. Kelemahan Yang menjadi faktor kendala/tantangan nyata di PKBM Wirawiyata Karya, Dusun Kepuh Kulon yaitu: Pengelolaan sekolah kurang maksimal, karena dana/anggaran sekolah sangat terbatas, dan keadaan sosial ekonomi orangtua rendah. Kemampuan guru yang terbatas dalam mengajarkan warga belajar yang lebih bersifat keterampilan. Tidak ada tenaga administrasi sekolah. Sarana prasarana kurang memadai. Belum ada perhatian dari LSM/NGO, kerjasama industri, maupun organisasi sosial lainnya Pandangan masyarakat tentang PNF sebagai second class. 3. Peluang Yang menjadi faktor peluang di PKBM Wirawiyata Karya, Dusun Kepuh Kulon yaitu: Menciptakan lapangan kerja mandiri bagi warga belajar setelah lulus, krn memiliki keterampilan Menjalin kerjasama dengan LSM/NGO, kerjasama industri, maupun organisasi lainnya (DUDI) Memiliki tantangan dengan modal yang terbatas dan semangat tinggi dapat menghasilkan kelulusan yang setara dengan pendidikan formal 4. Tantangan Yang menjadi faktor tantangan di PKBM Wirawiyata Karya, yaitu: Modal yang terbatas (blok grand BOP PNF) Keterbatasan tutor dalam kompetensi kependidikan Rendahnya motivasi belajar dari warga belajar karena sambil bekerja mencari penghasilan untuk menghidupi keluarganya. Tingkat kesadaran para orang tua/masyarakat rendah Sarana dan prasarana pendidikan yang sudah ada di lembaga masih sangat minim jumlahnya untuk dapat mencapai standar pelayanan minimal.

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

21

BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran. Struktur kurikulum Paket A dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan sesuai dengan Permen Diknas 23/2006 dengan orientasi pengembangan olahkarya untuk mencapai keterampilan fungsional yang menjadi kekhasan program Paket A yaitu memiliki keterampilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pencapaian kompetensi keterampilan fungsional dikembangkan melalui mata pelajaran keterampilan fungsional yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan secara terintegrasi dan/atau dalam bentuk mata pelajaran tersendiri. Muatan lokal merupakan kajian yang diberikan secara terintegrasi dalam mata pelajaran atau secara tersendiri sebagai mata pelajaran pilihan. Pengembangan kepribadian profesional merupakan kemampuan mengembangkan diri untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengelola potensi, bakat, minat, prakarsa, kemandirian, tindakan, dan waktu secara profesional sesuai tujuan dan kebutuhan yang dapat dilakukan antara lain melalui pelayanan konseling. Kemampuan olahhati dan olahrasa termasuk estetika dikembangkan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan, dan muatan lokal yang relevan. Adapun struktur kurikulum Program Paket A sebagaimana tersaji pada tabel berikut: Struktur Kurikulum Program Paket A
Mata Pelajaran Tingkatan 1/ Derajat Awal/ Setara Kelas 1-3 SD 9 9 15 15 12 9 6 6 9 Bobot SKK Tingkatan 2 / Derajat Dasar/ Setara Kelas 4-6 SD 9 9 15 15 12 9 6 6 9 JUMLAH

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Keterampilan Fungsional *) 9.1. Home Industri Emping Melinjo 9.2. Home Industri Kue Tradisional

18 18 30 30 24 18 12 12 18

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

22

9.3. Olahraga Muatan Lokal **) 6**) 6**) 12**) 10.1. Pengajian 10.2. Pengetahuan Kebencanaan 11. Pengembangan Kepribadian 6 6 12 Profesional 11.1. Bimbingan Konseling Jumlah 102 102 204 Keterangan: *) Pilihan mata pelajaran **) Substansinya dapat menjadi bagian dari mata pelajaran yang ada, baik mata pelajaran wajib maupun pilihan. SKK untuk substansi muatan lokal termasuk ke dalam SKK mata pelajaran yang dimuati. 10.

B. Muatan Kurikulum Muatan kurikulum meliputi 9 mata pelajaran, 1 muatan lokal, dan 1 pengembangan kepribadian profesional. 1. Mata Pelajaran Mata Pelajaran Program Paket A terdiri dari 9 mata pelajaran yaitu : Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Keterampilan Fungsional 2. Keterampilan fungsional Keterampilan fungsional merupakan kegiatan pembelajaran untuk memberikan bekal kemampuan bekerja atau berusaha yang menjadi ciri khas dari Paket A, sehingga standar kompetensi dan kompentensi dasar yang ingin dicapai perlu disusun sendiri oleh satuan pendidikan. Mata pelajaran ini merupakan pilihan yang harus diikuti oleh setiap peserta didik berdasarkan minat, potensi dan kebutuhan peserta didik melalui analisis minat dan kebutuhan belajar, sehingga dijadikan kesepakatan bersama antara pengelola kelompok belajar, tutor dan peserta didik. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran keterampilan fungsional, atau dua mata pelajaran keterampilan dalam satu tahun pelajaran. Berdasarkan hasil analisis minat, potensi dan kebutuhan belajar yang dilakukan PKBM Wira Wiyata Karya, Dusun Kulon Kepuh, Bantul, jenis keterampilan fungsional yang dilaksanakan adalah Olahraga dan PKK (home industri melinjo, pembuatan kue tradisional). 3. Muatan Lokal Muatan Lokal Program Paket A PKBM Wira Wiyata Karya adalah Pengajian dan Pengetahuan Kebencanaan. Pemilihan Pengetahuan Kebencanaan sebagai Muatan Lokal karena sebagai daerah gempa maka perlu kesiapsiagaan dalam menghadapi gempa yang akan datang.

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

23

4. Pengembangan Kepribadian Profesional Pemilihan bimbingan konseling sebagai mata pelajaran Pengembangan Kepribadian Profesional karena sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga belajar yang masih dalam situasi traumatik akibat bencana gempa tahun 2006 kemarin. Dengan bimbingan konseling diharapkan dapat membantu kondisi psikologis warga belajar. 5. Mata Pelajaran yang diujikan Mata pelajaran yang diujikan merupakan penilaian hasil belajar yang dilakukan secara nasional oleh pemerintah, meliputi : Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 6. Beban Belajar Beban belajar program Paket A dinyatakan dalam satuan kredit kompetensi (SKK) yang menunjukkan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran baik melalui tatap muka, praktek keterampilan, dan/atau kegiatan mandiri. Pencapaian beban belajar menggunakan sistem modular yang menekankan pada belajar mandiri, ketuntasan belajar, dan maju berkelanjutan. a. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sesuai dengan bobot SKK yang tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. b. Alokasi waktu untuk belajar mandiri atau tutorial dengan waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan bersifat fleksibel. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. 7. Ketuntasan Belajar Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0100%. Kriteria ketuntasan untuk masing-masing indikator berkisar antara 65 % s.d. 70%. PKBM Wira Wiyata Karya menentukan kriteria ketuntasan minimal sebagai target pencapaian kompetensi (TPK) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata warga belajar serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. PKBM Wira Wiyata Karya secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal. Berikut ini tabel nilai ketuntasan belajar minimal yang menjadi target pencapaian kompetensi (TPK) di PKBM Wira Wiyata Karya:

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

24

STANDAR KETUNTASAN BELAJAR PAKET A PKBM WIRA WIYATA KARYA TAHUN PELAJARAN 2008 2009
NO KOMPONEN KETUNTASAN BELAJAR

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

10.

11.

Pendidikan Agama Pendidikan kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pend. Jasmani olah raga dan kesehatan Keterampilan Fungsional: 9.1. Home Industri Emping Melinjo 9.2. Home Industri Kue Tradisional Muatan Lokal: 10.1. Pengajian 10.2. Pengetahuan Kebencanaan Pengembangan Kepribadian Profesional: Bimbingan Konseling

70 % 70 % 70 % 65 % 65 % 70 % 70 % 70 % 75 % 75 % 70 % 65 % 70 %

8. Kenaikan Kesetaran Tingkatan dan derajat Kenaikan tingkatan berdasarkan ketuntasan belajar sebagai hasil belajar yang dapat diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak pada setiap tingkatan. a. Kriteria kenaikan tingkatan. Nilai raport diambil dari nilai pengamatan, nilai tugas/PR, dan nilai tes akhir pada tiap mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan kepribadian profesional. Memiliki raport di tingkatannya masing-masing. b. Penentuan kenaikan tingkat Penentuan peserta didik yang naik tingkat dilakukan oleh satuan pendidikan non formal dalam suatu rapat yang dihadiri oleh penyelenggara dan tutor dengan mempertimbangkan sikap/penilaian/budi pekerti dan kehadiran peserta didik yang bersangkutan. Peserta didik yang dinyatakan naik tingkat, raportnya dituliskan naik tingkat. Peserta didik yang tidak naik tingkat harus mengulang di tingkatnya. 9. Kelulusan Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

25

kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan; c. Lulus Ujian Nasional 10. Penentuan kelulusan a. Kriteria kelulusan Memiliki raport tingkatan II. Telah mengikuti ujian nasional dan memiliki nilai untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, minimal nilai masing-masing mata pelajaran disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. b. Penentuan kelulusan Penentuan peserta didik yang lulus dilakukan dengan mempertimbangkan nilai raport, nilai ujian, sikap/prilaku/ budi pekerti peserta didik yang bersangkutan dan memenuhi kriteria kelulusan. Peserta didik yang dinyatakan lulus diberi ijazah, dan raport tingkatan II. Peserta didik yang tidak lulus tidak memperoleh ijazah dan mengulang di tingkatan II.

C. Pengorganisasian Kurikulum dengan Pengetahuan Kebencanaan C.1 Pengorganisasian Kurikulum tentang Pengetahuan Kebencanaan dengan Model Pembelajaran Terintegrasi Dalam mengembangkan kurikulum, setiap institusi PKBM haruslah mengacu pada Standar Isi Nasional. Oleh sebab itu, sebelum mengembangkan KTSP (kurikulum institusi PKBM), setiap pengembang kurikulum, baik itu dari dinas pendidikan maupun tutor PKBM, disarankan untuk membaca dengan seksama Standar Isi Nasional. Langkah pengorganisasian kurikulum dengan pengetahuan kebencanaan, baik itu dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mata pelajaran secara terpisah (separated subject approach), pendekatan mata pelajaran terkorelasi (correlated subject approach), maupun pendekatan pembelajaran terintegrasi, sebagai berikut: 1. Menetapkan materi bahan ajar tentang pengetahuan kebencanaan yang nantinya akan diintegrasikan pada mata pelajaran Misalnya: a. Persiapan dan Pencegahan Bencana, meliputi materi : - pengetahuan tentang bencana, antara lain jenis bencana, gejalagejala bencana, dampak/bahaya bencana, dll - pencegahan terjadinya bencana, meliputi mengidentifikasi lingkungan sekitar yang rentan/rawan bencana, menjaga dan memelihara lingkungan sekitar, penyuluhan/menginformasikan pada lingkungan sekitar untuk menimbulkan kesadaran dalam menjaga dan memelihara lingkungan, memperkirakan faktor resiko bencana

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

26

- persiapan jika terjadi bencana, meliputi menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak di masyarakat, membuat rencana tindakan, menentukan lokasi pengungsian, menyiapkan peralatan keselamatan diri jika terluka dan persiapan secara psikologis/mental jika terjadi bencana b. Penanganan Bencana, meliputi materi: - tindakan langsung pada saat bencana: membunyikan tanda bahaya, mem-beritahu tokoh masyarakat/pimpinan wilayah setempat, pencarian bantuan - penanganan bencana: mengamankan keadaan di lokasi bencana, memberi pertolongan pertama dan kesehatan, penanganan jenazah, mendata korban bencana, perhatian khusus pada korban/warga yang lemah, mendata kebutuhan korban bencana baik secara fisik dan psikologis - tindakan pengungsian: lokasi pengunngsian,dapur umum, obatobatan, dan ke-butuhan sanitasi c. Pemulihan Bencana, meliputi materi: - pihak-pihak yang terlibat pada pemulihan bencana - kebutuhan pemulihan yang mendesak - kebutuhan pemulihan jangka panjang 2. Menelaah/menganalisis Standar Isi setiap mata pelajaran. Dimaksudkan untuk mencari Standar Kompetensi (SK) maupun Kompetensi Dasar (KD) yang dapat diintegrasikan dengan pengetahuan kebencanaan. Semua SK-KD yang dapat diintegrasikan dicatat nomer SK-KD nya, cantumkan pada struktur kurikulum Pendidikan Non Formal Program Paket A, sebagai berikut: Struktur Kurikulum Paket A
SK/KD yg diintegrasikan dg materi pengetahuan kebencanaan Tingkatan 1 / Tingkatan 2 / Derajat Awal/ Derajat Dasar/ Setara Kelas Setara Kelas IV-VI SD I III SD
1.2; 2.1; 2.2; 2.3; 7.1; 8.1; 8.2; 8.3; 9.1; 9.2; 13.1; 13.2; 13.3; 13.4; 14.1; 14.2; 14.3; 14.4; 14.5; 15.1; 15.2; 15.3; 16.1; 16.2; 17.1; 17.2; 18.1; 18.2; 18.3; 18.4; 19.2; 20.2; 21.2; 23.2; 24.2; 25.2; 26.2 1.1; 1.2; 1.3; 3.1; 3.2; 4.1; 4.2; 5.1; 5.2; 6.1; 6.2; 7.1; 7.2; 8.1; 8.2; 9.1; 9.2; 10.1; 10.2; 10.3; 11.2; 11.3; 12.1; 12.2 1.2; 1.3; 2.2; 3.1; 3.2; 4.1; 4.2; 5.1; 5.2; 6.1; 6.2; 7.1; 7.4; 8.1; 8.3; 8.4; 9.1; 9.2; 9.3; 10.1; 10.2; 11.1; 11.2; 11.3; 12.1; 12.2; 17.1; 17.2; 17.3; 21.1; 21.2; 23.1; 23.2; 24.1; 24.2 1.4; 2.4; 2.5; 2.6; 3.4; 4.3; 5.2; 5.3; 5.4; 5.5; 6.3; 7.1; 7.2; 7.3; 3.1; 4.1; 5.2; 6.1;7.2; 9.3; 11.1; 11.2; 12.1; 12.2; 13.3; 14.1; 14.2; 15.1; 15.2; 15.3; 16.1; 16.2; 17.1; 19.2; 20.1; 20.2; 21.2; 22.2; 23.2; 24.1; 24.2; 25.2; 26.1; 26.2; 28.2; 29.1; 29.2; 30.1; 30.2 1.1; 1.2; 5.1; 5.2; 5.3; 7.1; 7.2; 8.1; 8.2;

Mata Pelajaran

1.

Pendidikan Agama

2.

Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia

3.

4.

Matematika

1.1; 1.2; 2.1; 3.1; 3.2; 4.1; 4.2; 5.1; 5.2; 6.1; 6.2; 7.1; 7.2; 8.2; 9.1; 9.2; 9.3; 10.1; 10.2; 12.1; 12.2; 13.3; 16.1; 16.2; 16.3; 17.1; 17.2; 19.3; 19.4; 20.1; 20.2; 20.3; 21.2; 22.2; 22.3; 24.2 1.3; 1.3; 1.4; 1.5; 1.6; 3.4; 4.5; 6.3; 6.5; 7.4; 8.3; 9.4; 9.5; 10.3;

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

27

5.

Ilmu Pengetahuan Alam

7.4; 8.1; 11.1; 11.2; 11.3; 11.4; 13.1; 13.2; 13.3; 15.1; 15.2; 15.3; 1.1; 1.2; 1.3; 2.1; 2.2; 2.3; 4.1; 4.2; 4.3; 5.1; 5.2; 5.3; 6.3; 7.3; 8.1; 8.2; 10.1; 10.2; 11.2; 11.3; 12.1; 12.2; 13.1; 13.2; 13.3; 14.2; 15.1; 15.2; 15.3; 15.4;

6. 7.

Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya

8.

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

1.2; 1.4; 2.1; 2.2; 2.3; 3.1; 3.2; 3.3; 4.2; 4.3; 5.2; 5.3; 5.4; 6.1; 6.2; 6.3; 6.5 2.1; 2.2; 4.1; 4.2; 6.1; 6.2; 8.1; 8.2; 8.3; 10.1; 10.2; 12.1; 12.2; 14.2; 14.3; 16.3; 18.4; 20.2; 22.2; 24.1; 26.1; 26.2; 28.1; 28.2; 30.1; 30.2; 32.1; 32.2; 32.3; 34.2; 36.2; 36.3; 38.3; 40.1; 40.2; 40.3 1.1; 1.2; 1.3; 3.1; 3.2; 4.1; 4.2; 5.1; 5.2; 6.1; 6.2; 6.3; 8.1; 8.2; 9.1; 9.2; 10.1; 10.2; 11.1; 11.2; 12.1; 12.2; 13.1; 13.2; 13.3; 14.1; 14.2; 14.3; 16.1; 16.2; 17.1; 17.2; 18.1; 18.2; 18.3; 20.1; 20.2; 21.1; 21.2; 22.1; 22.2; 22.3; 23.1; 23.2; 23.3; 24.1; 24.2; 25.1; 25.2; 25.3; 26.1; 26.2; 27.1; 27.2; 28.1; 28.2; 29.1; 29.2; 30.1; 30.2; 30.3; 31.1; 31.2; 33.1; 33.2; 34.1; 34.2; 34.3; 35.1; 35.2; 35.3; 36.1; 36.2

10.4; 13.1; 13.2; 13.3; 13.4; 13.5; 19.1; 19.2; 19.3; 20.1; 20.2; 20.3; 21.1; 21.2; 21.3; 21.4 1.2; 1.4; 4.1; 4.2; 5.1; 5.2; 6.1; 6.3; 6.4; 6.5; 7.2; 10.1; 10.2; 10.4; 11.1; 11.2; 11.3; 12.1; 12.2; 13.113.2; 14.1; 14.2; 14.3; 15.1; 18.1; 18.2; 20.1; 20.2; 20.3; 21.1; 21.2; 21.3; 22.4; 22.5; 22.6; 22.7; 26.1; 26.2; 27.1; 27.2 1.2; 1.3; 1.5; 1.6; 2.1; 2.2; 2.3; 2.4; 5.1; 5.2; 6.1; 6.2 1.3; 2.1; 3.3; 4.1; 4.2;5.3; 6.2; 8.2; 10.2; 12.1; 14.2; 16.3; 18.2; 20.1; 20.3; 24.1; 24.2; 26.2; 28.2; 30.2; 32.2; 34.2; 36.1; 38.2; 38.4; 40.2; 40.4; 42.2; 42.4; 44.2; 44.4; 46.1; 46.3; 48.2 1.1; 1.2; 1.3; 2.1; 2.2; 4.1; 4.2; 5.1; 5.2; 6.1; 6.2; 6.3; 7.1; 7.2; 9.1; 9.2; 10.3; 10.4; 11.1; 11.2; 12.1; 12.2; 13.1; 13.2; 13.3; 14.1; 14.2; 16.1; 16.2; 17.1; 17.2; 17.3; 18.1; 18.2; 18.3; 19.1; 19.221.1; 21.2; 22.2; 23.1; 23.2; 24.1; 24.2; 25.1; 25.2; 25.3; 28.1; 28.2; 29.1; 29.2; 30.1; 30.2; 30.3; 31.1; 31.2; 31.3; 33.1; 33.2; 34.1; 34.2; 34.3; 34.4; 35.1; 35.2; 36.1; 36.2

9.

10.

11.

Keterampilan Fungsional *) 9.1. Home Industri Emping Melinjo 9.2. Home Industri Kue Tradisional Muatan Lokal **) 10.1. Pengajian 10.2. Pengetahuan Kebencanaan Pengembangan Kepribadian Profesional

(terlampir hlm 28 s.d 31)

(terlampir hlm 28 s.d 31)

Keterangan: *) Pilihan mata pelajaran **) Substansinya dapat menjadi bagian dari mata pelajaran yang ada, baik mata pelajaran wajib maupun pilihan.

3. Menyusun Silabus dan RPP sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dengan memperhatikan karakteristik pembelajaran terintegrasi. Di dalam mengorganisasikan pembelajaran dengan model kurikulum hendaknya memperhatikan karakteristik dari pengajaran terintegrasi. Contoh SilabusRPP dengan pembelajaran terintegrasi pengetahuan kebencanaan, baik pada satu mata pelajaran (Lampiran 1) ataupun secara tematik dengan beberapa mata pelajaran (Lampiran 2). 4. Penilaian pencapaian kompetensi dasar warga belajar di-lakukan berdasarkan indikator, dengan menggunakan tes dan non tes dalam

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

28

bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio dan penilaian diri. Penilaian harus bersifat komprehensif, menilai ranah kognitif, afektif dan psikomotor sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing.

C.2. Implementasi Pengetahuan Kebencanaan dengan Model Pembelajaran Mata Pelajaran secara terpisah 1. Definisi Model pendekatan pembelajaran mata pelajaran secara terpisah merupakan mata pelajaran yang organisasi materi atau isi kurikulum berpusat pada mata pelajaran tertentu yang berdiri sendiri atau terpisah. 2. Pengorganisasian Kurikulum tentang Pengetahuan Kebencanaan dengan Model Pembelajaran Mata Pelajaran secara Terpisah Pada Pendidikan Kesetaraan berdasarkan struktur kurikulumnya untuk Pengetahuan Kebencanaan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mata pelajaran secara terpisah (separated subect approach) dapat diimplementasikan pada mata pelajaran muatan lokal, karena merupakan mata pelajaran pilihan yang bediri sendiri atau terpisah. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang substansi mata pelajarannya tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan saja. Langkah pengorganisasian kurikulumnya sebagai berikut: 1. Membuat program/kurikulumnya terlebih dahulu yaitu dengan menyusun Standar Isi yang meliputi SK-KD untuk setiap tingkatan. Contoh:
MUATAN LOKAL PENGETAHUAN KEBENCANAAN PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET A Latar Belakang Indonesia hampir setiap tahun mengalami berbagai bencana alam. Umumnya yang paling sering terjadi adalah bencana alam banjir, longsor dan gempa yang menimbulkan kerugian cukup besar, baik harta maupu jiwa manusia. Hal ini disebabkan Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australisa, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusa Tenggara, sedangkan lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Pasifik di utara Papua dan Maluku Utara. Akumulasi energi yang

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

29

dilepaskan oleh tabrakan terkumpul sampai suatu titik dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi sehingga lepas berupa gempa bumi. Peristiwa bencana paling dahsyat yang terjadi di Indonesia adalah tsunami di Aceh pada tahun 2004 dan musibah gempa berskala 5,9 Richter di Kabupaten Bantul, DI Yogjakarta pada tahun 2006. Kebanyakan korban bencana tewas karena ketidaktahuannya akan pengetahuan menyelamatkan diri dan mengenal tanda-tanda alam yang mengisyaratkan akan hadirnya sebuah gempa. Selain itu juga disebabkan oleh kurangnya pengetahuan untuk mengenal lingkungan ekologisnya yang bisa menjadi faktor penyebab terjadinya bencana. Mata pelajaran muatan lokal ini untuk menjembatani antara kebutuhan masyarakat daerah dengan tujuan pendidikan nasional yang diperkuat dengan UU No 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana oleh pemerintah. Landasan 1. UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah 2. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 13 ayat (1) dan (2) tentang kedudukan pendidikan non formal: 3. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 pasal 32 ayat 2, dijelaskan tentang pendidikan layanan khusus untuk daerah yang mengalami bencana alam 4. Undang-Undang No 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. 5. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0131/U/1994 tentang paket A dan Paket B 6. Permendiknas No 22 Tahun 2006 tentang Muatan Lokal yang wajib diberikan pada semua satuan pendidikan Tujuan 1. memberikan bekal pengetahuan, wawasan dan keterampilan mengenai daerahnya dan lingkungannya 2. memiliki sikap assertif saat menghadapi masalah kebencanaan di lingkungannya. Ruang Lingkup Ruang lingkup mata pelajaran Muatan Lokal Pengetahuan Kebencanaan adalah kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, penanganan bencana dan pemulihan bencana. Muatan lokal ini diprogramkan selama satu tahun.

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

30

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkatan 1/Derajat Awal/Setara Kelas 1-3 SD STANDAR KOMPETENSI
1. mengemukakan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana karena ulah manusia

KOMPETENSI DASAR
1.1 mengidentifikasi macam-macam bencana 1.2 memberikan contoh ulah manusia yang menyebabkan bencana 1.3 mendeskripsikan tanda-tanda akan terjadinya bencana 1.4 menyebutkan ciri-ciri rawan bencana 1.5 melakukan pencegahan bencana di lingkungan sekitarnya 1.6 mengemukakan dampak yang mengakibatkan bencana 1.7 memahami hidup siaga terhadap bencana 2.1 memberi contoh tindakan langsung pada saat bencana terjadi 2.2 mengetahui cara menolong diri sendiri jika terjadi bencana 2.3 mengetahui pihak yang harus dihubungi pada setelah bencana terjadi (cara mencari bala bantuan) 3.1 mengidentifikasi pihak yang terlibat pada pemulihan bencana 3.2 mengemukakan kebutuhan pemulihan bencana jangka pendek/mendesak dan cara mendapatkannya 3.3 mengemukakan kebutuhan pemulihan bencana jangka panjang dan cara mendapatkannya

2. melakukan cara penanganan bencana

3. menjelaskan tindakan pemulihan bencana

Tingkatan 2/Derajat Dasar/Setara Kelas 4-6 SD STANDAR KOMPETENSI


1. menjelaskan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana karena faktor kombinasi alam dan ulah manusia

KOMPETENSI DASAR
1.1 menjelaskan macam-macam bencana 1.2 memberikan contoh faktoralam dan ulah manusia yang menyebabkan bencana 1.3 mengklasifikasikan bencana berdasarkan tanda-tandanya 1.4 menerangkan pengertian daerah rawan bencana 1.5 menerapkan cara pencegahan bencana di lingkungan sekitarnya 1.6 menjelaskan dampak yang mengakibatkan bencana 1.7 membiasakan hidup siaga terhadap

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

31

2. menerapkan cara penanganan bencana

2.1 2.2 2.3

3. memahami tindakan pemulihan bencana

3.2 3.1

3.3

bencana menerapkan tindakan langsung pada saat bencana terjadi memahami cara menolong diri sendiri dan orang lain jika terjadi bencana memahami pihak yang harus dihubungi pada setelah bencana terjadi (cara mencari bala bantuan) menerangkan pihak yang terlibat pada pemulihan bencana menjelaskan kebutuhan pemulihan bencana jangka pendek/mendesak dan cara mendapatkannya menerangkan kebutuhan pemulihan bencana jangka panjang dan cara mendapatkannya

2. Menyusun Silabus dan RPP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Contoh SilabusRPP Muatan Lokal pada Lampiran 3. 3. Penilaian pencapaian kompetensi dasar Muatan Lokal untuk warga belajar dilakukan berdasarkan indikator, dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio dan penilaian diri. Penilaian harus bersifat komprehensif, menilai ranah kognitif, afektif dan psikomotor.

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

32

BAB IV KALENDER PENDIDIKAN

A. Pengertian Kalender Pendidikan Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, hari libur dan ujian nasional.Kalender pendidikan Paket A PKBM Wira Wiyata Karya disusun untuk mengatur kegiatan pembelejaran yang sesuai kebutuhan peserta didik: 1. Permulaan tahun ajaran dimulai bulan Juli 2008 2. Peserta didik dapat mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai dengan kesempatan masing-masing dengan memperhatikan beban belajar dan cara menempuhnya sesuai dengan peraturan yang berlaku pada masingmasing satuan pendidikan. 3. Minggu efektif belajar merupakan penjadwalan layanan pembelajaran baik tatap muka, mandiri maupun tutorial dalam rangka pendalaman materi belajar yang disediakan oleh lembaga penyelenggara. 4. Hari libur nasional disesuaikan dengan ketetapan pemerintah. 5. Ujian Nasional dilaksanakan dalam dua periode setiap tahun. Adapun pengaturan waktu yang berhubungan dengan permulaan tahun ajaran, minggu efektif, waktu pembelajaran efektif, waktu libur termasuk jumlah jam masing-masing komponen dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

B. Jadwal Kalender Pendidikan

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

33

JADWAL KALENDER PENDIDIKAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANTUL, DI YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2008/2009

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

34

LAMPIRAN: PEMBELAJARAN TERINTEGRASI PENGETAHUAN KEBENCANAAN PADA SATU MATA PELAJARAN TERTENTU SILABUS
Kelompok Belajar : Program Paket A (Pendidikan Kesetaraan) Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Tingkat/Derajat/Setara : II/ Dasar /Kelas 4-6 SD Semester : I (satu) Tema : Gempa Bumi STANDAR KOMPETENSI : 9. Mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan, menceritakan hasil pengamatan atau berwawancara. 21. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk karangan, surat undangan, dan dialog tertulis KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER/ALAT 9.1 Menanggapi suatu Disesuaikan Masalah Bercakap-cakap masalah gempa bumi Menyebutkan masalahLisan Gambar persoalan atau dengan jam aktual yang terjadi tahun 2006.* masalah aktual yang tentang Tertulis peristiwa dan pelajaran lingkungan terjadi di sekitar.* kejadian Mengamati beberapa gambar daerah Unjuk Kerja memberikan saran sekitar tempat gempa bumi yang terkena bencana gempa. * Memberikan tanggapan, peme-cahannya 4 x 35 mnt tinggal dan saran disertai alasan ATK Berdiskusi untuk memberikan dengan Tanda sederhana terhadap tanggapan dan saran yang disertai memperhati-kan penghubung masalah-masalah aktual alasan berdasarkan gambar tsb.* pilihan kata dan yang terjadi di sekitar.* Tanda baca Menuliskan tanggapannya. santun berbahasa titik, koma Menceritakan hasil diskusi dan 21.1 Menulis karangan Menulis surat tentang tanggapannya di depan kelas.* berdasarkan pengalaman bencana Membuat karangan berupa surat tidak pengalaman alam menggunakan EYD resmi yang menceritakan pengalaman dengan yang tepat. (surat tidak bencana gempa yang dialaminya.* memperhatikan resmi).* Mengedit/mengoreksi karangan teman pilihan kata dan Membacakan surat sebangku dengan menggunakan tanda penggunaan ejaan dengan gaya penceritaan baca titik & koma* yang menarik Membaca nyaring surat karangannya di depan kelas.*
* materi, pengalaman belajar dan indikator tentang pengetahuan kebencanaan

KTSP PLK PNF Bencana Alam Gempa Bantul, DIY, final 2, Suci Paresti.

35

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Kelompok Belajar Mata Pelajaran Tingkat/Derajat/Setara Semester Alokasi Waktu Tema : Program Paket A (Pendidikan Kesetaraan) : Bahasa Indonesia : II/ Dasar /Kelas 4-6 SD : I (satu) : 2 x 35 menit (pertemuan pertama) : Gempa Bumi

Standar Kompetensi : 9. Mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan, menceritakan hasil pengamatan atau berwawancara. 21. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk karangan, surat undangan, dan dialog tertulis Kompetensi Dasar : 9.1 Menanggapi suatu persoalan atau peristiwa dan memberikan saran pemecahannya dengan memperhati-kan pilihan kata dan santun berbahasa 21.1 Menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan. Indikator : Menyebutkan masalah-masalah aktual yang terjadi di sekitar.* Memberikan tanggapan, dan saran disertai alasan sederhana terhadap masalah-masalah aktual yang terjadi di sekitar.* Menulis surat tentang pengalaman bencana alam menggunakan EYD yang tepat. (surat tidak resmi).* Membacakan surat dengan gaya penceritaan yang menarik I. Tujuan Pembelajaran : Mampu berdiskusi dan berani mengungkapkan pendapat dengan bahasa Indonesia yang baik Mampu menulis surat pada teman/sahabat tentang pengalaman dengan bahasa komunikatif dan menggunakan EYD yang tepat (tanda baca titik & koma). II. Materi Ajar : Masalah aktual lingkungan sekitar tempat tinggal. Tanda baca titik dan koma III. Metode Pembelajaran : Ceramah Tanya jawab Diskusi Kerja individual Presentasi

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY, Suci Paresti.

36

IV. Strategi Pembelajaran : Kegiatan Awal (5 menit ) Klasikal : Absensi Penjelasan tentang kegiatan yang dilakukan hari tersebut Sumbang saran, antar warga belajar tentang masalah lingkungan alam yang ada di sekitar kehidupan mereka Pengelompokkan warga belajar berdasarkan usia warga belajar setara kelas 4, 5 & 6 untuk mengetahui pencapaian kompetensi dari masingmasing kelas Kegiatan Inti (50 menit) Kelompok/Berpasangan: Tutor dan warga belajar bercakap-cakap tentang masalah gempa bumi yang terjadi pada tahun 2006.* Warga belajar ditugaskan untuk mengamati beberapa gambar daerah yang terkena bencana gempa bumi.* (LK tugas-1) Warga belajar secara berpasangan ditugaskan untuk berdiskusi untuk memberikan tanggapan/pendapat yang disertai alasan berdasarkan gambar tersebut.* Warga belajar secara individual ditugaskan untuk menuliskan tanggapan, saran dan alasannya.* Warga belajar menceritakan tanggapan/pendapatnya di depan kelas dengan gaya yang menarik. Tutor menanggapi presentasi warga belajar berupa refleksi psikologis (penyembuhan trauma). Kegiatan Penutup (15 menit) Klasikal : Seluruh kelompok dikumpulkan kembali secara bersama-sama Refleksi dengan penjelasan tanda baca titik dan koma. Mengedit/mengoreksi tulisannya sendiri atau teman sebangkunya. Pesan moral dan refleksi

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar : Gambar-gambar bencana alam gempa bumi LKS Buku Bahasa Indonesia yang sesuai

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY, Suci Paresti.

37

VI. Penilaian : Lisan Unjuk Kerja Tertulis

Mengetahui Pengelola ..

Jakarta, Agustus 2008 Tutor

* Indikator dan Strategi Pembelajaran tentang pengetahuan kebencanaan

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY, Suci Paresti.

38

LEMBAR KERJA (LK)


TUGAS-1 Nilai Nama : .................................................... Tingkat/Derajat/Setara: 2/Dasar/Kelas 4-6 SD/MI Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia (pertemuan 1) Tema : Gempa Bumi Hari/Tanggal : .................................................... Paraf Tutor OT

Diskusikan setiap gambar berikut, kemudian berikanlah tanggapanmu atau pendapatmu yang disertai alasan. Gunakan kata penghubung dalam menjawab! CONTOH :

http://www.esp.or.id/wp-content/uploads/2007/08/vol1405.jpg

Tanggapan dan alasan: Guru dan siswa membuat tempat sampah sebagai usaha penertiban kebersihan di sekolah. Penyediaan tempat sampah di sekolah tidak cukup untuk menerapkan disiplin kebersihan di sekolah. Disiplin kebersihan hendaknya diterapkan melalui sikap teladan guru sehari-hari dan selalu menegur murid yang membuang sampah sembarangan.

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY, Suci Paresti.

39

Gambar 1:

Sumber:http://portal.vsi.esdm.go.id/gallery2/

Tanggapan dan alasan: Gambar 2:

Sumber: http://www.rumahzakat.org/images/MDN_Bantuan-Pengungsian-Mad.jpg

Tanggapan dan alasan:

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY, Suci Paresti.

40

Gambar 3:

Sumber:http://www.wikimu.com/Common/NewsImage.ashx?id=1524

Tanggapan dan alasan: Gambar 4:

Sumber: swaramuslim.net/.../foto/gempa_jogya1.jpg

Tanggapan dan alasan:

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY, Suci Paresti.

41

Materi Pembelajaran :

Kalimat majemuk merupakan penggabungan dua kalimat tunggal dengan menggunakan kata penghubung menjadi satu kalimat. Contoh: Bapak gemar berkebun. (kalimat tunggal) Ibu gemar merangkai bunga. (kalimat tunggal) Bapak gemar berkebun dan Ibu gemar merangkai bunga. (kalimat majemuk). Pada bahasa Indonesia terdapat beberapa kata penghubung dalam sebuah kalimat, antara lain dan, tetapi & karena. Pada kata penghubung tersebut ada persamaan dan perbedaannya. Persamaan: Kata dan, tetapi & karena termasuk kata penghubung koordinatif yaitu kata penghubung yang menghubungkan dua kalimat yang memiliki status/kedudukan yang sama. Perbedaan: Kata dan merupakan kata penghubung yang menandakan hubungan penjumlahan atau penggabungan. Kata tetapi merupakan kata penghubung yang menyatakan pertentangan atau perlawanan. Kata karena merupakan kata penghubung yang menyatakan alasan. Contoh: Kalimat majemuk dengan kata penghubung dan Nadiem menyapu kebun. (kalimat tunggal) Rahma menyapu rumah. (kalimat tunggal) Nadiem menyapu kebun dan Rahma menyapu rumah. (kalimat majemuk yang menyatakan penjumlahan atau penggabungan). Kalimat majemuk dengan kata penghubung tetapi Rani memukul bola dengan cepat. (kalimat tunggal) Nani mengembalikan bola dengan lambat. (kalimat tunggal) Rani memukul bola dengan cepat tetapi Nani mengembalikan bola dengan lambat. (kalimat majemuk yang menyatakan pertentangan atau perlawanan). Kalimat majemuk dengan kata penghubung karena Tanaman tumbuh dengan subur. (kalimat tunggal) Musim hujan telah tiba. (kalimat tunggal) Tanaman tumbuh dengan subur karena musim kemarau telah tiba. (kalimat majemuk yang menyatakan alasan).

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY, Suci Paresti.

42

LAMPIRAN-2: PEMBELAJARAN TERINTEGRASI PENGETAHUAN KEBENCANAAN SECARA TEMATIK SILABUS


Kelompok Belajar : Program Paket A (Pendidikan Kesetaraan)

Mata Pelajaran
Tingkat/Derajat/Setara Semester Tema

: IPA, IPS, dan Agama


: II/ Dasar/ Kelas 4-6 SD/MI : II : Bencana Alam Gempa Bumi

STANDAR KOMPETENSI : IPA : 13. Memahami gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda IPS : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Agama : 12. Meyakini adanya Qadha dan Qadar KOMPETENSI MATERI KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI DASAR POKOK WAKTU IPA 13.1 Pertemuan pertama: Disesuaikan Menguraikan Tertulis Menyimpulkan Gaya gesek dengan jam Melakukan percobaan tentang pengertian gaya Unjuk hasil percobaan pelajaran pengaruh permukaan terhadap gerak gesek melalui Kerja bahwa gaya Bencana alam benda. percobaan. (dorongan dan gempa bumi 6 x 35 menit Membuat laporan hasil percobaan Menyebutkan tarikan) dapat (3xpertemumanfaat dan kerugian Mendiskusikan hasil percobaan mengubah gerak an) yang ditimbulkan oleh tersebut dikaitkan dengan peristiwa suatu benda gaya gesek. bencana alam gempa bumi IPS 2.4 Mendeskripsikan Mengenal Tanda bencana Pertemuan kedua: tanda-tanda alam permasalahan sebelum terjadi Mendiskusikan tanda-tanda alam sosial di bencana* sebelum terjadi bencana * daerahnya Memahami Mengemukakan pendapat/ sistem/tanda

SUMBER/ ALAT Buku atau gambar tentang budaya dan alat musik tradisional Indonesia. Tafsir Al Quran LKS

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY, Suci Paresti.

43

Agama 12.1 Menunjukkan contoh-contoh Qadha dan Qadar

Ayat Qadha dan Qadar

tanggapannya tentang tanda-tanda bencana alam berdasarkan pengetahuannya sendiri * Menuliskan sikap sebagai manusia jika mengalami qadha dan qadar berupa bencana * Pertemuan ketiga: Mendiskusikan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesek Mendiskusikan suatu kesepakatan masyarakat tentang tanda peringatan dini jika terjadi bencana didaerah tempat tinggalnya Melakukan analisa pemahaman ayat Al Quran tentang qadha dan qadar tentang peristiwa alam *

peringatan dini sebagai kesepakatan semua anggota masyarakat* Menguraikan pengertian qadha dan qadar Memahami ayat Al Quran tentang qadha dan qadar yang berkaitan dengan peristiwa bencana/alam*

* materi, pengalaman belajar dan indikator tentang pengetahuan kebencanaan

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY, Suci Paresti.

44

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Kelompok Belajar Mata Pelajaran Tingkat/Derajat/Setara
Semester

: Program Paket A (Pendidikan Kesetaraan) : IPA, IPS dan Agama Islam : II/ Dasar/ Kelas 4-6 SD/MI
: II

Alokasi Waktu Tema

: 2 x 35 menit (untuk Pertemuan Ketiga) : Bencana Alam Gempa Bumi

Standar Kompetensi IPA : 13. Memahami gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda IPS : 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Agama : 12. Meyakini adanya Qadha dan Qadar Kompetensi Dasar IPA 13.1 Menyimpulkan hasil percobaan bahwa gaya (dorongan dan tarikan) dapat mengubah gerak suatu benda IPS 2.4 Mengenal permasalahan sosial di daerahnya Agama 12.1 Menunjukkan contoh-contoh qadha dan qadar Indikator Menguraikan pengertian gaya gesek melalui percobaan. Menyebutkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesek. Mendeskripsikan tanda-tanda alam sebelum terjadi bencana* Memahami sistem/tanda peringatan dini sebagai kesepakatan semua anggota masyarakat* Menguraikan pengertian qadha dan qadar Memahami ayat qadha dan qadar yang berkaitan dengan peristiwa bencana/alam* I. Tujuan Pembelajaran mampu memahami manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesek. mengetahui sistem/tanda peringatan dini yang telah menjadi kesepakatan masyarakat setempat. memahami qadha dan qadar yang merupakan ketentuan Allah. II. Materi Ajar Kenampakan Alam dan Pelestariannya Gunungapi III. Metode Pembelajaran Ceramah Tanya jawab Diskusi

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY, Suci Paresti.

45

Demonstrasi Presentasi IV. Strategi Pembelajaran Kegiatan Awal (5 menit ) Klasikal: Absensi Penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan hari ini Apersepsi pelajaran sebelumnya. Kegiatan Inti (55 menit ) Kelompok: Tutor bercakap-cakap bersama warga belajar tentang bagaimana gaya gesek dapat terjadi. Warga belajar secara berkelompok mendiskusikan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesek pada kehidupan sehari-hari.* (LK tugas1) Wakil kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan tutor memberikan tanggapannya.* Tutor memberikan penjelasan gaya gesek dalam hubungannya dengan terjadinya gempa bumi. Tutor bercakap-cakap pada warga belajar secara brainstorming tentang tanda-tanda alam akan terjadinya bencana.* Warga belajar secara berkelompok ditugaskan untuk menyepakati suatu tanda peringatan dini terjadinya bencana bagi masyarakat semua.* (LK tugas-2) Kegiatan Penutup (10 menit) Klasikal : Seluruh kelompok dikumpulkan kembali secara bersama-sama Sebagai refleksi dan kesimpulan pembelajaran, warga belajar secara berkelompok menganalisa Al Qur an Surat Al Hadiid ayat 22 -23, Surat Al Baqarah ayat 11-12 dan Surat Al Qamar ayat 49 yang berkaitan dengan qadha dan qadar. (LK tugas-3) Tutor menunjuk salah satu warga belajar untuk memberikan tanggapan hasil analisanya. Tutor menugaskan untuk melanjutkan tugas tsb sebagai PR dengan menuliskan hasil analisa surat Al Quran tersebut dalam kaitannya dengan qadha dan qadar. VII. Alat/Bahan/Sumber Belajar : Buku atau gambar tentang budaya dan alat musik tradisional Indonesia. Tafsir Al Quran LKS

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY, Suci Paresti.

46

VIII.

Penilaian : Performence (Unjuk Kerja) Produk (hasil karya) Jakarta, Juli 2008 Tutor

Mengetahui Pengelola

..

Indikator dan Strategi Pembelajaran tentang pengetahuan kebencanaan

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY, Suci Paresti.

47

LEMBAR KERJA (LK)


TUGAS-1 Nilai Nama : .................................................... Tingkat/Derajat/Setara: 2/Dasar/Kelas 4-6 SD/MI Mata Pelajaran : IPA, IPS, dan Agama (pertemuan 3) Tema : Bencana AlamGempa Bumi Hari/Tanggal : .................................................... Paraf Tutor OT

Diskusikan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesek pada kehidupan sehari-hari. MANFAAT KERUGIAN

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY Final, Suci Paresti.

48

LEMBAR KERJA (LK)


TUGAS-2 Nilai Nama : .................................................... Tingkat/Derajat/Setara: 2/Dasar/Kelas 4-6 SD/MI Mata Pelajaran : IPA, IPS, dan Agama (pertemuan 3) Tema : Bencana AlamGempa Bumi Hari/Tanggal : .................................................... Paraf Tutor OT

Berikut ini merupakan beberapa gambar alat yang dapat digunakan sebagai tanda peringatan dini jika terjadi bencana gempa bagi masyarakat. Pilihlah salah satu alat mana yang menurutmu sesuai dengan kehidupan di masyarakat. Berikan alasannya atas pilihanmu!

Gamelan gong
http://id.media2.88db.com/

Drum dari kaleng bekas


http://yudhistira31.files.wordpress.com/2008/04/drum.jpg

Kendang
http://indonetwork.co.id/

Bedug
http://imsakjakarta.files.wordpress.com/

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY Final, Suci Paresti.

49

Rebana
http://www.budayajakarta.com/

Radio
http://www.geocities.com/syamsu_st/radio.jpg

Drum
http://upload.wikimedia.org/

Toa
http://www.faunatech.com.au/products/general/toa_in_use_1.jpg

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY Final, Suci Paresti.

50

LEMBAR KERJA (LK)


TUGAS-3 Nilai Nama : .................................................... Tingkat/Derajat/Setara: 2/Dasar/Kelas 4-6 SD/MI Mata Pelajaran : IPA, IPS, dan Agama (pertemuan 3) Tema : Bencana AlamGempa Bumi Hari/Tanggal : .................................................... Paraf Tutor OT

Apa maksud dari arti Al Qur an Surat Al Hadiid ayat 22-23, Surat Al Baqarah ayat 11-12 dan Surat Al Qamar ayat 49 dalam hubungannya dengan qadha dan qadar. 1. Al Quran Surat Al Hadiid ayat 22 -23 Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY Final, Suci Paresti. 51

2. Surat Al Baqarah ayat 11-12 Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Mereka menjawab:Sesungguhnya Kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. 3. Surat Al Qamar ayat 49 Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY Final, Suci Paresti.

52

LAMPIRAN: MUATAN LOKAL PENGETAHUAN KEBENCANAAN SILABUS Kelompok Belajar Mata Pelajaran Tingkat/Derajat/Setara : Program Paket A (Pendidikan Kesetaraan) : Muatan Lokal : II/ Dasar/ Kelas 4-6 SD/MI INDIKATOR Mendeskripsikan suasana terjadinya bencana dan tindakan pemulihan yang dilakukan secara mendesak Mengerti yang dimaksud dengan tindakan pemulihan Menceritakan tindakan pemulihan bencana berdasarkan pengalamannya PENILAIAN Tertulis Unjuk Kerja Hasil Karya ALOKASI WAKTU Disesuaikan dengan jam pelajaran 2 x 35 mnt SUMBER/ ALAT Bola sebesar bola tenis Buku gambar, krayon Kertas dan alat tulis

STANDAR KOMPETENSI : 3. Memahami tindakan pemulihan bencana KOMPETENSI MATERI KEGIATAN PEMBELAJARAN DASAR POKOK 1.2 Menjelaskan Tindakan Melakukan games sebagai kebutuhan pemulihan tindakan pemulihan pemulihan bencana Membuat gambar tentang bencana bencana alam yang pernah terjadi jangka di daerahmu pendek/menMenuliskan pengalaman tindakan desak dan pemulihan bencana alam sesuai cara mendadengan gambar yang telah dibuat. patkannya Presentasikan di depan kelas tulisan pengalamanmu dan gambarmu Menganalisis dan menyimpulkan tindakan pemulihan yang dilakukan dan manfaat yang dapat dijadikan teladan

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY Final, Suci Paresti.

53

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Kelompok Belajar Mata Pelajaran Tingkat/Derajat/Setara Alokasi Waktu : Program Paket A (Pendidikan Kesetaraan) : Muatan Lokal : II/ Dasar/ Kelas 4-6 SD : 2 x 35 menit

Standar Kompetensi : 3. Memahami tindakan pemulihan bencana Kompetensi Dasar : 3.2 Menjelaskan kebutuhan pemulihan bencana jangka pendek/mendesak dan cara mendapatkannya Indikator : Mendeskripsikan suasana terjadinya bencana dan tindakan pemulihan yang dilakukan secara mendesak Mengerti yang dimaksud dengan tindakan pemulihan Menceritakan tindakan pemulihan bencana berdasarkan pengalamannya I. Tujuan Pembelajaran : Mampu mengekspresikan bencana alam yang dialaminya sebagai upaya tindakan pemulihan (penyembuhan trauma) Mampu memberikan tindakan pemulihan pada diri sendiri dan orang lain. II. Materi Ajar : Tindakan pemulihan bencana III. Metode Pembelajaran : Ceramah Tanya jawab Games Diskusi Unjuk Kerja individual Presentasi IV. Strategi Pembelajaran Kegiatan Awal (5 menit ) Klasikal : Penjelasan tentang kegiatan yang dilakukan hari tersebut Tutor dan warga belajar bercakap-cakap tentang aktivitas-aktivitas pemulihan bencana yang pernah didapatnya.

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY Final, Suci Paresti.

54

Kegiatan Inti (50 menit) Kelompok/Berpasangan: Tutor memandu warga belajar melakukan games sebagai tindakan pemulihan. Seluruh warga belajar membentuk lingkaran. Tutor memberikan bola tenis keteman disampingnya dan diminta melengkapi kalimat: Perasaan saya saat terjadi gempa ....... . Kemudian teman yang menerima bola tenis memberikan bola tsb pada teman disampingnya sambil mengulangi kalimat yang dikatakan teman sebelumnya dan menambahkan satu kata atau ungkapan singkat. Begitu seterusnya sampai semua warga belajar mendapat gilirannya. Tutor memberikan tanggapan dari permainan games tadi Warga belajar diminta untuk membuat sebuah gambar yang melukiskan peristiwa bencana alam yang terjadi di daerahnya. (LK tugas 1) Warga belajar menceritakan pada kelompok/temannya tentang gambar yang dibuatnya. Warga belajar secara individual ditugaskan untuk menuliskan pengalaman tindakan pemulihan akibat bencana yang pernah dialaminya. (LK tugas 2) Warga belajar mempresentasikan tulisannya di depan teman-temannya. Kegiatan Penutup (15 menit) Klasikal : Seluruh kelompok dikumpulkan kembali secara bersama-sama Guru dan warga belajar menganalisis dan menyimpulkan bersama, hal berikut ini: 1. tindakan pemulihan apa saja yang biasanya didapatnya 2. manfaat yang dapat dijadikan teladan/manfaat dari aktivitas tersebut. Pesan moral dan refleksi V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Bola tenis Buku gambar, krayon Kertas dan alat tulis VI. Penilaian : Performance (Unjuk Kerja) Produk (hasil karya)

Mengetahui Pengelola

Jakarta, Agustus 2008 Tutor

..

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY Final, Suci Paresti.

55

LEMBAR KERJA (LK)


TUGAS-1 Nilai Nama : .................................................... Tingkat/Derajat/Setara: 2/Dasar/Kelas 4-6 SD/MI Mata Pelajaran : Muatan Lokal (Pengetahuan Kebencanaan) Hari/Tanggal : .................................................... Paraf Tutor OT

Gambarlah sebuah lukisan yang menggambarkan peristiwa bencana alam yang terjadi di daerah Anda atau yang pernah Anda alami.

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY Final, Suci Paresti.

56

LEMBAR KERJA
TUGAS-2 Nilai Nama : .................................................... Tingkat/Derajat/Setara: II/ Dasar/ Kelas 4-6 SD/MI Mata Pelajaran : Muatan Lokal Pengetahuan Kebencanaan Hari/Tanggal : .................................................... Paraf Tutor OT

Tuliskan pengalamanmu saat mendapatkan tindakan pemulihan akibat bencana yang pernah dialaminya.


KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY Final, Suci Paresti.

57

FOTO KEGIATAN UJICOBA MODEL KURIKULUM PLK PNF PROGRAM PAKET A UNTUK DAERAH BENCANA dan WORKSHOP PENYUSUNAN KTSP UNTUK PKBM WIRA WIYATA KARYA, KABUPATEN BANTUL, DI YOGYAKARTA

Pembukaan

kegiatan dibuka oleh Kabid Dikdas Bantul Bp Totok

Bp Erry Utomo memberi sambutan dan Ibu Suci Paresti memberikan sosialisasi PNF

Pengisian kuesioner, penelaahan model PLK PNF dan workshop penyusunan KTSP daerah bencana di Bantul, DI Yogyakarta

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY Final, Suci Paresti.

58

Sisa kerusakan gedung Dinas Pendidikan Kab Bantul akibat gempa tahun 2006

Suasana belajar PKBM Wira Wiyata Karya Dusun Kulon Kepuh, Bantul, DI Yogyakarta

Lingkungan sekitar PKBM Wira Wiyata Karya

Emping melinjo hasil keterampilan fungsional warga belajar & jajanan khas Dusun Kulon Kepuh

KTSP PLK PNF Bencana Alam Bantul, DIY Final, Suci Paresti.

59