Anda di halaman 1dari 7

KONTRIBUSI ANTARA DAYA TAHAN OTOT LENGAN DAN KEKUATAN TANGAN TERHADAP KETERAMPILAN PASSING ATAS KAMIS, 22 SEPTEMBER

2011

PROPOSAL PENELITIAN A. Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan dan perkembangan olahraga di Indonesia dewasa ini yang semakin pesat, dengan keanekaragaman ciri-ciri yang terdapat pada masing-masing olahraga, baik di kota-kota besar maupun di daerah-daerah dirasakan oleh masyarakat banyak manfaatnya. Berbagai manfaat tersebut antara lain merangsang perkembangan tubuh yang lebih baik, memupuk tali persaudaraan, memberi kemampuan dalam mengadakan seleksi terhadap apa yang dapat dicapai secara efisien dan bermutu, serta dapat meningkatkan nilai-nilai positif lainnya. Nilai positif yang dimaksud adalah nilai sportivitas, kejujuran, keterbukaan, dan disiplin yang tinggi dengan watak yang berbudi pekerti luhur. Pembinaan olahraga di Indonesia secara umum diarahkan untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan kesehatan seluruh masyarakat, sedangkan pembinaan olahraga secara khusus diarahkan untuk pencapaian prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Permainan bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang diterapkan di sekolah dan diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai olahraga prestasi dan banyak digemari oleh masyarakat. Permainan bola voli menurut Mamun dan Subroto (2001 : 43) adalah sebagai berikut : Bola voli adalah memantul-mantulkan bola agar bola tidak menyentuh lantai, bola dimainkan sebanyak-banyaknya tiga sentuhan dalam lapangan sendiri dan mengusahakan bola hasil sentuhan itu diseberangkan ke lapangan lawan melewati jaring masuk sesulit mungkin. Tujuannya adalah memenangkan permainan dengan cara mematikan bola di pihak lawan dan menjaga agar bola tidak jatuh di lapangan sendiri.

Alasan mendasar mengapa masyarakat menyukai permainan bola voli adalah karena bola voli merupakan olahraga yang universal, dalam arti bahwa olahraga ini dapat dimainkan oleh wanita maupun pria, mulai anak-anak hingga dewasa. Perkembangan teknik diarahkan pada peningkatan upaya bagaimana keterampilan gerak dirancang dengan maksud bola yang dimainkan dapat dilewatkan melalui jaring ke lapangan lawan sehingga lawan tidak mampu mengembalikan bola dengan baik, tanpa mengabaikan peraturan permainan. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Hamidsyah (1994 : 80) sebagai berikut, Agar dapat bermain bola voli yang baik perlu menguasai teknik dasar terlebih dahulu. Adapun teknik dasarnya adalah (1) passing bawah dan passing atas, (2) service, (3) spike, dan (4) block. Apabila ingin bermain bola voli dengan baik dan benar, para pemain harus menguasai teknik-teknik dasar bola voli tersebut. Dalam hal ini Depdikbud (1999 : 17) menjelaskan sebagai berikut, Untuk bermain bola voli dengan baik pemain dibekali dengan teknik dasar yang baik, pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut cenderung dapat bermain bola voli dengan baik pula. Passing merupakan salah satu teknik dasar bola voli yang harus dikuasai oleh setiap pemain, karena teknik ini menurut Mariyanto, Sumardi (1996 : 210) adalah salah satu teknik memainkan bola yang dilakukan oleh seorang pemain dengan satu atau dua tangan, dengan tujuan untuk mengarahkan bola ke suatu tempat atau teman regu untuk selanjutnya dimainkan kembali. Selain penguasaan teknik, kondisi fisik pemain memegang peranan yang sangat penting dalam pencapaian prestasi olahraga. Begitu juga dalam olahraga bola voli, pemain akan lebih berprestasi apabila didukung oleh kondisi fisik yang baik, karena kondisi fisik merupakan kemampuan fungsional dari sistem tubuh sehingga memungkinkan pemain tersebut untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Menurut Harsono (1988 : 100) bahwa komponen kondisi fisik antara lain daya tahan kardiovaskuler, daya tahan otot, kekuatan otot (strength), kelentukan (flexibility), kecepatan, stamina, kelincahan (agility), dan power. Komponen kondisi fisik yang menunjang terhadap permainan bola voli, khususnya dalam penguasaan teknik passing atas antara lain Daya Tahan otot menurut Harsono (2001 : 24) adalah Kapasitas otot melakukan kerja aerobik secara terus menerus. Dalam hal ini, daya tahan otot yang berhubungan dengan permainan bola voli adalah daya tahan otot lengan dan kekuatan tangan. Club Monakis Cigalontang. merupakan suatu organisasi olahraga yang menampung minat dan bakat dalam permainan bola voli. Pemain yang menjadi anggota Club Monakis tersebut memiliki penguasaan teknik dan fisik yang beragam. Berdasarkan pengamatan penulis

selama ini, pada pertandingan latihan pemain seringkali melakukan kesalahan mendasar pada salah satu teknik dasar permainan bola voli, salah satunya passing atas. Kesalahan tersebut dimungkinkan karena kurangnya penguasaan teknik tersebut dan tidak disertai dengan kondisi fisik yang baik yang berhubungan dengan passing atas, diantaranya daya tahan otot lengan dan kekuatan tangan. Daya tahan otot lengan dan kekuatan tangan dalam permainan bola voli merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, dimana daya tahan otot lengan merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam permainan bola voli. Oleh karena itu, untuk meningkatkan penguasaan teknik passing atas, latihan untuk Daya tahan otot lengan perlu dilakukan secara sistematis dan berulang-ulang dengan memperhatikan prinsip-prinsip latihan. Berdasarkan uraian di atas, penulis mencoba untuk meneliti masalah tersebut dengan judul : KONTRIBUSI ANTARA DAYA TAHAN OTOT LENGAN DAN KEKUATAN TANGAN TERHADAP KETERAMPILAN PASSING ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI. Pada anggota Club Monakis Cigalontang. B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis dapat merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : 1. Seberapa besar kontribusi antara daya tahan otot lengan dengan keterampilan passing atas bola voli Club Monakis Cigalontang. ? 2. Seberapa besar kontribusi antara kekuatan tangan dengan keterampilan passing atas bola voli Club Monakis Cigalontang. ? 3. Seberapa besar kontribusi antara daya tahan otot lengan dan kekuatan tangan dengan keterampilan passing atas bola voli Club Monakis Cigalontang. ? C. Definisi Operasional Untuk memudahkan dalam proses penelitian ini tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan istilah-istilah penelitian ini,penulis menguraikan istilah sebagai berikut: 1. Kontribusi dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti daya dukung atau sumbangsih, jadi daya dukung yang dimaksud dalam penelitian ini adalah daya dukung antara daya tahan otot lengan dan kekuatan tangan dengan keterampilan passing atas dalam permainan bolavoli. 2. Daya Tahan Otot Lengan. Menurut (Harsono 2001 : 24) lebih lanjut Mulyadi, Agus dan Nanang Kusnadi (2008 : 46) adalah kapasitas otot melakukan kerja aerobik secara terus menerus.

Daya tahan dalam penelitian ini adalah kemampuan fisik untuk melakukan gerakan yang berulang-ulang dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. 3. Kekuatan. Mulyadi, Agus dan Nanang Kusnadi (2008 : 32) adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tagangan/force terhadap suatu tahan. Sedangkan menurut Harsono (2001 : 24) adalah kemampuan kontraksi secara maksimal yang dihasilkan oleh otot atau sekolompok otot. 4. Passing, menurut Mariyanto (1996 : 210) adalah salah satu teknik memainkan bola yang dilakukan oleh seorang pemain dengan satu atau dua tangan, dengan tujuan untuk mengarahkan bola ke suatu tempat atau teman regu untuk selanjutnya dimainkan kembali. 5. Bolavoli, menurut PBVSI (2004 : 7) adalah olahraga yang dimainkan oleh dua tim dalam setiap lapangan dengan dipisahkan oleh sebuah net. Terdapat versi yang berbeda untuk digunakan pada keadaan khusus, dan pada akhirnya adalah untuk menyebar luaskan kemahiran bermain keepada setiap orang. D. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi antara daya tahan otot lengan dengan keterampilan passing atas bola voli Club Monakis Cigalontang. 2. Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi antara kekuatan tangan dengan keterampilan passing atas bola voli Club Monakis Cigalontang. 3. Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi daya tahan otot lengan dan kekuatan tangan secara bersama-sama dengan keterampilan passing atas bola voli Club Monakis Cigalontang. E. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi semua pihak yang terkait baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis hasil penelitian ini mendukung teori yang sudah ada khususnya teori kepelatihan dan fisiologi olahraga, serta dapat memperkaya khasanah ilmu keolahragaan. Secara praktis hasil penelitian ini bermanfat bagi para pelatih dan guru olahraga khususnya para pelatih bolavoli di Club Monakis Cigalontang. sebagai acuan dalam memilih bentuk latihan yang sesuai dengan yang ingin dicapainya, serta dalam menyusun program dalam melaksanakan

pelatihannya Sumber: proposal, univ.siliwangi 2011


http://chizhenot.blogspot.com/2011/09/kontribusi-antara-daya-tahan-otot.html

Hubungan Kekuatan Otot Tungkai Dan Otot Lengan Terhadap Kecepatan Smash Bola Voli
Posted by: sahabatnetFebruary 22, 2013Tags: Hubungan Kekuatan Otot Tungkai Dan Otot Lengan Terhadap Kecepatan Smash Bola Voli, Kekuatan Otot Lengan Reply

Related Posts
Pengaruh Latihan Gabungan Kecepatan, Kelincahan, dan Reaksi Pada Teknik Counter Attack Atlet Gulat Pengaruh Latihan Shadow Terhadap Kelincahan Pemain Bulutangkis Pengaruh Latihan Knee Tuck Jump Dan Barrier Hops Terhadap Peningkatan Hasil Jump Smash Pemain Bulutangkis Pengaruh Latihan Variasi Lempar Bola Terhadap Hasil Lempar Lembing Analissi Kondisi Fisik Pemain Bulutangkis Dalam Kegiatan Ekstrakulikuler Pada Siswa Putra SMA Negeri 3 Batanghari

Hubungan Antara Kekuatan Otot Tungkai Dan Kekuatan Otot Lengan Terhadap Ketepatan Smash Dalam Permainan Bola Voli: Bola voly merupakan kegiatan olahraga yang hampir semua masyarakat kenal dan suka sekali memainkan nya. Tapi hampir orang yang hoby bermain voly tidak mengetahui elemen-elemen yang terpenting dalam permainan bola volly. Dalam permainan bola voli terdapat beberapa elemen teknik yang harus diperhatikan yaitu elemen-elemen penyerangan yang terdiri dari, servis, smash (pukulan). Untuk menghasilkan smash (pukulan) yang cepat dan kuat tentunya tidak terlepas dari koordinasi yang diberikan oleh otot lengan sehingga nantinya diharapkan dengan smash yang cepat dan kuat bisa menghasilka angka dengan matinya bola di pihak lawan. Selain elemen penyelenggara permainan bola voli juga memiliki elemen pertahanan meliputi passing bawah dan block. Dari elemen-elemen yang disebutkan diatas, Smash merupakan salah satu serangan untuk menghasilkan angka dalam memperoleh kemenangan yang dilakukan pada awal permainan. Karena servis telah menjadi salah satu serangan untuk mematikan bola di pihak lawan atau supaya lawan tidak dapat menerima bola dengan baik tentunya servis memiliki kedudukan yang sangat penting dalam menentukan sebuah kemenangan. Oleh sebab itu para pelatih bola voli selalu berusaha untuk menciptakan bentuk-bentuk teknik smash yang dapat menyulitkan lawan bahkan kalau bisa dengan smash tersebut lansung mendapatkan angka agar memperoleh kemenangan dalam suatu permainan atau pertandingan. Berdasarkan observasi penulis yang dilakukan di SMA N 3 Batanghari yang penulis lakukan, terlihat dengan jelas bahwa pada saat siswa melakukan permainan bola voli, untuk menghasilkan kecepatan dan ketepatan smash bola yang tepat pada smash tentu tidak terlepas dari kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai. Apabila kekuatan otot lengan yang diberikan atlet tidak baik, maka bola yang akan dituju ke arah lawan bisa tidak masuk atau tersangkut net serata bisa jadi keluar lapangan maka dari itu penulis ingin membuktikan apakah ada hubungannya kekuatan otot tungkai dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan smash tersebut. Pembahasan dan pengertian bola voli

1. Bola Voli Bola voli merupakan olahraga beregu yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena bola voli cukup menyenangkan dan cocok digunakan sebagai olahraga rekreasi dan prestasi juga dapat digunakan sebagai sarana peningkatan kesehatan, (Faruq, 2009: 02). Sebelumnya bermain bola voli harus tahu teknik dasar dan cara penguasaannya terutama servis karena servis pukulan pertama atau awal dari permainan bola voli pada servis atas. Bola voli dimainkan oleh dua regu yang dipisahkan dengan net, di bawah lapangan berbetuk empat persegi panjang. Maksud dan tujuan permainan bola voli adalah memasukan bola ke arah lawan melewati suatu rintangan berupa tali atau net dan berusaha memenangkan bola ke arah lawan. Dalam permainan itu bola harus selalu divoli (bola selalu dimainkan sebelum menyentuh lantai) dengan bagian badan dan pinggang ke bawah (Irsyada, 1999: 3). Syarat pantulan bola harus sempurna sesuai dengan peraturan yang berlaku, selama permainan bola voli divolikan oleh pemain satu regu tiga kali berturut-turut secara bergantian dan berlomba mencapai angka 25 terlebih dahulu. Sebuah tim, terdapat operan penting, yaitu tosser atau pengumpan adalah orang yang bertugas untuk mengumpan bola kepada rekan-rekannya dan mengatur jalannya permainan. Spiker bertugas untuk memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan. Libero adalah pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh mensmash bola ke seberang net. Defender adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari lawan. 2. Kekuatan Otot Tungkai Kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. Latihan yang sesuai untuk mengembangkan kekuatan ialah melalui bentuk latihan tahanan (resistence exercise). Kontraksi otot yang terjadi pada saat melakukan tahanan atau latihan kekuatan terbagi dalam tiga kategori, yaitu (1) kontrkasi isometrik, (2) kontraksi isotonik, dan (3) kontraksi isokinetik 3. Kekuatan otot lengan Untuk mencapai prestasi yang maksimal, seorang atlet harus memiliki beberapa faktor penting yang dapat menunjang tercapainya prestasi maksimal. Otot merupakan salah satu penunjang bagi seorang atlet untuk dapat mencapai prestasi maksimal. Otot akan berkontraksi lebih kuat apabila diberikan beban yang lebih berat (sampai pada suatu batas maksimum). Apabila otot digunakan kekuatan otot lengan pada pemain voli berbeda-beda, hal ini tergantung pada besar maupun panjang otot. Kekuatan otot lengan merupakan salah satu unsure penting yang memepngaruhi prestasi bola voli. Pada olahraga yang menggunakan otot lengan seperti voli, kekuatan otot lengan ini penting sekali, karena tidak mungkin seorang perenang dapat berprestasi tanpa menggunakan lenganya. Kekuatan otot lengan merupakan salah satu faktor dalam pembinaan prestasi. (M. Sajoto, 1995:11-13).