Anda di halaman 1dari 24

BAB 3 OBYEK PENELITIAN

3.1 Struktur Organisasi Perusahaan 3.1.1 Sejarah Singkat PT. GLOBAL INFORMASI BERMUTU (GLOBAL TV) PT. Global Informasi Bermutu didirikan tanggal 22 maret 1999 di Jakarta dengan Akta Pendirian No. 14 tanggal 22 Maret 1999 dan mendapatkan Ijin Prinsip Pendirian Lembaga Penyiaran Televisi Swasta No: 801/MP/PM/199 yang dikeluarkan oleh Menteri Penerangan RI, tertanggal 25 Oktober 1999. Setelah selama beberapa waktu melakukan siaran percobaan, akhirnya pada tanggal 8 Oktober 2002, Global TV resmi siaran sebagai stasiun TV swasta dengan pangsa pasar anak muda. Pada awalnya, Global TV merupakan Broadcastinger dari program musik MTV (Music Television) selama 24 jam nonstop dengan jangkauan area Jabotabek, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta. Mulai 15 Januari 2005 Global TV menambah jangkauan siarannya di 18 kota besar yaitu Makassar, Palembang, Manado, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Padang, Pekanabaru, Bandar Lampung, Jambi dan Jayapura. Tahun 2006, Global TV tampil dengan konsep baru sebagai stasiun TV yang berorientasi kepada keluarga muda untuk segala kalangan. Pembagian jam tayang Global TV menjadi 8 jam program Global TV, 8 jam program MTV dan 8 jam program Nickelodion. Global TV dimiliki oleh 47

48 Bimantara secara tidak langsung melalui PT. Media Nusantara Citra (MNC). Acara Grand Lounching hadirnya Global TV di kancah pertelevisian Indonesia disiarkan Live dari Balai Sarbini Jakarta pada tanggal 26 Januari 2005 pukul 20.30-23.00. Acara tersebut diberi nama Sejuta Satu Malam dan ditayangkan secara serempak di tiga stasiun televisi RCTI, TPI dan Global TV. Di tahun 2007, Global TV akan memperluas jangkauan siarannya hingga 29 kota. Sampai saat ini penambahan trasnsminisi telah dilakukan di kota Madiun, Kediri dan Malang. Khusus untuk Denpasar, telah dilakukan penambahan kekuatan trasnsmisi. Global TV merupakan sebuah stasiun televisi dibawah naungan Media Nusantara Citra (MNC) yang saham terbesanya dipegang oleh Hary Iswanto Tanoesoedibjo. Higga saat ini Global TV memiliki harapan besar yaitu dapat menjadi a one stop television yaitu TV swasta yang hadir dengan berjuta hiburan dan informasi atau milions of entertainment. Adapaun program-program Global TV dapat dikategorikan menjadi beberapa genre, yakni : sinetron, musik klip, reality show, variety show, TV Magazine, teen animation, infotainment, newstainment, news, feature, sport, quiz/games, komedi, film, dan lain-lain. Dalam menyediakan program acara, Global TV selain memproduksi sendiri programnya, juga membeli program dari production house. Untuk program yang diproduksi sendiri oleh Global TV, dibagi menajdi dua divisi yaitu in house production dan news.

49 3.1.2 Visi dan Misi PT. GLOBAL INFORMASI BERMUTU (GLOBAL TV) Visi stasiun televisi GLOBAL TV adalah sebagai media yang satu-satunya yang menjadi sumber inspirasi informasi dan hiburan bagi anak muda dan mengerti serta memahami keinginan dan kebutuhan permisa yang sekaligus menjadi media terefektif bagi agencies dan pemasang iklan khusunya produk anak muda. Misi stasiun televisi GLOBAL TV yaitu sebagai media yang menyalurkan energi, dinamika dan proses kreatif anak muda indonesia dengan memadukan tatanan perkembangan informasi dan hiburan yang berlandaskan etika dan budaya bangsa indonesia melalui tayangan program yang mencangkup kebutuhan informasi, pendidikan dan hiburan yang sesuai dengan generasi muda sebagai segmen utama pemirsa. 3.1.3 Logo PT. GLOBAL INFORMASI BERMUTU (GLOBAL TV) Logo logo Global TV dari pertama hingga sekarang :

Gambar 3.1 Logo Pertama Global TV pada tahun 2002 - 2006

50

Gambar 3.2 Logo Kedua Global TV pada tahun 2006 - 2008

Gambar 3.3 Logo yang digunakan Global TV Sejak Tahun 2008 - 2012

51

Gambar 3.4 Logo baru yang digunakan Global TV tahun 2012 sekarang 3.1.3.1 Filosofi logo baru Global TV Logo baru Global TV terdiri dari dua warna yaitu kombinasi dari warna biru dan merah yang harmonis. Masing-masing warna tersebut saling melengkapi. Warna biru memiliki makna stabil, ketenangan, dan terpercaya. Secara visual, warna biru memberi kesan damai dan menyejukan. Warna merah memiliki makna cinta, berani, kekuasaan, dan kekuatan. Warna merah erat dengan kesan hangat dan juga kemakmuran. Logo Global TV tersusun atas huruf-huruf yang memiliki garis lurus dan garis lengkung. Kombinasi garis lurus dan garing lengkung ini memiliki makna tidak hanya saling melengkapi, namun juga saling menguatkan. Garis

52 lengkung pada huruf G,O, dan A member kesan dinamis dan keanggunan. Garis luru vertical pada huruf I, B, dan L member kesan stabil atau kokoh, kekuatan dan juga kemegahan. Global TV merupakan sebuah nama sekaligus identitas yang tidak dapat dipisahkan. Teks Global dan teks TV merupakan satu kesatuan makna. Secara penulisan yang benar adalah GlobalTV, bukan Global TV. Logo GlobalTV ini tampak lebih tebal sehingga memiliki kesan lebih tegas dan mantap. Diawali dengan huruf Gkapital menunjukkan kesan lebih besar dan matang saat menuju usianya yang ke-10. 3.1.4 Struktur PT. GLOBAL INFORMASI BERMUTU (GLOBAL TV) 3.1.4.1 Struktur Media Nusantara Citra

Gambar 3.5 Struktur Media Nusantara Citra 3.1.4.2 Struktur Global TV

53 Berikut merupakan penjelasan tugas sesuai dengan jabatan atau kedudukannya: a. President Director Bertanggung jawab atas produktivitas perusahaan yaitu Global TV secara menyeluruh dalam mengembangkan acara, arah dan strategi bisnis perusahaan, yang keseluruhannya akan dipertanggung jawabkan kepada pemegang saham. b. Executive Secretary Ini merupakan kedudukan yang berada tepat di bawah President Director yang memiliki tugas untuk membantu President Director dalam menyusun jadwal atau program kerja President Director yang sifatnya harian ataupun jangka waktu yang tepat. c. Coorporate Research & Development Memiliki tanggung jawab dalam menentukan efektifitas dan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan. d. Management Information System Memiliki tanggung jawab dalam penyediaan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan pengelolaan data-data informasi yang dibutuhkan perusahaan.

e. Operation Director

54 Tanggang Jawab kedudukan ini adalah mengawasi ketersediaan perangkat operasional serta pemanfaatannya dalam keseharian aktivitas perusahaan secara berkala. f. Sales Marketing Director Bertanggung jawab dalam perencanaan, penetapan strategi usaha pemasaran hasil produksi perusahaan dan menentukan target pendapatan sesuai dengan anggaran yang tersedia dan pengembangannya. g. Finance Director Bertanggung jawab atas pengaturan administrasi keuangan dan

pengelolaan anggaran yang tersedia. h. General Manager Production Mengkoordinasi, mengawasi dan mengevaluasi produksi dan penyiaran program tayangan sesuai dengan ketentuan Standard Operation Process yang ada. i. General Manager News Tugas General Manager News adalah Mengkoordinasi serta mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan produksi, penyiaran dan operasional siaran berita sesuai dengan Standard Operation Process.

3.1.5 Jajaran Komisaris dan Direksi Global TV

55 Global TV merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Bimantara dan Bhakti Investama, yang secara tidak langsung melalui PT. Media Nusantara Citra ( MNC). Jajaran komisaris dan direksi Global TV terdiri dari: 1. Komisaris Utama 2. Komisaris 3. Direktur Utama 4. Direktur Sales& Marketing Program 5. Direktur Keuangan Direktur Operasional 6. News : Tjut Nurlita : Jarod Suwahjo : Endang Mayawati : Arya Sinulingga : Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo : SN Suwisna, Nurhardijono Nurajadin : David Fernando Audy

OVERALL ORGANIZATION CHART


President Director Member of Board Corporate Research & Dev. Executive Secretary MIS

Director (Operation) Member of Board

Director (Sales, Marketing & Programming) Member of Board

Director (Finance) Member of Board

General Manager Production Production Department Head

General Manager Technical

General Manager Sales & Marketing Marketing Communication Department Head Sales Department Head Promo On Air Department Head

General Manager Programming Planning & Acquisition Department Head On-Air Program Support Department Head

General Manager Finance & Administration Accounting & Tax Department Head

General Manager News

Technical Department Head Post Production Department Head Transmission & Network Department Head Studio Department Head IT Broadcast Department Head

Finance Department Head Budget Control Department Head Legal Department Head General Services & Purchasing Department Head Human Resources Department Head Production Management Department Head

56

3.1.6

Keunggulan

dan

Karakter

PT PT. GLOBAL

INFORMASI

BERMUTU (GLOBAL TV) Global TV, stasiun TV nasional paling seru di Indonesia, didirikan pada awal tahun 1999 dan memulai debutnya pada bulan Oktober 2001. Global TV dengan cepat mengidentifikasikan diri sebagai stasiun televisi swasta termuda di Indonesia dengan target pemirsa berjiwa muda. Global TV mengudara 24 jam non-stop dengan program-program serunya plus tontonan spesial, dengan jangkauan siar meliputi Jabodetabek, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta. Januari 2005, Global TV memperluas jangkauan siar ke lebih dari 18 kota di Indonesia dan berhasil menambah warna baru dalam dunia entertainment dengan kombinasi program-program seru dari lokal dan luar negeri. Februari 2006, Global TV menandatangani perjanjian kerja sama dengan MTV Networks untuk membawa program-program Nickelodeon ke layar kaca. Perubahan ini sekaligus menandakan perubahan konsep Global TV yang akan melayani kebutuhan hiburan untuk pemirsa berjiwa muda juga keluarga dinamis dari segala segmentasi di Indonesia. Untuk menghibur pemirsa yang berjiwa muda, Global TV menyuguhkan program-program seru. Untuk pemirsa cilik, Global TV menyajikan rangkaian program mendidik yang berhasil memenangkan berbagai penghargaan, persembahan dari Nickelodeon seperti: Dora the Explorer, Sponge Bob, Jimmy Neutron, Go Diego Go.

57 Global TV juga menayangkan program-program berita aktual dan terkini. Program F1, A1 Racing, dan SuperBike diantarkan secara langsung ke layar kaca untuk para pecinta olahraga. Berbagai program mingguan menarik mulai dari film box office, sajian musik, fashion, game shows, juga gosip selebriti akan bergantian hadir menghibur. Agar bisa selalu menyapa pemirsa dengan berbagai sajian seru, Global TV terus menambah jangkauan siarannya. Dengan 18 pemancar, kini siaran Global TV dapat ditangkap oleh sekitar 110 juta pemirsa di 142 kota setiap harinya. (http://www.globaltv.co.id, diakses pada tanggal 10/4/2012, jam 19.30)

3.2 Profil Program 3.2.1 Komedi Populer (K-POP) Nama K-POP diambil dari singkatan komedi populer, awal mula tercetusnya program ini terinfluence dari genre stand up comedi, yang mana disetiap aksinya, seorang komedian mempersentasikan kelucuannya tanpa didampingi lawan komediannya, namun yang menjadi perbedaannya adalah seorang komedian mempersentasikan lawakannya dengan menyanyikan lagu. Eksplorasi ide yang digabungkan dari pengembangan ide awal menjadikan program K-POP mempunyai spesifikasi genre Variety Comedy. Program Variety Comedy adalah merupakan suatu jenis program televisi yang mempunyai genre komedi yang sifatnya penggabungan dari berbagai macam genre komedi yang

58 digabungkan menjadi satu, atau dapat juga didefinisikan sebagai komedi bebas yang tidak mempunyai batasan akan eksplorasi dari komedi itu sendiri. Program K-POP mempunyai target sasaran All Audience, pertimbangan ini diambil dari genre ini yang merupakan katagori komedi campuran atau variety. Secara logika setiap orang mungkin mempunyai kesukaannya masing-masing akan suatu genre komedi, dan secara tidak langsung setiap orang yang mempunyai selera komedi khusus tersebut akan mendapatkan part dari orientasi komedinya didalam program ini. Dalam program ini ada tiga konsep utama dalam pengemasannya, Akan ada 3 peserta / komedian yang akan tampil bernyanyi, mereka akan diposisikan sebagai korban Juri pada saat tampil atau selesai tampil. Juri akan memberikan komentar komentar yang nyeleneh. Ada 3 orang juri . 2 juri (komedian) bertugas untuk men smash penampilan peserta dengan komentar mereka. Kemudian 1 juri tamu (Penyanyi / Public Figure) yang memberikan komentar sesuai penampilan peserta. 1 orang Host bisa diposisikan sebagai pengumpan dan men smash peserta serta komentar juri. Ia Sekaligus menjembatani antara peserta dan Juri. Komedian yang tampil untuk bernyanyi diatas stage akan diiringi oleh home band. Situasi komedi akan terbangun ketika Peserta (komedian) dikomentari oleh para juri. Komentar pedas nan nyeleneh ini akan

dipartisipasikan oleh Host dan Peserta lain yang bebas untuk membantu atau menjatuhkan peserta yang sedang dikomentari. Format Penjurian dilakukan

59 dengan menggunakan papan penilaian bergambar emotion (Tertawa = Bagus, Straight / Tanpa Ekspresi = Biasa dan Tidur = Mengecewakan). Bagi

komedian yang terpilih sebagai pemenang akan mendapatkan Thropy dan selendang kemenangan K-POP, akan tetapi bagi 2 peserta yang kalah mendapatkan properti gayung sebagai simbolisasi peserta yang kalah

tersebut hanya pantas untuk bernyanyi didalam kamar mandi. Juri utama dalam program ini adalah Uya Kuya dan Magdalena, dan akan digawangi oleh Asep Suaji sebagai host yang mana mempunyai background sebagai Stand Up Comedian. 3.2.2 Logo K-POP

Gambar 3.6 Logo K-POP 3.2.3 Format Emotion Penilaian Juri

60

Gambar 3.7 Format Emotion Penilaian Juri 3.2.4 Segmen by Segmen Segmen 1 : Perform Bintang Tamu Host Opening + Stand up comedy Introduce Juri Oleh Host Introduce Peserta 1 Perform Peserta 1 + Komentar Juri Hooker to Combreak

Segmen 2 :

61 Host Opening Introduce Peserta 2 Perform Peserta 2 + Komentar Juri Hooker to Combreak

Segmen 3 : Host Opening Introduce Peserta 3 Perform Peserta 3 + Komentar Juri Hooker to Combreak

Segmen 4 : Cuplikan singkat Penampilan seluruh Peserta Proses Penilaian Peserta satu persatu Ceremonial Pemenang : Pemenang akan mendapatkan sebuah trophy + selempang. Sedangkan yang kalah mendapatkan gayung. Closing + Pemenang nyanyi kembali.

3.3 Prosedur yang berlaku 3.3.1 Tujuan Prosedur Adapun tujuan dari prosedur yang berlaku adalah : Menjadi panduan dan acuan dalam melaksanakan proses produksi syuting di studio.

62 Agar program yang akan di produksi berjalan lancer dan teratur sesuai dengan yang diharapkan. Mengoptimalkan sumber daya manusia dan peralatan yang tersedia secara efisien. 3.3.2 Standard Operational Procedure Seluruh kru harus sudah berada di lokasi syuting minimal 2 (dua) jam sebelum rehearsal syuting program dimulai dan didampingi oleh Perancang Acara (Producer) dan Perancang Teknik (Technical Producer) yang bertugas. Batas waktu finishing set ditetapkan : Program Spesial/Reguler paling lambat 12 (dua belas) jam sebelum waktu rehearsal. Batas waktu selesai set up lighting, audio dan kamera yaitu : Program Live/Taping paling lambat 6 (enam) jam sebelum waktu rehearsal. Rehearsal program selesai dilakukan paling lambat 2 (dua) jam sebelum syuting dimulai. Seluruh kru yang bertugas berada pada posisi masing-masing palingn lambat 1 (satu) jam sebelum syuting program dimulai dengan didampingi oleh Perancang Acara (Producer) serta Perancang Teknik (Technical Producer) yang bertugas. Seluruh pengisi acara/talent (artis, narasumber dan lain-lain) harus sudah berada di studio 30 (tiga pululh) menit sebelum rehearsal.

63 Seluruh pengisi acara/talent dirias (make up) dan memakai busana sesuai dengan yang ditentukan untuk siap di studio paling lambat 15 (lima belas) menit sebelum syuting program dimulai. Jika terjadi kerusakan alat atau cacat pada kualitas audio dan video saat acara berlangsung, maka kru yang bertugas/terlibat wajib memberitahukan kepada Pendukung Teknik (Technical Support) atau Perancang Teknik (Technical Producer) dan Pengarah Acara (Director) atau Perancang Acara (Producer) untuk mencari pemecahan yang paling baik agar program dapat segera dilanjutkan. Jika kerusakan tidak dapat diperbaiki dan mengakibatkan berhentinya program, maka Perancang Teknik (Technical Producer) dan Pengarah Acara (Director) wajib menginformasikan kepada Perancang Acara (Producer) untuk dapat diambil jalan yang paling baik. Perancang Teknik ( Technical Producer) harus membuat laporan gangguan atau kerusakan secara rinci dan berkoordinasi dengan Pengarah Acara (Director) serta diketahui oleh Perancang Acara (Producer) program yang terkait. Pengunjung, artis atau pihak lain tidak berkepentingan dengan suatu acara, boleh melakukan pengambilan gambar dengan video kamera atau still photo, baik sebelum, saat berlangsung ataupun setelah acara, tanpa menggunakan blitz (cahaya kamera). Pengunjung atau pihak lain yang tidak berkepentingan dengnan acara yang sedang berlangsung, dilarang mengajak bicara kepada seluruh kru yangn sedang bertugas, baik di studio floor maupun di ruang control studio, begitu juga sebaliknya.

64 Selama syuting acara berlangsung, pengunjung ataupun artis yang tidak berkepentingan, tidak diperkenankan masuk ke dalam studio dan pintu studio harus dalam keadaan tertutup. Seluruh peralatan komunikasi (misal: handphone) atau peralatan elektronik yangn bekerja berdasarkan frekuensi harus dinonaktifkan selama acara syuting berlangsung, kecuali untuk kebutuhan syuting. Jika syuting acara (recording/live) selesai, seluruh kru bersama team Pendukung Teknik (Technical Support) membereskan seluruh peralatan dan memastikan seluruh peralatan kembali pada posisi semula.

3.4 Narasumber Narasumber adalah pihak yang memberikan semua informasi atau keterangan yang diperlukan. Narasumber bisa siapa saja dan dari kalangan mana saja, termasuk juga orang-orang yang terlibat dalam penelitian ini untuk menghasilkan fakta yang akurat untuk disajikan dan diteliti lebih detil. (Rakhmat, 2002:81) Dalam penelitian ini penulis memilih informan yang keberadaannya mempunyai kompetensi untuk memberikan informasi yang penulis perlukan. Berikut adalah beberapa informan yang berkompeten sehubungan dengan penelitian ini, yaitu Christoporus Demon Mon Today selaku produser program K-POP, Firman Wahyudi selaku Assistant Production program K-POP dan Apid Denisha Kurniawan selaku Tim Kreatif program K-POP Global TV.

65

3.5 Metode Penelitian 3.5.1 Tehnik Pengumpulan Data Beberapa metode pengumpulan data penelitian kualitatif menurut Loflan yaitu sumber data dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan, seperti dokumen dan lain-lain. (Meleong, 2005 :157) a. Data primer Data primer adalah data yang hanya dapat kita peroleh dari sumber asli atau pertama. Data primer harus secara langsung kita ambil dari sumber aslinya, melalui narasumber yang tepat dan yang kita jadikan responden dalam penelitian kita. Untuk mendapatkan data primer, penulis menggunakan tehnik wawancara mendalam( In-dept

Interview). Menurut Barelson, metode in-dept-interview adalah satu teknik penelitian untuk keperluan mendeskripsikan secara objektif, sistematis dan kualitatif secara manifest (Meleong, 2004: 163) Peneliti tidak hanya percaya begitu saja pada apa yang dikatakan oleh informan, melainkan perlu mengecek dalam melakukan secara silih berganti dari hasil wawancara kepengamatan dilapangan atau dari informan yang satu ke informan yang lainnya. Pemilihan atas pendekatan In-dept Interview ini tak lepas dari alasan pertama peneliti atas pemilihan penelitian kualitatif, yang mana penelitian yang dilakukan akan lebih mengarah pada pemersentasian secara lisan/ kata-kata atas tujuan ingin memaparkan tentang judul penelitian.

66 Dalam penelitian ini data sekunder yang didapatkan oleh peniliti adalah Produser, Tim Kreatif dan Asistant Production.

b. Data sekunder Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan. Data sekunder dapat kita peroleh dengan lebih mudah dan cepat karena sudah tersedia, misalnya di perpustakaan, perusahaan-perusahaan, organisasi-organisasi

perdagangan, biro pusat statistik, dan kantor-kantor pemerintah. Data sekunder yang akan diperoleh berbentuk SOP dan kepustakaan lain yang akan didapat dari perusahaan Global TV.

3.5.2 Teknik Analisa Data Dalam penelitian ini penulis memilih untuk menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pemilihan atas teknik kualitatif deskriptif pada karya tulis ini didasari oleh judul dari penelitian ini yang mengacu pada penjelasan secara lisan tentang Strategi program komedi K-POP dalam meningkatkan kualitas program. Pemaparan. Menurut Sugiono, Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang dipeoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara menggorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat

67 kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. (Sugiyono, 2005: 89). Selain itu penulis juga memakai tehnik observasi secara langsung. Observasi partisipasi (participant observation) adalah metode pengumpulan data yangdigunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraandimana observer atau peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian responden. 3.6 Triangulasi Triangulasi pada hakikatnya merupakan pendekatan multimetode yang dilakukan peneliti pada saat mengumpulkan dan menganalisis data. Ide dasarnya adalah bahwa fenomena yang diteliti dapat dipahami dengan baik sehingga diperoleh kebenaran tingkat tinggi jika didekati dari berbagai sudut pandang. Memotret fenomena tunggal dari sudut pandang yang berbeda-beda akan memungkinkan diperoleh tingkat kebenaran yang handal. Karena itu, triangulasi ialah usaha mengecek kebenaran data atau informasi yang diperoleh peneliti dari berbagai sudut pandang yang berbeda dengan cara mengurangi sebanyak mungkin bias yang terjadi pada saat pengumpulan dan analisis data. Menurut Patton (dalam Moelong, 2004) ada 4 macam triagulasi sebagai teknik pemeriksaan untuk mencapai keabsahan, yaitu : a. Triangulasi data Menggunakan berbagai sumber data seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasi atau juga dengan mewawancarai lebih dan satu subjek yang dianggap memeiliki sudut pandang yang berbeda. Dalam

68 penelitian ini penulis menggunakan sumber data dan wawancara dengan crew K-POP. b. Triangulasi Pengamat Adanya pengamat di luar peneliti yang turut memeriksa hasil pengumpulan data. Dalain penefitian ini, dosen pembimbing peneliti bertindak sebagai pengamat (expert judgement) yang memberikan masukan terhadap hasil pengumpulan data. c. Triangulasi Teori Penggunaan berbagai teori yang berlainan dimaksudkan untuk memformulasikan data yang dikumpulkan agar memenuhi syarat. Pada penelitian ini, berbagai teori yang telah dijelaskan penulis pada Bab II untuk dipergunakan dan menguji terkumpulnya data tersebut. d. Triangulasi metode Penggunaan berbagai metode untuk meneliti suatu hal, seperti metode wawancara dan metode observasi. Dalam penelitian ini, penulis melakukan metode wawancara yang ditunjang dengan metode observasi partisipan pada saat wawancra dengan tim K-POP Global TV, maka penulis dapat mericek temuannya dengan cara membandingkannya dengan berbagai sumber dan teori. Untuk itu penulis dapat melakukannya dengan cara: a. Mengajukan berbagai macam variasi pertanyaan. b. Mengeceknya dengan berbagai sumber data. c. Memanfaatkan berbagai metode agar pengecekan kepercayaan dapat dilakukan.

69 3.7 Permasalahan yang Ada Suatu program acara yang berkualitas, belum tentu dapat langsung diketahui dan digemari oleh target audiencenya, selain intensitas waktu seluruh penunjang produksi juga perlu diperhatikan dengan cermat, yang mana penunjang produksi berpengaruh pada tampilan atau packaging suatu acara program tersebut. Sebagai program baru, K-POP adalah merupakan suatu program yang cukup mendapatkan antusiasme dari penonton Indonesia, hal ini dapat terlihat dari rating share yang didapat oleh program ini, meskipun demikian namun program ini belum dapat merajai rating share dari program terdahulunya. Selayaknya produk yang baru keluar, program ini masih memerlukan pembenahan dan introspeksi diri dari sudut pandang program kompetitor lain, baik program yang sejenis maupun program diluar unsur komedi dijam yang sama. Hal ini diperlukan agar program ini dapat memaksimalkan potensial penjualannya dipasaran. 3.8 Alternatif Permasalahan Dari kacamata penulis, alternatif pemecahan masalah atas penelitian ini adalah tim program ini harus melakukan survey secara rutin tentang minat masyarakat terhadap program K-POP dan program kompetitor, agar dapat dijadikan bahan introspeksi program. Fungsional dari survey program lain adalah sebagai bahan pelengkap dari penilaian masyarakat tentang program K-POP. Sebagai contoh survey yang akan dilakukan terhadap program kompetitor akan melihat dari sudut pandang kelebihan dari acara tersebut yang tidak dimiliki oleh program K-POP, dari hasil yang akan didapat, program ini dapat menimbang lebih dalam lagi tentang keurangan program K-POP untuk dibenahi agar lebih matang lagi dari segi konsep

70 dan dari segi produksinya untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada kualitas programnya . Selain survey dan observasi secara rutin, hal lain yang dapat menjadi alternatif pemecahan permasalahan adalah dengan cara meningkatkan promo program dijam-jam yang potensial. Suatu acara yang mempunyai konsep dan pengemasan yang matang akan sulit untuk diketahui banyak orang bila tidak didukung oleh intensitas keseringan promo atas suatu program tersebut. Jadi alternatif terakhir adalah dengan memaksimalkan intensitas promo atas program ini.