Anda di halaman 1dari 18

EKONOMI TEKNIK

Dosen Pengampu: Ir. Endah Retno Dyartanti, M.T.

ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI


TUGAS AKHIR PRARANCANGAN PABRIK BIOAVTUR DARI CRUDE PALM OIL DENGAN PROSES UNIVERSAL OIL PRODUCT (UOP) KAPASITAS 87.000 TON/TAHUN

Oleh: SUARNI LANDUMA NIM I0510037

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

BAB I PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi disertai dengan kemajuan sektor industri menuntut semua negara mengembangkan sektor industrialisasi. Penggunaan biofuel sebagai bahan bakar penerbangan (bioavtur) masa depan berpotensi memiliki keberlanjutan yang baik (sustainable). Keberlanjutan produksi biofuel akan berakibat pada keberlanjutan usaha reduksi emisi CO 2 sepanjang siklusnya (carbon neutral cycle). Pertimbangan utama produksi biofuel khususnya biavtur adalah ketersediaan bahan baku, biaya, dan keberlangsungannya

(sustainablility). Total produksi CPO Indonesia pada tahun 2012 mencapai sekitar 22,5 juta ton per tahun dan akan terus bertambah seiring dengan perluasan lahan, pengembangan metode penanaman, dan kemajuan aplikasi teknologi pupuk. Kandungan Free Fatty Acid (FFA) dan triglyceride dalam CPO sangat cocok diolah menjadi bioavtur sehingga Indonesia berpotensi memproduksi bioavtur sendiri dari bahan baku produk pertanian khas Indonesia yaitu CPO. Pabrik ini direncanakan didirikan di Indonesia dengan tujuan membantu pemerintah memenuhi rencana pengurangan emisi gas rumah kaca melalui bioavtur. Pemerintah akan mendorong Pertamina sebagai perusahaan minyak nasional agar mengimplementasikan gagasan tersebut dengan mencampur bioavtur dari pabrik ini dengan avtur konvensional dari Pertamina. Lokasi pabrik berada di Kawasan Industri Dumai. Kawasan Industri Dumai merupakan kawasan industri terbesar dan terpesat perkembangannya di Indonesia. Pabrik ini akan dianalisis kelayakan ekonominya dengan pendirian pabrik pada tahun 2013 dan awal produksi tahun 2014.

BAB II DESKRIPSI PROSES

Proses pembuatan bioavtur dari CPO dibagi menjadi 3 tahap, yaitu: tahap penyiapan bahan baku, tahap reaksi, tahap pemurnian produk. CPO dipompa dari tangki penyimpanan A01-T03 menggunakan pompa (A01P01) menuju mixer (A01-M01). Di dalam mixer ini ditambahkan larutan asam fosfat 85% dari tangki (A01-T02) sehingga berlangsung proses degumming pada suhu 70 C, tekanan atmosfer. Proses ini bertujuan untuk penghilangan komponen fosfolipid yang terdiri dari phospatida, protein, residu, karbohidrat, air, logam dan resin tanpa mengurangi jumlah asam lemak. Tahap bleaching bertujuan untuk pemisahan pigmen yang terkandung dalam minyak menggunakan bahan aktif sehingga warna minyak menjadi lebih cerah. Bleaching earth tersusun atas beberapa senyawa yaitu SiO2, Al2O3, air terikat, ion kalsium, magnesium oksida, dan besi oksida. Minyak hasil degumming dan bleaching dipompa (A01-P04) menuju tahap penyaringan menggunakan filter (A01-F01) guna memisahkan asam fosfat yang sudah mengikat gum dan bleaching earth yang sudah mengikat pigmen minyak. Reaksi hydrotreating mengubah trigliserida menjadi alkana rantai panjang fase gas pada suhu 3320C, 5.171 kPa dengan menggunakan katalis UOP 1. Reaksi berlangsung secara eksotermis selama 0,29 jam. Keluaran reaktor (A02-R01) masuk ke reaktor hydrocracking (A01-R02) yang akan mengalami proses lanjutan (reaksi hydrocracking) pada suhu 398 0C, 5.171 kPa dengan menggunakan katalis UOP 2. Sebelum masuk ke fired heater (A03-FR01) tekanan umpan diturunkan dari 2.500 kPa menjadi 343 kPa menggunakan expander valve. Kemudian umpan keluaran fired heater (A03-FR01) dialirkan ke menara fraksinasi (A03-ADU01) untuk proses pemisahan yang beroperasi pada tekanan 343 kPa suhu 343,3 oC. Di dalam menara fraksinasi (A03-ADU01) terjadi pemisahan produk berupa nafta, bioavtur, biodiesel, atmosferic gas oil (AGO), dan residu yang masing-masing akan disimpan di dalam tangki penyimpanan pada suhu 35 oC tekanan atmosfer.

BAB III ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI Analisa ekonomi berfungsi untuk perkiraan kelayakan investasi dalam suatu kegiatan produksi pabrik. Tinjauan dalam analisa ekonomi meliputi kebutuhan investasi, keuntungan, waktu pengembalian investasi, dan titik impas. Analisa ekonomi dapat menjadi salah satu pertimbangan kelayakan berdirinya suatu pabrik. Langkah pertama analisa ekonomi adalah penaksiran harga alat berdasarkan spesifikasi alat dan tahun pembelian. Penaksiran harga alat menggunakan indeks harga tahun. Indeks tahun 1995 hingga tahun 2001 yang ditampilkan pada Tabel E.1 diambil dari buku Plant Design and Economics for Chemical Engineers karya Peters dan Timmerhaus tahun 2003. Tabel-1 Indeks Harga Alat Tahun 1991-2002
Tahun 1991 1992 1993 1994 Indeks 361.3 358.2 359.2 368.1

1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002

381.1 381.7 386.5 389.5 390.6 394.1 394.3 390.4

405 400 395 390 385 380 375 370 365 360 355 1990

y = 3.607x - 6823. R = 0.862

1992

1994

1996

1998

2000

2002

2004

Gambar-2 Grafik Indeks Harga Alat Tahun 1991-2002

Dengan menggunakan persamaan dari grafik yaitu: y = 3.607x 6823, maka dapat diperoleh indeks pada tahun 2007, 2013, dan 2014 sebagai berikut:

Tabel-2 Indeks Harga Alat berdasarkan Perhitungan dari Grafik


Index 2007 416.249 2013 437.891 2014 441.498

1. Penaksiran Harga Alat

Harga Peralatan Dihitung dengan indeks harga : = [ dengan : Ex = harga alat pada tahun x Ey = harga alat pada tahun y Nx = indeks harga pada tahun x Ny = indeks harga pada tahun y ]

Harga alat diambil dari buku Plant Design and Economics for Chemical Engineers karya Peters dan Timmerhaus (2002) dan matche.com (2007). Tabel-2 Daftar Harga Alat
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kode Alat A01-T01 A01-T02 A01-T03A/B/C A01-BC01 A01-BE01 A01-H01 A01-P01-A/B A01-P02-A/B A01-P03-A/B A01-P04-A/B A01-P05-A/B A01-C01-A/B A01-M01 A01-M02 A01-F01-A/B Nama Alat Tangki hidrogen Tangki asam fosfat Tangki CPO Belt conveyor Bucket elevator Hopper Pompa CPO Pompa asam fosfat Pompa CPO + gum Pompa CPO + gum Pompa feed reaktor Kompresor Mixer-01 Mixer-02 Filter press 320 505 27415 30 7.32 42.38 151.22 0.05 151.32 151.32 173.40 263 4 5 222 Kapasitas m3 barrel barrel ft(length) ft(lift height) ft3 gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min hp hp (impeler) hp (impeler) ft2 Jumlah 1 1 3 1 1 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 Harga Tahun 2013 1,959,982,671 528,619,077 3,527,658,371 104,876,330 72,036,267 33,899,420 46,508,063 35,434,715 46,508,063 46,508,063 48,722,733 2,150,494,442 60,383,341 66,739,483 871,850,702 Harga Total (Rp) 1,959,982,671 528,619,077 10,582,975,113 104,876,330 72,036,267 33,899,420 93,016,127 70,869,430 93,016,127 93,016,127 97,445,466 4,300,988,885 60,383,341 66,739,483 1,743,701,405

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53

A01-FR01 A02-R01 A02-R02 A03-HE01 A03-LSV01 A03-FR01 A03-ADU01 A03-HE02 A03-LSV02 A03-HE03 A03-HE04 A03-HE05 A03-HE06 A03-HE07 A03-P01-A/B A03-P02-A/B A03-P03-A/B A03-P04-A/B A03-P05-A/B A03-P06-A/B A03-P07-A/B A04-P01-A/B A04-P02-A/B A04-P03-A/B A04-P04-A/B A04-P05-A/B AU-P01-A/B AU-P02-A/B AU-P03-A/B AU-P04-A/B AU-P05-A/B AU-P06-A/B AU-P07-A/B AU-P08-A/B AU-HE01 AU-C01-A/B AE-GT01-A/B AE-DG

Furnace-01 (CPO) Reaktor hydrotreating Reaktor hydrocracking Condenser parsial Gas liquid separator Furnace-02 (Crude) Menara fraksinasi Condenser parsial Top liquid separator NAPHTA COOLER AVIATION COOLER DIESEL COOLER AGO COOLER RESIDUE COOLER Pompa crude Pompa nafta Pompa reflux Pompa aviation Pompa diesel Pompa AGO Pompa residu Pompa distribusi nafta Pompa distribusi aviation Pompa distribusi diesel Pompa distribusi AGO Pompa distribusi residue Pompa utilitas 1 Pompa utilitas 2 Pompa utilitas 3 Pompa utilitas 4 Pompa utilitas 5 Pompa utilitas 6 Pompa utilitas 7 Pompa utilitas 8 Dowtherm regenerator Kompresor instrument air Power Plant Diesel generator

18 10500 10500 2345 6,695 22.2 29 4642 110 170 1265 1175 153 308 145.39 36.51 173.78 58.89 20.79 1.89 4.48 141 141 141 141 141 978.68 1523.18 19.92 1252.19 445.65 52.45 135.94 658.25 7400 35 7.1 1.2 Total

MMBTU ft2 area transfer ft2 area transfer ft gal MMBTU tray ft2 gal ft2 ft2 ft2 ft2 ft2 gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min gal/min ft2 hp MW MW

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1

3,875,671,949 1,875,061,657 528,619,077 365,420,498 119,592,163 4,318,605,886 1,151,628,236 664,400,906 55,366,742 143,953,530 254,687,014 232,540,317 121,806,833 166,100,226 44,293,394 42,078,724 47,615,398 43,186,059 39,864,054 35,434,715 35,434,715 44,847,061 44,847,061 44,847,061 44,847,061 44,847,061 80,835,444 99,660,136 42,078,724 88,586,787 58,688,747 43,186,059 44,293,394 47,615,398 775,134,390 279,670,213 25,022,832,230 2,139,472,200

3,875,671,949 1,875,061,657 528,619,077 365,420,498 119,592,163 4,318,605,886 1,151,628,236 664,400,906 55,366,742 143,953,530 254,687,014 232,540,317 121,806,833 166,100,226 44,293,394 84,157,448 95,230,796 86,372,118 79,728,109 70,869,430 70,869,430 89,694,122 89,694,122 89,694,122 89,694,122 89,694,122 161,670,887 199,320,272 84,157,448 177,173,575 117,377,493 86,372,118 88,586,787 95,230,796 775,134,390 559,340,426 50,045,664,460 2,139,472,200 89,284,512,489

2. Penentuan Modal Tetap (Fixed Capital Investment) a. Physical Plant Cost (PPC) Tabel-3 Komponen Biaya Physical Plant Cost (PPC)
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Keterangan Purchased Equipment Cost (PEC) Pemipaan Listrik Instrumentasi Utilitas Pondasi Isolasi Painting, fire proofing, savety Pengembangan Tanah Lingkungan Bangunan Tanah Total Faktor 1 0.7 0.15 0.35 0.75 0.12 0.08 0.1 0.15 0.3 0.7 0.1 Harga (Rp) 89,284,512,489 62,499,158,743 13,392,676,873 31,249,579,371 66,963,384,367 10,714,141,499 7,142,760,999 8,928,451,249 13,392,676,873 26,785,353,747 62,499,158,743 8,928,451,249 401,780,306,202

b. Direct Plant Cost Tabel-4 Komponen Biaya Direct Plant Cost (DPC)
No. 1 2 Keterangan Physical Plant Cost Perancangan & Konstruksi Total DPC Faktor 100% dari PPC 64% dari PEC Harga (Rp) 401,780,306,202 57,142,087,993 458,922,394,195

c.

Fixed Capital Investment Tabel-5 Komponen Biaya Fixed Capital Investement (FCI)
No. 1 2 3 Keterangan Direct Plant Cost Contractor's fee Contingency Faktor 40% dari PEC 32% dari PEC Harga (Rp) 458,922,394,195 35,713,804,995 28,571,043,996 523,207,243,187

Fixed Capital Investment (FCI)

3. Penentuan Modal Kerja (Working Capital) a) Raw Material Inventory Tabel-6 Komponen Biaya Pembelian Bahan Baku
Komponen ASAM FOSFAT CPO HIDROGEN Katalis Kebutuhan/ Tahun 160 240,733 246,312,954 2 Total Pembelian Bahan Baku Harga ($) 557 810 0.35 5,000 Satuan per ton per ton per Nm3 per ton Harga (Rp) 900,178,033 1,963,584,039,669 856,968,334,755 90,630,000 2,821,543,182,457

Total biaya Raw Material Biaya asuransi 0,5 % biaya bahan baku Biaya pengangkutan 15 % biaya bahan baku Total biaya Raw Material Inventory

= Rp 2,821,543,182,457 = Rp 14,107,715,912

= Rp 141,077,159,123 = Rp 2,976,728,057,493

b) In Process Inventory In Process Inventory Siklus Biaya In Process Inventory c) Product Inventory Product Inventory = 1 bulan Manufacturing Cost = Rp289,202,784,770 = (1/2 manufacturing cost) x (waktu siklus) = 0.01 x 6 jam = 0,5 x x MC/12 = Rp1,446,013,924

d) Extended Credit Extended Credit = 1 bulan penjualan = Rp398,224,090,262

e) Available Cash Available Cash = 1 bulan Manufacturing Cost = Rp289,202,784,770

Tabel-7 Komponen Biaya Working Capital


No. 1 2 3 4 5 Keterangan Raw material inventory In process inventory Product inventory Extended credit Available cash Total Working Capital Harga (Rp) 270,611,641,590 1,446,013,924 289,202,784,770 398,224,090,262 289,202,784,770 1,248,687,315,315

Tabel-8 Komponen Total Biaya (Capital Investment) No. Komponen Biaya (Rp) 1 Fixed Capital 523,207,243,188 2 Working Capital 1,248,687,315,315 Total Capital Investment Rp1,771,894,558,503

4. Total Biaya Produksi Biaya produksi terdiri dari manufacturing cost dan general expense. a. Manufacturing Cost a.1. Direct Manufacturing Cost (DMC)
Tabel-10 Harga Jual Produk Komponen Produksi/tahun Nafta 45,870 Bioavtur 27,986,969 Biodiesel 9,881,068 AGO 2,817 Residu (biodiesel) 6,764 Listrik 55,490,846 Total Tabel-11 Komponen Biaya untuk Utilitas Utilitas Jumlah Satuan Listrik 0.00 kWh/tahun Air 10,743,016.60 m3/tahun Udara Pneumatis 40,344.48 m3/tahun Dowtherm 115.42 ton/tahun Total

Harga 1,109 12.60 5.55 986.1 986.1 0.121

Satuan per ton per gallon per gallon per ton per ton per kWh

Harga Jual (Rp) 512,292,916,203 3,551,878,276,790 551,770,892,872 27,974,778,911 67,164,733,151 67,607,485,217 4,778,689,083,143

Harga Per Satuan 1365.1 IDR/kWh 2000 IDR/m3 0.01 $/m3 4400 $/ton

Biaya (Rp) 21,486,033,208 4,062,689 5,113,964,757 26,604,060,653

Tabel-12 Komponen Biaya Direct Manufacturing Cost


No. 1 2 3 4 5 6 7 Keterangan Bahan baku tenaga kerja supervision maintenance plant supplies royalties & patent utilitas Total Faktor 0.1 dari FCI o.15 dari biaya Labor 0.15 dari maintenance 0.01 dari harga jual Biaya (Rp) 2,976,728,057,493 24,854,371,200 6,213,592,800 52,320,724,319 7,848,108,648 47,786,890,831 26,604,060,653 3,142,355,805,944

a.2. Indirect Manufacturing Cost Tabel-13 Komponen Biaya Indirect Manufacturing Cost
No. 1 2 3 4 Komponen Faktor Payroll Overhead labor 0.15 dari biaya Labor Laboratory 0.2 dari biaya Labor Plant Overhead 0.5 dari biaya Labor Transportasi 0.05 dari biaya penjualan Total Biaya (Rp) 3,728,155,680 4,970,874,240 12,427,185,600 238,934,454,157 260,060,669,677

a.3. Fixed Manufacturing Cost Tabel-14 Komponen Biaya Fixed Manufacturing Cost
No. 1 2 3 Komponen Depresiasi Property Taxes Asuransi Total Faktor 0.1 dari FCI 0.01 dari FCI 0.2 dari FCI Biaya (Rp) 52,320,724,319 5,232,072,432 10,464,144,864 68,016,941,614

Tabel-15 Komponen Biaya Manufacturing Cost No. Keterangan Biaya (Rp) 1 Direct Manufacturing Cost 3,142,355,805,944 2 Indirect Manufacturing Cost 260,060,669,677 3 Fixed Manufacturing Cost 68,016,941,614 3,470,433,417,235 Total Manufacturing Cost b. General Expense Tabel-16 Komponen Biaya General Expense No. Komponen Faktor 1 Administrasi 0.08 dari harga jual 2 Sales 0.1 dari harga jual 3 Research 0.02 dari harga jual 4 Finance Total

Biaya (Rp) 382,295,126,651 477,868,908,314 95,573,781,663 106,313,673,510 1,062,051,490,139

c.

Biaya Produksi Total Tabel-16 Komponen Biaya Produksi Total No. Komponen Biaya (Rp) 1 Manufacturing Cost 3,470,433,417,235 2 General Expense 1,062,051,490,139 Production Cost 4,532,484,907,374

5. Keuntungan (Profit) Total Penjualan = harga penjualan x jumlah produksi Sa = Rp 4,778,689,083,143.00

Keuntungan sebelum pajak = pendapatan (Sa) biaya produksi = Rp 246,204,175,769.00

Pajak Pendapatan = 25% dari keuntungan sebelum pajak

= 25% Rp 246,204,175,769.00 = Rp61,551,043,942.00

Keuntungan sesudah pajak = keuntungan sebelum pajak pajak = Rp184,653,131,827.00

6. Analisis Kelayakan a. Percent of Return of Investment (%ROI)


Return on Investment adalah kecepatan tahunan pengembalian investasi (modal) dari keuntungan. Persamaan perhitungan ROI sebelum pajak dituliskan pada persamaan E.1 dan ROI setelah pajak pada persamaan E.2 (Aries-Newton, 1954).

= =

100% 100%

(1) (2)

dengan : Prb = Return on Investment sebelum pajak. Pra = Return on Investment sesudah pajak.

Untuk industri petroleum risiko tinggi ROI = min. 39%. Dengan menggunakan rumus diatas diperoleh:

ROI sebelum Pajak = 47,06% ROI setelah Pajak = 41,79%

b. Payout Time
Pay Out Time merupakan jangka waktu pengembalian investasi (modal) berdasarkan keuntungan perusahaan dengan mempertimbangkan depresiasi.
+

POT sebelum Pajak =

100%

(3)

POT setelah Pajak =

100%

(4)

Dengan menggunakan persamaan diatas diperoleh: POT sebelum pajak = 1.75 tahun POT setelah pajak = 1,93 tahun

c. Break Even Point (BEP)


Break Even Point merupakan titik perpotongan antara garis sales dengan total cost, yang menunjukkan tingkat produksi dimana sales akan sama dengan total cost. Pengoperasian pabrik di bawah kapasitas tersebut akan mengakibatkan kerugian dan pengoperasian pabrik diatas kapasitas produksi tersebut, maka pabrik akan untung.
+ 03 0.7

= dengan :

100%

(5)

Fa = Fixed expense tahunan pada produksi maksimum Ra = Regulated expense tahunan pada produksi maksimum Sa = Sales pada produksi maksimum Va = Variable expense tahunan pada produksi maksimum.

Perhitungan BEP 1. Fixed Manufacturing Cost (Fa) Depresiasi Property taxes Asuransi Total

Rp Rp Rp Rp

52,320,724,319 5,232,072,432 10,464,144,864 68,016,941,614

2. Variabel Cost (Va)


Raw Material

Packaging + transport Utilies Royalti Total

Rp 2,821,543,182,457 Rp 238,934,454,157 Rp 26,604,060,653 Rp 47,786,890,831 Rp 3,134,868,588,099

3. Regulated Cost (Sa) Labor Payroll overhead Supervisi Laboratorium General expense Maintenance Plant supplies Plant overhead
Total

Rp 24,854,371,200 Rp 3,728,155,680 Rp 6,213,592,800 Rp 4,970,874,240 Rp 1,062,051,490,139 Rp 52,320,724,319 Rp 7,848,108,648 Rp 12,427,185,600 Rp 1,174,414,502,625

4. Penjualan (Sa) Sa = Rp 4,778,689,083,143.00 /tahun.


Dengan menggunakan persamaan (5) diperoleh: BEP = 51,5%

d. Shut Down Point (SDP)

Shut down point adalah suatu tingkat produksi di mana pada kondisi ini, menutup pabrik lebih menguntungkan daripada mengoperasikannya. Keadaan ini terjadi bila produksi turun sampai di bawah BEP dan pada kondisi di mana fixed expense dengan selisih antara total cost dan total sales.
0 .3 0.7

100%

(6)

= 42,88%

e. Discount Cash Flow


Discounted Cash Flow adalah interest rate yang diperoleh ketika seluruh modal yang ada digunakan semuanya untuk proses produksi. DCF dari suatu pabrik dinilai menguntungkan jika melebihi satu setengah kali bunga pinjaman bank. DCF (i) dapat dihitung dengan metode Present Value Analysis dan Future Value Analysis (Peters & Timmerhaus, 2003). DCF diperoleh dari Trial and Error. (FC + WC) =

C C C C WC SV + + + .+ + + 2 3 n n (1 i ) (1 i ) (1 i ) (1 i ) (1 i ) (1 i ) n

dengan : FCI = Fixed capital investment WC = Working capital C = Annual cash flow = profit after taxes + finance + depreciation SV = Salvage value ( dianggap = 0% x FCI) diperkirakan umur pabrik (n) = 10 tahun. Dari persamaan diatas diperoleh DCF sebesar 15,91%.

Gambar-3 Grafik Analisis Kelayakan

BAB IV KESIMPULAN

Dari Perhitungan diperoleh: 1. Persen ROI ROI sebelum pajak adalah 47,06%. ROI setelah pajak adalah 35,29%. 2. Payout Time POT sebelum Pajak 1,75 tahun. POT setelah Pajak 2,76 tahun. 3. Break Event Point (BEP) sebesar 51,15%. 4. Shut down Point (SDP) sebesar 42,88%. 5. Discount Cash Flow sebesar 15,91%.

Berdasarkan nilai berbagai parameter diatas, maka pabrik ini layak untuk dipertimbangkan realisasi pendiriannya.

DAFTAR PUSTAKA

Aries, R.S., Newton, R.D., 1955, Chemical Engineering Cost Estimation, McGraww-Hill Book Company, New York. Timmerhaus, Klaus D., Peters M.S., 1991, Plant Design and Economics, McGraw Hill International. www.alibaba.com www.bankmandiri.co.id www.matche.com