Anda di halaman 1dari 4

1.

Pendahuluan Karsinoma tonsil adalah keganasan kepala dan leher kedua yang sering dijumpai setelah karsinoma laring di Amerika Serikat. Sekitar 90% kanker tonsil adalah karsinoma sel skuamosa. Tumor ini relatif seringterjadi terutama pada usia 50 dan 70. Perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 3-4:1. Sebagian besar kanker tonsil terkait dengan paparan dari human papillomavirus (HPV). Lebih dari 120 jenis HPV yang berbeda telah diidentifikasi dan yang memiliki risiko tinggi sebagai onkogen misalnya HPV tipe 16 dan 18. HPV tipe 16 adalah 90-95% paling terlibat dalam karsinoma sel skuamosa kepala dan leher. Alkohol dan penggunaan tembakau juga merupakan faktor risiko utama untuk perkembangan kanker tonsil.1

Lokasi tonsil

2. Gambaran klinis Kebanyakan pasien karsinoma tonsil hadir dalam keadaan penyakit lanjut karena lesi awal biasanya tanpa gejala ketika kecil. Hal ini biasa bagi rongga mulut dan leher untuk dilupakan ketika mengevaluasi pasien dalam praktek umum karena tumor kecil sesekali ditemukan secara kebetulan oleh seorang dokter gigi atau dokter keluarga. Pasien juga cenderung mengabaikan tumor kecil dengan harapan bahwa mereka spontan akan remisi. Secara keseluruhan, gejala berkurang pada sekitar 67-77% dari pasien dengan tumor lebih besar dari 2cm dan sering dijumpai metastasis nodus regional. Tumor daerah tonsil bagian anterior sering muncul sebagai lesi datar dengan relatif sedikit besar atau infiltrasi jaringan. Perkembangan penyakit mengarah ulserasi dengan kemudian dapat menyebar ke trigonum retromolar anterior, mukosa bukal, basis lidah, palatum molle superior dan palatum durum posterior atau ke dalam fosa tonsil posterior. Pertumbuhan tumor dapat menyebabkan referred otalgia atau rasa sakit akibat ulserasi atau infiltrasi jaringan dalam. Pertumbuhan ke dalam mukosa bukal dan lemak bukal menyebabkan rasa penuh di pipi sementara perluasan lebih lanjut ke daerah pterygoid menyebabkan trismus. Gejala dari karsinoma tonsil mirip dengan karsinoma dasar lidah tapi umumnya banyak terjadi pada satu sisi. Mungkin dapat melibatkan kedua tonsil, khususnya jika karsinoma yang menyebar dari dasar lidah. Pemeriksaan cermin umumnya menunjukkan perbedaan ukuran antara tonsil yang sehat dan tonsil yang ganas.

Karsinoma tonsil ini tidak menunjukkan gejala awal. Dalam tahap selanjutnya, beberapa gejala yang sangat menonjol dan jelas adalah sebagai berikut: a) Terbentuk benjolan di leher sebagai akibat metastasis karsinoma tonsil ke kelenjar getah bening di leher b) Kesulitan dalam menelan c) Sakit tenggorokan atau suara serak di tenggorokan d) Air liur mengandung darah e) Pada satu sisi tonsil mungkin dapat membesar f) Berat badan turun g) Merasa massa di tenggorokan2

3. Gambaran patologi anatomi Tumor sel skuamosa kepala dan leher dibagi atas 3 yaitu well-differentiated, moderately well-differentiated, and poorly differentiated. Tumor poorly differentiated mempunyai prognosis yang jelek dibanding tumor welldifferentiated.

Deteksi human papillomavirus 16 DNA pada tonsillar karsinoma sel skuamosa Daftar pustaka 1. Lewin F, Norell SE, Johansson H, et al. Smoking tobacco, oral snuff, and alcohol in the etiology of squamous cell carcinoma of the head and neck. A population-based case-referent study in Sweden. Cancer

1998;82:136775. 2. Beaty MM, Funk GF, Karnell LH, et al. Risk factors for malignancy in adult tonsils. Head Neck 1998;20:399403