Anda di halaman 1dari 8

----- Original Message ----From: "Tjerri Gunawan" <tjerri@metroparcel.com> To: "Evelyn Kumala" <eve_kumala@yahoo.com>; "Wahyunyanti Gunawan" <finance@faber-castell.co.

id>; "Yulanda Fariani" <yulandafg@dps.centrin.net.id>; "Bhekti Innusantoro" <bhekti@tanito.co.id> Cc: "Desmond" <desmond@electronic-city.co.id>; "Dyan Oktriani" <oktriani31@yahoo.com>; "Theo" <widyarsa.theodorus@astra-honda.com>; "Vera Sintyadewi" <vera_sintyadewi@yahoo.com>; "Wusono PS" <wusono@tanito.co.id>; "Yuniarto" <yuniarto.dwiyandi@hyattintl.com> Sent: Tuesday, March 08, 2005 3:48 PM Subject: Fwd: "Jangan benci aku, mama...!!! > > > > Indahnya kisah ini.................... >>> >>> > > >Jangan benci aku, mama...!!! >>> > > >Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak > > >laki-laki, wajahnya > > >lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya > nama > > >Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak > > >terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk > > >dijadikan budak atau pelayan. >>> >>>

> > >Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya > > >membesarkannya > > >juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun > > >melahirkan kembali > > >seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya > > >Angelica. Saya > > >sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami > > >mengajaknya > > >pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak > > >yang indah-indah. >>> >>> > > >Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki > > >beberapa stel > > >pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu > melarangnya > > >dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti > > >perkataan saya. > > >Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric sudah > > >berumur 4 tahun > > >kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang > > >yang semakin > > >menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat > > >saya menyesal > > >seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta > > >Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. > > >Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku > > >terjual untuk > > >membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah > > >berlalu sejak

> > >kejadian itu. >>> >>> > > >Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. > > >Usia Pernikahan > > >kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat > > >buruk saya yang > > >semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi > > >sedikit menjadi > > >lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami > > >menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada > > >lagi yang > > >ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya. >>> >>> > > >Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. > > >Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke > > >arah saya. > > >Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu > > >cekali pada Mommy!" >>> >>> > > >Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya > > >menahannya, > > >"Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?" >>> >>> > > >"Nama saya Elic, Tante." >>> >>>

> > >"Eric? Eric... Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?" >>> >>> > > >Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai > > >perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. > > >Tiba-tiba terlintas > > >kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang > diputar > > >dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya > > >perbuatan saya > > >dulu.Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati..., > > >mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan > > >saya goreskan > > >ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas > > >kembali di pikiran > > >saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric... >>> >>> > > >Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah > > >gubuk, dan Brad > > >dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa > > >yang sebenarnya > > >terjadi?" >>> >>> > > >"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal > yang > > >telah saya lakukan dulu." tTpi aku menceritakannya juga dengan > > >terisak-isak... >>>

>>> > > >Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami > yang > > >begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, > > >saya keluar dari > > >mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat > > >pada gubuk > > >yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat > betapa > > >gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan > > >Eric.. Eric... >>> >>> > > >Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan > > >perasaan sedih > > >saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang > > >terbuat dari > > >bambu itu. Gelap sekali... Tidak terlihat sesuatu apa pun! > > >Perlahan mata > > >saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu. >>> >>> > > >Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya > > >ada sepotong > > >kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya > > >mengamatinya > > >dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan > kain > > >tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric > > >sehari-harinya...

>>> >>> > > >Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya > pun > > >keluar dari ruangan itu... Air mata saya mengalir dengan > > >deras. Saat itu > > >saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki > mobil > > >untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di > > >belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu > > >gelap sekali. > > >Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia > > >seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba > > >menegur saya dengan suaranya yang parau. >>> >>> > > >"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!" >>> >>> > > >Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal > dengan > > >seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?" >>> >>> > > >Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan > > >terkutuk! Tahukah > > >kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric > terus > > >menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., mommy!' Karena tidak > > >tega, saya

> > >terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama > > >saya. Walaupun > > >saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun > saya > > >tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang > > >lalu Eric > > >meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama > > >bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..." >>> >>> > > >Saya pun membaca tulisan di kertas itu... >>> >>> > > >"Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy > > >marah sama Eric, > > >ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus > > >berjanji kalau Mommy > > >tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..." >>> >>> > > >Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong > > >katakan... katakan di > > >mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! > > >Saya tidak akan > > >meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!" >>> >>> > > >Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras. >>> >>>

> > >"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, > > >Eric telah > > >meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya > > >sangat kurus, > > >ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di > > >belakang gubuk > > >ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila > > >Mommy-nya datang, > > >Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana... Ia > hanya > > >berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini... > > >Meskipun hujan > > >deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras > > >menunggu Nyonya di > > >sana. Nyonya,dosa anda tidak terampuni!" >>> >>> > > >Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi. > > >(kisah nyata di irlandia utara) > > >> > >