Anda di halaman 1dari 6

KRISIS ENERGI

(SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN)

TIARA RIZKA PRADIPTA IX-F / 43 SMP NEGERI 7 BANDUNG

KRISIS ENERGI
Krisis energi adalah kekurangan (atau peningkatan harga) dalam persediaan sumber daya energi ke ekonomi. Krisis ini biasanya menunjuk ke kekurangan minyak bumi, listrik, atau sumber daya alam lainnya. Krisis ini memiliki akibat pada ekonomi, dengan banyak resesi disebabkan oleh krisis energi dalam beberapa bentuk. Terutama, kenaikan biaya produksi listrik, yang menyebabkan naiknya biaya produksi. Bagi para konsumen, harga BBM untuk mobil dan kendaraan lainnya meningkat, menyebabkan pengurangan keyakinan dan pengeluaran konsumen. Contoh sederhana adalah semakin meningkatnya tingkat penggunaan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi massal yang handal dan baik. Meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas di jalan raya, selain memberikan dampak kemacetan yang berujung kepada pemborosan waktu kerja efektif juga memberikan dampak luar biasa terhadap cadangan energi berupa bahan bakar solar dan premium di pasaran. Sumber energi berupa kayu pun tengah berada pada krisis yg mengerikan. Belum lagi pencemaran sumber air bersih menjadi masalah yang belum terselesaikan dalam agenda pembangunan nasional. Padahal negara-negara di sekitar garis khatulistiwa termasuk Indonesia merupakan produsen terbesar kayu dunia, bisa dibayangkan jika sumber cadangan kayu utama dunia saja sudah terancam habis apa yang bisa diharapkan untuk menyambung keterlangsungan hidup. Saat ini banyak negara di dunia yang sudah mulai sadar dan khawatir akan krisis energi yang mengerikan ini. Sehingga tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali dua hal utama yaitu gerakan penghematan energi dan program penemuan sumber energi baru. Dua program besar inilah saat ini menjadi perhatian besar bagi beberapa Negara maju seperti Jepang, Amerika, Jerman dan lain-lain. Dalam usaha penghematan energi negara Jepang dapat menjadi prototipe dan contoh bagi negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Beberapa prilaku yang mencerminkan kesadaran akan hemat energi terlihat bukan hanya dalam sikap tetapi juga dalam pola pikir masyarakatnya. Mereka sangat concern terhadap pemasalahan energi ini. Gerakan hemat listrik, hemat air, hemat bahan baku tidak hanya menghiasi layar televisi tetapi sudah mampu dicerna dan diserap oleh masyarakat yang kemudian menjadi dasar mereka untuk bertindak. Program penanaman kesadaran ini ternyata menjadi salah satu titik berat kurikulum pendidikan dari tingkat yang paling bawah. Bagaimana siswa ditanamkan dan dicontohkan cara berhemat listrik, cinta kebersihan, menyayangi lingkungan dan lain lain. Usaha edukasi ini ternyata berhasil meresap dan menjiwai mereka walaupun telah menjadi dewasa bahkan ketika telah beranjak tua. Sehingga, pendidikan sejak dini, penanaman kesadaran sangat penting untuk memulai program besar tersebut. Kemudian akhir-akhir ini masyarakat Jepang diilhami dengan moto baru "eco, eco, eco".

Teknologi ramah lingkungan kini tengah gencar-gencarnya dikembangkan oleh Jepang, dari hal yang paling sederhana semisal kantung plastik diganti dengan kantung ramah lingkungan yang bisa dipakai berulang kali sampai dengan teknologi kelas tinggi semisal nanoteknologi. Slogan itu kini dapat ditemui di hampir seluruh bidang kehidupan. Industri otomotif semisal teknologi mobil hybrid yang merupakan perpaduan penggunaan bahan bakar minyak dan baterai yang sudah berhasil dikembangkan salah satunya oleh perusahaan raksasa Honda, juga teknologi mesin mobil yang otomatis bisa berhenti ketika berada di lampu merah juga telah berhasil diciptakan oleh Mazda. Akhir-akhir ini teknologi layar organik juga telah berhasil ditemukan walaupun belum diproduksi secara massal tetapi layar TV yang tebalnya kurang lebih setebal plastik telah berhasil ditemukan dan siap dinikmati beberapa waktu ke depan. Terobosan luar biasa ini diprediksikan akan menjadi salah satu solusi permasalahan krisis energi dunia. Penelitianpenelitian di bidang nano memang masih terpusat di beberapa negara-negara maju seperti Jepang, Amerika, Jerman, Spanyol, dan juga Turki. Di samping memerlukan biaya yang tidak kecil teknologi ini juga memerlukan dasar yang kuat untuk teknologi di level mikronya. Di Indonesia, perkembangan teknologi nano ini tidak sepesat dan seintensif seperti di negara-negara maju. Keterbatasan dana dan juga sumber daya manusia yang menggeluti dunia nano ini menjadi salah satu penyebab kurang berkembangnya teknologi ini di tanah air. Selain itu, tekonologi-teknologi lain seperti biomassa, sel solar dan lain-lain merupakan salah satu implikasi ditemukannya sumber energi baru dunia. Sebagai negara agraris Indonesia menjadi negara yang sangat potensial dalam pengembangan teknologi biomassa ini. Bahan bakar bio-mass diperoleh dari pengolahan sumber-sumber energi organik sepertii jagung, ketela, pohon jarak, gandum dan lain-lain. Walaupun belum terbukti secara jelas tekonologi biomassa mampu menjadi alternatif sumber energi baru tetapi setidaknya pengembangan teknologi ini memberikan sedikit harapan ditemukannya sumber energi alternatif. Di teknologi sel solar, Jepang telah berhasil mengembangkan teknologi ini dan juga menerapkan di berbagai kehidupan seperti ponsel sel solar, kemudian sumber energi listrik untuk titik-titik service area di jalan tol, penerangan lampu jalanan, dan lain-lain. Tetapi sepertinya teknologi sel solar diprediksi kurang mampu menjadi alternatif sumber energi massal dunia, sehingga teknologi ini diarahkan kepada beberapa sektor yang tidak memerlukan banyak energi, seperti service area (tempat peristirahatan) di jalan tol, rumahrumah pribadi dan lain lain. Teknologi ini lebih tepatnya menjadi pendukung ditemukannya sumber energi massal lainnya yang lebih andal dan dapat diproduksi secara besar-besaran. Gerakan hemat energi dan juga semangat penemuan sumber energi baru harus menjadi agenda penting pembangunan ke depan. Tugas penyelamatan bumi dari krisis energi menjadi tanggung jawab semua manusia yang berada di muka bumi ini, termasuk Indonesia sebagai salah satu negara sumber energi dunia.

Jenis Energi yang tidak dapat diperbarui


Beberapa jenis energy sering digunakan oleh semua masyarakat untuk melakukan aktivitas. Berikut adalah beberapa energy yang sering digunakan oleh masyarakat. 1. Energi Minyak Bumi. Energi minyak bumi merupakan sumber energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia, baik untuk kegiatan industri, kegiatan komersial maupun dalam kehidupan seharihari rumah tangga. Energi minyak bumi dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan transportasi dan juga proses produksi yang melibatkan barang-barang dan alat-alat/mesin industri yang menggunakan minyak bumi. Mengingat begitu besar dan pentingnya manfaat energi minyak bumi sedangkan sumber energi minyak bumi tidak dapat diperbaharui dan keberadaannya terbatas, maka untuk menjaga kelestarian sumber energi ini perlu di upayakan langkah-langkah strategis yang dapat menunjang penghematan energi minyak bumi secara optimal dan terjangkau. Langkah-langkah tersebut dapat dilakukan dengan cara pengalihan energi, yaitu dengan menggunakan energi yang dapat diperbaharui atau penemuan energi baru. Saat ini sudah banyak ilmuwan yang menemukan energi baru sebagai pengganti energi yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi, namun penerapan energi yang dapat yang dapat diperbaharui tersebut masih dalam tahap perkembangan. 2. Energi Batubara Tidak bisa di pungkiri batubara merupakan salah satu solusi penanganan krisis energi nasional untuk mengurangi pemakaian BBM. Akan tetapi setiap bahan bakar memiliki keunggulan dan kelemahan. Berdasarkan data dari PT. Tambang Batubara Bukit Asam, hingga tahun 1991 jumlah batubara yang ditambang baru sebesar 14.478 ribu ton, dari total cadangan yang diperkirakan sebesar 34 milyar ton. Selain itu harga bahan baku batubara lebih murah dibandingkan minyak bumi. Namun solusi mengenai ketenagalistrikan berbahan bakar batubara ini tentu akan menimbulkan dampak lingkungan yang buruk apabila tidak ditanggulangi dengan baik, yaitu sumber gas rumah kaca. Gas rumah kaca merupakan gas-gas yang dapat menutupi atmosfer bumi sehingga radiasi panas dari sinar matahari yang telah dipantulkan oleh permukaan bumi tidak dapat keluar dari atmosfer bumi (terperangkap). Pada konsentrasi yang normal gas rumah kaca berfungsi sebagai selimut bumi, sehingga suhu bumi sesuai sebagai mestinya. Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (gas rumah kaca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkat pula. Semua proses itulah yang disebut efek rumah kaca. Oleh karena itu, penggunaan bahan bakar batu bara dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan kerusakan lingkungan

Penyebab Terjadinya Krisis Energi


Krisis Energi adalah terjadinya kekurangan sumber daya energi yang disebabkan beberapa factor, berikut adalah penyebab terjadinya krisis energy: oleh

1. Semakin meningkatnya tingkat penggunaan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi massal yang handal dan baik 2. Seringnya penggunaan sumber daya alam secara berlebih. 3. Kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk menghemat energy. 4. Kurangnya penanaman program kesadaran untuk masyarakat untuk menghemat energy.

Dampak Krisis Energi


Krisis Energi mempunyai beberapa dampak yang akan mempengaruhi kehidupan manusia terutama dimasa yang akan datang, berikut adalah beberapa dampak yang disebabkan terjadinya krisis energi : 1. 2. 3. 4. 5. Krisis Energi berdampak langsung pada kegiatan ekonomi suatu negara. Kenaikan biaya produksi listrik, menyebabkan naiknya biaya produksi. Menyebabkan naiknya harga BBM. Dengan naiknya harga BBM, maka biaya pengeluaran konsumen menjadi meningkat. Menyebabkan penurunan sumber daya alam dimasa yang akan datang.

Cara Penanggulangan Krisis Energi.


Krisis energy yang berkepanjangan dapat menyebabkan penurunan sumber daya alam. Untuk mengatasi masalah krisis energy dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu: 1. Penggunaan Energi yang terbaru Energi terbarui adalah energy yang tidak akan pernah habis karena cadangan yang berlimpah, serta ramah lingkungan. Berikut adalah beberapa energy yang terbarui: a. Energi surya, yaitu energi yang berasal dari panas matahari. Dimana energi surya diubah menjadi energi listrik memakai sel surya (photovoltaic). Contoh: PLTS dan Water Heater. b. Energi angin, yaitu energi yang berasal dari gerakan angin. Dimana energi angin dipakai untuk memutar kincir angin dan bila digabungkan dengan generator listrik akan menghasilkan energi listrik. Contoh : Kincir angin di Negeri Belanda c. Energi panas bumi, yaitu energi yang berasal dari panas magma. Tenaga panas bumi ini dipakai pada pembangkit listrik untuk menghasilkan listrik. d. Energi air, yaitu energi yang berasal dari pergerakan air. Tenaga air ini dipakai pada PLTA untuk menghasilkan listrik. e. Energi laut, yaitu energi yang berasal dari ombak, pasangsurut dan suhu air laut. Energi yang tersimpan dalam air laut itu dapat digunakan sebagai pembangkit listrik. f. Energi hidrogen, yaitu energi yang berasal dari gas hidrogen. Gas hidrogen dapat menghasilkan listrik memakai hydrogen fuel cell. 2. Penggunaan teknologi ramah lingkungan Penggunaan teknologi ramah lingkungan ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah krisis energy. Berikut adalah beberapa teknologi ramah lingkungan: a. Teknologi mobil hybrid, yaitu perpaduan penggunaan bahan bakar minyak dan baterai

b. Teknologi nano, yaitu teknologi yang salah satunya dapat mudah dipahami dengan istilah miniaturisasi teknologi. Kaitannya dengan hemat energi, teknologi ini sudah dengan mudah bisa menjawab bahwa dengan semakin kecil sebuah bahan dibuat semakin kecil pula konsumsi energi yang diperlukan. Contohnya:TV masih berupa tabung yang sangat besar, kemudian setelah ditemukan teknologi CRT (cathode ray tube) dimensinya berubah drastis menjadi cukup kecil. c. Teknologi layar organic, yaitu teknologi yang menggunakan bahan bahan organic Contoh: TV yang setebal layar plastic. d.Teknologi sel solar, yaitu teknologi yang menggunakan solar. e. Energi bio massa, yaitu energi yang berasal dari bahan organik yang menyimpan energi matahari dalam bentuk energi kimiawi. Energi massa bio juga dapat digunakan pada pembangkit listrik. 3.Dengan menerapkan pelatihan Untuk menanggulangi krisis energy dapat dilakukan pelatihan pelatihan yang diterapkan kepada masyarakat. Berikut adalah beberapa pelatihan, diantaranya : a. Pelatihan etika/moral (sila) Pelatihan ini dilakukan dengan membiasakan diri bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma norma yang berlaku. Contoh: membuang sampah pada tempatnya dan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan. b. Pelatihan meditasi (samadhi) Pelatihan ini dapat dilakukan dengan melaksanakan meditasi secara rutin. Contoh melakukan meditasi cinta kasih (metta bhavana) untuk mengembangkan cinta kasih yang universal terhadap semua makhluk. Meditasi ini akan mendorong kita untuk berperilaku ramah lingkungan dan menghargai setiap makhluk hidup. c. Pelatihan kebijaksanaan (panna) Dalam kehidupan seharihari, kita sering kali dihadapkan pada dua hal penting yang harus dilakukan pada waktu bersamaan. Dimana kita harus memilih salah satu diantaranya. Di sinilah kebijaksanaan kita diuji. Contoh: Dalam perjalanan menuju sekolah, kita melihat seorang kakek terjatuh di tengah jalan. Padahal kita sudah hampir terlambat. Di sini kita dituntut untuk berpikir.