Anda di halaman 1dari 10

PEDOMAN BAN-PNF 103ING-2008 Persyaratan Akreditasi PNF Program Kursus Bahasa Inggris

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal


Pedoman Persyaratan Program Kursus Bahasa Inggris 1 / 10 halaman

Persyaratan Penyelenggaraan PNF Program Kursus Bahasa Inggris


1. Ruang Lingkup 1.1 Pedoman ini berisikan persyaratan penyelengaraan Program Kursus Bahasa Inggris. 1.2 Pedoman ini dapat digunakan dalam pengembangan, pemeliharaan dan pelayanan Program Kursus Bahasa Inggris. Acuan Normatif Acuan yang digunakan dalam pedoman ini adalah: 2.1 Undang-Undang RI No.20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional 2.2 Peraturan Pemerintah RI No. 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan 2.3 Surat Keputusan Mendiknas No 30 Tahun 2005 tentang Pembentukan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN PNF) 2.4 IWA2. Quality Management system Guidelines for the Application of ISO 9001:2000 in education. 2.5 Kebijakan BAN PNF tahun 2007 2.6 Standar yang berlaku. Istilah dan Definisi 3.1 Pendidikan Non Formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang 3.2 Pendidikan Non Formal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Jenjang Pendidikan adalah tahapan pendidikan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Jenis Pendidikan adalah kelompok yang yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Satuan Pendidikan Non Formal adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur non formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Satuan Pendidikan Non Formal terdiri dari atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.
2 / 10 halaman

2.

3.

3.3

3.4

3.5

3.6

Pedoman Persyaratan Program Kursus Bahasa Inggris

3.7

Kursus dan Pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur dan jenjang Program Kursus Bahasa Inggris Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan pendidikan, penilik, pamong belajar, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Evaluasi Pendidikan adalah kegiatan pengendalian , penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggung jawaban penyelenggaraan pendidikan. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Akreditasi adalah kegiatan penilaian kelayakan suatu program dalam satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka. Badan Akreditasi Nasional-Pendidikan Non Formal (BAN-PNF) adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan PNF dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
3 / 10 halaman

3.8

3.9

3.10

3.11

3.12

3.13

3.14

3.15

3.16

3.17

Pedoman Persyaratan Program Kursus Bahasa Inggris

3.18

Surat Tanda Akreditasi adalah dokumen formal atau satu set dokumen yang secara legal dapat dipertanggung jawabkan yang menyatakan pemberian akreditasi kepada satuan PNF untuk suatu Program PNF. Simbol Akreditasi adalah simbol/logo akreditasi yang diterbitkan oleh BAN-PNF untuk digunakan oleh Satuan PNF yang terakreditasi, yang menunjukkan status akreditasi mereka sekaligus mengindikasikan langsung kelayakan Program Kursus Bahasa Inggris. Banding adalah permintaan dari Lembaga Penyelenggara PNF untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang dirasakan merugikan yang dibuat BAN-PNF terkait dengan penilaian kesesuaian status akreditasi PNF. Asesor Akreditasi adalah seseorang yang mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang relevan dengan tugas untuk melaksanakan akreditasi terhadap kelayakan program dalam satuan PNF, baik secara perorangan maupun sebagai bagian dari tim akreditasi sesuai dengan persyaratan dan tugas yang ditetapkan oleh BAN-PNF Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris adalah Suatu lembaga atau satuan PNF Kursus Bahasa Inggris yang mengikuti proses akreditasi sesuai dengan pedoman BAN-PNF, mencakup kegiatan permohonan, evaluasi, keputusan lisensi, surveilen dan lisensi ulang. Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris merupakan obyek akreditasi oleh BAN-PNF. Sistem Penjaminan Mutu adalah dokumen dan rekaman kegiatankegiatan yang bertujuan untuk memenuhi atau melampaui standar nasional pendidikan yang mencakup struktur organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses dan sumber untuk menerapkan manajemen dan pengelolaan mutu, serta dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. Panduan Mutu adalah suatu dokumen yang berisi kebijakan mutu, sistem mutu, dan pelaksanaan mutu dalam suatu organisasi. Panduan mutu dapat juga membuat dokumen lain yang berhubungan dengan pengaturan mutu PNF. Surveilen adalah kegiatan-kegiatan penilaian ulang kelayakan Program PNF dalam satuan PNF yang dilakukan oleh BAN-PNF sehubungan dengan aspek dan lingkup akreditasi setelah dilakukan akreditasi, misalnya: - melakukan kegiatan survei lapangan - meminta kepada penyelenggara Program PNF untuk menyiapkan/menyediakan dokumen dan rekaman2 yang dibutuhkan seperti rekaman audit, hasil quality control untuk membuktikan kebenaran kegiatan Program PNF . - memonitor dan mengawasi kinerja penyelenggara Program PNF.
4 / 10 halaman

3.19

3.20

3.21

3.22

3.23

3.24

3.25

Pedoman Persyaratan Program Kursus Bahasa Inggris

3.26

Penundaan Akreditasi adalah penundaan sementara pemberlakuan akreditasi pada suatu program dalam satuan PNF selama maksimal satu tahun untuk lembaga (satuan PNF) yang sedang dalam proses akreditasi.. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah kualifikasi kemampuan lulusan Program Kursus Bahasa Inggris yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar Isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan dalam Program PNF. Standar Proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan Program Kursus Bahasa Inggris. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. Standar Sarana dan Prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang dibutuhkan dalam Program Kursus Bahasa Inggris. Standar Pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan Program Kursus Bahasa Inggris. Standar Pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun untuk Program Kursus Bahasa Inggris. Standar Penilaian Pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik Program Kursus Bahasa Inggris.

3.27

3.28

3.29

3.30

3.31

3.32

3.33

3.34

3.35

Pedoman Persyaratan Program Kursus Bahasa Inggris

5 / 10 halaman

3.36

Dokumen adalah format yang menjadi perencanaan untuk dilaksanakan (sebelum diisi data), seperti formulir, panduan mutu, prosedur, instuksi kerja dan fotokopi. Rekaman adalah catatan hasil pelaksanaan dan pengisian dari dokumen, seperti hasil formulir yang telah diisi, instruksi kerja dengan fotokopi yang telah diisi. Kategori Persyaratan Dikelompokan dalam: 3.38.1 Harus apabila komponen/unsur yang disebutkan dalam persyaratan tidak terpenuhi (non confirmity) pada program dalam satuan PNF akan mempengaruhi menurunnya mutu PNF secara langsung (major defect). 3.38.2 Seharusnya apabila komponen/unsur yang disebutkan dalam persyaratan tidak terpenuhi (non confirmity) pada program dalam satuan PNF akan berpotensi menurunkan mutu PNF (minor defect). 3.38.3 Sebaiknya apabila komponen/unsur yang disebutkan dalam persyaratan tidak terpenuhi (non confirmity) pada program dalam satuan PNF akan mempengaruhi kinerja PNF (efesiensi, efektifitas dan produktifitas).

3.37

3.38

4.

Persyaratan Umum 4.1 Setiap program dan satuan PNF harus memenuhi standar sesuai dengan UU RI No 20/2003 Pasal 35 ayat (1), Aspek yang perlu di standarisasi terdiri atas 8, yaitu: 1) isi, 2) proses, 3) kompetensi lulusan, 4) pendidik dan tenaga kependidikan lainnya, 5) sarana dan prasarana, 6) pengelolaan, 7) pembiayaan, dan 8) penilaian. 4.2 Ke delapan standar ini sebaiknya ditingkatkan secara berencana, berkala, dan berkelanjutan. 4.3 Kriteria akreditasi satuan dan Program Kursus Bahasa Inggris harus menggunakan standar yang berlaku. 4.4 Kepatuhan terhadap program sistem manajemen lembaga seluruh rekaman dan dokumen yang terkait dengan persyaratan dalam delapan standar ditetapkan kriteria sebagai berikut: 4.4.1 Rekaman harus akurat 4.4.2 Rekaman harus mutakhir 4.4.3 Rekaman harus dapat dibuktikan 4.4.4 Dokumen harus benar dan akurat 4.4.5 Prosedur monitoring harus diikuti dengan baik 4.4.6 Tindakan koreksi harus dilakukan bila tidak terdapat kesesuaian 4.4.7 Modifikasi Program PNF yang digunakan harus mendapat persetujuan dari pimpinan lembaga penyelenggara kursus Bahasa Inggris.

Pedoman Persyaratan Program Kursus Bahasa Inggris

6 / 10 halaman

5.

Standar Isi 5.1 Struktur Kurikulum 5.1.1 Lembaga Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris harus memiliki kurikulum. 5.1.2 Kurikulum yang digunakan harus mengacu kepada Standar yang berlaku. 5.1.3 Kurikulum seharusnya ditinjau secara berkala. 5.1.4 Frekuensi peninjauan/perubahan kurikulum sebaiknya dilakukan secara tahunan/bulanan. 5.2 Beban Belajar 5.2.1 Beban belajar seharusnya ditetapkan berdasarkan jumlah jam belajar per satuan waktu. Kalender Pendidikan 5.3.1 Lembaga Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris seharusnya memiliki kalender pendidikan dan disosialisasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Silabus 5.4.1 Lembaga penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris harus memiliki silabus setiap mata pelajaran. 5.4.2 Silabus harus disusun dengan mengacu pada standar kompetensi. 5.4.3 Silabus setiap mata pelajaran seharusnya disusun oleh pendidik 5.4.4 Silabus sebaiknya didokumentasikan.

5.3

5.4

6.

Standar Proses 6.1 Rencana Pembelajaran 6.1.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) seharusnya disusun berdasarkan silabus mata pelajaran. 6.1.2 RPP setiap mata pelajaran seharusnya disusun oleh Pendidik.

6.2

Pelaksanaan Pembelajaran 6.2.1 Peserta Didik 6.2.1.1 Jumlah peserta didik seharusnya sebanding dengan alat dan perlengkapan yang dimiliki. 6.2.2 Bahan Ajar 6.2.2.1 Bahan ajar sebaiknya ditetapkan oleh lembaga. Kegiatan Pembelajaran 6.2.3.1 Kegiatan pembelajaran sebaiknya dilakukan secara interaktif agar memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi.

6.2.3

Pedoman Persyaratan Program Kursus Bahasa Inggris

7 / 10 halaman

6.3

Penilaian Pembelajaran 6.3.1 Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris seharusnya melaksanakan penilaian pada proses pembelajaran.

6.4

Pengawasan 6.4.1 Lembaga Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris seharusnya melakukan pengawasan proses pembelajaran. Evaluasi 6.5.1 Lembaga Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris seharusnya melakukan evaluasi pada akhir pendidikan. Pelaporan 6.6.1 Hasil pengawasan dan evaluasi proses pembelajaran sebaiknya dilaporkan kepada pihak-pihak yang terkait.

6.5

6.6

7.

Standar Kompetensi Lulusan 7.1 Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 7.1.1 Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Bahasa Inggris harus digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik. 7.2 Acuan Standar 7.2.1 SKL seharusnya mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang berlaku. Standar Kompetensi 7.3.1 Standar Kompetensi (SK) atau Unit Kompetensi (UK) dan Kompetensi Dasar (KD) atau Elemen Kompetensi (EK) berdasar Standar Kompetensi Nasional harus ditetapkan pada setiap lingkup kelompok bahan ajaran. 7.3.2 Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris seharusnya memiliki data jumlah peserta didik saat pendaftaran dan data peserta didik yang telah selesai mengikuti program dan lulus dalam ujian lokal dalam 3 tahun terakhir dan mengikuti ujian kompetensi Bahasa Inggris serta data peserta didik yang lulus dalam ujian kompetensi (TOEFL nilai 450, TOEIC nilai 500, IELTS nilai 5) tersebut dalam 3 tahun terakhir. Kemitraan 7.4.1 Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris sebaiknya melakukan kerjasama dengan instansi lain dalam rangka pelaksanaan magang.

7.3

7.4

Pedoman Persyaratan Program Kursus Bahasa Inggris

8 / 10 halaman

8.

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 8.1 Pendidik 8.1.1 Program Kursus Bahasa Inggris harus memiliki pendidik yang memenuhi kompetensi sesuai dengan standar yang ditetapkan. 8.1.2 Pendidik Program Kursus Bahasa Inggris harus mengikuti pelatihan peningkatan mutu yang relevan. 8.2 Tenaga Kependidikan 8.2.1 Tenaga Kependidikan Program Kursus Bahasa Inggris seharusnya memiliki kompetensi sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam bidang kerjanya. 8.2.2 Tenaga Kependidikan Program Kursus Bahasa Inggris sebaiknya mengikuti pelatihan peningkatan mutu yang relevan.

9.

Standar Sarana dan Prasarana 9.1 Prasarana Pendidikan 9.1.1 Lembaga penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris harus memiliki tempat aktifitas belajar (ruang teori/praktek). 9.1.2 Lembaga penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris sebaiknya memiliki ruang aktifitas yang lain (ruang perpustakaan, ruang pendidik, ruang tata usaha dan ruang pimpinan). 9.2 Peralatan dan Perlengkapan pendidikan 9.2.1 Ruang belajar Program Kursus Bahasa Inggris harus dilengkapi berupa alat dan perlengkapan untuk melakukan praktek (best practice) Bahasa Inggris.

9.3

Buku, Media, dan Sumber Belajar Pendidikan 9.3.1 Lembaga Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris seharusnya menyediakan modul, bahan ajar, handout, yang diperlukan.

10. Standar Pengelolaan PNF Program Kursus Bahasa Inggris 10.1 Perencanaan 10.1.1 Lembaga penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris seharusnya merumuskan dan menetapkan visi, misi, dan tujuan serta memiliki dokumennya. 10.1.2 Lembaga penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris sebaiknya melaksanakan sosialisasi visi, misi dan tujuan kepada semua pendidik, peserta didik, dan unsur lain yang terkai.t

Pedoman Persyaratan Program Kursus Bahasa Inggris

9 / 10 halaman

10.2

Pelaksanaan Rencana Kerja 10.2.1 Lembaga penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris sebaiknya mempunyai pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dibaca oleh pihak terkait yang meliputi; Kurikulum, Kalender Pendidikan, Peraturan Pendidikan, Tata Tertib, dan Kode Etik. 10.2.2 Pelaksanaan Program Kursus Bahasa Inggris seharusnya berdasarkan rencana kerja tahunan yang telah ditetapkan. Pengawasan dan Evaluasi 10.3.1 Lembaga Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris sebaiknya melaporkan hasil pengawasan pengelolaan secara tertulis kepada pimpinan lembaga dan Pembina Program (Dinas Pendidikan). Kepemimpinan 10.4.1 Pimpinan Lembaga Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris harus memiliki kompetensi mengelola serta pengetahuan tentang Bahasa Inggris. Sistem Informasi Manajemen (SIM) 10.5.1 Lembaga Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris sebaiknya menyediakan fasilitas informasi yang efesien, efektif dan mudah diakses.

10.3

10.4

10.5

11. Standar Pembiayaan 11.1 Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris sebaiknya memiliki dokumen (pembukuan) penerimaan dan pengeluaran dana.

12. Standar Penilaian 12.1 Penyelenggara dan Pendidik Program Kursus Bahasa Inggris harus melakukan penilaian hasil belajar secara periodik (tengah dan akhir program). 12.2 Penilaian hasil belajar peserta didik seharusnya juga menggunakan teknik penilaian berupa portofolio/praktek. 12.3 Penyelenggara Program Kursus Bahasa Inggris seharusnya memiliki panduan penilaian. 12.4 Peserta didik Program Kursus Bahasa Inggris sebaiknya mengikuti Uji Kompetensi.

Pedoman Persyaratan Program Kursus Bahasa Inggris

10 / 10 halaman